Kamis, 07 Desember 2017

Palang Merah Internasional Serukan Bantu Rakyat Suriah

Jenewa, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Pemimpin Komite Palang Merah Internasional (ICRC), Rabu (11/9), menyerukan upaya gabungan dari masyarakat internasional untuk memastikan bantuan yang diberikan menjangkau orang-orang yang memerlukan di Suriah.

Palang Merah Internasional Serukan Bantu Rakyat Suriah (Sumber Gambar : Nu Online)
Palang Merah Internasional Serukan Bantu Rakyat Suriah (Sumber Gambar : Nu Online)

Palang Merah Internasional Serukan Bantu Rakyat Suriah

Peter Maurer, Presiden ICRC mengatakan di markas organisasi tersebut di Jenewa bahwa perang yang berkecamuk di Suriah dan dampak tak terkendali dari konflik bersenjata itu atas rakyat sipil Suriah menjadi keprihatinan besar.

Ia menyerukan perhatian mendesak pada situasi menyedihkan rakyat Suriah yang tak mendapatkan di antaranya makanan yang diperlukan, barang kebutuhan rumah tangga, air, fasilitas kebersihan, dan bahkan fasilitas serta perawatan medis.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Apa yang kita lihat ialah peningkatan penderitaan rakyat Suriah dari dampak perang ini," kata Maurer.?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ia menambahkan konflik itu telah mengakibatkan banyak kematian dan pengungsian, dan membuat banyak orang jadi pengungsi di dalam negeri mereka.

Maurer kembali menyeru para pelaku utama yang memiliki pengaruh pada semua pihak atau kelompok dalam konflik Suriah agar menggunakan pengaruh politik dan diplomatik mereka serta saluran komunikasi, sehingga "para aktor kemanusiaan di lapangan dapat melakukan pekerjaan yang mesti mereka lakukan". (antara/mukafi niam)

Foto: AP

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Kajian, Kajian Sunnah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Terkait Islam Nusantara, Rais Aam: NU Biasa Bikin Kaget

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Rais Aam PBNU KH Ma’ruf Amin memaklumi riuh di tengah publik ketika Muktamar Ke-33 NU mengangkat tema “Islam Nusantara”. Menurut Kiai Ma’ruf, ramainya polemik di tengah masyarakat sejauh ini masih dalam taraf wajar.

Alhamdulillah ada reaksi itu dari masyarakat. Tentu agar orang-orang memerhatikan dan mengetahui konsep Islam Nusantara. NU memang biasa bikin kaget. Asal jangan orang jantungan saja,” kata Kiai Ma’ruf disambut tawa peserta diskusi mingguan dalam forum Tashwirul Afkar di Perpustakaan PBNU, Jakarta, Jumat (18/9) sore.

Terkait Islam Nusantara, Rais Aam: NU Biasa Bikin Kaget (Sumber Gambar : Nu Online)
Terkait Islam Nusantara, Rais Aam: NU Biasa Bikin Kaget (Sumber Gambar : Nu Online)

Terkait Islam Nusantara, Rais Aam: NU Biasa Bikin Kaget

Mengetahui sebuah gagasan, Kiai Ma’ruf melanjutkan, merupakan langkah awal sebelum akhirnya menerima atau menolak. Akan menjadi tidak bijak ketika mengambil sikap penolakan secara apriori sebelum mengetahui dan mencerna sebuah gagasan.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Ini ribut saja soal sebutan ‘Islam Nusantara’. Padahal Islam Nusantara itu ahlusunnah wal jamaah ala thariqatin nahdliyah. ‘Islam Nusantara’ covernya saja. jadi Islam Nusantara itu huwa huwa (sama saja. itu-itu juga, Red),” ujar Kiai Ma’ruf di hadapan sedikitnya 40 peserta diskusi yang memenuhi ruang perpustakaan PBNU.

Pada forum yang juga dihadiri Pengurus NU Amerika Ahmad Sahal, Sekjend PBNU H Helmy Faisal Zaini, dan Wasekjend PBNU H Masduki Baidowi, Kiai Ma’ruf berpesan kepada para pemuda terlebih intelektual di lingkungan Nahdlatul Ulama agar terus memproduksi gagasan baru.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Asal jangan mandek. Pemikiran harus ada kontinuitas dan improvement sehingga bergerak terus dengan catatan tawasuth dan tentu juga moderat,” Kiai Ma’ruf mengajak peserta forum untuk mendinamisasi pemikiran.

Ruang diskusi lebih dipadati oleh mahasiswa-mahasiswi NU dan juga aktivis IPNU-IPPNU. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Amalan Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Pelajar NU Kudus Ngaji Administrasi dan Teknik Sidang

Kudus, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Pengurus IPNU dan IPPNU kabupaten Kudus mengadakan pelatihan Administrasi dan Keprotokoleran di MANU Nurul Ulum kecamatan Jekulo kabupaten Kudus, Kamis (29/10). Mereka dengan pelatihan ini berupaya meningkatkan kerapian berorganisasi di lingkungan pelajar NU Kudus.

Berbagai macam materi disampaikan seperti administrasi, keprotokoleran, master of ceremony (MC), dan dirijen. Pelatihan ini diikuti ketua, sekretaris, dan anggota ranting, komisariat, dan anak cabang IPNU dan IPPNU sekabupaten Kudus dan murid dari MANU Nurul Ulum.

Pelajar NU Kudus Ngaji Administrasi dan Teknik Sidang (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU Kudus Ngaji Administrasi dan Teknik Sidang (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar NU Kudus Ngaji Administrasi dan Teknik Sidang

Sekjen PP IPNU Saiful Alim memnyampaikan materi pertama sesudah pembukaan. Selain materi, Saiful juga membuat simulasi dari materi yang disampaikan. Peserta kemudian dibagi menjadi beberapa kelompok sesuai keahlian masing-masing.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ketua IPNU Kudus Joni Prabowo mengatakan, “Karena IPNU dan IPPNU adalah organisasi yang besar, maka hal-hal yang mendasar seperti administrasi, MC, protokoler, dan dirijen harus semakin maju dan mapan pula.”

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ia berharap semua materi yang disampaikan menjadikan IPNU-IPPNU lebih baik dalam sisi administrasi dan keprotokolerannya sehingga pelajar NU sekabupaten Kudus mampu bersaing terhadap organisasi lainnya. (Dedi Hermanto/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Ulama, Pemurnian Aqidah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

GP Ansor Diminta Bijak Hadapi Pihak yang Musuhi NU

Banyumas, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah - Ketua GP Ansor Banyumas Akhmad Thonthowi mengajak segenap kader GP Ansor untuk mengerahkan segala tenaga dan pikiran dalam menangkal paham-paham radikal yang dapat menyesatkan umat. Namun dalam mengupayakannya, pemuda NU tetap harus menggunakan cara-cara yang santun dan konstitusional.

“Saya minta GP Ansor dalam menjalankan tugasnya harus sesuai dengan aturan yang ada. Setiap tindakan yang dilakukan harus terdokumentasi dengan baik dan benar serta serta harus bijak dalam menghadapi orang atau kelompok yang memusuhi NU," kata Akhmad pada pelantikan Pimpinan Anak Cabang GP Ansor Cilongok di pendapa Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas, Ahad (1/5).

GP Ansor Diminta Bijak Hadapi Pihak yang Musuhi NU (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Diminta Bijak Hadapi Pihak yang Musuhi NU (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Diminta Bijak Hadapi Pihak yang Musuhi NU

Pelantikan dibarengi dengan peringatan Hari Lahir Ke-93 NU. Hadir pada peringatan ini

Muspika Kecamatan Cilongok, pengurus harian MWCNU, Muslimat NU, Fatayat NU, IPNU, IPPNU, tokoh agama, tokoh masyarakat, kiai sepuh dan ribuan warga NU Cilongok yang memadati kawasan pendapa.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Akhmad Thonthowi juga berpesan bahwa GP Ansor mempunyai tanggung jawab merevitalisasi amaliah dan tradisi NU, kemudian harus bermanfaat untuk masyarakat umum dan harus mampu memperkuat ekonomi kerakyatan.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Pengurus Ansor harus mampu menjalankan visi GP Ansor, yakni revitalisasi nilai dan tradisi, penguatan sistem kaderisasi, pemberdayaan potensi kader, dan kemandirian organisasi," katanya.

Sementara Ketua GP Ansor Cilongok Mustangin melaporkan bahwa saat ini di Kecamatan Cilongok terdapat 16 Pimpinan Ranting GP Ansor NU yang aktif. Semuanya dalam keadaan baik serta dapat menjalankan tugas dan fungsinya sesuai dengan AD/ART yang ada.

"Secepatnya kami akan melakukan konsolidasi dengan ranting-ranting, dan juga berkoordinasi dengan GP Ansor Banyumas. Semoga amanah yang diberikan kepada kami dapat terlaksana dengan baik dan benar," katanya.

Mustangin bertekad, pihaknya akan menghidupkan lagi ranting-ranting yang tidak aktif, agar dapat berjuang kembali mensyiarkan Aswaja di Wilayah Cilongok dan sekitarnya.

"Saat ini ada 5 ranting yang masa khidmatnya sudah berakhir dan tidak aktif lagi, dalam waktu dekat akan kami bentuk lagi, sehingga harapan kami akan ada 21 ranting yang aktif," katanya. (Sudin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Nasional, Humor Islam, Meme Islam Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Rabu, 06 Desember 2017

Bupati Sarolangun: Lulusan Pesantren Harus Mampu Bersaing di Era Global

Sarolangun, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Sebagai lembaga pendidikan keagamaan, pesantren sudah selayaknya memberikan perhatian yang besar terhadap para lulusannya agar mampu bersaing di era global. Untuk itu, pembenahan ke arah yang lebih baik berupa pembekalan life skill (ketrampilan) kepada para santri harus segera dilakukan.

Pernyataan tersebut diungkapkan Bupati Sarolangun, Drs. H. Hasan Basri Agus, MM dalam sambutannya di hadapan para pimpinan pondok pesantren di Propinsi Jambi saat mengikuti seminar sehari tentang manajemen pendidikan di gedung Bappeda, Sarolangun, Jambi, Kamis (24/5).

Bupati Sarolangun: Lulusan Pesantren Harus Mampu Bersaing di Era Global (Sumber Gambar : Nu Online)
Bupati Sarolangun: Lulusan Pesantren Harus Mampu Bersaing di Era Global (Sumber Gambar : Nu Online)

Bupati Sarolangun: Lulusan Pesantren Harus Mampu Bersaing di Era Global

Lulusan Pondok Pesantren Asad Jambi itu menegaskan, untuk mencapai cita-cita tersebut pemerintah Kabupaten Sarolangun berjanji akan memberikan perhatian yang lebih pada sektor pendidikan di daerahnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Yang menjadi perhatian kami sekarang adalah adanya peningkatan SDM (sumber daya manusia). Untuk itu pemerintah Kab. Sarolangung akan menggratiskan biaya pendidikan sekolah dari SD sampai SMA," kata Basri.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Basri mengatakan, melalui dana dari APBD, pihaknya juga menawarkan beasiswa kepada kader muda di daerahnya untuk melanjutkan pendidikan di program Magister dan Doktor.

"Untuk setiap tahunnya, melalui dana dari APBD, kami juga akan memberikan beasiswa kepada 20 orang untuk mengambil Master dan 5 orang lainnya untuk mengambil program Doktor. sehingga dalam lima tahun ke depan kita sudah memiliki 25 orang Doktor dan dan 100 orang bergelar Master," terangnya yang disambut dengan tepuk tangan yang meriah dari para peserta seminar. (dar)Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Hadits Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Alasan KUA Punya Peran Strategis dalam Membina Paham Keagamaan

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Direktur Bina Kantor Urusan Agama (KUA) dan Keluarga Sakinah Kementerian Agama RI, Mohsen, menegaskan, KUA sangat strategis dalam membina paham keagamaan Islam di tengah masyarakat. Hal ini disebabkan KUA dekat dan bersentuhan langsung dengan masyarakat bawah.

“Peran KUA Strategis justru karena dekat dengan masyarakat dalam membina paham keagamaan Islam,” ujar Mohsen, Kamis (14/12) lalu di Jakarta sembari menegaskan bahwa tugas KUA tidak hanya semata mengurusi persoalan pernikahan saja.

Alasan KUA Punya Peran Strategis dalam Membina Paham Keagamaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Alasan KUA Punya Peran Strategis dalam Membina Paham Keagamaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Alasan KUA Punya Peran Strategis dalam Membina Paham Keagamaan

Pria kelahiran Makassar ini menjelaskan, KUA sudah cukup dikenal masyarakat. Saat ini ada 5.707 KUA di Indonesia, penghulu 5.773 lokasi, Penyuluh PNS 4500 orang, penyuluh Non-PNS 45.000 orang.

Di KUA ada kepanjangan tangan yaitu penghulu dan penyuluh. Penghulu dan penyuluh menpunyai peran strategis kuntuk memberi layanan kepada umat Islam dalam membina paham keagamaan Islam.

“Jadi KUA selain memberikan pelayanan, juga melakukan pembinaan,” kata Mohsen.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dia berharap, KUA memberi peran yang sangat signifikan dalam memberi bimbingan kepada masyarakat. KUA, tegasnya, memiliki peran memberikan layanan dan bimbingan kepada masyarakat Islam di lingkungan kerjanya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

KUA, sambungnya, berfungsi salah satunya memberikan peneranagan agama Islam. KUA merupakan garda terdepan Kemenag yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

Mohsen tidak memungkiri, di antara sebab yang mendukung aliran keagamaan yang bermasalah yaitu keliru memahami al-Qur’an, kurang menyeluruhnya sumber-sumber rujukan, lemahnya pemahaman keagaman, dan laata belakang pendidikan yang tidak cukup baik.

Lebih jauh, dia menyatakan, aliran atau ideologi bermasalah juga berasal dari luar (transnasional, red) untuk menggangu stabilitas negara. Negosiasi lebih penting. Misal adanya komitmen dalam menyelesaikan masalah dari berbagai pihak.

“Tentu dengan mengesampingkan kepeantingan pribadi dan kelompok tertentu,” tandas mantan Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren ini. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Olahraga, Cerita Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Satkornas Banser: Toleransi Beragama Jangan Tercederai

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Satuan Koordinasi Nasional Barisan Ansor Serbaguna (Satkornas Banser) Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor menegaskan Indonesia adalah negara kesatuan yang berdasarkan Pancasila yang mengakui adanya perbedaan agama sehingga tidak boleh tercederai sebagaimana insiden terjadi di Kaburaga, Kabupaten Tolikara, Papua.

Berkaitan dengan insiden dimaksud, Kepala Satkornas Banser H Alfa Isnaeni melalui rilis diterima Senin (20/7) mengeluarkan delapan pernyataan.

Satkornas Banser: Toleransi Beragama Jangan Tercederai (Sumber Gambar : Nu Online)
Satkornas Banser: Toleransi Beragama Jangan Tercederai (Sumber Gambar : Nu Online)

Satkornas Banser: Toleransi Beragama Jangan Tercederai

1. Satkornas Banser, mengutuk dengan keras dan sungguh perbuatan yang dapat diindikasikan melanggar HAM, terhadap pelarangan melaksanakan ibadah sholat idul fitri, apalagi sampai terjadi pembakaran masjid.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

2. Terdapat indikasi indikasi memecah rasa persaudaraan dan kerukunan antar umat beragama di tanah Papua, bahkan indikasi memecah belah rasa berbangsa dan bernegara.

3. Mendesak kepada pemerintah utamanya kepolisian untuk secepat-cepatnya mengusut secara tuntas kasus tersebut dengan sejujur-jujurnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

4. Meminta kepada para elit pemerintah dan elit negara untuk tidak menjadikan komoditas politik terhadap kasus tersebut, apalagi hanya dijadikan bahan kampanye dengan tujuan popularitas elit-elit tertentu.

5. Negara wajib meningkatkan kemampuan deteksi dini dan kewaspadaan dini agar hal-hal tersebut tidak terjadi lagi.

6. Meminta kepada tokoh dan pemangku kepentingan untuk tidak memasukkan agenda internasional yang terselubung di bumi Papua, guna memperoleh keuntungan pribadi atau kelompok.

7. Mengharap kepada tokoh agama apapun, khususnya di Papua untuk betul-betul menjadikan toleransi dan keberagaman menjadi perilaku yang nyata di tengah tengah masyarakat, bukan hanya sebagai "jargon" saja.

8. Khusus bagi anggota Banser, rapatkan barisan, tingkatkan kemampuan deteksi dini dan kewaspadaan dini, guna langkah antisipasi kasus serupa di sekeliling kita. Selanjutnya, sebagai bahan evaluasi program bantuan keamanan kepada umat agama lain, agar toleransi dan keanekaragaman yang kita kembangkan tidak tercederai.

Terpisah, Ketua PC GP Ansor Waykanan Lampung Gatot Arifianto menambahkan, tidak ada pelangi jika hanya ada satu warna, hijau, biru, merah, atau kuning semata.

"Perbedaan warna memang sudah digariskan. Jika tidak, apakah pelangi diciptakan dengan terpaksa oleh-Nya? Hal tersebut tentu mustahil, dan jangan diingkari, demikian pula perbedaan keyakinan di Negara Kesatuan Republik Indonesia. Gus Dur jauh-jauh hari sudah mengingatkan, mayoritas harus melindungi minoritas," ujar penggiat Gusdurian di Lampung itu pula.

Insiden di Tolikara menurut pemilik gelar adat Lampung Ratu Ulangan itu harus dilihat dari kacamata hukum. "Dengan demikian, bolehkah ada pembiaran atas tindakan anarkis di Bumi Bhineka Tunggal Ika ini?" ujarnya. (Tedy Heriyanto/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Nasional, Nahdlatul Ulama Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah