Kamis, 23 November 2017

Alasan Kenapa Penting Memakmurkan Masjid

Malang, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Masjid merupakan sebuah tempat strategis yang tak hanya berfungsi untuk menjalankan ibadah. Terdapat peran-peran strategis yang berlangsung dalam sejarah peradaban Islam yang melibatkan masjid.

Alasan Kenapa Penting Memakmurkan Masjid (Sumber Gambar : Nu Online)
Alasan Kenapa Penting Memakmurkan Masjid (Sumber Gambar : Nu Online)

Alasan Kenapa Penting Memakmurkan Masjid

Penting bagi warga NU untuk terus mengembangkan masjid sebagai sumber pengembangan Islam, berikut alasan-alasannya.

Pertama, sebelum dibangun pesantren, pasti dibangun masjidnya dahulu dan setiap desa hampir bisa dipastikan ada masjidnya, tetapi belum tentu ada pesantrennya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kedua, masjid letaknya teratur, tidak menumpuk di satu tempat sehingga sarana ibadah terdistribusi dengan baik.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ketiga, Masjid merupakan potret paling otentik kondisi, shoheh tentang kondisi, sikap dan kualias umatnya. 

“Kalau masjidnya kotor tempat wudhunya, ya umatnya kurang lebih ya masih begitu. Kalau bersih, umatnya lebih berbudaya.”

Demikian juga kalau masjidnya bagus, ekonomi umat pendukungnya juga bagus. Kalau masjidnya reot, juga begitu.

Lalu kalau jamaahnya banyak, berarti semangat ibadah yang tinggal di kanan kirinya juga begitu. Kalau masjidnya kosong, berarti semangat ibadah umatnya pun begitu. 

“Kalau shofnya lurus, umatnya juga disiplin. Kalau jamaahnya sedikit, mencari-mencar, shofnya ngak lurus, ya masih morat-marit.”

Kalau takmirnya suka mengundar khotib yang galak, berarti umatnya juga begitu. Khotibnya adem ayem, kesadaran hidupnya juga begitu. 

“Potret warga NU seperti apa, bisa di lihat di masjid-masjidnya,” tandasnya.Ia menegaskan, masjid harus menjadi kaki NU ke depan. Pesantren sebagai sumber ilmu dan hikmahnya, masjid sebagai pusat pengamalan dan pembinaannya.

Sementara itu, Ketua LTMNU KH Abdul Manan al Ghani menegaskan lembaga yang dipimpinnya ini berusaha untuk menggerakkan struktur di lingkungan NU agar mampu memberdayakan masjid.

Ia merasa prihatin dengan sejumlah situasi seperti maraknya permintaan sumbangan pembangunan masjid di jalan-jalan atau pengelola masjid yang kurang memiliki kreatifitas dalam mengembangkan masjidnya.

“Tidak usah menunggu program dari PBNU. Saya senang, jika masjid atau LTMNU di daerah mampu membikin program sendiri.”

LTMNU memiliki sejumlah program usaha seperti Kelompok Usaha Jamaah Masjid, tower BTS berbasis menara masjid atau sejumlah bisnis lain yang halal dan dapat menunjang kegiatan kemasjidan.

Penulis:: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Kajian Islam, Budaya Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Pergunu Yakin Ubah Orientasi Pendidikan Indonesia

Lombok Tengah, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Persatuan Guru Nahdlatul berkeyakinan mampu mengubah orientasi pendidikan Indonesia yang saat ini berorientasi pekerjaan, menuju pendidikan yang kreatif dan berdaya saing. Bagi Pergunu pendidikan berorientasi pekerjaan hasilnya adalah pekerja-pekerja berkreasi menciptakan lapangan kerja.

Pergunu Yakin Ubah Orientasi Pendidikan Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Pergunu Yakin Ubah Orientasi Pendidikan Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Pergunu Yakin Ubah Orientasi Pendidikan Indonesia

“Pendidikan saat saat ini gagal, terjadi dekadensi moral pelajar, turunnya spirit pendidikan karena pengaruh narkoba. Sulit generasi muda yang menghormati lebih tua, belum lagi kekerasan,” kata Wakil Ketua Pimpinan Pusat Pergunu Rudolf Chrysoekamto di sela Rapat Kerja Nasional di Pondok Pesantren NU Al-Mansuriyah Ta’limushibyan Bonder, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat pada Sabtu (25/2). ?

Ia tidak memungkiri, secara prestasi, sistem dan orientasi pendidikan yang ada di Indonesia? bisa membuahkan peserta didik yang berprestasi di tingkat internasional. Namun, bagi manusia Indonesia, hal itu saja tidak cukup. Peserta didik harus dibenahi sisi moral dan spiritualnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Karena untuk membentuk manusia tidak hanya itu, prestasi, keterampilan, tanpa moral dan spiritual, bisa jadi mereka tersandung kasus hukum. Makanya pendidikan harus menyatukan semua aspek, ditambah akhlakul karimah, IQ dan ESQ-nya,” jelas pria kelahiran Jember Jawa Timur itu

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ia yakin Pergunu periode kedua dengan Ketua Umum KH Asep Saifuddin Chalim mampu mewujudkan hal itu.

“Sebuah tujuan itu harus yakin di awal, kemudian dibangun sistem mengkonkretkannya. Konket menciptakan sistem yang bertumpu pada kecerdasan diimbangi mulianya moral,” lanjutnya. ?

Lebih lanjut ia mengatakan, pendidikan memang diatur negara, termasuk kurikulumnya. Namun, untuk mengubah orientasi pendidikan, Pergunu bisa bisa berimprovisasi dalam menerapkannya. Jadi, kuncinya guru yang keatif.

Untuk meningkatkan guru yang kreatif, Pergunu telah melakukan upaya langsung dengan menguliahkan ratusan guru lulsan sekolah menengah. Kemudian meningkatkan kualitas ratusan guru S1 ke jenjang S2, dan puluhan guru yang S2 ke S3.? ?

“Pendidikan itu memang tanggung jawa negara, tapi masyarakat juga bertanggung jawab. Sekolah itu satuan pendidikan. Sekolah bisa berinovasi dari kurikulum yang ada. Dan itu sah dan dimungkinkan,” jelasnya.

Kemudian, lanjutnya,setelah ada sistem pendidikan yang berhasil, seperti Pesantren Amanatul Ummah, bisa ditiru lembaga-lembaga pendidikan di lingkungan NU di daerah-daerah. Dengan demikian mengubah orietasi pendidikan Indonesia bukan hal yang tidak mungkin. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Tegal, Khutbah, Pertandingan Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Mengaku Nabi, Warga Inggris Terancam Hukuman Mati

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Sebuah pengadilan di kota Rawalpindi di Pakistan menjatuhkan vonis mati terhadap seorang pria Inggris berusia 70 tahun dengan dakwaan penghinaan terhadap Islam.

Mengaku Nabi, Warga Inggris Terancam Hukuman Mati (Sumber Gambar : Nu Online)
Mengaku Nabi, Warga Inggris Terancam Hukuman Mati (Sumber Gambar : Nu Online)

Mengaku Nabi, Warga Inggris Terancam Hukuman Mati

Muhammad Asghar ditahan tahun 2010 setelah menulis sejumlah surat kepada beberapa orang dengan mengaku dirinya sebagai Nabi, tulis sejumlah laporan yang dikutip oleh BBC Indonesia.

Pengacaranya mengajukan pembelaan klien mereka kurang waras karena punya sejarah sakit mental namun pembelaan ini ditolak sebuah panel pakar kesehatan setempat.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dalam hukum Pakistan, seorang terdakwa bisa dijatuhi hukuman mati jika dinyatakan bersalah menodai Islam.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sudah ada beberapa kasus yang kemudian mengundang perhatian kalangan internasional terkait penerapan hukum ini.

Asghar, yang berasal dari Edinburgh, Skotlandia, diduga menulis surat kepada perwira polisi setempat dan mengaku sebagai Nabi. Warga Inggris ini diduga sudah menetap di Pakistan selama beberapa tahun.

"Asghar mengaku sebagai Nabi bahkan dalam persidangan. Dia mengaku di depan juri," kata Javed Gul, seorang jaksa penuntut kepada kantor berita AFP.

Namun menurut kuasa hukumnya kepada wartawan BBC Saba Eitizaz, sang klien disidangkan tanpa didampingi pengacara.

Eitizaz mengaku dilarang membela Asghar dan kelanjutan sidang dilakukan dalam ruang tertutup.

Pengacaranya mengatakan akan mengajukan banding atas putusan yang dijatuhkan pada Kamis (23/01) larut malam tersebut.

Sudah sering terjadi dalam pengadilan tingkat banding putusan kasus penodaan agama dibatalkan karena dianggap tak cukup bukti.

Asghar sempat didiagnosa menderita paranoid akibat schizophrenia dan menjalani perawatan di rumah Sakit Royal Victoria di Edinburgh. Namun bukti dari perawatan di RS Inggris itu tak diterima oleh pengadilan, lapor sejumlah media.

Akibatnya ia dikenai hukuman kurungan sejak ditahan tahun 2010 dimana menurut pengacaranya ia pernah berusaha bunuh diri satu kali.

Menurut analisi kalangan media setempat Asghar kemungkinan tak akan benar-benar dihukum mati akibat kasus ini karena Pakistan tengah menjalani moratorium tak resmi hukuman mati sejak 2008.

Ia juga telah dikenai perintah untuk membayar ganti rugi dalam jumlah besar oleh pengadilan.

Hukum penodaan agama berlaku di beberapa negara dengan paham agama yang kuat, termasuk di Indonesia. (mukafi niam)

Foto: BBC

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Meme Islam, Berita, Doa Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

GP Ansor Bali Gelar Apel Kebangsaan Akhir Pekan

Buleleng, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah - Pimpinan Wilayah GP Ansor Provinsi Bali memastikan akan menggelar Apel Kebangsaan pada Ahad (14/5) mendatang. Pelaksanaan apel ini dipastikan setelah pengurus harian GP Ansor Bali melakukan audiensi ke Mapolda Bali, Senin (8/5).

Pengurus GP Ansor Bali langsung diterima oleh Kapolda Bali Irjen Pol Petrus Reinhard Golose. Dalam pertemuan ini Kapolda Bali menyetujui agenda pengumpulan kader Ansor Banser seluruh Bali yang akan dilaksanakan di Lapangan Lumintang Denpasar.

GP Ansor Bali Gelar Apel Kebangsaan Akhir Pekan (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Bali Gelar Apel Kebangsaan Akhir Pekan (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Bali Gelar Apel Kebangsaan Akhir Pekan

Ketua GP Ansor Bali Amron Sudarmanto mengatakan, apel kebangsaan ini sudah melalui prosedur pemberitahuan kepada kepolisian. Bahkan, sebagaimana hasil audiensi, Polda Bali akan memerintahkan Polres di kabupaten-kabupaten yang jauh dari Denpasar untuk membantu kendaraan pengangkut anggota Banser menuju Denpasar.

"Oleh karenanya, kami berharap ketua-ketua cabang GP Ansor berkoordinasi dengan pihak Polres terkait teknis pemberangkatannya," ujarnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Yang tak kalah pentingnya, lanjut Amron, pengurus harian cabang GP Ansor harus sudah mendata kader Ansor atau Banser yang ada di wilayahnya masing-masing dalam keikutsertaanya pada apel di Denpasar nanti.

Untuk kepesertaan apel, Amron menargetkan 1000 kader Ansor Banser seluruh Bali, ditambah dengan delegasi banom-banom NU lainnya baik di tingkat wilayah maupun cabang. (Abraham Iboy/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Hikmah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Melirik Gaya Pengentasan Kemiskinan Ala Kiai Pesantren

Mustasyar PBNU KH Dimyati Rais, sekaligus pengasuh pesantren Al Fadhlu wal Fadhilah Kampung Jagalan, Desa Kutoharjo, Kaliwungu, Kendal merupakan sosok ulama sekaligus pengusaha yang mengajarkan para santri dan penduduk sekitar tidak hanya materi-materi keagamaan. Ia membekali para santri dengan ketrampilan yang berguna ketika sudah keluar dari pesantren. Para penduduk juga diajarkan bagaimana menjalankan usahanya dengan lebih baik. Atas usahanya tersebut, ia menjadi salah seorang tokoh berpengaruh di lingkungan sekitarnya.

Berikut wawancara Mukafi Niam dengan Kiai kharismatik tersebut disela-sela rapat pleno PBNU di kompleks Unsiq Wonosobo, beberapa waktu lalu tentang bagaimana metode pengentasan kemiskinan ala pesantren.

Melirik Gaya Pengentasan Kemiskinan Ala Kiai Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Melirik Gaya Pengentasan Kemiskinan Ala Kiai Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

Melirik Gaya Pengentasan Kemiskinan Ala Kiai Pesantren

Bagaimana pola pengembangan ekonomi berbasis pesantren?.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Saya ini pengusaha pertambakan, tapi masih menggunakan pendekatan konvensional atau alamiah, belum sampai pada memakai model yang canggih dan intensif, tapi sensitif, kalau mati, ya mati semuanya. Saya memelihara bandeng dan udang, alhamdulillah berhasil. 

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sampai berapa hektar yang dikelola? . Kurang lebih ada 15 hektar

Melibatkan santri atau ada tenaga kerja khusus?. Ada anak santri yang tidak nyangu (membawa bekal) dari rumah yang bekerja. Jadi yang ngarap pertanian santri, pertambakan juga santri,  semuanya dikerjakan setelah pelajaran sekolah. Jadi makan semuanya dari sini, sekolahnya juga tidak membayar, semuanya gratis.

Ada berapa banyak santri yang dilibatkan?. Tidak pasti, ada anak yang ditempatkan di dapur, di pertanian atau di tambak.

Sekaligus melatih mereka berusaha?. Ya, saya dalam membangun gedung juga tidak memakai tukang. Maka anak santri yang keluaran dari situ, kadang pulang ke rumah ada yang jadi tukang, sambil mengajar masyarakat. Jadi karena yang mengerjakan anak santri, biayanya tidak terlalu berat.

Kalau ada tamu yang datang, saya tunjukkan, gedung-gedung pesantren sampai berlantai tiga yang membangun santri banyak yang heran. Ada sejumlah alumni santri yang bekerja di kontraktor-kontraktor besar di Jakarta, lama-lama mereka ahli dan membantu ketika kami membutuhkan keahliannya.

Kalau untuk upaya pengentasan kemiskinan bagaimana?. Upaya pengentasan kemiskinan tentu dilakukan sesuai dengan cara dan kapasitas yang kami miliki. 

Satu contoh, pernah ada orang yang kurang mampu, ia datang ke tempat saya, bila 

“Kiai bagaimana saya, disamping ekonomi lemah, anaknya banyak dan tidak memiliki harta benda.” 

Terus saya tanya, “sampean punya duit berapa.” 

Orang tersebut menjawab “10 ribu.”

“Gini saja coba, belikan ayam. Waktu itu ayam 500 rupiah.”

Akhirnya datang ke saya membawa 20 ayam. 

Ayam itu dibawa ke rumah saya, terus saya bilangan, bukan dibawa ke saya, tapi dibawa ke rumah sampean

“Ayam ini sampean sembelih sendiri, dengan tangan sampean sendiri bersama istri.”

“Lalu, bagaimana selanjutnya,” tanya orang tersebut.

Saya bilang, “nanti jam 12 malam, saudara datang ke saya, nanti saya bisiki.” 

Jam 3 malam mereka selesai memotong ayam, setelah itu, datang lagi, “gimana kiai.” 

“Ini dipotongi yang baik,”

Pekerjaan tersebut dilakukan sampai subuh. Jam tujuh kemudian datang lagi, “Lalu untuk apa.”

Saya bilang, “ini ada timbangan, saya pinjami dulu, coba dijual ke pasar, kira-kira dapat berapa.”

Akhirnya jam 11 siang sudah pulang, dapat uang 16 ribu. “Kira-kira 3 ribu cukup untuk makan ngak.”

“Cukup.”

“Itu yang 13 ribu dibelikan ayam lagi.” 

Atas usahanya tersebut, akhirnya, alhamdulillah, saat ini setiap hari, orang tersebut bisa menghabiskan ayam dua kuintal, ini kan juga upaya pengentasan kemiskinan.

Ada contoh lain, orang datang dan bilang, “kiai saya punya warung makan, tapi habisnya paling-paling tiga kilo sate dengan gule, bagaimana supaya warungnya bisa berkembang dengan baik.”

Nah, saya waktu itu saya akan ke Brebes, “Mau ikut ngak.” 

Dia lalu ikut, saya ajak ke warung yang jual sate dan gule paling enak, setelah makan gule dan sate saya tanya. 

“Gule dan sate anda lebih enak mana daripada yang ini. Kira-kira saudara ngerti ngak. Kalau enak disini, gimana menirunya.” 

“Asal sesuai dengan seleraanda, kan biasanya rame.”

Sekarang jualan satenya Alhamdulillah, berhasil. Ini juga pengentasan kemiskinan. 

Saya juga menanam semangka, saya beritahu masyarakat bagaimana caranya, dapatnya berapa. Para petani akhirnya banyak yang meniru.

Saya juga belum sampai yang seperti industri, biayanya kan besar. Ini upaya pengentasan kemiskinan sesuai dengan kondisi masing-masing, pada prinsipnya bisa. 

Di Kaliwungi, saya juga mengawali penanaman brambang (bawang merah), sekarang sudah banyak yang mengikuti.



Masyarakat pedesaan harus dikasih tahu dulu?

Ya memang betul itu, malah kadang bukan hanya masalah penanamannya, kadang rabuknya (pupuknya) juga berganti-ganti, sesuai dengan kondisi dan tanah masing-masing.

Kok bisa dapat inspirasi menanam semangka atau brambang?. Saya kan petani, keluarga saya petani. Sebelum di Kaliwungu saya tinggal di Brebes. Cuma, yang namanya pengobatan atau pupuk, harus sesuai dengan tanahnya masing-masing. Di Kaliwungu berbeda dengan Brebes. Di Kaliwungu, lebih ngirit pengobatannya. Tapi pada prinsipnya, pengentasan kemiskinan. Pesantren harus terlibat dalam pengentasan kemiskinan, tidak hanya mengajarkan materi keagamaan.

Saya juga ajarkan istighotsah, mengajarkan masyarakat berdzikir. Sekarang banyak musibah, di Amerika ada tornado, Jepang ada tsunami, di Indonesia ada Lapindo, yang sekarang sulit diatasi, ada gempa. Dan untuk mengatasi ini, saya kira teknologi dan ilmiah saja tidak cukup. Dalam satu hadist ada yang mengatakan, tidak ada persoalan yang bisa mengatasi marahnya Allah, kecuali doa. Maka dari itu, saya berdoa dan bedzikir kepada Allah, moga-moga tidak ada tsunami dan gempa, atau masalah lain.

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Sejarah, Ulama, Olahraga Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

IPNU OKU Timur Persembahkan Gerakan Cinta Masjid

OKU Timur, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PC IPNU) Kabupaten OKU Timur menggelar bakti sosial dalam rangkaian Gerakan Cinta Masjid (GCM) di Yayasan Pondok Pesantren Mafaihul Huda Comal Desa Yosowinangun Kecamatan Belitang Madang Raya, Ahad (1/10).

“Selain membersihkan masjid dan memasang listrik 1 KWH berdaya 900 volt ampere, juga dilakukan pembagian seratus buku gambar dan pensil warna bagi anak-anak TK di wilayah itu,” kata Ketua IPNU OKU Timur Muhammad Muhklis.

Ia berharap pembagian fasilitas menggambar bisa mengurangi penggunaan gadget yang belakangan ini banyak digunakan anak-anak.

IPNU OKU Timur Persembahkan Gerakan Cinta Masjid (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU OKU Timur Persembahkan Gerakan Cinta Masjid (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU OKU Timur Persembahkan Gerakan Cinta Masjid

"Tingkat penggunaan gadget oleh anak-anak sudah bahaya. Jangan sampai mereka dicekoki dengan fasilitas yang membuat mereka tidak kreatif,"ucap Muhklis.

Di tempat yang sama Pelaksana Tugas Kepala Satuan Unit Khusus Banser Husada Lampung Gatot Arifianto melakukan penyembuhan Aji Tapak Sesontengan (ATS) yang diikuti lebih dari 50 orang.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Untuk penyembuhan ini, 99 persen peserta merasa puas dengan hasil yang didapatkan,” kata Khojin, warga Siliwangi Kecamatan Semendawau Suku III yang turut mengikuti pengobatan. Khojin menderita asam urat sejak empat bulan, tangan yang susah digerakkan.

"Ini semalam susah untuk berdzikir dengan patokan antar ruas jari, setelah diterapi alhamdulillah ada perbaikan," ungkap Khojin.

Ketua GCM Imam Efendi berharap gerakan yang mereka lakukan dapat bermanfaat untuk masyarakat.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Kami sadar harakah kami masih perlu banyak bimbingan dari segala pihak," ujar Efendi. (RA/Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Budaya, Pondok Pesantren Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Remaja Jadi Sasaran Situs Islam Radikal

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Penutupan situs radikalisme Islam memiliki alasan yang jelas. Situs-situs bermuatan provokasi dan hasutan di tengah masyarakat ini, kerap kali memakan korban dari kalangan remaja. Kalau negara tidak melakukan upaya-upaya pencegahan, tidak heran ke depan kasus kejahatan terorisme akan meningkat.?

Remaja Jadi Sasaran Situs Islam Radikal (Sumber Gambar : Nu Online)
Remaja Jadi Sasaran Situs Islam Radikal (Sumber Gambar : Nu Online)

Remaja Jadi Sasaran Situs Islam Radikal

Demikian disampaikan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Saud Usman Nasution saat diskusi bertajuk “Media Islam, Demokrasi, dan Gerakan Terorisme: Respon NU Terhadap Situs Radikal” di Gedung PBNU, Jakarta, Jumat (10/4) siang.

“Setelah kami pelajari dari kasus ke kasus, ternyata sasaran paham radikalisme ialah remaja terutama mereka yang awam sekali dalam beragama. Anak setingkat SMP dan SMA ini memang serba ingin tahu. Inilah alasan kami mengusulkan pemblokiran situs-situs bermasalah kepada Kemenkominfo,” kata Saud.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Saud menyebut 8 dari 12 orang yang dikembalikan dari luar negeri ke Indonesia beberapa waktu lalu itu masih berusia remaja. Mereka berangkat memang tidak langsung ke Istanbul, tetapi transit dulu ke Malaysia, Bangkok, atau Rusia.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Kalau setiap orang memiliki hak mengakses internet, bukan tidak mungkin mereka yang masih awam juga mengakses situs bermasalah itu. Setiap orang dengan mudah mengakses internet dengan hape. Di sini letak problemnya,” kata Saud.

Menurutnya, pekerjaan BNPT lebih bersifat pencegahan. Sedapat mungkin mencegah. Langkah preventif ini yang ditekankan sekali oleh Presiden Jokowi untuk BNPT.

“Mereka yang sudah mapan beragama, tak masalah mengakses situs bermasalah itu. Kalau dia sekolah di madrasah, masih lebih baik sedikit. Artinya, ia mempunyai modal untuk menyaring informasi yang bersifat keagamaan,” pungkas Saud.

Sementara Pimred Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Syafi Ali’elha yang duduk sebagai narasumber pada diskusi siang itu menyatakan sepakat atas penutupan situs bermasalah. Ia juga menekankan pentingnya pemahaman perihal jurnalistik dan nalar keagamaan secara kritis.

“Alhamdulillah, anak-anak muda NU tetap membaca kitab kuning. Dengan bacaan itu, mereka dapat menyeleksi mana perintah dan larangan Islam yang sebenarnya. Sehingga puluhan juta anak muda NU itu tidak terprovokasi oleh macam-macam hasutan,” tutup Syafi’. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Lomba Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah