Jumat, 06 Oktober 2017

Jaya Suprana: Yang Nggak Mengagumi Gus Dur, Berarti “Something Wrong”

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Bos Museum Rekor Indonesia (Muri) Jaya Suprana merupakan salah satu pengagum setia Gus Dur. Tak ada aspek khusus yang menonjol yang dikaguminya, semua yang ada pada diri Gus Dur sifatnya holistik. 

Jaya Suprana: Yang Nggak Mengagumi Gus Dur, Berarti “Something Wrong” (Sumber Gambar : Nu Online)
Jaya Suprana: Yang Nggak Mengagumi Gus Dur, Berarti “Something Wrong” (Sumber Gambar : Nu Online)

Jaya Suprana: Yang Nggak Mengagumi Gus Dur, Berarti “Something Wrong”

“Memang beliau layak dikagumi. Orang yang tidak mengagumi Gus Dur, berarti something wrong, ngak waras,” paparnya seusai diskusi di Gedung PBNU, Kamis (23/1).

Baginya, Gus Dur adalah orang yang holistik, bahkan ketunanetraanya merupakan salah satu keistemewaan, karena hal ini meningkatkan kepekaan batin.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Jadi setiap kelompok bisa menjadikan Gus Dur sebagai tokohnya, orang China, Perempuan atau lainnya karena dia tokoh yang kompleks sekali.”

Bos Jamu Jago ini pertama kali bertemu secara fisik dengan Gus Dur pada pernikahan putri Arif Budiman, aktifis angkatan 66 yang kemudian mengajar di UKSW (Universitas Kristen Satya Wacana) di Salatiga dan kini di Universitas Melbourne. Buru-buru ia menegaskan, sebelum pertemuan tersebut, ia sudah mengagumi dari jauh.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Kelompok China, kalau ngak ada Gus Dur, posisinya habis itu,” tegasnya. 

Baginya, Gus Dur diturunkan ke dunia bukan hanya untuk umat Islam, tetapi untuk memberi kedamaian bagi semua orang. Istilah pejuang kemanusiaan baginya belum cukup, “Beliau mengajarkan kasih sayang.”

Ia sendiri mengaku tidak memperhatikan aspek spiritual Gus Dur, baginya, aspek riil dari Gus Dur sudah luar biasa. "Silahkan saja kalau warga NU menganggap beliau sebagai wali," tandasnya.(mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Ubudiyah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Rabu, 04 Oktober 2017

LDNU Sediakan Takjil Sepuluh Hari

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Seruan PBNU menjelang tahun baru hijriyah 1428 yang diantaranya untuk berpuasa sunnah tasu’a dan asyura dan dimulai dengan puasa mutlaqah dari tanggal 1/10 Muharram mendapat dukungan penuh dari LDNU. Takjil atau buka bersama akan disediakan gratis selama 10 hari berturut-turut ppada  20-30 Januari.

Wakil Bendahara LDNU Khoirul Huda Wahid mengungkapkan bahwa seruan PBNU agar kita semakin mendekatkan diri kepada Allah dan menghindari segala perbuatan maksiat harus didukung penuh. “Ini merupakan bentuk keprihatinan kepada bangsa yang ditimpa musibah yang tak kunjung selesai yang tak mungkin diatasi oleh manusia kecuali atas bantuan Allah,” katanya ketika ditemui Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah di kantor LDNU kemarin.

Berbagai bencana, baik bencana alam yang terjadi di darat, laut maupun udara serta bencana sosial yang merusak masyarakat terjadi seolah tiada henti. Kedua bencana tersebut bisa terjadi secara terpisah atau bisa menjadi penyebab yang lainnya sehingga penyelesaiannya semakin susah. “Mudah-mudahan para pemimpin sadar akan tanggung jawabnya kepada rakyat kecil dengan menjadi pemimpin yang adil dan dengan adanya ulama yang baik,” tuturnya

LDNU Sediakan Takjil Sepuluh Hari (Sumber Gambar : Nu Online)
LDNU Sediakan Takjil Sepuluh Hari (Sumber Gambar : Nu Online)

LDNU Sediakan Takjil Sepuluh Hari

Layaknya takjil yang diberikan selama puasa Ramadhan, menjelang maghrib akan diisi dengan ceramah dari berbagai ulama NU. Setelah itu makan takjil untuk membatalkan puasa dan dilanjutkan sholat Maghrib berjamaah. Baru kemudian makam bersama yang akan diikuti dengan istighotsah atau dzikir bersama serta tartil Qur’an.

Huda berharap buka puasa bersama tersebut dapat diikuti oleh sekitar 300-an orang seperti yang terjadi pada bulan Ramadhan. “Kita juga mengundang penduduk sekitar Gedung PBNU untuk terlibat dalam acara ini,” paparnya.

Ketua PBNU dalam berbagai kesempatan dalam mensosialisasikan seruan ini selalu mengutip ayat  al Qur’an bahwa bencana ini timbul karena kita durhaka seperti dalam firmal Allah dalam surat An Nahl ayat 112 yang berbunyi:

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Dan Allah memberikan contoh sebuah negeri yang aman tenteram, rizki yang melimpah dating di negeri itu dari segala tempat; kemudian penduduk negeri itu durhaka dan ingkar terhadap nikmat-nikmat Allah, maka Allah menimpakan pakaian kelaparan dan ketakutan disebabkan apa yang mereka perbuat sendiri” (Q.S. An-Nahl 112). (mkf)

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

 

 

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Warta, Humor Islam Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Selasa, 03 Oktober 2017

Muslimat NU Banyuanyar Dilatih Buat Keripik Singkong

Probolinggo, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Sedikitnya 20 orang pengurus Muslimat NU di Kecamatan Banyuanyar mendapatkan pelatihan pembuatan keripik singkong melalui pemanfaatan Teknologi Tepat Guna (TTG) dari Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Probolinggo, Senin dan Selasa (26-27/10).

Kepala Disnakertrans Kabupaten Probolinggo Sigit Sumarsono mengatakan pelatihan pembuatan keripik singkong ini merupakan salah satu program pemberdayaan masyarakat, terutama dari kalangan Muslimat NU. Dimana tujuannya agar masyarakat yang belum memiliki keterampilan kerja bisa menciptakan lapangan kerja baik untuk dirinya sendiri maupun orang lain.

Muslimat NU Banyuanyar Dilatih Buat Keripik Singkong (Sumber Gambar : Nu Online)
Muslimat NU Banyuanyar Dilatih Buat Keripik Singkong (Sumber Gambar : Nu Online)

Muslimat NU Banyuanyar Dilatih Buat Keripik Singkong

“Pelatihan ini bertujuan untuk mengurangi angka pengangguran. Sebab setelah mengikuti pelatihan ini setidaknya mereka bisa berusaha agar bisa mengembangkan keterampilan yang dimilikinya supaya mampu mendapatkan pendapatan dan meningkatkan kesejahteraan hidupnya,” ungkapnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sigit berharap supaya setelah dilatih mereka bisa berwirausaha mandiri untuk mengurangi angka pengangguran. “Pelatihan ini diberikan agar masyarakat bisa berdaya dan tidak menganggur. Sebab dengan keterampilan yang dimilikinya, masyarakat bisa menciptakan lapangan kerja sendiri,” tegasnya.

Sementara Ketua MWCNU Kecamatan Banyuanyar Toha menyambut baik pelatihan ketrampilan yang diberikan oleh Pemkab Probolinggo. Hal ini sangat bermanfaat agar para pengurus Muslimat NU bisa mendapatkan ketrampilan yang dapat dikembangkan sesuai dengan bakat dan kemampuannya masing-masing. (Syamsul Akbar/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Internasional, Berita Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kucing Malang Pendatang Rahmat Allah

Jasad Syekh Abu Bakr Asy-Syibli memang terkubur dalam tanah sejak tahun 946 silam. Tapi nasihat santri Imam Junaid al-Baghdadi ini seakan terus mengalir kepada generasi-generasi sesudahnya. Salah satunya lewat kisah dalam mimpi, sebagaimana terekam dalam kitab Nashaihul Ibad? karya Syekh Nawawi al-Bantani.

Dalam sebuah mimpi seeseorang, Imam Asy-Syibli yang telah wafat itu ditanya Allah, “Kamu tahu, apa yang membuat-Ku mengampuni dosa-dosamu?”

Kucing Malang Pendatang Rahmat Allah (Sumber Gambar : Nu Online)
Kucing Malang Pendatang Rahmat Allah (Sumber Gambar : Nu Online)

Kucing Malang Pendatang Rahmat Allah

“Amal shalihku.”

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Bukan.”

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Ketulusanku dalam beribadah.”

“Bukan.”

“Hajiku, puasaku, shalatku.”

“Juga bukan.”

“Perjalananku kepada orang-orang shalih dan untuk menimba ilmu.”

“Bukan.”

Ya Ilahi, lantas apa?” tanya Imam Asy-Syibli.

Allah kemudian menjawabnya dengan mengacu pada kisah pertemuan Imam Asy-Syibli dengan seekor kucing di jalanan kota Baghdad. Kucing kecil itu loyo oleh ganasnya hawa dingin, menyudut ke suatu tempat, berharap kondisi bisa membaik.

Imam Asy-Syibli yang tergerak hatinya lantas memungut binatang malang itu, kemudian menghangatkannya di dalam jubah yang ia kenakan.

“Lantaran kasih sayangmu kepada kucing itulah, Aku memberikan rahmat kepadamu.”

Cerita hidup para sufi kerap menyibak hal-hal istimewa dari perkara-perkara yang tampak remeh. Sepele di mata manusia tak selalu rendah menurut Tuhan. Kisah di atas seolah mengajari kita tentang pentingnya sikap tawaduk atas segenap kesalehan ibadah betapapun hebatnya; juga keutamaan melembutkan hati dan mengulurkan bantuan, termasuk kepada binatang, apalagi manusia. (Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Nasional, Bahtsul Masail Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Persiapan Munas dan Konbes NU 2014 Hampir Selesai

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Jajaran Syuriyah dan Tanfidziyah PBNU menggelar rapat bersama untuk melihat perkembangan terkini terkait persiapan Munas dan Konbes NU 2014. Dalam rapat gabungan itu, mereka meminta laporan dari masing-masing penanggung jawab pembahasan dalam Munas pada pertengahan Juni mendatang.

Persiapan Munas dan Konbes NU 2014 Hampir Selesai (Sumber Gambar : Nu Online)
Persiapan Munas dan Konbes NU 2014 Hampir Selesai (Sumber Gambar : Nu Online)

Persiapan Munas dan Konbes NU 2014 Hampir Selesai

“Persiapan teknis semua sudah beres,” kata Ketua harian panitia Munas H Arvin Hakim Thoha dalam rapat persiapan Munas-Konbes di gedung PBNU jalan Kramat Raya nomor 164, Jakarta Pusat, Rabu (30/4) siang.

Sementara Ketua tim bahasan Tata Negara dan Ahlul Halli wal Aqdi H Abdul Mun’im DZ lebih menyoroti kode etik penyiaran agama dan penyelesaian konflik beragama.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ketua tim bahasan organisasi H Imam Aziz melaporkan, draf sudah disusun. Sejumlah bagian masih ada yang perlu edit. Pertengahan Mei, menurut Imam, draf ini sudah bisa disebarkan ke pengurus wilayah NU di daerah.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Isi draf organisasi lebih sesuai dengan harapan sesepuh NU dalam rapat pleno PBNU di Wonosobo. Misalnya terkait perubahan anggota NU di masa depan seperti apa dan restrukturisasi administrasi NU,” ujar Imam dalam rapat yang dipimpin Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj.

Perihal bahasan Rekomendasi kepada pemerintah, Masduki Baidhowi selaku penanggung jawab tim menyatakan akan mematangkan sejumlah poin penting drafnya dengan mengadakan seminar bersama para pakar.

“Kita terutama menyoroti kebijakan ekonomi makro pemerintah RI pada 10 tahun terakhir yang yang bergeser dari kiblat ekonomi yang digariskan konstitusi UUD 1945,” kata Masduki.

Semua draf bahasan dalam Munas dan Konbes NU 2014 akan disebarkan pada pertengahan Mei. Dengan demikian, pengurus wilayah di daerah dapat mempelajari semua poin itu sebelum Munas di pesantren Al-Hamid, Cilangkap, Jakarta Timur.?

“Panitia harus siap-siap bekerja lebih keras lagi,” kata Kang Said sebelum rapat gabungan ditutup dengan doa oleh Pejabat Rais Aam PBNU KH A Musthofa Bisri. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Makam, Pondok Pesantren Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Senin, 02 Oktober 2017

GP Ansor Subang Intensifkan Kaderisasi di Desa-Desa

Subang, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Gerakan Pemuda Ansor Subang mengadakan rapat koordinasi bersama sejumlah Pimpinan Anak Cabang Ansor di Subang, Kamis (26/6). Kesempatan silaturahmi di pesantren Al-Ishlah, Jatireja, Compreng, Subang, ini digunakan untuk menampung masukan hadirin perihal kaderisasi GP Ansor di Subang.

Ratusan hadirin ini juga membahas agenda terdekat dalam rangka mengadakan kegiatan di bulan Ramadhan.

GP Ansor Subang Intensifkan Kaderisasi di Desa-Desa (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Subang Intensifkan Kaderisasi di Desa-Desa (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Subang Intensifkan Kaderisasi di Desa-Desa

"Minimal kita bicara konsep kaderisasi. Agar ke depan, penguatan internal di tiap kepengurusan GP Ansor bisa dilaksanakan dengan konsep tersebut," kata Ketua GP Ansor Subang Asep kepada Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah, Kamis (26/6).

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Hadir dalam rakor ini Ketua GP Ansor Pagaden Edi Suryadi, Ketua GP Ansor Cipunagara Udin Saefudin, dan pengasuh pesantren Al-Ishlah KH Ushfuri Ansor, serta ratusan kader GP Ansor di tiga kecamatan.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Mudah-mudahan, beberapa hari ke depan, GP Ansor Subang turun ke kecamatan-kecamatan untuk memperkuat sistem kaderisasi di tiap-tiap pengurus ranting," tutup Asep. (Ade Mahmudin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Pahlawan, Santri, Makam Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Minggu, 01 Oktober 2017

Tiga Fokus Gerakan Kiai Sahal

Yogyakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah - KH Muhammad Ahmad Sahal Mahfudh dinilai sebagai ulama yang tak hanya memiliki pemikiran cemerlang tentang masalah-masalah sosial tapi juga sekaligus menjadi penggerak atas solusi dari persoalan tersebut.

"Kiai Sahal memiliki konsen dalam bidang pemberdayaan masyarakat melalui pesantren. Pesantren menurut beliau merupakan lembaga sekaligus sistem yang harus selalu bergerak," papar Neng Tutik Nurul Jannah, menantu Kiai Sahal yang selama 10 terakhir hidup bersamanya.

Tiga Fokus Gerakan Kiai Sahal (Sumber Gambar : Nu Online)
Tiga Fokus Gerakan Kiai Sahal (Sumber Gambar : Nu Online)

Tiga Fokus Gerakan Kiai Sahal

Ia menyampaikan hal itu pada forum dialog dalam Pekan Kreativitas Santri Nasional 2016 dengan tema "Fikih Sosial dari Pesantren untuk Bangsa" yang diselenggarakan Pengurus Wilayah Rabithah Maahid Islamiyah Nahdlatul Ulama Jawa Tengah bersama Fikih Sosial Institut (FISI) Institut Pesantren Mathaliul Falah (Ipmafa) di Yogyakarta, Jumat (28/10).

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Menurut peneliti FISI Ipmafa ini, konsentrasi gerakan Kiai Sahal mengarah pada tiga bidang, yakni pendidikan, kesehatan, dan ekonomi. Hal ini bisa dilihat dengan hadirnya Pesantren Maslakul Huda, Rumah Sakit Islam Pati, dan Bank Perkreditan Rakyat Artha Huda Pati.

Diskusi yang berlangsung di panggung kecil di salah satu stan pameran ini juga menghadirkan pembicara lain, Jamal Mamur Asmani (Koordinator Departemen Pendidikan dan Kajian PW RMINU Jateng sekaligus peneliti FISI).

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Jamal menambahkan bahwa Kiai Sahal telah melakukan banyak lompatan-lompatan pemikiran pada zamannya. Kitab kuning tetap diposisikan sebagai hal yang relevan sepanjang masa dan tempat. Tidak hanya itu, kitab kuning di tangan Kiai Sahal mampu menjawab tantangan zaman.

Terdapat lima ciri-ciri fikih sosial yang harus terus kita pelajari dan kembangkan di masa yang akan datang. Selain itu, Kiai Sahal adalah orang yang tak mendikotomikan kehidupan dunia dan akhirat, keduanya saling menguatkan. (Zulfa/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Jadwal Kajian, Olahraga, Kiai Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah