| Jaya Suprana: Yang Nggak Mengagumi Gus Dur, Berarti “Something Wrong” (Sumber Gambar : Nu Online) |
Jaya Suprana: Yang Nggak Mengagumi Gus Dur, Berarti “Something Wrong”
“Memang beliau layak dikagumi. Orang yang tidak mengagumi Gus Dur, berarti something wrong, ngak waras,” paparnya seusai diskusi di Gedung PBNU, Kamis (23/1).Baginya, Gus Dur adalah orang yang holistik, bahkan ketunanetraanya merupakan salah satu keistemewaan, karena hal ini meningkatkan kepekaan batin.
Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah
“Jadi setiap kelompok bisa menjadikan Gus Dur sebagai tokohnya, orang China, Perempuan atau lainnya karena dia tokoh yang kompleks sekali.”Bos Jamu Jago ini pertama kali bertemu secara fisik dengan Gus Dur pada pernikahan putri Arif Budiman, aktifis angkatan 66 yang kemudian mengajar di UKSW (Universitas Kristen Satya Wacana) di Salatiga dan kini di Universitas Melbourne. Buru-buru ia menegaskan, sebelum pertemuan tersebut, ia sudah mengagumi dari jauh.
Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah
“Kelompok China, kalau ngak ada Gus Dur, posisinya habis itu,” tegasnya.Baginya, Gus Dur diturunkan ke dunia bukan hanya untuk umat Islam, tetapi untuk memberi kedamaian bagi semua orang. Istilah pejuang kemanusiaan baginya belum cukup, “Beliau mengajarkan kasih sayang.”
Ia sendiri mengaku tidak memperhatikan aspek spiritual Gus Dur, baginya, aspek riil dari Gus Dur sudah luar biasa. "Silahkan saja kalau warga NU menganggap beliau sebagai wali," tandasnya.(mukafi niam)
Dari Nu Online: nu.or.id
Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Ubudiyah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah