Jumat, 29 September 2017

Bentuk Karakter, SMK NU 1 Slawi Adakan Pesantren Ramadhan

Tegal, NU Onlie

Dalam rangka mengisi kegiatan Ramadhan 1438 Hijriyah dan upaya membentuk karakter siswa, SMK Nahdlatul Ulama 01 Slawi Tegal mengadakan kegiatan Pesantren Ramadhan. Kegiatan berlangsung mulai Senin (29/5) hingga dua minggu kedepan di Gedung PCNU Kabupaten Tegal.

Kepala SMK NU 01 Slawi, H Ali Saefudin mengatakan, pesantren ramadhan ini merupakan agenda rutin setiap tahun di bulan Ramadhan. Kegiatan pesantren diikuti oleh seluruh siswa kelas X dan XI.

"Pesantren Ramadhan ? ini dilaksanakan dengan sistem bergilir, sehingga bagi siswa yang tidak ikut pesantren masih bisa mengikuti pelajaran reguler," katanya.

Bentuk Karakter, SMK NU 1 Slawi Adakan Pesantren Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)
Bentuk Karakter, SMK NU 1 Slawi Adakan Pesantren Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)

Bentuk Karakter, SMK NU 1 Slawi Adakan Pesantren Ramadhan

Menurut Ali, kegiatan pesantren ini merupakan suatu kegiatan yang sangat positif untuk dilakukan dalam rangka membentuk karakter islami kepada anak didiknya.?

Selain itu juga untuk meningkatkan akhlakul karimah para siswa. "Pada prinsipnya kegiatan ini sebagai upaya kami untuk membentengi akhlak dan moral anak, agar tidak terpengaruh pada budaya global yang negatif," ujar Ali

Dalam kegiatan pesantren, imbuhnya, setiap harinya diawali dengan tahlil dan istighosah bersama siswa dan guru. Selanjutnya baru diisi dengan sejumlah materi seperti tadarus Al Quran, sejarah islam, khitobah dan fiqih puasa.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Selain diisi oleh guru setempat, Pesantren Ramadhan juga menghadirkan sejumlah narasumber diantaranya Bupati Tegal, Ki Enthus Susmono dan KH Lutful Hakim," pungkasnya.

Kegiatan Pesantren Ramadhan SMK NU 01 Slawi akan berlangsung hingga 10 Juni 2017 mendatang. (Hasan / Muslim Abdurrahman)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Pertandingan, Sunnah, Habib Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Jangan Lupakan Palestina

Berbagai isu besar menyangkut dunia muslim seperti manuver kelompok radikal ISIS, gesekan Sunni-Syiah dan belakangan propaganda LGBT jangan sampai melupakan persoalan besar yang sampai saat ini belum terselesaikan, yakni Palestina dan Al Quds. Kekerasan terhadap warga Palestina dan pembatasan akses beribadah yang dilakukan Israel terhadap warga Palestina di Al-Quds Al-Syarif nyaris luput dari perhatian dunia.

Karena itu pelaksanaan KTT Luar Biasa Organisasi Konferensi Islam (OKI) 7 Maret 2016 di Jakarta mendatang diharapkan akan memperkuat dukungan OKI terhadap penyelesaian Palestina dan Al Quds Al Syarif sebagai isu prioritas dunia Islam. Atas permintaan Palestina, Pemerintah RI telah menyampaikan kesiapan untuk menjadi tuan rumah KTT Luar Biasa OKI tentang Palestina dan Al-Quds Al-Sharif.

Jangan Lupakan Palestina (Sumber Gambar : Nu Online)
Jangan Lupakan Palestina (Sumber Gambar : Nu Online)

Jangan Lupakan Palestina

?

Persoalan Al-Quds Al-Syarif merupakan salah satu isu utama yang menjadi perhatian khusus OKI. Komite Al-Quds OKI yang didirikan pada tahun 1975 diberikan mandat untuk mengimplementasikan seluruh resolusi berkenaan dengan konflik Arab-Israel, khususnya terkait dengan Al-Quds. Komite ini diketuai oleh Raja Maroko dan terdiri dari 16 negara anggota, termasuk Indonesia.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

KTT Luar Biasa OKI ke-5 ini merupakan KTT pertama yang mengangkat secara khusus isu Palestina dan Al-Quds Al-Syarif. KTT akan dihadiri oleh 55 negara anggota OKI dan 4 negara pengamat (observer) OKI. ?

Selain akan menghasilkan sebuah resolusi yang memuat pernyataan politik negara anggota OKI, KTT juga akan mencanangkan Jakarta Declaration yang memuat sejumlah rencana aksi penyelesaian isu Palestina dan Al-Quds Al-Syarif. Kedua dokumen penting tersebut disiapkan oleh Indonesia selaku negara tuan rumah dan Palestina.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Pemerintah RI telah secara konsisten berada pada garda terdepan dalam mendukung perjuangan kemerdekaan rakyat Palestina.? Selain merupakan elemen penting dalam pelaksanaan politik luar negeri Indonesia, dukungan tersebut merupakan bagian yang tak terpisahkan dari amanat UUD 1945 yang menempatkan kemerdekaan sebagai hak segala bangsa dan agar Indonesia ikut melaksanakan ketertiban dunia.

Penyelenggaraan KTT Luar Biasa OKI tahun ini merupakan bukti komitmen Pemerintah RI untuk mewujudkan perdamaian dunia. Pelaksanaan KTT juga merupakan tindak lanjut dari momentum yang diciptakan oleh Pemerintah RI sepanjang tahun 2015 dalam mendukung perjuangan rakyat Palestina, yaitu Deklarasi Palestina yang dihasilkan pada Peringatan 60 Tahun Konferensi Asia-Afrika, April 2015, dan penyelenggaraan Konferensi Internasional tentang Jerusalem Timur, Desember 2015.

Indonesia telah memberikan dukungan bagi berdirinya Negara Palestina yang merdeka dan berdaulat dengan Yerusalem sebagai ibu kotanya. Realisasi dari dukungan tersebut diwujudkan dalam bentuk dukungan diplomatik, yaitu pengakuan terhadap keputusan Dewan Nasional Palestina (Palestinian National Council) untuk memproklamasikan Negara Palestina pada tanggal 15 November 1988.

Dukungan kemudian dilanjutkan dengan pembukaan hubungan diplomatik antara Pemerintah RI dan Palestina pada tanggal 19 Oktober 1989. Di samping itu, Indonesia adalah anggota Committee on Al-Quds (Yerusalem) yang dibentuk pada tahun 1975. Indonesia juga mendorong OKI untuk tetap mendukung penyelesaian politik konflik Palestina secara adil.

Sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, Indonesia harus memainkan peranan yang aktif dalam menciptakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi? dan keadilan sosial sesuai dengan amanat Konstitusi. Melalui KTT itu diharapkan menghasilkan dukungan OKI dan dunia internasional terhadap penyelesaian masalah Palestina. ?

Pada 9 Februari 2016 lalu, pertemuan segitiga Indonesia, Palestina dan Setjen OKI telah dilakukan. Pada 6 Maret 2016 akan diselenggarakan pertemuan tingkat pejabat tinggi (SOM) yang dilanjutkan dengan pertemuan tingkat tinggi menteri luar negeri. Sedangkan konferensi dilaksanakan 7 Maret 2016.? Upaya itu merupakan bagian upaya mengingatkan kembali negoisasi mengenai Al Quds yang sudah terhenti sejak Mei 2015.

Pada mulanya KTT itu diselenggarakan di Maroko, namun Maroko menyatakan ketidaksiapan. Kemudian Indonesia diminta menjadi tuan rumah mengganti Maroko.? Kesiapan Indonesia menyelenggarakan KTT Luar Biasa OKI di satu sisi juga? menunjukkan Indonesia konsisten mendukung Palestina.

Indonesia telah sukses menyelenggarakan KTT Asia Afrika pada tahun 2015 lalu. Tentu penyelenggaraan KTT Luar Biasa OKI ini akan menjadi peluang untuk membuktikan peran Indonesia. Semua elemen pemerintah daerah terutama DKI Jakarta, jajaran pemerintah pusat, serta masyarakat dapat mendukung KTT OKI.

Sebagai tuan rumah yang baik, Indonesia harus memberikan pelayanan yang baik. Salah satu kontribusi yang dapat diberikan adalah ikut serta menjadi bagian dari upaya menunjukkan pada dunia bahwa Indonesia adalah negara yang aman, warganya ramah sehingga menarik untuk dikunjungi. Selamat sukses KTT Luar Biasa OKI 2016. (*)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Ubudiyah, Fragmen, Makam Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kamis, 28 September 2017

PCNU Bondowoso Tasyakuran untuk Gelar Pahlawan Kiai Asad

Bondowoso, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Bondowoso mengadakan Tasyakuran dan Orasi Sejarah Penganugrahan Gelar Pahlawan Nasional kepada Kiai Haji Raden (KHR) Asad Syamsul Arifin.

Kegiatan di Aula PCNU Bondowoso Jalan Agus Salim No 85 Belindungan Kabupaten Bondowoso Jawa Timur, Jumat (18/11) siang tersebut diikuti pengurus NU, lembaga, banom dan MWCNU serta ranting se-Kabupaten Bondowoso.

PCNU Bondowoso Tasyakuran untuk Gelar Pahlawan Kiai Asad (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Bondowoso Tasyakuran untuk Gelar Pahlawan Kiai Asad (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Bondowoso Tasyakuran untuk Gelar Pahlawan Kiai Asad

Bupati Bondowoso H Amin Said Husni dalam sambutannya mengatakan Kiai Haji Raden (KHR) Asad Syamsul Arifin ini diberi gelar Pahlawan Nasional atas jasa-jasanya dalam perjuangan merebut kemerdekaan, mempertahankan kemerdekaan dan sekaligus mengisi kemerdekaan.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Penghargaan pahlawan inilah yang diberikan kepada Almarhum Kiai Asad atas dasar undang-undang Nomor 20 tahun 2009 tentang gelar tanda ke hormatan yang dijadikan sebagai landasan hukum," jelas Amin.

Lanjut amin, Jadi, ini bukan sebagai penghormatan secara adat, tapi ini merupakan anugerah kenegaraan. Presiden Jokowi ini memberikannya atas nama negara.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Negara secara resmi memberikan pengakuan dan sekaligus penghargaan dan penghormatan kepada Kiai Asad sebagai pahlawan," tegas bupati.

Sementara itu, PCNU Bondowoso KH Abdul Qodir Syam mengatakan almaghfurlah Kiai As’ad, adalah pejuang Nahdlatul Ulama sekaligus pejuang kemerdekaan sehingga berhak dan layak menyandang gelar Pahlawan Nasional.

Ia menerangkan, gelar Buat kiai Asad, bukan karena ia menanta NU, tapi menata kebangsaan. Namun berkaitan. Jasa yang paling fenomenal adalah mengumpulkan para ulama yang kemudian disebut Munas Nahdlatul Ulama tahun 1983.

Ia menambahkan, Kiai As’ad dibantu dengan kiai lain, mampu membawa NU menjadi organisasi pertama menerima Pancasil pada saat ormas-ormas Islam tidak mau dengan falsafah tersebut.

KH Abdul Qodir berharap dengan tasyakuran tersebut warga NU bisa meneladani perjuangan Kiai As’ad dalam memperjuangkan kemerdekaan bangsa dan negara.

Acara tersebut diawali dengan tawasul untuk pendiri bangsa Indonesia dan dilanjutkan dengan tahlil bersama untuk pendiri NU.

Turut hadir dalam acara tersebut Wakil Bupati Bondowoso H Salwa Arifin, Rais Syuriah KH Asyari? Phasa beserta jajarannya, serta pengurus lain, dan Kodim 0822 Bondowoso. (Ade Nurwahyudi/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Nasional, Makam Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Menkaer Hanif Dorong ASEAN Tingkatkan Keselamatan dan Kesehatan Kerja

Singapura, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Pemerintah Indonesia mendukung komitmen negara-negara ASEAN meningkatkan kerjasama dalam penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) guna mencapai pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

Menkaer Hanif Dorong ASEAN Tingkatkan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (Sumber Gambar : Nu Online)
Menkaer Hanif Dorong ASEAN Tingkatkan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (Sumber Gambar : Nu Online)

Menkaer Hanif Dorong ASEAN Tingkatkan Keselamatan dan Kesehatan Kerja

"Setiap pekerja berhak atas lingkungan kerja yang aman dan sehat. Indonesia mendorong dan setuju adanya peningkatan komitmen dan kerja sama antar negara ASEAN dalam peningkatan K3 demi pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan," kata Menteri Ketenagakerjaan RI, M. Hanif Dhakiri di Singapura, Ahad (3/9), saat menyampaikan sambutan Pertemuan Menteri-Menteri Tenaga Kerja pada Kongres Dunia ke-21 tentang K3. 

Pertemuan yang berlangsung 3-8 September 2017 tersebut juga menghasilkan kesepakatan bersama para Menteri Ketenagakerjaan negara-negara ASEAN dalam upaya peningkatan K3.

Komitmen para anggota ASEAN tak hanya pada peningkatan keselamatan dan kesehatan kerja untuk pekerja lokalnya saja, namuan juga untuk para pekerja migran. ASEAN harus berperan sebagai motivator untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, inklusif, lebih produktif serta pekerjaan yang layak bagi semua.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Komitmen tersebut, lanjut Menteri Hanif, harus menjadi landasan yang kuat dalam mendukung tujuan Masyarakat Sosio-Kultural ASEAN untuk  mengangkat kualitas hidup masyarakat dengan menempatkan kesejahteraan pekerja  sebagai prioritasnya. 

Komitmen tersebut sejalan dengan apa yang ditetapkan dalam Agenda Pembangunan Berkelanjutan Perserikatan Bangsa-Bangsa tahun 2030 dan sejalan dengan Visi Sosio-Kultural Masyarakat ASEAN pada 2025 tentang  masyarakat ASEAN yang inklusif, berkelanjutan, tangguh, dan dinamis.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Pada kesempatan tersebut, Menteri Hanif juga menyampaikan apa yang telah dilakukan Indonesia dalam peningkatan K3. Salah satunya dengan mengevaluasi pelaksanaan K3 di perusahaan tiap tahun. Pemerintah juga memberikan penghargaan kepada perusahaan yang berkomitmen K3 bagi pekerjanya. Termasuk pada sektor informal dan maritim. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Budaya, RMI NU Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

454 Mahasiswa KKN Uninsu Jepara Resmi Ditarik

Jepara, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam NU (Unisnu) tahun akademik 2015/2016 telah usai. Secara resmi pada Selasa (23/2) semua peserta ditarik oleh Rektor di pendopo kabupaten Jepara.?

454 Mahasiswa KKN Uninsu Jepara Resmi Ditarik (Sumber Gambar : Nu Online)
454 Mahasiswa KKN Uninsu Jepara Resmi Ditarik (Sumber Gambar : Nu Online)

454 Mahasiswa KKN Uninsu Jepara Resmi Ditarik

Meski diguyur hujan deras, tak membuat surut niat mahasiswa peserta KKN angkatan III ini untuk hadir. Sebanyak 454 mahasiswa dari 4 fakultas yaitu Fakultas Dakwah dan Komunikasi; Fakultas Syariah dan Hukum; Fakultas Tarbiyah dan Keguruan; dan Fakultas Sains dan Teknologi, didampingi ? 49 orang dosen pembimbing lapangan (DPL) akan kembali melaksanakan aktivitas seperti biasa di kampus.

Enam kecamatan menjadi objek kegiatan KKN Unisnu selama ? 40 hari. Untuk daerah Jepara, lokasi KKN meliputi Kecamatan Batealit, Pakisaji dan Kedung. Sedangkan di Demak berlokasi di kecamatan Mijen, Kabupaten Kudus berlokasi di kecamatan Dawe dan Kabupaten Pati di kecamatan Juwana. Mereka disebar ke 49 desa. Mulai tahun ini Unisnu berencana akan terus menerjunkan peserta KKN ke luar daerah di Jepara.

Hadir dalam kesempatan Sekda Jepara Sholih, Wakil Rektor II Drs H Hendro Martojo, MM, ketua Yaptinu KH Ali Irfan Muhtar serta segenap jajaran Dekanat, Muspika terkait dan tamu undangan. Turut hadir juga beberapa anggota masyarakat yang berhak menerima piagam pelatihan yang telah digelar oleh mahasiswa KKN.

Wakil Rektor II Drs H Martojo dalam sambutannya mengaku bangga dengan hasil yang telah diwujudkan para mahasiswa KKN. Unisnu berkomitmen memberi bekal kepada mahasiswa bukan sekadar ilmu akademik, kecerdasan, dan keterampilan guna membentuk mahasiswa menjadi insan yang berpendidikan, melainkan juga program pengabdian masyarakat agar lebih peduli kepada masyarakat sekitarnya.?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Ini adalah salah satu bentuk implementasi MoU dengan para kepala daerah, bahkan beberapa kabupaten lainnya sudah meminta untuk di tempati KKN Unisnu,” ungkapnya.

Ide inovatif

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sementara itu Sekda Jepara Sholih dalam sambutannya mengharapkan mahasiswa mempunyai kesempatan untuk menerapkan ilmu yang telah didapat secara langsung, sehingga berbagai potensi diri mahasiswa bisa terus digali dan dikelola secara optimal.?

“Pak Bupati juga mengapresiasi serta titip pesan tadi, semoga tahun depan bisa bersinergi lagi dengan program pemerintah dalam program KKN berbasis pemberdayaan masyarakat,” terangnya.

Beberapa waktu yang lalu Bupati Jepara bersama Unisnu dan Yayasan Damandiri juga telah melakukan penandatanganan MoU berkaitan dengan program Posdaya yang dihadiri langsung oleh Subiyakto Tjakrawerdaya dari Yayasan Damandiri dan banyak menerangkan secara rinci tentang program-program Posdaya yang bisa dijalankan diwilayah Jepara dan sekitarnya.

“Program Pos Pemberdayaan Masyarakat sendiri telah dilaksanakan di beberapa daerah yang ditempati KKN. Kami mengawali di tahun 2016 ini,” terang ketua KKN Adi Sucipto dalam sambutannya.?

Lebih rinci, bahwa selama 40 hari mahasiswa mengabdikan diri di masyarakat, banyak respon positif yang didapat, contohnya di Kecamatan Juwana Pati warga masih membutuhkan peran mahasiswa untuk promosi secara online dan menggali potensi batik khas bakaran, atau di wilayah Mijen juga membantu warga melakukan penanaman pohon dalam menanggulangi tanggul sungai yang kritis. Bahkan mahasiswa selalu membimbing adik-adik PAUD/TK dalam belajar dan bermain.

Semua itu mahasiswa lakukan semata-mata sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat dalam bersosialisasi bersama tentang pentingnya pemberdayaan masyarakat sesuai tema tahun ini ? yakni “Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pengembangan Potensi Daerah Berbasis Penguatan Keagamaan”. (Syaiful Mustaqim/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Ubudiyah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Gus Dur: SBY Berupaya Memperburuk Citra Megawati

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Mantan Presiden KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) menyebut Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) berupaya memperburuk citra Megawati Soekarnoputri pada Pemilu 2009 mendatang. Hal itu terlihat dari sejumlah bekas menteri pemerintahan Megawati yang jadi ‘bulan-bulanan’ Kejaksaan Agung atas dugaan korupsi.

"Ya, maksudnya untuk menjelekkan Mega, karena banyak yang sekarang diusut, bekas menteri di zamannya Mega. Kalau kita betul-betul demokrat, seharusnya ini tidak terjadi," tegas Gus Dur yang juga mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, di Kantor DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Jalan Raya Kalibata, Jakarta, Kamis (12/4).

Menurut Ketua Umum Dewan Syura DPP PKB itu, upaya pemerintah untuk memberantas korupsi sangat tampak ‘tebang pilih’. "Meski dibantah seseorang dari Partai Demokrat. Ini karena presiden terlalu penakut, bukan karena dendam apa-apa. Ini hanya untuk tahun (Pemilu, Red) 2009," ujarnya.

Gus Dur: SBY Berupaya Memperburuk Citra Megawati (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Dur: SBY Berupaya Memperburuk Citra Megawati (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Dur: SBY Berupaya Memperburuk Citra Megawati

Padahal, lanjut Gus Dur, pemerintah saat ini juga korup. "Banyak banget, malah gede-gede (besar-besar). Contohnya saja Hamid Awaludin. Dia menyimpan uangnya Tommy (putra mantan Presiden Soeharto). Itu kan tidak bener. Tidak boleh orang swasta menyimpan duit di pemerintah. Jadi ini tidak lain untuk menjelekkan figur Megawati," tandasnya.

Parlemen Eropa

Di tempat yang sama, Gus Dur dan jajaran elit DPP PKB menerima kunjungan 12 Anggota delegasi Parlemen Eropa pimpinan Graham Watson yang tergabung dalam Alliance of Liberal and Democratics for Europe. Pertemuan itu digelar untuk membangun jaringan kesepahaman tentang nilai-nilai liberal dan demokrasi.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Ini bagian dari bentuk dialog untuk membangun kesepahaman tentang nilai-nilai liberal, karena bagaimana pun liberal itu sangat penting untuk penegakan HAM dan demokrasi," kata anggota Dewan Syura DPP PKB Cecep Syarifuddin.

Untuk membangun jaringan liberal itu, katanya, tidak mungkin dilakukan oleh satu negara, tapi banyak negara. PKB, imbuhnya, adalah satu-satunya partai yang selain mengakui nilai-nilai universal, etika, moral dan liberal, juga merakyat. "Di sinilah pentingnya pertemuan dengan para delegasi tersebut," ujarnya.

Pertemuan juga membahas isu aktual di Indonesia, seperti masalah penegakan demokrasi, pemberantasan korupsi, perlindungan kaum minoritas, dan pertahanan dan keamanan Indonesia. (rif)

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Budaya, Ahlussunnah, Sholawat Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Mahasiswa Universitas Udayana Deklarasikan KMNU di Bali

Denpasar, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Sejumlah mahasiswa NU Universitas Udayana, Kamis (9/10) tadi malam, mendeklarasikan berdirinya Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama (KMNU) Universitas Udayana, Bali.

Komunitas mahasiswa Jawa rantau di Bali di sana secara kultural telah sering melakukan tradisi yang dikembangkan NU, seperti yasinan, tahlilan, istighotsah dan pembacaan maulid dibaiah. Hanya saja? belum ada organisasi atau lembaga yang merangkul seluruh mahasiswa Islam yang mayoritas warga Nahdliyin ini.

Mahasiswa Universitas Udayana Deklarasikan KMNU di Bali (Sumber Gambar : Nu Online)
Mahasiswa Universitas Udayana Deklarasikan KMNU di Bali (Sumber Gambar : Nu Online)

Mahasiswa Universitas Udayana Deklarasikan KMNU di Bali

Acara yang dihadiri sekitar 30 mahasiswa Universitas Udayana ini berlangsung selama dua jam, dan dibuka dengan acara istighotasah dan doa besama, lalu berlanjut dengan rapat tentang organisasi baru ini. Yang unik, dalam struktur kepengurusan, KMNU Universitas Udayana memasukan unsur Dewan Penasehat (Mustasyar) dan Dewan Pengurus Harian (Tanfidziyah) layaknya organisasi Nahdlatul Ulama di berbagai tingkatan.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Forum memberikan amanat sebagai Ketua Dewan Penasehat kepada Miftahus Sirojudin, mahasiswa tingkat akhir Fakultas Pertanian yang mantan ketua LDK FPMI tahun 2013; dan sebagai Ketua Dewan Pengurus Harian kepada Mahmud Samdani, mahasiswa semester 3 Fakultas Kelautan dan Perikanan yang juga aktivis PMII cabang Denpasar.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Fajar Firmansyah, anggota Dewan Penasehat KMNU di Bali, mengaku prihatin dengan kondisi negeri ini yang kehilangan “orisinalitas” keislamannya karena terlalu bebas membiarkan berbagai kelompok. Dari tahun ke tahun, katanya, Indonesia ibarat sepetak tanah yang tak memiliki tuan tanah. Semua boleh menggunakan dan menanam segala jenis tumbuhan di tanah tersebut.

“Maknanya, negeri ini menjadi rebutan perkaderan banyak aliran-aliran Islam di dunia. Pemuda, khususnya mahasiswa, adalah calon kader yang berpotensi untuk diperebutkan. Doktrinisasi ajaran Islam di tingkat mahasiswa sangatlah keras yang biasanya dilakukan oleh organisasi-organisasi mahasiswa yang berbasis Islam," tuturnya.

Namun, Fajar bersyukur karena kader-kader NU yang sudah mengenyam pendidikan Aswaja telah menjauhi ajaran yang memang tidak sesuai dengan ajaran para kiai sepuh tersebut. “ Kehadiran Keluarga Mahasiswa NU di Bali ini akan menjadi wadah kader-kader NU yang seperti ini. Selain itu, KMNU di Bali juga terdukung oleh organisasi-organisasi ke-NU-an lainnya seperti IPNU, IPPNU, PMII, dan GP Anshor," Imbuhnya.

Kepala Departemen Internal LDK FPMI Universitas Udayana mengatakan, "Semoga dengan ini dapat mewujudkan cita-cita kader-kader NU di tingkat Mahasiswa untuk mengaplikasikan Islam moderat di lingkungan sekitarnya sekaligus menjaga keutuhan bangsa ini dari perpecahan." (G. Jaelani/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Sejarah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah