Jumat, 30 Juni 2017

Umat Islam Jangan Ceroboh

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Rais Syuriyah PBNU KH Hasyim Muzadi mengingatkan, umat Islam Indonesia untuk tetap memperhatikan sikap keberagamaannya. Kecerobohan dalam mengambil langkah, seperti aksi kekerasan, akan berdampak pada citra Islam di mata dunia.

Umat Islam Jangan Ceroboh (Sumber Gambar : Nu Online)
Umat Islam Jangan Ceroboh (Sumber Gambar : Nu Online)

Umat Islam Jangan Ceroboh

“Karena dengan kekerasan, apalagi terorisme, itu senjata ampuh untuk menambah amunisi orang lain untuk dipakai bagaimana membentuk opini secara global,” ujarnya beberapa waktu lalu di Kantor Islamic Conference of Islamic Scholars (ICIS) Jakarta.

Menurut Hasyim, umat Islam sekarang sedang mengalami disorientasi sehingga cenderung reaksioner dalam menanggapi persoalan. Oleh sejumlah kepentingan ini dimanfaatkan untuk merusak citra Islam secara umum.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Sekarang kita mendengar pembakaran mesjid, pembakaran gereja. Itu tidak datang dengan sendirinya, sekalipun juga pelakunya teman-teman kita sendiri yang disorientasi, sehingga merupakan gol bunuh diri untuk Islam,” tambahnya.

Sekretaris Jendral ICIS ini berpandangan, bangsa Indonesia perlu tetap waspada dengan sejumlah kepentingan global, terutama Barat, yang hendak masuk di Indonesia. Peluang itu bisa menyusup dan menunggangi suasana keruh yang terjadi.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Tentulah mereka cara memainkannya tidak seperti negara-negara yang diktator, tetapi berselancar di atas sistem kondisi yang ada,” tuturnya.

Penulis: Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Warta, Nasional Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kamis, 29 Juni 2017

Majalah Bangkit

Majalah Bangkit adalah majalah bulanan yang diterbitkan Lajnah Ta’lif Wan-Nasyr Pengurus Wilayah NU DIY dalam kurun waktu 10 tahun. Tampil dengan semboyan diniyah-ilmiyah-ijtima’iyah, majalah ini diterbitkan pertama kali pada bulan Oktober 1979, dengan mengangkat tema ajaran Ahlussunnah wal Jamaah.

Bangkit lahir ketika PWNU DIY digawangi oleh kepengurusan H. Saiful Mujab sebagai Ketua Tanfidziyah dan KH Ali Maksum sebagai Rais Syuriyah. 

Majalah Bangkit (Sumber Gambar : Nu Online)
Majalah Bangkit (Sumber Gambar : Nu Online)

Majalah Bangkit

Sampai dengan edisi ke-11 tahun kedua, majalah tersebut terbit dalam bentuk stensilan, dan baru pada edisi ke-12 (Jumadil Awal 1401 H/Maret 1981), majalah ini dicetak offset dengan ukuran bodi tetap 20 cm x 16 cm.  

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Bangkit memiliki rubrik: Surat Pembaca, La’alla (jawaban masail atau surat pembaca), Ajaran (tuntunan dari Al-Qur’an, Al-Hadits dan Qaul Ulama), Pandangan (artikel bebas), Paket (tulisan tentang keorganisasian), Dari Muktamar (kajian keputusan Muktamar/Munas NU di bidang masail diniyah), Pesantren Kita, Yang Ringan (kisah atau ceritera ringan), dan belakangan karena aspirasi pembaca ditambah rubrik Minbaruna (khutbah jum’at/ied).

Sebelum dikemas sebagai majalah, tim pengelola Bangkit telah aktif mempublikasikan ceramah-ceramah KH Ali Maksum dan beberapa tokoh NU di DIY, seperti Prof. Dr. Tolchah Mansoer, dan sebagainya. 

Rapat Pengurus Wilayah NU DIY tanggal 18 Januari 1980 memutuskan menugaskan Drs. H. Aliy As’ad (Sekretaris III PWNU DIY) untuk melakukan ikhtiar peningkatan kualitas warga NU di DIY dengan menerbitkan selebaran tentang ajaran yang biasa dilakukan warga NU.  

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Keputusan tersebut dikuatkan lagi oleh PWNU DIY pada rapat tanggal 13 Mei 1980. Sampai edisi ke-4, Bangkit diasuh berdua oleh H. Aliy As’ad dan Haidar Idris.Karena mendapat respons positif dari banyak pihak terutama dari kalangan internal NU, publikasi tersebut ditingkatkan menjadi majalah yang terbit rutin setiap bulan. 

Seiring dengan kebutuhan, pengasuh Bangkit disempurnakan dengan hadirnya Drs. H. Atabik Ali, Moh. Jalaluddin, H. Imam Syafi’i, Syafi’i Thoyib, A. Zuhdi Muhdlor, Saiful Karim, Nawawi Sf, Abdul Muhaimin dan Ahmad Yasin Aqib. Pengurus Besar NU dalam suratnya kepada Pimpinan Redaksi Bangkit, Nomor : 212/Syur/III-’81 menganjurkan agar risalah Bangkit lebih diperluas peredarannya karena dipandang sangat penting untuk melestarikan organisasi NU dan ajaran Ahlussunnah.

Pada masa jayanya, tiras Bangkit mencapai 9.000 eksemplar dengan pembaca dan pelanggan yang tersebar di Jawa dan Sumatera, NTB, Kalimantan, Timor Timur, bahkan mencapai Malaysia, Saudi Arabia, dan Belanda.

Dengan bentuk mungil majalah Bangkit cukup menarik bagi pembacanya ibarat obat dahaga. Tidak sedikit Bangkit dibawa Khatib sebagai rujukan khutbah jum’at atau khutbah shalat ‘id serta da’i sebagai bahan ceramah. Bahkan di beberapa tempat terbentuk komunitas pembaca Bangkit mendiskusikan isi majalah tersebut. 

Majalah Bangkit terkenal dengan bahasanya yang khas pesantren, lugas dan kadang kocak. Dalam rangka kaderisasi, pemimpin redaksi  berikutnya adalah A. Zuhdi Muhdlor menggantikan Aliy As’ad. 

Seiring dengan penataan organisasi, beberapa tahun kemudian majalah Bangkit dialihkan pengelolaannya kepada Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia (LKPSM) PWNU DIY dengan pemimpin redaksi M. Imam Aziz. Sejak itu BANGKIT mengganti motto dan warna tulisan, bukan lagi dirasah-ilmiyah-diniyah, melainkan popular yang memberikan advokasi kepada kaum marjinal. (A. Zuhdi Muhdlor)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah IMNU, Kyai Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Selasa, 27 Juni 2017

Internal Polres Jember Galang Dana Peduli Rohingya

Jember, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah - Dalam rangka meringankan beban derita dan kepiluan etnis Rohingya, Myanmar, Polres  Jember  mengumpulkan dana dari jajaran internal Polres, Selasa (12/9). Acara yang bertitel Aksi Kemanusiaan Peduli Rohingya ini digelar di Mapolres Jember dengan mengundang Pengurus Baznas Jember.

Dana yang  terkumpul dadakan dari  kantong para polisi, termasuk Kapolres Jember Kusworo Wibowo mencapai Rp. 13.294.000. Dana itu langsung diserahkan kepada Ketua Baznas Jember HM Misbahus Salam.

Internal Polres Jember Galang Dana Peduli Rohingya (Sumber Gambar : Nu Online)
Internal Polres Jember Galang Dana Peduli Rohingya (Sumber Gambar : Nu Online)

Internal Polres Jember Galang Dana Peduli Rohingya

Kusworo menegaskan, pihaknya menaruh perhatian besar terhadap nasib dan penderitaan etnis Rophingya. Karena itu, ia mengaku terketuk hatinya untuk sebisa mungkin membantu meringankan beban berat etnis Rohignya.

"Saya ingin menginisiasi gerakan peduli kemanusiaan untuk etnis Rohingya, dan itu harus dimulai dari pribadi-pribadi di institusi yang saya pimpin," tukasnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sementara itu, HM Misbahus Salam  menyampaikan terima kasih dan penghargaan untuk jajaran Polres Jember yang telah mengumpulkan sumbangan untuk entis Rohingya. Sumbangan tersebut, katanya, wajib disampaikan kepada yang berhak, yaitu etnis Rohingya.

"Namun kami masih belum tahu teknisnya, apakah sumbangan  itu lewat Kemensos ataukah Kemenlu, kami masih akan koordinasi dulu," jelasnya kepada Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ia berharap agar gerakan peduli kemanusiaan yang digelar Polres Jember benar-benar bisa menginspirasi instansi lain, khususnya Polres yang berbagai daerah untuk melakukan hal yang sama sebagai bentuk dukungan terhadap kelompok minoritas yang tengah dianiaya itu.

"Coba misalnya, setiap Polsek, bahkan Polres lain juga melakukan  gerakan serupa, berapa dana yang bisa disumbangkan untuk Rohingya," urainya. (Aryudi A Razaq/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Budaya Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Bina Ukhuwah, NU dan Muhammadiyah Gelar Jalan Sehat

Jember, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Untuk meningkatkan ukhuwah Islamiyah, ribuan warga yang berasal dari dua organisasi Islam terbesar di Indonesia, yaitu MWC Nahdlatul Ulama (NU) dan PC Muhammadiyah Kecamatan Tanggul Kabupaten Jember Jawa Timur, Ahad pagi (30/4) menggelar jalan-jalan sehat (JJS) bersama.

Bina Ukhuwah, NU dan Muhammadiyah Gelar Jalan Sehat (Sumber Gambar : Nu Online)
Bina Ukhuwah, NU dan Muhammadiyah Gelar Jalan Sehat (Sumber Gambar : Nu Online)

Bina Ukhuwah, NU dan Muhammadiyah Gelar Jalan Sehat

?

Di samping untuk membina silaturrahmi antarormas Islam terbesar di Indonesia yang selama ini berjalan baik, kegiatan yang diselenggarakan dua ormas Islam tingkat kecamatan yang tergabung dalam FUIT (Forum Ummat Islam Tanggul) ini juga untuk meperingati Isra Miraj Nabi Besar Muhammad SAW 1438 H.

?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Tampak ribuan peserta dari pengurus, anggota, mulai dari anak-anak dan orang dewasa yang berasal dari Majelis Wakil Cabang (MWC) NU dan Pimpinan Cabang Muhammadiah di Kecamatan Tanggul pagi itu tumpah-ruah memadati jalan depan kantor Kecamatan Tanggul.

?

"Kegiatan ini dimaksudkan selain untuk mempererat tali persatuan dan ukhuwah islamiyah, juga sebagai ajang olahraga bersama. Namun yang ? terpenting adalah sebagai wahana dalam rangka untuk memperkokoh Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)," ungkap ketua panitia HM Sukarno

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

?

Dalam JJS yang digelar sejauh 6 km itu, panitia menyediakan berbagai hadiah, mulai dari buku tulis hingga sepeda motor Beat. "Untuk kupon, gratis, tiiis, tis, karena semua hadiah berasal dari donatur di Tanggul.Dari 17.200 kupon yang kita sediakan, semuanya ludes," jelas pengusaha Roti MBO ini.?

?

Camat Tanggul Sukardi Muspika berharap momentum kebersamaan antarormas Islam ini dapat menangkal isu- isu negatif pada masyarakat seperti radikalisme, terorisme, dan sebagainya, "Karena pada dasarnya Islam adalah agama yang rahmatan lil alamiin," katanya.

?

Hadir dalam kegiatan itu Kapolres Jember, AKBP Kusworo Wibowo, Awan PCNU Jember HM Arums Sabil, Ka Dispora, Ketua PCNU Jember, Ketua PD Muhammadiyah Jember, Muspika Tanggul, Camat Sukardi, Kapolsek AKP Bambang S, Danramil, serta Warga NU dan Muhammadiyah Tanggul. (Khoerus/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Sholawat, Meme Islam Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kisah Nabi Sulaiman, Burung, dan Pria Berjenggot

Hasrat ingin segera minum air telaga begitu menggelora. Tenggorokan kering dialami seekor burung yang hidup pada zaman Nabi Sulaiman. Ia hanya berani bertengger di atas pepohonan hijau di sekitar danau. Burung itu tidak berani segera turun karena masih ada anak-anak kecil yang bermain-main di bawah sana, takut akan mendapat siksaan atau tertangkap oleh mereka.

Detik berganti detik. Waktu pun melaju kencang meninggalkan waktu sebelumnya hingga anak-anak meninggalkan tempat bermain mereka. Suasana menjadi terlihat sepi. Hanya ada orang tua berjenggot lebat yang tersisa.

Merasa kondisi tampak aman, burung ini pun mengepakkan kedua sayapnya. Ia ingin minum air untuk mengobati dahaga yang mendera. Tapi malang. Pria berjenggot mengincar, melempar batu tepat ke arah dirinya. Salah satu mata burung ini pun luka serius sehingga menjadikan ia buta.

Si Burung mengadu kepada Nabi Sulaiman. Sebagaimana kita ketahui, Nabi Sulaiman adalah Nabi yang diberi mujizat oleh Allah Taala berupa kemampuan berbicara dengan hewan apa saja.

Kisah Nabi Sulaiman, Burung, dan Pria Berjenggot (Sumber Gambar : Nu Online)
Kisah Nabi Sulaiman, Burung, dan Pria Berjenggot (Sumber Gambar : Nu Online)

Kisah Nabi Sulaiman, Burung, dan Pria Berjenggot

Mendapat laporan demikian, Nabi Sulaiman bertanya, "Lantas, apa perlu aku hukum orang tua itu supaya satu matanya juga menjadi buta sebagaimana ia membutakan matamu?"

"Tidak, Wahai Baginda Nabi."

"Lalu apa maumu?"

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Aku ingin jenggotnya dikerok saja," pinta burung tersebut.

"Lho, kenapa permintaanmu aneh begitu?"

"Iya, semula aku takut turun ke danau untuk minum sebab ada anak-anak yang masih kecil. Aku merasa wajar jika anak-anak bertindak semaunya padaku. Maklum, mereka masih kecil. Sedangkan orang ini adalah orang yang sudah berjenggot panjang pertanda bahwa ia tua. Namun jenggotnya tidak menampakkan bahwa ia orang yang sudah cukup umurnya. Berarti ia dengan anak kecil levelnya masih sama saja. Jenggot bukan cerminan dari pribadinya. Oleh karena itu, saya minta dikerok saja jenggotnya."

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Cerita ini disarikan dari ceramah Habib Abdul Qadir Al Jilani dari Hadramaut, Yaman di Majlis Talim Al Amin, Semarang, (21/8/2017).

Kisah ini memberi pesan bahwa hendaknya tampilan yang baik diiringi dengan karakter yang baik pula. Cerita burung tersebut juga menjadi kritik bagi para orang dewasa yang tak sanggup menunjukkan kedewasaannya.

Pesan lain adalah bahwa simbol-simbol luar tidak otomatis merepresentasikan akhlak seseorang. Bisa jadi tampilan yang terlihat sunnah tak menunjukkan karakter yang sesuai dengan sunnah. Begitu juga sebaliknya. Wallahu alam. (Ahmad Mundzir)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Nahdlatul Ulama, Pahlawan, Amalan Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

AM Fatwa: Tradisi Silaturrahmi Idham Cholid Layak Diteladani

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. AM Fatwa, salah satu politisi senior menuturkan, salah satu kepribadian KH Idham Chalid yang layak diteladani adalah kebiasaannya bersilaturrahmi dengan para kiai dan ummat.

“Beliau memiliki tradisi bersilaturrahmi yang sangat baik, setiap minggu berkeliling menemui para kiai. Ini persamaan beliau dengan Gus Dur,” katanya ketika melayat ke rumah duka di Cipete, Jakarta, Senin.

AM Fatwa: Tradisi Silaturrahmi Idham Cholid Layak Diteladani (Sumber Gambar : Nu Online)
AM Fatwa: Tradisi Silaturrahmi Idham Cholid Layak Diteladani (Sumber Gambar : Nu Online)

AM Fatwa: Tradisi Silaturrahmi Idham Cholid Layak Diteladani

Fatwa mengaku telah mengenal Idham Chalid sejak tahun 60-an. Ia menilai silaturrahmi yang dilakukannya juga menjadi salah satu kekuatan politiknya. “Beliau tak pakai teori politik macam-macam, tetapi dekat dengan kultur,” tandasnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kepada para tamunya, baik para ulama atau orang biasa yang datang dari luar Jakarta untuk berkunjung ke rumahnya juga selalu disambut dengan baik. “Beliau melayani kebutuhan umat yang jauh, selalu memberi kenangan apa adanya, meskipun nilainya kecil, tetapi sangat berarti buat mereka,” terangnya.

Tradisi seperti inilah yang sudah jarang terlihat dikalangan para tokoh umat dan partai berbasis Islam saat ini yang sudah bersikap birokratis terhadap tamu-tamu. “Beliau tak mempersulit menerima tamu, mereka yang datang selalu memberi informasi yang baik atau buruk, semuanya ada manfaatnya,” tandasnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Yang jelas, kemampuannya menjadi ketua umum PBNU selama 28 tahun menunjukkan kematangannya dalam berpolitik dan tak banyak orang yang mampu melakukannya.

"Beliau layaknya air, yang menjadi sumber kehidupan, sekaligus lentur, mampu menyesuaikan diri, tapi bukan berarti tidak punya pendirian, karena air juga memiliki kekuatan dahsyat," katanya. (mkf)Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Nusantara, Pesantren, Pahlawan Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Senin, 26 Juni 2017

Syeikh Amin Salim Ijazahi Sanad Hadits kepada Ratusan Santri Asshidddiqiyah

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Mufti Lebanon Syeikh Amin Salim Al-Kurdi berkunjung ke Pondok Pesantren Asshiddiqiyah Jakarta, Kamis (12/5). Kehadiran ulama ahli hadits ini disambut langsung pengasuh utama pesantren KH Noer Muhammad Iskandar.?

Dalam kunjungannya, Syeikh Amin mengijazahkan sanad hadits At-Tirmidzi yang dirangkum dalam kitab As-Syamail al-Muhammadiyah.

Pengasuh Pesantren Asshiddiqiyah Jakarta, KH Ahmad Mahrus Iskandar bersama 190 santrinya hadir dalam pengijazahan tersebut. Mereka terlihat sangat antusias mengikuti kajian yang digelar di? Gedung Pendopo Lantai 2 Ponpes Asshiddiqiyah Jakarta.

Syeikh Amin Salim Ijazahi Sanad Hadits kepada Ratusan Santri Asshidddiqiyah (Sumber Gambar : Nu Online)
Syeikh Amin Salim Ijazahi Sanad Hadits kepada Ratusan Santri Asshidddiqiyah (Sumber Gambar : Nu Online)

Syeikh Amin Salim Ijazahi Sanad Hadits kepada Ratusan Santri Asshidddiqiyah





Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sugeng Riyadi, salah satu santri asal Bogor, merasa bersyukur bisa bertatap langsung dengan ulama Libanon tersebut. Ia rela menempuh jarak yang cukup jauh demi untuk bertemu dengan Syekh Amin. “Saya bersyukur bisa belajar dan bertatap muka langsung dengan beliau. Ini adalah kesempatan yang sangat luar biasa,” ujar pria kelahiran Lampung tersebut.

Selama dua hari Syeikh Amin membacakan kitab Syamailul Muhammadiyyah yang dialih-bahasakan oleh dua penerjemah dari pesantren, Ust. Musa Wardi dan Ust. Abdurrahman Malik. ? Kitab tersebut merupakan kumpulan hadits tentang kepribadian Nabi Muhammad Saw.?

Hadits-hadits tersebut mengajak umat Islam menyelami sosok, perilaku dan kebiasaan sehari-hari Rasulullah. Termasuk bagaimana Rasulullah berpakaian, bersisir, bersarung, bersorban, bercincin hingga menanggalkan kedua sandalnya. Tidak hanya itu, minuman dan makanan favorit hingga minyak wangi kesukaan Nabi juga turut dipaparkan.

Dalam kajian di Gedung Pendopo Lantai 2 Ponpes Asshiddiqiyah Jakarta itu, Syekh Amin menjelaskan bahwa Nabi SAW adalah idola sepanjang masa, teladan sepanjang hidup manusia, panutan terbaik, dan juga tokoh legendaris yang pernah ada di permukaan bumi.

“Keteladannya tidak hanya tampak dalam kancah dakwah, muamalah, ibadah, iqtishaadiyah (ekonomi), siyaasah (politik), namun di semua lembaran kehidupan termasuk tata bicara, tawa dan canda beliau,” tutur Syeikh Amin.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dari kajian tersebut, para santri banyak mendapatkan hal baru yang jarang tersingkap dari kehidupan Rasulullah Saw. (Rumadie/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Ubudiyah, Daerah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah