Senin, 26 Juni 2017

IPNU Sulsel Dorong Penerbitan dan Sosialisasi Modul

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Mewakili pelajar NU se-Indonesia Timur, Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Sulawesi Selatan mendesak sidang komisi kaderisasi dalam forum rakernas IPNU untuk segera menghentikan perdebatan alot perihal penyempurnaan modul kaderisasi. Mereka berharap sidang tersebut segera menerbitkan dan menyebarkannya ke tiap tingkatan.

Ketua IPNU Sulsel Ramli Syamsuddin mengharapkan semua pimpinan wilayah untuk menerima modul kaderisasi untuk kemudian disahkan forum sidang.

IPNU Sulsel Dorong Penerbitan dan Sosialisasi Modul (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU Sulsel Dorong Penerbitan dan Sosialisasi Modul (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU Sulsel Dorong Penerbitan dan Sosialisasi Modul

“Tentunya beberapa tambal sulam yang sifatnya konstruktif masih diharapkan,” kata Ramli, Selasa (25/2).

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sidang komisi kaderisasi forum Rakernas berlangung Selasa (25/2) di LPMP DKI Jakarta. Karena perdebatan tak kunjung usai, sidang komisi akan dilanjutkan pada Rabu (26/2). (Andi M Idris/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Kiai, Sejarah, Doa Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Minggu, 25 Juni 2017

NU Sulsel Layani Pemeriksaan Kesehatan Gratis di Makassar

Makassar, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah - Pengurus Wilayah Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) dan Pimpinan Wiyalayah Muslimat NU menggelar pemeriksaan kesehatan gratis untuk masyarakat umum di Aula Rusunawa UMI? Kelurahan Pampang Kecamatan Panakukang Kota Makassar, Ahad (10/4).

Bakti sosial sosial ini terselenggara atas kerja sama dengan Universitas Muslim Indonesia (UMI), Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Sulsel dan Tim Bantuan Medis (TBM) 110 UMI.

NU Sulsel Layani Pemeriksaan Kesehatan Gratis di Makassar (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Sulsel Layani Pemeriksaan Kesehatan Gratis di Makassar (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Sulsel Layani Pemeriksaan Kesehatan Gratis di Makassar

Menurut Ketua PW LKNU Sulsel Prof dr HM. Syafar, program ini membawa dampak positif bagi masyarakat di sekitar kampus UMI. Pemeriksaan kesehatan gratis menjadi agenda rutin setiap tahun yang dilaksanakan di berbagai daerah di Sulawesi Selatan khususnya di Makassar.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dalam aksi kemanusiaan ini,? panitia menyediakan pemeriksaan tes glukosa untuk masyarakat yang menderita diabetes mellitus. Selain itu melayani konsultasi kesehatan dan pemeriksaan gigi dengan dokter yang kompeten di bidangnya.

Ketua Muslimat NU Sulsel Hj A Majdah M Zain mengungkapkan, menjaga kesehaatan adalah kewajiban setiap orang. Kegiatan ini bertujuan untuk melayani masyarakat kurang mampu yang selama ini sulit untuk mendapatkan akses pelayanan kesehatan dengan gratis. “Pemeriksaan kesehatan gratis ini diikuti 100 warga kelurahan Pampang,”? katanya.

Ketua Bidang Kesehatan UMI Arman menyampaikan, kegiatan ini merupakan salah satu? implementasi? dari tri darma perguruan tinggi, yakni pengabdian pada masyarakat. Menurutnya, masih banyak warga yang belum mampu mengakses pelayanan kesehatan gratis.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Karena itu mudah-mudahan kegiatan ini membantu masyarakat untuk mendpatkan layanan kesehatan secara gratis. Kegiatan ini merupakan agenda tahunan dalam rangka menyambut milad UMI yang tahun ini berumur 62 tahun."

Tampak hadir dalam kegiatan tersebut, pengurus Ikatan Apoteker Indonesia Sulsel Ambo intang, Aulia dari Dinas Kesehatan Kota Makassar, Direktur Program Pascasarjana UIM Dr. Hj. Nurul Fuadi, Ketua Fatayat NU Sulsel Nurul Ulfah. (Sudirman/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Sunnah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sabtu, 24 Juni 2017

Zionisme dan Barat Khawatirkan Dialog Pencarian Islam

Mashhad, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Deputi Majlis Iran Javad Aryan-Manesh, Kamis (3/4), mengatakan, gelombang kesadaran Islam dan dialog pencarian Islam telah membuat khawatir negara-negara Barat dan Zionisme.

Seperti dilaporkan sumber Irna, Javad mengatakan bahwa promosi pemikiran-pemikiran Islam murni telah menjadikan Barat dan kaum Zionis melakukan perlawanan terhadap adanya gelombang kesadaran Islam seperti terjadinya Revolusi Islam di Iran pada 1979 silam.

Zionisme dan Barat Khawatirkan Dialog Pencarian Islam (Sumber Gambar : Nu Online)
Zionisme dan Barat Khawatirkan Dialog Pencarian Islam (Sumber Gambar : Nu Online)

Zionisme dan Barat Khawatirkan Dialog Pencarian Islam

Javad menegaskan Revolusi Islam tersebut telah mengerek bendera keadilan, perdamaian, teisme dan hidup berdampingan secara damai di dunia.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Terkait dirilisnya film Fitna oleh anggota parlemen Belanda Geert Wilders, Javad juga mengecam keras atas beredarnya film yang dinilainya telah menistakan Nabi Muhammad SAW dan kitab suci Al-Quran.

Menurutnya, peredaran Fitna itu menunjukkan kelemahan Zionisme dan Barat yang bisa berakibat fatal bagi mereka.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Anggota Komisi Kebudayaan Majlis Iran itu menuturkan, film Fitna itu justru akan memperkuat persatuan dan kesatuan pandang di antara umat Muslim dan orang-orang yang mencari kebebasan di seluruh dunia.

Pihaknya mendesak seluruh negara-negara Muslim untuk menggunakan potensi-potensi politik, ekonomi dan budaya yang dimiliki guna mencegah beredarnya film itu.

Javad juga menyeru negara-negara Muslim dunia, termasuk Iran, untuk memboikot produk-produk Belanda sebagai respon atas beredarnya film anti-Islam itu. (dar)Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Amalan, Anti Hoax, Pertandingan Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Jumat, 23 Juni 2017

Kisah Remaja yang Ingin Membunuh Gus Dur

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Urusan penistaan dan penodaan agama selalu muncul dan berulang dari zaman ke zaman. Salah satu yang cukup menghebohkan era 90-an adalah ketika Tabloid Monitor yang dipimpin oleh Aswendo Atmowiloto menempatkan Nabi Muhammad dalam urutan ke-11 sebagai tokoh yang dikagumi publik, kalah populer dengan artis-artis seronok asal Hollywood.?

Kisah Remaja yang Ingin Membunuh Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)
Kisah Remaja yang Ingin Membunuh Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)

Kisah Remaja yang Ingin Membunuh Gus Dur

Umat Islam merasa terhina dan sejumlah organisasi pemuda turun ke lapangan dan mengobrak-abrik kantor tabloid tersebut. Diantara yang ikut dalam rombongan pendemo tersebut seorang remaja tanggung usia SMP asal Priok, Abi, yang memiliki semangat besar membela Islam.

Bukan hanya di jalanan, Abi juga mengikuti berbagai pertemuan dan diskusi yang digelar membahas kasus tersebut. Semuanya dilakukan atas nama membela martabat Islam. Salah satu yang dihadiri adalah kajian Paramadina di hotel Kartika Chandra Jakarta. Abi menyaksikan perdebatan sengit antara Nurcholis Madjid dan Djalaluddin Rahmat dengan peserta bernama Hasan Dalil, yang dengan berapi-api menggugat sikap kedua tokoh tersebut yang dianggapnya membela Wendo.?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Hasan Dalil memanaskan situasi dengan berkali-kali meneriakkan kalimat takbir. Abi pun merasa terprovokasi dan semakin gemas ingin menyeret Aswendo.

Informasi lain, Abi juga mendengarkan selentingan dari kiri dan kanan bahwa Gus Dur di majalah Tempo menuliskan pandangannya dan pembelaannya atas apa yang dilakukan Aswendo, sebuah pemikiran yang tidak populer di kalangan aktifis yang pada saat itu umumnya sangat geram.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ia sendiri mengaku tidak membaca tulisan tersebut, maklum masih SMP, hanya diceritakan oleh seorang novelis populer yang dikaguminya dan terlibat dalam aksi massa menentang Aswendo.

Di kediaman penulis tersebut di bilangan Utan Kayu Jakarta, malam tersebut, mereka berbincang tentang kasus tabloid tersebut dan rencana kelanjutan aksinya, termasuk membahas pembelaan Gus Dur terhadap Aswendo. Satu kata-kata yang diingat dari sahibul bait adalah “tokoh zionis yang wajib dibunuh itu bernama Gus Dur!"?

Sejak saat itulah tertanam kebencian di lubuk Abi pada sosok bernama Gus Dur, dan berbisik dalam hati, "Saya harus membunuhnya!"

Selang satu tahun kira-kira setelah kejadian itu, di kediaman duta besar Iran, diselenggarakan acara Majelis Taziyah Syahadah Al Husain. Ia merupakan salah satu pesertanya karena sedang bergelora mempelajari ajaran ahlul bait.?

Ketika sedang menunggu pintu utama dibuka, seseorang turun dari mobil dan berjalan mendekatinya, persis di sebelah kanannya, berkacamata tebal dengan rambut belah pinggir, gemuk, berkemeja lengan pendek, GUS DUR!

Ia merasa bergetar, salah tingkah, “Bukankah orang ini yang ingin saya bunuh?” bisiknya dalam hati, konyolnya ia malah menunduk taziem dan menarik telapak tangan kanan Gus Dur, seraya menciumnya dengan penuh rasa hormat.

Dan, hawa benci yang sempat tertanam itu rontok menjadi rasa kagum dan penuh penyesalan, apalagi di dalam Majelis Asyuro yang hanya dihadiri kurang lebih 50 orang itu, ia duduk persis di sebelah Gus Dur.

Ia tidak dapat mengikuti majelis dengan khusyu, karena perhatian hati dan pikirannya terampas oleh sosok di sebelahnya yang khusyu mendendangkan shalawat Nabi.

“Bagaimana mungkin orang yang sebegitu mencintai Nabi bisa saya benci?”

Pada hari itu pula, ia merasa terberkati, selain berada di majelis doa, tapi juga karena hingga tuntas majelis itu, ia berada di sisi ulama yang banyak disalahfahami orang, juga begitu banyak di cintai umat, sungguh sebuah perkenalan yang indah.

Apalagi setelah mendalami tasawuf, ia semakin menghormati Gus Dur dan menganggapnya sebagai orang yang alim dan mulia, yang tidak bisa dilihat dengan kaca mata biasa. Ia beberapa kali datang ke kediaman Gus Dur di Ciganjur dan dibantu dalam menyelenggarakan acara pengajian. “Gus Dur orang yang tabarruki.” (mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Pondok Pesantren, Olahraga Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kamis, 22 Juni 2017

MUI Tetapkan Pedoman Berdakwah

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah - Ketua Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Cholil Nafis mengatakan, dakwah merupakan ujung tombak daripada citra Islam karena banyak orang yang mendengar ajaran Islam dari aktivitas dakwah. Ia berharap, dakwah harus dilakukan dengan efektif agar tujuannya bisa tercapai.

Salah satu tujuan dakwah adalah mengajak masyarakat agar bertauhid kepada Allah, menjalankan syariat Islam serta mencapai kebahagiaan di dunia dan akhirat.

MUI Tetapkan Pedoman Berdakwah (Sumber Gambar : Nu Online)
MUI Tetapkan Pedoman Berdakwah (Sumber Gambar : Nu Online)

MUI Tetapkan Pedoman Berdakwah

Kiai Cholil menyebutkan, setidaknya ada empat hal yang harus diperhatikan agar dakwah bisa berjalan efektif. Pertama, kompetensi dai. Dai harus memiliki kemampuan yang mumpuni, terutama dalam penguasaan disiplin keilmuaan agama. Pun dengan perilaku dan tingkah lakunya harus mencerminkan apa yang ia dakwahkan.

“Seorang dai harus memiliki integritas qalbu, lisan, amal dan sosial,” kata Kiai Cholil kepada Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah di Jakarta, Selasa (12/9).

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kedua, metode dakwah. Dai sebaiknya menggunakan metode dakwah yang tepat sesuai dengan objek dakwah dan suasana masyarakat. Misalkan berdakwah di kalangan akdemisi, maka metode dakwah bisa digunakan adalah dengan diskusi dan bahkan debat dengan menyajikan fakta-fakta yang ada.

Ketiga, materi dakwah. Kiai Cholil menegaskan, dalam menyampaikan kebenaran saat berdakwah semestinya jangan menggunakan cara yang salah.

“Tidak boleh menyampaikaan kebaikan dengan cara menghina dan tidak boleh membangun masyarakat dengan cara menistakan,” jelasnya.

Terakhir, kode etik dakwah. Ia menjelaskan, seorang dai harus mampu menyatukan pikiran, ucapan, dan tindakannya. “Hati seorang dai harus lurus dan aqidahnya harus benar. Ucapannya harus lembut, penuh makna dan berwibawa, dan mencerahkan umat,” tutupnya. (Muchlishon Rochmat/Alhafiz K)Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Ubudiyah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Rabu, 21 Juni 2017

Muslim Inggris Inginkan Buku Tentang Islam dari Indonesia

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Warga Muslim Inggris menginginkan agar buku-buku tentang Islam dari Indonesia diterjemahkan ke dalam Bahasa Inggris, agar keragaman aspek tentang Islam di Indonesia dapat dipelajari oleh mereka.

Demikian dikatakan Anggota Indonesia-UK Islamic Advisory Group yang juga Katib Aam Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Nasaruddin Umar, di Jakarta, Senin (20/8).

Muslim Inggris Inginkan Buku Tentang Islam dari Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Muslim Inggris Inginkan Buku Tentang Islam dari Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Muslim Inggris Inginkan Buku Tentang Islam dari Indonesia

Menurutnya, permintaan tersebut muncul karena sejumlah warga Muslim Inggris mengemukakan bahwa Islam di Indonesia sangat sesuai secara budaya dengan Islam di Inggris.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Guru Besar Fakultas Ushuluddin Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah itu juga mengatakan, banyak organisasi atau lembaga ke-Islam-an di negara kerajaan itu yang memilih untuk mencari pelatih dan pengajar bidang keagamaan dari Indonesia dibandingkan dengan dari negara lain di kawasan Timur Tengah.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Selain itu, Nasaruddin juga menyarankan agar penerbit buku Islam di Indonesia dapat memanfaatkan peluang untuk memperluas jangkauannya di mancanegara, antara lain, melalui internet.

"Internet masih jarang digunakan sebagai media promosi, padahal setiap tahun jumlah orang yang menggunakan internet selalu bertambah," kata lelaki yang juga menjabat sebagai Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Departemen Agama itu.

Ia memaparkan, peluang seperti internet harus dapat dikuasai oleh penerbit dengan cepat apalagi kini menjelang bulan Ramadhan yang dapat dikatakan merupakan salah satu masa panen bagi para penerbit buku Islam.

Mengenai pertumbuhan buku Islam, Nasaruddin optimis mengenai hal itu akan terjadi antara lain karena animo masyarakat yang semakin meningkat terhadap buku-buku yang membahas topik keislaman.

Indonesia-UK Islamic Advisory Group adalah kelompok penasihat yang didirikan secara bersama-sama oleh pemerintah Inggris dan Indonesia yang bertugas untuk mengembangkan dialog dalam rangka meningkatkan saling pengertian dan toleransi antara Islam dan Barat.

Baik Indonesia maupun Inggris masing-masing mengirimkan tujuh wakilnya di dalam lembaga tersebut.

Dari Indonesia selain Nasaruddin Umar adalah Hasyim Muzadi (PB NU) Din Syamsuddin (PP Muhammadiyah), Azyumardi Azra (UIN Jakarta), Marwah Daud Ibrahim (ICMI), Abdul Mu`ti (Pemuda Muhammadiyah), dan Yenny Zannuba Wahid (Fatayat NU). (ant/rif)Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Daerah, Pahlawan, Hikmah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Gus Dur: Gubernur Aceh Tanggung Jawab Pembakaran Merah Putih

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Mantan Presiden KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) menyatakan, Gubernur Nanggroe Aceh Darussalam Irwandi Yusuf harus bertanggung jawab terkait kasus pembakaran bendera Merah Putih di wilayahnya.

"Irwandi harus diberhentikan sebagai Gubernur," kata Gus Dur saat menjadi pembicara kunci pada Refleksi 62 Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia di kantor DPP PKB, Jakarta, Kamis.

Gus Dur: Gubernur Aceh Tanggung Jawab Pembakaran Merah Putih (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Dur: Gubernur Aceh Tanggung Jawab Pembakaran Merah Putih (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Dur: Gubernur Aceh Tanggung Jawab Pembakaran Merah Putih

Seorang orang tak dikenal baru-baru ini di beberapa kota di Aceh membakar bendera Merah Putih. Bahkan di satu kota, tidak kurang dari 150 bendera yang dibakar.

Tampil sebagai pembicara dalam acara refleksi itu Prof Frans Magniz Suseno, Muslim Abdurrahman, dan Menakertrans Erman Soeparno.

Lebih lanjut Gus Dur" menuding "Irwandi telah melakukan pembiaran sehingga peristiwa yang melecehkan simbol negara itu terjadi. Dikatakannya, pencabutan dan pembakaran bendera tersebut merupakan bagian dari intimidasi mengingat masih ada masyarakat yang tidak setuju pada referendum.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Gus Dur mengingatkan, terpilihnya Irwandi sebagai gubernur juga disebabkan masyarakat takut pada intimidasi GAM, sementara pemerintah sendiri tidak tegas. "Ini ancaman bagi kemerdekaan Indonesia. Terserah orang mau bilang apa, saya tidak peduli," kata Ketua Umum Dewan Syura DPP PKB itu.

Menurut Gus Dur, mantan Gubernur NAD Abdullah Puteh yang karena korupsi dalam jumlah tidak terlalu besar, namun karena kedekatannya dengan GAM, ternyata kemudian dijatuhi hukuman. Jadi. Karena itu, Irwandi yang disebutnya melakukan pembiaran terjadinya pelecehan simbol negara juga harus ditindak.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"TNI harus tegas, tunjukkan kalau bertanggung jawab. Cari dan tangkap yang membakar bendera. Untuk apa jadi TNI kalau tidak berani," katanya. (ant/mad)



Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Pendidikan, AlaNu, IMNU Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah