Jumat, 23 Juni 2017

Kisah Remaja yang Ingin Membunuh Gus Dur

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Urusan penistaan dan penodaan agama selalu muncul dan berulang dari zaman ke zaman. Salah satu yang cukup menghebohkan era 90-an adalah ketika Tabloid Monitor yang dipimpin oleh Aswendo Atmowiloto menempatkan Nabi Muhammad dalam urutan ke-11 sebagai tokoh yang dikagumi publik, kalah populer dengan artis-artis seronok asal Hollywood.?

Kisah Remaja yang Ingin Membunuh Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)
Kisah Remaja yang Ingin Membunuh Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)

Kisah Remaja yang Ingin Membunuh Gus Dur

Umat Islam merasa terhina dan sejumlah organisasi pemuda turun ke lapangan dan mengobrak-abrik kantor tabloid tersebut. Diantara yang ikut dalam rombongan pendemo tersebut seorang remaja tanggung usia SMP asal Priok, Abi, yang memiliki semangat besar membela Islam.

Bukan hanya di jalanan, Abi juga mengikuti berbagai pertemuan dan diskusi yang digelar membahas kasus tersebut. Semuanya dilakukan atas nama membela martabat Islam. Salah satu yang dihadiri adalah kajian Paramadina di hotel Kartika Chandra Jakarta. Abi menyaksikan perdebatan sengit antara Nurcholis Madjid dan Djalaluddin Rahmat dengan peserta bernama Hasan Dalil, yang dengan berapi-api menggugat sikap kedua tokoh tersebut yang dianggapnya membela Wendo.?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Hasan Dalil memanaskan situasi dengan berkali-kali meneriakkan kalimat takbir. Abi pun merasa terprovokasi dan semakin gemas ingin menyeret Aswendo.

Informasi lain, Abi juga mendengarkan selentingan dari kiri dan kanan bahwa Gus Dur di majalah Tempo menuliskan pandangannya dan pembelaannya atas apa yang dilakukan Aswendo, sebuah pemikiran yang tidak populer di kalangan aktifis yang pada saat itu umumnya sangat geram.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ia sendiri mengaku tidak membaca tulisan tersebut, maklum masih SMP, hanya diceritakan oleh seorang novelis populer yang dikaguminya dan terlibat dalam aksi massa menentang Aswendo.

Di kediaman penulis tersebut di bilangan Utan Kayu Jakarta, malam tersebut, mereka berbincang tentang kasus tabloid tersebut dan rencana kelanjutan aksinya, termasuk membahas pembelaan Gus Dur terhadap Aswendo. Satu kata-kata yang diingat dari sahibul bait adalah “tokoh zionis yang wajib dibunuh itu bernama Gus Dur!"?

Sejak saat itulah tertanam kebencian di lubuk Abi pada sosok bernama Gus Dur, dan berbisik dalam hati, "Saya harus membunuhnya!"

Selang satu tahun kira-kira setelah kejadian itu, di kediaman duta besar Iran, diselenggarakan acara Majelis Taziyah Syahadah Al Husain. Ia merupakan salah satu pesertanya karena sedang bergelora mempelajari ajaran ahlul bait.?

Ketika sedang menunggu pintu utama dibuka, seseorang turun dari mobil dan berjalan mendekatinya, persis di sebelah kanannya, berkacamata tebal dengan rambut belah pinggir, gemuk, berkemeja lengan pendek, GUS DUR!

Ia merasa bergetar, salah tingkah, “Bukankah orang ini yang ingin saya bunuh?” bisiknya dalam hati, konyolnya ia malah menunduk taziem dan menarik telapak tangan kanan Gus Dur, seraya menciumnya dengan penuh rasa hormat.

Dan, hawa benci yang sempat tertanam itu rontok menjadi rasa kagum dan penuh penyesalan, apalagi di dalam Majelis Asyuro yang hanya dihadiri kurang lebih 50 orang itu, ia duduk persis di sebelah Gus Dur.

Ia tidak dapat mengikuti majelis dengan khusyu, karena perhatian hati dan pikirannya terampas oleh sosok di sebelahnya yang khusyu mendendangkan shalawat Nabi.

“Bagaimana mungkin orang yang sebegitu mencintai Nabi bisa saya benci?”

Pada hari itu pula, ia merasa terberkati, selain berada di majelis doa, tapi juga karena hingga tuntas majelis itu, ia berada di sisi ulama yang banyak disalahfahami orang, juga begitu banyak di cintai umat, sungguh sebuah perkenalan yang indah.

Apalagi setelah mendalami tasawuf, ia semakin menghormati Gus Dur dan menganggapnya sebagai orang yang alim dan mulia, yang tidak bisa dilihat dengan kaca mata biasa. Ia beberapa kali datang ke kediaman Gus Dur di Ciganjur dan dibantu dalam menyelenggarakan acara pengajian. “Gus Dur orang yang tabarruki.” (mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Pondok Pesantren, Olahraga Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kamis, 22 Juni 2017

MUI Tetapkan Pedoman Berdakwah

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah - Ketua Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Cholil Nafis mengatakan, dakwah merupakan ujung tombak daripada citra Islam karena banyak orang yang mendengar ajaran Islam dari aktivitas dakwah. Ia berharap, dakwah harus dilakukan dengan efektif agar tujuannya bisa tercapai.

Salah satu tujuan dakwah adalah mengajak masyarakat agar bertauhid kepada Allah, menjalankan syariat Islam serta mencapai kebahagiaan di dunia dan akhirat.

MUI Tetapkan Pedoman Berdakwah (Sumber Gambar : Nu Online)
MUI Tetapkan Pedoman Berdakwah (Sumber Gambar : Nu Online)

MUI Tetapkan Pedoman Berdakwah

Kiai Cholil menyebutkan, setidaknya ada empat hal yang harus diperhatikan agar dakwah bisa berjalan efektif. Pertama, kompetensi dai. Dai harus memiliki kemampuan yang mumpuni, terutama dalam penguasaan disiplin keilmuaan agama. Pun dengan perilaku dan tingkah lakunya harus mencerminkan apa yang ia dakwahkan.

“Seorang dai harus memiliki integritas qalbu, lisan, amal dan sosial,” kata Kiai Cholil kepada Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah di Jakarta, Selasa (12/9).

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kedua, metode dakwah. Dai sebaiknya menggunakan metode dakwah yang tepat sesuai dengan objek dakwah dan suasana masyarakat. Misalkan berdakwah di kalangan akdemisi, maka metode dakwah bisa digunakan adalah dengan diskusi dan bahkan debat dengan menyajikan fakta-fakta yang ada.

Ketiga, materi dakwah. Kiai Cholil menegaskan, dalam menyampaikan kebenaran saat berdakwah semestinya jangan menggunakan cara yang salah.

“Tidak boleh menyampaikaan kebaikan dengan cara menghina dan tidak boleh membangun masyarakat dengan cara menistakan,” jelasnya.

Terakhir, kode etik dakwah. Ia menjelaskan, seorang dai harus mampu menyatukan pikiran, ucapan, dan tindakannya. “Hati seorang dai harus lurus dan aqidahnya harus benar. Ucapannya harus lembut, penuh makna dan berwibawa, dan mencerahkan umat,” tutupnya. (Muchlishon Rochmat/Alhafiz K)Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Ubudiyah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Rabu, 21 Juni 2017

Muslim Inggris Inginkan Buku Tentang Islam dari Indonesia

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Warga Muslim Inggris menginginkan agar buku-buku tentang Islam dari Indonesia diterjemahkan ke dalam Bahasa Inggris, agar keragaman aspek tentang Islam di Indonesia dapat dipelajari oleh mereka.

Demikian dikatakan Anggota Indonesia-UK Islamic Advisory Group yang juga Katib Aam Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Nasaruddin Umar, di Jakarta, Senin (20/8).

Muslim Inggris Inginkan Buku Tentang Islam dari Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Muslim Inggris Inginkan Buku Tentang Islam dari Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Muslim Inggris Inginkan Buku Tentang Islam dari Indonesia

Menurutnya, permintaan tersebut muncul karena sejumlah warga Muslim Inggris mengemukakan bahwa Islam di Indonesia sangat sesuai secara budaya dengan Islam di Inggris.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Guru Besar Fakultas Ushuluddin Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah itu juga mengatakan, banyak organisasi atau lembaga ke-Islam-an di negara kerajaan itu yang memilih untuk mencari pelatih dan pengajar bidang keagamaan dari Indonesia dibandingkan dengan dari negara lain di kawasan Timur Tengah.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Selain itu, Nasaruddin juga menyarankan agar penerbit buku Islam di Indonesia dapat memanfaatkan peluang untuk memperluas jangkauannya di mancanegara, antara lain, melalui internet.

"Internet masih jarang digunakan sebagai media promosi, padahal setiap tahun jumlah orang yang menggunakan internet selalu bertambah," kata lelaki yang juga menjabat sebagai Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Departemen Agama itu.

Ia memaparkan, peluang seperti internet harus dapat dikuasai oleh penerbit dengan cepat apalagi kini menjelang bulan Ramadhan yang dapat dikatakan merupakan salah satu masa panen bagi para penerbit buku Islam.

Mengenai pertumbuhan buku Islam, Nasaruddin optimis mengenai hal itu akan terjadi antara lain karena animo masyarakat yang semakin meningkat terhadap buku-buku yang membahas topik keislaman.

Indonesia-UK Islamic Advisory Group adalah kelompok penasihat yang didirikan secara bersama-sama oleh pemerintah Inggris dan Indonesia yang bertugas untuk mengembangkan dialog dalam rangka meningkatkan saling pengertian dan toleransi antara Islam dan Barat.

Baik Indonesia maupun Inggris masing-masing mengirimkan tujuh wakilnya di dalam lembaga tersebut.

Dari Indonesia selain Nasaruddin Umar adalah Hasyim Muzadi (PB NU) Din Syamsuddin (PP Muhammadiyah), Azyumardi Azra (UIN Jakarta), Marwah Daud Ibrahim (ICMI), Abdul Mu`ti (Pemuda Muhammadiyah), dan Yenny Zannuba Wahid (Fatayat NU). (ant/rif)Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Daerah, Pahlawan, Hikmah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Gus Dur: Gubernur Aceh Tanggung Jawab Pembakaran Merah Putih

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Mantan Presiden KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) menyatakan, Gubernur Nanggroe Aceh Darussalam Irwandi Yusuf harus bertanggung jawab terkait kasus pembakaran bendera Merah Putih di wilayahnya.

"Irwandi harus diberhentikan sebagai Gubernur," kata Gus Dur saat menjadi pembicara kunci pada Refleksi 62 Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia di kantor DPP PKB, Jakarta, Kamis.

Gus Dur: Gubernur Aceh Tanggung Jawab Pembakaran Merah Putih (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Dur: Gubernur Aceh Tanggung Jawab Pembakaran Merah Putih (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Dur: Gubernur Aceh Tanggung Jawab Pembakaran Merah Putih

Seorang orang tak dikenal baru-baru ini di beberapa kota di Aceh membakar bendera Merah Putih. Bahkan di satu kota, tidak kurang dari 150 bendera yang dibakar.

Tampil sebagai pembicara dalam acara refleksi itu Prof Frans Magniz Suseno, Muslim Abdurrahman, dan Menakertrans Erman Soeparno.

Lebih lanjut Gus Dur" menuding "Irwandi telah melakukan pembiaran sehingga peristiwa yang melecehkan simbol negara itu terjadi. Dikatakannya, pencabutan dan pembakaran bendera tersebut merupakan bagian dari intimidasi mengingat masih ada masyarakat yang tidak setuju pada referendum.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Gus Dur mengingatkan, terpilihnya Irwandi sebagai gubernur juga disebabkan masyarakat takut pada intimidasi GAM, sementara pemerintah sendiri tidak tegas. "Ini ancaman bagi kemerdekaan Indonesia. Terserah orang mau bilang apa, saya tidak peduli," kata Ketua Umum Dewan Syura DPP PKB itu.

Menurut Gus Dur, mantan Gubernur NAD Abdullah Puteh yang karena korupsi dalam jumlah tidak terlalu besar, namun karena kedekatannya dengan GAM, ternyata kemudian dijatuhi hukuman. Jadi. Karena itu, Irwandi yang disebutnya melakukan pembiaran terjadinya pelecehan simbol negara juga harus ditindak.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"TNI harus tegas, tunjukkan kalau bertanggung jawab. Cari dan tangkap yang membakar bendera. Untuk apa jadi TNI kalau tidak berani," katanya. (ant/mad)



Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Pendidikan, AlaNu, IMNU Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Selasa, 20 Juni 2017

Nabi Muhammad Kaya, Tapi Hidup Sederhana

Cilegon, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Wakil Ketua Pengurus Pusat Lembaga Ta’mir Masjid Nahdlatul Ulama (PP LTMNU), H. Mansur Syaerozi mengatakan, ketika mempersunting Siti Khadijah, Nabi Muhammad memberikan mas kawin 100 ekor unta.

Jika diibaratkan sekarang, 100 ekor unta itu seharga 100 mobil sekarang, “Dengan demikian, Nabi Muhammad itu kaya, tapi bergaya hidup sederhana,” katanya pada Rapat Pimpinan Daerah (Rapimda) dalam rangka revitalisasi masjid di Pondok Pesantren Darul Ihsan, Pegantungan Jombang, Kota Cilegon, Sabtu, (20/4).

Nabi Muhammad Kaya, Tapi Hidup Sederhana (Sumber Gambar : Nu Online)
Nabi Muhammad Kaya, Tapi Hidup Sederhana (Sumber Gambar : Nu Online)

Nabi Muhammad Kaya, Tapi Hidup Sederhana

Menurut Mansur, sangat masuk akal Nabi Muhammad kaya karena dia berdagang sejak usia 13 tahun hingga umur 40. Berarti, ia melakukan itu selama 27 tahun. Lebih lama menjadi pedagang daripada menjadi rasul yang hanya 23 tahun.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Mansur menambahkan, tidak mungkin berdagang selama itu, Nabi Muhammad hidup miskin, “Itu satu, kedua, karena Nabi Muhammad dekat dengan Allah. Ia adalah kekasih Allah. Ibaratnya, seseorang yang disukai orang kaya, ia akan terbawa kaya.”

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kemudian, Mansur menambahkan, kalau ditelisik dalam Al-Quran, kita akan menemukan peran harta dalam berjuang. Pertama, “Berjuanglah kamu di jalan Allah dengan hartamu dan dirimu. (At-Taubah: 41)”. Pada ayat lain disebutkan “Dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat. (QS. Al-Baqarah : 43)”

Ini artinya, umat Islam itu cetakannya kaya. Tapi harus hidup sederhana. Kekayaan harus lebih banyak digunakan berjuang untuk kemajuan Islam.

Rapimda bertema "Wujudkan masjid sebagai pusat pemberdayaan umat," tersebut diikuti 150 orang terdiri imam, khotib, dan DKM masjid NU. Kegiatan tersebut terselenggara atas kerja sama PC LTMNU Kota Cilegon dengan PP LTMNU dan PT Sinde Budi Sentosa.

Penulis: Abdullah Alawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Kiai, News, Nahdlatul Ulama Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Minggu, 18 Juni 2017

NU Demak Dorong Introspeksi Diri untuk Memperkuat Organisasi

Demak, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Di dalam berorganisasi yang berkhidmat pada ulama dan umat, NU harus bisa memahami psikologisnya. Ini diperlukan agar bisa mengetahui kelemahan dan kekurangan yang ada dalam diri oraganisasi termasuk persoalan yang terjadi di masyarakat. Hal ini diperlukan agar manajemen bisa berjalan dengan baik yang berimbas semakin kuatnya organisasi sehingga umat bisa merasa nyaman dalam ber NU.

NU Demak Dorong Introspeksi Diri untuk Memperkuat Organisasi (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Demak Dorong Introspeksi Diri untuk Memperkuat Organisasi (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Demak Dorong Introspeksi Diri untuk Memperkuat Organisasi

“Jika kita mengetahui kekurangan kita, apa itu dari sistem dakwah dan komunikasi yang tidak sampai atau sistem pendidikan yang salah, atau yang lain, maka itulah kekuatan NU,” ujar Wakil Ketua PCNU Demak H Afkhan Noor kepada peserta Bahtsul Masail Diniyyah PCNU Demak putaran ke-13 di Pesantren Al Mubarok Temuroso, Kecamatan Guntur, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, Ahad (19/3).

Afkhan berpesan kepada para pengurus yang hadir perlunya peningkatan sistem kekeluargaan dalam berorganisasi untuk memperkuat kondisi dan peka terhadap perkembangan termasuk perkembangan jaringan radikal yang muncul.

“Tolong sistem komunikasi dan kekeluargaan dalam berorganisasi kita jaga, biar kita kuat, solid terutama dalam mengantisipasi gerakan Islam radikal,” pesannya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sementara itu, Rais Syuriyah KH Alawy Masudi sebelum menutup acara dengan doa mengatakan kepekaan di dalam menyikapi permasalahan yang berkembang bermula dari ilmu yang dimiliki. Karena kemauan didalam belajar serta kemauan yang tinggi dalam menjalankan saran yang diberikan oleh ulamal Nahdlatul Ulama sehingga ajaran Aswaja bisa berjalan dengan baik

“Kalau ilmu yang selama ini kita yakini dari guru yang sanadnya jelas dan mau tabayyun dengan para kiai, Insyaallah kita akan selamat,” tuturnya.

Bahtsul Masail tersebut selain dihadiri MWCNU se-Kabupaten Demak, juga hadir Ketua PCNU KH Musadad Syarif beserta jajarannya, Musytasar KH Zainal Arifin Maksum, Ketua DPRD Demak H Nurul Muttaqin, Muspida, Muspika, Banom NU dari tingkat cabang, anak cabang serta ranting NU se-Kecamatan Guntur. (A. ShiddiqSugiarto/Fathoni)

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Tegal, Fragmen Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sabtu, 17 Juni 2017

Warna Hitam, Membalut Pagar Nusa

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Ahad siang di pesantren Al-Hamid, Jakarta Timur. Ratusan orang serba hitam berdatangan. Kopiah hitam. Baju panjang hitam. Celana panjang hitam. Dan sepatu hitam. Mereka para pandekar Pagar Nusa. Pagar NU dan Bangsa!?



Warna Hitam, Membalut Pagar Nusa (Sumber Gambar : Nu Online)
Warna Hitam, Membalut Pagar Nusa (Sumber Gambar : Nu Online)

Warna Hitam, Membalut Pagar Nusa

“Ada sejarahnya kenapa pakaian Pagar Nusa hitam,” kata KH Suharbillah, salah seorang pendiri Pagar Nusa, di pesantren Al-Hamid, Jakarta Timur, Ahad lalu.

Bahwa untuk mengusir Sekutu di Surabaya, Harotusy Syekh KH Hasyim Asy’ari ingin mengundang santrinya yang sukses dalam bidang kanuragan dari Parakan, Kedu.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Rupanya niat Mbah Hasyim mau mengundang, diketahui santri itu. Khawatir keliru, ia datang mendahului. Tapi Mbah Hasyim, meski sudah didatangi, tetap kirim utusan ke sana.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Utusannya para pendekar. Semuanya berpakaian serbahitam. Warna hitam itu dari peristiwa itu,” katanya.

Pakaian hitam juga merupakan warna dasar orang Nusantara. “Kebanyakan berwarna hitam. Mulai dari Aceh, Betawi, Sunda, Ponorogo, Madura dan lain-lain.”

Kemudian Suharbillah memaknai warna hitam. Menurut dia, makna filososfis hitam pada pakaian Pagar Nusa adalah orang yang lurus, tidak nolah-noleh.

“Jadi, orangnya berjalan jujur dan lurus.”

Selain itu, dalam keputusan internasional menetapkan atlet silat harus berpakaian hitam. “Kita selaku pendukung, termasuk sumber silat di dunia, kita sewajarnya ikut berpakaian itu,” pungkasnya.

Penulis: Abdullah Alawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Nasional, Humor Islam, Fragmen Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah