Kamis, 08 Juni 2017

Dakwah Dai Radikal Harus Dilawan Dengan Dakwah yang Lembut

Magelang, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah



Hasil penelitian Badan Nasional Penanggulangan Terorisme ? (BNPT) dan The Nusa Institute menunjukkan bahwa, persentase potensi perkembangan paham radikal-terorisme di Indonesia adalah 66 %, sedangkan 15 % diantaranya berpotensi terjadi di dunia pendidikan dan tempat ibadah.

Dakwah Dai Radikal Harus Dilawan Dengan Dakwah yang Lembut (Sumber Gambar : Nu Online)
Dakwah Dai Radikal Harus Dilawan Dengan Dakwah yang Lembut (Sumber Gambar : Nu Online)

Dakwah Dai Radikal Harus Dilawan Dengan Dakwah yang Lembut

Untuk itu, BNPT melaksanakan sosialisasi pemahaman radikal-terorisme di Jawa Tengah tepatnya di kabupaten Magelang dengan tema Dialog Pelibatan Dai dalam Pencegahan Paham Radikal-Terorisme yang berlangsung di Magelang ? (31/05). Kegiatan ini diikuti 170 peserta dari empat kebupaten/kota yaitu Kota Magelang, Kabupaten Magelang, Purworejo, dan Temanggung.

Kasubdit Kewaspadaan BNPT Andi Intang Dulung menyatakan kelompok radikal-terorisme menggunakan agama sebagai tamengnya dalam menyebarkan ajarannya. Oleh karena itu, ulama dan dai sangat strategis dalam penanggulangan paham kekerasan ini.

"Dai dilawan dengan dai, dakwah dilawan dengan dakwah," jelasnya mantan Ketua Muslimat NU Sulsel ini.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sementara itu Ketua Forum Koordinasi Penaggulangan Terorisme (FKPT) Jateng Najahan Musyafak menjelaskan kegiatan ini tidak sampai di sini, melainkan akan dikembangkan ke seluruh kabupaten/kota se-Jawa Tengah, terang.?

“Kita akan melakukan kerja sama dengan instansi terkait seperti walikota, bupati, kepolisian, dan TNI se-Provinsi Jawa Tengah, sambung Najahan.

"Dai radikal adalah salah satu sumber radikalisme yang memprovokasi lewat dakwah, mereka bukan memudahkan tapi malah mempersulit kita dalam beragama," papar Najahan.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ia menambahkan, Hal ini akan membahayakan NKRI karena di antara kelompok masyarakat akan saling membenci dan terpecah belah. Kelompok ini hanya memahami agama secara rigit dan tekstual, jelasnya. Red: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Meme Islam Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Minggu, 04 Juni 2017

Bangun Masjid Agung Daegu, TKI di Korsel Himpun Dana Rp 650 Juta

Daegu, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Ribuan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Korea Selatan menghimpun dana kurang lebih 58 juta won atau sekitar Rp 650 juta untuk pembangunan masjid agung Daegu di Korea Selatan pada acara Tabligh Akbar dalam rangka Harlah ke-3 Mushola Al-Iman Yeongcheon bertema ‘Pererat Ukhuwah Islamiyah, Tebarkan Dakwah: Sukseskan Pembangunan Masjid Agung Daegu’.

Bangun Masjid Agung Daegu, TKI di Korsel Himpun Dana Rp 650 Juta (Sumber Gambar : Nu Online)
Bangun Masjid Agung Daegu, TKI di Korsel Himpun Dana Rp 650 Juta (Sumber Gambar : Nu Online)

Bangun Masjid Agung Daegu, TKI di Korsel Himpun Dana Rp 650 Juta

"Jamaah yang hadir luar biasa antusias, mencakup semua lapisan masyakat di Korea Selatan. Adapun kotak amal berhasil dihimpun pada pengajian menghadirkan KH Anwar Zahid cukup fantastis, 58 juta won lebih atau sekitar Rp 650 juta," tegas Ketua PCINU Korsel Yusuf Muhammad didampingi Ketua PC GP Ansor Daegu Korea Selatan Sukaryadi, di Ansan, Korea Selatan, Senin (4/5) malam saat dihubungi Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah dari Indonesia.

Pada kegiatan yang diselenggarakan ? di Musholla Al-Iman Yeongcheon Daegu Korea ? Selatan di ? dukung ? oleh masjid dan mushola se-Korea Selatan di bawah naungan Komunitas Muslim Indonesia (KMI), sekitar 6 ribu TKI menyimak tausyiah dari penceramah kondang dan kocak asal Bojonegoro KH Anwar Zahid pada Ahad (3/5) siang waktu setempat.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"KH Anwar Zahid punya guyonan khas, di samping itu beliau ? juga berhasil menggugah hati jamaah untuk bersedekah dan sedekah itu kembali kepada diri kita," papar Yusuf yang berasal dari Pati, Jawa Tengah itu.

Pada pengajian yang juga terselenggara atas dukungan Kedutaan Besar Republik Indonesia Korea Selatan, ? Forum Komunikasi Masyarakat Indonesia (FKMI) Daegu dan PCINU itu, KH Anwar Zahid yang merupakan pengasuh pondok pesantren Attarbiyah Islamiyah Assyafiiyah Bojonegoro Jawa Timur itu menyampaikan tiga pesan hidup sukses kepada jamaah.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Pertama bekerja keras, kedua berpikir cerdas, dan ketiga beramal ikhlas," tutur Yusuf menyampaikan pesan KH Anwar Zahid. (Gatot Arifianto/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Pahlawan, Sholawat Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Isi Liburan Kampus, Santri Darul Hikam Ngaji Kitab Tasawuf

Jember, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah - Di masa liburan kampus IAIN Jember Januari-Pebruari 2016 ini, Pesantren Darul Hikam Mangli Kecamatan Kaliwates Kabupaten Jember tidak serta merta meliburkan para santri. Pesantren ini menyediakan pengajian kitab Bidayatul Hidayah karya Imam Ghazali.

Pelajaran ini berbeda dengan yang biasa diajarkan di pesantren mahasiswa ini. Biasanya, ilmu yang diajarkan di pondok ini adalah kitab-kitab nahwu, sharaf, fiqh, ushul fiqh, dan qawaidul fiqhiyah.

Isi Liburan Kampus, Santri Darul Hikam Ngaji Kitab Tasawuf (Sumber Gambar : Nu Online)
Isi Liburan Kampus, Santri Darul Hikam Ngaji Kitab Tasawuf (Sumber Gambar : Nu Online)

Isi Liburan Kampus, Santri Darul Hikam Ngaji Kitab Tasawuf

Program khataman kitab Bidayatul Hidayah ini merupakan tradisi baru di Pesantren Darul Hikam. Untuk mengisi kekosongan kegiatan selama liburan semester, pihak pesantren sengaja mengajak mahasiswa untuk tidak pulang, tapi mengisinya dengan kegiatan positif seperti pengajian kitab ini.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Pengasuh Pesantren Darul Hikam DR Kiai MN Harisudin mengatakan bahwa pilihan mengaji kitab ini adalah agar mahasantri tidak terlalu melihat aspek legal-formal saja dan juga tidak hitam putih halal dan haram. Pelajaran ini dipilih agar mahasantri memiliki jiwa kemanusiaan yang digali dari kitab tasawuf.

“Saya kira, pas jika yang dikaji kitab tasawuf karya Imam Ghazali. Ini kitab dasar tasawuf yang cocok untuk mahasantri Pesantren Darul Hikam yang 100 persen mahasiswa IAIN Jember. Biar mereka lebih punya ‘rasa tasawuf’ dalam kehidupan sehari-hari,” tukas Kiai Haris yang kini diamanahkan sebagai Katib Syuriyah PCNU Jember.

Apalagi di tengah-tengah persaingan global dan budaya modern yang nyaris meluluhlantakkan bangunan agama, nilai spritualitas yang dibawa kitab tasawuf sangat penting dihadirkan dalam kehidupan ini.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Kritik Imam Ghazali dalam kitab ini, saya kira masih relevan. Misalnya orientasi mencari ilmu untuk pangkat, jabatan, dan kekayaan. Ini kan sesuai dengan kondisi sekarang yang hanya berorientasi ijazah?” kata Doktor Ushul Fiqh keluaran IAIN Sunan Ampel, Surabaya.

Kiai Harisudin berharap mahasantri Pesantren Darul Hikam dapat mengamalkan ilmu yang diperoleh dalam kitab Bidayatul Hidayah ini. Ini sesuai dengan moto Pesantren Darul Hikam, “Ilmu yang diamalkan. Dan amal yang berdasarkan Ilmu”. (Muhyidin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Nasional, Nahdlatul Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kamis, 01 Juni 2017

Sekjen PBNU: Pembelaan kepada Palestina adalah Pembelaan Kemanusiaan

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Menyikapi langkah Presiden Amerika Donald Trump yang akan menjadikan Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel, PBNU menilai harus ada tekanan penolakan terhadap keputusan yang memunculkan sentimen negatif dunia kepada Amerika tersebut.

"Kita mengapresiasi Presiden Jokowi yang telah mengambil langkah tepat dalam menyikapi kondisi ini," kata Sekjen PBNU Helmy Faisal Zain di Gedung PBNU Jakarta Pusat, Jumat (8/12).

Sekjen PBNU: Pembelaan kepada Palestina adalah Pembelaan Kemanusiaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Sekjen PBNU: Pembelaan kepada Palestina adalah Pembelaan Kemanusiaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Sekjen PBNU: Pembelaan kepada Palestina adalah Pembelaan Kemanusiaan

Keputusan sepihak ini lanjut Helmy, telah melahirkan kekacaubalauan serta menimbulkan konstalasi yang memanas diseluruh penjuru dunia. Bukan hanya negara-negara Islam yang menurutnya kontra terhadap langkah Trump ini, namun seluruh dunia termasuk Vatikan juga menyesalkannya.

Keputusan itu juga telah melanggar kesepakatan karena berdasarkan Konsensus PBB yang telah disepakati menyatakan tidak akan mengubah batas negara terkait konflik yang ada d ikawasan tersebut.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Kita mengakui Palestina sebagai sebuah negara dan Yerussalem merupakan bagian dari Palestina," tegasnya.

Ia juga melihat bahwa keputusan Presiden Amerika adalah keputusan yang konyol karena memiliki modus untuk penguatan politik dalam negeri Amerika. 

Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal era Presiden SBY ini berharap masalah ini dapat segera diselesaikan melalui forum Internasional dan tidak digeser menjadi permaslahan dan konflik antar agama.

"Permasalahan Palestina adalah permasalahan kemanusiaan. Pembelaan kepada Palestina adalah pembelaan kemanusiaan yang merupakan hak setiap bangsa," tegasnya. (Muhammad Faizin/Kendi Setiawan). Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Pondok Pesantren Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Masyarakat Diimbau Tak Mengamilkan Diri Kelola Zakat

Pringsewu, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Pengelolaan Zakat, khususnya zakat fitrah di tengah-tengah masyarakat selama ini sering ditangani panitia yang dibentuk ketakmiran masjid atau mushalla di daerah masing-masing. Kepanitiaan tersebut menerima dan menyalurkan zakat dari masyarakat serta mengambil bagian amil dari zakat yang dikumpulkan.

Padahal jika dilihat dari sisi syari, kepanitiaan yang dibentuk selama ini belum memenuhi syarat untuk disebut sebagai amil. "Definisi amil itu adalah orang yang adil dan ditunjuk atau mendapatkan legalitas imam. Dalam konteks ini pemerintah, untuk mengumpulkan dan menyalurkan zakat," Kata Ketua Lembaga Bahtsul Masail PWNU Lampung KH Munawir, Kamis (23/6).

Masyarakat Diimbau Tak Mengamilkan Diri Kelola Zakat (Sumber Gambar : Nu Online)
Masyarakat Diimbau Tak Mengamilkan Diri Kelola Zakat (Sumber Gambar : Nu Online)

Masyarakat Diimbau Tak Mengamilkan Diri Kelola Zakat

Untuk masalah legalitas, saat ini pemerintah sudah membentuk Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) yang memiliki kewenangan untuk memberikan perizinan pembentukan amil.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Untuk membantu maksimalisasi pengolahan zakat, Baznas mengesahkan Lembaga Amil Zakat (LAZ) yang juga diberi kewenangan untuk mengesahkan Amil," tambahnya saat menjelaskan permasalahan seputar zakat pada Kegiatan Sosialisasi LAZISNU Kabupaten Pringsewu di Kecamatan Gadingrejo Pringsewu.

Jadi, menurutnya, Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) yang sudah dibentuk di Kabupaten Pringsewu menjadi solusi untuk legalisasi Amil di kabupaten dengan motto jejama secancanan bersenyum manis ini.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Menurutnya, panitia-panitia yang biasanya dibentuk di masjid dan mushalla selama ini dapat meminta izin kepada LAZISNU untuk mendapat legalitas sehingga dapat secara sah menjadi amil dan berhak mengambil bagian dari zakat yang dikumpulkan.

Ia mengingatkan juga bahwa jika muzakki menyerahkan zakatnya kepada panitia yang belum memiliki legalitas, maka belum gugur kewajiban zakatnya sampai zakat itu benar-benar sampai kepada mustahiqnya.

"Namun jika zakat para muzakki diserahkan kepada amil yang sah maka begitu ia memberikan zakatnya kepada amil tersebut maka gugurlah kewajibannya dalam berzakat," pungkasnya. (Muhammad Faizin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Santri, Ahlussunnah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Rabu, 31 Mei 2017

ISNU: Indonesia Kehilangan Ahli Fiqih Terbaik

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Ketua Umum Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (NU) Ali Masykur Musa menyatakan wafatnya Rais Aam Syuriah Pengurus Besar NU (PBNU) KH Sahal Mahfudh membuat bangsa Indonesia kehilangan salah satu ahli ilmu fiqih terbaiknya.

"Innnaalillaahi wa innaa Ilaihi roojiuun, telah meninggal dunia guru kami, KH Sahal Mahfudh. Mbah Sahal adalah sosok yang sangat alim. Indonesia kehilangan ahli Fiqih terbaiknya," ujar Ali Masykur Musa di Jakarta, Jumat.

ISNU: Indonesia Kehilangan Ahli Fiqih Terbaik (Sumber Gambar : Nu Online)
ISNU: Indonesia Kehilangan Ahli Fiqih Terbaik (Sumber Gambar : Nu Online)

ISNU: Indonesia Kehilangan Ahli Fiqih Terbaik

Ilmu Fiqih adalah salah satu bidang ilmu dalam syariat Islam yang secara khusus membahas persoalan hukum yang mengatur berbagai aspek kehidupan manusia, baik kehidupan pribadi, bermasyarakat maupun kehidupan manusia dengan Allah SWT.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Menurut Ali Masykur Musa, Sahal yang lazim disapa Mbah Sahal tersebut adalah seorang fuqoha (ahli ilmu Fiqih) modern. 

Ada dua kitab karya Sahal yang selalu menjadi rujukan umat untuk memperkaya khasanah Islam, yaitu Fiqih Siyasah (politik) dan Fiqih Lingkungan. 

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dengan buku yang menjadi karya beliau itu, ujar Ali Masykur, hukum Islam mampu menjawab berbagai tantangan zaman.

"Mbah Sahal yang juga mengemban amanah sebagai Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) selama tiga periode ini adalah tokoh yang sangat disegani, bukan hanya karena ilmu, tetapi juga akhlaknya," kata Cak Ali, panggilan akrab Ali Masykur Musa. 

Dalam berorganisasi, lanjut dia, Sahal adalah sosok yang sangat taat pada aturan organisasi yang ada, sehingga pengambilan keputusan selalu menunggu pendapat tokoh ini. 

"Secara pribadi saya sangat kagum dan hormat pada almarhum Mbah Sahal. Banyak sikap politik saya yang dipengaruhi oleh pandangan beliau. Saya sangat terkesan saat menjadi Ketua Umum Ikatan Sarjana NU (ISNU), saya dilantik langsung oleh beliau, yang mana tidak biasa dilakukan sebelumnya," kata Cak Ali yang juga Wakil Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). (antara/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Warta, AlaNu, Kajian Sunnah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

IPNU Klaten Kritik Tayangan Teve Tak Mendidik

Klaten, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Klaten menyayangkan suguhan sejumlah tayangan hiburan yang tidak mendidik di televisi. Celakanya, hiburan tidak mendidik itu dikonsumsi juga oleh pemirsa dari semua usia, terutama anak-anak.

IPNU Klaten Kritik Tayangan Teve Tak Mendidik (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU Klaten Kritik Tayangan Teve Tak Mendidik (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU Klaten Kritik Tayangan Teve Tak Mendidik

Keprihatinan ini dinyatakan Ketua Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Klaten Ahmad Saifuddin. “Saya prihatin dengan acara joget seperti program YKS. Ini secara tidak langsung mendidik anak untuk bermental sarkastik (ejekan kasar),” terang Saifuddin lulusan Fakultas Psikologi saat dihubungi Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah, Rabu (5/2) malam.

Saifuddin yang kini menjabat sebagai guru BK SMK Baja Ceper menerangkan, acara itu sebut saja memberi hadiah kepada peserta yang memiliki joget paling bagus.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Padahal, hadiah itu simbol sebuah penghargaan. Kalau menonton ini, anak-anak akan berpikir seolah joget yang seperti itu, sebuah hal yang baik,” tegas Saifuddin.

Saat dikaitkan dengan persoalan kebebasan berekspresi, Saifuddin menyetujuinya dengan catatan dibarengi tanggung jawab. “Media memiliki tanggung jawab secara etika atau moral,” imbuhnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Saifuddin mendesak dinas dan kementerian terkait untuk bertindak tegas. “Tentu saja melalui upaya penyadaran, pembinaan, atau penyuluhan tentang bahaya dan tidaknya acara-acara TV yang disertai contoh konkret dari efek negatif sehingga lebih mengena,” ujarnya.

Sebagai bentuk pencegahan lainnya, kementerian atau dinas terkait perlu memberdayakan permainan tradisional yang sarat nilai-nilai. “Dapat pula dengan ikut menggerakkan organisasi pemuda dan belajar untuk membina menggerakkan lembaga kesenian lokal untuk menciptakan hiburan yang sehat. Intinya mengarah mengarahkan ke manfaat yang positif,” pungkasnya. (Ajie Najmuddin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Makam Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah