Selasa, 03 Januari 2017

95 Persen Situs Berusia 1000 Tahun telah Dihancurkan

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Para pecinta warisan sejarah Islam dan sebagian warga lokal Saudi Arabia terkejut dengan banyaknya warisan sejarah di Makkah dan Madinah yang telah dibuldoser, diantaranya untuk membuat pusat perbelanjaan yang megah, hotel mewah dan gedung pencakar langit. Berdasarkan estimasi Gulf Institute 95 persen bangunan yang berumur 1,000 tahun telah dihancurkan dalam 20 tahun terakhir.

Di Masjidil Haram Makkah, tempat paling suci bagi umat Islam dimana seluruh umat Islam diperlakukan sederajat, sekarang dibayangi oleh Jabal Omar, sebuah komplek pengembangan apartemen pencakar langit, hotel dan sebuah menara jam yang sangat besar.

95 Persen Situs Berusia 1000 Tahun telah Dihancurkan (Sumber Gambar : Nu Online)
95 Persen Situs Berusia 1000 Tahun telah Dihancurkan (Sumber Gambar : Nu Online)

95 Persen Situs Berusia 1000 Tahun telah Dihancurkan

Untuk membangunnya, pemerintah Saudi menghancurkan benteng Ajyad yang ada sejak era Ottonom dan bukit yang ada di sekitarnya. Bangunan bersejarah lain yang hilang meliputi tempat kelahiran Rasulullah, yang sekarang menjadi perpustakaan, dan rumah Khadijah, istri pertama Nabi, yang sekarang menjadi toilet publik sebagaimana dilaporkan oleh The Independent.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sampai saat ini, pembangunan di Madinah masih sedikit lebih terkendali dibandingkan di Makkah, meskipun sejumlah situs awal Islam telah hilang. Dari tujuh masjid yang dibangun untuk memperingati perang Khondaq atau perang parit, satu peristiwa yang cukup menentukan dalam sejarah perkembangan Islam, saat ini hanya tersisa dua

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sepuluh tahun lalu, sebuah masjid cucu Rasulullah dihancurkan dengan dinamit. Gambar penghancuran masjid yang diambl secara rahasia menunjukkan para polisi agama merayakan keruntuhan tempat bersejarah tersebut.

Pengabaian sejarah awal Islam ini merupakan adopsi dari Wahabisme yang menginterpretasikan ajaran Islam secara kaku.

Di sebagian besar negara Muslim, banyak tempat suci dibangun dan kunjungan ke makam merupakan hal yang biasa, tetapi bagi kelompok Wahabi, praktek seperti ini dianggap sesat. Polisi agama di Saudi Arabi melarang peziarah untuk berdoa atau mengunjungi tempat-tempat yang terkait dengan kehidupan Rasulullah dan berusaha menghancurkan situs-situs sejarah tersebut.

Dr Irfan al-Alawi dari Islamic Heritage Research Foundation mengkhawatirkan pembangunan kembali Masjid Nabawi merupakan upaya lebih luas untuk merubah fokus dari tempat Nabi Muhammad dikuburkan. Tempat pemakaman Rasulullah ditutupi dengan kubah hijau yang terkenal dan menjadi pusat dari masjid Nabawi saat ini, tetapi dengan rencana pengembangan baru, lokasi tersebut akan menjadi sisi timur dari bangunan yang akan diperluas delapan kali lipat dengan sebuah mimbar baru bagi imam. Juga terdapat rencana untuk membongkar Raudhah yang bisa diartikan sebagai taman surga, sebuah lokasi sempit di tengah-tengah masjid, yang oleh nabi sendiri dikatakan memiliki keistemewaan untuk berdoa. ?

“Mereka beralasan untuk membuat ruangan yang lebih besar dan menciptakan 20 ruangan yang akan menampung 1.6 juta jamaah,” kata Alawi. “Hal ini adalah nonsense, apa yang sebenarnya mereka inginkan adalah mengganti fokus dari tempat dimana Rasulullah dikuburkan,” katanya.

Sebuah pamflet yang dipublikasikan pada tahun 2007 oleh kementerian Hubungan Keislaman dan didukung oleh Grand Mufti Saudi Arabia, Abdulaziz al Sheikh, meminta kubah nabi diruntuhkan dan makam Nabi Muhammad, Abu Bakar dan Umar diratakan dengan tanah. Sheikh Ibn al-Uthaymeen, satu dari ulama terkenal Wahabi juga meminta hal yang sama.

Alawi mengkritisi kediaman umat Islam atas penghancuran Mekkah dan Madinah. Umat Islam dinilainya lebih peka terhadap film yang yang menghina nabi Muhammad, tetapi penghancuran tempat kelahiran nabi Muhammad, tempat dimana dia berdoa dan mengembangkan Islam dibiarkan berlanjut tanpa halangan.

Kerajaan Saudi merasa hanya mereka sendiri yang memiliki otoritas atas apa yang terjadi pada peninggalan awal sejarah Islam. Meskipun mereka telah mengeluarkan milyaran dolar untuk memperluas Mekkah dan Madinah, tetapi dua kota suci ini juga memberi keuntungan pada negara yang sangat tergantung pada hasil minyak bumi ini.

Baik Kedutaan Saudi di London atau Kementerian Luar Negeri Saudi merespon permintaan komentar ketika The Independent mengontak mereka terkait rencana perluasan masjid Nabawi yang didalamnya akan menggusur tiga masjid bersejarah, yaitu masjid untuk mengenang Abu Bakar, Umar dan masjid Ghamama.?

Redaktur: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Kajian Sunnah, Syariah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Jumat, 30 Desember 2016

Habib Luthfi Sarankan Rawat Yatim, Bukan Dirikan Panti

Brebes, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Ra’is ‘Am Jam’iyah Ahlu Thariqah al Mu’tabarah an Nahdiyah Habib Luthfi bin Ali Yahya tidak sepakat dengan pendirian Panti Asuhan Yatim Piatu. Sebab hanya menambah penderitaan Si Yatim atau Si Piatu itu sendiri. Hatinya juga dikerdilkan ketika dewasa dan menjadi beban tersendiri ketika mendapatkan kesuksesan di kala dewasa. ? Apalagi jika Panti Asuhan sekadar dibisniskan dan melenceng dari koridor tatanan agama.?

“Ketika dewasa dan sukses, kerap kebesaran anak Yatim disebut-sebut atas jasa sebuah panti,” kata Habib ketika mengisi pengajian Bumiayu Bersholawat dalam rangka Peringatan Isra Miraj di halaman Masjid Baitul Rohim, Kamis malam lalu (23/5).

Habib Luthfi Sarankan Rawat Yatim, Bukan Dirikan Panti (Sumber Gambar : Nu Online)
Habib Luthfi Sarankan Rawat Yatim, Bukan Dirikan Panti (Sumber Gambar : Nu Online)

Habib Luthfi Sarankan Rawat Yatim, Bukan Dirikan Panti

Yang dikehendaki Habib adalah bagaimana menjadi pengganti ayah atau ibu dari yang si anak yatim piatu itu sesungguhnya. Anak yatim itu menjadi kewajiban orang per orang individu untuk menjadi pengganti dari orang tua yang telah hilang.?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Bukan dengan dititip-titipkan di panti asuhan,” kata habib.

Habib menyayangkan maraknya ‘perlombaan’ mendirikan panti asuhan tetapi amat sedikit individu-individu keluarga yang di dalamnya ? mengasuh anak yatim.?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Kalau tiap individu dermawan mengasuh anak yatim menjadi bagian dari keluarganya, tentu tidak ada masalah dalam menanggulangi kemiskinan dan beban berat anak yatim,” ujarnya.

Selain itu, Habib juga mengingatkan agar tali silaturahmi harus terus diikatkan agar tercapai kemuliaan hidup. Bahkan silaturahmi mampu menolak bala. Terutama silaturahim kepada kedua orang tua. Bila sudah meninggal, tentu dengan mendatangi kuburannya atau ziarah.?

“Akan lebih indah mana, ketika kita mengirim uang kepada orang tua dengan transfer atau kita antar sendiri?” tanya Habib yang dijawab hadirin dengan kata datang sendiri.

Selain itu, Habib menganjurkan umat Islam untuk selalu bersholawat sebagai ungkapan kasih sayang dan kecintaan kepada Nabi. Bila sholawat terus dikumandangkan ibarat bumi yang gersang akan tumbuh pepohonan sehingga rindang dan subur.

Bupati Brebes Hj Idza Priyanti merasa gembira dengan berbagai kegiatan keagamaan yang bertajuk sholawat. Dia berharap keberkahan akan terus tercurahkan kepada bumi Brebes sehingga masyarakatnya akan senantiasa sejahtera lahir batin dalam lindungan Allah SWT.

Ketua Panitia H Faris Sulhaq menjelaskan, pengajian terselenggara atas kebersamaan antara pengurus masjid, Pemkab, Polres dan Dandim 0713 Brebes. Dengan kebersamaan antara ulama dan umara akan tercipta kondusifitas yang indah. Persatuan dan kesatuan dari berbagai elemen masyarakat akan memperkokoh jalinan ukhuwah islamiyah, wathoniyah, bashariyah.?

Redaktur ? ? : Mukafi Niam

Kontributor: Wasdiun

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Jadwal Kajian Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Senin, 26 Desember 2016

Menjawab Tuduhan Kiai Said Mendukung Hary Tanoe

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Beberapa hari terakhir publik sempat dikejutkan dengan pemberitaan terkait Ketua Umum Nahdlatul Ulama KH Said Aqil Siroj mempromosikan Hary Tanoe untuk menjadi presiden. Namun demikian, Wakil Sekretaris Jenderal Nahdlatul Ulama Masduki Baidlowi menyangkal bahwa pemberitaan tersebut tidaklah benar.

Masduki menjelaskan bahwa sebuah berita harus berimbang dan sesuai dengan kaidah kode etik jurnalistik. Ia mengatakan bahwa pemberitaan yang melibatkan Kiai Said tersebut adalah tidak utuh dan hanya sepotong-sepotong.

“Pembicaraan Ketua Umum (Kiai Said) mesti dimuat secara utuh, harus sesuai dengan prinsip 5W plus 1H,” kata Masduki di kantor Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah, Selasa, (26/4).

Menjawab Tuduhan Kiai Said Mendukung Hary Tanoe (Sumber Gambar : Nu Online)
Menjawab Tuduhan Kiai Said Mendukung Hary Tanoe (Sumber Gambar : Nu Online)

Menjawab Tuduhan Kiai Said Mendukung Hary Tanoe

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa foto-foto Hary Tanoe yang tersebar di berbagai media sosial tersebut adalah kumpulan dari rangkaian kunjungan Hary Tanoe ke berbagai pesantren, termasuk pesantren Nahdlatul Wathon di NTB dan Pesantren Al Falah di Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan.?

“Itu (foto-foto itu) adalah kompilasi dari beberapa peristiwa yang dihadiri oleh Hary Tanoe di beberapa pesantren,” terangnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Namun, imbuh Masduki, media memberitakan dan menggiring pendapat masyarakat seolah-olah itu adalah satu peristiwa ketika Hary Tanoe bertamu ke pesantren Al Tsaqofah bulan lalu.?

“Itu tidak benar dan bersifat fitnah,” tegasnnya.?

Hary Tanoe bertandang ke Pesantren Al Tsaqafah asuhan Kiai Said di Ciganjur, Jakarta Selatan, pada Minggu, (13/3). Dalam lawatannya tersebut, Hary Tanoe hanya berbagi ilmu dan pengalaman kepada para santri Al Tsaqafah. (Muchlishon Rochmat/Zunus)?

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Sholawat Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kamis, 22 Desember 2016

STAINU Jakarta Gelar Wisuda Ke-5 Akhir Bulan Ini

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) Jakarta akan mengadakan Rapat Senat Terbuka dan Wisuda ke-5 pada Selasa (27/9/2016) di Sasono Langen Budoyo, Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta Timur. Wisuda tahun ini, STAINU Jakarta meluluskan 248 Sarjana dan Diploma.

Ketua Panitia Pelaksana Wisuda Aris Adi Leksono mengatakan, rapat senat terbuka ini akan wisudawan sebanyak 248 sarjana dan diploma ini berasal dari tiga program studi, yaitu: Pendidikan Agama Islam, Ahwalul Sakhsiyah, dan Perbankan Syariah.

STAINU Jakarta Gelar Wisuda Ke-5 Akhir Bulan Ini (Sumber Gambar : Nu Online)
STAINU Jakarta Gelar Wisuda Ke-5 Akhir Bulan Ini (Sumber Gambar : Nu Online)

STAINU Jakarta Gelar Wisuda Ke-5 Akhir Bulan Ini

Aris menambahkan, pada Wisuda ini, STAINU Jakarta ingin kembali menegaskan pentingnya menjaga tradisi, mengembangkan inovasi dalam menghadapi tuntutan zaman yang terus bergerak cepat. Melalui wisuda ini, diharapkan lulusan STAINU Jakarta mampu berkiprah di masyarakat dengan pola kehidupan sosial sesuai nilai-nilai dan prinsip NU.

“Yang akan memberikan orasi ilmiah kepemudaan adalah Menteri Pemuda dan Olahraga RI, Imam Nahrawi. Beliau akan bicara tentang strategi pemuda agar sukses mengahadapi kompetisi di era masyarakat ekonomi ASEAN,” terang Wakil Ketua IV STAINU Jakarta ini.

STAINU Jakarta mengundang Rais Aam PBNU, KH Maruf Amin, dan Ketua Umum PBNU, KH Said Aqil Siroj untuk menyampaikan taushiyah penguatan Islam Nusantara. Turut serta hadir dalam kegiatan tersebut, Ketua BP3TNU STAINU Jakarta, H. Marzuki Utsman yang akan memberikan sambutan terkait rencana strategis pengembangan perguruan tinggi NU.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Wisuda tahun ini diperkirakan akan dihadiri 864 orang. Terdiri dari orang tua, dosen, perwakilan kampus, serta sejumlah tokoh pesantren, dan organisasi masyarakat. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Cerita, Bahtsul Masail Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Senin, 19 Desember 2016

Pemkab Sinjai Gandeng UIM Tingkatkan Produktivitas Pertanian

Makassar, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Salah satu perguruan tinggi NU, Universitas Islam Makassar (UIM) bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, mengadakan Tudang Sipulung dalam rangka Peningkatan Produksi dan Produktivitas menuju Swasembada Pangan, 30-31 Desember, di Ruang Pola Kantor Bupati Sinjai, Kabupaten Sinjai.

Pemkab Sinjai Gandeng UIM Tingkatkan Produktivitas Pertanian (Sumber Gambar : Nu Online)
Pemkab Sinjai Gandeng UIM Tingkatkan Produktivitas Pertanian (Sumber Gambar : Nu Online)

Pemkab Sinjai Gandeng UIM Tingkatkan Produktivitas Pertanian

Acara dibuka secara resmi oleh Bupati Sinjai H Sabirin Yahya. Peserta bejrumlah sekitar 300 orang yang terdiri dari para camat se-Kabupaten Sinjai, kepala desa se-Kabupaten Sinjai, para penyuluh pertanian Sinjai, dan kelompok tani.

Rektor UIM yang juga Ketua Lembaga Pendidikan Tinggi NU Sulsel Dr Majdah M Zain dalam kuliah umumnya menyampaikan komitmen UIM dalam membangun sektor pertanian. Menurutnya, hal ini sejalan dengan beberapa program studi UIM yang konsen dalam bidang pertanian.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Majdah bersyukur saat ini kurang lebih 200 alumni S1 dan S1 UIM bidang pertanian telah mengabdikan dirinya terhadap Kabupaten Sinjai untuk memajukan pertanian. Bahkan, katanya, saat ini sejumlah alumni mengabdikan dirinya di Kabupaten Sinjai, di antaranya sebagai Kepala BP4K (Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian Perikanan dan Kehutanan) Sinjai.

"Di sisi lain saat ini UIM sedang menjajaki kerja sama dengan 4 kementerian yakni, Kementerian Sosial, Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Pemuda dan Olahraga, serta Pertanian untuk membangun program 5 Bina bagi desa di Sulawesi Selatan, yaitu Bina Akhlak, Bina Ukhuwah, Bina Sinergi, Bina Dana, serta Bina Produk dan Pasar," tambahnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ia menjelaskan, program 5 Bina ini diharapkan mampu memberikan kontribusi bagi masyarat desa dalam hal pembangunan moralitas,? persatuan, sinergitas, pembangunan perekonomian, melalui baitul mal, dan pembangunan produktivitas untuk berdaya saing menghadapai Masyarakat Ekonomi ASEAN. “Tentunya harapan kami, UIM mampu memberikan kontribusi kepada masyarakat Sinjai dengan program 5 Bina ini," ungkapnya.

Turut hadir Wakil Bupati Sinjai H Andi Fajar Yanwar, Kapolres, Dandim, Direktur Pascasarjana UIM Dr Nurul Fuadi, Asdir I PPs UIM Dr Suardi Bakri, dan Ketua Prodi Ilmu Pertanian S2 Dr Helda Ibrahim. (Andy Muhammad Idris/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Olahraga, Warta, Tokoh Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sabtu, 10 Desember 2016

PMII Siapkan 300 Paket untuk Korban Gempa Aceh

Banda Aceh, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Ikut andil dalam membantu korban bencana gempa bumi yang mengguncang wilayah Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, Rabu (7/12) lalu, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia yang tergabung dalam PMII Peduli memberikan berbagai macam bantuan.

Setelah sebelumnya PMII Kota Banda Aceh menyalurkan bantuan berupa sandang pangan dan beberapa kebutuhan pokok lainnya, kali ini mereka bersama PMII luar Aceh kembali akan menyalurkan bantuan berupa 300 paket perlengkapan sekolah untuk anak-anak korban gempa di Pidie Jaya.

PMII Siapkan 300 Paket untuk Korban Gempa Aceh (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Siapkan 300 Paket untuk Korban Gempa Aceh (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Siapkan 300 Paket untuk Korban Gempa Aceh

Koordinator bantuan, Fauzan memaparkan perihal bantuan yang akan disalurkan, Ahad (18/12) besok. "Bantuan ini merupakan amanat sahabat-sahabat PMII luar Aceh, diantaranya dari PK PMII STAIS Pasuruan, Kopri PC PMII Cianjur, PC PMII Kota Jambi, PC PMII Kota Bima NTB, PC PMII Surakarta dan PC PMII Kutai Timur,” jelas Fauzan yang juga Wakil Ketua II PC PMII Banda Aceh.

Ketua PC PMII Banda Aceh, Akmaluddin menambahkan, bantuan tersebut bukan bantuan yang terakhir, karena sampai sejauh ini masih banyak sahabat-sahabat PMII luar daerah yang ingin menyalurkan bantuan melalui PMII Banda Aceh untuk membantu saudara-saudara di Pidie Jaya.

“Bantuan ini merupakan wujud solidaritas kami atas nama PMII Peduli kepada masyarakat Pidie Jaya yang sangat membutuhkan. Besar harapan semoga bantuan yang kami salurkan bisa sedikit meringankan beban para korban gempa,” ujar Akmaluddin. (Fauzi E/Fathoni)

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Hadits, Khutbah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Jumat, 09 Desember 2016

Pemerintah Wajib Jadikan Petani Produsen Utama Pangan Nasional

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Forum Munas Alim Ulama Nahdlatul Ulama 2012 mengeluhkan nasib malang mayoritas kaum tani akibat kebijakan impor pemerintah atas kebutuhan pangan dalam negeri. Pemerintah dinilai masih menekankan ketahanan pangan ketimbang kedaulatan pangan yang memakmurkan jutaan petani sendiri.

Pemerintah Wajib Jadikan Petani Produsen Utama Pangan Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)
Pemerintah Wajib Jadikan Petani Produsen Utama Pangan Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)

Pemerintah Wajib Jadikan Petani Produsen Utama Pangan Nasional

Selain mengkritisi sejumlah pasal dalam Rancangan Undang-undang (RUU) tentang Pangan, peserta sidang mendesak pemerintah melakukan reorientasi dalam menangani masalah pangan.

“Harus tetap menjadikan dan membina petani sebagai produsen pangan nasional utama, dan tidak mengalihkan tanggung jawab produksi pangan kepada perusahaan,” tutur Sekretaris Komisi Bahtsul Masail ad-Diniyah al-Qanuniyah Sarmidi Husna saat membacakan keputusan akhir komisinya di hadapan 600 kiai dari unsur pengurus NU dan ulama-ulama non-struktural, Senin (17/9), di Pondok Pesantren Kempek Cirebon.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Beberapa butir RUU Pangan yang dikritik merupakan pasal yang potensial menghalalkan importasi berlebihan dan hanya menguntungkan perusahaan asing.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Terlalu memberi peluang impor yang dapat merugikan kaum tani. Atas dasar tersebut, sebelum RUU ini diundangkan, perlu ada pengawalan yang serius terkait dengan membatasi impor pangan demi terwujudnya kedaulatan pangan, dan perlindungan terhadap petani,” sambungnya.

Di sela sesi dialog, Nusron Wahid menyatakan, pemerintah juga perlu memikirkan kerugian tanaman pangan yang dialami para petani dengan memberikan asuransi. Tuntutan ini dinilai masuk akal karena sudah diatur dalam UU APBN.

“Sehingga kalau petani itu menanam kena banjir, kena kekeringan, kena hama, dan sebagainya, itu kegagalan panennya ditannggung pemerintah,” tandas Ketua Umum Gerakan Pemuda Ansor ini.

Redaktur: Mukafi Niam

Penulis ? : Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Santri, Ulama, Kajian Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah