Senin, 26 Januari 2015

STISNU Nusantara “Road show” Aswaja NU ke Pesantren-Sekolah di Tangerang Raya

Tangerang, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Nahdlatul Ulama (STISNU) Nusantara Tangerang merealisasikan program pembinaan Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) ke pesantren dan sekolah se-Tangerang Raya.

STISNU Nusantara “Road show” Aswaja NU ke Pesantren-Sekolah di Tangerang Raya (Sumber Gambar : Nu Online)
STISNU Nusantara “Road show” Aswaja NU ke Pesantren-Sekolah di Tangerang Raya (Sumber Gambar : Nu Online)

STISNU Nusantara “Road show” Aswaja NU ke Pesantren-Sekolah di Tangerang Raya

H Muhamad Qustulani, Wakil Ketua Bidang Akademik STISNU dalam rilis yang diterima Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Senin (11/5) mengatakan, kegiatan itu merupakan bagian dari pengabdian mahasiwa semester VII untuk membumikan aswaja Nahdlatul Ulama di Tangerang.

Alumni STISNU Tangerang adalah pionir NU untuk menangkal gerakan gerakan yang mencoba merusak dan menyalahkan amaliyah dan tradisi sholeh ulama Nusantara. Lagi, menjaga generasi muda terkontaminasi dari ideologi radikal atasnama agama yang dapat merusak keutuhan NKRI.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ia juga menambahkan, roadshow ini bertujuan memberikan pemahaman kepada para santri atau siswa yang akan lulus pesantren, atau sekolah setingkat Madrasah Aliyah bahwa NU adalah jalan soleh  yang real sesuai dengan yang diajarkan oleh Rasulullah SAW.

“Banyak generasi muda yang masih mencari jati diri, salah mengambil tempat menaung. Ujung-ujungnya mereka menjadi bagian mereka yang membidahkan tradisi ulama salafus shalih, lebih lebih mengkafirkan ajaran para guru gurunya di pesantren,” katanya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

KH Mahrusillah, ketua pembina road show pembinaan Aswaja NU STISNU  menegaskan, santri hukumnya wajib NU dan mengamalkan tradisi NU, sebab itu kegiatan ini tidak hanya memberikan pemahaman manhaj Aswaja NU, akan tetapi juga memberikan dalil dalil yang terkait dengan amaliyah nahdliyah di masyarakat.

Buku “Kontroversi Fiqh Tradisionalis” akan dibedah secara tuntas pada kegiatan ini. Ke depan, diharapkan tidak ada lagi kebingungan dalil bagi santri menangkal paham-paham yang bertentangan dengan ajaran shalih ulama.

Azib Andriyansah, ketua panitia roadshow STISNU berharap, para santri yang ingin melanjutkan studi keperguruan tinggi sudah mapan dan matang ideologi ke NU-anya, lebih lebih semua bisa bergabung melanjutkan studi perguruan tinggi di Kampus NU Tangerang, STISNU Nusantara.

“Kami berharap, ke depan, pemerintah daerah atau pusat turut mendukung kegiatan ini, mengingat manfaatnya untuk mencegah lahirnya radikalisme ideologi dan tindakan atasnama agama yang mengancam generasi muda Indonesia,” katanya.

“Lihat saja, mereka yang mengusung khilafah Islamiyah di bawah kebanyakan anak baru lulus yang tidak tahu subtansi beragama, berbangsa, dan beragama,” tambahnya.

Dalam acara roadshow, para peserta tidak hanya diberikan materi Aswaja tetapi juga dilengkapi dengan games dan lomba menghafal cepat Mars NU.

Kegiatan ini diluncurkan di Pondok Pesantren Al Kamil Kota Tangerang, dihadiri oleh 600 santri yang akan lulus. Selain itu, kegiatan ini direncanakan 3 bulan dengan target 20-30 pesantren dan sekolah se Tangerang Raya, di antaranya: Al-Mansyuriah, an-Nuqtoh, Darus Saadah, Al Mansuriyah, dan Al Hasaniyah. (Red: Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Bahtsul Masail, Humor Islam, Ubudiyah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Rabu, 21 Januari 2015

Maftuh Basyuni: Pesantren Mahasiswa Jangan Dinomorduakan

Jepara, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah . Dewan penyantun Universitas Islam Nahdlatul Ulama (Unisnu) Jepara, H Muhammad Maftuh Basyuni menekankan keberadaan pesantren bagi mahasiswa sangat penting, karenanya jangan dinomer duakan.

Maftuh Basyuni: Pesantren Mahasiswa Jangan Dinomorduakan (Sumber Gambar : Nu Online)
Maftuh Basyuni: Pesantren Mahasiswa Jangan Dinomorduakan (Sumber Gambar : Nu Online)

Maftuh Basyuni: Pesantren Mahasiswa Jangan Dinomorduakan

Hal itu dikemukakannya dalam kunjungannnya ke kampus Unisnu Jepara, Sabtu (17/1) pagi.

Mantan Menteri Agama RI itu menjelaskan pesantren bukan hanya sekadar bahan cacian karena penyakit kudisnya namun pesantren mendidik santri menjadi tegas dan tabah menghadapi apa pun.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Berikutnya pesantren melahirkan santri-santri yang mempunyai solidaritas sesama teman. “Pesantren dan kos berbeda. Di kos satu dengan yang lain biasanya tidak saling mengenal. Namun di pesantren semuanya kenal mulai dari blok A sampai Z,” tuturnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Santri lanjut lelaki asal Rembang itu menegaskan santri merupakan wujud komunitas yang taat pemimpin. Jika ada kiai didemo santrinya maka perlu dilihat dulu siapa kiainya?

Jika flash back ke belakang santri imbuh Maftuh mempunyai andil besar dalam merebut kemerdekaan. Tanpa santri niscaya RI sudah hancur lebur. Mengapa demikian? Santri melalui komando KH Hasyim Asyari turut bertempur dalam pertempuan 10 November. ?

Karena itu kepada Unisnu ia berharap cita-cita untuk mendirikan pesantren jangan dikesampingkan. Namun sebelum program lain dijalankan pendirian pesantren harus didahulukan. (Syaiful Mustaqim/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Meme Islam, Sejarah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Minggu, 04 Januari 2015

Nishab Zakat Padi

Assalamu’alaikum. Kami ingin menanyakan berapakah nishab zakat padi? Selama ini masyarakat di sekitar kami tahunya padi 1 ton zakatnya 1 kwintal, sehingga orang orang beranggapan bahwa nishabnya zakat padi itu 1 ton. Mohon dijelaskan, terimakasih.

Satu pertanyaan lagi, bagaimana hukumnya mengeluarkan zakat yang tidak/belum mencapai satu nishab?

---

Nishab Zakat Padi (Sumber Gambar : Nu Online)
Nishab Zakat Padi (Sumber Gambar : Nu Online)

Nishab Zakat Padi

Wa’alaikumsalam wa rahmatullah wa barakatuh.

Saudara penanya yang kami hormati. Memberikan zakat bagi seorang muslim yang memiliki harta dan telah mencapai satu nishab merupakan kewajiban yang harus dijalankan, karena selain merupakan salah satu rukun Islam, manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh si pelakasana melainkan juga akan berdampak secara luas dalam kehidupan masyarakat.

Dapat dibayangkan seandainya kesadaran mengeluarkan zakat ini telah tumbuh di negeri kita yang mayoritas penduduknya beragama Islam, sudah barang tentu taraf kehidupan warga negara juga akan mengalami perbaikan.

Diantara Harta/aset yang wajib dikeluarkan zakatnya adalah bahan makanan pokok seperti padi, jagung, dan gandum. Nishab (batas minimal ukuran harta yang dizakati) dari jenis ini sebagaimana dijelaskan dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh imam Bukhari adalah 5 wasaq. Zakat yang dikeluarkan adalah sepersepuluh (10%) apabila menggunakan air hujan, sedangkan apabila tidak menggunakan air hujan maka zakatnya adalah seperduapuluh (5 %) dari hasil tanaman yang didapatkan.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Rasulullah saw bersabda:

 ? ? ? ? ? ? ?. Artinya: “Tidak ada zakat pada hasil tanaman yang kurang dari 5 wasaq.”

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dalam sebuah hadis yang lain, Nabi juga bersabda:

 ? ? ? ? ? ? ?: «? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya: Dari nabi saw bersabda: “Pada tanaman yang diairi dengan air hujan, mata air atau air tanah maka zakatnya sepersepuluh, sedangkan yang diairi dengan tenaga zakatnya seperduapuluh.

Dalam menjelaskan 5 wasaq inilah para ulama memberikan keterangan yang mungkin tidak sama antara satu dengan yang lain.

Dalam kitab Fath al-Mu’in, Syaikh Zainuddin al-Malibari dari madzhab Syafi’i memberikan keterangan sebagai berikut;

 ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ...? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ?

Artinya: “Dan wajib zakat bagi orang yang telah lewat pembahasannya (muslim dan merdeka) dalam makanan pokok mereka (dalam kondisi normal) dari biji-bijian seperti gandum dan padi…. yang telah mencapai 5 wasaq, yakni 300 sha’ (dalam timbangan), sedangkan 1 sha’ adalah 4 mud.”

Saudara penanya yang selalu di sayangi Allah. Untuk mempermudah pemahaman mengenai ukuran nishab padi ini, dalam kitab Fath Al-Qadir, al-Maghfuri lah K.H. Ma’shum Ali Jombang memberikan penjelasan bahwa nishab padi adalah 1631,516 kg (1 ton 6 kwintal 31,5 kg), sementara apabila telah merupa menjadi beras nishabnya adalah 815,758 kg (8 kwintal, 15,7 kg).

Adapun menegenai pemahaman masyarakat disekitar anda tentang zakatnya padi 1 ton dan mengeluarkan zakatnya 1 kwintal adalah pemahaman yang tidak dapat disalahkan karena mereka mendapat pemahaman seperti itu dari para ulama setempat yang menjelaskan demikian sebagai bentuk kehati-hatian.

 Selanjutnya tanggapan kami atas pertanyaan berikutnya adalah harta mapun infaq yang telah diberikan atas nama zakat yang belum mencapai satu nishab tersebut tidak dapat dikategorikan zakat. Dengan demikian harta yang dikeluarkan dianggap sebagai infaq/ sedekah biasa.

Oleh karena itu, bagi orang yang diberi amanah oleh Allah mempunyai harta lebih hendaknya mereka lebih teliti dan memperhatikan masalah ini, terlebih lagi orang yang memiliki harta dan telah mencapai satu nishab agar dalam menginfakkan hartanya tidak salah niat.

Wallahu a’lam bi as-shawab.

Maftukhan

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Olahraga, Khutbah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Jumat, 02 Januari 2015

Ma’arif NU Bantarbolang Gelar Pekan Madaris

Pemalang, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Majelis Wakil Cabang (MWC) Lembaga Pendidikan (LP) Maarif Nahdlatul Ulama kecamatan Bantarbolang, menggelar kegiatan pekan madaris di lapangan Dukuh Blendung Desa karanganyar Bantarbolang Kab. Pemalang Jawa Tengah.?

Porsadin (pekan madaris) merupakan kegiatan tahunan, pertemuan besar antar santri-santriwati madrasah/TPQ, baik yang ada di tingkat diniyah awaliyah maupun wustho dan TPQ. ?

Ma’arif NU Bantarbolang Gelar Pekan Madaris (Sumber Gambar : Nu Online)
Ma’arif NU Bantarbolang Gelar Pekan Madaris (Sumber Gambar : Nu Online)

Ma’arif NU Bantarbolang Gelar Pekan Madaris

Kegiatan yang diselenggarakan selama 3 hari, mulai Sabtu (22/4) sampai dengan Senin (24/4) ini diikuti sebanyak 21 madrasah diniyah awaliyah (MDA) di Kecamatan Bantarbolang Kabupaten Pemalang. Kegiatan yang sudah berlangung kedelapan ini mengusung tema Memperkokoh Eksistensi Madrasah dan TPQ dengan motto “Semangat Tafaqquh Fiddin”.?

Kegiatan tersebut dikemas dalam bentuk perkemahan. Berbagai jenis cabang yang dilombakan dalam kegiatan ini adalah MTQ, pidato, barzanji, kaligrafi, hafalan surat, baca kitab, dan masih banyak lomba lainnya.

Porsadin VIII dibuka langsung ketua FKDT Kabupaten Pemalang Taufiqul Ala pada Sabtu, (22/4). Turut hadir pula dalam pembukaan Kapolsek, Danramil Bantarbolang, pengurus MWC NU, LP. Ma’aruf NU, Ansor PAC Bantarbolang serta Pemerintah Desa Karanganyar.?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dalam sambutannya ketua FKDT Kab. Pemalang Taufiqul A’la menyampaikan bahwa pekan madaris adalah wadah kreatifitas santri untuk generasi yang lebih baik. Kegiatan ini sekaligus sebagai sarana silaturrahim antar santri, meningkatkan kreatifitas dan prestasi santri. Porsadin juga sebagai wahana kompetisi madrasah untuk menggembleng peserta didiknya dalam mempersiapkan kader-kader bangsa yang berkualitas serta ber-akhlakul karimah.?

Acara berlangsung semarak. Saat pawai taaruf setelah upacara pembukaan, semua peserta sangat antusias mengikuti pawai. Dua marcing band dari SMP Islam Bantarbolang dan MI Karanganyar menambah pawai ta’aruf berjalan meriah.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Selain lomba, pihak panitia juga menyelenggarakan nonton film bersama.?

Kegiatan tahunan tersebut rencananya akan ditutup pada Senin 24 April dengan kegiatan pengajian umum dengan pembicara KH. Syarifudin, pengurus wilayah GP. Ansor Jawa Tengah. Red: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Pesantren, Ulama Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Senin, 29 Desember 2014

Sambut Ramdhan, WNI Riyadh Istighotsahan

Riyadh, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Warga Negara Indonesia atau TKI yang berdomisili di ibu kota Arab Saudi, Riyadh, menghadiri istighotsah bersama dengan tema “Tarhib Ramadhan, untuk menjadikan hidup lebih baik bersama bulan suci Ramadhan 1436 H” pada 13 Juni 2015 lalu.

Warga Negara Indonesia yang dari berbagai daerah serta dari berbagai macam profesi baik laki maupun perempuan telah memenuhi tempat yang telah disediakan tim pelaksana berkapasitas kurang lebih 250 orang.

Sambut Ramdhan, WNI Riyadh Istighotsahan (Sumber Gambar : Nu Online)
Sambut Ramdhan, WNI Riyadh Istighotsahan (Sumber Gambar : Nu Online)

Sambut Ramdhan, WNI Riyadh Istighotsahan

Sembari menunggu istighosah dimulai, para jamaah mendengarkan taushiyah yang disampaikan Rais Suriah PCINU Riyadh Ust. Abdul Malik An-Namiri.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ustadz yang Ketua Forum Silaturrahim Warga Negara Indonesia berpesan untuk meningkatkan iman dan taqwa kepada Allah Swt serta selalu menjaga martabat bangsa indonesia dengan mematuhi peraturan peraturan yang telah ditentukan pemerintah Arab Saudi.

Seusai taushiyah jamaah serentak membaca dzikir dan sholawat yang dipimpin Ust Ahmad Syafawi serta Ust Matruji Abdu Siyam sehingga acara selesai yang ditutup dengan doa bersama yang kemudian diwarnai dengan marawisan Aswaja Banjari Group. (Red: Abdullah Alawi)

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Budaya, Cerita, News Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Minggu, 28 Desember 2014

Dubes Denmark Ajak NU Kerja Sama Kampanye Perdamaian

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, Rabu (20/1) siang ini, menerima kunjungan dari Kedutaan Besar Denmark. Rombongan yang diterma pengurus harian PBNU membincang isu terorisme dan penjajakan kerja sama antara kedua belah pihak.

Dubes Denmark Casper Klynge yang datang bersama tiga stafnya menyampaikan bela sungkawa atas tragedi teror di Jalan MH Thamrin, Jakarta, beberapa waktu lalu. Ia berkeyakinan bahwa terorisme bukan wajah asli Indonesia.

Dubes Denmark Ajak NU Kerja Sama Kampanye Perdamaian (Sumber Gambar : Nu Online)
Dubes Denmark Ajak NU Kerja Sama Kampanye Perdamaian (Sumber Gambar : Nu Online)

Dubes Denmark Ajak NU Kerja Sama Kampanye Perdamaian

“Kami tetap akan bersatu bersama Indonesia dalam hal perang terhadap terorisme,” ujarnya di hadapan Ketum PBNU KH Said Aqil Siroj, Ketua PBNU H Marsudi Syuhud, dan Bendahara Umum H Bina Suhendra di kantor PBNU, Lantai 3, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Casper Klynge mengapresiasi NU juga ormas-ormas Islam moderat di Indonesia yang konsisten berjuang membina dan mendorong masyarakat tentang pentingnya toleransi dan perdamaian. Ia menawarkan, suatu saat warga muslim dari NU berkunjung ke Denmark untuk mengenalkan gagasan Islam Nusantara yang dinilai menjunjung tinggi perdamaian.

Marsudi menjelaskan, pihaknya sudah melakukan sosialisasi ini melalui media nasional dan internasional. Bahkan, katanya, akhir pekan lalu PBNU telah menghimpun para pimpinan 12 ormas Islam dan lintas agama untuk bersama-sama menyerukan perang terhadap terorisme dan radikalisme dalam sebuah apel bela negara.

Ia juga mengusulkan Kedubes Denmark bisa menerjemahkan buku-buku yang dikarang para penulis NU ke dalam bahasa yang mudah dicerna warga Denmark. Marsudi yakin, ajaran moderat yang terkandung di dalamnya dapat menjadi jalan keluar bagi gejala ekstremisme di sana.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ketum PBNU merespon positif ajakan kerja sama tersebut. Ia menjelaskan, Islam Nusantara sejatinya hanya penegasan kembali tentang Islam yang menghargai jati diri kebangsaannya. Hal ini yang menurutnya tak ada di Timur Tengah.

“Di Timur Tengah, jika ada seorang ulama maka ia bukan nasionalis. Bila ada seorang nasionalis maka ia bukan ulama. Tapi di Indonesia, keduanya bisa kita temukan,” ujarnya. (Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah AlaSantri, Kyai Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Santri Al-Tsaqafah Raih Juara I Science Fair Se-Banten dan Jabodetabek

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah?

Santri MA Al-Tsaqafah Ciganjur Jakarta Selatan menorehkan prestasi membanggakan pada perhelatan Kompetisi MIPA dan Sosial (KOMIPAS) ke-16 tingkat SMA se-Banten dan Jabodetabek yang diselenggarakan oleh SMA Negeri 2 Kota Tangerang. Tim MA Al-Tsaqafah yang diwakili oleh Rifqoh Rofiqotul Munawaroh, Muhammad Hazwan Iftiqar, dan Abdul Muhyi berhasil meraih juara pertama pada kategori "Science Fair".

Santri Al-Tsaqafah Raih Juara I Science Fair Se-Banten dan Jabodetabek (Sumber Gambar : Nu Online)
Santri Al-Tsaqafah Raih Juara I Science Fair Se-Banten dan Jabodetabek (Sumber Gambar : Nu Online)

Santri Al-Tsaqafah Raih Juara I Science Fair Se-Banten dan Jabodetabek

Pada ajang yang berlangsung Sabtu (23/4) lalu itu, mereka mendemonstrasikan hasta karyanya yang diberi nama Lampu Alarm Santri. Menurut Muhyi, siswa Kelas X asal Indramayu, kreasi ini terilhami oleh aktivitas para ustadz yang membangunkan santri-santri setiap pagi untuk menunaikan salat subuh berjamaah. Alat kreasinya terbilang sangat sederhana. Hanya terdiri dari lampu, dinamo, kabel, stop kontak, kenop lampu, bekas botol air mineral, tirisan minyak, dan paku.

"Cara kerjanya juga sama, sangat sederhana. Setelah materi tadi dirangkai dan teraliri setrum listrik, secara otomatis alarm yang terbuat dari rangkaian paku tadi akan menimbulkan bunyi bising sekaligus membuat lampu alarm menyala," terang Rifqoh, siswi kelas X asal Indramayu.

Keberhasilan ini disambut gembira oleh Kepala Sekolah MA sekaligus Kepala Pondok Pesantren Al-Tsaqafah, H Idris Soleh. "Raihan prestasi ini merupakan bukti bahwa MA Al-Tsaqafah mampu memadukan kurikulum nasional dan kurikulum pondok pesantren dengan baik sehingga dapat saling melengkapi," ujarnya seraya menyampaikan rasa terima kasih secara khuaus kepada para pembimbing ajang tersebut serta para guru secara umum.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Kami sangat bangga dengan hasil yang kami raih ini. Meskipun kami selalu berkutat dengan kitab kuning, namun itu bukan hambatan untuk mengembangkan diri dalam dunia sains dan teknologi. Semoga karya kami bermanfaat. Dan tak lupa kami akan terus berusaha mengharumkan pesantren dan sekolah pada kesempatan yang lain," tutup Hazwan siswa kelas X asal Riau yang sekaligus menjadi ketua tim sains MA Al-Tsaqafah. (Shofwan/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Olahraga, Daerah, Syariah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah