Sabtu, 07 September 2013

FDS Jangan Bikin Muhammadiyah-NU Bertengkar

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah



Rais Syuriah PCI Nahdlatul Ulama Australia-New Zealand dan Dosen Senior Monash Law School Nadirsyah Hosen turut mengomentari soal Full Day School (FDS) yang lagi ramai di perbincangkan belakangan ini. Meski demikian, ia tidak ingin mengomentari aspek pendidikannya karena ia merasa bukan ahli pendidikan.?

FDS Jangan Bikin Muhammadiyah-NU Bertengkar (Sumber Gambar : Nu Online)
FDS Jangan Bikin Muhammadiyah-NU Bertengkar (Sumber Gambar : Nu Online)

FDS Jangan Bikin Muhammadiyah-NU Bertengkar

Nadirsyah mengomentari hubungan NU dan Muhammadiyah yang menurut dia, melalui masalah FDS ini, jangan sampai jadi pintu masuk mengacak-acak relasi kedua ormas besar di Indonesia.?

“Ini jangan digiring pada pertarungan keduanya. Kita semua berkepentingan agar PP Muhammadiyah dan PBNU kompak dan rukun menjaga NKRI. Kalau dibiarkan saja, ini jadi bola liar,” katanya melalui status Facebook dan twitt di Twitter yang diakses Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Selasa (15/8).?

Menurut dia, PBNU bereaksi soal FDS itu tentu wajar saja karena dikhawatirkan ini mengganggu keberlangsungan Madrasah Diniyah (Madin) di lingkungan NU. Sementara ? kebijakan Mendikbud tentang FDS layak dikritik.?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Tapi ingat ini kebijakan pemerintah. Jangan dilihat ini kebijakan menteri yang orang Muhammadiyah,” tegasnya.?

Jadi, lanjutnya, semua kritikan FDS itu diarahkan kepada pemerintah, dalam hal ini Kemendikbud, bukan diarahkan kepada Muhammadiyah. NU merasa dirugikan lalu kritik Mendikbud wajar saja. Tapi reaksi PP Muhammadiyah yang secara terbuka membela Mendikbud mengundang tanya.

“Apa kerugian PP Muhammadiyah kalau FDS dibatalkan, dan apa keuntungannya kalau diteruskan? Kenapa Muhammadiyah total mendukung FDS?” tanyanya. "Di saat NU merasa dirugikan oleh FDS, kenapa Muhammadiyah malah mendukung FDS? Ini pertanyaan para Kiai NU,” lanjutnya.?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Menurut dia, NU dan Muhammadiyah tidak boleh melihat Mendikbud sebagai orang Muhammadiyah. Mendikbud itu representasi pemerintah. Ini harus dipilah. Jadi, ia memohon isu FDS jangan disikapi sebagai pertarungan Muhammadiyah dan NU. Namun, harus dilihat sebagai protes NU kepada Mendikbud sebagai representasi pemerintah.

“Kengototan Mendikbud di saat Presiden Jokowi sedang menyiapkan Perpres tentu mengagetkan. Kenapa FDS jalan terus? Kenapa tidak menunggu Perpres?” tanyanya lagi

Reaksi keras NU mengindikasikan bahwa Kemendikbud belum tuntas menyosialisasikan konsep FDS. Konsultasi dengan masyarakat diabaikan.Karena itulah saat ini PBNU sudah mengeluarkan instruksi ke jajarannya untuk menentang pemberlakuan FDS. PWNU Jatim langsung bereaksi meresponnya. Sejumlah kiai yang kalem dan adem mulai bersuara tegas akan kebijakan Mendikbud soal FDS ini. Mendikbud sudah memancing kegaduhan.

“Saran saya Presiden Jokowi membuat pertemuan dg PBNU dan PP Muhammadiyah serta Mendikbud dan Menag untuk cari jakan keluar bersama. Semoga ada kompromi dan jalan keluar bersama agar isu FDS ini tidak disamber pihak lain yang ingin mengacak-acak relasi Muhammadiyah dan NU,” pungkasnya. (Red: Abdullah Alawi)?

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Pahlawan, Khutbah, Olahraga Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Rabu, 04 September 2013

Pangeran Diponegoro Tentukan Tempat untuk Makam Dirinya

Gorontalo, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Ekspedisi Islam Nusantara di hari kedua di Makassar, Sulawesi Selatan diawali dengan berziarah di makam Pangeran Diponegoro. Pejuang dari tanah Jawa ini meninggal jauh dari kampung halamannya karena melawan penjajah Belanda yang dalam sejarah dikenal Perang Jawa pada tahun 1825 sampai 1830.

Pangeran Diponegoro Tentukan Tempat untuk Makam Dirinya (Sumber Gambar : Nu Online)
Pangeran Diponegoro Tentukan Tempat untuk Makam Dirinya (Sumber Gambar : Nu Online)

Pangeran Diponegoro Tentukan Tempat untuk Makam Dirinya

Setelah melakukan tahlilan di makam tersebut, Ekspedisi Islam Nusantara yang dipimpin Wakil Sekretris Jenderal PBNU Imam Pituduh ini mewawancarai juru kunci makam tersebut, Irhamsyah Diponegoro.

Menurut Irham, Pangeran Diponegoro dimakamkan di Makassar karena keinginan dia sendiri. Setelah bertahun-tahun ditahan Belanda, suatu ketika, Pengeran Diponegoro sakit. Sakit ini sepertinya dia punya firasat bahwa hidupnya tidak akan lama lagi. Karena itulah dia meminta izin kepada Belanda untuk mencari tempat dimana ia akan dikuburkan kelak.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Pangeran Diponegoro, lanjut Irham, kemudian meminta izin kepada Belanda selama tiga hari untuk mencari tempat yang cocok untuk peristirahatan terakhirnya. “Saya ingin tahu masyarakat ini, bangsawan ini,” katanya mengibaratkan perkataan Pangeran Diponegoro kepada Belanda di kompleks pemakaman Pangeran Diponegoro, Senin (23/5).

Belanda, lanjut keturunan generasi kelima pangeran tersebut, mengizinkan permintaan Pangeran Diponegoro. Tapi ia tidak dibiarkan bebasa berjalan sendirian, melainkan dikawal opsir Belanda.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Setelah berkeliling tiga hari, akhirnya Pangeran Diponegoro menemukan perkampungan orang-orang Melayu bernama Jerak. Setelah itu, ia kembali ke Rotterdam. Di situ ia berpesan kepada kepada anak istrinya, apabila di kemudian hari ia meninggal, jasadnya tidak usah dipulangkan ke kampung halaman. Makamkan saja di Jerak.

Ketika Pangeran Diponegoro meninggal, awalnya Belanda mau mengirimkan jasadnya ke Yogyakarta, tapi anak istrinya menolaknya. Kemudian, anak istrinya pun tidak bisa pulang ke Jawa. Mereka harus tinggal di Makassar dalam pengawasan Belanda.

Selepas berziarah ke makam Pangeran Diponegoro, Ekspedisi Islam Nusantara kemudian melakukan wawancara dengan Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Arifin Numang. Lalu ke benteng Somba Opu dan diakhiri ke Museum Karaeng Pattilanggoang. Keesokan harinya, menyaksikan ragam kesenian Sulawesi Selatan di Universitas Islam Makassar. kemudian bertolak ke Gorontalo.(Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah IMNU, Doa, Kiai Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Senin, 02 September 2013

Pesantren An-Nawawi Gelar Tradisi Pengajian Kilatan

Purworejo, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Pengasuh pesantren An-Nawawi KH Achmad Chalwani membuka pengajian kitab khusus yang biasa disebut Pasanan atau Kilatan sepanjang Ramadhan di kompleks pesantrennya, Berjan, Purworejo. Pengajian Kilatan ini rutin digelar pesantren An-Nawawi asuhan Mursyid Thariqah Qadiriyah Naqsyabandiyah itu setia Ramadhan.

Pesantren An-Nawawi Gelar Tradisi Pengajian Kilatan (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren An-Nawawi Gelar Tradisi Pengajian Kilatan (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren An-Nawawi Gelar Tradisi Pengajian Kilatan

Saat ditemui saat acara pembukaan Kilatan pada Ahad (29/6) malam, Ketua panitia M Lutfi mengatakan, “Ramadhan itu bulan penuh berkah. Karenanya, pesantren An-Nawawi menjadikan pengajian Kilatan sebagai bagian tak terpisahkan dari bulan Ramadhan.”

Kilatan pada Ramadhan ini diikuti sejumlah 1525 santri baik putra maupun putri. Mereka terdiri dari satri An-Nawawi sendiri dan santri tamu dari berbagai daerah. Mereka akan mengaji hingga 21 Ramadhan.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dalam Kilatan, ustadz dan ustadzah mengajarkan sedikitnya 30 kitab oleh . Luthfi menyebutkan sejumlah kitab itu antara lain kitab Jawahirul Bukhori (hadis), Ta’lim al-Muta’alim (Akhlak), Tafsir Jalalain (Tafsir), I’anat at-Tholibin (Fiqh).

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kiai Chalwani sendiri mengampu Jawahirul Bukhori setiap ba’da Tadarus al-Quran dan Ta’lim al-Muta’alim karangan Syeh Zarnuji ba’da Magrib. Pesantren membebaskan santri An-Nawawi memilih kitab yang akan dipelajari sejauh tidak berbenturan dengan jadwal wajib pengajian kitab mereka. (Mukti Ali/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Hadits, Quote Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Minggu, 25 Agustus 2013

Fenomena Mengaji Agama di Internet

Oleh H Sujatmiko Huda

Berjuta maaf saya sampaikan kalau tulisan ini jauh panggang dari api, jauh pena dari ilmu. Sebab, tulisan ini hanya kontemplasi diri atas fenomena di abad googleliyah ini. Refleksi diri yang awam dan jahil alias bodoh. 

Dulu (menurut cerita para orangtua), kenyamanan beribadah dan mencari ilmu (khususnya agama) agak sedikit terganggu. Terlebih kalau sudah masuk senja, hanya mengandalkan lampu tempel (yang minyaknya sangat dihemat-hemat), tapi semangat anak-anak kecil untuk mencari ilmu kepada seorang yang dianggap mumpuni keilmuannya sangatlah besar. Bahkan semangat yang besar itu seakan menjadi kobaran api yang mengalahkan kobaran obor yang dibawa mereka saat mencari ilmu. Karena buat mereka, menghilangkan kebodohan adalah awal dari kesuksesan.

Fenomena Mengaji Agama di Internet (Sumber Gambar : Nu Online)
Fenomena Mengaji Agama di Internet (Sumber Gambar : Nu Online)

Fenomena Mengaji Agama di Internet

Mereka amat semangat untuk mengaji agama kepada pak kiai, pak ustadz, guru, ajengan dan seterusnya, demi ilmu dan demi kesuksesan dunia akhirat. Tapi ternyata, bukan hanya ilmu yang mereka cari, bukan cuma impian sukses yang mereka harapkan, mereka pun belajar berakhlak yang baik, akhlak al karimah. Betapa mereka amat bergembira bila mencium telapak tangan ibu dan bapaknya ketika berangkat mengaji, lalu mencium telapak tangan gurunya ketika tiba di pengajian. Tidak berani membantah perkataan orangtua, perintah guru dan seterusnya. 

Sekarang di zaman twitteriyah dan facebookiyah ini, entah fenomena apa yang sedang ku saksikan sebenarnya. Bada maghrib mereka kaum muda lebih senang buka facebook, google, yahoo messenger, twitter dan seterusnya hanya untuk post status, demi mengeluh dan mengadukan masalah-masalahnya ke semua teman mayanya. Dan yang lebih ironis serta kronis, yaitu mereka me-repost catatan-catatan keilmuan/keagamaan tanpa pernah memiliki guru yang membimbing. Mereka sudah merasa sangat pandai dan ‘alim bila me-repost/share link-link keagamaan tersebut atau tulisan keagamaan dari buku yang dia baca.

Bahwa mencari ilmu itu sebuah kewajiban bagi muslim adalah benar, tapi belajar kepada guru untuk mencari ilmu adalah keharusan dalam agama. Belajar tanpa guru, maka syaithan yang menjadi gurunya, begitu para ulama mengatakan.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dan celakanya, mereka anggap internet itu adalah guru yang kompeten dan pakar dalam agama, akhirnya mereka melupakan dan mengacuhkan kitab-kitab yang dibawakan oleh para guru dalam sebuah majlis talim. Sehingga pantas jika mereka hanya memiliki kemampuan knowledge saja tapi tidak memiliki keunggulan dalam akhlak. Mereka senang menyalahkan perilaku orang lain, gemar menganggap orang lain itu salah, bahkan mereka berani mengatakan orang lain itu melakukan perbuatan syirik dan kafir, karena mereka menganggap orang lain itu melakukan sesuatu yang tidak diajarkan oleh agama. Padahal yang menurut mereka ajaran agama itu sebenarnya adalah ajaran internet. Mereka faham agama sebatas lisan dan mata, bukan kandungan dari agama itu sendiri.

Tidak terlarang mencari pengetahuan dari apapun termasuk dari eyang google dan sebangsanya, tapi yakinkan apa yang kita lihat dan pelajari itu adalah sesuatu yang haq dengan bimbingan seorang guru.

Lihatlah salah satu syarat dalam mencari ilmu, yaitu irsyadul ustadz atau bimbingan seorang guru. Dan perhatikanlah tujuan dari bitsaturrasul,yaitu li utammima makarimal akhlaq atau menyempurnakan akhlak yang baik.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sujatmiko Huda, Santri Majelis al Musnid Bekasi

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Kajian Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Senin, 05 Agustus 2013

Hasil Seri AIAI Babel dan Mambaul Hikmah United Lolos 16 Besar

Bandung, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah - Mambaul Hikmah United tampil mendominasi atas lawannya AIAI Babel. Sayangnya, mereka tak mampu menghasilkan kemenangan sebab skor berakhir seri 1-1.

Pada laga ketiga yang digelar di Stadion Lodaya kota Bandung, Rabu siang (25/10), dengan mengantongi 1 poin ini, kedua tim sama-sama menginjakkan kaki ke babak 16 besar Liga Santri Nusantara (LSN) 2017.

Hasil Seri AIAI Babel dan Mambaul Hikmah United Lolos 16 Besar (Sumber Gambar : Nu Online)
Hasil Seri AIAI Babel dan Mambaul Hikmah United Lolos 16 Besar (Sumber Gambar : Nu Online)

Hasil Seri AIAI Babel dan Mambaul Hikmah United Lolos 16 Besar

Menekan sejak dimenit awal, Mambaul Hikmah mendapatkan peluang bebas di luar kotak penalti. Penyerang Andrian Farandi sukses menjebol gawang lawan. Tendangan pemain bernomor punggung 10 itu tak kuasa dibendung oleh Kiper AIAI Babel Rifqy Khairul.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Di babak pertama sebenarnya AIAI Babel mendapat banyak peluang, hanya saja Kiper Mambaul Hikmah Surani sering melakukan penyelamatan gemilang.

Sedangkan di babak kedua, di bawah terik matahari kedua tim semakin melakukan jual beli serangan. Namun AIAI Babel lebih banyak menguasai bola dengan umpan-umpan terobosan.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Petaka datang ketika pemain belakang Mambaul Hikam melanggar salah satu penyerang AIAI Babel di kotak pinalti. Sang kapten Heriansyah tanpa segan melesatkan bola dari titik putih tanpa bisa dijangkau oleh kiper AIAI Babel. Skor  pertandingan 1-1.

Hingga pluit panjang dibunyikan, kedua tim tidak bisa menambah koleksi lagi. Dengan hasil seri ini menjadikan AIAI Babel sebagai juara grup G dengan 7 poin, sedangkan runnep up grup Mambaul Hikmah 5 poin.

Selepas pertandingan, pelatih AIAI Babel Eka Sandera mengungkapkan sengaja menyimpan pemain intinya sebab sudah  sudah pasti lolos ke  babak16 besar.

Di sisi lain, ia menilai tim asuhannya di babak pertama mengalami kesulitan dengan kondisi rumput sintetis. "Di babak kedua, kami mengubah strategi dengan memakai bola-bola panjang," ungkapnya.

Di pihak lain, pelatih Mambaul Hikmah United Abdullah Faqiuddin mengakui anak asuhnya kesulitan menghadapi bola-bola panjang yang diperagakan oleh lawannya. "Anak-anak masih adaptasi dengan rumput sintetis meskipun kami sudah latihan untung mengantisipasi bola panjang," paparnya. (M. Zidni Nafi’/Abdullah Alawi)



Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Ubudiyah, Ulama Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Jumat, 02 Agustus 2013

Orang yang Tegas tapi Humoris

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Meninggalnya KH Yusuf Hasyim merupakan duka bagi seluruh warga nahdliyyin. Perjuangannya kepada bangsa dan NU tak akan pernah terlupakan. Berbagai rintisan yang ditinggalkan kini tinggal diteruskan oleh generasi muda NU. Kenangan manis selama aktif di NU akan tetap dikenang oleh para sejawatnya dan para kadernya yang ia didik untuk meneruskan perjuangannya.

HM Rozy Munir, ketua PBNU memiliki banyak kenangan manis. Pergaulannya dengan Pak Ud terjalin akrab karena ayahnya, KH Munasir Ali merupakan komandan Batalyon 39 atau dikenal dengan Divisi Brawijaya. “Pak Yusuf Hasyim dititipkan ke Pak Munasir waktu di militer, otomatis sobonya ya Mojokerto – Tebuireng. Ini membuat hubungan keluarga kami menjadi dekat, apalagi saya merupakan anak pertama. Orangnya tegas, tapi humoris,” tuturnya.

Setelah masa perjuangan fisik selesai, dan pensiun dari militer, keduanya masih sering berkumpul di legiun veteran di Jakarta. Tempat kumpul yang lain adalah di Jl. Cut Mutia 2 miliki Pak Surono almarhum. Disitu berkumpul para tokoh politik, baik dari Masyumi seperti kyai Mukti, dari Murba, Adam Malik, Khoirul Sholeh dan lainnya. Pak Ud memang dikenal memiliki kenalan dari banyak komunitas.

Orang yang Tegas tapi Humoris (Sumber Gambar : Nu Online)
Orang yang Tegas tapi Humoris (Sumber Gambar : Nu Online)

Orang yang Tegas tapi Humoris

?

Menurut Rozy, semasa muda, Pak Ud suka bergaya layaknya koboi, pakai sepatu boat, punya pistol dan memang hobi berat nonton film koboi. “Kalau nonton film koboi saya paling sering diajak, tempatnya di Megaria atau di Garden Hall, sekarang planetarium TIM. Disamping ketokohannya, saya juga terpengaruh gayanya,” imbuhnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dosen UI tersebut bertutur bahwa Pak Ud memang bisa bergaul dengan segala usia dan segala lintas politik. Paman Gus Dur tersebut bisa kumpul dengan tokoh-tokoh NU yang tua seperti Pak Masykur, Pak Munasir. Akrab dengan teman sebayanya seperti Pak Said Budairi, Sutanto, ketua Sarbumusi, Mahbub Junaidi, dan Cholid Mawardi. Dibawahnya ada Sholahuddin Wahid, Rozy Munir, Zamroni dan teman-teman lain baik dari UI maupun dari IAIN.

“Saya lebih dekat dengan Pak Yusuf Hasyim daripada ayah saya. Saya sering menemani dalam kunjungan ke Ansor daerah atau dari perjalanan dari Jakarta - Tebu Ireng, bahkan saya sering nyupiri,” paparnya.

Peristiwa G30S PKI menimbulkan bentrokan fisik antara PKI dan pemerintah maupun antara PKI dengan NU. Banyak kyai yang dikejar dan dibunuh. Otomatis Banser yang dipimpinnya tampil ke depan bersama militer dikantong-kantong? NU di Jatim, Jabar, atau Jateng. Lalu ada pelarangan dari pemerintah terhadap PKI dan organisasi dibawahnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Konfrontasi antara NU dan PKI tersebut sebenarnya telah dimulai sebelum meletusnya G30S PKI. Barisan Tani Indonesia (BTI), underbow PKI dalam bidang pertanian, melakukan penyerobotan tanah dimana-mana dan memancing-macing Ansor. Untuk menghadapi situasi ini Pak Ud yang merupakan ketua Banser pertama tersebut melakukan penggemblengan anggota Banser. “Saya pernah diajak ke Brebes, pas ulang tahun NU. Disana ditampilkan demonstrasi banser yang membacokkan pedang ke tubuh manusia, tapi tak mempan, mengerikan sampai polisi menyetopnya.

?

Saat itu hubungan antara banser dan TNI sangat erat termasuk dengan Kopassus atau dikenal dengan RPKAD. Banser mendapatkan training seperti militer. “Karena Pak Ud bekas tentara maka mudah menjalin hubungan dengan militer, apalagi keluarga Tebu Ireng,” katanya.

Masa-masa itulah Pak Yusuf Hasyim merupakan tokoh yang sangat disegani kepemimpinannya. Ia juga terkesan sebagai orang yang perkasa. Rozy menceritakan suatu saat, mobil Pak Ud tertabrak kereta api dan terseret sampai beberapa meter, namun ia keluar dari mobilnya dengan tak menderita apa-apa.

Salah satu tokoh NU yang terkenal masa-masa itu adalah Subhan ZE. Rozy bertutur bahwa hubungan kedua tokoh tersebut sangat akrab.mereka sering berdiskusi di rumah Subhan di Jl Banyumas 4. Bahkan Pak Ud menempati rumah Subhan yang ada di Jl Perdata Tebet.

?

Perkembangan informasi tak pernah ditinggalkan oleh Pak Ud. Karena itulah, kemana-mana ia selalu membawa radio yang bisa menangkap siaran luar negeri. Ia juga selalu membawa tape recorder dan fotokopian tentang informasi terkini. “Pokoknya beliau sangat well informed. Kita yang muda-muda sering diberi tahu informasi-informasi rahasia yang didapatnya,” katanya.

Untuk urusan politik, Kyai Yusuf Hasyim memang dikenal sebagai orang yang keras dan tegas, apalagi dengan PKI, tak ada kompromi. Ia juga turut mewarnai DPR. Sesuatu yang dinilainya tak sesuai dengan ajaran agama ditolaknya, karena itulah ia pernah walk out waktu pembahasan UU perkawinan di DPR. Namun demikian, kadangkala ia kemajon, punya pemikiran sendiri, terus jalan sendiri. Karena sikapnya itulah, tak heran ia menjadi public figure yang sering menjadi sorotan media.

MeskipuDari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Pahlawan, Tegal, Humor Islam Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Keshalehan Perilaku Harus Berlanjut di Luar Bulan Ramadhan

Jember, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Puasa sesungguhnya mengajarkan kebersambungan kesalehan antara bulan Ramadlan dan luar bulan Ramadlan. Karena itu, janganlah kesalehan yang luar biasa di bulan Ramadlan berhenti menyusul lebaran tiba. Qiyamul lail, tadarus, sedekah dan pengendalian hawa nafsu juga harus dilanjutkan di luar bulan Ramadlan.?

Keshalehan Perilaku Harus Berlanjut di Luar Bulan Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)
Keshalehan Perilaku Harus Berlanjut di Luar Bulan Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)

Keshalehan Perilaku Harus Berlanjut di Luar Bulan Ramadhan

Hal tersebut diungkapkan Katib Syuriyah PCNU Jember, Ustdaz Muhammad Nur Harisuddin saat menjadi khatib di masjid Al-Istiqamah, kampus Politeknik Negeri Jember, Rabu (6/7).?

Menurutnya, kebersambungan kesalehan tersebut bahkan menjadi ? tolak ukur keberhasilan ibadah puasa Ramadhan. "Kalau puasa diibaratkan latihan, maka pasca Ramadhan, tentu hasil latihan itu bisa diterapkan bahkan ditingkatkan," ucapnya.

Selain itu, kata ustadz Haris, Ramadhan dan Idul Fiti juga mengajarkan manusia untuk menghindari gaya hidup konsumtif. Sangat relevan menegakkan puasa Ramadlan di tengah gencarnya kapitalisme global yang mengusung "paham" konsumerisme. Konsumerisme sebagai gaya hidup yang boros ini secara faktual ditopang oleh kehadiran materialisme dan hedonisme. Jika materialisme adalah aliran yang memuja benda dan berfokus pada benda, maka hedonisme adalah sebentuk gaya hidup yang menyandarkan kebahagiaan pada kenikmatan belaka. ?

"Puasa Ramadlan mempunyai tujuan besar: mengendalikan nafsu konsumerisme secara berlebihan. Dan mereka yang menang di hari yang fitri bukan yang banyak bergelimang barang konsumsi, melainkan mereka yang bertambah ketaatan dan ketaqwaannya," tukasnya. ?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sementara itu, Wakil Sekretaris PCNU Jember, Ustadz Muchammad Eksan saat menjadi imam dan khatib di masjid Sunan Nur, Lingkungan Talangsari menegaskan bahwa ketaqwaan terdiri dari dua dimensi. Yaitu dimensi kemanusiaan dan dimensi ketuhanan. Kedua dimensi itu harus berjalan seiring. Tidak boleh hanya salah satunya yang dilakukan.?

"Sebab, yang sebenar-benarnya taqwa itu adalah totalitas dari ? aspek kemanusiaan dan aspek ketuhanan sekaligus," jelasnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Pengasuh pesantren Nuris 2 Mangli, Kaliwates itu ? menyatakan bahwa pengejawantahan taqwa dari sisi kemanusian itu adalah gemar berbagai, bersedekah, menolong oran lain dan sebagainya. Namun demikian, dari sisi ketuhanan, taqwa itu adalah rajin beribadah, shalat, puasa dan sebagainya. Terkait dengan maaf, inilah sisi lain dari perwujudan taqwa. Katanya, salah dan benar adalah hal biasa, bahkan menjadi ciri khas makhluq yang bernama manusia. Manusia bukan malaikat yang benar terus. Tapi juga bukan syetan yang salah terus.?

"Karena itu, momentum lebaran ini kita jadikan ajang saling memaafkan atas segala kesalahan dan dosa ? yang telah kita perbuat," ucapnya. (Aryudi A. Razaq/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Amalan, Anti Hoax Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah