Jumat, 03 Mei 2013

Kisah Syekh Abdullah Mursyad Kalahkan Kesaktian Maling Gendiri

Diperkirakan pada masa berkembang kerajaan Mataram Islam, pada waktu itu di kawasan Kediri terdapat seorang perampok yang sangat ditakuti oleh masyarakat di kawasan itu karena kesaktian dan kejadugannya. Dia lalu dikenal dengan sebutan Maling Gendiri.?

Dikisahkan oleh KH Mujaddad Faqihudin, seorang kiai pengasuh pesantren dari Warujayeng Nganjuk, bahwa Maling Gendiri tersebut dikenal sebagai orang yang sakti dan jaduk di kawasan Kediri karena dia mempunyai ilmu "bancoono". ? Tidak ada satu pendekar dan jawara pun yang dapat mengalahkannya. Kesaktian dan kejadugan yang superior tersebut membuatnya berbuat semena-mena dan meresahkan masyarakat. Harta benda masyarakat menjadi tidak aman.

Pada suatu malam maling ini merampok berbagai perhiasan yang kemudian ia dikejar-kejar oleh lusinan aparat pemerintahan Hindia Belanda. Tapi berkat ilmu bancolononya, petugas keamanan Belanda berhasil dikelabuinya, Maling Gendiri berhasil lolos, padahal waktu itu Maling Gendiri mengendarai dokar. Yang mengherankan lagi dia dapat menghilang bersama dokar yang dinaikinya sehingga perhiasan yang ia rampok tidak dapat terendus orang lain.

Kisah Syekh Abdullah Mursyad Kalahkan Kesaktian Maling Gendiri (Sumber Gambar : Nu Online)
Kisah Syekh Abdullah Mursyad Kalahkan Kesaktian Maling Gendiri (Sumber Gambar : Nu Online)

Kisah Syekh Abdullah Mursyad Kalahkan Kesaktian Maling Gendiri

Pada tempo itu (kurang lebih sebelum tahun 1800-an), hidup pula sekurun dengan Maling Gendiri ini seorang ulama alim pendakwah Islam di kawasan Kediri dan sekitarnya yang konon berasal dari Gujarat. Beliau ialah Syekh Abdullah Mursyad. Syekh Mursyad inilah yang akhirnya berhasil mengalahkan kesaktian Maling Gendiri.?

Sebagai juru dakwah waktu itu, ketika menyaksikan masyarakat dan rakyat resah tidak tenang akibat ulah Maling Gendiri itu, kemudian Syekh Mursyad tergerak hatinya berbuat sesuatu, yaitu menghentikan aksi kejahatan Maling Gendiri supaya keadaan menjadi kondusif. ? Sejak Maling Gendiri berhasil dilumpuhkan oleh Syekh Mursyad, masyarakat lega merasa tenang dan aman. Biang kekacauan dan ketidakamanan sudah hilang. ? ? ?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Menurut penuturan dari almaghfurlah KH Abdul Aziz Mansyur, Pacul Gowang Jombang, Syekh Abdullah Mursyad merupkan seorang Muballigh Islam, penyebar Islam yang berasal dari Gujarat. Selain seorang ulama yang alim, juga jawara yang sakti sebagaimana telah diceritakan oleh Kiai Mujadad di atas.

Walau begitu, masih menurut KH Abdul Aziz Mansyur, sejarah riwayat hidupnya Syekh Abdullah Mursyad sendiri sebetulnya masih samar-samar. Hal itu karena sangat sulit melacak dan menelusuri apakah dia benar-benar pendatang dari Gujarat ataukah seorang asli pribumi. Sebab pada waktu itu banyak para pendatang baik dari negeri Cina maupun Arab yang mendarat di kepulauan Nusantara.?

Biasanya mereka singgah di kerajaan Mataram Islam seperti keraton Surakarta dan Yogyakarta yang waktu itu namanya sudah masyhur di mana-mana, sehingga tidak heran jika kemasyhuran kerajaan Mataram Islam ini menjadikan banyak bangsa lain menjadi begitu tertarik untuk mendatangi pulau Jawa yang terkenal kaya dengan potensi alamnya. Misi mereka bermacam-macam. Selain untuk berdagang, umumnya mereka juga menyebarkan agama Islam di kawasan Nusantara ini.

Kini makamnya Syeikh Abdullah Mursyad tersebut berada di area pemakaman Setono Landean, terletak kurang lebih 5 KM dari desa Mrican Kota Madya Kediri, Jawa Timur. Oleh masyarakat setempat lokasi tersebut biasa dinamakan dengan sebutan "Setono Landean". Makam tersebut kini ramai didatangi para peziarah dari berbagai daerah khususnya pada Kamis malam Jumat. (M. Haromain)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Bahtsul Masail Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sanlat Sebulan GP Ansor Kota Bandung Berakhir

Bandung, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Pesantren kilat (sanlat) yang digelar selama sebulan oleh Gerakan Pemuda Ansor Kota Bandung telah usai. Secara resmi, Sanlat yang diisi Bimbingan Pasca ujian Nasional (BPUN) 2013 ditutup di gedung PCNU Kota Bandung  Jl. Yuda no.03 Kebon Kalapa Kota Bandung pada Senin (10/6).

Menurut Ketua Panitia Sanlat Ujang Miftahudin, maksud dan tujuan dari sanlat dan bimbel ini adalah dapat mematangkan peserta dalam ranah kognitif, apektif, dan psikomotorik. Tentu, tambah Miftah, dengan diberikan pemahaman tentang keaswajaan, keislaman, dan keindonesiaan.

Sanlat Sebulan GP Ansor Kota Bandung Berakhir (Sumber Gambar : Nu Online)
Sanlat Sebulan GP Ansor Kota Bandung Berakhir (Sumber Gambar : Nu Online)

Sanlat Sebulan GP Ansor Kota Bandung Berakhir

Dengan Sanlat tersebut, kata Miftah, diharapkan peserta lebih sigap dalam mengahadapi tantangan di kampus umum negeri, “Sehingga dari para lulusan bimbel Ansor Kota Bandung siap menghadapi segala dinamika di kampus, dan terbentengi dari Islam garis keras,” katanya kepada Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah melalui pers rilis.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Miftah menyebutkan, peserta sanlat berjumlah 43 orang, terdiri dari beberapa daerah di Jawa Barat, diantaranya, Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Indramayu, Garut, Subang, Purwakarta, Sukabumi, Bogor, dan Cianjur. Mereka ditempatkan di dua pesantren Syifaaush Shuduur dan Ponpes Nurul Iman.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Nanti tanggal 16 Juni seluruh peserta se-Jabar akan dikumpulkan kembali di PWNU Jawa Barat, untuk mensurvey letak lokasi tes-nya,” pungkasnya.

Redaktur: Abdullah Alawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Tokoh, Internasional, Berita Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Senin, 29 April 2013

Pemangku Makam Auliya se-Jawa Bertemu di Muria

Kudus, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Puluhan pemangku makam auliya yang tergabung dalam Perhimpunan Pemangku Makam Auliya (PPMA) se-Jawa menggerah musyawarah anggota III di Graha Muria, Colo, Kecamatan Dawe, 9-10 Maret. 

Kebanyakan berasal dari pengurus masjid dan makam para Sunan, khususnya Walisongo, seperti Kudus, Gresik, Demak, Tuban, Surabaya, Cirebon, Drajat, dan Banten.

Pemangku Makam Auliya se-Jawa Bertemu di Muria (Sumber Gambar : Nu Online)
Pemangku Makam Auliya se-Jawa Bertemu di Muria (Sumber Gambar : Nu Online)

Pemangku Makam Auliya se-Jawa Bertemu di Muria

Nampak hadir di antara mereka para akademisi dan penulis yang cukup populer, seperti Agus Sunyoto (Universitas Brawijaya), Djumadi (Akademi Kebangsaan Jakarta), Nurinwa Kis Hendrowinto (IAIN Sunan Ampel), Zamhuri (Universitas Muria Kudus), serta Jadul Maula (LKiS/Lesbumi Yogyakarta).

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

H Em Nadjib Hasan, panitia kegiatan dalam sambutannya mengutarakan, musyawarah anggota ini untuk membahas organisasi yang didirikan para pemangku makam auliya di Jawa. "Dalam pertemuan ini nanti kita bahas bagaimana membesarkan PPMA ke depan," ujarnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dia pun menyinggung soal nama organisasinya mengapa bukan perhimpunan pemangku makam Walisongo, misalnya. "Nama auliya di sini memang sejak awal dipilih agar pemangku maka auliya di Jawa yang bukan anggota Walisongo seperti dari Banten dan lain sebagainya bisa bergabung," ujarnya.

Zamhuri, salah satu peserta dari unsur akademisi yang hadir dalam acara tersebut, memandang PPMA sebagai forum strategis para pemangku makam auliya untuk merapatkan barisan untuk membuat berbagai program dalam rangka melestarikan tradisi, budaya, dan ajaran Walisongo.

"Forum ini juga bisa menjadi media bertukar informasi dan membuat program yang sinergis antar-pemangku makam, mengembangkan nilai dan peradaban para wali, membuat dokumentasi, riset dan kajian kewalian, dan mengantisipasi kelompok lain yang ingin menghilangkan jejak peradaban para wali," katanya.

Redaktur : Syaifullah Amin

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah AlaNu Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Rabu, 24 April 2013

Sako Pramuka Maarif NU Bondowoso Gelar Kemah Santri Ke-3

Bondowoso, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah - Satuan Komunitas (Sako) Pramuka Lembaga Pendidikan Maarif Nahdlatul Ulama Kabupaten Bondowoso menggelar kemah santri ke-3 tahun 2017 dalam rangka hari santri nasional. Kegiatan ini diikuti sebanyak 21 regu putra-putri di mana tiap regunya berisi 12 orang dari tingkat SMP/MTs yang di bawah naungan LP Maarif NU Bondowoso.

Agenda kegiatan kemah santri ini dilaksanakan selama tiga dari tanggal 10-12 November 2017 di Bumi Perkemahan Pondok Pesantren (PP) Muta Allimin (SMP NU 9) Desa Pasarejo Kecematan Wonosari Kabupaten Bondowoso.

Sako Pramuka Maarif NU Bondowoso Gelar Kemah Santri Ke-3 (Sumber Gambar : Nu Online)
Sako Pramuka Maarif NU Bondowoso Gelar Kemah Santri Ke-3 (Sumber Gambar : Nu Online)

Sako Pramuka Maarif NU Bondowoso Gelar Kemah Santri Ke-3

Ketua LP Maarif NU Bondowoso Moh Marzuqi mengatakan, pramuka satuan komunitas Maarif adalah bagian wadah pramuka Indonesia yang memberikan bekal kepada adek-adek generasi muda khususnya di lingkungan jamiyah nahdlatul ulama hubil khusus di Kabupaten Bondowoso dan telah eksis sejak tiga tahun yang lalu.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Alhamdulillah kita hari ini telah melaksanakan kemah santri yang ke-3 dan ini bagian kebanggan bagi kita semua dalam rangka hari santri nasional," kata Marzuqi dalam sambutannya saat menjadi pembina upacara pembukaan kemah santri ke-3 Jumat (10/11) sore.

Sako Maarif NU ini bagian dari para pemuda bangsa khususnya adalah pemuda NU untuk memberikan bekal baik keterampilan, ketangkasan, kecakapan dan juga memberikan bekal kepribadian yang utuh, kepribadian yang kokoh serta membentuk sebuah karakter bangsa kita yang nantinya akan menjadi penerus ke depan bangsa kita.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Ini merupakan wadah yang sangat baik sekali untuk kita manfaatkan dalam rangka memberikan kontribusi kepada bangsa kita demi tegaknya dan jayanya bangsa Indonesia," jelasnya.

Ia berharap bahwa dengan ada kegiatan ini peserta didik atau adik-adik pramuka artinya bahwa itu generasi muda NU yang akan kita siapkan ke depan yang memiliki mental, kepribadian khususnya juga memiliki karakter, karena pramuka ini adalah wadah atau tempat di mana memberikan keterampilan, ketangkasan, kecakapan di seluruh kehidupan dalam rangka untuk kemandirian.

Ketua PCNU Bondowoso KH Abdul Qodir Syam mengatakan, kegiatan kemah santri ini diharapkan menambah karakteristik anak-anak kita sehingga menjadi anak-anak yang berakhlak mulia dan senantiasa mendapatkan rahasia sabda Rasulullah SAW.

Pembukaan kemah santri ini dihadiri Ketua PCNU Bondowoso KH Abdul Qodir Syam beserta jajarannya, Rais Syuriyah NU Bondowoso KH Asyari Phasa, Muspica Kecamatan Wonosari, Pengurus Sako Maarif NU Bondowoso, dan para undangan lainnya. (Ade Nurwahyudi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Amalan, Nahdlatul Ulama, Jadwal Kajian Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Senin, 15 April 2013

Kang Said: Usung Khilafah di Indonesia Tidak Cocok

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah - Ketua Umum NU KH Said Aqil Siroj (Kang Said) menyayangkan kelompok Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) dan kelompok lain yang ingin memaksakan pahamnya di Indonesia. Kang Said menceritakan peralihan kepemimpinan dari Khilafah Turki Utsmani yang sama sekali tidak bisa dipertahankan menuju negara kebangsaan di pelbagai belahan di Timur Tengah.

“Teman-teman Hizbut Tahrir dan teman-teman lain yang membawa paham politik khilafah tidak pernah akan cocok. Mereka akan berbenturan dengan kenyataan sejarah dan keragaman paham, agama, suku, serta bahasa di Indonesia,” kata Kang Said membuka dialog perdamaian pelajar internasional yang digagas Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) di Jakarta, Jumat (29/4) sore.

Kang Said: Usung Khilafah di Indonesia Tidak Cocok (Sumber Gambar : Nu Online)
Kang Said: Usung Khilafah di Indonesia Tidak Cocok (Sumber Gambar : Nu Online)

Kang Said: Usung Khilafah di Indonesia Tidak Cocok

Setelah Turki Utsmani runtuh pada tahun 1924, para pemikir Muslim di Timur Tengah mengadakan pertemuan untuk merajut kembali kekuasaan terpusat Islam. Namun mereka terjebak pada siapa khalifah dan di mana pusat kekuasaan.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sementara di tengah mereka bangkit kekuatan politik yang berbasis kebangsaan. Kekuatan yang menamakan diri kelompok nasionalis-sosialis Arab ini ternyata berhasil menggalang konsolidasi mengusir kolonial Eropa dari tanah Arab. Mereka kemudian berhasil mendirikan negara berasas kebangsaan.

Pertemuan para pemikir Muslim tidak menemukan satu kesepakatan. Pada sisi lain gerakan mereka juga tidak bertemu dengan ideologi kebangsaan yang diusung kelompok nasionalis setempat. Pemikir muslim jalan sendiri. Kelompok nasionalis jalan sendiri. Kedua kelompok ini bersitegang hingga sekarang.

“Di Indonesia kondisinya berbeda. sejak awal pergerakan kemerdekaan, kelompok para kiai dan kelompok nasionalis saling membahu untuk menggalang kekuatan massa untuk mengusir penjajah. Jadi mustahil membangun sistem khilafah di sini,” tandas Kang Said. (Alhafiz K)

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Habib Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Selasa, 09 April 2013

2, 5 Jam Kemudian Gus Mus Trending Topic

Jombang, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Dua jam setengah setelah KH A Mustofa Bisri ditetapkan kiai Ahlul Halli wal Aqdi di ruang siding utama Alun-alun Jombang, Rabu malam (5/8), kata “Gus Mus” masuk trending topic ke-10 di Indonesia. Itu terjadi ketika tweeps mengucapkan selamat untuknya. ?

2, 5 Jam Kemudian Gus Mus Trending Topic (Sumber Gambar : Nu Online)
2, 5 Jam Kemudian Gus Mus Trending Topic (Sumber Gambar : Nu Online)

2, 5 Jam Kemudian Gus Mus Trending Topic

Dalam pantauan Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah, sekitar pukul 24.50, kata Gus Mus hilang dari trending topic, yang muncul adalah jabatannya di PBNU, yaitu kata kata “Rais Aam PBNU”. Trending topic ini sepertinya tidak bertahan selama sejam. ?

Para netizen, tidak hanya mengungkapkan selamat di Twitter, tapi juga Facebook. Akun Miftahul Jannah misalnya menulis: Selamat atas terpilihnya KH Musthafa Bisri sebagai Rois Am PBNU masa khidmat 2015-2020, semoga beliau selalu diberikan kesehatan dan kekuatan serta dapat menjadikan NU yg kuat baik jamiyyah juga jamaahnya ?#?Muktamar33NU?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Para pengguna BB di kalangan anak muda NU banyak mengubah DP mereka dengan gambar kiai asal Rembang, Jawa Tengah tersebut.

Pada saat berita ini ditulis, sedang berlangsung penghitungan suara Ketua Umum PBNU. (Abdullah Alawi)

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Makam, Humor Islam, Kyai Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Jumat, 05 April 2013

Muskerwil PWNU Sulsel Usung Peran NU dalam Pemilu

Sulawesi Selatan, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Perhelatan Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil) Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Sulsel akan digelar di Balai Diklat Keagamaan Makassar, Jumat-Sabtu (14-15/2). Muskerwil pekan depan ini mengedepankan isu seputar peran NU dalam menyukseskan pemilihan legislatif dan pemilihan presiden 2014.

Muskerwil PWNU Sulsel Usung Peran NU dalam Pemilu (Sumber Gambar : Nu Online)
Muskerwil PWNU Sulsel Usung Peran NU dalam Pemilu (Sumber Gambar : Nu Online)

Muskerwil PWNU Sulsel Usung Peran NU dalam Pemilu

Ketua PWNU Sulsel Iskandar Idy mengatakan, "Muskerwil ini akan menjadi momentum kebangkitan NU di Sulawesi Selatan.” Selain melibatkan semua komponen NU dari PCNU, lembaga, lajnah dan banomnya, musyawarah kali ini melibatkan semua lembaga perguruan tinggi Nahdlatul Ulama yang ada di Sulsel.

Muskerwil PWNU Sulsel mengangkat tema "Peran Nahdliyin dalam menyukseskan Pemilu Legislatif dan Pemilihan Presiden 2014". Seorang panitia Hasibuddin menuturkan,  peserta dalam kesempatan ini akan memusyawarahkan beberapa keputusan-keputusan strategis-politis bagi NU. 

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Diharapkan juga NU sebagai organisasi keagamaan dan sosial tetap konsisten pada Khittah NU 1962,” tambah Hasibuddin.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Karena hal ini menjadi kekhawatiran saat NU sebagai ormas larut dalam politik praktis. Tentunya, itu pelanggaran Khittah sendiri. Hasibuddin mengharapkan NU tetap konsisten menjaga independensinya.

“Terjadi tarik menarik beberapa kepentingan parpol ini yang sangat disayangkan ke depan,” kata Hasibuddin prihatin.

Sementara Ketua Panitia Muskerwil Abdur Rahim Mas P Sanjata menginginkan forum ini menjadi wadah silaturahmi bagi warga Nahdliyin, sesepuh NU dan pengurus wilayah. Rencananya Muskerwil dibuka langsung Wakil Ketua Umum PBNU KH Asad Said Ali. (Andy M Idris/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah AlaNu, Halaqoh Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah