Rabu, 29 Juli 2009

GP Ansor Riau Dorong Kaderisasi Gotong-Royong

Kampar, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Riau mendorong kaderisasi yang terus menerus yang dilakukan dengan gotong-royong oleh jamaah NU. Model semacam ini diharapkan dapat menjamin keberlangsungan kaderisasi di tubuh Ansor dan Banser.

"Jika kaderisasi semacam Diklatsar atau PKD (Pelatihan Kepemimpinan Dasar) sudah dapat dilaksanakan dengan cara gotong-royong oleh jamaah NU dan kader Ansor atau Banser maka tidak akan ada kekhawatiran kaderisasi berhenti atau tidak dilaksanakan karena alasan ketiadaan dana," kata Ketua PW Ansor Riau, Purwaji, didampingi Dan Satkorwil Banser Riau, Ibadullah saat membuka Diklatsar Banser ke 3 Kabupaten Kampar di Desa Makmur Sejahtera, Kecamatan Gunung Sahilan, Kampar 25 Maret lalu.

GP Ansor Riau Dorong Kaderisasi Gotong-Royong (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Riau Dorong Kaderisasi Gotong-Royong (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Riau Dorong Kaderisasi Gotong-Royong

Purwaji memuji keberhasilan PAC Ansor Gunung Sahilan, yang dipimpin Abdul Rochmat yang telah mampu memberikan contoh model pelaksanaan Diklat dengan pembiayaan swadaya yakni melalui iuran jamaah dan kader Ansor/Banser. Menurutnya, model semacam ini harus dicontoh oleh PAC dan PC Ansor lainnya se Riau.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Kaderisasi ini harga mati untuk dilakukan secara terus-menerus karenanya tidak boleh bergantung pada APBD atau bantuan pihak luar. Justeru kita semua harus mendorong semangat gotong-royong lewat iuran untuk membiayai Diklat. Jika semua sudah memiliki kecintaan pada NU, Ansor dan Banser semestinya ini tidak sulit dilaksanakan," tegasnya.

Pria yang akrab disapa Mas Pur ini menambahkan, dalam sejarahnya, keberhasilan para pendiri NU dalam menghidupi jam’iyah terbesar di dunia ini adalah berkat keikhlasan dalam berkorban bagi organisasi. Dengan militansi para kiai NU itulah sekarang NU bisa seperti sekarang bahkan sudah diakui dunia dengan keberadaan 25 PCINU? di seluruh dunia.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ketua PC Ansor Kampar, Wahid Arbain mengharapkan bulan depan sudah ada PAC yang kembali melaksanakan Diklatsar atau PKD dengan model yang sama, yakni bermodal iuran jamaah dan kader.

Diklatsar Banser di Gunung Sahilan dilaksanakan selama tiga hari dua malam. Kegiatan diawali dengan istighosah, materi ke-NU-an, ke-Ansoran dan ke-Banseran, baris berbaris, bela diri, out bond, pengisian asma, dan pembaiatan. Pada penutupan, Ahad (27/3) lalu, tercatat ada 90 peserta yang dinyatakan lulus. (Red: Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Internasional, Kyai, Kiai Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Jumat, 12 Juni 2009

GP Ansor Lampung Tengah Gelar Apel Banser

Lampung Tengah, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah - Diprediksi sekitar seribuan lebih, kader Gerakan Pemuda Ansor dan Barisan Ansor Serbaguna (BANSER) se Kabupaten Lampung Tengah akan memadati halaman kompleks gedung Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Lampung Tengah.

Insya Allah besok, Jumat (21/7) kami segenap keluarga besar Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Lampung Tengah akan bersilaturahmi di kompleks gedung NU Lampung Tengah dalam rangka akan mengadakan pelantikan pengurus baru sekaligus Apel Banser dan dilanjutkan Rapat Kerja Cabang (Rakercab),” kata Ketua GP Ansor Lampung Tengah Saryono di sela-sela persiapan pelantikan dan apel Banser di kompleks gedung NU Lampung Tengah, Jalan Proklamator Raya Nomor 134 Seputih Jaya Kecamatan Gunung Sugih Kabupaten Lampung Tengah, Kamis (20/7).

GP Ansor Lampung Tengah Gelar Apel Banser (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Lampung Tengah Gelar Apel Banser (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Lampung Tengah Gelar Apel Banser

Ketua panitia pelaksana Gus Sholihin menambahkan, agenda pelantikan dan apel Banser pada tahun 2017 ini mengusung tema Berkhidmat Membangun Lampung Tengah: Berkarya Untuk Kemandirian Ekonomi Pemuda, Berjuang Untuk Agama dan Negara.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Dalam konteks kekinian, apel Banser se-Kabupaten Lampung Tengah bertujuan menjaga dan memperteguh kembali semangat (ghirah) soliditas dalam mengawal dan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” imbuh alumni IAIN Jurai Siwo Kota Metro ini.

Insya Allah, agenda pelantikan dan apel Banser mengundang para kiai pengasuh pesantren, pengurus NU Kabupaten Lampung Tengah, Pimpinan Pusat GP Ansor, Pimpinan Wilayah GP Ansor Propinsi Lampung, para mantan ketua pimpinan cabang GP Ansor Kabupaten Lampung Tengah, badan otonom di lingkungan NU Kabupaten Lampung Tengah, Bupati Lampung Tengah, Kapolres Kabupaten Lampung Tengah, Dandim 0411 Lampung Tengah, dan para tokoh masyarakat dan lain-lain. (Akhmad Syarief Kurniawan/Alhafiz K)

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Pertandingan, Cerita, Aswaja Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sabtu, 25 April 2009

Peringati Harkitnas, Ini Sejumlah Tuntutan PMII Pariaman kepada Pemerintah

Pariaman, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Pariaman gelar aksi demo ke Kantor Balaikota dan DPRD Kota Pariaman yang bertepatan dengan Peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas), Jumat (20/5). Aksi demo yang berlangsung tertib, diterima Walikota Pariaman Mukhlis Rahman dan anggota DPRD Kota Pariaman Reza Saputra.

Ketua Umum PC PMII Kota Pariaman  Masrizal yang turun langsung memimpin aksi tersebut menyampaikan sejumlah tuntutannya. Antara lain, terkait dengan wajib belajar 12 tahun yang dilaksanakan Pemerintah Kota Pariaman. Di satu sisi kebijakan tersebut sangat berdampak positif terhadap kemajuan pendidikan di Kota Pariaman. Namun, disayangkan hanya berlaku bagi sekolah umum. Sedangkan, sekolah madrasah tetap dipungut biaya. Hendaknya, Pemko juga dapat membebaskan siswa yang sekolah di sekolah agama. 

Peringati Harkitnas, Ini Sejumlah Tuntutan PMII Pariaman kepada Pemerintah (Sumber Gambar : Nu Online)
Peringati Harkitnas, Ini Sejumlah Tuntutan PMII Pariaman kepada Pemerintah (Sumber Gambar : Nu Online)

Peringati Harkitnas, Ini Sejumlah Tuntutan PMII Pariaman kepada Pemerintah

Masrizal juga menyebutkan informasi yang menyebutkan adanya sekitar 400 tenaga honorer dilingkungan Pemko Pariaman. Ada diantaranya yang tidak menerima honor. Untuk itu, Pemko Pariaman dapat memperhatikannya. 

"Perparkiran sebagai salah satu bagian yang menunjang pengembangan pariwisata di Kota Pariaman harus dirapikan. Jangan ada lagi yang main pakuak (menetapkan harga yang melebihi standar). Selain itu, kuliner yang menjual berbagai makanan sudah seharusnya memiliki daftar tarif. Sehingga harga makanan yang dijual ke konsumen memiliki standar," kata Masrizal mantan Ketua PK PMII STIE Sumbar.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Menurutnya, PMII mendukung pengembangan wisata Islami di Kota Pariaman. Namun jangan ada even-even yang digelar dalam rangka meningkatkan kunjungan wisatawan yang tidak sesuai dengan nilai-nilai islami. "Seperti iven Triatlon yang mendatangkan peserta dari luar Pariaman dan luar negeri, tapi pakaiannya sungguh tidak islami," kata Masrizal yang sekaligus sebagai koordinator lapangan aksi demo.  

Terkait dengan pembangunan Kota Pariaman, perlu pemerataan di empat kecamatan yang ada di Kota Pariaman. Jangan hanya tertumpu pada Kecamatan Pariaman Tengah. Pemerataan pembangunan tersebut akan memberikan dampak positif terhadap masyarakat Kota Pariaman secara keseluruhan, tambahnya.

Sebagai generasi muda, kata Masrizal, PMII menolak paham komunis muncul kembali dan berkembang di Kota Pariaman. Untuk itu, Pemko Pariaman diminta untuk terus mewaspadai kemungkinan munculnya paham komunis tersebut di tengah masyarakat.

Walikota Pariaman Mukhlis Rahman memberikan apresiasi terhadap aksi demo yang berlangsung damai dari PMII Kota Pariaman. "Kita akan tampung aspirasi dari adik-adik mahasiswa yang tergabung di PMII Kota Pariaman," kata Mukhlis Rahman.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Menurut Mukhlis, aksi demo yang dilakukan ini murni dari hati nurani mahasiswa PMII. Tidak ada pihak tertentu yang memprovokasi atau membonceng dari aksi demo mahasiswa ini. (Armaidi Tanjung/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Fragmen, Pondok Pesantren, Sholawat Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Rabu, 25 Februari 2009

Ingatlah, Surga Ada di Rumahmu

Brebes, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Kadangkala seseorang yang ingin meraih surga melakukan pengembaraan yang jauh. Padahal, pintu surga ada di sekitarnya, bahkan berada di dalam rumahnya sendiri. Kalaupun ada yang tahu, mereka tidak mempraktikannya.

Menurut Ustadz Ahmad Al Habsy kunci untuk meraih surga dari dalam rumah sendiri adalah dengan cara menghormati kedua orang tua, memuliakan kedua orang tua.

Ingatlah, Surga Ada di Rumahmu (Sumber Gambar : Nu Online)
Ingatlah, Surga Ada di Rumahmu (Sumber Gambar : Nu Online)

Ingatlah, Surga Ada di Rumahmu

“Mengapa mengejar surga yang jauh sementara surga yang dekat ditinggalkan?” kata da’i ibu kota saat berceramah pada peringatan Maulud Nabi Muhammad SAW 1435 Hijriyah di halaman Mapolres Brebes, Jawa Tebgah, Kamis (6/2) malam.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kata Ahmad, demikian panggilan akrabnya, menyarankan agar membahagiakan dulu orang terdekat. Juga jangan pelit dengan kedua orang tua maupun saudara-saudara dekat kita. Kadang kita terlalu memberi kebahagiaan kepada orang-orang di luar dengan mengharapkan pujian, sementara orang tua kita dan saudara-saudara kita terlupakan. “Jangan sampai, kelihatan mulia di luar sementara di mata orang tua kita justru sangat hina,” ungkit ustadz Ahmad.

Dia mengingatkan, kalau doa orang tua untuk anaknya sama dasyatnya dengan doa Nabi kepada umatnya. Bahkan sumpah orang tua saja sangat kramat apalagi doanya. “Jadi, ketika Ibu-ibu menyumpahi anaknya, sumpahilah yang baik-baik. Jangan sampai keluar kata sumpah serapah yang menyesatkan. Karena sumpah Ibu sangat keramat,” ujar Ahmad mengingatkan.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kenapa orang tua kita sejak di kandungan mempertahankan antara hidup dan mati untuk kelahiran kita. Tetapi hanya sedikit sekali dari kita yang siap mati untuk kemuliaan orang tua kita. “Jihadmu, Ibu untuk melahirkanku. Tetapi aku lupa ketika dewasa bahkan cenderung durhaka,” kata Ahmad dalam pengakuan doa penutupnya.

Dalam kesempatan tersebut, artis sinetron Yulia Rachman menampilkan monolog ‘Kemuliaan Nabi’. Yulia tampil dengan mempesona memakai hijab merah muda yang membalut tubuhnya. Parasnya yang cantik membuat para remaja putra maupun putri terkesima dibuatnya. Yulia memberikan testimonial tentang keteguhannya memakai hijab hingga hidupnya terarah dan selalu mendapat pertolongan dari Allah SWT.

Kapolres Brebes AKBP Ferdy Sambo SH SIk MHum mengatakan, digelarnya kegiatan Maulud Nabi untuk memberikan sumbangsih peningkatan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT. Trutama? kepada para anggota Polri maupun masyarakat pada umumnya. Menurutnya, Brebes harus diciptakan kondisi yang aman agar masyarakatnya bisa khusuk beribadah.

Kapolres juga memberikan santunan kepada ratusan anak yatim piatu yang diserahkan secara simbolis kepada dua anak yatim piatu. Sementara Ustadz Ahmad Al Habsy membagi-bagikan buku kepada pengunjung yang dengan konsentrasi mengikuti ceramahnya. Sebanyak ratusan buku diberikan kepada pengunjung dan tamu undangan khusus.

Tampak hadir Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE, Wakil Bupati Brebes Narjo beserta pejabat terkait lainnya. (Wasdiun/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Doa, Nusantara, Berita Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Minggu, 22 Februari 2009

Ramadhan Momentum Penguatan Solidaritas Sosial

Oleh M. Haromain

Disadari atau tidak, kini perkembangan peradaban manusia telah berada di suatu masa yang nyaris semua hal diukur dengan materi. Terdapat kecendrungan orang makin mengukur legitimasi tindakannya berdasarkan harga. Dalam arus globalisai ini hampir semua urusan diukur dengan uang. Dalam istilah para politisi dan pengusaha dikenal pula prinsip "tak ada makan siang yang gratis".?

Sebagai konsekuensinya orang baru mau mengerahkan tenaga, keterampilan, keahlian dan pikirannya untuk orang lain jika ada ganti materi yang sebanding dengan kerja yang ia berikan. Seseorang bersedia memberikan suatu jasa kepada pihak lain bila ada harga yang sesuai. Akhirnya siapa yang kaya materi dapat memanjakan dan memuaskan pelbagai keinginannya seraya punya banyak alternatif ? gaya hidup yang dapat dipilihnya. ?

Ramadhan Momentum Penguatan Solidaritas Sosial (Sumber Gambar : Nu Online)
Ramadhan Momentum Penguatan Solidaritas Sosial (Sumber Gambar : Nu Online)

Ramadhan Momentum Penguatan Solidaritas Sosial

Tetapi harap diketahui pula, bahwa di sisi lain masyarakat dengan segala hal for sale seperti di atas kondisinya akan kontras bagi mereka yang tak mampu. Artinya semakin banyak hal yang diukur dengan materi, semakin menghimpit orang miskin dari kehidupan. Maka di sini terjadilah kesenjangan sosial yang dapat pula disebut sebagai kemungkaran sosial-meminjam istilahnya almarhum Muslim Abdurrahman.

Tak dapat dipungkiri fenomena masyarakat pasar (market society) ini, meminjam istilahnya Michael J. Sandel, tak hanya terjadi di wilayah perkotaan, melainkan sudah merambah juga sampai di kehidupan desa-desa, yaitu daerah yang dahulu warganya dikenal memiliki rasa solidaritas dan sistem paguyuban yang tinggi.?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Salah satu indikator degradasi atau kemerosotan tersebut ialah makin hilangnya tradisi sambatan yang dahulu melekat kuat dalam masyarakat pedesaan. Sambatan ialah kerja gotong royong seperti membantu dalam proses pembuatan atau perbaikan rumahnya tetangga atau bersama-sama ikut membantu mencangkul sawahnya kerabat atas dasar solidaritas sosial dan dalam hal ini tidak mendapatkan bayaran.

Apakah sudah sedemikian keraskah tatanan hubungan masyarakat hingga semua dinilai dengan materi. Tidak adakah amal perbuatan yang dilandasi ketulusan dan keikhlasan, menolong dan membantu tanpa pamrih?

Disinilah urgensitas dari makna disunnahkannya ? memperbanyak sedekah serta kewajiban membayar zakat fitrah bagi tiap muslim pada bulan Ramadhan ini. Kita tahu orang yang membayar zakat dan memberi sedekah motifasinya adalah murni ibadah, mendekatkan diri kepada Allah serta mengharapkan ridho-Nya, selain tentunya menggugurkan dari tuntutan kewajiban. Tidak menuntut agar penerima zakat dan sedekah itu memberikan jasa balik entah berupa tenaga, ketrampilan maupun nilai manfaat lainnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kewajiban zakat dan anjuran memperbanyak sedekah pada bulan puasa ini selain sifatnya transendental, sejatinya juga mengirim sinyal kepada umat manusia bahwa sepatutnya jangan semua hal diukur dengan materi, namun manusia perlu insaf bagaimanapun tetap ada bidang-bidang kehidupan yang tak bisa bahkan tak boleh diukur dengan uang.

Tidak cuma itu, hikmah disyariatkannya zakat dan memperbanyak sedekah terutama pada bagian akhir bulan suci Ramadhan adalah agar mereka yaitu golongan yang tidak mampu dapat ikut bahagia dan bergembira pada hari kemenangan, hari raya Idul Fitri.?

Pada perayaan hari Idul Fitri semua orang tanpa kecuali harus bergembira, termasuk orang-orang yang digolongkan kurang mampu. Kegembiraan hari raya idul fitri bukan monopoli orang Islam yang berkecukupan saja, melainkan hak semua muslim.

Alhasil hikmah disyariatkannya kewajiban zakat fitrah serta anjuran berderma pada bulan ramadhan yang mulia ini menandakan betapa agama Islam di samping agama yang anti kemiskinan namun disisi lain juga sangat peduli kepada orang miskin. Mengajarkan supaya orang kaya menyantuni kaum papa, golongan orang lemah (mustadh’afin).***

Penulis adalah Pengajar di Pondok Pesantren Nurun ala Nur Wonosobo, Jawa Tengah.

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Aswaja, Kyai Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Rabu, 18 Februari 2009

Pesantren dan Madrasah, Sekolah Pilihan Warga NU

Blitar, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Pengurus NU di tingkat manapun perlu mendampingi warga dalam melakukan amaliyah ke-NUan seperti istighotsah, tahlilan, maulidan, dan lainnya. Kesempatan orang tua untuk mengenalkan tradisi ke-NUan, perlu diperkuat dengan menitipkan anak mereka di pesantren dan madrasah.

Pesantren dan Madrasah, Sekolah Pilihan Warga NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren dan Madrasah, Sekolah Pilihan Warga NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren dan Madrasah, Sekolah Pilihan Warga NU

Demikian disampaikan KH Dimyati Zaini di tengah belasan ribu jamaah dalam peringatan Harlah ke-91 NU di Bakung Barat kecamatan Undawanu, Blitar, Selasa (10/6).

“Yang lebih penting lagi, kita harus memerhatikan pendidikan putra-putri kita. Jangan sampai salah memasukkan sekolah. Sedapat mungkin kita masukkan anak-cucu ke pesantren dan pendidikan formal milik NU,” terang Kiai Dimyati.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Menurutnya, warga tidak perlu menyangsikan kualitas pendidikan pesantren dan sekolah NU. “Lembaga pendidikan di lingkungan kita saat ini sudah baik, bahkan tidak kalah dengan milik orang lain. Sebagai contoh Mts dan Aliyah Ma’arif NU,’’ katanya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kaderisasi, menurut Kiai Dimyati, perlu diupayakan secara terpadu dengan menggerakkan amaliyah NU dan melibatkan unsur pendidikan di lingkungan sekolah NU. “Tujuannya mengamankan masa depan remaja NU.” (Imam Kusnin Ahmad/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Nahdlatul Ulama Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Rabu, 31 Desember 2008

LAZISNU Pekalongan Luncurkan Program Beasiswa Santri

Pekalongan, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Pengurus Cabang Lembaga Amil Zakat, Infaq, dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Kota Pekalongan meluncurkan program baru untuk para santri yang sedang belajar di pondok pesantren.

Program baru dengan nama “Beasiswa Santri” diperuntukkan bagi anak-anak muda di lingkungan Nahdlyyyin yang punya minat besar untuk belajar di pondok, tetapi tidak memiliki biaya sama sekali.

LAZISNU Pekalongan Luncurkan Program Beasiswa Santri (Sumber Gambar : Nu Online)
LAZISNU Pekalongan Luncurkan Program Beasiswa Santri (Sumber Gambar : Nu Online)

LAZISNU Pekalongan Luncurkan Program Beasiswa Santri

"Ini program baru untuk para generasi muda NU yang ingin belajar di pesantren yang tidak memiliki biaya," ujar Lukman Kamil, Ketua PC Lazisnu Kota Pekalongan.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dikatakan, program beasiswa santri yang diluncurkan Sabtu (11/7) ini sekaligus mendukung program Rabithah Maahid Islamiyah (RMI) berupa "Ayo Mondok" yang sudah diluncurkan beberapa waktu yang lalu. LAZISNU sebagai penghimpun dana dari muzakki (pemberi zakat) dan munfiq (pemberi infaq) berusaha menjembatani dalam hal biaya mondok.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Jadi ini sebuah sinergitas antar lembaga di lingkungan Nahdlatul Ulama, yang kebetulan mendapat dukungan penuh dari (pengurus) Syuriyah, sehingga anak-anak muda NU sebagai kader penerus perjuangan tetap berada di jalur ajaran Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja)," kata Kamil.

Acara peluncuran program beasiswa santri dilaksanakan di sela sela kegiatan LAZISNU Kota Pekalongan memberikan santunan kepada 60 anak yatim di Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Pekalongan Utara.

Kegiatan yang berlangsung di Musholla Al Islah Ranting NU Pabean diakhiri dengan buka puasa bersama dihadiri oleh jajaran PCNU Kota Pekalongan, pengurus MWCNU Pekalongan Utara, dan Pengurus Ranting NU Pabean.

Lukman merasa optimis program beasiswa santri mendapat respon yang cukup positif, mengingat saat ini banyak anak-anak Nahdliyin sedang belajar di pondok pesantren baik di wilayah Jawa Tengah maupun di Jawa Timur.

Untuk anak-anak muda yang baru akan belajar di pesantren bisa menghubungi pengurus ranting NU setempat atau LAZISNU Cabang Kota Pekalongan di nomor telepon 0858 1010 1926, sedangkan untuk yang sedang belajar di pesantren akan diadakan pendataan terlebih dahulu, karena program ini hanya diperuntukkan bagi mereka yang kurang mampu. (Abdul Muiz/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Pendidikan, Warta Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah