Sabtu, 31 Oktober 2015

AM Fatwa: Tradisi Silaturrahmi Idham Cholid Layak Diteladani

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. AM Fatwa, salah satu politisi senior menuturkan, salah satu kepribadian KH Idham Chalid yang layak diteladani adalah kebiasaannya bersilaturrahmi dengan para kiai dan ummat.

“Beliau memiliki tradisi bersilaturrahmi yang sangat baik, setiap minggu berkeliling menemui para kiai. Ini persamaan beliau dengan Gus Dur,” katanya ketika melayat ke rumah duka di Cipete, Jakarta, Senin.

AM Fatwa: Tradisi Silaturrahmi Idham Cholid Layak Diteladani (Sumber Gambar : Nu Online)
AM Fatwa: Tradisi Silaturrahmi Idham Cholid Layak Diteladani (Sumber Gambar : Nu Online)

AM Fatwa: Tradisi Silaturrahmi Idham Cholid Layak Diteladani

Fatwa mengaku telah mengenal Idham Chalid sejak tahun 60-an. Ia menilai silaturrahmi yang dilakukannya juga menjadi salah satu kekuatan politiknya. “Beliau tak pakai teori politik macam-macam, tetapi dekat dengan kultur,” tandasnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kepada para tamunya, baik para ulama atau orang biasa yang datang dari luar Jakarta untuk berkunjung ke rumahnya juga selalu disambut dengan baik. “Beliau melayani kebutuhan umat yang jauh, selalu memberi kenangan apa adanya, meskipun nilainya kecil, tetapi sangat berarti buat mereka,” terangnya.

Tradisi seperti inilah yang sudah jarang terlihat dikalangan para tokoh umat dan partai berbasis Islam saat ini yang sudah bersikap birokratis terhadap tamu-tamu. “Beliau tak mempersulit menerima tamu, mereka yang datang selalu memberi informasi yang baik atau buruk, semuanya ada manfaatnya,” tandasnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Yang jelas, kemampuannya menjadi ketua umum PBNU selama 28 tahun menunjukkan kematangannya dalam berpolitik dan tak banyak orang yang mampu melakukannya.

"Beliau layaknya air, yang menjadi sumber kehidupan, sekaligus lentur, mampu menyesuaikan diri, tapi bukan berarti tidak punya pendirian, karena air juga memiliki kekuatan dahsyat," katanya. (mkf)Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Sholawat, Kajian Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Rabu, 28 Oktober 2015

Kopri Indramayu Galang Dana Bantu Lansia

Indramayu, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah - Korps PMII Putri (Kopri) Indramayu memberikan bantuan kepada Yayasan Tresna Wredha Kasih Ibu, Sabtu (24/12). Aksi social ini merupakan rangkaian dari refleksi peringatan hari ibu beberapa hari lalu. Mereka sebelumnya melakukan penggalangan dana di seputar Jalan Perempatan Mangga, Kota Indramayu.

"Nanti hasil penggalangan dana itu akan langsung diberikan kepada Yayasan Tresna Wredha Kasih Ibu yang berada di Desa Balongan, Kecamatan Balongan, Kabupaten Indramayu. Di sana banyak ibu-ibu jompo dan lanjut usia," ujar Ketua Kopri Indramayu Maymay Muthmainnah.

Kopri Indramayu Galang Dana Bantu Lansia (Sumber Gambar : Nu Online)
Kopri Indramayu Galang Dana Bantu Lansia (Sumber Gambar : Nu Online)

Kopri Indramayu Galang Dana Bantu Lansia

Menurut May, kegiatan ini juga dimaksudkan untuk menumbuhkembangkan kepekaan sosial bagi kader-kader Kopri PMII Indramayu.

"Ini juga sebagai bentuk spirit dalam mengimplementasikan Nilai Dasar Pergerakan (NDP) dan membentuk intelektual kader dan anggota Kopri Indramayu," katanya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Momentum hari ibu ialah bentuk refleksi untuk lebih menyayangi dan mencintai para pejuang perempuan Republik Indonesia.

"Bahwa para pelaku sejarah keterlibatan perempuan dalam berjuang memerdekakan negara ini patut diapresiasi dan menjadi motivasi untuk kita sebagai kader penerus," pungkasnya. (Ade Mahmudin/Alhafiz K)

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Khutbah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Senin, 26 Oktober 2015

Jokowi Terkesan dengan Hadiah Peci Gus Dur

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah -

Puncak peringatan Haul Ke-7 KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) berlangsung meriah, Jumat (23/12), di kediaman Gus Dur di Jalan Warung Silah Nomor 10, Ciganjur, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Presiden? Joko Widodo yang hadir malam itu turut mengungkapkan testimoninya.

Di hadapan ribuan hadirin, ia mengaku masih terngiang dengan pemberian hadiah peci yang biasa dipakai Gus Dur. Peci yang terbuat dari kulit rotan tersebut diberikan langsung oleh Nyai Shinta Nuriyah Rahman Wahid pada Kamis, 26 September 2013 dalam sebuah acara di The Wahid Institute, Menteng, Jakarta.

"Pada haul ke-7 Gus Dur, pemberian peci itu menjadi pengingat saya, pengingat-ingat bagi kita semuanya, untuk selalu berusaha meneladani Gus Dur," kata Jokowi yang malam itu mengenakan sarung dan kopiah hitam.

Jokowi Terkesan dengan Hadiah Peci Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)
Jokowi Terkesan dengan Hadiah Peci Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)

Jokowi Terkesan dengan Hadiah Peci Gus Dur

Teladan tersebut, rinci Jokowi, meliputi ketulusan Gus Dur dalam menjaga silaturahim yang melampaui sekat-sekat primordial, kesederhanaannya, keikhlasannya melayani masyarakat, dan pengorbanannya untuk bangsa dan negara.

Jokowi membeberkan, pagi tadi ada yang berbisik agar peci tersebut dipakai pada malam puncak haul Gus Dur. Namun karena sedang disimpan di Solo dan tak memungkinkan mengambilnya dalam waktu singkat, maka ia tak memakainya malam ini. "Tahun depan insyaallah saya pakai," ujar Jokowi disambut tawa hadirin.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Hadir dalam kesempatan itu mantan wakil presiden Boediono, Panglima TNI Gatot Nurmantyo, Kapolri Tito Karnavian, Ketum PBNU KH Said Aqil Siroj, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Habib Umar Muthohar, Habib Jafar Alkaff, para pemuka dari lintas agama, dan para seniman. (Mahbib)Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Santri, Berita Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sabtu, 24 Oktober 2015

Universitas NU NTB Sosialisasi Kepada PCNU

Sumbawa Besar, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Sumbawa Besar (KSB) memberikan ruang dan waktu khusus kepada perguruan tinggi Universitas NU NTB untuk ? melakukan sosialisasi pada momentum Konferensi Cabang ke-22 pada hari Sabtu 16/05/15 dengan tema "Menyongsong Islam Nusantara untuk Peradaban Indonesia dan Dunia".

Universitas NU NTB Sosialisasi Kepada PCNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Universitas NU NTB Sosialisasi Kepada PCNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Universitas NU NTB Sosialisasi Kepada PCNU

"Sosialisasi ini kami lakukan atas permintaan tokoh-tokoh NU dan termasuk ketua Pengurus Cabang NU Kabupaten Sumbawa Besar (KSB)," kata Kepala BAAK UNU NTB Retno Sirnopati, S.Fil, M.Hum didamping stafnya Bahman Saputra kepada Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah, 16/05/15

UNU menurutnya merupakan salah satu perguruan tinggi baru di Nusa Tenggara Barat yang menyediakan 10 program langka dan akan menjadikan program studi unggulan ke depannya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Masih kata Retno sapaan akrabnya, momentum seperti ini (Konfercab) akan terus ditangkap karena memang masyarakat di Nusa Tenggara Barat belum semua mengetahui keberadaan UNU yang menjadi representasi dari lembaga pendidikan Nahdliyin di tingkat perguruan tinggi.

Dalam sosialisasi UNU ini pihaknya membawa brosur, kalender, sticker dan identitas perguruan tinggi UNU lainnya. (hadi/mukafi niam) ?

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Meme Islam, Hadits, Cerita Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Jumat, 23 Oktober 2015

Rais ‘Aam: LBM PBNU Jadi Dapur Penetapan Hukum

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah - Rais ‘Aam Syuriyah PBNU KH Ma’ruf Amin ingin Lembaga Bahtsul Masail (LBM) menjadi dapur panduan dan penetapan hukum di lingkungan Nahdlatul Ulama. Sejak awal, ia menghendaki adanya kegiatan Bahtsul Masail agar PBNU memiliki stok hukum.

“Saya ingin menyampaikan penghargaan kepada pengurus LBM untuk adanya kegiatan ini. Saya memang menghendaki bahtsul masail menjadi dapur untuk panduan-panduan dan penetapan hukum baik yang menyangkut kerangka maudluiyyah, waqi’iyyah, maupun qanuniyyah’,” ujar Rais ‘Aam di hadapan peserta bahtsul masail bertema “Konsep Islam Nusantara” di lantai 5 gedung PBNU, Kamis (4/2) malam.

Rais ‘Aam: LBM PBNU Jadi Dapur Penetapan Hukum (Sumber Gambar : Nu Online)
Rais ‘Aam: LBM PBNU Jadi Dapur Penetapan Hukum (Sumber Gambar : Nu Online)

Rais ‘Aam: LBM PBNU Jadi Dapur Penetapan Hukum

Dahulu, lanjut Kiai Ma’ruf, di NU hanya waqi’i saja. Tapi dirasakan mulai dari Munas Lampung pada 1992 para kiai memformalkan pentingnya ada maudlhui. Sehingga ada masalah tematik yang harus dibahas. “Dan ini tidak hanya ketika ada munas atau muktamar saja, sehingga kita punya berbagai konsep yang kita jadikan keputusan di lingkungan NU,” tandasnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Menurut Kiai Ma’ruf, para kiai juga merasakan adanya persoalan perundang-undangan yang sangat kompleks. Ada yang sifatnya usulan RUU, ada review sekaligus mengamati proses RUU yang sedang disiapkan. “Oleh karena itu, NU harus terlibat agar semua UU itu minimal tidak bertentangan dengan hukum Islam,” tegas kiai yang juga Ketua Umum MUI ini.

Keterlibatan tersebut antara lain melalui sejumlah usulan dan rekomendasi dari komisi bahtsul masail atas RUU, dan review atas UU yang ada. Oleh karenanya, NU kemudian menetapkan pada Munas 2005 di Surabaya tentang bahtsul masail maudluiyyah.

“Jadi kita perlu tahu historical background lahirnya komisi maudluiyyah ini. Bahkan, di bahtsul masail kita tambah satu lagi yaitu iqtishadiyyah. Karena masalah ekonomi terus berkembang dan tidak bisa kita biarkan tanpa panduan yang hukum-hukumnya terus ditanyakan masyarakat,” papar Kiai Ma’ruf.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dan yang paling dinamis itu justru masalah ekonomi ini. Terutama di pasar modal, ada ijarah berbasis proyek. “Kalau dulu berbasis bentuk bangunan, karena bangunan sudah habis maka kemudian yang dijaminkan itu proyek yang mau dibangun. Kita harus selalu merespons berbagai perkembangan yang terjadi ini,” tandasnya.

Apalagi sekarang ini Presiden Jokowi telah membentuk Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS) yang diketuainya sendiri.? “Jadi ini ada perkembangan yanbg luar hiasa yang nanti kita selalu siap merespons produk-produk yang akan lahir di Indonesia. itu yang harus disiapkan LBM,” tegas Rais ‘Aam.

Senada dengan Kiai Ma’ruf, Rais Syuriah PBNU KH Masdar Farid Mas’udi yang berbicara pada sesi sebelumnya menegaskan perlunya PBNU mencermati perundangan-undangan. Ia beralasan, UU merupakan norma yang mengikat masyarakat. “Ini sasaran Islamisasi syariat kita. Jangan biarkan norma-norma yang mengikat itu yang jelas sangat powerful karena didukung negara, sementara kita tidak pernah menjamahnya,” ujar Kiai Masdar. (Musthofa Asrori/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Tokoh, Pertandingan Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kamis, 22 Oktober 2015

GP Ansor Bondowoso Peringati Maulid Nabi, Diskusi, dan Santunan

Bondowoso,Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Bondowoso mengadakan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Kegiatan tersebut diikuti Pengurus PC, PAC, Banser, Bannar, Lembaga Majelis Dzikir dan Sholawat Rijalul Ansor, dan ranting GP Ansor serta tukang becak.

GP Ansor Bondowoso Peringati Maulid Nabi, Diskusi, dan Santunan (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Bondowoso Peringati Maulid Nabi, Diskusi, dan Santunan (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Bondowoso Peringati Maulid Nabi, Diskusi, dan Santunan

Agenda tersebut dilaksanakan di paseban alun-alun Ki Bagus Asrah Kironggo depan Monumen Gerbong Maut Kabupaten Bondowoso Jawa Timur Sabtu malam (10/12).

Ketua GP Ansor Bondowoso Muzammil mengatakan, peringatan Maulid Nabi ini bersamaan dengan kegiatan rutin yang dilaksanakan Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Bondowoso setiap bulan, yaitu diskusi rutin.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Karena malam ini bersamaan dengan peringatan Maulid Nabi maka kegiatan diskusi ini kita barengkan dengan Maulid Nabi dan Insyaallah nanti setelah acara di lanjutkan dengan diskusi oleh lora Tajul Arifin dari Pondok Penurul Fatah Lumutan Botolinggo," katanya.

Menurut dia, diskusi rutin adalah upaya GP Ansor untuk menambah wawasan para kader dalam agar bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. "Diskusinya biasanya dilaksanakan di mushola itu tiap bulan sekali," imbuhnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Pengurus Pimpinan Wilayah GP Ansor Jawa Timur Miftahul Huda mengatakan, peringatan Maulid Nabi ini menandakan bahwa ekstetensi GP Ansor di Bondowoso dengan segala dinamika dan perkembangannya tetap dibutuhkan.

Ia menambahkan, paling penting saat ini GP Ansor harus mengumandangkan jihad di sektor ekonomi agar merata. “Jihadnya Ansor bukan ‘Allah Akbar? sambil meledakkan bom dan sekian banyak orang mati. Itu bukan jihad bagi GP Ansor,” tegasnya.

Jihadnya Ansor hari ini dalam konteks keindonesiaan ada dua hal, pertama mendapatkan akses ekonomi bagi seluruh masyarakat Indonesia, khususnya kader-kader GP Ansor Bondowoso. Kedua, jihad di sektor pendidikan dengan mengurangi angka kebodohan dan mencerdaskan anak bangsa.

Selain peringatan Maulid Nabi dan diskusi, kesempatan tersebut juga digunakan GP Ansor untuk berbagi dengan memberikan santunan berupa sembako kepada tukang becak.

? Turut hadir pada kesempatan tersebut Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Bondowoso H Mas ud Ali , alumni-Alumni Gerakan Pemuda Ansor Bondowoso, santri Pondok Pesantren Nurul Fatah Lumutan Botolinggo. (Ade Nurwahyudi/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Santri, Makam Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Rabu, 14 Oktober 2015

Kesadaran Kirim Anak ke Pesantren Masih Tinggi

Semarang, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Pengasuh Pondok Pesantren Tegalrejo, Magelang, Jawa Tengah KH Yusuf Chudlori mengatakan, hari ini ada kesadaran di masyarakat bahwa punya anak kalau hanya sekolah formal tinggal menunggu kerusakannya.

Kesadaran Kirim Anak ke Pesantren Masih Tinggi (Sumber Gambar : Nu Online)
Kesadaran Kirim Anak ke Pesantren Masih Tinggi (Sumber Gambar : Nu Online)

Kesadaran Kirim Anak ke Pesantren Masih Tinggi

Menurut dia, banyak orang tua sadar bahwa anaknya, disamping sekolah formal, harus di pesantren. “Animo masyarakat mengembalikan anak ke pesantren ini sebetulnya luar biasa,” katanya pada diskusi rutin yang diselenggarakan Fraksi Kebangkitan Bangsa Jawa Tengah pada? (25/11).

Pada kesempatan itu kiai yang akrab disapa Gus Yusuf didaulat membincang pesantren dengan tema "Pesantren Minim Perhatian Dimana Peran Pemerintah?". Gus Yusuf hadir sebagai Wakil Ketua Pengurus Pusat Rabithah Maahid Islamiyyah.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Menurut Gus Yusuf, keadaan tersebut sebagai perhatian masyarakat terhadap kemerosotan moral bangsa. Kesadaran itu muncul karena lembaga pendidikan pesantren tidak hanya menjadi lembaga talim namun juga melakukan tarbiyyah kepada santrinya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Masyarakat, tambah dia, sebagai orang tua santri akan merasakan rugi bila tidak menyantrikan anaknya di pondok pesantren.

Masih menurut Gus Yusuf, ada berbagai macam pilihan pondok pesantren yang bisa dipilih wali santri dalam menyelamatkan akhlak anaknya. Bahkan ada beberapa wali santri yang hanya memondokkan anaknya tidak diimbangi dengan sekolah formal terlebih dahulu.

Ia berharap ke depan pesantren masih menjadi penjaga moral bangsa.? "Tidak hanya sebatas pinter tetapi juga melahirkan orang-orang bener," ungkap Gus Yusuf.

Ia juga mendukung dengan kerja yang dilakukan PW RMI Jateng yang melakukan database pesantren di provinsi tersebut.

Hal ini juga dikuatkan Muh Zen Adv sebagai bagian dari FKB Jateng. Database pesantren menjadi dasar untuk menentukan berbagai macam kebijakan organisasi. (M. Zulfa/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah IMNU Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kamis, 08 Oktober 2015

Pesantren Gudangnya Ilmu Pengetahuan

Jepara, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Pesantren sebagai lembaga pendidikan tertua di Nusantara merupakan gudangnya ilmu pengetahuan. Demikian dikemukakan Kepala Kantor Kementerian Agama kabupaten Jepara H Muhdi Zamru dalam kegiatan Gerakan Santri Menulis; Sarasehan Jurnalistik Ramadhan 2013.

Pesantren Gudangnya Ilmu Pengetahuan (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Gudangnya Ilmu Pengetahuan (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Gudangnya Ilmu Pengetahuan

Kegiatan diselenggarakan di Pondok Pesantren Balekambang desa Gemiring Lor kecamatan Nalumsari kabupaten Jepara, Selasa (16/7).  

Muhdi menyatakan, sebagai gudang ilmu pengetahuan pesantren kini sudah sesuai dengan tuntutan zaman. Pesantren mempertahankan kajian kitab kuning dan menambah kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan santri. Sehingga jebolan-nya bisa menyamai lulusan pendidikan umum yang lain. 

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Disisi lain lanjut Muhdi santri mempunyai banyak kemahiran. Semisal kepandaian dalam berbicara. Namun keluwesan dalam berbicara himbaunya agar diimbangi dengan kepandaian dalam menulis. Sebab menulis, tambahnya, sudah diwariskan sejak penghafal Al-Qur’an era sahabat berkeinginan mengumpulkan hafalan itu dalam bentuk teks. Tujuannya agar saat para penghafal itu wafat teks itu masih kekal abadi. 

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Karenanya, kegiatan yang difasilitasi harian Suara Merdeka dan sudah berlangsung 19 tahun itu disambutnya dengan positif. “Dengan berkarya (menulis, red) maka generasi yang akan datang akan tetap bisa menikmati karya-karya yang kita torehkan,” tambahnya. 

Ia juga menyebut Kurikulum 2013 salah satu tujuannya untuk menggerakkan otak kiri dan kanan. Otak kiri untuk menghafal paling banter hanya mampu menampung 10%. Sedangkan otak kanan dengan prosentase selebihnya 90% merupakan pusat untuk kreativitas berpikir. 

“Salah satu kreativitas untuk berpikir ya dengan membaca dan menulis. Dengan menulis kita akan memberikan informasi kepada khalayak. Dan itu merupakan ikhtiar kita untuk menguasai dunia,” tegasnya kepada 300an santri yang mengikuti kegiatan.

Dalam kegiatan yang berlangsung sehari itu hadir HM Solikhin (Kabid Madin dan Pondok Pesantren Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Tengah), H Ahmad Marzuqi (Bupati Jepara), Harun-Rofiul Hadi (Unwahas Semarang), H Miftakhudin dan KH Mustamir Wildan (perwakilan Pengasuh Pesantren).

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Syaiful Mustaqim

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Nasional, Budaya, Quote Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah