Senin, 31 Oktober 2016

PMII Sepuluh Nopember Ikuti Halal Bihalal sebagai Banom NU

Surabaya, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Pascakeputusan Muktamar ke-33 NU di Jombang mengenai status Pergerakan mahasiswa Islam Indonesia (PMII) sebagai banom (badan otonom), PMII Sepuluh Nopember ITS segera melakukan berbagai kegiatan guna menindaklanjuti keputusan tersebut.

PMII Sepuluh Nopember Ikuti Halal Bihalal sebagai Banom NU (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Sepuluh Nopember Ikuti Halal Bihalal sebagai Banom NU (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Sepuluh Nopember Ikuti Halal Bihalal sebagai Banom NU

Sabtu malam (15/8) kemarin, PMII ITS atau bisa juga disebut dengan PMII 1011 itu diundang oleh pengurus MWCNU Sukolilo untuk mengikuti kegiatan halal bihalal antara MWCNU dengan berbagai banom yang ada di lingkungan NU. Untuk menyukseskan acara ini, PMII 1011 mengerahkan anggotanya yang dipimpin oleh Sahabat Imam Rahmat, ketua komisariat PMII Sepuluh Nopember, untuk turut serta andil dalam kegiatan ini.

Menurut mahasiswa asal Gresik ini, selain untuk memenuhi undangan dari pengurus MWCNU Sukolilo untuk menghadiri kegiatan halal bihalal ini adalah sebagai sarana silaturrahim antar banom. “Tujuan utamanya jelas silaturrahim dengan banom lain selain PMII,” ungkap mahasiswa T. Elektro itu.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dalam acara halal bi halal yang diselenggarakan di gedung MWCNU Sukolilo ini, para hadirin juga mendapatkan siraman qolbu dari KH. Abdullah Rifai. “Inti dari dilaksanakan halal bi halal adalah saling memaafkan, jadi percuma diadakan jikalau tidak saling memaafkan,” jelas Kiai asal Sidoarjo ini kepada para hadirin. (Ahmad Hanan/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Berita Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Jumat, 28 Oktober 2016

Ada Agenda Asingisasi di Balik Tuntutan Pembubaran LSF

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Kelompok seniman yang menginginkan atau sekedar mendukung pembubaran Lembaga Sensor Film (LSF) secara tidak langsung telah memuluskan agenda penjajahan kultural di Indonesia, mengganti kultur masyarakat Indonesia dengan kultur asing.

"Target pembubaran LSF adalah asingisasi. Mereka mengadopsi liberalisme dan tidak mau mengakui akar kultur masyarakat Indonesia," kata Wowok Hesti Prabowo, anggota Pengurus Pusat Lembaga Seniman dan Budayawan Muslim Indonesia (Lesbumi), di Jakarta, Selasa (26/2), menyikapi proses judicial review UU Film Nomor 8 tahun 1992 tentang keberadaan LSF.

Ada Agenda Asingisasi di Balik Tuntutan Pembubaran LSF (Sumber Gambar : Nu Online)
Ada Agenda Asingisasi di Balik Tuntutan Pembubaran LSF (Sumber Gambar : Nu Online)

Ada Agenda Asingisasi di Balik Tuntutan Pembubaran LSF

Pembubaran LSF, menurut Wowok, memang sangat tidak populis dan pemerintah tidak ada mengabulkannya. Tuntutan itu hanya terkait penarikan simpati masyarakat, yakni dengan memerankan diri sebagai kelompok yang berjuang demi kebebasan. Target pendeknya adalah membuka kran kebebasan berkesenian sedikit demi sedikit.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Namun target panjangnya adalah meniadakan LSF sama sekali. Mereka yang mengadopsi liberalisme itu menginginkan adanya kebebasan tanpa batas. Padahal jargon pembebasan masyarakat yang selama ini mereka dengungkan cuma retorika. Kita tahu betul bahwa pada saat masarakat keberatan dengan kenaikan harga bahan bakar minyak, kelompok seniman yang menginginkan pembubaran LSF ini justru menerbitkan iklan besar-besaran mendukung kenaikan BBM," kata Wowok.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Selama ini, lanjutnya, masyarakat hanya bisa menggerutu. Kalangan seniman dan pebisnis hiburan yang menginginkan liberalisme sebenarnya hanya segelintir orang namun mereka disuport oleh jaringan dana yang kuat dan media massa. "Jadi ada semacam diktator minoritas," kata Wowok yang juga ketua yayasan Komunitas Sastra Indonesia (KSI).

Ditambahkannya kreasi seni untuk menyampaikan gagasan serta mengekspos nilai-nilai penting tidak harus dilakukan dengan aksi yang vulgar. Seni yang tinggi justru diperankan dengan bahasa simbol dan imajinasi. "Kebebasan yang diinginkan mereka itu justru kemunduran. Jadi perlu dibedakan antara kreasi seni dan sampah," katanya.

Sebelumnya Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Hasyim Muzadi saat menandatangani MoU dengan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI), di Jakarta, Selasa (26/2) mengeluhkan, saat ini muncul kecenderungan bahwa tayangan televisi atau film dengan penonton paling banyak, justru tidak memiliki unsur pendidikan dan pencerdasan kepada masyarakat.

Melalui kerja sama itu, NU dan KPI akan melakukan gerakan penyadaran kepada masyarakat tentang baik-buruknya dampak tayangan televisi. Saat ini sedang dilakukan inventarisasi terhadap seluruh tayangan televisi yang dinilai baik untuk masyarakat atau sebaliknya. (nam)Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Kajian Islam Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Selasa, 25 Oktober 2016

Kisah Suami Beristri Super Galak

Ada seorang sahabat yang bernasib malang. Ya, ia ditakdirkan berjodoh dengan wanita yang sangat galak. Hampir setiap hari, ia pun menuai hujatan-hujatan dari sang istri. Baik itu disebabkan hal sepele, maupun hal yang memang patut diributkan.?

Mulai dari sesuatu yang memang kesalahan suami, hingga sesuatu yang sebenarnya salah sang istri, namun menjadi salah suami kembali ketika ia kalah argumentasi.

Waktu terus berjalan. Hari-hari masih ia jumpai dengan hujatan istri. Tak tahan dengan hal itu, ia lalu bermaksud untuk mengadukannya kepada Sayidina Umar Radiyallahu anhu. Meminta petuah, kira-kira istri yang macam ini patut untuk diberi ganjaran apa.

Kisah Suami Beristri Super Galak (Sumber Gambar : Nu Online)
Kisah Suami Beristri Super Galak (Sumber Gambar : Nu Online)

Kisah Suami Beristri Super Galak

Dengan langkah gontai ia menuju ke rumah Sayidina Umar. Sembari menjaga perasaan agar tidak terlalu emosional dan menata kata untuk diadukan kepada Sang Khalifah.

Sesampainya diambang pintu, ia mulai mengetuk dan mengucap salam. Beberapa kali ia lakukan, namun tak ada jawaban yang ia terima. Namun, sayup-sayup ia mendengar keributan di dalam rumah. Ternyata, apa yang didapati sahabat tersebut?

Sayidina Umar, Sang Khalifah, sedang duduk terpekur. Sedang istrinya menghujat sejadi-jadinya. Ia pun juga sedang dimarahi oleh sang istri. Merasa sungkan, sahabat itupun bergegas membalikkan badan dan mengurungkan niat untuk mengadu.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Belum sampai sepuluh langkah, tiba-tiba terdengar suara yang sangat lantang.

"Wahai fulan, kemarilah!" Sayidina Umar ternyata memanggilnya.

"Mengapa engkau tidak jadi masuk ke rumahku? Bukankah engkau tadi sudah mengetuk pintu dan mengucap salam yang belum sempat ku balas."

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Sayidina Umar, saya mengurungkan niatku untuk mengadukan suatu hal kepadamu," jelas sahabat itu.

"Mengapa engkau mengurungkannya?" tanya Sayidina Umar.

" Tak apa, sekarang aku telah menyadarinya,"

"Sekali-kali tidak. Apa sebenarnya hal itu. Katakanlah padaku!"

"Tidak, Aku sungkan terhadapmu,"

"Katakanlah!" perintah Sayidina Umar dengan nada meninggi.

Akhirnya, sang sahabat pun memulai pengaduannya.

"Begini, awalnya saya berniat untuk mengadukan istri saya kepada anda. Ia sangatlah galak. Setiap hari, saya selalu saja mendapat hujatan darinya. Saya sudah tidak tahan lagi. Bermaksud untuk meminta solusi kepada anda."

Sayidina Umar hanya mengangguk-angguk.

"Sesampainya di sini dan melihat anda pun ternyata juga sedang dimarahi oleh sang istri. Saya tersadar, betapa sama nasib dan perjuangan kita. Betapa setiap pasangan pasti juga memiliki masalah tersendiri."

Sayidina Umar pun menimpali.

"Dan yang terpenting adalah. Bahwa kita harus menyadari, pasangan kita adalah seorang manusia. Jika manusia, maka sudah pasti ia memiliki kekurangan. Tidak bisa sempurna. Karena jika kita mencari yang sempurna, maka sampai kapanpun tidak akan kita menemuinya. Karena tujuan kita diciptakan berpasangan tak lain adalah supaya kita saling menyempurnakan."

"Dengan begitu, jika sedari dini kita menyadari bahwa pasangan kita hanyalah manusia biasa. Kita akan mulai berlaku lembut, fleksibel, dan tidak suka menuntut pasangan kita untuk menjadi seperti ini dan itu. Karena kita sadar, bahwa manusia pasti memiliki kekurangan," imbuh Sayidina Umar.

Ya, memang benar. Manusia adalah makhluk yang tidak mungkin sempurna. Karena memang, kesempurnaan hanya dimiliki oleh Allah semata. Teringat sebuah maqolah arab mengatakan:

? ? ?

Tidak ada manusia yang sempurna.

Akhirnya, sahabat pun pulang dengan hati yang mulai lapang. Dengan hati yang mulai tertata dan menyadari, bahwa istrinya hanyalah manusia biasa. Yang tentu, memiliki kekurangan di setiap sisinya.?

(Ulin Nuha Karim)

Disarikan dari Mauidhah Hasanah oleh KH Muhammad Shofi Al-Mubarok dalam acara pernikahan salah satu Santriwati Pesantren Sirojuth Tholibin Brabo, Tanggungharjo, Grobogan, Jawa Tengah.

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Ulama, Olahraga, Doa Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sabtu, 22 Oktober 2016

Pasca Pilgub, Warga NU Jatim Diharap Jaga Soliditas

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ketua PBNU Slamet Effendy Yusuf meminta warga NU Jatim menjaga soliditasnya pasca berlangsungnya pemilihan gubernur, Kamis (30/8). Sejumlah kader NU bersaing dalam pilgub tersebut.

Ia berharap perbedaan pilihan dimaknai secara dewasa, dan setelah proses pemilihan tersebut selesai, semuanya kembali kepada aktifitas sehari-hari secara produktif.

Pasca Pilgub, Warga NU Jatim Diharap Jaga Soliditas (Sumber Gambar : Nu Online)
Pasca Pilgub, Warga NU Jatim Diharap Jaga Soliditas (Sumber Gambar : Nu Online)

Pasca Pilgub, Warga NU Jatim Diharap Jaga Soliditas

“Mari kita tunggu proses akhirnya yang sedang berlangsung. Selanjutnya, kita kembali pada aktifitas sebelumnya, yang bekerja kembali pada pekerjaannya, yang menjadi pengurus NU harus tetap menjaga amanahnya,“ katanya, Jum’at. 

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ia berharap agar semua pihak yang terlibat dalam penyelesaian akhir penghitungan suara ini menjunjung tinggi politik keadaban. Jangan sampai gaya-gaya politik Machiavelis yang berlangsung sebelum pilgub digunakan.

“Semuanya harus menjunjungi tinggi politik yang berkeadaban. Dan jika ada masalah selesaikan melalui jalur hukum di MK,“ tandasnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Berdasarkan hasil sejumlah quick count pasangan Karwo-Syaifullah (Karsa) menang, tetapi pasangan Khofifah-Herman (Berkah) yang diusung PKB juga mengklaim menang berdasarkan perhitungan riil dari saksi-saksi yang diturunkan di lapangan. 

Penulis: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Bahtsul Masail, RMI NU, Pahlawan Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Minggu, 16 Oktober 2016

NU Banyuwangi Masuk 10 Besar NU Award Se-Provinsi Jawa Timur

Banyuwangi, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah - Kiprah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Banyuwangi mendapat perhatian dari Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur. Setidaknya, hal ini terlihat dari kunjungan Tim NU Award PWNU Jawa Timur ke Kantor NU Banyuwangi di bilangan Ahmad Yani, Kabupaten Banyuwangi, Sabtu (28/5).

Tim NU Award tidak sekadar berkunjung tetapi melakukan serangkaian verifikasi data tentang kiprah NU Banyuwangi mulai dari sistem administrasi, layanan, kegiatan, aset, hingga unit usaha yang dilakukan.

NU Banyuwangi Masuk 10 Besar NU Award Se-Provinsi Jawa Timur (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Banyuwangi Masuk 10 Besar NU Award Se-Provinsi Jawa Timur (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Banyuwangi Masuk 10 Besar NU Award Se-Provinsi Jawa Timur

“Dalam soal administrasi, seperti dokumentasi SK dari tingkat cabang hingga ranting serta surat-menyurat, alhamdulillah NU Banyuwangi dinilai cukup baik,” kata Wakil Sekretaris NU Banyuwangi M Naseh yang menerima kunjungan visitasi NU Award.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Begitu pula dalam bidang layanan pendidikan maupun kegiatan. NU Banyuwangi mendorong terus dibukanya SMK NU. Ketua NU Banyuwangi KH Masykur Ali menyatakan bahwa pihaknya telah mendorong pendirian lebih dari 20 SMK NU di Banyuwangi dalam lima tahun terakhir ini.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dalam layanan kesehatan, NU Banyuwangi juga telah merevitalisasi RSNU Banyuwangi. “Kita terus mendorong NU Banyuwangi dapat memberikan pelayanan dalam bidang pendidikan dan kesehatan secara maksimal kepada nahdliyin,” kata Kiai Masykur.

Hal yang sama juga diterapkan dalam membuat kegiatan. NU Banyuwangi melakukan kaderisasi, penguatan nilai-nilai ke-Aswaja-an dan NKRI, ekonomi, sosial, dan program-program pemberdayaan masyarakat.

Sedangkan di bidang aset, NU Banyuwangi dinilai kurang memerhatikan pendokumentasian aset. Hal ini diukur dari tidak terdapatnya dokumentasi aset berupa salinan sertifikat aset.

“Sebenarnya ada, sebagian besar masih dalam proses sertifikasi di Badan Pertanahan Nasional (BPN), dan sebagian lagi masih dikumpulkan oleh Lembaga Waqaf dan Pertanahan Nahdlatul Ulama (LWPNU) Banyuwangi,” tegas Sekretaris NU Banyuwangi Guntur Al-Badri.

“Besok, akan segera kita dokumentasikan semua aset NU,” imbuhnya.

Tim NU Award menilai gagasan NU Banyuwangi dalam menggelar rekam aspirasi untuk menentukan calon Bupati Banyuwangi yang akan diusung pada Pilkada 2009 dan 2014 kemarin dinilai sebagai inovasi yang spektakuler.

“Tidak ada masih proses yang demikian (rekam aspirasi) di NU manapun. Apalagi tanpa adanya ekses dan gesekan. Selain itu, manfaat yang dirasakannya pun nyata,” ungkap salah satu anggota Tim NU Award.

Melihat hasil visitasi Tim NU Award, NU Banyuwangi optimis bisa masuk lima besar. Dalam beberapa waktu ke depan, NU Banyuwangi akan menyiapkan beberapa dokumentasi yang belum sempat disajikan saat acara visitasi, guna keperluan penilaian lima besar di Kantor NU Jawa Timur beberapa hari ke depan.

“Tidak hanya untuk lomba, tapi ini juga sebagai ikhtiar NU Banyuwangi dalam membenahi struktur organisasi,” pungkas Kiai Masykur. (Anang Lukman Afandi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Santri Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kamis, 13 Oktober 2016

Pramuka Wadah Strategis untuk Kembangkan Multikulturalisme

Kendari, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Pramuka dinilai strategis untuk meningkatkan pemahaman sekaligus wahana praksis penanaman dan pengembangan budaya multikultural dan multireligius. Kegiatan Pramuka yang diikuti utusan dari berbagai daerah, sangat berpotensi mengembangkan jiwa multikultural, apalagi diikuti tidak hanya dari Perguruan Tinggi Keagamaan Islam, ? tetapi juga PTK Non-Muslim.?

“Ini adalah bagian dari ikhtiar mendukung multireligius,” tegas Guru Besar UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Amin Abdullah saat menjadi narasumber pada kegiatan Tadarus Kebudayaan yang digelar dalam perhelatan akbar Perkemahan Wirakarya Perguruan Tinggi Keagamaan (PW PTK) XIII di IAIN Kendari, Jumat (20/5) seperti dilansir laman kemenag.go.id.

Pramuka Wadah Strategis untuk Kembangkan Multikulturalisme (Sumber Gambar : Nu Online)
Pramuka Wadah Strategis untuk Kembangkan Multikulturalisme (Sumber Gambar : Nu Online)

Pramuka Wadah Strategis untuk Kembangkan Multikulturalisme

Indonesia adalah negara majemuk dengan menganut budaya laut karena mempunyai 75 persen lautan daripada daratan. Indonesia memiliki beragam suku, agama, ras yang tersebar dari berbagai pulau. Menurut Amin, kondisi ini merupakan kekayaan sekaligus tantangan.

Terkait itu, di hadapan 300 orang peserta Pramuka Pandega, Bina Damping dan Pimpinan Kontingen, Mantan Rektor UIN Sunan Kalijaga ini mengajak untuk sama-sama menghidupkan budaya perbedaan karena itu adalah rahmah dari Tuhan Yang Maha Esa.

Para Wakil Rektor/Wakil Ketua III, terutama Bina Damping perlu merumuskan relevansi kegiatan pramuka dengan gagasan multikultural dan multireligius. Dari situ, Amin berharap Pramuka dapat dijadikan sarana efektif penyebaran nilai-nilai dan semangat multikultural dan multireligius.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sementara itu, Rektor IAIN Kendari, Nur Alim mengutarakan bahwa Sulawesi Tenggara (Sultra) mempunyai kekayaan laut yang melimpah dengan beragam budaya. Masyarakat Sultra juga dikenal ? hidup rukun dan damai secara berdampingan. “Di sini terdapat masjid dan Gereja yang letaknya berdampingan, yaitu Masjid Agung Al-Firdaus dan Gereja Ola Atlabora,” terangnya.

Dunia pendidikan tinggi, lanjut Nur Alim, mempunyai tugas menumbuhkembangkan keragaman budaya, agama, dan lain-lain. Kurikulum PTK harus mampu menjadikan para mahasiswa mempunyai kedewasaan berpikir dan bertingkah laku, serta mampu memahami perbedaan, tidak saja agama namun budaya, dan ras.

Tadarus Kebudayaan merupakan salah satu rangkaian kegiatan yang digelar di PW PTK XIII di Kendari. Melalui kegiatan ini, diharapkan para peserta memperoleh pencerahan terkait ? nilai dan praktik multikulturalisme dalam kehidupan sekembalinya dari perkemahan.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Tadarus Kebudayaan yang dilaksanakan di Auditorium IAIN Kendari menjadi wahana peserta kemah, bina damping, dan pimpinan kontingen untuk bertukar pengetahuan, pengalaman, dan sekaligus membudayakan, layaknya tadarus budaya. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Syariah, Amalan, Ubudiyah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sabtu, 08 Oktober 2016

Bacaan Ringan Jauhkan Bayi dari Dosa Berat Zina

Menjadi orang tua bagi anak-anak sangat gampang. Ia boleh menunggu saja anak-anak keluar dari rahim istrinya atau memungut anak dari pangkuan panti asuhan dan rumah bersalin. Sedangkan menjadi orang tua yang berperan, susah-susah gampang. Dibilang gampang, kadang terkendala di tengah jalan. Dibilang susah, tetapi berjalan begitu saja.

Yang paling gampang, melantunkan lafal adzan di kuping kanan dan iqamah di telinga kiri bayi yang menjadi tugas orang tua pertama kali setelah anak lahir. Selain karena demikian perlakuan Rasulullah SAW terhadap Hasan dan Husein, tetapi juga lafal dua kalimat syahadat yang masuk ke lubang telinga bayi cukup melindunginya dari setan ibu-ibu yang suka ‘mengasuh’ bayi-bayi manusia. Ini jelas disabdakan Rasulullah SAW.

Bacaan Ringan Jauhkan Bayi dari Dosa Berat Zina (Sumber Gambar : Nu Online)
Bacaan Ringan Jauhkan Bayi dari Dosa Berat Zina (Sumber Gambar : Nu Online)

Bacaan Ringan Jauhkan Bayi dari Dosa Berat Zina

Setelah itu, para orang tua juga selayaknya mengantisipasi masa depan bayi sejak dini. Mereka dianjurkan membaca surah Al-Qadar di telinga kanan si bayi. Amalan ini berkhasiat menjauhkan si anak dari dosa besar zina sepanjang usianya kelak. Anggaplah sebagai pembuktian kasih sayang orang tua demi kepentingan masa depan bayi. Syekh Muhammad bin Ibrahim Al-Baijuri dalam Hasyiyatus Syekh bin Ibrahim Al-Baijuri ala Syarhil Allamah ibni Qasim Al-Ghazzi menerangkan.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Dikutip dari Syekh Dairobi bahwa dianjurkan membaca surah Al-Qadar di lubang telinga kanan bayi. Karena, bayi mana saja yang diperlakukan demikian niscaya dilindungi Allah dari dosa zina seusia hidupnya. Kata Syekh Dairobi, ‘Demikianlah amalan yang kami terima dari para guru kami’.”

Adapun susahnya memainkan peran orang tua yang baik seperti dikeluhkan banyak orang tua, saking banyaknya tidak perlu dikatakan di sini. Salah satunya boleh disebut; yakni menanamkan nilai-nilai agama kepada si anak agar tidak terjerumus dalam segala bentuk dosa kecil atau besar, termasuk zina. Tetapi secara umum, orang tua perlu kesabaran lebih untuk terus mendampingi dan mendidik anak. Wallahu A’lam. (Alhafiz K)

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Daerah, Internasional Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah