Rabu, 27 April 2016

LPTQ Subang Gelar Musabaqah di Kantor PCNU

Subang, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) kabupaten Subang untuk ke-45 kalinya? menggelar Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat kabupaten. Lomba yang digelar dalam MTQ ini terdiri dari 9 cabang.

LPTQ Subang Gelar Musabaqah di Kantor PCNU (Sumber Gambar : Nu Online)
LPTQ Subang Gelar Musabaqah di Kantor PCNU (Sumber Gambar : Nu Online)

LPTQ Subang Gelar Musabaqah di Kantor PCNU

Mengenai lokasi yang dipilih dalam kegiatan ini dibagi menjadi beberapa titik, untuk cabang Musabaqah Syarhil Quran (MSQ) pihak panitia memilih menggelarnya di Aula Kantor PCNU Subang.

Salah seorang dewan hakim MSQ H Munawir mengatakan, dipilihnya Kantor PCNU Subang sebagai lokasi kegiatan adalah karena aula PCNU dianggap cukup representatif dan cukup luas sehingga bisa menampung para pendukung masing-masing peserta.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Di sini (Kantor PCNU, red) tempatnya cukup memungkinkan untuk melaksanakan kegiatan lomba MSQ, selain itu, Ketua PCNU pun juga mengizinkan. Jadi kami putuskan mengadakannya di sini," Kata Gus Mun, panggilan akrab H Munawir usai kegiatan, Rabu (25/11).

Dikatakannya, lomba MSQ ini mestinya diikuti oleh 30 peserta yang mewakili dari 30 kecamatan yang ada di Subang. Masing-masing peserta terdiri atas 3 orang. Namun pada pelaksanaannya ada beberapa kecamatan yang tidak mengirimkan utusannya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Barusan kita masuk pada babak final, yang masuk nominasi adalah peserta dari kecamatan Ciater, Pabuaran, dan Binong, pemenangnya akan diumumkan besok malam di alun-alun Subang bareng sama pemenang yang lain," tambahnya.

Tiga kader terbaik, kata dia, akan menjadi peserta yang menjadi perwakilan kabupaten Subang dalam mengikuti lomba MSQ tingkat Provinsi Jawa Barat yang akan digelar di Tasikmalaya. (Aiz Luthfi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Pondok Pesantren Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Senin, 25 April 2016

Inilah Pokok-pokok Agama Islam

Banyuwangi, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Alumni Pondok Pesantren Al-Anwari Kertosari mengadakan pertemuan rutin satu bulan sekali. Di bulan April ini gelaran rutin dilaksanakan di kediaman Yusri Nurdian Muslim Desa Patoman Kecamatan Blimbingsari Kabupaten Banyuwangi. Kamis (14/4) malam.

Inilah Pokok-pokok Agama Islam (Sumber Gambar : Nu Online)
Inilah Pokok-pokok Agama Islam (Sumber Gambar : Nu Online)

Inilah Pokok-pokok Agama Islam

Dihadiri langsung oleh pengasuh Pondok Pesantren KH Ahmad Shiddiq beserta ratusan alumni di berbagai tingkatan, mulai awal hingga kini.

Pembacaan Rotibul Haddad beserta tahlil qoshiroh merupakan rangkaian kegiatan wajib sebelum acara. Setelah itu, ? dilanjutkan dengan pengajian Bandungan kitab hadist Arbain Nawawi. Kitab yang didalamnya terdapat kumpulan hadist-hadist shahih karya Abu Zakariya Yahya bin Syaraf An-Nawawi Ad-Dimasqi (676 H).

Dalam kesempatannya KH Ahmad Shiddiq atau lebih akrab disapa Gus Shiddiq menyampaikan keterangan hadist yang kedua.

Dibacakannya, hadist yang diriwayatkan dari sahabat Umar r.a: Suatu saat ketika sahabat-sahabat sedang duduk-duduk bersama Rasulullah SAW, tiba-tiba datang seorang laki-laki yang berpakaian sangat putih, serta rambut yang sangat hitam.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Di mana para sahabat, kata Gus Shiddiq, tidak mengetahui identitas dan jejak kedatangan laki-laki tak dikenal tersebut. Sampai akhirnya dia duduk langsung di hadapan Nabi seraya merapatkan lututnya ke lutut nabi, dan meletakkan kedua telapak tanngannya diatas paha Rasulullah SAW.

"Dan berkata; Ya Muhammad jelaskan kepadaku tentang Islam? Tanya laki-laki tak dikenal tersebut kepada Nabi. Islam ialah kamu bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan Nabi Muhammad utusan Allah, kamu melaksanakan shalat, mengeluarkan zakat, berpuasa di bulan Ramadhan, dan menunaikan ibadah haji (jika mampu), jawab Nabi atas pertanyaan yang disampaikan. Seketika laki-laki tak dikenal menjawab; "Kamu benar Ya Muhammad"," kisah Gus Shiddiq yang dinuqil dari kitab Arbain Nawawi.

"Lantas sahabat-sahabat yang lain terheran-heran atas sikap laki-laki tak dikenal tersebut. Yang bertanya dan dikoreksi ? sendiri," sambungnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Laki-laki tak dikenal itu melanjutkan pertanyaan lain, katanya, ceritakan padaku tentang iman.

"Iman ialah engkau beriman kepada Allah, malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, Rasul-rasul-Nya, hari kiamat, dan kepastian (takdir) yang baik dan buruk. Laki-laki itu menjawab; kamu benar," jelas putra kedua (Alm) KH Abdul Wahid Akwan Al-Hafidz.

.

Laki-laki tak dikenal itu melanjutkan pertanyaan lain, katanya, ceritakan padaku tentang ihsan.

"Kamu beribadah kepada Allah, seakan-akan kamu melihat-Nya. Jika tak kuasa, yakinlah dalam ibadah yang kamu lakukan Allah melihatnya," imbuh Rais Syuriyah MWC NU Banyuwangi.

Laki-laki tak dikenal itu melanjutkan pertanyaan lain, kata ? Gus Shiddiq, ceritakan padaku tentang hari kiamat.

"Tidaklah yang ditanya lebih tahu daripada yang bertanya. Lantas laki-laki tersebut melanjutkan pertanyaannya, ceritakan padaku tentang tanda-tandanya (hari kiamat)," imbuh kiai alumni Pondok Pesantren Darussalam (Blokagung).

Jika seorang budak wanita melahirkan majikannya, terang Gus Shiddiq, jika engkau melihat orang yang tidak beralas kaki, tidak berpakaian, miskin, dan penggembala kambing saling bermegah-megahan meninggikan bangunan.

Selepas mengajukan beberapa pertanyaan, laki-laki tak dikenal tersebut pergi.

"Hai Umar! Tahukah kamu siapa yang bertanya itu? Tanya Nabi SAW. Umar menjawab; Allah dan rasul-Nya lebih tahu," ucap Gus Shiddiq.

Dia mengakhiri dengan melanjutkan jawaban Rasulullah SAW, Sesungguhnya dia (laki-laki tersebut) Jibril yang datang kepada kalian untuk mengajarkan agama kalian. (M. Sholeh Kurniawan/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Sunnah, Hadits, Jadwal Kajian Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Minggu, 17 April 2016

Usai Bom di Samarinda, Para Ulama Sulbar Diminta Tingkatkan Kepedulian

Mamuju, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah - Setelah kasus bom gereja di Samarinda, Badan Nasional Penanggulangan Teroris langsung melakukan langkah dalam menghambat ajaran radikalisme dan terorisme di Indonesia. Kali ini BNPT melibatkan ulama dan dai se-Sulawesi Barat untuk ikut serta dalam melakukan proses pencegahan paham kekerasan dalam masyarakat.

Kegitan ini menghadirkan Direktur Deradikalisasi BNPT Irfan Idris sebagai pembicara nasional. Dalam paparnya ia menyampaikan bahwa, "Kita dikuasai kelompok radikalisme, untuk itu kita harus sharing informasi dalam menghambat paham kekerasan ini," ujarnya, Kamis (17/11) itu di hadapan 150 peserta dialog pelibatan dai FKPT Sulbar di Hotel DMaleo.

Usai Bom di Samarinda, Para Ulama Sulbar Diminta Tingkatkan Kepedulian (Sumber Gambar : Nu Online)
Usai Bom di Samarinda, Para Ulama Sulbar Diminta Tingkatkan Kepedulian (Sumber Gambar : Nu Online)

Usai Bom di Samarinda, Para Ulama Sulbar Diminta Tingkatkan Kepedulian

Irfan mengatakan, kelompok teroris adalah kelompok kecil tapi memiliki rencana yang besar, dan masyarakat adalah kelompok besar tapi tidak memiliki rencana yang besar. "Untuk itu saya mengajak kepada seluruh Indonesia khususnya masyarakat Sulawesi Barat dalam meningkatkan kepeduliannya dalam menghadapi tejangan kelompok kekerasan ini" pintanya.

Menurutnya, dunia pendidikan dan tokoh pendidikan juga menjadi ujung tombak dalam melakukan tindakan pencegahan terhadap paham anti toleransi, khususnya bagi generasi muda negeri ini.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Kehadiran BNPT dalam melakukan pencegahan dengan menggunakan pendekatan lunak perlu kita apresiasi dengan ikut terlibat dalam menghalau paham radikalisme dan terorisme dengan mengedepankan prinsip-prinsip moderat dan toleransi," tutupnya. (Mahbib)

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah



Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Anti Hoax, Internasional, IMNU Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Jumat, 15 April 2016

MWCNU Blimbingsari Adakan Pelatihan Ruqyah Aswaja

Banyuwangi, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Blimbingsari mengadakan pelatihan ruqyah aswaja di MTs Sunan Ampel, Patoman, Kecamatan Blimbingsari. Ahad (30/4) pagi.

Pelatihan ini dihadiri oleh ratusan Nahdliyin yang berada di beberapa kabupaten di antaranya Jember, Banyuwangi, Situbondo, Bondowoso, dan Sidoarjo. Selain itu turut hadir Ketua Tanfidziyah MWC NU Kecamatan Blimbingsari Taufik Ismail beserta jajarannya, Kepala sekolah MTs Sunan Ampel Lutfi Hidayat beserta jajarannya, dan pembina jamiyah ruqyah aswaja yang juga sebagai pemateri dalam pelatihan ini Ust Allama Alaudin.

MWCNU Blimbingsari Adakan Pelatihan Ruqyah Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)
MWCNU Blimbingsari Adakan Pelatihan Ruqyah Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)

MWCNU Blimbingsari Adakan Pelatihan Ruqyah Aswaja

Lutfi Hidayat atau sering ? disapa Lutfi menjelaskan, pelatihan ini digunakan sebagai wadah edukasi bagi masyarakat Nahdliyin mengenai teknis ruqyah.

"Karena hakikinya Allah SWT menjadikan Al-Quran sebagai obat dan rahmat bagi orang-orang yang beriman. Selama pelatihan peserta diberikan panduan awal untuk menjadi praktisi ruqyah sekaligus juga bisa dijadikan bekal meruqyah orang lain, keluarga, sanak family atau masyarakat luas," jelas Lutfi kepada Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Lutfi ? menambahkan, langkah ini juga sebagai wujud dakwah kepada Allah SWT atas landasan Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja).

"Karena selama pelatihan ini seluruh peserta akan diajarkan metode tasykhis atau diagnosa kepada pasien, tehnik menetralisir rumah (tempat angker), teknik membuat air ruqyah, detoksifikasi, dan tahsinat," tutup Lutfi.

Senada dengan hal itu, Taufik Ismail menambahkan, selepas pelatihan akan dibentuk formatur kepengurusan Jamaah Ruqyah Aswaja (JRA) di tingkat kabupaten.?

"Bertekad selepas ini, saya adakan pelatihan-pelatihan ruqyah aswaja secara massif bagi warga Nahdliyin supaya seluruh warga NU tahu, bahwa NU memiliki pelatihan ruqyah ? tersendiri. Pasalnya sejauh ini, kalangan lain telah memakai jalan dakwah tambahan dengan ruqyah, selain mempengaruhi ideologi-ideologi radikal dan terorisme. Saya tidak ingin hal itu kecolongan bahkan terjadi kembali," jelas ketua Tanfidz yang pebisnis kepada Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Adanya komunikasi dan sekaligus kerja sama oleh pengurus Jamaah Ruqyah Aswaja ? dengan ? Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Banyuwangi sangat dibutuhkan, imbuh Taufik.

"Metode ini sangat ampuh, karena pengurus cabang memiliki wewenang untuk menginstruksikan kepada seluruh kepengurusan dan anggota Nahdliyin mulai tingkat kecamatan sampai ke tingkat desa. Karena saya ? mengakui instruksi dari pengurus cabang merupakan terobosan langkah lebih kuat guna menggerakkan keterlibatan masyarakat untuk pelatihan ruqyah aswaja ini," pungkas Taufik. (M. Sholeh Kurniawan/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Jadwal Kajian, Pesantren, Olahraga Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

4000 Warga Hadiri Tahlilan NU Suoh Lampung Barat

Lampung Barat, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Sekitar empat ribu warga memadati acara  tahlil  dan tabligh akbar dalam rangka pelantikan pengurus Majelis Wakil Cabang NU (MWCNU) Kecamatan Suoh dan pelantikan pengurus Pimpinan Anak Cabang Muslimat NU Kecamatan Suoh, Ahad (25/1/2015).

4000 Warga Hadiri Tahlilan NU Suoh Lampung Barat (Sumber Gambar : Nu Online)
4000 Warga Hadiri Tahlilan NU Suoh Lampung Barat (Sumber Gambar : Nu Online)

4000 Warga Hadiri Tahlilan NU Suoh Lampung Barat

Para jamaah yang hadir sejak pukul 06.30 WIB  itu datang dari berbagai pekon se-Lampung Barat. Mereka memenuhi setiap sudut halaman masjid, rumah warga, hingga ke sejumlah ruas jalan. Lapangan tempat parkir yang disediakan panitia pun penuh dengan kendaraan yang membawa rombongan dari berbagai penjuru.

Gus Aris, Ketua MWCNU Kecamatan Suoh, mengaku senang NU di daerahnya yang menunjukkan tanda-tanda bangkit dan bersatu untuk maju membangun Kecamatan Suoh. Ini terlihat antusiasme warga NU yang membludak dalam acara pengukuhan kali ini.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Rais Syuriah MWCNU KH Nurhadi mengatakan, gelaran ini dimaksudkan untuk memberikan pemahaman kepada warga NU tentang bagaimana tahlilan yang sudah menjadi tradisi yang tidak bisa terpisahkan dari NU.

Ketua PWNU KH Soleh Bajuri Lampung dalam ceramahnya mengatakan, kegiatan tahlilan adalah suatu wujud keberhasilan islamisasi terhadap tradisi masyarakat Indonesia praIslam. Tahlilan secara bahasa adalah berasal dari kata “tahlil” yang artinya ucapan “laa ilaaha illallah”.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Tetapi,  katanya, pengertian yang berkembang di masyarakat, tahlilan adalah kegiatan keagamaaan yang di dalamnya terdapat pengucapan tahlil dan kalimat thayibah lainya untuk mendoakan diri sendiri ataupun orang lain yang masih hidup maupun yang sudah meninggal agar diampuni dosanya ataupun untuk dikabulkan hajatnya.

Ia menegaskan, ritual ini tidak sia-sia. Doa bersama untuk memberikan hadiah pahala kepada orang yang telah meninggal dunia itu akan sampai kepada sasaran. Hal ini memiliki dasar yang kuat dari hadits Rasulullah dalam kitab sahih Bukhari dan Muslim. (Rudi Santoso/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Kajian Sunnah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Senin, 11 April 2016

Bersyukur Sadarkan Bahwa Rezeki Bukan Matematika

Metro, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Mustasyar PCNU Kota Metro Lampung KH. Fachruddin Hudan mengatakan, rasa syukur kepada Allah SWT atas segala nikmat yang telah dianugerahkan akan memunculkan sikap qanaah (menerima) atas apa yang ada. Dengan rasa syukur, kita akan memiliki kesadaran bahwa kita tidak akan hidup selamanya didunia.

"Silakan mencari harta sebanyak-banyaknya seolah-olah akan hidup selama-selamanya. Tapi kita harus ingat untuk menyiapkan bekal akhirat seolah-olah kita akan meninggalkan dunia esok," katanya, Ahad (29/10).

Bersyukur Sadarkan Bahwa Rezeki Bukan Matematika (Sumber Gambar : Nu Online)
Bersyukur Sadarkan Bahwa Rezeki Bukan Matematika (Sumber Gambar : Nu Online)

Bersyukur Sadarkan Bahwa Rezeki Bukan Matematika

Dengan rasa syukur, lanjutnya, kita juga akan menyadari bahwa rezeki kita di dunia sudah diatur oleh sang khaliq sehingga jiwa tidak akan terlalu terbebani dan ibadah pun akan lebih dirasakan.

"Tugas kita hidup didunia adalah untuk beribadah. Rezeki akan diberikan oleh Allah dari jalan yang tidak disangka-sangka jika kita benar-benar bertaqwa kepada Allah SWT," terangnya mengutip ayat Al Quran.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ia mencontohkan beberapa amalan di dunia yang dapat mendatangkan rezeki dari jalan yang tidak disangka-sangka, diantaranya adalah melalui silaturahmi dan berkomunikasi dengan orang lain.

"Dengan bersilaturahmi maka akan terjalin komunikasi dan dari komunikasi tersebut maka insyaallah akan muncul komitmen sehingga aktifitas dari silaturahmi tersebut akan memunculkan rezeki," jelasnya.

Kesadaran akan hal inilah yang saat ini mulai banyak ditinggalkana oleh manusia zaman modern. 

"Banyak saat ini orang berfikir rezeki seperti matematika. Dengan bekerja siang malam mereka akan mendapatkan harta yang banyak. Yang imbasnya jarang melakukan silaturahmi dengan saudara dan tetangga," katanya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Padahal, lanjut Kiai Fachruddin, sering  kita temui seseorang yang terlihat tidak sibuk mencari harta dan santai dalam hidupnya, namun secara materi dianugerahi kecukupan dan terlihat melimpah.

"Inilah misteri dari rezeki. Siapa yang takwa dan yakin kepada Allah maka akan diberikan jalan keluar dan dibukakan pintu rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka," pungkasnya. (Muhammad Faizin/Kendi Setiawan).

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Daerah, Sejarah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Jumat, 08 April 2016

Muktamar, Ajang Kemeriahan Warga NU

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Muktamar dari dulu sampai sekarang bukan hanya acara persidangan para pengurus. Warga NU selalu memeriahkan penyelenggaraan muktamar melalui rapat umum yang dihadiri ribuan massa. Biasanya diselenggarakan di masjid besar di kota tersebut, atau di lapangan jika diperkirakan jumlah massa yang datang sangat besar. Pada kesempatan tersebut, dai-dai populer dan dihormati masyarakat tampil.

Pada muktamar pertama NU di Surabaya, acara rapat umum diselenggarakan di masjid Sunan Ampel, yang dihadiri tak kurang dari 10 ribu jamaah. Suatu kejadian yang belum pernah dialami Surabaya. Pada muktamar kedua, rapat umum yang diselenggarakan di masjid Sunan Ampel dihadiri puluhan ribu orang.

Muktamar, Ajang Kemeriahan Warga NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Muktamar, Ajang Kemeriahan Warga NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Muktamar, Ajang Kemeriahan Warga NU

Muktamar keempat digelar di Semarang, sementara rapat umum dilaksanakan di Masjid Besar Semarang yang luar biasa meriah. Pada muktamar Pekalongan, rapat umum dilaksanakan di Masjid Besar Pekalongan, yang mendapatkan sambutan mengagumkan.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ketika Muktamar keenam digelar di Cirebon, sempat terjadi kesulitan untuk menggelar rapat akbar di Masjid Besar Cirebon, tetapi akhirnya dapat diatasi oleh KH Wahab Hasbullah dengan melobi adviseur voor inlandsche zaken di Jakarta.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Muktamar ketujuh digelar di Bandung. Rapat umum diadakan di Masjid Besar Bandung dengan para pembicara ulung diantaranya KH Wahab Hasbullah, yang akhirnya mampu menumbuhkan banyak cabang di Jawa Barat.

Berikutnya adalah Muktamar Petamburan, Jakarta Pusat. Rapat umum diselenggarakan di depan lokasi muktamar karena masjid besar di Tanah Abang tidak muat untuk penyelenggaraan rapat.

Banjarmasin sebagai penyelenggara muktamar kesebelas juga memperlakukan para peserta dengan sangat istimewa. Rapat umum diselenggarakan sampai tiga kali. Pertama, di arena muktamar, kedua di masjid besar kota Banjarmasin, dan ketiga, atas permintaan cabang Martapura, diadakan sekali lagi di kota tersebut. Seluruh peserta diangkut perahu. Sementara itu, resepsi penutupan diselenggarakan di rumah hartawan Martapura KH Abdurrahman dengan penyelenggaraan yang mewah serta menurut adat asli Martapura dengan seni kasidah dan bacaan Qur’annya. Acara ini meninggalkan kesan mendalam bagi peserta muktamar.

Pada muktamar di Menes Banten, penyelenggaraan semakin meriah karena sudah terbentuk Ansor NU dan Muslimat NU yang turut serta dalam acara tersebut. Muktamar keempat belas di Magelang dihadiri hampir semua wakil organisasi seperti PB Muhammadiyah, PII, PDPP, JIB, wakil pemerintah, pamong praja, polisi dan wakil adviseur voor inlandssche zaker dan para priyayi. Rapat umum yang digelar di lapangan Tidar dihadiri lebih dari 50 ribu orang. (ensiklopedia NU/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Internasional Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah