Senin, 22 November 2010

Buka Pertemuan IDB, JK Dorong Pembentukan Bank Infrastruktur Islam

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Wakil Presiden RI Jusuf Kalla mengharapkan pembentukan Bank Infrastruktur Islam (Islamic Infrastructure Bank) dapat benar-benar terealisasi sehingga dapat membantu program-program strategis di negara-negara anggota IDB (Bank Pembangunan Islam).

Buka Pertemuan IDB, JK Dorong Pembentukan Bank Infrastruktur Islam (Sumber Gambar : Nu Online)
Buka Pertemuan IDB, JK Dorong Pembentukan Bank Infrastruktur Islam (Sumber Gambar : Nu Online)

Buka Pertemuan IDB, JK Dorong Pembentukan Bank Infrastruktur Islam

Menurut Jusuf Kalla, Indonesia sebagai negara yang penduduk beragama Islamnya sangat besar tentu akan mempunyai harapan yang besar terwujudnya lembaga tersebut.

"Dengan pengalaman yang ada dan kerja sama dengan negara Islam lainnya, tentu sangat berharap dapat terlaksana bank tersebut," ujar Jusuf Kalla di Jakarta, Selasa.

Pembahasan pembentukan Bank Infrastruktur Islam yang diinisiasi Bank Pembangunan Islam (IDB), Indonesia dan Turki masih terus dibahas. Saat ini, tim khusus sudah dibentuk dan akan segera memulai pembicaraan.

Proses pembentukan bank tersebut memang butuh beberapa pembicaraan terkait bagaimana struktur bank, dewan gebernurnya, utilisasi fasilitas semua negara, operasional, termasuk soal kantor pusatnya yang ditengarai masih tarik menarik akan didirikan di Indonesia atau di Turki.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Indonesia merupakan salah satu negara pendiri IDB pada 1975 dan kini masih menjadi salah satu dari 56 negara anggota IDB. 

Wakil Presiden RI Jusuf Kalla sendiri secara resmi baru saja membuka Sidang Tahunan Dewan Gubernur Islamic Development Bank (IDB) Ke-41 di Jakarta, Selasa.

Sejatinya, Sidang Tahunan IDB ke-41 tersebut sudah berlangsung sejak Ahad (15/5) lalu dan dibuka oleh Wapres Jusuf Kalla pada Senin (16/5) namun ditunda menjadi Selasa malam ini. (Antara/Mukafi Niam)

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah IMNU, Makam Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Selasa, 16 November 2010

STAINU Jakarta Gelar Wisuda III

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) Jakarta menggelar Wisuda III. Kali ini acara wisuda digelar di Gedung Sasono Langen Budoyo, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur. 

“Wisuda bukan berarti proses belajar itu berhenti, ini langkah awal dalam mempertanggungjawabkan keilmuan kita sebagai seorang sarjana di masyarakat,” ujar Ketua STAINU Jakarta, HM Mujib Qulyubi, MH dalam sambutannya di Gedung Sasono Langen Budoyo, TMII, Jakarta, Rabu (7/5).

STAINU Jakarta Gelar Wisuda III (Sumber Gambar : Nu Online)
STAINU Jakarta Gelar Wisuda III (Sumber Gambar : Nu Online)

STAINU Jakarta Gelar Wisuda III

Sebuah lembaga pendidikan, kata Mujib menyitir Pakar Pendidikan NU, Prof Dr KH M Tolhah Hasan, mengalami tiga transformasi, yang pertama adalah tahap bertahan, kedua yaitu tahap berkembang, dan yang ketiga ialah tahap bersaing. STAINU Jakarta, lanjut Mujib, telah melalui ketiga tahap tersebut dengan baik.  

Sementara itu, H Abdul Wahid Hasyim, Wakil Koordinator Kopertais Wilayah I DKI Jakarta menuturkan bahwa STAINU Jakarta telah berkontribusi nyata untuk masyarakat dalam mencetak lulusan-lulusannya. “Oleh karena itu, STAINU Jakarta harus terus membangun sumber daya yang berkualitas, produktif, dan berdaya saing,” ujarnya.

Untuk dapat melakukan itu, lanjut Hasyim, STAINU Jakarta juga harus senantiasa meningkatkan kualitas Dosen-dosennya, sebab merekalah pencetak lulusan berkualitas. “Untuk wisudawan dan wisudawati, masyarakat menunggu kiprah kalian, selamat bekerja,” pungkas Hasyim.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sementara itu, Menteri Perumahan Rakyat RI H Djan Faridz dalam kertas sambutan yang dibawakan oleh asistennya Dr Muhammad Dimyati mengingatkan, dalam tahap bersaing ini, STAINU Jakarta dapat menerapkan strategi yang disebut Diamond In Diamond Out (DIDO) yaitu masuknya emas, keluarnya harus berlian. “Artinya, STAINU Jakarta harus membangun dan memperkuat,” ungkapnya.

Pada wisuda kali ini, STAINU Jakarta telah meluluskan sebanyak 222 wisudawan dan wisudawati. Wisuda kali ini juga dihadiri oleh Sekjen PBNU H Marsudi Suhud, Pengasuh Pondok Pesantren Asshidiqiyah Dr KH Nur Muhammas Iskandar SQ, Anggota DPR RI yang juga Dosen STAINU Jakarta, H Djazilul Fawaid, serta orasi ilmiah oleh Direktur Kelembagaan dan Kerjasama Kemendikbud RI Prof Ir H Hermawan Kresno Dipojono, Ph.D. (Fathoni/Mahbib)  

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Doa, Aswaja, Olahraga Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Pimpinan SBPAC Thailand Sowan ke PBNU

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Pimpinan Pusat Pemerintahan Provinsi Perbatasan Thailand Selatan (SBPAC-Southern Border Provinces Administrative Center of The Kingdom of Thailand) berkunjung ke kantor PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta, Senin (27/5) petang.

”Kami datang ke sini adalah dalam rangka silaturahim dan menjalin kerja sama di antara Indonesia, khususnya Nadlatul Ulama, dan Thailand Selatan,” kata Ketua Dewan Penasehat SBPAC Abdul Azis bin Hawan.

Azis datang bersama belasan pimpinan SBAC lainnya dan diterima KetuaUmum PBNU KH Said Aqil Siroj, Sekretaris Jendral PBNU H Marsudi Syuhud, Bendahara Umum H Bina Suhendra, Ketua PBNU H Iqbal Sulam, dan sejumlah pengurus lainnya.

Pimpinan SBPAC Thailand Sowan ke PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Pimpinan SBPAC Thailand Sowan ke PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Pimpinan SBPAC Thailand Sowan ke PBNU

Menurut Azis, secara kebudayaan Thailand memiliki banyak kemiripan dengan Indonesia. ”Kami berharap Pengurus Besar Nahdlatul Ulama menjadi saham untuk kerja sama meningkatkan bidang pendidikan, kebudayaan, dan keagamaan,” ujarnya.

Forum pertemuan berlangsung dialogis. Kang Said, sapaan KH Said Aqil Siroj, menjelaskan bahwa karakter Islam yang diusung NU adalah moderat, toleran, berwawasan kebangsaan, dan menjunjung tinggi asas kemanusiaan. Sebanyak 21 ribu pesantren NU mengembangkan ajaran ini dan mampu bersinergi dan menjadi perekat bagi keanekaragaman budaya di Indonesia.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Pihak SBPAC juga mengenalkan, Thailand Selatan memiliki 468 pesantren, dan dari jumlah tersebut 286 di antaranya telah menjadi sekolah agama. ”Mengenai ajaran, saya rasa hampir sama. Kami juga mengenal adanya Kitab Kuning,” kata Persatuan Alumni Indonesia di Thailand Selatan Abdul Hafiz Hiley yang ikut bersama rombongan.

Sementara itu, Iqbal menambahkan, NU pernah memberi masukan kepada pemerintahan Thailand pada periode kepengurusan lalu terkait krisis di negara ini. NU pada waktu itu berkunjung dan mengusulkan agar pemerintah tidak mengedepankan pendekatan militer dan menginternasionalisasi isu konflik.

Di hadapan forum, Kang Said tak lupa juga mengucapkan selamat hari Waisak kepada peserta rombongan yang beragama Budha. Mayoritas dari mereka adalah muslim yang memiliki perhatian terhadap proses perdamaian di negaranya.

”Semoga ini bukan pertemuan terakhir. Kami berharap ada pertemuan-pertemuan lanjutan. Kami mengundang NU dapat datang ke negara kami untuk memberi pengenalan Islam di sana,” kata Azis.

 

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Penulis: Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Nasional, Berita, Kyai Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Minggu, 07 November 2010

Tarik Ulur Makam Sunan Bonang, Antara Rembang, Tuban, dan Bawean

Rembang, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah?

Maulana Makdum Ibrahim, seorang penyebar agama Islam di pulau Jawa di pesisir timur pantai utara yang biasa dikenal dengan nama Sunan Bonang. Disalah satu perbukitan di di tepi laut jalan pantura Rembang-Jawa Timur pernah menjadi sejarah pernah singgahnya seorang salah satu tokoh Walisongo atau sekarang dikenal dengan Desa Bonang Kecamatan Lasem Rembang Jawa Tengah.

Menurut sejarah, Sunan Bonang dianggap mempunyai beberapa pusara atau makam, yaitu di Desa Bonang Rembang, Sunan Bonang di Tuban atau Pulau Bawean. Semua tempat yang menjadi pusara dan pernah disinggahi Sunan Bonang semua membawa berkah bagi masyarakat sekitar karena sering diziarahi dan menjadi wisata religi.

Tarik Ulur Makam Sunan Bonang, Antara Rembang, Tuban, dan Bawean (Sumber Gambar : Nu Online)
Tarik Ulur Makam Sunan Bonang, Antara Rembang, Tuban, dan Bawean (Sumber Gambar : Nu Online)

Tarik Ulur Makam Sunan Bonang, Antara Rembang, Tuban, dan Bawean

Di Desa Bonang sendiri menjadi pusat ziarah, dan juga mempunyai hari-hari penting tertentu yang menjadi hari besar untuk memperingati wafatnya Suanan Bonang, seperti pusara Sunan Bonang yang ada di Tuban dan Pulau Bawean.?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Berbagai macam peninggalan dan tempat petilasan Sunan pun masih dapat dilihat dan dijumpai di Desa Bonang ini, seperti Omah Gede (Rumah Besar) yang sekarang digunakan sebagai masjid karena sering digunakan untuk menjalankan shalat. Selain itu, ada bende becak atau disebut juga dengan bende Bonang yaitu sebuah gamelan milik Sunan Bonang yang digunakan sebagai media dakwah dalam menyebarkan agama Islam. Karena masih dijaga kelestariaannya.

Selain itu ada juga sebuah tempat yang menjadi petilasan yang biasa masyarakat sekitar menyebutnya dengan pasujudan. Konon menurut riwayat, tempat yang terletak di atas bukit di tepi jalan pantura itu menjadi tempat Sunan Bonang dalam bermunajat kepada Allah SWT, dalam menyebarkan agama Islam.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Di pasujudan inilah banyak orang dari berbagai derah meniru jejak Sunan Bonang untuk bermunajat kepada sang pencipta agar dimudahkan dari berbagai masalah dan juga masih banyak yang lainnya.

Desa Bonang sering disinggahi para peziarah yang ingin bertafakur di petilasan Sunan Bonang karena mereka yakin pusara Sunan Bonang berada di Desa Bonang Rembang. Selain untuk tirakat mendekatkan diri kepada Allah SWT, memperbanyak dzikir, membaca Al-Quran dan shalat tahajud. Banyak diantara mereka yang ingin beraktifitas hanya sekedar membersihkan area makam Sunan Bonang ? dalam beberapa hari, entah mereka ngalap berkah, atau membawa motif yang lain.

Ahmad Luthfi Haqim, selaku wakil juru kunci pesarean Sunan Bonang menjelaskan semua tamu yang ingin bertafakur mayoritas berasal dari luar daerah, bahkan terkadang dari luar Jawa. Ia juga menjelaskan bukan hanya masyarakat Bonang saja yang meyakini bahwa pusara makam Sunan Bonang terletak di desa Bonang, meski tidak terdapat nisan sebagai bukti sejarah.?

Di sebidang tanah rata, di atasnya banyak tanaman kembang melati ini diyakini sebagai makam Sunan Bonang. Terlepas dari tarik ulur antara makam Sunan Bonang di Tuban atau Pulau Bawean, tiap kali berada di pesarean Bonang, hatinya sangat tenang. Hawanya juga sarat dengan nuansa kedamaian.

Ada sejumlah syarat yang harus dipenuhi bagi para peziarah yang ingin menginap bertafakkur di Makam Sunan Bonang, menyerahkan identitas KTP kepada pengurus yayasan Sunan Bonang, mereka juga harus menghindari kemusyrikan. Apalagi Sunan Bonang sama sekali tidak pernah mengajarkan, serta melarang hal itu. (Ahmad Asmui/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Humor Islam Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Selasa, 02 November 2010

Berkah Pedagang di Acara-acara NU

Banyuwangi, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah?



Musabaqoh Antar-Pondok Pesantren se-Banyuwangi XV yang berlangsung selama tiga hari menjadi berkah tersendiri bagi pedagang keliling. Dihelat sejak Kamis (30/3), para pedagang membuka lapak mereka di pinggir jalan menuju area lomba, hingga Sabtu (1/4).

Berkah Pedagang di Acara-acara NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Berkah Pedagang di Acara-acara NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Berkah Pedagang di Acara-acara NU

Bersama dengan pedagang lain, dan juga stand bazar dari kalangan santri, Abu Kosim juga menggelar dagangannya sendiri. Mulai dari kitab salaf, buku islami, surban, minyak wangi, tasbih, kopyah dan siwak, dia jajakan dengan rapi.

Berlamatkan RT 01 RW 04 Blokagung, Banyuwangi, Pak Kosim, sapaannya, berangkat dari rumah menuju ke lokasi dengan membawa mobil pribadi. Tidak hanya berjualan di kegiatan ini, ia sering berjualan di acara-acara keagamaan ala Nahdlatul Ulama seperti Majelis Musyawarah Pondok Pesantren (MMPP), Istighosah Dzikrussyafaah, Istighosah Ihsanniyah, Mantab.

Untuk menghidupi keluarganya, Pak Kosim juga membuka jasa cuci pakaian (laundry) di rumahnya, yang dia geluti bareng istrinya. Sembari menawarkan dangannya, bapak dua anak itu mau untuk berbagi pengalaman kepada Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah, yang sedang melihat-lihat kitabnya.

“Saya sudah mempunyai dua orang anak. Nomor satu, mondok di Pondok Pesantren Sunan Kalijogo, Kediri dan nomor dua masih duduk di bangku Taman Kanak-kanak,” kata Pak Kosim, “untuk itu, saya berusaha kerja keras, guna membiayai keluarga saya,” tambahnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Perkerjaan yang dijalani sekarang ini, lanjutnya, diniatkan sebagai ibadah kepada Allah SWT. “Dan, semoga mendapat berkah,” pungkas bapak yang hobi olahraga badminton itu sambil mengatakan, pemasukan rata-rata sebesar 3 sampai 4 jutaan. (Moh. Awang Nuryaddin/Cholid Mawardi/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Khutbah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Senin, 01 November 2010

Sikap Perempuan Saat Dilamar

Perempuan tentu peka terhadap keadaan di sekitarnya termasuk ketika ada seseorang lelaki yang melamarnya. Amatannya detail. Pancaindranya bekerja secara normal. Dari situ perempuan akan menanggapi gejala-gejala yang berkaitan dengan lamaran.

Tanggapan dan sikap perempuan harus dinilai wajar. Karena tentu saja perempuan tidak akan mempertimbangkan bibit, bebet, dan bobot seperti masyarakat feodal. Perempuan hanya mengamati perihal agama dan perilaku pelamarnya. Ini penting agar ia tidak menyesal di dunia maupun akhirat.

Sikap Perempuan Saat Dilamar (Sumber Gambar : Nu Online)
Sikap Perempuan Saat Dilamar (Sumber Gambar : Nu Online)

Sikap Perempuan Saat Dilamar

Islam memberikan catatan terkait sikap perempuan saat dilamar. Dalam kitab Adab fid Din, Imam Ghazali menyebutkan sebagai berikut.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Adab perempuan bila dilamar seorang lelaki ialah meminta salah seorang keluarganya yang bisa dipercaya untuk pertama, menanyakan mazhab pria pelamar, agama, aqidah, nama baik, dan ketepatan janjinya. Kedua, perempuan itu juga perlu memerhatikan kerabat dan orang-orang rumahnya. Ketiga, ia juga penting untuk mengamati ketekunan sembahyang lima waktu dan perihal sembahyang jamaah si pelamar. Keempat, ia mesti keapikan usaha dan sumber penghasilan pelamar."

Selain itu, Imam Ghazali dalam kitab yang sama menambahkan, perempuan perlu mengutamakan perhatiannya pada perihal agama ketimbang hartanya, dan perjalanan hidup ketimbang sebutan orang mengenai diri pelamar.

Qanaah, kata Imam Ghazali, juga perlu dimiliki agar kemesraan dan rasa cinta keduanya semakin hangat. Qanaah juga penting untuk mengusir rasa takut lelaki yang ingin melamar perempuan. Wallahu Alam

Penulis: Alhafiz Kurniawan

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Kajian Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Jumat, 29 Oktober 2010

Pengurus Pusat ARSINU 2016-2021 Dikukuhkan

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Selasa (6/12) bertempat di Gedung PBNU Jakarta Pusat, digelar pelantikan Pengurus Pusat Asosiasi Rumah Sakit Nahdlatul Ulama (ARSINU). Pelantikan dilakukan oleh Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj.

Kiai Said juga menyampaikan NU membutuhkan tangan-tangan terampil untuk mengembangnkan potensi yang dimiliki NU. Potensi tersebut diharapkan akan menjadi prestasi yang akan berguna bagi masyakarat banyak.

Pengurus Pusat ARSINU 2016-2021 Dikukuhkan (Sumber Gambar : Nu Online)
Pengurus Pusat ARSINU 2016-2021 Dikukuhkan (Sumber Gambar : Nu Online)

Pengurus Pusat ARSINU 2016-2021 Dikukuhkan

Selain itu, Kiai Said juga mengingatkan bahwa pelantikan dan kepengurusan ARSINU adalah sebagai langkah pertama dari perjalanan ARSINU khususnya dan NU umumnya yang masih panjang.

“Jangan sombong, jangan putus asa. Generasi yang akan datang yang akan menikmati,” kata Kiai Said.

Sementara itu, Ketua ARSINU, HM. Zulfikar As`ad, mengatakan ARSINU dibentuk dengan tujuan utama agar rumah sakit-rumah sakit yang dimiliki NU dan atau orang-orang NU, dapat meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Sehingga tugas utama ARSINU adalah bagaimana meningkatkan kualitas RS milik NU. Selain itu, melalui ARSINU juga dapat dijalin kerja sama antara rumah sakit anggota ARSINU dengan berbagai pihak dalam pelayanan kesehatan ? kepada ? masyarakat,” tegas pria yang lebih sering dipanggil Gus Ufik.?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Berikut susunan pengurus Pusat Asosiasi Rumah Sakit Nahdlatul Ulama (ARSINU) periode 2016 - 2021?

Dewan Penasehat

Ketua: Prof. Dr. KH. Said Aqil Siroj

Anggota:?

Khofifah Indar Parawansa

DR. Ing. Bina Suhendra

Dr. dr. Syahrizal Syarif, MPh

Drs. Hisyam Said MSc ? ?

Prof. Dr. dr. Fachmi Idris, M.Kes

Prof. dr. Ali Gufron Mukty, PhD ? ?

Dr. dr. Slamet Riyadi Yuwono, MARS, DTMH ? ? ?

Dr. Misbahul Munir ? ?

Dr. Daeng M. Faqih, SH, MH ? ? ?

dr. Masyhudi AM., MKes

Pengurus Harian:?

Ketua Umum ? : Dr. dr. H. M. Zulfikar As`ad, MMR?

Ketua ? : dr. Amir Fauzi, MARS?

Ketua ? : dr. SibrohMalisi, MARS, ?

Ketua ? : dr. H Abdul Aziz, M.H.Kes

Sekretaris Umum : dr. Fery Rahman, MKM?

Wakil Sekretaris : drg. Fauziah M. Asim, MKM ?

Wakil Sekretaris : dr. M. BimaArrynugrah

Bendahara Umum : dr. Hidayatullah, SpS

Wakil Bendahara : drg. Ulfah Mashfufah, MKes

Wakil Bendahara : Hj. Sabrina D. Prihartini, AmdKeb. SKM., MKes

Bidang Hukum dan Advokasi: ? ?

Dr. Eko Pujianto, SH MH?

M. Zahrul Jihad As., SH. MHum

Bidang Sistem Informasi:?

dr. Barir Cahyanto, ST?

dr. Didik Suharsono, M.Kes

Bidang Pengembangan Organisasi: ?

dr. Muhammad Makky Zamzami

dr. Samsul Arifin, MARS?

Minan Rahman, MPdI

Bidang Pendidikan dan Pelatihan:

dr. H. Hardadi Airlangga, SpPD

dr. H. Ahmad Fariz Zein, SpPD.?

M. Syukron Skep. Ns?

Akhmad Safi’i, S.Far, Apt?

Bidang Manajemen Mutu: ?

dr. Tri Wahyu Sarwiyata, MKes

dr. Mafrurrochim Hasyim, MARS?

dr. Wiwik Winarningsih, MARS ?

Bidang Farmasidan Alkes:?

Agus Pramono, S.Farm, Apt, MM?

Redho Meisudi, S,Farm Apt?

Moh Thoyib, SKep. Ners

Umayah, SKep. Ners

(Kendi Setiawan/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Cerita, Habib, Santri Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah