Kamis, 22 Februari 2018

Pelajar NU Kroya Siapkan Fasilitator untuk Proses Kaderisasi di Ranting

Cilacap, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Puluhan kader IPNU-IPPNU Kecamatan Kroya, Cilacap, Jawa Tengah menggelar Pelatihan Fasilitator (Latfas) di MI Ma’arif 04 Gentasari, Kroya, Sabtu-Ahad (29-30/10) lalu.

Indra Haris Muttaqien selaku Ketua PAC IPNU Kroya mengungkapkan, bahwa pihaknya kini sedang fokus menata basis. "Pasca pelatihan ini, mereka akan kita terjunkan ke ranting-ranting mengawal program kaderisasi di tingkat ranting," katanya.

Pelajar NU Kroya Siapkan Fasilitator untuk Proses Kaderisasi di Ranting (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU Kroya Siapkan Fasilitator untuk Proses Kaderisasi di Ranting (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar NU Kroya Siapkan Fasilitator untuk Proses Kaderisasi di Ranting

Hadir sebagai narasumber acara tersebut, Imam Musyafa anggota Fasilitator IPNU Jawa Tengah yang menyampaikan materi fasilitasi.

"Ilmu kefasilitatoran ini ilmu umum, dan dipakai hampir oleh semua organisasi. Jika rekan-rekan tahu ilmu ini, nantinya lebih enak dalam berkomunikasi dan mengelola forum," ungkapnya.

Acara tersebut juga dikawal beberapa senior-senior IPNU setempat. Salah satunya Marwan, yang meski sudah berkeluarga mau menunggui kader muda NU.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Program kaderisasi ini hal yang paling penting di IPNU, jadi saya kawal, karena dari program itulah diharapkan nantinya muncul tokoh-tokoh NU di masa mendatang," ungkapnya. (Miftahul Khoerot/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah IMNU, PonPes Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Santri Mitra Kamtibmas di Tegal Rebut Rekor Muri

Tegal, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Ribuan santri dari berbagai daerah di Kabupaten Tegal berkumpul di halaman Pendopo Amangkurat, Jumat (18/12). Mereka menghadiri deklarasi "Santri Mitra Kamtibmas". Deklarasi ini berhasil memecahkan rekor Muri.

Deklarasi yang digagas oleh Polres Tegal, Pemkab Tegal, dan GP Ansor Tegal ini diikuti santri yang mayoritas adalah pelajar dan pemuda Tegal. Mereka datang berjalan kaki, menggunakan sepeda, sepeda motor, dan truk sejak pukul 06.00.

Santri Mitra Kamtibmas di Tegal Rebut Rekor Muri (Sumber Gambar : Nu Online)
Santri Mitra Kamtibmas di Tegal Rebut Rekor Muri (Sumber Gambar : Nu Online)

Santri Mitra Kamtibmas di Tegal Rebut Rekor Muri

Acara  dihadiri Kapolda, Bupati, Kapolres, Dandim dan sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab Tegal. Acara ini dikawal ratusan personel TNI dan Polri lengkap dengan kendaraan taktisnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Deklarasi ini penting untuk membantu ketenteraman dan ketertiban di Tegal," kata Bupati Tegal Ki Enthus Susmono.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Berdasarkan pantuan di lapangan ribuan santri dan ratusan petugas kepolisian yang memadati halaman pendopo Amangkurat ini terlihat menikmati hiburan hadroh yang ditampilkan.

Dengan memakai busana muslim lengkap dengan peci, mereka tampak antusias dan mengikuti lantunan dan gerakan dari lagu yang dinyanyikan oleh anggota grup musik hadroh. (Abdul Wahab/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Warta Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

PMII Malang Adakan Sekolah APBN

Malang, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Upaya aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) untuk menciptakan civil sociey di tingkat daerah tidak hanya sekedar wacana. Geliat kader PMII Cabang Malang terlihat pada acara pra Sekolah Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) dalam diskusi yang dihadiri Mas’ud Said, staf ahli presiden RI, Ahad (24/2) di kantor Cabang PMII, Jalan Mayjen Pandjaitan no 164 Malang.

Dalam diskusi pra acara, staf ahli presiden ini menjelaskan terkait undang-undang (UU) terkait pembelanjaan daerah beserta peta konsepnya. Mengetahui posisi dan perundang-undangan pembelanjaan daerah sangatlah penting untuk mengontrol pembangunan-pembangunan yang dilakukan. “Dengan ini, setiap masyarakat akan mengetahui anggaran untuk daerahnya,” ujar Mas’ud.

PMII Malang Adakan Sekolah APBN (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Malang Adakan Sekolah APBN (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Malang Adakan Sekolah APBN

Sekolah APBD ini akan diselenggarakan 1-3 Maret mendatang, namun diskusi ini tetap dilakukan untuk memantik dan memberi gambaran awal perihal sekolah yang akan berjalan selama tiga hari tersebut.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Menurut Faisol, sapa akrab Faisol Arifin selaku ketua pelaksana selain berdasarkan rapat kerja (Raker) pengurus cabang, acara ini ditujukan untuk menciptakan civil society dalam mengawal kebijakan-kebijakan pelayanan public kota Malang. “PMII ingin mengawal isu-isu lokal kota Malang,” ungkapnya pada NU online.

Diskusi yang dimulai pada pukul 19.00 ini cukup ramai, antusias kader PMII Malang cukup tinggi, hal itu terlihat dari banyaknya peserta yang hadir meski sedari sore hujan mengguyur kota apel tersebut.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Diana Manzila

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah AlaNu Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Rabu, 21 Februari 2018

Depag Minta Ormas Islam Lakukan Harmonisasi Hisab dan Rukyah

Brebes, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Menteri Agama H. Maftuh Basyuni meminta agar ormas-ormas Islam besar di Indonesia mengkaji ulang metode hisab dan rukyahnya dan melakukan akomodasi serta harmonisasi agar bisa diwujudkan kesatuan Ramadhan maupun Idul Fitri.

Pernyataan tersebut dikemukakan dalam Silaturrahmi Nasional Ahli Hisab dan Ahli Rukyah yang diselenggarakan oleh Lajnah Falakiyah Nahdlatul Ulama (LFNU) di Ponpes Al Hikmah 2 Benda Bumiayu Brebes, Kamis malam (6/9).

“Perbedaan ini secara bertahap harus dihilangkan karena harmonisasi akan sangat berarti dalam penentuan Ramadhan dan Idul Fitri,” tuturnya.

Depag Minta Ormas Islam Lakukan Harmonisasi Hisab dan Rukyah (Sumber Gambar : Nu Online)
Depag Minta Ormas Islam Lakukan Harmonisasi Hisab dan Rukyah (Sumber Gambar : Nu Online)

Depag Minta Ormas Islam Lakukan Harmonisasi Hisab dan Rukyah

Dikatakannya bahwa penentuan awal bulan Hijriyah ini harus berdasarakan pada kebenaran obyektif, bukan sekedar taklid yang diperparah sikap bangga diri dan kelompok.

“Penentuan awal Ramadhan dan Idul Fitri bukan hanya masalah keagamaan, tetapi juga menyangkut stabilitas, keamanan dan ketenteraman ummat,” katanya.

Maftuh menjelaskan bahwa negera-negera Muslim di dunia selalu satu keputusan dalam penentuan Ramadhan dan Idul Fitrinya seperti yang terjadi di Malaysia, Brunai, Arab Saudi atau Marokko dan masyarakat mematuhinya. Penentuan Ramadhan dan Idul Fitri diserahkan kepada masing-masing organisasi Islam terjadi di negara-negara yang penduduk muslimnya minoritas.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Tiap menjelang Ramadhan dan Idul Fitri, saya selalu deg-degan karena harus mengakomodir pertentangan yang tak berkesudahan,” tuturnya.

Dijelaskannya bahwa hisab dan rukyah tidak bisa dilaksanakan secara terpisah. Ilmu hisab berasal dari pengalaman panjang dalam melakukan hisab dan hisab sendiri tidak akan berarti jika tanpa pembuktian lewat rukyah. “Sebaik apapun metode hisab, kalau tidak bisa dibuktikan, tidak berguna,” tuturnya.

Karena itu Maftuh berpendapat bahwa harus ada harmoni antara hisab dan rukyah agar ilmu falak bisa berkembang dengan baik. “Hisab dan rukyah adalah dua sisi mata uang yang tak bisa dipisahkan,” tandasnya. (mkf)

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah



Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Bahtsul Masail, Anti Hoax Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Registrasi Muktamar NU, Peserta Disambut Pelayanan Prima

Jombang, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Setelah menempuh perjalanan udara pada Jumat (31/07/15), Delegasi PCNU Pringsewu pada Muktamar NU ke 33 tiba di Kabupaten Jombang yang menjadi tuan rumah hajat Akbar 5 tahunan Jamiyyah Nahdlatul Ulama ini. Delegasi yang terdiri dari 6 orang tersebut langsung melakukan registrasi peserta yang dipusatkan di Gedung Olah Raga Merdeka Jombang.?

"Alhamdulillah proses registrasi berjalan dengan lancar karena PCNU Pringsewu sudah melaksanakan registrasi online sebelumnya. Kami cuma butuh kurang lebih 10 menit untuk menyelesaikan registrasi ," jelasnya.

Registrasi Muktamar NU, Peserta Disambut Pelayanan Prima (Sumber Gambar : Nu Online)
Registrasi Muktamar NU, Peserta Disambut Pelayanan Prima (Sumber Gambar : Nu Online)

Registrasi Muktamar NU, Peserta Disambut Pelayanan Prima

Ke-6 peserta langsung diantarkan menggunakan kendaraan yang khusus digunakan untuk mengantarkan peserta ke masing masing pemondokan. Delegasi PCNU Pringsewu ditempatkan di Komplek MTs Negeri Jombang yang menyatu dengan Komplek Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambak Beras Jombang.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Kami disambut dengan pelayanan prima dari Panitia. Kami menilai panitia sudah sangat siap menggelar hajat Muktamar yang baru kali ini digelar di tempat kelahiran NU pada 1926," kata Adi Ben Slamet salah satu delegasi dari Pringsewu.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Adi memberikan apresiasi kepada panitia dengan kesigapan dan kesiapan mereka menyiapkan akomodasi bagi para peserta muktamar. "Begitu sampai di Pemondokan, kami diharuskan melakukan rekam finger print -sidik jari- untuk memastikan hanya peserta saja yang dapat memasuki komplek pemondokan," jelasnya.

Adi mengatakan bahwa mengawali aktifitas pertama, delegasi yang terdiri dari KH Ridwan Syuaib, Munawwir, H Taufiqurrahim, KH Hambali, dan Adi Ben Slamet akan melakukan ziarah ke makam para muassis dan tokoh NU seperti Makam Mbah Hasyim, Kyai Wahab, Mbah Wahab, Gus Dur dan lain-lainnya. (Muhammad Faizin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Khutbah, PonPes Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ikrar Santri dan Resolusi Jihad Gelorakan Semangat Peserta Apel di Demak

Demak, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Pelaksanaan Apel Santri di alun-alun kabupaten Demak, Kamis (22/10) disambut antusias para santri dan pengasuhnya. Peserta yang semula diprediksi 7000 santri dari 70 pesantren, ternyata mencapai angka 10000 santri dari 117 pesantren. Barisan santri berjubel karena dirapatkan agar semua santri bisa masuk dalam barisan sebagai peserta.

Ikrar Santri dan Resolusi Jihad Gelorakan Semangat Peserta Apel di Demak (Sumber Gambar : Nu Online)
Ikrar Santri dan Resolusi Jihad Gelorakan Semangat Peserta Apel di Demak (Sumber Gambar : Nu Online)

Ikrar Santri dan Resolusi Jihad Gelorakan Semangat Peserta Apel di Demak

Mereka sengaja mendatangi alun-alun tanpa kendaraan, namun berjalan kaki dengan maksud mensyiarkan hari bersejarah ini kepada masyarakat. Kedatangan mereka mendadak membuat panitia berkoordinasi dengan Polres Demak untuk pengawalan mobil sebagai pengamanan perjalanan peserta menuju arena apel.

Semangat santri tambah bergelora saat teks Resolusi Jihad yang dibacakan Ketua MWCNU Demak Kiai Yatin Ch (pengasuh pesantren At-Taslim Demak) ? dan ikrar santri oleh Taslim Arief dari pesantren Fathul Huda Sidorejo dengan pekik takbir “Allahu Akbar” usai dibacakan sehingga suara menggema terdengar di arena apel.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Berdasarkan pantauan Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah baik tamu undangan di tribun kehormatan maupun peserta apel terlihat mata mereka berkaca-kaca bahkan ada yang meneteskan air mata. Hal ini juga diakui Sekretaris MWCNU Kota Demak M Aly Murtadlo.

“Saya tidak menduga ternyata para pengasuh pesantren dan santrinya memiliki semangat begitu tinggi di mana para santri dan kiai mendapatkan apresiasi dengan penetapan Hari Santri,” kata Gus Ali di arena apel.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dalam kesempatan yang sama pengasuh pesantren Barokatul Qur’an Megonten Kecamatan Kebon Agung Demak KH Ali Subhan AH merasa bangga dengan semangat santri yang begitu membara di mana pemerintah telah menetapkan Hari Santri sebagai wujud penghargaan pemerintah pada ulama, kiai, dan santri dalam membela dan menegakkan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Alhamdulillah sudah ada pengakuan dari pemerintah kiprah dan jasa para kiai dan santrinya dalam membela negara ini,” tutur Kiai Ali.

Dalam apel tampak hadir Kapolres Demak, Dandim, Kajari, Ketua MUI KH Moh Asyiq, Rais Syuriyah KH Alawy Mas’udi, selaku Pembina upacara Musytasar KH Moch Dachirin Said. Sementara do’a dipimpin Mustasyar NU KH Zainal Arifin Maksum. (A Shiddiq Sugiarto/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Pondok Pesantren, Daerah, Aswaja Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ketegangan Sunni-Syiah Jadi Ancaman Perdamaian Dunia

Dubai, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Ketegangan Muslim Sunni dengan Syiah adalah ancaman terbesar bagi keamanan dunia, kata menteri luar negeri Iran dalam tanggapan disiarkan pada Senin, dengan menuduh negara Arab Sunni "mengipasi api" sengketa aliran.

Ketegangan Sunni-Syiah Jadi Ancaman Perdamaian Dunia (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketegangan Sunni-Syiah Jadi Ancaman Perdamaian Dunia (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketegangan Sunni-Syiah Jadi Ancaman Perdamaian Dunia

Perang saudara semakin bersifat aliran di Suriah menyeret kekuatan kawasan dengan Iran -yang Syiah- mendukung Presiden Bashar Assad dan negara Sunni teluk Arab dan terutama Sunni Turki membantu pemberontak, lapor Reuters.

Kemelut itu mengancam meluas ke negara terbagi antara Sunni dengan Syiah, seperti, Lebanon dan Irak.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ketegangan aliran adalah ancaman keamanan paling tinggi, tidak hanya untuk kawasan itu, tapi untuk dunia pada umumnya, kata Menteri Luar Negeri Mohammad Javad Zarif kepada jaringan berita Inggris BBC.

"Saya pikir kita perlu memahami bahwa perpecahan aliran di dunia Islam adalah ancaman bagi kita semua," katanya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Zarif, didikan Amerika Serikat dan mantan duta besar Iran untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa, menyeru kekuatan kawasan secara bersama menyelesaikan kemelut di Suriah.

Ia adalah tokoh dalam upaya Presiden Hassan Rouhani meredakan ketegangan Iran dengan dunia luar.

"Saya pikir, kita semua," katanya, "Terlepas dari perbedaan kita tentang Suriah, perlu bekerja sama pada masalah aliran."

Namun, kata BBC, tanpa menyebut langsung nama negara, Zarif menuduh pemimpin Arab Sunni "mengipasi api" kekerasan aliran.

"Urusan memicu ketakutan adalah urusan umum," katanya, "Seharusnya, tak seorang pun mencoba mengobarkan api kekerasan aliran. Kita harus menguasainya, mendekatinya, mencoba menghindari sengketa, yang akan merugikan keamanan semua orang." (antara/mukafi niam)

Foto: Huffingtonpost

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Nusantara, RMI NU, Pendidikan Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah