Sabtu, 17 Februari 2018

Pendidikan Pesantren Teruji Hasilkan Kecerdasan Spiritual

Pringsewu, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pringsewu H Muhammad Yusuf mengingatkan bahwa pendidikan Agama merupakan aspek yang paling mendasar dalam rangka mencetak generasi yang tangguh.

"Pendidikan spiritual (Agama) merupakan basic atau dasar dan tidak boleh dilewati," tegasnya saat melakukan visitasi ke MAN 1 Pringsewu, Kamis (19/10).

Pendidikan Pesantren Teruji Hasilkan Kecerdasan Spiritual (Sumber Gambar : Nu Online)
Pendidikan Pesantren Teruji Hasilkan Kecerdasan Spiritual (Sumber Gambar : Nu Online)

Pendidikan Pesantren Teruji Hasilkan Kecerdasan Spiritual

Menurutnya memiliki kepintaran kognitif saja tidak cukup namun harus dibarengi dengan kecerdasan lainnya. Berbagai aspek kecerdasan harus dimiliki oleh setiap individu diantaranya kecerdasan intelektual dan emosional.

"Kita juga jangan terlalu mengandalkan Kecerdasan intelektual dan emosional saja karena nantinya bisa menjadi jiwa yang otoriter dan kurang bijak. Kecerdasan kita harus diimbangi dengan kecerdasan Spiritual," tegasnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Permasalahan kurangnya kecerdasan spiritual inilah yang saat ini masih dihadapi dalam dunia pendidikan di Indonesia. Padahal menurutnya jika dirunut kebelakang pendidikan yang paling inten dan merupakan sistem pendidikan tertua dalam pendidikan Agama adalah Pondok Pesantren.

"Permasalahan pendidikan saat ini adalah karena Sistem Pendidikan Pesantren tidak dinasionalkan. Banyak pihak membohongi hati nurani kalau Pondok pesantren adalah sistem pendidikan paling tua dan teruji," tegasnya menilai pondok pesantrenlah yang mampu menjawab permasalahan pendidikan saat ini.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ia menilai kondisi pondok pesantren di Indonesia saat ini banyak yang terbengkalai dan kurang mendapat perhatian. Hal ini menurutnya menjadi pekerjaan rumah semua pihak untuk lebih memperhatikan pondok pesantren.

Pentingnya pendidikan agama melalui sebuah sistem yang baik dan silsilah yang jelas menurutnya sangat penting dan seharusnya diperhatikan banyak pihak.

Ia menilai bahwa belajar agama tidaklah cukup dengan belajar sekilas apalagi melalui media yang saat ini mudah diakses seperti internet. 

"Yang tidak pernah ngaji dipesantren itu kelihatan kualitas ilmu agamanya. Dari cara baca qurannya bisa terlihat," tegas Yusuf. (Muhammad Faizin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Pemurnian Aqidah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sebarkan Pesan Damai, PCNU Depok Kunjungi 11 Kecamatan

Depok, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kota Depok  mengunjungi sebanyak 11 kecamatan di Kota Depok. Mereka menyebarkan pesan damai Ramadhan dan nilai Islam yang rahmatan lil alamin. Kunjungan rutin setiap Ramadhan ini menjadi penting terutama di tengah hiruk-pikuk pelaksanaan pilpres 2014.

Melalui kegiatan yang diawali buka puasa bersama dan dilanjutkan dengan Tarawih berjamaah ini, "Kita ingin menyampaikan pesan damai Ramadhan dan Islam rahmatan lil alamin,"ujar Sekretaris PCNU Depok Idham Darmawan, Kamis (10/7).

Sebarkan Pesan Damai, PCNU Depok Kunjungi 11 Kecamatan (Sumber Gambar : Nu Online)
Sebarkan Pesan Damai, PCNU Depok Kunjungi 11 Kecamatan (Sumber Gambar : Nu Online)

Sebarkan Pesan Damai, PCNU Depok Kunjungi 11 Kecamatan

Menurut Idham, buka puasa  bersama dengan pengurus dan seluruh pengurus MWCNU secara bergulir sangat penting. Pertemuan itu diisi dengan taushiyah Ramadhan, ke-NUan, dank e-Indonesiaan. Terlebih lagi terkait pelaksanaan pilpres, PCNU Depok mendorong warga untuk menjunjung tinggi ukhuwah.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ketua PC NU Depok ustadz Raden Salamun menilai safari Ramadhan sebagai bagian dari syiar serta konsolidasi pengurus NU dan warganya nahdliyin. “Karena, penyampai taushiyahnya tidak lain para kiai dan ustadz dari pengurus NU sendiri," kata ustadz Salamun.

Ustadz Salamun berharap pelaksanaan pilpres 2014 mengeluarkan hasil berkualitas. “Yaitu, calon pemimpin bangsa yang mampu mewujudkan cita-cita proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945. Selain itu, pemimpin yang mampu menjaga kedaulatan tanah air dan mewujudkan masyarakat Indonesia adil makmur lahir batin," harap ustadz Salamun. (Aan Humaidi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Syariah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Jumat, 16 Februari 2018

Panitia Daerah Konsolidasikan PCNU Se-Jatim

Surabaya, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Panitia Daerah Muktamar Ke-33 NU menggelar konsolidasi bersama Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) se-Jawa Timur. Panitia dalam kesempatan ini menjelaskan teknis muktamar yang bakal dihelat Agustus mendatang di Kabupaten Jombang, Jawa Timur.

“Muktamar kali ini merupakan muktamar terumit karena ditempatkan di empat pesantren,” kata Drs H Syaifullah Yusuf di hadapan para rais dan ketua PCNU se-Jatim, Sabtu (14/03), di Gedung PWNU Jawa Timur, Jalan Masjid Al-Akbar Timur Nomor 9, Surabaya. Konsolidasi dilakukan sebelum Grand Launching Muktamar Ke-33 NU.

Panitia Daerah Konsolidasikan PCNU Se-Jatim (Sumber Gambar : Nu Online)
Panitia Daerah Konsolidasikan PCNU Se-Jatim (Sumber Gambar : Nu Online)

Panitia Daerah Konsolidasikan PCNU Se-Jatim

Dalam pertemuan itu, Ketua Pengurus Wilayah NU (PWNU) Jatim H Mutawakkil Alallah memberikan arahan kepada panitia daerah bahwa muktamar di Jombang ini sangatlah strategis. Di forum musyawarah tertinggi di NU ini akan ditegaskan dan dirumuskan kembali konsep Islam Nusantara.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Tema “Meneguhkan Islam Nusantara untuk Peradaban Indonesia dan Dunia” diusung dalam muktamar kali ini lantaran melihat kebutuhan akan perdamaian dunia Islam saat ini. Konsep NU inilah yang akan menjadi jawaban bagi dunia internasional. “Maka dari itu, muktamar nantinya akan membahas itu sebagai konsep Islam rahmatal lil alamin,” lanjut Kiai Mutawakkil.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Mutawakkil juga mengingatkan, kesuksesan muktamar NU menjadi taruhan bagi NU. PWNU Jatim berpesan kepada pengurus cabang untuk mendukung dan menyosialisakan di daerah masing-masing untuk menyambut muktamar NU.

Panda juga menjelaskan asal usul dari dana muktamar. Setiap pesantren mendapatkan dana sebesar 1 miliar. “Dana itu untuk menyiapkan segala perlengkapan muktamar, mulai dari kamar tidur, kamar mandi, dan infastruktur lainnya,” jelas Gus Ipul.

Dana sebesar itu diambilkan dari dana APBD Jawa Timur atas persetujuan Gubenur Jatim dan Ketua DPRD Jatim. Dana muktamar akan dikelola secara profesional dan prosedural. “Penggunaan APBD harus hati-hati, kalau dana konsumsi maka untuk konsumsi, dana transformasi maka harus untuk transformasi, tidak boleh disalahgunakan,” jelas Gus Ipul.

Pra acara muktamar akan dilakukan di setiap daerah di Jatim. Mulai dari Sidoarjo, Pamekasan, Pasuruan, hingga Banyuwangi.

Sementara itu, Ketum PBNU KH Said Aqil Siroj mengatakan, tema Islam Nusantara sudah tepat diusung di muktamar kali ini. Islam Nusantara, kata dia, menyinergikan nilai-nilai Islam dengan budaya lokal. Dengan pola seperti itu, Islam tidak akan pernah luntur dari muka bumi. “Selama teologi Islam sinergi dengan budaya lokal, Islam tidak akan luntur,” ucapnya.

Guru Besar bidang ilmu tasawuf itu menambahkan, dengan Islam Nusantara, NU mencoba untuk membelokkan kiblat peradaban Islam dari Timur Tengah ke Indonesia. Ia yakin itu bisa tercapai karena model Islam seperti itu lebih membawa kedamaian dari pada wajah Islam di Timur Tengah yang diwarnai perpecahan dan perang. “Mari kita alihkan kiblat peradaban Islam, bukan dari Timur Tengah, tapi dari Indonesia, wa bil-khusus NU,” tandas Said Aqil. (Rofi’i Boenawi/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Daerah, Humor Islam Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Rumah Pelajar Siapkan Nakhoda Baru

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Yayasan Rumah Pelajar di bilangan Ciputat, Tangerang Selatan, Banten, akan mengganti kememimpinan. Penggantian pemimpin itu segera dilakukan mengingat terpilihnya Farida Farichah sebagai Ketua Umum PP IPPNU dalam kongres ke-XVI IPPNU awal Desember 2012 lalu di Palembang.

Perihal ini diutarakan oleh Farida Farichah, Ketua Umum PP IPPNU kepada Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah di depan Kantor Sekretariat PP IPPNU, Gedung PBNU lantai enam, Jakarta Pusat, beberapa yang lalu. Farida menceritakan bahwa Rumah Pelajar bagian dari program PP IPPNU.

Rumah Pelajar Siapkan Nakhoda Baru (Sumber Gambar : Nu Online)
Rumah Pelajar Siapkan Nakhoda Baru (Sumber Gambar : Nu Online)

Rumah Pelajar Siapkan Nakhoda Baru

“Dalam waktu dekat, kita akan mengadakan pergantian posisi direktur. Karena amanah kongres kemarin sebagai Ketua Umum PP IPPNU, saya tidak mungkin lagi bekerja efektif untuk memimpin Rumah Pelajar,” tegas Farida yang biasa berpenampilan sederhana.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Karenanya, pergantian pemimpin Rumah Pelajar akan mengalami percepatan. Kebutuhan itu cukup mendesak agar program-program pemberdayaan pelajar tetap berjalan lancar, tegas Farida. Kepada Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah, dia menyatakan kesiapannya untuk membantu kelancaran acara pergantian dirinya.

Rumah Pelajar yang digawangi oleh PP IPPNU berlokasi di Jalan Ir. Juanda No. 102 C, Rt. 002/08 Ciputat, Tangerang Selatan, Banten. Bangunan dua lantai itu merupakan wadah pelajar untuk mengembangkan kemampuan praktis dan mengasah ketajaman intelektual lewat diskusi.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Selain pengembangan sumber daya pelajar, Rumah Pelajar juga menanam nilai-nilai moral dan keagamaan. Kita juga kan punya divisi manajemen spiritual,” ujarnya.

Farida menceritakan bahwa Rumah Pelajar sangat strategis bagi IPPNU di kalangan pelajar. Rumah Pelajar menyediakan aneka pelatihan mulai dari menulis, kepemimpinan, mendaur ulang sampah, kerajinan tangan, dan bentuk lain kreativitas.

Rumah Pelajar menjadi salah satu bentuk kontribusi IPPNU bagi dunia pendidikan. Konsep Rumah Pelajar dirumuskan sedemikian rupa demi mengondisikan kenyamanan dan rasa bersahabat di hati pelajar, tandas Farida. 

 

Redaktur : Hamzah Sahal

Penulis    : Alhafiz Kurniawan

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Bahtsul Masail, Fragmen, IMNU Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kamis, 15 Februari 2018

Inilah Pandangan Kebudayaan Lesbumi

Choirotun Chisaan dalam buku Lesbumi; Strategi Politik Kebudayaan mengatakan pandangan kebudayaan Lembaga Seni Budaya Muslim Indonesia (Lesbumi) adalah humanisme relijius, yaitu berlandaskan kepada ketauhidan dan kemanusiaan. 

Lebih tegasnya adalaha adalah, hablum minallah wahablum minan nas, yaitu mencintai Allah dan mencintai manusia. Menurut Chisaan, pandangan Lesbumi semacam itu, merupakan gejala baru di Indonesia di antara pandangan-pandangan kesenian lain yang muncul di tahun 50-60-an.

Inilah Pandangan Kebudayaan Lesbumi (Sumber Gambar : Nu Online)
Inilah Pandangan Kebudayaan Lesbumi (Sumber Gambar : Nu Online)

Inilah Pandangan Kebudayaan Lesbumi

Sementara itu, menurut Ketua PP Lesbumi Sastro Ngatawi, pandangan kebudayaan Lesbumi pada masa awal berdiri bisa dilihat dari pandangan para tokohnya pada saat itu, khususnya Usmar Ismail dalam sebuah pidato kebudayaan dan Asrul Sani dalam Surat Kepercayaan Gelanggang.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Intinya, Lesbumi pada saat itu menentang liberalisme seni budaya, termasuk ungkapan seni untuk seni. Karena bagi Lesbumi, di balik seni ada etika, norma dan berbagai spirit religiusitas yang tidak bisa semata-mata diabdikan untuk seni,” katanya kepada Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah, melaluis surat elektronik, Ahad (24/3).

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kedua, Lesbumi pada saat itu juga menentang hegemoni kebudayaan asing terhadap budaya lokal. Hal ini dibuktikan dengan penentangan Lesbumi terhadap beredarnya film-film asing secara bebas dan berlebihan.

Sastro menjelaskan, itu bukan sentimen terhadap film asing, melainkan sebagai upaya menumbuhkan dan meningkatkan kualitas film nasional. Upaya itu berhasil dilakukan dengan bukti impor film asing turun sampai mendekati angka 50% dalam kurun waktu sekitar 5 tahun, sementara produksi film nasional naik hampir 100%.

Artinya, nasionalisme kebudayaan merupakan visi kebudayaan Lesbumi dan pandangan kebudayaan Lesbumi. “Pandangan dan visi seperti itu yang kami teruskan hingga saat ini,” katanya.

Penulis   : Abdullah Alawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Lomba Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

PP Lakpesdam Buka Lowongan

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Pengurus Pusat Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia (PP Lakpesdam) NU membuka lowongan untuk menempati beberapa posisi tim pelaksana, yakni (1) Direktur, (2) Manager PSDM, (3) Chapter Desk Officer PNPM Peduli, dan (4) Staff Accounting.

Menurut Sekretaris Tim Seleksi Pelaksana PP Lakpesdam Eko Agus Priyono, surat lamaran dan dokumen lainnya dikirimkan paling lambat 21 Desember 2012, ditujukan kepada Tim Seleksi PP Lakpesdam NU melalui email timseleksi.lakpesdam@yahoo.com.

PP Lakpesdam Buka Lowongan (Sumber Gambar : Nu Online)
PP Lakpesdam Buka Lowongan (Sumber Gambar : Nu Online)

PP Lakpesdam Buka Lowongan

“Bagi para pendaftar yang lolos seleksi administratif akan diundang melalui email atau telp untuk wawancara pada tanggal 27 Desember 2012 di Kantor PP Lakpesdam NU, Jl. Haji Ramli No. 20A, Menteng Dalam, Tebet, Jakarta Selatan,” demikian dalam surat elektronik yang diterima Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah, Jum’at (14/12).

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Surat lamaran dikirim dengan melampirkan copy ijazah dan transkrip nilai, beserta dokumen pendukunglainnya yang dianggap perlu. Para calon pelamar harus mengisi form CV/Biodata dan membuat surat pernyataan tidak sedang menjadi pengurus partai politik.

Informasi mengenai form CV/Biodata dan berbagai persyaratan khusus dapat berhubungan langsung dengan PP Lakpesdam di nomor (021) 8298855 /8281641/83796120.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

 

Penulis: A. Khoirul Anam

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Sholawat, Meme Islam Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Hukum Azan dan Iqamah untuk Sembahyang Munfarid atau Sendiri

Assalamu ‘alaikum wr. wb. redaksi bahtsul masail Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah yang terhormat. Apa hukumnya mengumandangkan azan atau iqamah ketika ingin melaksanakan shalat fardhu secara sendiri? Terima kasih banyak sebelumnya. Wassalamu alaikum wr. wb. (Asmizanunix)

Jawaban

Assalamu ‘alaikum wr. wb.

Hukum Azan dan Iqamah untuk Sembahyang Munfarid atau Sendiri (Sumber Gambar : Nu Online)
Hukum Azan dan Iqamah untuk Sembahyang Munfarid atau Sendiri (Sumber Gambar : Nu Online)

Hukum Azan dan Iqamah untuk Sembahyang Munfarid atau Sendiri

Penanya yang budiman, semoga Allah SWT menurunkan rahmat-Nya kepada kita semua. Azan dan iqamah merupakan ibadah yang dilakukan sebelum shalat dimulai. Keduanya mengandung kalimat-kalimat luar biasa dalam Islam. Di dalamnya antara lain terdapat pujian, pengakuan keesaan, pengakuan risalah Nabi Muhammad SAW, seruan Islam, panggilan kemenangan.

Karena di dalamnya mengandung dua kalimat syahadat, maka orang kafir yang mengumandangkan azan maupun iqamah dinilai sebagai muslim. Sementara perihal hukum azan dan iqamah ulama berbeda pendapat. Imam Nawawi menjelaskannya sebagai berikut.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ?. ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ?.... ? ? ? ? ? ? ? ?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Artinya, “(Pasal) hukum azan dan iqamah adalah sunah. Tetapi ada ulama yang mengatakan, fardhu kifayah. Azan dan iqamah hanya dilakukan untuk shalat wajib. Sementara untuk Shalat Ied dan sejenisnya cukup dengan ‘As-shalâtu jâmi‘ah’. Menurut qaul jadid madzhab Syafi’i, azan dianjurkan bagi orang yang shalat sendiri. Ia juga perlu mengeraskan suara azannya kecuali di masjid yang dipakai untuk shalat berjamaah... sementara menurut pendapat yang masyhur, jamaah perempuan dianjurkan mengumandangkan iqamah, tanpa azan,” (Lihat Imam An-Nawawi, Minhajut Thalibin wa ‘Umdatul Muftin, Darul Minhaj, Beirut Libanon, 1426 H/2005 M, halaman 92).

Keterangan Imam Nawawi di atas sudah cukup menjawab pertanyaan yang diajukan. Hanya saja berikut ini kami kutip uraian Syekh Muhammad Al-Khatib As-Syarbini untuk melengkapi jawaban Imam An-Nawawi.

? ) ? ? : ? ? ? ? ( ? ) ? ? ( ? ) ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? : ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? . ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? . ? ? : ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? .? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “(Menurut qaul jadid) yang menurut Imam Ar-Rafi‘i menjadi pedoman jumhur ulama (dianjurkan) mengumandangkan azan (bagi orang yang sembahyang sendiri) di sebuah negeri atau di tanah lapang bia ia ingin sembahyang berdasarkan hadits yang akan datang. Sementara menurut qaul qadim, azan tidak dianjurkan baginya karena tidak ada tujuan dari azan itu sendiri, yaitu mengumumkan masuknya waktu sembahyang. Secara lahir kemutlakan sebutan ini dengan mengikuti pandangan kitab Al-Muharrar mengamanahkan kumandang azan orang yang sembahyang sendiri meski kumandang azan orang lain terdengar olehnya. Pendapat ini paling sahih seperti disebut di kitab Tahqiq dan Tanqih. Pengamalan ini yang didasarkan pada pandangan yang mu’tamad meski Imam An-Nawawi dalam kitab Syarah Shahih Muslim menyatakan, tidak perlu azan.

Imam Al-Adzra‘i mengatakan, ‘Ini pendapat yang kami yakini lebih rajih. Kumandang azannya cukup terdengar oleh telinganya sendiri. Hal ini berbeda dari azan pengumuman masuk waktu dengan tujuan sembahyang berjamaah yang tentu saja disyaratkan dengan suara keras agar terdengar oleh mereka. Tanpa suara keras tujuan memberi tahu masuknya waktu sembahyang menjadi tidak memadai. Karenanya azan  cukup terdengar olehnya saja. Sementara iqamah dianjurkan menurut qaul qadim dan jadid. Sebagai azan kumandang iqamah cukup terdengar olehnya saja. Lain hal kalau iqamah dimaksudkan untuk sembahyang berjamaah. Hanya saja volume suara iqamah lebih kecil dari volume azan,’” (Lihat Muhammad ibnil Khatib As-Syarbini, Mughnil Muhtaj ila Ma‘rifati Ma‘ani Alfazhil Minhaj, Darul Ma‘rifah, Beirut, Libanon, 1418 H/1997, juz I, halaman 208).

Dari sini kami menyimpulkan bahwa sebelum sembahyang fardhu sendiri meskipun di masjid atau sembahyang berjamaah gelombang kedua, ketiga, kita dianjurkan untuk mengumandangkan azan dan iqamah. Hanya saja kita harus membatasi volume azan dan iqamah sebatas terdengar diri sendiri atau terdengar oleh beberapa orang di sekitarnya jika berjamaah dengan kelompok kecil.

Demikian yang dapat kami kemukakan. Semoga bisa dipahami dengan baik. Kami selalu terbuka untuk menerima saran dan kritik dari para pembaca.

Wallahul muwaffiq ila aqwamith thariq,

Wassalamu’alaikum wr. wb.


(Alhafiz Kurniawan)Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah News, Olahraga, Quote Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah