Minggu, 04 Februari 2018

Lakpesdam NU Malang Adakan Penguatan Kapasitas Pengurus Baru

Malang, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) NU Kabupaten Malang, Jawa Timur menggelar upgrading (peningkatan kapasitas) pengurus baru, Sabtu (19/2) bertajuk Reinforcement peran Lakpesdam bagi internal NU dan masyarakat Kabupaten Malang.

Lakpesdam NU Malang Adakan Penguatan Kapasitas Pengurus Baru (Sumber Gambar : Nu Online)
Lakpesdam NU Malang Adakan Penguatan Kapasitas Pengurus Baru (Sumber Gambar : Nu Online)

Lakpesdam NU Malang Adakan Penguatan Kapasitas Pengurus Baru

Dalam acara tersebut, Lakpesdam Kabupaten Malang melakukan berbagai pembacaan atas problematika kekinian yang tengah dihadapi oleh umat di Kabupaten Malang. Adapun tempat diselenggarakannya forum ilmiah ini di Universitas Islam Raden Rahmat Malang (UNIRA Malang).

Hadir sebagai narasumber dalam acara tersebut antara lain, Abdul Basith (Pengurus Pusat Lakpesdam PBNU), Ahmad Atho’ Lukman Hakim (Intelektual Muda NU Kabupaten Malang), dan Hasan Abadi (Rektor UNIRA Malang).

Dalam Sambutannya, Ketua Lakpesdam NU Kab. Malang, Taufiqi menyampaikan, Lakpesdam akan mensinergikan berbagai produk pemikiran dan hasil-hasil risetnya dengan berbagai lembaga NU. 

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Lakpesdam harus siap memberikan suport data dan hasil olah pikirnya demi pengembangan dan kepentingan Nahdlatul Ulama,” jelas Taufiqi.

Senada dengan Taufiqi, Ketua PCNU Kabupaten Malang, Umar Usman juga mengutarakan pentingnya suport pengetahuan, pemikiran, dan data base bagi pengembangan NU, dan itu merupakan tugas yang diemban oleh Lakpesdam. 

Berbagai pemikiran strategis muncul dalam forum ilmiah ini, misalnya narasumber dari Lakpesdam PBNU, Abdul Basith mengingatkan kepada pengurus di daerah agar cerdas dalam menyikapi beragam isu strategis (sosial, politik, ekonomi, advokasi kebijakan, hingga soal bagaimana pengembangan teknologi terbarukan). 

Menurut dia, Lakpesdam perlu terbuka dalam pemikiran serta responsif dengan problematika umat. Lakpesdam harus giat dalam menggelar FGD-FGD dan pengumpulan data base dari hasil-hasil kajian yang telah dilakukan. 

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Pengurus pusat sendiri, kini tengah menggodok konsepsi Fiqih Energi agar NU juga dapat hadir merespon persoalan-persoalan energi di tanah air,” ungkap Basith.

Narasumber berikutnya, Ahmad Atho’ Lukman Hakim dalam membaca problematika di kabupaten Malang, memberikan tawaran peran yang dapat diambil oleh lembaga ini, diantaranya, Peran kepemimpinan ide, Peran supporting data, Peran suporting kaderisasi, dan Advokasi kebijakan.

Menurut Gus Atho, Lakpesdam perlu mengkaji dan menyikapi berbagai kebijakan publik yang tidak pro rakyat seperti menjamurnya ijin pendirian ritel moderen serta tata kelola sumber daya alam yang tidak ramah lingkungan. 

Terakhir, Hasan Abadi (Rektor Unira Malang) berpesan, kekayaan pemikiran yang dimiliki oleh Lakpesdam harus dapat didaratkan sedemikian rupa agar sisi kemanfaatannya benar-benar dapat dirasakan oleh umat. 

Lakpesdam harus mampu mengkritisi berbagai persoalan kemasyarakatan, tidak hanya soal keagamaan. Isu-isu lingkungan dan ekonomi kerakyatan juga harus memperoleh porsi yang lebih dalam kajian Lakpesdam.

Dalam acara tersebut, Rektor Unira Malang secara resmi memberikan beasiswa kepada PCNU Kabupaten Malang, berupa 99 beasiswa yang akan diberikan kepada para aktivis NU dengan beasiswa 50 persen dari besaran biaya pendidikan. (Muhamad Imron/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Makam, Nahdlatul Ulama, Cerita Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sabtu, 03 Februari 2018

IPPNU Garut Buka Sayembara Video Tutorial Hijab

Garut, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Pimpinan cabang Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) kabupaten Garut menerima kontestan perlombaan Video Tutorial Hijab berdurasi 1-5 menit. Panitia membuka perlombaan tutorial hijab untuk umum. Perlombaan ini diadakan untuk memeriahkan konferensi cabang VIII PCNU Garut pada Jumat-Ahad (30/1-1/2).

Dengan durasi 1-5 menit, peserta dapat menuangkan ide kreatifnya lalu merekam cara memakai hijab dengan model dan gaya yang bebas.

IPPNU Garut Buka Sayembara Video Tutorial Hijab (Sumber Gambar : Nu Online)
IPPNU Garut Buka Sayembara Video Tutorial Hijab (Sumber Gambar : Nu Online)

IPPNU Garut Buka Sayembara Video Tutorial Hijab

Selain tidak dipungut biaya, perlombaan ini terbuka bagi umum tanpa batasan usia dan tanpa batasan daerah. Selain masyarakat Garut, siapa saja boleh mengikuti perlombaan ini.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Pemenang akan diumumkan pada Kamis (28/1) melalui website IPPNU Garut.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Oleh karena itu saya mengundang seluruh kader IPPNU se-Indonesia bila ada yang akan mengikuti lomba tutorial hijab ini, karena ini diperuntukan bagi umum," ujar Ketua IPPNU Garut Nendah Nurlaeni.

Peserta yang akan mengikuti lomba ini dapat mengirimkan videonya ke alamat email pcippnu.garut@gmail.com dengan syarat dan ketentuan dapat dilihat di laman facebook fanpage PC IPNU IPPNU GARUT. Lomba ini berhadiah menarik bagi pemenangnya. (Nurul Fatonah/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Sejarah, Pemurnian Aqidah, Nusantara Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Selain Kampus, Pesantren dan Masjid Tunggu Kiprah PMII

Kudus, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Bendahara PB PMII Ahmad Ridwan Hasibuan meminta kader-kadernya untuk juga memasuki pesantren, masjid, dan mushola sebagai lapangan pergerakan. Di hadapan pengurus baru PMII Kudus, Ridwan menyatakan bahwa sekarang sudah saatnya PMII kembali ke pesantren, masjid dan kampus.

Selain Kampus, Pesantren dan Masjid Tunggu Kiprah PMII (Sumber Gambar : Nu Online)
Selain Kampus, Pesantren dan Masjid Tunggu Kiprah PMII (Sumber Gambar : Nu Online)

Selain Kampus, Pesantren dan Masjid Tunggu Kiprah PMII

Demikian disampaikan Ridwan pada pelantikan PMII Kudus di aula kampus Sekolah Tinggi Kesehatan (Stikes) Cendekia Utama Kudus, Rabu (11/2) siang.

Menurut Ridwan, kembalinya mahasiswa PMII menuju tiga tempat di atas sangat menolong PMII dan NU mendatang. “Kembalinya kita kepada tiga tempat di atas adalah sebagai bentuk penyelamatan PMII dan penyelamatan NU ke depannya,” katanya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ia menilai, selama ini kader PMII jarang masuk dalam jajaran kepengurusan PBNU. Salah satu sebebanya karena kader PMII tidak memenuhi kriteria sebagai ulama NU. Selain itu, juga keengganan kader PMII secara pribadi.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Aktivis PMII perlu kembali mendalami intelektualitas keagamaan, di antaranya dengan kembali mengaji di pesantren. Pesantren mahasiswa juga layak diriuhkan kembali. Sementara itu, penguasaan terhadap masjid-masjid pun penting bagi para kader. Jangan sampai kader terlena hingga masjid banyak dikuasai oleh orang dari luar NU.

Ridwan juga berpesan agar PMII harus kembali ke meja perkuliahan dengan penuh kesungguhan. Beragamnya latar belakang konsentrasi keilmuan para kader menjadi peluang besar pula untuk organisasi.

“Jangan sampai semua anggota terlalu konsen membicarakan dunia politik. Kalau semua arahnya ke politik, maka hanya akan pandai di lapangan. Profesionalitas mahasiswa sesuai dengan bidang jurusan juga penting,” paparnya.

Ia pun menyayangkan para mahasiswa yang justru lebih memilih diskusi PMII ketimbang masuk kelas kuliah. Menurutnya, hal ini sama saja dengan menghambat kreatifitas proses keilmuan para kader.

Pelantikan PMII Kudus ini ditutup dengan pertunjukan seni tari Kretek oleh tim teater Gerak 11. Pelantikan yang dihadiri juga oleh perwakilan pelajar di Kudus ini dirangkai dengan seminar regional bertajuk “Indonesia; Menyongsong ASEAN Community 2015 dengan menghadirkan akademisi STAIN Kudus dan praktisi usaha. (Istahiyyah/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Humor Islam Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Rakercab, IPNU-IPPNU Probolinggo Gagas Program Unggulan

Probolinggo, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah - Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Probolinggo masa khidmah 2016-2018 mengadakan Rapat Kerja Cabang (Rakercab), Sabtu (28/1).

Rakercab yang digelar di aula Kantor PCNU Kabupaten Probolinggo di Desa Warujinggo Kecamatan Leces ini diikuti oleh seluruh pengurus cabang dan anak cabang se-PC IPNU-IPPNU Kabupaten Probolinggo.

Rakercab, IPNU-IPPNU Probolinggo Gagas Program Unggulan (Sumber Gambar : Nu Online)
Rakercab, IPNU-IPPNU Probolinggo Gagas Program Unggulan (Sumber Gambar : Nu Online)

Rakercab, IPNU-IPPNU Probolinggo Gagas Program Unggulan

Dalam Rakercab ini, IPNU-IPPNU membagi menjadi beberapa komisi. Selanjutnya dari masing-masing komisi menghasilkan program yang lebih fokus pada peningkatan kuantitas dan kapasitas kader Nahdlatul Ulama (NU) yang militan.

Melalui Rakercab IPNU dan IPPNU Kabupaten Probolinggo tersebut, akhirnya digagas beberapa program unggulan disamping program wajib. “Rakercab ini bertujuan untuk menentukan arah program organisasi satu tahun kedepan,” kata Ketua PC IPNU Kabupaten Probolinggo Babus Salam.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Program unggulan tersebut diantaranya pelatihan Gen-MEA (Generasi Masyarakat Ekonomi Asia), pelatihan desain grafis dan bloger dan kemah pelajar hijau. Sementara program wajibnya berupa pelatihan berjenjang meliputi Makesta/Diklatama (Masa Kesetiaan Anggota/Pendidikan dan Pelatihan Pertama), Latihan Kader Muda (Lakmud) serta Latihan Kader Utama (Lakut).

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Dengan program yang mengarah pada kuantitas dan kapasitas kader diharap semua lembaga pendidikan mengenal terhadap organisasi Nahdlatul Ulama yang berperan di kalangan pelajar, baik siswa maupun santri atau mahasiswa,” harapnya.

Hal senada disampaikan oleh Ketua PC IPPNU Kabupaten Probolinggo Nur Hakimah Ismawati. Menurutnya, program ini disusun agar mampu memberikan manfaat bagi segenap pelajar yang ada di Kabupaten Probolinggo.

“IPNU-IPPNU merupakan wadah bagi pelajar NU untuk menyampaikan aspirasinya. Sebagai pengurus kami wajib menindaklanjuti keinginan para pelajar melalui program sesuai dengan kemampuan,” katanya. (Syamsul Akbar/Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Berita, Pesantren, Pemurnian Aqidah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ansor Genuk Bagikan 6000 Ta’jil

Semarang, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor Kecamatan Genuk, Semarang, Jawa Tengah membagikan 6000 ta’jil kepada pengguna jalan di perempatan pasar Genuk Rabu (24/7). 6.000 ta’jil ini didapatkan dari anggota Ansor Banser, gerakan NU di wilayah Genuk, serta masyarakat yang peduli terhadap gerakan pemuda.

Ansor Genuk Bagikan 6000 Ta’jil (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor Genuk Bagikan 6000 Ta’jil (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor Genuk Bagikan 6000 Ta’jil

Puluhan anggota Ansor dan IPNU-IPPNU terun ke jalan untuk membagikan 6.000 ta’jil, sedangkan pasukan banser dan pihak kepolisian berusaha menertibkan dan mengatur lalu-lintas jalan. Kondisi jalan sempat terjadi macet, namun dapat diatasi dan terkendali dengan pengamanan pihak kepolisian dan Banser.

Muhammad Sodri selaku Ketua Ansor Genuk mengatakan, kegiatan berbagi ta’jil ini merupakan kegiatan rutin tahunan sebagai bentuk perwujudkan memuliakan bulan suci Ramadhan. Ia kemudian mengutip sabda Rasulullah, barangsiapa memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikit pun juga.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Menurutnya, memberikan ta’jil merupakan rangkaian kegiatan GP Ansor Genuk yang bertajuk Kegiatan Amalan Ramadhan 1434 H. Sebelumnya menggelar acara Munajat Ramadhan bersama Habiburrahman El-Shirazy, dan pada tanggal 4 Agustus akan ada pengajian umum dan santunan anak yatim dan dhuafa serta khotmil Qur’an 30 Juz bil Ghoib bersama Jam’iyyah Qurra’ Wal Khufad se-Kecamatan Genuk.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kapolsek Genuk Kompol Hendry Yulianto mengatakan, pihak kepolisian sangat mengaspresiasi kegiatan GP Ansor Genuk yang peduli dengan pengguna jalan pada khususnya program yang menyentuh kemasyarakatan seperti santunan anak yatim dan dhuafa. Organisasi kemasyarakatan selayaknya peduli terhadap masyarakat, bukannya meresahkan masyarakat.

“Kami siap bekerja sama dengan ormas manapun, selama kegiatan tersebut baik dan menyentuh wilayah kemasyarakatan. Dan saya berharap kepada GP Ansor Genuk untuk tetap menjalin kerja sama dengan kami, dan tidak menutup kemungkinan untuk berkerjasama pada bidang lain seperti bidang hukum maupun ekonomi,” tuturnya.

Kegiatan tersebut adalah kerja sama GP ANsor dengan Polsek Genuk dan Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) serta Ikatan Pelajar Putri Nahdalatul Ulama (IPPNU) se-Kecamatan Genuk.

Redaktur     : Abdullah ALawi

Kontributor : Lukni Maulana

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Amalan Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Jumat, 02 Februari 2018

Masyarakat Jember Sesaki Masjid, Berburu Lailatul Qadar

Jember, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah - Memasuki 10 hari terakhir Ramadhan, Masjid Jami’ Kabupaten Jember, Al-Baitul Amin dipenuhi oleh jamaah, khususnya pada malam-malam tanggal ganjil. Ini tentu tak lepas dari pemahaman umat Islam bahwa Lailatul Qadar diperkirakan turun pada tanggal ganjil.

Menurut salah seorang pengurus Takmir Masjid Jami Al-Baitul Amin, Ansori, malam tanggal 21 kemarin, masjid yang berkapasitas 8000-an orang itu penuh dengn jamaah. Bahkan sampai meluber hingga ke masjid Jami’ lama. Mereka datang dini hari dan langsung melakukan shalat malam berjamaah, dengan imam KH Muhammad Hasin. “Kalau malam genap jamaah juga banyak, tapi tidak sebanyak malam tanggal ganjil,” ujarnya kepada Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah di Jember, Senin (27/6).

Masyarakat Jember Sesaki Masjid, Berburu Lailatul Qadar (Sumber Gambar : Nu Online)
Masyarakat Jember Sesaki Masjid, Berburu Lailatul Qadar (Sumber Gambar : Nu Online)

Masyarakat Jember Sesaki Masjid, Berburu Lailatul Qadar

Yang menarik, lanjut Ansori, jamaah yang memburu Lailatul Qadar tidak hanya datang dari kota dan sekitar masjid, namun juga banyak yang berasal dari desa nan jauh dari kota. Bahkan ada sepasang suami istri yang berasal dari Kecamatn Ajung dengan mengayuh sepeda pancal. “Sampai di masjid ya keringetan. Tapi mereka happy. Mungkin karena senang kumpul-kumpul dengan jamaah lain yang satu tujuan, mengejar lailatul qadar,” ujar Dosen IAIN Jember tersebut.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sementara itu, Ketua Takmir Masjid Jami’ Al-Baitul Amin, KH Muhammad Hasin mengatakan bahwa pihaknya sudah memprogram qiyamul lail (ibadah malam) berjamaah sejak tanggal 26 Mei 2016 hingga menjelang Lebaran. Sejak memasuki bulan Ramadhan, jamaah qiyamul lail, tambah banyak. Lebih-lebih memasuki 10 malam terakhir Ramadhan.

“Jadi seperti kata KH Ahmad Shiddiq, bahwa yang dimaksud istiqamah itu, minimal kita melaksanakan ibadah selama 40 hari. Jadi sejak dimulai hingga Lebaran itu lebih dari 40 hari,” jelasnya.

Ia menambahkan, “puncak” qiyamul lail akan dilaksanakan tanggal 27 Ramadhan. Di malam tersebut, Kiai Hasin mengaku akan mengundang tokoh masyarakat, para kiai, dan pejabat yang tergabung dalam Forum Pimpinan Darah (Forpimda) Kabupaten Jember. “Kita ingin pemangku Jember dapat bersama-sama bermunajat kepada Allah sekaligus menyongsong malam lailatul qadar,” ucapnya. (Aryudi A. Razaq/Mahbib)

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Halaqoh Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Gedung PBNU Siap Semarakkan Ramadhan

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah
Sebagimana tradisi yang sudah berlangsung sejak beberapa tahun lalu, dalam menyambut Ramdhan kali ini, di Gedung PBNU juga digelar berbagai acara untuk menyemarakkan Ramadhan.

Beberapa kegiatan yang akan digelar diantaranya adalah pesantren Ramadhan bagi dhuafa wal masaakin. Acara ini direncanakan dapat diikuti sekitar 100 orang. Diharapkan peserta berasal dari anak-anak lingkungan sekitar gedung PBNU. Terdapat sekitar 600 warga yang terdiri dari 6 RT.

Para santri tersebut akan dididik tentang cara-cara ibadah yang benar, keimanan kepada Allah dan juga masalah etika dan moral sehingga dapat memberi bekal bagi kehidupan mereka dimasa depan.

Sebagaimana lazimnya kegiatan Ramadhan, buka puasa bersama juga akan dilaksanakan di gedung PBNU. Dari pengalaman tahun-tahun lalu, setiap hari terdapat sekitar 75-100 orang yang berbuka di musholla gedung PBNU di lt 1. Mereka merupakan warga sekitar dan warga NU yang ingin melaksanakan sholat tarawih.

Sholat tarawih akan dilakukan dengan 21 rakaat dan akan selalu menyelesaikan 1 juz al Qur’an sehingga dalam sebulan akan dapat menghatamkan 1 kali al Qur’an. Karena itulah, imam sholat tarawih akan ditunjuk mereka yang hafal al Qur’an yang berasal dari PTIQ.

Selanjutnya juga akan dibagikan zakat fitrah bagi masyarakat sekitar gedung PBNU. Pada hari raya Idul Fitri, juga dilaksanakan sholat Ied bersama di halaman.

Semua kegiatan tersebut melihatkan LDNU, karyawan gedung dan juga para penyewa gedung yang ingin beramal kebajikan dalam menyemarakkan Ramadhan.(mkf)

?

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah RMI NU Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Gedung PBNU Siap Semarakkan Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)
Gedung PBNU Siap Semarakkan Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)

Gedung PBNU Siap Semarakkan Ramadhan