Jumat, 02 Februari 2018

Sebelum Grand Final, Penonton dan Pemaian Liga Santri Shalat Berjamaah di GBLA

Bandung, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah 



Saat memasuki waktu Shalat Maghrib hari ini, Ahad (29/10), di stadion Gelora Bandung Lautan Api, Kota Bandung, akan lain dari biasanya. Di stadion, azan akan berkumandang, kemudian para penonton, pemain sepak bola Liga Santri Nusantara akan shalat berjamaah.  

Menurut Ketua RMINU KH Abdul Ghofarrozin, shalat berjamaah itu memang direncanakan sejak jauh-jauh hari pada partai puncak atau grand final Liga Santri Nusantara. Hal ini untuk menunjukkan bahwa pesepak-pesepak bola asal pesantren tidak meninggalkan kewajiban pokok ketika berkecimpung di dunia olahraga.  

Sebelum Grand Final, Penonton dan Pemaian Liga Santri Shalat Berjamaah di GBLA (Sumber Gambar : Nu Online)
Sebelum Grand Final, Penonton dan Pemaian Liga Santri Shalat Berjamaah di GBLA (Sumber Gambar : Nu Online)

Sebelum Grand Final, Penonton dan Pemaian Liga Santri Shalat Berjamaah di GBLA

“Kita akan shalat berjamaah terlebih dahulu sebelum bermain sepak bola dan menontonnya,” katanya di Media Center Liga Santri Nusantara, Bandung.  

Sekretaris RMINU Habib Soleh, diperkirakan warga yang akan mengikuti shalat berjamaah itu sekitar 20-25 ribu orang. Bagi penonton yang belum memiliki wudlu, panitia LSN bekerja sama dengan PDAM menyediakannya di luar lapangan. 

Partai final Liga Santri Nusantara mempertemukan kesebelasan Darul Huda Ponorogo (Jawa Timur) dan Darul Hikmah Cirebon, Jawa Barat. Mereka akan bertanding pada pukul 19.00. (Abdullah Alawi)

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

 

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Ulama Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kamis, 01 Februari 2018

PCINU Belanda: Pembubaran Ormas Anti-Pancasila Harus Sesuai Konstitusi

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah - Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Belanda melihat keberadaan organisasi masyarakat (ormas) radikal yang sering melakukan kekerasaan dan anti-Pancasila telah menjadi perhatian publik. Kritik banyak ditujukan kepada? pemerintah dan penegak hukum yang lamban dan tidak tegas untuk membubarkan ormas radikal dan anti-Pancasila, meski? perangkat hukum yang ada selama ini dinilai cukup memadai.

Berdasarkan kajian bidang hukum PCINU Belanda, permasalahan ini telah berlangsung sejak Reformasi bergulir karena adanya keterbukaan dan kebebasan untuk membentuk organisasi, namun tindakan kekerasan yang dilakukan oleh ormas terus dibiarkan oleh pemerintah terdahulu sehingga membahayakan persatuan dan kesatuan bangsa.

PCINU Belanda: Pembubaran Ormas Anti-Pancasila Harus Sesuai Konstitusi (Sumber Gambar : Nu Online)
PCINU Belanda: Pembubaran Ormas Anti-Pancasila Harus Sesuai Konstitusi (Sumber Gambar : Nu Online)

PCINU Belanda: Pembubaran Ormas Anti-Pancasila Harus Sesuai Konstitusi

Namun pemerintah memandang ada hambatan regulasi untuk menindak ormas radikal yang Anti-Pancasila. Melalui Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perppu) Nomor 2 Tahun 2017 Tentang Perubahan atas Undang Undang Nomor 17 Tahun 2013 Tentang Organisasi Kemasyarakatan, Pemerintah berusaha menjawab beberapa hal yang dianggap kurang tegas dalam prosedur pembubaran ormas.

Permasalahan krusial dari Perppu ini diantaranya perluasan spektrum pengertian ormas anti-Pancasila, penghapusan prosedur pembubaran ormas melalui peradilan, dan menambahkan ancaman pemidanaan bagi ormas dan anggota ormas, seperti rilis PCINU Belanda kepada Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dengan memperluas spektrum pengertian ormas anti-Pancasila, Perppu ini memberikan penguatan legitimasi kepada pemerintah untuk melakukan pembubaran ormas yang tidak sejalan dengan ideologi negara. Namun sangat disayangkan penghilangan 17 (tujuh belas) pasal tentang prosedur pembubaran melalui proses peradilan menjadikan hak konstitusional warga negara untuk melakukan pengawasan terhadap potensi tindakan sewenang-wenang pemerintah menjadi hilang. Ini berimplikasi pada kemungkinan terlanggarnya hak berserikat dan berkumpul sebagai hak konstitusional.

Yang lebih mengkhawatirkan, kriminalisasi Ormas dengan mencantumkan pasal-pasal pemidanaan pada Perppu yang cenderung abstrak dan multitafsir berpotensi menyasar ormas apapun yang dinilai rezim penguasa bertentangan dengan? Pancasila. Selain itu perumusan unsur pertanggungjawaban pidana yang? abstrak menjadikan siapapun pengurus ormas dapat dipidana karena pelanggaran hukum yang dilakukan oleh anggota suatu ormas tanpa sepengetahuan pengurusnya. Perumusan pemidanaan dalam Perppu dengan mengaburkan tindakan perorangan (oknum) dan tindakan ormas sebagai lembaga dapat melanggar hak kebebasan untuk berpendapat dan berekspresi yang dijamin oleh UU Hak Asasi Manusia dan UUD 1945.

Menyadari beberapa fakta di atas PCINU Belanda berpandangan bahwa Peppu ini secara konstitusional sangat rentan untuk dibatalkan karena bertentangan dengan UUD 1945. PCINU Belanda berpendapat bahwa sejatinya Pemerintah tetap dapat menindak ormas radikal yang melakukan kekerasan dan bertentangan Pancasila melalui perangkat hukum yang telah ada baik melalui prosedur administratif maupun pidana.

Bahkan yang harus jadi perhatian serius dari pemerintah adalah menjamin bahwa aparat penegak hukum serta aparatur negara baik sipil maupun militer bersikap tegas dan tidak akomodatif terhadap kehadiran ormas yang mengganggu ketertiban umum, kata pengurus harian PCINU Belanda yang berkantor di Heeswijkplein 170, 2531 HK Den Haag, Belanda.

Rilis ini ditandatangani oleh Ketua PCINU Belanda Ibnu Fikri dan Sekretaris PCINU Belanda Fahrizal Yusuf Affandi. (Red Alhafiz K)Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Khutbah, Kiai, Anti Hoax Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

HDKB Gelar Pengajian dan Sosialisasi Pilpres

Bojonegoro, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Himpunan Disabilitas Kabupaten Bojonegoro (HDKB) mengadakan pengajian dan sosialisasi Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014. Kegiatan tersebut diadakan di Dusun Medoro Desa Sumberharjo Kecamatan Sumberjo Kabupaten Bojonegoro, Rabu (25/6/2014).

Ketua HDKB Sanawi mengatakan, kegiatan pengajian umum ini dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan, serta sosialisasi Pilpres karena mendekati pemilihan orang nomor satu di Indonesia.

HDKB Gelar Pengajian dan Sosialisasi Pilpres (Sumber Gambar : Nu Online)
HDKB Gelar Pengajian dan Sosialisasi Pilpres (Sumber Gambar : Nu Online)

HDKB Gelar Pengajian dan Sosialisasi Pilpres

"Menjadi ajang silaturrohim sesama dan juga memberikan pembelajaran terhadap mereka yang berkebutuhan khusus, karena juga mempunyai hak yang sama," jelasnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dalam kegiatan tersebut selain dihadiri anggota HDKB dan masyarakat sekitar, juga dihadiri Kang Prabu Malopati sebagai ceramah dan perwakilan KPU maupun Panwaslu. Serta dihadiri pula pihak Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) Sumberrejo.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ditambahkan, ia juga mengucapkan terima kasih kepada semua yang telah mendukung terlaksananya kegiatan tersebut. Sehingga berjalan sesuai rencana dan memberikan manfaat kepada semuanya.

"Terima kasih kepada semuanya, sehingga kegiatan berjalan maksimal dan bermanfaat bagi semuanya," pungkasnya.

Tampak para anggota HDKB yang mempunyai kebutuhan khusus, nampak bersemangat dan khusu mengikuti kegiatan.[M. Yazid/Abdullah Alawi]

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Nusantara, RMI NU Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sayid Ustman bin Yahya Petamburan

Kalau ada kitab tua sedang dibaca lansia berpakaian santri di Jakarta, maka kitab itu tidak lain adalah karya Sayid Usman bin Yahya. Karya-karya Sayid Usman sangat populer di kalangan masyarakat Jakarta. Karya yang mengajarkan doa, fiqih, tajwid, dan juga aqidah, menjadi panduan praktis pengamalan agama Islam untuk masyarakat.

Karyanya yang dicetak dan beredar di kalangan masyarakat luas, umumnya berbahasa Arab Melayu atau Arab Pegon. Doa-doa dan kutipan berbahasa Arab juga umumnya diterjemahkan dengan terjemahan gantung yang juga berbahasa Arab Melayu.

Sayid Ustman bin Yahya Petamburan (Sumber Gambar : Nu Online)
Sayid Ustman bin Yahya Petamburan (Sumber Gambar : Nu Online)

Sayid Ustman bin Yahya Petamburan

“Sayid Usman itu orang alim. Kalau dia menulis kitab Sifat Dua Puluh itu, tentunya dia sudah membaca kitab-kitab yang besar-besar. Untuk mengajarkan kitab-kitabnya, seorang guru pun harus juga sudah membaca atau mengaji kepada guru-guru yang lebih alim,” kata KH Hasbullah (87) Pondok Pinang, Kebayoran Lama.

Awal Desember 1822 M, Sayid Usman lahir di Pekojan. Ayahnya bernama Sayid Abdullah bin Aqil bin Umar bin Yahya. Ibunya bernama Aminah binti Syekh Abdurrahman Al-Mishri yang tidak lain salah seorang ulama terkemuka di zamannya. Sejak kecil ia gemar menuntut ilmu. Menginjak usia remaja, ia menunaikan ibadah haji di Mekkah lalu bertahan di sana selama 7 tahun. Di sana ia mengaji kepada ayahnya sendiri dan mufti Mekkah bermadzhab Syafi’i Sayid Ahmad Zaini Dahlan.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Pada 1848 M Sayid Usman bergerak menuju Hadhramaut. Di negeri ini ia berguru kepada Habib Abdullah bin Umar bin Yahya, Habib Hasan bin Shaleh Al-Bahar, Syekh Abdullah bin Husein bin Thahir, dan Habib Alwi bin Saggaf Al-Jufri. Lepas dari Hadhramaut, ia melanglang buana mengejar ilmu ke sejumlah negeri. Sayid Usman mengunjungi antara lain Mesir, Tunis, Istambul, Persia, dan Syiria, (Ulama Betawi, Studi Tentang Jaringan Ulama Betawi dan Kontribusinya terhadap Perkembangan Islam Abad ke-19 dan 20, Ahmad Fadli HS).

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Pada 1862 M, Sayid Usman tiba di tanah air. Belanda mengangkatnya sebagai mufti di Jakarta, menggantikan Syekh Abdul Ghani yang usianya semakin lanjut. Kecuali itu, ia diangkat Belanda sebagai adviseur honorer untuk urusan Arab di kantor Voor Inlandsche Zaken pada 1899 M. Di sini ia sebagai penasihat pemerintah Kolonial untuk urusan agama, bergaul dengan Snouck Hurgronye, KF Holle, dan LWC Van den Berg.

Atas jasanya, pemerintah kolonial Belanda menyematkan bintang penghargaan sebagai tanda jasa pemerintah terhadapnya. Sayid Usman juga mendapat honor bulanan sebesar 100 gulden, hanya 1/7 dari gaji yang diterima Snouck.

Selama hidup, Sayid Usman aktif berdakwah melalui media ceramah dan menulis. Ia membuka majelis hadir di kediamannya di bilangan Petamburan. Sementara produktivitasnya tidak perlu disangkal. Karyanya banyak sekali dicetak dan menjadi rujukan Bergama masyarakat Jakarta karena menggunakan bahasa masyarakat, Arab Melayu.

Kecuali itu, Sayid Usman tidak jarang terlibat polemik terbuka dengan ulama lain misalnya dengan Syekh Ahmad Khatib Minangkabau perihal dua masjid di Palembang. Polemiknya diwujudkan dalam bentuk sebuah karya untuk menjawab atau mementahkan pandangan ulama lain dengan dasar argumentasi yang kuat.

Sayid Usman sendiri dikenal sebagai seorang faqih dan mutakallim yang memandang segala sesuatunya dari sudut disiplin Fiqih dan Ilmu Kalam. Untuk itu, sikapnya terhadap tarekat cenderung ketat. Ia hanya mengakui tarekat-tarekat muktabarah yang sesuai syariah saja seperti tarekat yang diajarkan Syekh Junaid Al-Baghdadi, Sadatul Alawiyin, Ghazaliyah, Qadiriyah, Naqshabandiyah, Khalwatiyah, juga Rifa’iyah.

Menyadari rendahnya pemahaman agama umumnya masyarakat, Sayid Usman melarang pelajaran taswuf di kalangan awam. Pasalnya dapat membawa kemudaratan atau salah paham. Begitu juga dengan ilmu Kalam. Dengan mengutip Az-Zawajir karya Ibnu Hajar, Ia dalam Sifat Dua Puluh-nya melarang keras orang belajar ilmu Kalam terlampau tinggi karena khawatir tergelincir paham.

Namun demikian Sayid Usman mengambil sikap penolakan nyata terhadap paham Wahabi dan penyebaran pahamnya. Menurut Fadli HS, Sayid Usman juga sangat anti gerakan Wahabi dan menganggap gerakan itu sangat radikal. Dalam bukunya Mustika Pengaruh buat Menyembuhkan Penyakit Keliru, ia berpendapat bahwa kaum Wahabi adalah paling berdusta.

Sayid Usman sangat berjasa dalam peningkatan pemahaman masyarakat Betawi khususnya terhadap ilmu syariah melalui karya tulisnya yang berbahasa Arab Melayu. Tidak kurang dari 120 karyanya dicetak dan disebarluaskan. Sebagian darinya berbahasa Arab. Karyanya menyentuh pelbagai isu yang berkembang di masyarakat mulai dari kisah Rasul, aqidah, fiqih haji, fiqih sembahyang, adab di rumah tangga, kumpulan doa keseharian, tajwid, gramatika, Falak, kamus, geografi, silsilah para nabi, hukum perkawinan, silsilah Alawiyah, tarekat-tarekat muktabarah, dan isu lainnya.

Karyanya seperti Sifat Dua Puluh, Babul Minan, Maslakul Akhyar, Irsyadul Anam hingga kini masih dibaca oleh para orang tua di Jakarta. Bahkan kitab Zuhral Basim yang memuat kisah hidup Nabi Muhammad SAW hingga dibaca setiap kali peringatan maulid atau Isra di langgar-langgar di Jakarta. Muridnya yang kemudian menjadi ulama besar ialah Guru Mughni Kuningan dan Habib Ali al-Habsyi Kwitang.

Sayid Usman dipanggil Allah pada pertengahan Januari 1914 M dan dikebumikan di TPU Karet. Pada masa Orde Baru makamnya kena gusur. Pihak kerabat memindahkannya ke sisi selatan masjid Al-Abidin, Sawah Barat, Pondok Bambu, Jakarta Timur. (Alhafiz Kurniawan)

*) Tulisan ini diambil dari buku 100 Ulama Nusantara terbitan Lembaga Takmir Masjid PBNU, tahun 2015.

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah News, Kyai Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Rabu, 31 Januari 2018

KH Cholisudin Yusa, Dermawan Posko Banjir NU

Tangerang, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Sosok kyai NU KH Cholisudin Yusa, MA Ketua Yayasan Tebar Iman Tangerang Selatan sangat peka dan peduli ketika mendengar banjir melanda Banten khususnya di wilayah Kecamatn Kresek dan Gunung Kaler serta wilayah Serang yang berdekatan dengan Kabupaten Tangerang.

Ia langsung terjun ke lokasi (Ahad, 13/1) lalu dan bertemu dengan tokoh NU Banten KH. Ahmad Maimun Alie, MA guna berkoordinasi dalam rangka memberikan bantuan tahap I sebanyak 200 dus mie instan dan 10 dus sarden serta uang tunai sebesar Rp. 1.000.000 (satu juta rupiah).

KH Cholisudin Yusa, Dermawan Posko Banjir NU (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Cholisudin Yusa, Dermawan Posko Banjir NU (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Cholisudin Yusa, Dermawan Posko Banjir NU

Tidak hanya sampai di situ, selang satu minggu kemudian, mendengar Posko NU masih banyak kebutuhan yang diperlukan untuk korban banjir, pada hari Ahad (20/1) ia kembali datang ke Posko NU untuk memberikan bantuan tahap II berupa 1 ton beras untuk diberikan kepada warga korban banjir di sekitar kecamatan Kresek.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Para relawan Posko NU sangat menyambut gembira terutama para korban banjir begitu mendapatkan bantuan yang sangat dinanti.?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Redaktur ? ? : A. Khoirul Anam

Kontributor: Abdul Basit

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Daerah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

PWNU Lampung Angkat Bicara Soal Pidato Bupati Lampung Selatan

Bandarlampung, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah - Hari Santri Nasional 2017 dinodai dengan ujaran kebencian dan pernyataan provokatif terhadap Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj yang dilakukan oleh Bupati Lampung Selatan Zainudin Hasan di depan para kiai dan santri pada acara HSN tingkat Kabupaten Lampung Selatan, Ahad (24/10).

Terkait dengan isi pidato Zainudin Hasan, Wakil Ketua PWNU Lampung H Aom Karomani menyayangkan statement seorang pemimpin daerah yang seharusnya mampu memberikan pernyataan yang menyejukkan dan menjalin persatuan dan kesatuan.

PWNU Lampung Angkat Bicara Soal Pidato Bupati Lampung Selatan (Sumber Gambar : Nu Online)
PWNU Lampung Angkat Bicara Soal Pidato Bupati Lampung Selatan (Sumber Gambar : Nu Online)

PWNU Lampung Angkat Bicara Soal Pidato Bupati Lampung Selatan

"Statemen Ketum PBNU ihwal jenggot, celana cingkrang, jubah dan sorban mestinya tidak dimaknai bupati secara general. Ujaran dalam konteks pragmatik selalu melibatkan teks dan konteks. Selalu melibatkan siapa, berbicara apa, dalam konteks apa dengan tujuan apa dan lain-lain," jelasnya, Selasa (24/10).

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Oleh karena itu menurutnya para ahli linguistik seperti Levinson, Lech dan lain-lain memahami ujaran selalu melibatkan berbagai aspek itu hingga menjadi utuh maknanya.

"Ujaran Ketum PBNU soal jenggot, celana cingkrang, jubbah, dan sorban tentu tidak ditujukan secara general pada semua umat Islam apalagi pada para pendiri NU yang berjenggot dan bersorban tapi ditujukkan pada orang-orang tertentu yang beragama secara formal, tidak pada esensi atau substansi agama," jelasnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ujaran ini ditujukan kepada kelompok yang cenderung membidahkan pihak-pihak lain termasuk para ulama pendiri NU itu sendiri.

"Jadi Bupati harus tahu konteksnya tentang makna dan tujuan statemen Ketum PBNU tersebut. Makanya ia harus tabayun dulu sebelum bicara soal itu," tegasnya seraya mengingatkan hal inilah yang harus dipahami oleh pihak di luar NU.

Senada dengan Aom, Ketua MUI Lampung KH Khairuddin Tahmid menyayangkan pernyataan yang disampaikan langsung di depan warga NU Lampung Selatan tersebut.

"Mestinya pejabat publik harus bijak dan memilih diksi yang arif sekaligus berhati-hati dalam berujar. Apalagi sumbernya tidak jelas sehingga penarikan pendapatnya juga tidak sesuai dengan yang sebenarnya," ujarnya.

Ia berharap hal ini tidak boleh lagi terjadi lagi kepada siapapun. (Muhammad Faizin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Kajian Islam, Doa Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Selasa, 30 Januari 2018

Loket Pendaftaran Mudik Bareng PBNU Dipadati Peminat

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Lembaga Takmir Masjid PBNU kembali membuka pendaftaran Rombongan Mudik Bareng PBNU hari ini, Senin (7/7) pagi di masjid An-Nahdlah PBNU jalan Kramat Raya nomor 164, Jakarta Pusat. Para pendaftar tampak antre untuk mendapatkan tiket dari 15 bus rombongan mudik untuk tujuan Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.

Untuk mendapatkan tiket, para pendaftar cukup mengisi formulir yang disediakan panitia dengan menunjukkan fotokopi KTP atau Kartu Keluarga. Mereka yang sudah mengisi formulir diberikan sebuah nota untuk ditukarkan tiket berangkat pada tanggal yang ditetapkan panitia

Loket Pendaftaran Mudik Bareng PBNU Dipadati Peminat (Sumber Gambar : Nu Online)
Loket Pendaftaran Mudik Bareng PBNU Dipadati Peminat (Sumber Gambar : Nu Online)

Loket Pendaftaran Mudik Bareng PBNU Dipadati Peminat

“Panitia menentukan Senin depan, 14 Juli di mana pengunjung dapat menukarkan nota yang mereka miliki dengan tiket,” kata seorang penjaga loket, Dedi Kurniawan.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sementara penjaga lainnya, Sahid memastikan, kuota tiket tujuan Banyuwangi, Surabaya, Madura, Lamongan, Mojokerto, Yogyakarta, dan Solo sudah habis. Yang tersisa Gresik, Semarang, Rembang, Temanggung, Tegal, Brebes, Pekalongan.

“Panitia tidak memastikan hari penutupan. Pastinya pendaftaran akan ditutup kalau kuota tiket dari semua tujuan sudah terpenuhi,” kata Sahid.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

LTM PBNU menyediakan lima belas bus dengan tiga provinsi tujuan. Rombongan mudik bareng ini akan berangkat pada Ahad 20 Juli. Sebanyak delapan bus akan menyebar ke sejumlah kabupaten di Jateng. Enam bus menuju Jawa Timur. Sementara satu bus untuk tujuan Jawa Barat.

Saat menukarkan nota pada 14 Juli nanti, para pendaftar disyaratkan berinfaq untuk Gerakan Infaq dan Shodaqah Masjid (Gismas) LTM PBNU sebesar Rp. 10.000, tandas Sahid. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Sejarah, PonPes Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah