Kamis, 04 Januari 2018

Jelang UN, STAIBN Tegal Gelar Istighotsah

Tegal, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah?

Jelang Ujian Nasional (UN) SMA dan sederajat yang bakal di gelar tanggal 15-18 April mendatang, Sekolah Tinggi Agama Islam Bakti Negara (STAIBN) Tegal bersama civitas akademika ? menggelar Istighotsah akbar di masjid kampus tersebut, Kamis (10/4) malam. Istighotsah tersebut dipanjatkan untuk mendoakan agar para siswa bisa lulus 100 persen. ? ? ?

Jelang UN, STAIBN Tegal Gelar Istighotsah (Sumber Gambar : Nu Online)
Jelang UN, STAIBN Tegal Gelar Istighotsah (Sumber Gambar : Nu Online)

Jelang UN, STAIBN Tegal Gelar Istighotsah

Malam itu juga dihadiri Ketua Yayasan Ki Gede Sebayu. H Mashuri Dahlan, Ketua MUI Kabupaten Tegal, KH Khumaedi ZA, Asisten II Bupati Tegal H Agus Subagyo yang juga Sekretaris Yayasan, dan tokoh pendidikan H Aminudin yang juga bendahara yayasan, ketua STAIBN Tegal H Badrodin, dan beberapa dosen.?

Peserta dari tiga Satuan Pendidikan sebagai perwakilan pun turut hadir ? diantaranya SMK NU 1 Slawi, SMK N 2 Slawi dan Mandrasah Aliyah Negeri (MAN) Babakan. Do’a dipanjatkan dengan khusu’ dengan iringan riak air hujan dan dentuman suara yang rinai ? ? ? ?

Dalam sambutannya Ketua lembaga Pengabdian Masyarakat (LPM) H Muslikh menjelaskan istighotsah ini sangat penting dilakukan untuk memberikan motivasi dan sebagai ikhtiar batin siswa dalam menghadapi UN.?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dengan digelarnya dzikir dan do’a bersama tersebut tidak lain karena STAIBN memiliki tanggung jawab terhadap pelajar sebagai generasi penerus bangsa yang dituangkan dengan memberikan wadah pendidikan penguatan iman. ?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Istighotsah ini juga kami tujukan untuk tiga hal, pertama mendoakan anak-anak yang akan mengikuti ujian nasional, yang kedua untuk dosen-dosen yang dipercaya untuk mengawasi ujian disatuan pendidikan SMA atau sederajat, yang ketiga untuk civitas akademika agar ? lembaga STAIBN ini bisa berkembang lebih bagus dan tentunya juga agar penerimaan mahasiswa baru bisa lebih baik kuantitasnya,” katanya.

STAIBN sendiri sekarang membuka jurusan baru yaitu S1 ekonomi Sayi’ah Islam, selain 3 jurusan yang sebelumnya digelar yaitu, S1 Syari’ah yang dikosentrasikan pada Ahwalus Syahsiayah atau Peradilan Agama, Fakultas Tarbiyah yang membuka S1 Jurusan Pendidikan Agama Islam. STAIBN juga sedang mengajukan 3 jurusan baru masing-masing S1 Perbankan Syari’ah, Pendidikan Guru RA, dan Bimbingan Konseling Islam.?

“Tindak lanjut dari istighotsah ini nantinya akan berziarah kepada pendiri STAIBN diantaranya KH Miftah Kajen Talng, KH Qosim Tafsir Dukuhturi, KH Sobrowi Tegal Kota, KH Ali Rusdi Talang, karena beliaulah lembaga ini bisa berada sampai sekarang,“ katanya.

Sementara perwakilan peserta dari SMK N2 Slawi M Febri mengaku dengan terselenggaranya istighotsah merasa ada yang memberikan bimbingan secara batin, karena juga menrutnya di doa’kan oleh para kiai dan orang-orang yang berilmu yang hadir pada saat itu.?

“Saya terus terang saja merasa terima kasih kepada STAIBN yang mau membantu kami-kami ini yang mau melaksankan ujian, karena saya juga baru dengar ada perguruan tinggi yang mau bersama-sama kami dengan beristighotsah mendoakan agar kami bisa sukses hadapi Ujian Nasional, sekali lagi terima kasih,“ kata Febri yang sekarang duduk di kelas XII jurusan Mesin.

Lain dengan Autor Peserta didik dari MAN Babakan Lebaksiu, dia meminta agar istighotsah kedepan pesertanya jangan hanya perwakilan sekolah di sekitar kampus saja, tetapi semua diundang, jadi menurutnya akan lebih meriah dan bermakna karena berkumpul do’a yang sangar banyak.?

“Tetapi ini juga sudah bagus mas, tapi menurutku nanti kalau bisa semua sekolah. Saya juga terima kasih kepada STAIBN yang mau membantu kami dalam hal spritual, dan ini juga sangat berharga membimbing jiwa kami agar tetap optimis,“ ungkap Siswa Kelas XII IPA itu. ?

Sebagai rangkaian acara istighotsah adalah sholat Isa berjam’ah, disamping itu juga sholat hajat, dan sebagai penutup ramah tamah.?

Redaktur ? ? : Mukafi Niam

Kontributor: Abdul Muiz T?

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah News Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Quebec Terbitkan Undang-undang Pelarangan Cadar

Kota Quebec, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Pemerintah Quebec, Kanada, bakal memberlakukan larangan pemakaian penutup wajah bagi siapa saja yang memberikan atau menerima layanan publik pemerintah setempat. Undang-undang yang disahkan Rabu kemarin ini akan berlaku pada 1 Juli 2018.

Kebijakan tersebut sontak mengundang kritik dari para aktivis hak asasi manusia yang melihat akan adanya marginalisasi perempuan Muslim di provinsi terbesar di Kanada itu.

Quebec Terbitkan Undang-undang Pelarangan Cadar (Sumber Gambar : Nu Online)
Quebec Terbitkan Undang-undang Pelarangan Cadar (Sumber Gambar : Nu Online)

Quebec Terbitkan Undang-undang Pelarangan Cadar

Seperti dilansir Reuters, memang tidak ada ketentuan rinci jenis penutup wajah seperti apa yang dilarang. Namun, perdebatan selama ini berfokus pada niqab atau cadar yang biasa dikenakan Muslimah.

Orang-orang yang akan terkena dampak hukum undang-undang ini adalah mereka yang terlibat di sektor publik seperti para guru, pejabat kepolisian, pegawai rumah sakit dan petugas penitipan anak.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Quebec merupakan provinsi yang menempatkan bahasa Prancis sebagai bahasa utama. Prancis lebih dulu mengeluarkan larangan cadar, salib, dan simbol keagamaan lainnya di sekolah sejak 2004.

Quebec tengah merekonsiliasi identitas sekulernya seiring dengan populasi Muslim yang terus tumbuh di kawasan tersebut. Kebanyakan Muslim di sana adalah imigran dari Afrika Utara.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Karena alasan yang terkait dengan komunikasi, identifikasi dan keamanan, layanan publik harus diberikan dan diterima dengan wajah terbuka," kata Perdana Menteri Quebec Philippe Couillard kepada wartawan di Majelis Nasional provinsi setempat.

"Kita berada dalam masyarakat yang bebas dan demokratis. Anda berbicara kepada saya, saya harus melihat wajah Anda, dan Anda harus melihat wajah saya. Sesederhana itu," tambahnya.

Dewan Nasional Muslim Kanada mengatakan, mereka sangat prihatin dengan undang-undang tersebut.

"Perundang-undangan ini adalah pelanggaran kebebasan beragama yang tidak dapat dibenarkan," kata direktur eksekutif Dewan Nasional Muslim Kanada Ihsaan Gardee.

Gejala Islamofobia meningkat di Quebec dalam beberapa tahun terakhir. Pada Januari lalu, enam orang tewas dalam insiden penembakan di sebuah masjid di Kota Quebec. Seorang mahasiswa berkebangsaan Prancis-Kanada dituduh sebagai tersangka tunggal. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Kajian Sunnah, Pahlawan Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

PKD dan Diklatsar Tambah 100 Kader Baru Banser untuk GP Ansor Pasaman Barat

Pasaman Barat, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah - Sebanyak 100 orang anggota GP Ansor Pasaman Barat yang dinyatakan lulus mengikuti Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) dan Pendidikan Latihan Dasar (Diklatsar) Barisan Ansor Serbaguna (Banser) menyatakan siap berjuang membela keutuhan NKRI dan menebarkan Islam rahmatan lilalamin di Kabupaten Pasaman Barat.

Ansor yang berpahamkan Islam Ahlussunnah Waljamaah diminta tidak terpancing oleh isu-isu yang tidak bertanggung jawab yang menebarkan kebencian di tengah masyarakat. Apalagi pihak yang selalu mengatasnamakan agama dalam melakukan tindakan kekerasan.

PKD dan Diklatsar Tambah 100 Kader Baru Banser untuk GP Ansor Pasaman Barat (Sumber Gambar : Nu Online)
PKD dan Diklatsar Tambah 100 Kader Baru Banser untuk GP Ansor Pasaman Barat (Sumber Gambar : Nu Online)

PKD dan Diklatsar Tambah 100 Kader Baru Banser untuk GP Ansor Pasaman Barat

Pernyataan tersebut disampaikan peserta PKD Ansor dan Diklatsar pada penutupan, Ahad (26/11) dini hari bertempat di Kampung Duo Mahakarya Nagari Koto Baru Kecamatan Luhak Nan Duo, Kabupaten Pasaman Barat.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Penutupan dihadiri Ketua GP Ansor Kabupaten Pasaman Barat Djafrinal Effendi dan tokoh masyarakat setempat. Tampil sebagai narasumber Sekretaris GP Ansor Sumbar Arianto, Satkorwil Banser Sumbar Hafnizon. Kegiatan yang berlangsung sejak Jumat (24/11) diikuti 100 orang peserta.

Wakil Ketua GP Ansor Sumbar Nafriandi Tuanku Mursyidul Ummah yang menutup PKD Ansor dan Diklatsar Banser menegaskan, kader Ansor harus menjadi penjaga dan pengawal paham Islam Ahlussunnah wal Jamaah di tengah masyarakat. "Harus diakui, belakangan ini makin banyak pihak yang menyerang dan merongrong Islam Ahlussunnah wal Jamaah," kata Nafriandi alumni Pesantren Nurul Yaqin Ringan-Ringan, Pakandangan Kabupaten Padang Pariaman ini.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ia mengatakan, kader Ansor harus terus memperkuat kerukunan kehidupan beragama di tengah menguatnya politik identitas di Sumatera Barat. GP Ansor diminta tetap konsisten menjaga nilai-nilai Islam Ahlussunnah wal Jamaah.

Menurut Nafriandi, marak dan makin gencarnya upaya yang dilakukan oleh kelompok radikal belakangan ini, maka kader Ansor jangan mudah terpancing untuk melakukan aksi balasan. Terutama membaca informasi yang beredar di media sosial yang seolah-olah menyudutkan Ansor maupun pihak tertentu.

Sudah cukup banyak bukti yang beredar di media sosial (facebook, WA, dan lain-lain), kata Nafriandi, yang menyudutkan Ansor. Ansor yang dituding melakukan pembubaran sebuah pengajian. Padahal, pengajian yang dimaksud membicarakan bukan untuk meningkatkan keimanan, melainkan bagaimana NKRI dirongrong dengan ideologi yang lain.

"Bagi Ansor, Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI  dan UUD 1945 sudah final di Indonesia. NU yang pada tahun 1936 di Banjarmasin sudah mengeluarkan sikap bahwa jika Indonesia merdeka, maka bentuk negara adalah negara kebangsaan, bukan negara syariah (Islam). Artinya, jauh sebelum Indonesia merdeka, NU sudah memperbincangkan bentuk negara Indonesia," kata Nafriandi, alumni sekolah pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini.

Ketua GP Ansor Kabupaten Pasaman Barat Djafrinal Effendi menyebutkan, ini merupakan PKD ke-4 dan Diklatsar ke-3 yang dilaksanakan di Pasaman Barat. "Dari PKD dan Diklatsar tersebut, sudah ada sekitar 800 kader Ansor di Pasaman Barat. Insyaallah kita akan terus mengajak generasi muda bergabung dengan Ansor," kata Djafrinal, mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Sumbar ini. (Armaidi Tanjung/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Kiai, Nusantara Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Syekh Ramadhan al-Buthi Sejalan dengan Dakwah NU

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menyampaikan bela sungkawa mendalam atas wafatnya Syekh Said Ramadhan al-Buthi, ulama besar Suriah dalam sebuah serangan bom bunuh diri di masjid. Peristiwa tersebut dinilai sebagai babak baru dalam konflik di Suriah yang harus diwaspadai oleh kalangan Muslim dunia.

Syekh Ramadhan al-Buthi Sejalan dengan Dakwah NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Syekh Ramadhan al-Buthi Sejalan dengan Dakwah NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Syekh Ramadhan al-Buthi Sejalan dengan Dakwah NU

Ketua PBNU urusan luar negeri H Iqbal Sullam mengatakan, NU dan Syekh Said Ramadhan al-Buthi memiliki kesamaan dalam metode dakwah, di antaranya mengedepankan kesantunan dan moderat dalam bingkai Ahlussunnah wal Jamaah. 

"Umat Islam dunia pasti merasa sangat kehilangan, termasuk kami dari kalangan Nahdliyin yang ada di Indonesia," ungkap Iqbal di Jakarta, Jumat (22/3). 

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Iqbal menambahkan, selama ini PBNU memiliki hubungan yang sangat baik dengan ulama-ulama besar di dunia, termasuk dari Suriah. Selain Syekh Said Ramadhan al-Buthi, terdapat nama lain seperti cendikiawan Syekh Wahbah Zuhaili, Mufti Suriah Syekh Badreddin Hassoun, dan Syekh Rajab Dieb selaku pimpinan kelompok thariqah. 

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Tahun 2007 silam Iqbal berkesempatan berkunjung ke Suriah dan bertemu langsung dengan Syekh Said Ramadhan al buthi. Selain santun, ulama dari kelompok Sunni itu juga disebutnya memiliki kedalaman ilmu agama yang menjadikannya sangat disegani. "Beliau sangat low profile. Peranannya sangat besar dalam mengembangkan toleransi dalam kehidupan masyarakat Suriah," ujarnya. 

Terkait peristiwa bom bunuh diri di masjid yang menewaskan Syekh Said Ramadhan al buthi, Iqbal menyebut sebagai babak baru dalam konflik politik di Suriah. Kondisi tersebut harus mendapatkan perhatian serius kalangan Muslim di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. 

"Ini menjadi bukti, kepentingan politik sudah menutup mata pelaku bom bunuh diri itu. Demi memenangkan kepentingannya, kelompok tertentu di Suriah sudah tidak melihat bagaimana Syekh Said Ramadhan al buthi seharusnya dihormati karena kesepuhan dan keilmuannya," urai Iqbal.

Syekh Said Ramadhan al-Buthi, ulama besar Suriah dengan sejumlah karya ilmiah yang terkenal, tewas dalam serangan bom bunuh diri di sebuah masjid di Kota Damaskus. Bom meledak saat Said Ramadhan tengah memberikan ceramah agama kepada sejumlah pelajar. Peristiwa tersebut juga menewaskan 15 orang lain, yang di saat bersamaan berada di lokasi sama. 

Atas peristiwa tersebut, jamaah salat Jumat di Masjid An Nahdloh, gedung PBNU, siang tadi sudah melaksanakan salah ghaib. PBNU juga mengeluarkan imbauan untuk seluruh Nahdliyin agar mendirikan salat ghaib sebagai bentuk penghormatan. 

Redaktur  : A. Khoirul Anam

Penulis     : Samsul Hadi

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Amalan, Pesantren, Ubudiyah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Rabu, 03 Januari 2018

Selama Ramadhan Pagar Nusa Kartasura Gelar Munajat Nusantara

Sukoharjo, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Pencak Silat Nahdlatul Ulama Pagar Nusa kecamatan Kartasura menggelar tirakatan dan doa bersama untuk bangsa Indonesia yang lebih baik. Kegiatan Munajat Nusantara di kompleks pesantren Al-Fattah Kartasura Sukoharjo ini, rencananya diadakan selama sebulan penuh pada Ramadhan ini.

Selama Ramadhan Pagar Nusa Kartasura Gelar Munajat Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)
Selama Ramadhan Pagar Nusa Kartasura Gelar Munajat Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)

Selama Ramadhan Pagar Nusa Kartasura Gelar Munajat Nusantara

"Kegiatan ini dimulai dengan selamatan menjelang puasa kemarin. Selamatan ini terus dilanjutkan dengan tirakatan yang diagendakan hingga habis lebaran,” kata salah seorang penanggung jawab PSNU Pagar Nusa se-Solo Raya, Iman Widodo kepada Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah, Rabu (2/7).

Kita minta peserta tirakatan ini untuk mendoakan kondisi bangsa yang semakin hari semakin memanas ini, tambah Iman.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk ikhtiar Pagar Nusa Kartasura dalam suksesi kepemimpinan bangsa ke depan. Kami berharap, siapapun pemimpin yang terpilih nanti bisa membawa NKRI menjadi sebuah negara yang tentram, sejahtera, dan berdaulat, terang Iman.

Salah satu bait do’a yang dipanjatkan berbunyi, "Duh Gusti... Duh Guustiii........ Andai saja kami hidup dalam kemiskinan dan kesengsaraan karena penipuan para penguasa. Sesungguhnya seburuk-buruk kehidupan dan hidup yang menyakitkan di bawah kezaliman dan tipu daya para penguasa itu tidaklah membuat kami susah. Yang membuat kami susah, sesungguhnya adalah kegagalan dan ketidakmampuan kami mempersiapkan hidup yang layak lagi mapan untuk masa depan anak-anak dan keturunan kami." (Ahmad Rosyidi/Alhafiz K)

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Habib Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Gus Mus: Pemimpin Mesti Mencintai dan Dicintai Rakyat

Rembang, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Wakil Rais Aam PBNU KH Musthofa Bisri membeberkan keriteria pemimpin yang sangat dibutuhkan bangsa Indonesia saat ini. Menurut pengasuh Pesantren Raudlotul Tholibien ini, pemimpin yang dibutuhkan adalah mereka yang bisa dicintai dan mengayomi rakyatnmya.

Kiai yang akrab dipanggil Gus Mus itu menjelaskan, pemimpin harus mencintai dan dicintai masyarakatnya. Ia tidak menyebut kandidat atau calon pemimpin tertentu. Yang jelas pemimpin itu harus amanah, dapat dipercaya dan kuat.

Gus Mus: Pemimpin Mesti Mencintai dan Dicintai Rakyat (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Mus: Pemimpin Mesti Mencintai dan Dicintai Rakyat (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Mus: Pemimpin Mesti Mencintai dan Dicintai Rakyat

Hal tersebut dikatakan kepada sejumlah awak media di sela sela menerima kedatangan Anies Baswedan di kediamanya di Jalan Bisri Musthofa Leteh, Rembang, Jawa Tengah, Selasa (24/12).

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Gus Mus menambahkan, pemimpin yang cinta terhadap rakyat pastilah mau melakukan apa saja untuk yang mereka cintai (rakyatnya). Dan kecintaan rakyat terhadap pemimpinya merupakan dukungan yang mampu membuat seorang pemimpin kuat dalam menghadapi segala hal.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Terlepas dari keriteria seorang pemimpin yang seperti itu, Gus Mus menyebut Anies Baswedan mewakili generasi muda. Dirinya mengaku mendukung peremajaan pemimpin di Indonesia. Gus Mus sangat setuju jika ada orang muda yang maju untuk sesuatu yang baik. Para pemuda dinilai bisa memberi angin segar bagi dalam roda pemerintahan, pasalnya energi yang dimiliki masih belum tercemar.

Tetapi, menurut ulama yang juga sastrawan itu, ada yang sedikit payah belakangan ini. Mereka yang sudah duduk di pemerintahan seringkali ingin bertahan lama menduduki kursi jabatannya meski usia dan tenaga sudah renta.

Gus Mus juga menyebut warga negara Indonesia termasuk warga yang paling baik. Mayoritas dari mereka masih mau membayar pajak, menaati peraturan, dan datang mencoblos dalam setiap musim pemilu. Seorang pemimpin menjadi wajib, dengan membalas kebaikan rakyatnya dengan sebaik baiknya.

Dalam kesepatan itu, Gus Mus juga mengajak kepada seluruh elemen bangsa agar menanamkan pola hidup sederhana. Sebab, jelasnya, kecintaan terhadap materi secara berlebihan bisa membuat seseorang nekat melakukan kejahatan, termasuk perampokan uang rakyatnya. (Ahmad Asmu’i/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Ulama, Kiai Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kiai Ini Menata Sandal Milik Putra Gurunya

Kudus, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Di pesantren, setiap santri dilengkapi dengan ajaran adab serta tradisi tawadlunya. Mulai dahulu hingga sekarang kebiasaan menghormati siapa saja menjadi ciri khas santri Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyyah. Hal penting ini diajarkan hingga melekat menjadi karakter mereka sampai terbawa saat mereka pulang. Kelekatan karakter ini juga bisa dibuktikan pada? pemandangan yang tampak pada perhelatan Silaturrahim Nasional (Silatnas) Madrasah Taswiquth Thullab (TBS), Kudus yang digelar pada Sabtu (23/07).

Pada acara itu, Kiai Ahmad Arwan, seorang guru sepuh TBS sudah naik ke panggung terlebih dahulu. Ia diminta panitia untuk membuka acara. Di atas panggung, tampak beberapa kiai lain yang turut mendampingi, di antaranya KH Arifin Fanani, KH Munfaat Abdul Jalil, KH Hasan Fauzi Maschan dan beberapa kiai lain. Di tengah kegiatan berlangsung, KH Ulil Albab Arwani datang. Semua hadirin beranjak berdiri dari tempat duduknya hingga pengasuh Pesantren Yanbuul Quran ini duduk di atas panggung.

Kiai Ini Menata Sandal Milik Putra Gurunya (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Ini Menata Sandal Milik Putra Gurunya (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Ini Menata Sandal Milik Putra Gurunya

Karena panggung beralaskan karpet permadani, putra Kiai Arwani Amin ini tak berkenan memakai sandal hingga ke atas panggung. Ia lepas di bawah. Mendapati demikian, Kiai Arwan yang notabene sebagai santri Kiai Arwani langsung sigap mendekat menuju tempat sandal Kiai Albab dilepas kemudian sandal diputarkan (diwalik=jawa) menghadap sesuai posisi saat nanti akan dipakai pemiliknya sebagaimana lazim dalam dunia pesantren.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Hadirin terhenyak, mereka mendapat pelajaran berharga bahwa hormat kepada siapa saja terlebih kepada guru dan keluarganya memang tak memandang usia. Usia Kiai Albab lebih muda dari pada Kiai Arwan. Namun Kiai Arwan tetap menaruh hormat setinggi-tingginya atas jasa gurunya tersebut dengan menghormatinya beserta kelularga besarnya. Hal ini diakui oleh salah satu peserta, Hasan Busri.

"Kami sebagai alumni merasa mendapat pelajaran penting tentang arti hormat guru atas apa yang dicontohkan Mbah Kiai Arwan tadi," tutur alumnus asal Demak ini usai acara. Selain sebagai ajang ngaji bareng masyayikh, dalam pagelaran Silatnas ini juga diluncurkan website yang akan berisi konten-konten keislaman ala ahlis sunnah wal jamaah dengan alamat santrimenara.com. (Mundzir/Abdullah Alawi)

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Khutbah, Internasional, Jadwal Kajian Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah