Rabu, 03 Januari 2018

Gus Mus: Pemimpin Mesti Mencintai dan Dicintai Rakyat

Rembang, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Wakil Rais Aam PBNU KH Musthofa Bisri membeberkan keriteria pemimpin yang sangat dibutuhkan bangsa Indonesia saat ini. Menurut pengasuh Pesantren Raudlotul Tholibien ini, pemimpin yang dibutuhkan adalah mereka yang bisa dicintai dan mengayomi rakyatnmya.

Kiai yang akrab dipanggil Gus Mus itu menjelaskan, pemimpin harus mencintai dan dicintai masyarakatnya. Ia tidak menyebut kandidat atau calon pemimpin tertentu. Yang jelas pemimpin itu harus amanah, dapat dipercaya dan kuat.

Gus Mus: Pemimpin Mesti Mencintai dan Dicintai Rakyat (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Mus: Pemimpin Mesti Mencintai dan Dicintai Rakyat (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Mus: Pemimpin Mesti Mencintai dan Dicintai Rakyat

Hal tersebut dikatakan kepada sejumlah awak media di sela sela menerima kedatangan Anies Baswedan di kediamanya di Jalan Bisri Musthofa Leteh, Rembang, Jawa Tengah, Selasa (24/12).

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Gus Mus menambahkan, pemimpin yang cinta terhadap rakyat pastilah mau melakukan apa saja untuk yang mereka cintai (rakyatnya). Dan kecintaan rakyat terhadap pemimpinya merupakan dukungan yang mampu membuat seorang pemimpin kuat dalam menghadapi segala hal.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Terlepas dari keriteria seorang pemimpin yang seperti itu, Gus Mus menyebut Anies Baswedan mewakili generasi muda. Dirinya mengaku mendukung peremajaan pemimpin di Indonesia. Gus Mus sangat setuju jika ada orang muda yang maju untuk sesuatu yang baik. Para pemuda dinilai bisa memberi angin segar bagi dalam roda pemerintahan, pasalnya energi yang dimiliki masih belum tercemar.

Tetapi, menurut ulama yang juga sastrawan itu, ada yang sedikit payah belakangan ini. Mereka yang sudah duduk di pemerintahan seringkali ingin bertahan lama menduduki kursi jabatannya meski usia dan tenaga sudah renta.

Gus Mus juga menyebut warga negara Indonesia termasuk warga yang paling baik. Mayoritas dari mereka masih mau membayar pajak, menaati peraturan, dan datang mencoblos dalam setiap musim pemilu. Seorang pemimpin menjadi wajib, dengan membalas kebaikan rakyatnya dengan sebaik baiknya.

Dalam kesepatan itu, Gus Mus juga mengajak kepada seluruh elemen bangsa agar menanamkan pola hidup sederhana. Sebab, jelasnya, kecintaan terhadap materi secara berlebihan bisa membuat seseorang nekat melakukan kejahatan, termasuk perampokan uang rakyatnya. (Ahmad Asmu’i/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Ulama, Kiai Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kiai Ini Menata Sandal Milik Putra Gurunya

Kudus, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Di pesantren, setiap santri dilengkapi dengan ajaran adab serta tradisi tawadlunya. Mulai dahulu hingga sekarang kebiasaan menghormati siapa saja menjadi ciri khas santri Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyyah. Hal penting ini diajarkan hingga melekat menjadi karakter mereka sampai terbawa saat mereka pulang. Kelekatan karakter ini juga bisa dibuktikan pada? pemandangan yang tampak pada perhelatan Silaturrahim Nasional (Silatnas) Madrasah Taswiquth Thullab (TBS), Kudus yang digelar pada Sabtu (23/07).

Pada acara itu, Kiai Ahmad Arwan, seorang guru sepuh TBS sudah naik ke panggung terlebih dahulu. Ia diminta panitia untuk membuka acara. Di atas panggung, tampak beberapa kiai lain yang turut mendampingi, di antaranya KH Arifin Fanani, KH Munfaat Abdul Jalil, KH Hasan Fauzi Maschan dan beberapa kiai lain. Di tengah kegiatan berlangsung, KH Ulil Albab Arwani datang. Semua hadirin beranjak berdiri dari tempat duduknya hingga pengasuh Pesantren Yanbuul Quran ini duduk di atas panggung.

Kiai Ini Menata Sandal Milik Putra Gurunya (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Ini Menata Sandal Milik Putra Gurunya (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Ini Menata Sandal Milik Putra Gurunya

Karena panggung beralaskan karpet permadani, putra Kiai Arwani Amin ini tak berkenan memakai sandal hingga ke atas panggung. Ia lepas di bawah. Mendapati demikian, Kiai Arwan yang notabene sebagai santri Kiai Arwani langsung sigap mendekat menuju tempat sandal Kiai Albab dilepas kemudian sandal diputarkan (diwalik=jawa) menghadap sesuai posisi saat nanti akan dipakai pemiliknya sebagaimana lazim dalam dunia pesantren.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Hadirin terhenyak, mereka mendapat pelajaran berharga bahwa hormat kepada siapa saja terlebih kepada guru dan keluarganya memang tak memandang usia. Usia Kiai Albab lebih muda dari pada Kiai Arwan. Namun Kiai Arwan tetap menaruh hormat setinggi-tingginya atas jasa gurunya tersebut dengan menghormatinya beserta kelularga besarnya. Hal ini diakui oleh salah satu peserta, Hasan Busri.

"Kami sebagai alumni merasa mendapat pelajaran penting tentang arti hormat guru atas apa yang dicontohkan Mbah Kiai Arwan tadi," tutur alumnus asal Demak ini usai acara. Selain sebagai ajang ngaji bareng masyayikh, dalam pagelaran Silatnas ini juga diluncurkan website yang akan berisi konten-konten keislaman ala ahlis sunnah wal jamaah dengan alamat santrimenara.com. (Mundzir/Abdullah Alawi)

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Khutbah, Internasional, Jadwal Kajian Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Trenggalek Tuan Rumah LSN Jatim 1, Bupati Dukung Penuh Sepakbola Santri

Trenggalek, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Liga Santri Nusantara 2017 region Jawa Timur 1 segera digulirkan. Kick off akan dilaksanakan pada bulan September. Bupati Trenggalek, Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mendukung penuh dan mengapresiasi kompetisi sepakbola paling bergengsi antar pesantren yang digelar di daerah yang ia pimpin itu.

Trenggalek Tuan Rumah LSN Jatim 1, Bupati Dukung Penuh Sepakbola Santri (Sumber Gambar : Nu Online)
Trenggalek Tuan Rumah LSN Jatim 1, Bupati Dukung Penuh Sepakbola Santri (Sumber Gambar : Nu Online)

Trenggalek Tuan Rumah LSN Jatim 1, Bupati Dukung Penuh Sepakbola Santri

"Pemerintah kabupaten Trenggalek sangat berterima kasih kepada panitia regional sekaligus panitia pusat yang telah memberikan kepercayaan kepada kabupaten Trenggalek sebagai tuan rumah LSN Region Jatim 1 ini. Tentunya saya beserta seluruh jajaran akan berupaya sekuat tenaga untuk mensukseskan acara ini," ungkap Bupati saat bertemu panitia Liga Santri Nusantara (LSN) Jawa Timur 1 yang ? diwakili oleh Koordinator Region Habib Mustofa dan panitia pelaksana Gus Anam didampingi ketua PCNU Trenggalek KH Fathullah, Jumat sore (7/7).

Bupati berharap melalui LSN ini animo masyarakat di daerah Mataraman terhadap olahraga sepakbola makin besar lagi. Karena menurutnya, olahraga sepakbola adalah olahraga yang sangat merakyat. "Khususnya animo para santri juga terbangun kuat sehingga mampu memunculkan bibit-bibit unggul pemain sepakbola dari kalangan santri," ucap suami artis Arumi Bachsin itu.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati, panitia LSN dan PCNU Trenggalek berdiskusi terkait perencanaan kegiatan. Pertemuan itu dilakukan sebagai awal menyamakan persepsi antara Panitia Pelaksana LSN dengan Pemerintah Kabupaten Trenggalek. Pemkab Trenggalek sendiri siap mensukseskan pelaksanaan LSN 2017 region Jatim 1 yang akan diikuti 32 peserta itu.?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ketua PCNU Trenggalek KH Fathullah menuturkan bahwa dalam satu atau dua hari ini akan segera dibentuk panitia lokal yang akan bersinergi dengan pemerintah kabupaten Trenggalek serta PSSI guna membahas teknis serta persiapan LSN. "Dan tentu saja NU beserta seluruh banom-banom yang ada juga akan dilibatkan untuk mengawal dan mensukseskan LSN," kata Gus Loh, sapaan akrabnya.

"Hari ini kita masih membahas acara secara global. Dan tak lupa saya ucapkan terimakasih banyak kepada pemerintah kabupaten Trenggalek khususnya kepada Bapak Bupati dan Wabub yang telah bersedia mensukseskan acara LSN region Jatim 1 ini," ucap Koordinator Region Habib Mustofa.

Seperti diketahui, Kabupaten Trenggalek Jawa Timur ditunjuk sebagai tuan rumah gelaran Liga Santri Nusantara (LSN) Region Jawa Timur 1, yang meliputi karesidenan Kediri dan Madiun. Keputusan ini dihasilkan dalam bimbingan teknis (bimtek) kesiapan penyelenggaraan LSN yang diadakan oleh oleh Kemenpora bersama Pimpinan Pusat Rabithah Maahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (PP RMI NU) pada tanggal, 14-16 Juni 2017 lalu di Jakarta. (Zaenal Faizin/Fathoni)

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Pemurnian Aqidah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Selasa, 02 Januari 2018

Pesantren Nurul Fauzi Tasikmalaya Juarai LSN Region Jabar III

Tasikmalaya, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Final Liga Santri Nusantara Region Jawa Barat III dimenangkan oleh Pondok Pesantren Nurul Fauzi berasal dari Kabupaten Tasikmalaya. Pesantren Nurul Fauzi menang setelah mengandaskan PP Dar El Rahmah berasal dari Ciamis lewat adu penalti dengan skor 5-4.?

Pesantren Nurul Fauzi Tasikmalaya Juarai LSN Region Jabar III (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Nurul Fauzi Tasikmalaya Juarai LSN Region Jabar III (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Nurul Fauzi Tasikmalaya Juarai LSN Region Jabar III

Setelah pertandingan di babak pertama dan kedua berjalan seri. Pertadingan yang bertempat di Stadion Wiradadaha Tasikmalaya, Kamis (25/8) berlangsung seru.

Atas kemenangan ini Pelatih PP Nurul Fauzi Asep H bersyukur bisa juara region dan berhak untuk melaju di babak 32 Besar Liga Santri Nusantara seri nasional.

"Kami akan terus berlatih untuk menghadapi tim-tim yang dari 32 regional. Karena dengan terus berlatih akan menambah kekompakan dan kerjasama tim," katanya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sedangkan pelatih Dar El Rahmah Lili Herli meski kalah timnya mampu melaju ke babak final regional Jabar III. "Tahun depan kami akan mempersiapkan lagi."

Menurut Koordinator Regional Jabar III Usep Saeful Kamal secara keseluruhan pertandingan berjalan lancar.?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Kami menerapkan sprotiftas dan fair play kepada seluruh tim. Sesuai dengan pesan Menpora haram hukumnya ada pengaturan skor," tegasnya. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Tegal Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Hukum Baca Al-Qur`an via HP ketika Shalat (1)

Assalamu ‘alaikum wr. wb.

Baru-baru ini dunia maya dihebohkan dengan video seorang imam shalat yang sedang memainkan hp ketika menjadi imam. Video yang durasinya tidak lebih dari satu menit itu memperlihatkan imam setelah membaca surat Al-Fatihah mengambil HP dari kantong bajunya seolah ingin membaca sms. Namun setelah saya telusuri lagi video fullnya di youtube ternyata berdurasi lebih dari satu jam.

Dalam video tersebut seseorang sedang mengimami shalat Isya dan tarawih. Ternyata imam tersebut mengeluarkan hp dengan maksud membaca surat-surat setiap kali setelah membaca surat Al-Fatihah. Kemungkinan besar karena di masjid tersebut menerapkan satu malam harus mengkhatamkam satu juz. Tetapi si imam bukan seorang hafidz, jadi ia membuka aplikasi Al-Quran di hp-nya.

Hukum Baca Al-Qur`an via HP ketika Shalat (1) (Sumber Gambar : Nu Online)
Hukum Baca Al-Qur`an via HP ketika Shalat (1) (Sumber Gambar : Nu Online)

Hukum Baca Al-Qur`an via HP ketika Shalat (1)

Pertanyaan saya adalah, apakah tindakan yang dilakukan imam itu diperbolehkan dan dibenarkan? Bukankah itu malah terlihat shalatnya tidak khusyuk? Lalu mana yang lebih baik membaca surat pendek yang dihafal atau menghatamkan 30 juz namun dilakukan dengan cara seperti imam itu? Mohon penjelasannya. Terima kasih. Wassalamu ‘alaikum wr. wb. (M Alfan/Jepara)

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Jawaban

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Assalamu ‘alaikum wr. wb.

Penananya yang budiman, semoga Allah selalu menurunkan rahmat-Nya kepada kita semua. Setidaknya ada beberapa pertanyaan yang diajukan kepada kami. Dalam kesempatan ini kami akan menjawab pertanyaan yang terkait dengan boleh-tidaknya seseorang yang menjadi imam ketika membaca ayat Al-Quran melalui HP. Karena keterbatasan ruang-waktu, pertanyaan selanjutnya insya Allah akan kami jawab pada kesempatan lain.

Jelas dalam khazanah fikih klasik, kita tidak akan menemukan jawaban secara langsung atas persoalan ini. Karena ini merupakan persoalan yang tergolong baru. Untuk itu kita mesti mencari cantolannya dalam khazanah fikih klasik.

Sepanjang yang kami ketahui dalam khazanah fikih klasik terdapat penjelasan mengenai orang shalat yang membaca Al-Qur`an melalui mushaf. Hal ini bisa jadi karena ia tidak hafal surah dalam Al-Qur`an sehingga memerlukan bantuan mushaf, atau bisa jadi ia hafal surah yang pendek tetapi tidak hafal surah yang panjang sehingga ketika ingin membaca surah yang sedikit panjang ia menggunakan bantuan mushaf.

Lantas bagaimana pandangan para ulama dalam hal ini? Menurut ulama dari kalangan madzhab Syafi’I, jika seseorang yang shalat membaca Al-Qur`an melalui mushaf baik ia hafal atau tidak maka shalatnya tidak batal, bahkan wajib jika ia tidak hafal surah Al-Fatihah.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Seandainya ia (orang yang shalat) membaca Al-Qur`an melalui mushaf, shalatnya tidak batal, baik ia hafal atau tidak. Bahkan wajib atasnya membaca lewat mushaf jika tidak hafal surah Al-Fatihah sebagaimana yang telah dijelaskan. Seandainya ia sesekali membuka beberapa halaman mushaf dalam shalatnya, tidak batal. Begitu juga tidak batal shalatnya ketika ia melihat selain Al-Qur`an dalam apa yang termaktub kemudian ia mengulang-ulang dalam hatinya meskipun itu dilakukan dalam rentang waktu lama, akan tetapi hal itu makruh. Demikian pendapat Imam Syafi’i sebagaimana terdapat dalam kitab Al-Imla`dan telah disepakati para pengikutnya,” (Lihat Muhyiddin Syaraf An-Nawawi, Al-Majmu’ Syarhul Muhadzdzab, 1431 H/2010 M, juz V, halaman 134).

Bahkan seandainya ia sesekali membuka mushaf tetap saja shalatnya tidak batal sebagaimana dikemukakan di atas. Alasannya yang dapat dikemukakan di sini bahwa hal itu merupakan gerakan yang sedikit (yasir). Sedangkan sedikit gerakan dianggap tidak membatalkan shalat sepanjang ada kebutuhan tetapi hanya makruh.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Bahwa gerakan yang sedikit—di mana gerakan yang banyak dapat membatalkan shalat—ketika dilakukan dengan sengaja tanpa ada kebutuhan adalah makruh,” (Lihat Muhammad Khathib Asy-Syarbini, Mughnil Muhtaj, Beirut-Darul Fikr, tanpa tahun, juz I, halaman 199).

Berangkat dari sini, kami cenderung untuk mengikuti pendapat yang membolehkan membaca Al-Qur`an dalam shalat melalui HP karena di-ilhaq-kan dengan kebolehan membaca Al-Qur`an melalui mushaf dalam shalat. Sekalipun HP yang di dalamnya terdapat aplikasi Al-Qur`an itu bukanlah mushaf, tetapi keduanya baik mushaf maupun HP adalah sama-sama wasilah untuk beribadah. Sedangkan wasilah itu bukanlah ibadah itu sendiri.

Bagi orang yang sudah hafal surah-surah pendek dan ada waktu, kami sarankan untuk menghafal surah-surah yang panjang dalam Al-Qur`an.

Demikian jawaban yang dapat kami kemukakan. Semoga bisa dipahami dengan baik. Kami selalu terbuka untuk menerima saran dan kritik dari para pembaca.

Wallahul muwaffiq ila aqwamith thariq,

Wassalamu’alaikum wr. wb.


(Mahbub Ma’afi Ramdlan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Sunnah, Kajian Islam Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

KBIHNU Berangkatkan 109 Calon Jamaah Haji

Jepara, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Kelompok Bimbingan Ibadah Haji Nahdlatul Ulama (KBIHNU) Kabupaten Jepara tahun ini memberangkatkan sebanyak 109 calon jamaah haji (CJH).

KBIHNU Berangkatkan 109 Calon Jamaah Haji (Sumber Gambar : Nu Online)
KBIHNU Berangkatkan 109 Calon Jamaah Haji (Sumber Gambar : Nu Online)

KBIHNU Berangkatkan 109 Calon Jamaah Haji

Sebelum resmi diberangkatkan, Senin (24/8), ratusan CJH ini mengikuti kegiatan Halal Bihalal dan Pelepasan Calon Jamaah Haji yang dipusatkan di Gedung NU, Jalan Pemuda 51 Jepara, Ahad (9/8) pagi.

Ketua PCNU Jepara KH Asyhari Syamsuri menyatakan, dalam momentum halal bihalal ini, pihaknya meminta maaf kepada CJH KBIHNU Jepara. Momen ini, lanjut dia, merupakan pelepasan secara resmi KBIHNU sebelum diberangkatkan Pemkab Jepara akhir Agustus mendatang.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

H Ali Akhirin, Kasi Pelaksanaan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Jepara, menyampaikan permohonan maaf karena ada beberapa urusan administrasi yang belum rampung. Misalnya, pembuatan buku kenangan dan susunan kloter yang belum ditandatangani Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Tengah.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Perwakilan KBIH NU Jepara, KH Imam Abi Jamrah mengutarakan, dalam menunaikan ibadah haji, jamaah diharapkan mengikuti pemimpin yang tahu tentang ilmu peribadatan haji dan umrah. Yakni dengan mengikuti KBIH sebab di dalamnya dibimbing oleh tenaga yang sudah mumpuni. Sedangkan KH Abdul Hamid selaku pembimbing KBIHNU memberikan arahan teknis dari rumah sampai pulang kembali ke rumah.

Terpisah, Wakil Ketua KBIH NU, H Ulul Abshor menyebut tahun lalu pihaknya memberangkatkan 106. “Alhamdulillah tahun ini bisa memberangkatkan sebanyak 109 Calon Jamaah Haji,” sebutnya sebagaimana rilis yang diterima Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah.

Pihaknya berharap para CJH KBIHNU Jepara menjadi haji mabrur dan mabruroh. (Syaiful Mustaqim/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Ubudiyah, Tegal Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Senin, 01 Januari 2018

Tiga Tahun Kemensos Berhasil Tutup 115 Lokalisasi

Tegal, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Direktur Rehabilitasi Rehabilitasi Sosial Tuna Sosial dan Korban Perdagangan Orang (RSTS & KPO) Kemensos RI Dr. Sonny W. Manalu menyebutkan, dalam kurun waktu tiga tahun, Kementerian Sosial RI nutupan 115 lokalisasi dari 168 yang ada di Indonesia. Dia berharap pada 2019 nanti, Indonesia bisa bebas dari prostitusi

"Kementerian Sosial mencatat, penutupan lokalisasi di Tegal ini merupakan yang ke 115 dari 168 lokalisasi yang ada di seluruh Indonesia,” ujarnya saat mewakili Menteri Sosial, Khofifah Indar Parawansa pada penutupan lokalisasi dan penyerahan bantuan bagi eks penghuni lokalisasi di Kabupaten Tegal, Jumat (19/5).?

Kementerian Sosial juga akan mendukung sepenuhnya pemerintah kabupaten dan kota di Indonesia yang akan menutup tempat pelacuran. Targetnya, Indonesia bebas Prostitusi pada tahun 2019 mendatang.

Tiga Tahun Kemensos Berhasil Tutup 115 Lokalisasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Tiga Tahun Kemensos Berhasil Tutup 115 Lokalisasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Tiga Tahun Kemensos Berhasil Tutup 115 Lokalisasi

Sonny mengapresiasi langkah Pemkab Tegal dalam merehabilitasi lokalisasi prostitusi. Menurutnya penutupan lokalisasi di Kabupaten Tegal berjalan sukses, aman, dan tertib. Kemensos meminta setelah penutupan harus dilakukan evaluasi dan pemantauan.?

"Saya saat melakukan penutupan lokalisasi di Jambi, diculik oleh paguyuban germo dan mucikari selama dua hari. Penutupan di Kabupaten Tegal ini paling teduh dan damai," ungkapnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sementara Wakil Bupati Tegal Hj. Umi Azizah menuturkan, penghentian permanen lokalisasi prostitusi pada hari ini bukan saja karena adanya momentum bulan suci Ramadhan, tetapi juga untuk mendukung terbebasnya Kabupaten Tegal dari lokalisasi prostitusi sebagai bagian dari program nasional yang mentargetkan seluruh wilayah di tanah air terbebas dari lokalisasi prostitusi Tahun 2019.

"Saya berharap, pasca penghentian lokalisasi prostitusi ini, masyarakat setempat tetap dapat membuka usaha ekonomi produktifnya, menjalankan bisnis dan usahanya tanpa melanggar Peraturan Daerah Nomor 7 Tahun 2011 tentang Ketertiban Umum. Untuk itu, dukungan seluruh elemen masyarakat sangat diperlukan agar proses menuju kemandirian tersebut cepat terbangun," imbuh Ketua PC Muslimat NU Tegal ini. (Hasan/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Ahlussunnah, Budaya Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah