Senin, 18 Desember 2017

LPPNU Lampung Selatan Unggulkan Budidaya Lebah Madu

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Lembaga Pengembangan Perekonomian Nahdlatul Ulama Lampung Selatan mengambil pembudidayaan lebah madu sebagai program unggulannya ke depan. Kesepakatan ini diambil dalam musyawarah pengurus LPPNU Lampung Selatan, Sabtu (6/12).

LPPNU Lampung Selatan Unggulkan Budidaya Lebah Madu (Sumber Gambar : Nu Online)
LPPNU Lampung Selatan Unggulkan Budidaya Lebah Madu (Sumber Gambar : Nu Online)

LPPNU Lampung Selatan Unggulkan Budidaya Lebah Madu

Ketua LPPNU Lampung Selatan Slamet Novianto mengatakan, LPPNU Lampung Selatan ke depan fokus pada pembudidayaan lebah madu sebagai salah satu potensi lokal.

“Tentu kita juga berharap untuk bisa menjaga, melanjutkan, dan membangun hasil-hasil pertanian masyarakat Lampung Selatan yang warganya mayoritas Nahdhiyyin, di samping hasil bumi pertanian dan peternakan,” ujar Slamet.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Pembudidayaan lebah madu sudah diawali sebelumnya oleh salah satu pengurus LPPNU Ustadz Khoiruddin. Ia merupakan Koordinator Divisi Kehutanan dan Tata Ruang di LPPNU.

Ketua PCNU Lampung Selatan H Nur Mahfud yang hadir pada rapat pengurus ini mengajak pengurus LPPNU Lampung Selatan agar bekerja sesuai dengan bidangnya masing-masing.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Kalau diamati Lampung Selatan sangat luas dan mayoritas petani baik itu perkebunan, sawah, peternakan dan lainnya. Banyak potensi yang harus dikembangkan. Dengan wadah LPPNU ini masyarakat bisa terbantu baik dalam pengolahan, pemasaran yang benar-benar bisa bermafaat,” kata H Mahfud. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Daerah, Ulama, AlaSantri Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Peduli Yuyun, Pelajar NU Gelar Shalat Ghaib dan Doa Bersama

Banyuwangi, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah



Peristiwa tragis yang menimpa Yuyun (14), pelajar SMP di Bengkulu mengundang simpati dan keprihatinan banyak pihak, termasuk para pelajar yang tergabung dalam Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU).

Puluhan pelajar Pimpinan Cabang IPNU Banyuwangi melaksanakan shalat ghaib dan doa bersama untuk almarhumah Yuyun. Selain itu, juga memanjatkan doa untuk seluruh pelajar Indonesia agar kasus sejenis tak muncul kembali.

Peduli Yuyun, Pelajar NU Gelar Shalat Ghaib dan Doa Bersama (Sumber Gambar : Nu Online)
Peduli Yuyun, Pelajar NU Gelar Shalat Ghaib dan Doa Bersama (Sumber Gambar : Nu Online)

Peduli Yuyun, Pelajar NU Gelar Shalat Ghaib dan Doa Bersama

“Sebagai bentuk solidaritas dan komitmen kita di dunia pendidikan, kita mendoakan almarhumah Yuyun agar diterima di sisi-Nya dan ke depannya tak ada lagi kasus-kasus demikian menimpa pelajar di Indonesia,” tutur Yahya Muzakki, Ketua PC IPNU Banyuwangi usai doa bersama di Masjid Al-Mujahirin, Kelurahan Kebalenan, Banyuwangi, Selasa malam (3/5).

Kasus Yuyun, menurut Yahya, bukan sekadar kasus kriminal biasa. Hal ini merupakan tamparan keras terhadap dunia pendidikan Indonesia. Apalagi mengingat para pelaku pemerkosa dan pembunuh Yuyun terhitung masih berusia pelajar, yakni 16 sampai 20 tahun.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Ini pukulan telak bagi dunia pendidikan Indonesia. Peserta didik tidak hanya menjadi korban, tapi kini mulai merambah menjadi pelaku,” ujar Yahya.

Oleh karena itu, terang Yahya, aktivis IPNU bersama IPPNU (Ikatan Pelajar Putri NU) terus menyuarakan toleransi, anti-kekerasan, dan penguatan nilai-nilai keagamaan di kalangan pelajar Banyuwangi. “Kita terus mendampingi pelajar Banyuwangi,” imbuh Yahya.

Sementara itu, angka kekerasan seksual yang menimpa anak-anak terus meningkat dari tahun ke tahun. Berdasarkan data Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) pada tahun 2015 kemarin ada 2.898 kasus kekerasan terhadap anak. Sebanyak 59,3 persen di antaranya merupakan kasus kejahatan seksual. Angka ini naik dari 2.726 kasus kekerasan terhadap anak pada tahun 2014, yang 56 persen di antaranya pelecehan seksual. Ironisnya, hanya 179 kasus yang dilaporkan.

Ragam kekerasan anak berupa kekerasan fisik, penelantaran, penganiayaan, perkosaan, adopsi ilegal, penculikan, perdagangan anak untuk eksploitasi seksual. KPAI mencatat bahwa pelaku kekerasan anak adalah anggota keluarga, tetangga, teman, guru, tokoh agama, tokoh masyarakat dan lain-lain. Dari kasus itu tindak kekerasan terjadi di ruang privat sebesar 62 persen dan ruang publik seperti rumah, sekolah, panti asuhan, lembaga keagamaan sebanyak 38 persen. (Anang Lukman Afandi/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Kajian Islam, Fragmen, Ahlussunnah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Mendes Eko: Jangan Lupakan Pertanian

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah



Menteri Desa Pembangunan Daerah Tetinggal dan Transmigraasi (Mendes PDTT) Eko Putro Sandjojo mengatakan program unggulan desa di bawah kementerian yang dipimpinnya bersinergi dan bertujuan untuk mempercepat pembangunan dan kapasitas ekonomi perdesaan hingga bisa berkontribusi bagi pembangunan secara nasional.

Mendes Eko: Jangan Lupakan Pertanian (Sumber Gambar : Nu Online)
Mendes Eko: Jangan Lupakan Pertanian (Sumber Gambar : Nu Online)

Mendes Eko: Jangan Lupakan Pertanian

“Pertanian tak bisa dipisahkan dari pembangunan desa. Hanya saja kita butuh modernisasi dan fokus pada komoditas unggulan di kawasan perdesaan supaya petani menjadi kuat.” Papar Menteri Eko di Kantornya, Jakarta (17/4).

?

Lebih jauh Eko menjelaskan dengan adanya fokus paska panen diharapkan petani memiliki posisi tawar yang baik, kehadiran negara dalam hal ini BUMN juga diharapkan bukannya mengintervensi model ekonomi yang khas petani malainkan membantu membuat lompatan dan mengisi lubang kosong yang ditinggalkan oleh pertanian di desa selama ini.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Masalah produktifitas panen dan posisi tawar paska panen jadi kendala selama ini. Embung sebagai salah satu proyeksi program unggulan tahun ini kita harapkan bisa meningkatkan produktifitas akrena petani jadi bisa panen dua sampai tiga kali.” Harap Eko.

Menteri yang datang dengan latar belakang pengusaha sarat pengalaman ini juga mengandaikan skema produk unggulan desa dan holding Badan Usaha Milik (BUM) Desa antar kawasan perdesaan nantinya diharapkan bisa mempersolid kapasitas ekonomi masyarakat desa terutama para petani terkait paska panen.

Terkait Program prioritas berupa program pengembangan Produk Unggulan Desa (Prudes) dan Produk Unggulan Kawasan Perdesaan (Prukades) untuk mendukung pertanian, nantinya pengembangan produk-produk tersebut dikembangkan dengan berbasis teknologi dan inovasi.

Eko Putro Sandjojo mencontohkan beberapa daerah yang sudah bisa fokus untuk mengembangkan produk unggulannya antara lain di Gorontalo dengan produksi jagungnya atau Dompu yang bisa lepas dari status daerah tertinggal.?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Desa yang belum fokus akan kita kasih insentif, kita kasih bibit, pupuk, dan sarana pertanian gratis,” ujarnya.

Menurutnya selain menetapkan produk unggulan, desa juga didorong untuk mendirikan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). ? Menurutnya, dana desa melalui BUMDes dapat menjadi stimulus pembangunan di daerah.

?

“BUMDes itu dibikin supaya dana desa suatu saat bukan menjadi sumber utama pembangunan desa. Sumber utamanya yakni desa mempunyai sarana ekonomi sendiri yang bisa membuat desa itu mandiri secara finansial dan membuka lapangan kerja,” ? tambahnya.?

Sementara itu dalam kunjungan kerjanya ke Halmahera Barat (15/4), selain meresmikan pembangunan Embung yang direncakanan akan dibangun sebanyak 100 embung, Mendes PDTT dalam kesempatan yang sama juga mengajak BRI, BNI, BULOG, pengusaha pascapanen, dan para pemangku kepentingan lain untuk turut berperan mendukung usaha masyarakat melalui bidangnya masing-masing.?

Sebab, menurutnya kehadiran para pemangku kepentingan itu merupakan bentuk sinergi untuk mendorong pembangunan desa agar terintegrasi secara vertikal. Dengan demikian, pendapatan masyarakat pun dapat meningkat signifikan.

"Kita perlu membuat klaster. Jika skala produksinya besar, investasi untuk pascapanen bisa masuk di Halmahera Barat ini. Bulog misalnya, mereka bisa membangun sentra pengeringan beras dan penyediaan gudang," harapnya. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Bahtsul Masail, Budaya, Ubudiyah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Tak Terbukti Iran Buat Senjata Nuklir

Moskow, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Direktur Institut Orientologi Akademi Sains Nasional Armenia Ruben Safrastyan, dengan mengacu pada sifat program nuklir damai Iran, mengatakan tidak ada bukti mengenai upaya Teheran untuk membangun senjata nuklir.

Dalam satu wawancara dengan situs Rusia Regnum pada Jumat, Safrastyan mengatakan bahwa tidak ada organisasi intelijen di dunia yang memiliki bukti yang menunjukkan bahwa Iran sedang membuat senjata nuklir.

Tak Terbukti Iran Buat Senjata Nuklir (Sumber Gambar : Nu Online)
Tak Terbukti Iran Buat Senjata Nuklir (Sumber Gambar : Nu Online)

Tak Terbukti Iran Buat Senjata Nuklir

Ia menambahkan bahwa informasi dari semua organisasi intelijen menunjukkan bahwa Iran belum mampu mencapai tingkat pengayaan uranium untuk memungkinkan membuat senjata nuklir.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Direktur Institut Orientologi Armenia melanjutkan bahwa Iran tidak melanggar program deklarasi nuklir damainya dan inspeksi dari para ahli Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) telah membuktikan kenyataan ini beberapa kali.

Analis Armenia mengatakan bahwa Iran belum membuat keputusan politik untuk membuat senjata nuklir, dan menambahkan bahwa mempertimbangkan upaya damai Iran di wilayah tersebut, mereka tidak akan membuat senjata atom.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ia mengatakan bahwa ancaman-ancaman AS dan militer rezim Zionis dan propaganda media mengenai kemungkinan serangan militer terhadap Iran merupakan bagian dari perang psikologis terhadap Iran, dengan tujuan menciptakan ketidakpuasan dan kekhawatiran di kalangan rakyat Iran.

Redaktur : Hamzah Sahal

Sumber   : Antara

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Ulama Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kemensos Siapkan Pendampingan Psikososial Korban Penyanderaan Mimika

Depok, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Kementerian Sosial siap memberikan layanan dukungan psikososial (LDP) bagi korban penyanderaan yang dilakukan kelompok bersenjata di Kecamatan Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua.

Kemensos Siapkan Pendampingan Psikososial Korban Penyanderaan Mimika (Sumber Gambar : Nu Online)
Kemensos Siapkan Pendampingan Psikososial Korban Penyanderaan Mimika (Sumber Gambar : Nu Online)

Kemensos Siapkan Pendampingan Psikososial Korban Penyanderaan Mimika

"Kami sudah mengirimkan tim layanan dukungan psikososial ke Mimika. Saat ini sedang melakukan koordinasi dengan dinas sosial Mimika dan instansi terkait untuk melakukan asessment kepada korban yang telah berhasil dibebaskan," ungkap Khofifah disela-sela penyaluran Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan di Kota Depok, Jawa Barat, Sabtu (18/11).

Khofifah mengatakan, layanan dukungan psikososial yang diberikan berupa terapi psikososial, pelayanan konseling, dan psikoedukasi kepada korban yang mengalami trauma. 

Pendampingan psikososial tersebut diberikan terutama kepada kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, difabel, dan ibu hamil.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Masing-masing membutuhkan cara penanganan yang berbeda, sesuai hasil asessment," ujar Khofifah kepada Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah.

Dilaporkan, sedikitnya ada 1.300 orang dari dua desa, yakni Desa Kimbely dan Desa Banti, Kecamatan Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua, dilarang keluar dari kampung itu oleh kelompok bersenjata sejak Kamis (9/11) lalu. 

Aksi pengisolasian warga dua kampung di Mimika ini terjadi setelah tiga pekan lalu seorang anggota Brimob tewas ditembak oleh kelompok bersenjata di Timika, Papua. Dia tewas saat terlibat pengejaran kelompok tersebut. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Hikmah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

LFNU: Rukyat, Muasal dan Sarana Koreksi Metode Hisab

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Lajnah Falakiyah Nahdlatul Ulama (LFNU) berpandangan, kemajuan ilmu pengetahuan di bidang astronomi dan ilmu hisab diperoleh dari hasil kegiatan rukyat atau observasi benda-benda langit. Rukyat yang berkelanjutan terus mengawal proses peningkatan temuan mutakhir hingga nyaris sempurna. Untuk seterusnya, selain sebagai muasal, rukyat sekaligus menjadi sarana koreksi bagi metode hisab.

Menurut Pengurus Pusat LFNU KH A Ghazalie Masroeri, dalam penentuan awal bulan Qomariyah metode hisab digunakan NU sebagai pendukung. Posisi ini dilakukan untuk menghasilkan rukyat yang berkualitas. Ilmu hisab akan kian maju dan akurat ketika penyokong utamanya adalah aktivitas mengamati visibilitas hilal atau rukyat.

LFNU: Rukyat, Muasal dan Sarana Koreksi Metode Hisab (Sumber Gambar : Nu Online)
LFNU: Rukyat, Muasal dan Sarana Koreksi Metode Hisab (Sumber Gambar : Nu Online)

LFNU: Rukyat, Muasal dan Sarana Koreksi Metode Hisab

“Rukyat dan hisab laksana dua sisi keping mata uang.  Dan temuan-temuan yang diperoleh melalui rukyat itu menjadi sarana koreksi terhadap hitungan hisab,” tuturnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Keputusan LFNU dalam banyak hal telah melibatkan metode hisab baik tentang ketentuan kalender Qamariyah maupun jadwal shalat. Bahkan, selain berjibaku dengan penghitungan rumit itu, LFNU menfungsikan sejumlah perangkat canggih untuk menyempurnakan tingkat akurasi kesimpulan yang diambil.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Seperti diketahui, LFNU telah merancang, merakit, dan memproduksi sebuah instalasi observatorium keliling (al-marshadu al-falaki al-jauli) atau dikenal dengan sebutan NUMO (NU Mobile Observatory, sekaligus singkatan dari Nusantara Mobile Observatory).

NUMO dilengkapi alat-alat tradisional dan modern, dapat berpindah tempat, serta berfungsi untuk ruyat awal bulan, rukyat bulan tua, observasi manzilah bulan, dan observasi benda-benda langit lainnya, seperti matahari, merkurius, Venus, Mars, Jupiter, Saturnus, gugus bintang, bright nebula, dan meteor.

Redaktur    : Mukafi NIam

Kontributor: Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Nahdlatul Ulama, Habib Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Puluhan Santri Tambakberas dan Tebuireng Masuk Kelas Jurnalistik

Jombang, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Puluhan Santri dan Pelajar Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas kabupaten Jombang terlihat antusias mengikuti pelatihan jurnalistik yang digelar KPM Bahrul Ulum bersama Persatuan Wartawan Indonesia Perwakilan (PWI) Perwakilan Jombang.

Kegiatan yang diikuti santri putra dan santri putri yang tergabung dalam KPM BU itu digelar di Aula Yayasan Pondok Pesantren selama dua hari. "Saya minta usai mendapatkan pelatihan jurnalistik ini, santri yang tergabung dalam KPM Bahrul Ulum bisa menghidupkan lagi media pesantren, apakah itu buletin, majalah atau website.”

Puluhan Santri Tambakberas dan Tebuireng Masuk Kelas Jurnalistik (Sumber Gambar : Nu Online)
Puluhan Santri Tambakberas dan Tebuireng Masuk Kelas Jurnalistik (Sumber Gambar : Nu Online)

Puluhan Santri Tambakberas dan Tebuireng Masuk Kelas Jurnalistik

Kegiatan yang tertajuk Sekolah Jurnalistik Pelajar dan Santri menghadirkan kalangan awak media cetak dan televisi. Mereka antara lain Sutono wartawan Harian Surya, Ramadlan Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah, Syafii, Radio Elshinta, Syaiful Arif, fotografer Antarajatim, Yusuf Wibisono Berita Jatim, dan Amir Metro TV.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Santri harus terbiasa menulis, apakah itu menulis berita, sejarah. Semuanya bisa ditulis dan dipublikasikan. Ini adalah kesempatan langka, karena seluruh narasumber untuk pelatihan mulai dari catak, online dan TV hadir memberikan materi," ujar Syafii, pengurus PWI Perwakilan Jombang mengatakannya.

Santri harus bisa meniru KH Wahab Hasbullah, pendiri pesantren Bahrul Ulum sekaligus pendiri NU, karena ia sudah terjun dalam dunia jurnalistik sejak tahun 1928. Dengan mendirikan Majalah Warta Nadhatoel Oelama dengan tulisan arab pegon.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Karenanya santri harus melanjutkan perjuangan Mbah Wahab dalam dunia jurnalistik," imbuhnya.

Syafi’i menambahkannya, Sekolah Jurnalistik bagi pelajar dan santri sengaja digelar untuk memberikan pemahaman bagi kalangan santri pesantren dan pelajar tingkat SMA atau MA di kota santri di tengah arus besar media yang tidak bisa dibendung. "Kita harus bisa ikut mengisi perkembangan arus media, dengan informasi yang benar, dan ini adalah tugas santri kedepan,” jelasnya, Ahad (29/11).

Beberapa materi yang diberikan di antaranya adalah jurnalistik dasar, teknik reportase, teknik menulis berita, teknik wawancara, fotografi, dan video jurnalis, dan produksi media.

Setelah dari pesantren Tambakberas, sekolah jurnalistik juga dilaksanakan di SMA Wahid Hasyim Tebuireng, MTs Bahrul Ulum Ngoro dan juga SMAN 1 Jombang.

“Pelatihan di masing-masing sekolah digelar selama dua hari. Sedangkan materi yang diberikan seputar dasar-dasar jurnalistik. Semisal, teknik reportase, teknik menulis, serta video jurnalis, dan juga fotografi," pungkasnya. (Muslim Abdurrahman/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Nahdlatul Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah