Selasa, 12 Desember 2017

Telkom Gratiskan Pasang Internet di Ponpes

Serang, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Untuk mempercepat penyebaran Teknologi Informasi (IT) masuk ke wilayah-wilayah pedesaan, PT Telkom mencanangkan program Internet masuk pedesaan dengan menggratiskan pemasangan internet di pondok-pondok pesantren.

"Sampai saat ini sudah tersambung sekitar 457 ribu sambungan internet gratis di berbagai pondok pesantren di pelosok desa Jabar dan Banten dengan memakai modem ADSL atau modem nirkabel Telkom Fleksi," kata Eksekutif Genegal Manajer PT Telkom Divre II Jakarta-Banten Abdul Aziz, Sabtu.

Telkom Gratiskan Pasang Internet di Ponpes (Sumber Gambar : Nu Online)
Telkom Gratiskan Pasang Internet di Ponpes (Sumber Gambar : Nu Online)

Telkom Gratiskan Pasang Internet di Ponpes

Program tersebut, kata dia, sekaligus juga dimaksudkan untuk mengenalkan sumber-sumber informasi dan ilmu dari dunia maya kepada kalangan ustadz, para kiai dan para santri.

Selain program internet masuk Ponpes, katanya, PT Telkom juga telah memberi keringanan dalam pemasangan sambungan-sambungan internet di sekolah serta lembaga-lembaga sosial dan pemerintahan.

"Tentu saja kami juga harus mewaspadai efek negatif dari internet seperti adanya situs-situs porno, brutal atau hal-hal lain yang tidak ber-etika. Karenanya komputer yang dipasang juga dilengkapi software penyaring masuknya web site yang tidak bermanfaat seperti itu," kata Abdul Azis.

Sementara Ketua MUI Banten, KH Wahab Afif menyatakan, pihaknya menyambut baik program internet masuk Ponpes sejauh bisa mendatangkan manfaat yang optimal dan kalangan teknisi PT Telkom bisa menyaring pengaruh-pengaruh negatif dari internet.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Tapi yang lebih penting lagi tentu saja pengawasan langsung dari para kiai dan pengasuh agar para santrinya bisa memilih pengambilan informasi yang bermanfaat dan menjauhkan pengaruh yang negatif," kata KH Wahab Afif. (ant/suh)

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah



Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Quote, Amalan, Pertandingan Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Inilah Wasiat Habib Ali untuk Para Jemaah

Solo, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Puluhan ribu jamaah dari berbagai daerah berkumpul pada acara puncak peringatan haul ke-103 penulis kitab maulid Simtuddurar Habib Ali bin Muhammad Al-Habsyi, di Masjid Riyadh Solo.

Dalam kesempatan tersebut para jemaah mendengarkan manaqib Habib Ali yang dibacakan Habib Alwi bin Ali Al-Habsyi dalam bahasa Arab. Diterangkan tentang sosok Habib Ali yang berasal dari negara Yaman. Salah satu puteranya yang bernama Habib Alwi, berhijrah ke Indonesia untuk berdakwah dan mendirikan Masjid Riyadh di Solo.

Inilah Wasiat Habib Ali untuk Para Jemaah (Sumber Gambar : Nu Online)
Inilah Wasiat Habib Ali untuk Para Jemaah (Sumber Gambar : Nu Online)

Inilah Wasiat Habib Ali untuk Para Jemaah

Habib Alwi memaparkan beberapa wasiat yang pernah dikatakan Habib Ali yang terkumpul dalam berbagai kalamnya. “Kalau mau membaca (kalam Habib Ali) insyallah dapat manfaatnya,” terangnya, Selasa (10/2) itu.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Salah satu wasiat Habib Ali agar selalu menjaga pesatuan umat. “Habib Ali menganjurkan pertemuan (haul) semacam ini. Niscaya, dapat menciptakan persatuan umat Islam, menjalin ukhuwah, mudah mengingatkan agar bertaqwa,” tutur Habib Alwi.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Habib Ali juga mendorong untuk senantiasa membantu usaha pendidikan agama, khususnya pendidikan kepada anak.

“Sungguh kita akan dipertanggungjawabkan atas pendidikan kepada anak-anak kita. Yang pertama menuntut adalah istri dan anak, bahkan pembantu, mereka akan mengajukan kepada pengadilan Allah. Ya Allah, suamiku, ayahku, majikanku ini, tidak mau mendatangkan kami guru agama, maka hukumlah ia,”

Wasiat terakhir yakni untuk menjaga silaturahim antar sanak saudara, anak dan ortu. “Bahwa doa kedua orang tua menembus ke tujuh langit. Barang siapa kedua orang tuanya, hendaknya ia menggunakan kesempatan tersebut, tak ada yang dapat menandingi amalan tersebut,” jelas dia.

Rangkaian acara haul Habib Ali, ditutup dengan pembacaan kitab maulid Simtuddurar pada Rabu (11/2) pagi. (Ajie Najmuddin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Internasional, Bahtsul Masail Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

LTN PBNU: Media Amarah Harus Dilawan

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah



Lembaga Talif wan-Nasyr (LTN) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengajak sejumlah pengelola media Islam ramah untuk bersinergi melawan media amarah.

LTN PBNU: Media Amarah Harus Dilawan (Sumber Gambar : Nu Online)
LTN PBNU: Media Amarah Harus Dilawan (Sumber Gambar : Nu Online)

LTN PBNU: Media Amarah Harus Dilawan

"Dewasa ini media radikal tumbuh subur menyebarkan amarah. Mereka dimodali bos besar mereka," ujar Ketua Konsolidasi Nasional Pengelola Media Islam Ramah, Abdul Malik Mughni, di Jakarta, Senin (21/8).

Kelompok radikal tersebut, demikian Mughni menambahkan, bersemangat dalam menyebarkan opini radikal melalui beragam cara.

"Satu contoh melalui buletin radikal yang mereka sebar di tempat-tempat strategis. Kelompok radikal tersebut juga bersemangat menebarkan berita dusta," paparnya.

Ia berharap, melalui kegiatan tersebut, LTN PBNU bisa mengidentifikasi kekuatan, kendala dan peluang media Islam ramah dalam mengelola institusi medianya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Bagi daerah yang belum memiliki media Islam ramah, semoga bisa masif menyebarkan semangat Islam ramah, sehingga apa yang kita lakukan memberikan makna bagi Indonesia," pungkasnya. (Gatot Arifianto/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Kajian Sunnah, Kiai Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Senin, 11 Desember 2017

Pergunu Intruksikan PW, PC, dan PAC Shalat Ghaib untuk H. Akhsan Ustadhi

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Persatuan Guru Nahdlatul Ulama mengintruksikan kepada pengurus Pimpinan Wilayah dan Pimpinan Cabang Pergunu untuk melakukan shalat Ghaib untuk H. Akhsan Ustadhi yang meninggal Sabtu (11/3) dini hari.

berikut intruksi tersebut:

Pergunu Intruksikan PW, PC, dan PAC Shalat Ghaib untuk H. Akhsan Ustadhi (Sumber Gambar : Nu Online)
Pergunu Intruksikan PW, PC, dan PAC Shalat Ghaib untuk H. Akhsan Ustadhi (Sumber Gambar : Nu Online)

Pergunu Intruksikan PW, PC, dan PAC Shalat Ghaib untuk H. Akhsan Ustadhi

Pimpinan Pusat Pergunu menyampaikan duka cita yang mendalam atas wafatnya Bapak H. Akhsan Ustadhi, SH, MA. (Wakil Ketua PP Pergunu. Berkaitan dengan wafatnya Bapak H. Akhsan Ustadhi, SH, MA. tersebut, PP Pergunu mengintruksikan kepada Pimpinan Wilayah, Cabang, dan Anak Cabang Pergunu se-Indonesia agar menyelenggarakan shalat Ghaib dan Tahlil ditujukan untuk almarhum.



Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Surat dengan intruksi bernomor 109/PP Pergunu/3/2017, dikeluarkan 11 Maret 2017 tersebut ditandatangani Ketua Umum PP Pergunu KH Asep Saifuddin Chalim dan sekretaris Umum H. Gatot Sujono.

H. Akhsan Ustadhi wafat Sabtu dini hari (11/3). Menurut keterangan keluarganya yang dishare di media sosial, ia kecapekan beraktivitas. Ia sempat dilarikan ke rumah sakit, tetapi tidak tertolong. Ia mengembuskan napas terakhirnya pada usia 43 tahun dengan meninggalkan seorang istri dan tiga anak. (Abdullah Alawi)

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah AlaNu, Doa, Kyai Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Puluhan Siswa dan Guru MI Sunan Kalijogo Cabuti Paku di Pohon

Sidoarjo, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Banyak cara yang dilakukan masyarakat dalam memperingati hari sejuta pohon sedunia yang diperingati setiap tanggal 10 Januari. Di Sidoarjo, Jawa Timur, puluhan siswa dan guru sekolah Madrasah Ibtidaiyah (MI) Sunan Kalijogo, Ketimang, Wonoayu, mencabuti paku yang berada di pohon. Aksi ini sebagai upaya melestarikan lingkungan agar pohon tetap tumbuh sehat dan tidak mati.

Puluhan Siswa dan Guru MI Sunan Kalijogo Cabuti Paku di Pohon (Sumber Gambar : Nu Online)
Puluhan Siswa dan Guru MI Sunan Kalijogo Cabuti Paku di Pohon (Sumber Gambar : Nu Online)

Puluhan Siswa dan Guru MI Sunan Kalijogo Cabuti Paku di Pohon

Puluhan siswa dan guru MI Sunan Kalijogo ini langsung menyerbu beberapa pohon yang berada di depan sekolahan. Dengan menggunakan alat seadanya seperti catut, tang dan palu catut, siswa dan guru ini langsung mencabuti paku yang berada di pohon. Paku-paku ini bekas atribrut atau iklan yang dipasang di pohon oleh orang yang tidak bertanggung jawab.

Dengan antusias, siswa dan guru ini mencabuti paku. Paku-paku ini diduga sudah beberapa bulan berada di pohon sehingga siswa dan guru ini harus mengeluarkan seluruh kekuatannya untuk bisa mencabut pakut tersebut. Pasalnya, paku tersebut sudah berkarat dan sudah lama berada di pohon.

Salah satu siswi MI Sunan Kalijogo, Riska Nur Amalia mengaku kesulitan saat mencabut paku yang berada di pohon. Karena paku tersebut sudah berkarat. Meski begitu, Riska dan teman-temannya tetap semangat mencabuti paku-paku tersebut.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Paku ini sudah berkarat sehingga kami sulit mencabutnya. Tapi alhamdulilah, paku tersebut bisa kami cabut," aku Riska kepada Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah, Selasa (10/1).

Selain mencabut paku yang berada di pohon, puluhan siswa dan guru ini juga melakukan aksi tanam pohon. Sejumlah pohon ini ditanam di sekitar halaman sekolah sebagai upaya untuk melestarikan lingkungan.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kepala sekolah MI Sunan Kalijogo, Achmad Syamsudin mengatakan, bahwa selain makanan dan minuman sebagai kebutuhan hidup manusia, pohon juga merupakan kebutuhan manusia. Pasalnya, manusia bernafas atau menghirup udara yang dikeluarkan oleh pohon.

Oleh sebab itu, pihaknya mengajak kepada para siswa dan guru agar turut berpartisipasi melestarikan lingkungan agar pohon-pohon ini tetap tumbuh sehat dan tidak mati.

"Kami mengajak para guru dan anak didik kami, agar mensosialisasikan kepada masyarakat sekitarnya, bahwa dengan mencabut paku dan menanam pohon ini merupakan wujud sosial terhadap alam, supaya pohon-pohon ini tetap tumbuh sehat," ujar Syamsudin.

Syamsudin mengimbau kepada masyarakat agar tidak memasang iklan di pohon dengan cara memaku atribut iklan tersebut. Agar pohon tidak mati dan manusia bisa menghirup udara yang dihasilkan oleh pohon tersebut. (Moh Kholidun/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Pesantren Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Minggu, 10 Desember 2017

Tema Dakwah itu Luas

Jember, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Menyesuaikan antara tema dan latar belakang pendidikan audiens merupakan hal pokok dalam strategi penyampaian dakwah. Sebab, tanpa mensinkronkan keduanya, pesan-pesan dakwah sulit diterima oleh hadirin. 

Demikian dikemukakan Siti Habibah dalam seminar memperingati Harlah ke-63 Fatayat NU dan Hari Kartini yang ke-13 di aula MWCNU Ambulu, Ahad (21/4). 

Tema Dakwah itu Luas (Sumber Gambar : Nu Online)
Tema Dakwah itu Luas (Sumber Gambar : Nu Online)

Tema Dakwah itu Luas

Menurut Habibah, selain mensinkronkan antara tema dan latar belakang audiens, perlu juga dipilih tema-tema aktual sebagai bumbu dakwah. 

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Bumbu-bumbu dakwah itu penting agar audiens bersemangat dan materi dakwah tidak monoton,” tukasnya.

Ketua Anak Cabang Fatayat NU Ambulu itu menambahkan, konteks dakwah itu sangat luas. Dakwah  tidak selalu identik dengan ajakan shalat, bayar zakat dan sebagainya. Namun demikian, yang namanya dakwah intinya adalah mengajak kepada kebaikan. 

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Ya intinya amar ma’ruf nahi mungkar walaupun bisa jadi temanya soal politk misalnya,” urai Habibah.

Selain Habibah, hadir juga koordiantor Da’i Fatayat NU Ambulu, Nyai Siti Aisyah Masdib. Ia membahas soal perlunya membangun keluarga sakinah. Meski tidak ada hubungannya dengan dakwah namun peserta cukup  khidmat menyimak pemaparan Siti Aisyah. 

“Untuk menjadi da’i yang baik, perlu dukungan keluarga sakinah,“ kata Siti Aisyah.

Seminar dengan tema “Esensi dan Strategi Dakwah Fatayat NU di era Global” itu sendiri dihadiri oleh 100 orang lebih. Mereka berasal dari utusan 15 anak ranting Fatayat NU Ambulu. Ketua MWCNU Ambulu, Sutikno dan sejumlah kiai, juga mengisi kursi deretan depan. 

Menurut ketua panitia, Uzainatul Latifah, bahwa peserta seminar kali ini diprioritaskan untuk calon-calon da’i dari Fatayat.  

“Jadi ini semacam pembekalan untuk terjun di masyarakat,” ucapnya.

Redaktur   : Mukafi Niam

Kontributor: Aryudi A Razaq  

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Pahlawan, Pesantren Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ibadah Haji Butuh Kekuatan Fisik dan Psikis

Brebes, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah?



Asisten 1 bidang Pemerintahan dan Sosial H Athoillah Syatori mengajak kepada jamaah Calhaj Brebes untuk mematuhi segala petunjuk yang diberikan oleh para instruktur. Pasalnya, para pemberi materi telah berpengalaman dalam menjalani ritual ibadah haji. Termasuk petunjuk dokter dan tenaga medis, agar terjaga kesehatannya saat menjalani peribadatan.

“Ibadah haji membutuhkan kekuatan fisik dan psikis, untuk itu kesiapan lahir batin harus dimiliki para calhaj,” kata Athoillah saat membuka bimbingan manasik jamaah calon haji (calhaj) Kabupaten Brebes di Islamic center, jalan Yos Sudarso Brebes, Selasa (11/7).

Ibadah Haji Butuh Kekuatan Fisik dan Psikis (Sumber Gambar : Nu Online)
Ibadah Haji Butuh Kekuatan Fisik dan Psikis (Sumber Gambar : Nu Online)

Ibadah Haji Butuh Kekuatan Fisik dan Psikis

Para petugas haji, kata Athoillah, biasanya dipaido atau dirasani saat menjalani tugas. Hal ini karena para calhaj mengganggap para petugas haji sudah menguasai seluruh materi ibadah haji dan mampu melayani jamaah dengan sepenuh hati.

Athoillah berpesan, meskipun ada yang sudah menunaikan ibadah haji berkali-kali, namun perkembangan di tanah sangat pesat sehingga perlu mencari hal-hal baru. Alangkah bijaksananya bila seluruh jamaah calhaj mengikuti kegiatan manasik dengan penuh antusias. Bekal ilmu yang disampaikan para pembimbing, akan sangat berguna selama perjalanan ibadah haji.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Brebes menjelaskan, tahun haji 1438/2017 sebanyak 1.169 Jamaah Calon Haji (Calhaj) Kabupaten Brebes bakal diberangkatkan. Saat ini tengah menjalani bimbingan manasik haji massal tahap I berupa teori, di Aula Islamic Center Brebes sedangkan tahap II akan digelar pada 15 Juli mendatang berupa praktek.?

Jumlah tersebut, termasuk para tim petugas haji daerah (TPHD) yang mendampingi para calhaj dari daerah asal, di tanah suci dan hingga kembali ke daerah.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Menurutnya, pada tahun 2015, jumlah kuota haji Brebes ?sebanyak 983 orang dan meningkat di tahun 2016 menjadi 1.248 orang. “Jumlah quota Brebes turun untuk tahun 2017 meskipun quota 20 persen dari Arab Saudi sudah dikembalikan yakni sebanyak 1.169 calhaj,” tandasnya.

Kepala Seksi Haji dan Umrah Kemenag Brebes Syauqi Wijaya menambahkan, Calhaj Brebes tergabung dalam empat kelompok terbang (kloter) yakni kloter 8, 51, 52, dan 53. (Wasdiun/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Syariah, Lomba Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah