Jumat, 01 Desember 2017

Usai Dilantik, PCNU Subang Susul Muskercab I

Subang, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Setelah resmi dilantik akhir Januari lalu, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Subang Jawa Barat siap bekerja dan mengabdi kepada masyarakat. Konsep pengabdian itu akan dirumuskan dalam agenda Musyawarah Kerja Cabang (Muskercab) I PCNU Subang pada Senin (31/3).

Usai Dilantik, PCNU Subang Susul Muskercab I (Sumber Gambar : Nu Online)
Usai Dilantik, PCNU Subang Susul Muskercab I (Sumber Gambar : Nu Online)

Usai Dilantik, PCNU Subang Susul Muskercab I

Demikian disampaikan Ketua PCNU Subang KH Musyfiq Amrullah di sela rapat koordinasi panitia muskercab di Kantor PCNU Subang, Rabu (26/3).

"Nanti akan dibagi tiga komisi, komisi A Program kerja, Komisi B keorganisasian, , terakhir Komisi C Rekomendasi," ungkap Kiai Musyfiq. Sebelum sidang komisi, lanjut pengasuh pesantren At-Tawazun ini, kita menggelar seminar yang menghadirkan Bupati Subang dan Wasekjen PBNU sebagai narasumber.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Nanti Bupati akan orasi tentang konstruksi Gapura (Gerakan Pembangunan untuk Rakyat) dalam bingkai aswaja ala NU agar program pemkab beririsan dengan program PCNU. Sementara Wasekjen PBNU Abdul Munim DZ akan menyampaikan Konsepsi NU terhadap pemenuhan kebutuhan masyarakat kini," tambahnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sejumlah kekurangan-kekurangan terkait program periode lalu, kata Kiai Musyfiq, akan disempurnakan pada muskercab kali ini. Pada muskercab ini, program kerja bidikan PCNU Subang menyangkut sembilan bidang.

Bidang-bidang itu meliputi Bidang Pendidikan dan Pesantren, Pengayoman dan Pemberdayaan MWCNU, Pemberdayaan Lembaga dan Lajnah, Ekonomi, Sosial dan Budaya, Kesejahteraan dan Kesehatan, SDM dan Kaderisasi, Pemberdayaan Dai dan Masjid, Hukum dan Humas, juga Pertanian dan Penanganan Bencana.

"Undangan sekitar 300 peserta, kita prediksi akan hadir dalam muskercab nanti setengahnya," tukasnya.

Muskercab I PCNU Subang ini berlokasi di pesantren At-Tawazun Kalijati, Subang (Aiz Luthfi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Budaya, Pahlawan, Anti Hoax Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Penampilan Impresif Darul Huda Ponorogo dan Al-Hidayah Ngawi Berbuah Final

Ponorogo, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Pada laga semifinal Liga Santri Nusantara (LSN) regional I Jawa Timur, Senin (29/8/2016) Tarbiyatul Nasyihin dipaksa menyerah oleh tim tuan rumah, Darul Huda dengan skor tipis 2-1.

Penampilan Impresif Darul Huda Ponorogo dan Al-Hidayah Ngawi Berbuah Final (Sumber Gambar : Nu Online)
Penampilan Impresif Darul Huda Ponorogo dan Al-Hidayah Ngawi Berbuah Final (Sumber Gambar : Nu Online)

Penampilan Impresif Darul Huda Ponorogo dan Al-Hidayah Ngawi Berbuah Final

Tampil dihadapan ratusan suporter fanatiknya yang memenuhi stadion Batoro Katong, menjadi motivasi tersendiri bagi tim tuan rumah Darul Huda. Sejak kick off babak pertama, tim asuhan Aslih Maulana ini terus menyerang. Hingga pada menit ke-5 berhasil membuahkan gol melalui sepak keras nomor punggung 8, Abdurrahman dari luar kotak penalti.

Kebobolan satu gol tak membuat Tarbiyatun Nasyihin patah semangat. Pada menit ke 14, Deden Eka berhasil merubah kedudukan menjadi 1-1. Skor ini menutup pertandingan babak pertama.?

Di babak kedua, Tarbiyatul Nasyihin terus menekan dan mencoba memanfaatkan kelemahan lini belakang Darul Huda. Deden Eka, stiker andalan mereka, beberapa kali melakukan tendangan keras ke gawang Darul Huda. Namun sayang, tak ada satu pun tendakan kerasnya yang membuahkan gol.

Di menit ke-28, M Wahyu cukup cermat memanfaatkan umpan lambung sepak pojok dan berhasil membuahkan gol. Darul Huda unggul 2-1.? Sementara itu, Wisna Wisnu juga harus menerima nasib yang sama dengan Tarbiyatul Nasyihin. Tim asuhan Gus Irul ini kalah tipis dari Al-Hidayah dengan skor 2-1.?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Menurut Koordinator Regional Jatim I Habib Mustofa laga final LSN Regional Jatim I akan digelar hari ini Selasa (30/8/2016) di Stadion Batara Katong. "Pertandingan final digelar pada pukul 4 sore waktu setempat," katanya.? Pertandingan Final LSN Regional Jatim I diawali dengan tahlil akbar 5000 santri plus undangan masyarakat umum di Ponorogo.?

"Insya Allah akan dihadiri Khatib Suriah PBNU KH Luqman Haris Dimyati Atarmasi, PW RMI Jatim Gus Reza Ahmad Zahid, Gus Firdausi, bupati dan wakil bupati Ponorogo beserta jajaran forkompinda Ponorogo," tandasnya. (Red: Fathoni)

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Nasional Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Peningkatan Kualitas Madrasah Cegah Indonesia Jadi Negara Sekuler

Tangsel, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Pendidikan agama tidak dipungkiri menjadi salah satu benteng penting dan ? bisa diandalkan dalam menyambut modernitas global. Karenanya, diperlukan langkah nyata dalam peningkatan kualitas pendidikan agama, salah satunya dengan ? meningkatkan standar kompetensi ? lulusan peserta didik.?

Pesan ini disampaikan Dirjen Pendidikan Islam Kamaruddin Amin kepada ? para Kepala Seksi Kurikulum (Kasi) ? Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi dan para guru madrasah. Menurutnya, jajaran Ditjen Pendidikan Islam dari pusat sampai daerah harus benar-benar serius dalam memperhatikan peningkatan kualitas pendidikan agama sehingga ? di masa mendatang ? Indonesia tidak terjebak menjadi negara sekuler. Demikian dilansir oleh situs kemenag.go.id.

Peningkatan Kualitas Madrasah Cegah Indonesia Jadi Negara Sekuler (Sumber Gambar : Nu Online)
Peningkatan Kualitas Madrasah Cegah Indonesia Jadi Negara Sekuler (Sumber Gambar : Nu Online)

Peningkatan Kualitas Madrasah Cegah Indonesia Jadi Negara Sekuler

“Karena ini akan sangat menentukan dan tercetaknya generasi Indonesia ke depan,” katanya di Hotel Grand Zuri BSD City, Rabu (07/10).

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Jadi Indonesia hari ini, lanjut Dirjen, sesungguhnya menaruh harapan besar dari madrasah. Sebab, jika Direktorat Jenderal Pendidikan Islam (Pendis) tidak mencetak pendidikan keagamaan Islam yang bermutu, maka Indonesia bisa menjadi negara sukuler.

Kamaruddin memandang madrasah ? sebagai salah satu ? benteng pertahanan pendidikan agama ? yang bisa diandalkan.?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Kita tidak bisa berharap dari sekolah, hanya belajar agama selama dua jam satu minggu. Sementara 66 juta anak-anak itu disekolahkan di sana, mereka akan mampunyai pengalaman pendidikan agama yang sangat standar,” paparnya

Menurutnya, suka tidak suka, tren globalisasi akan terus menancapkan pengaruhnya dan bersamaan dengan itu, madrasah dan pesantren menjadi salah satu harapan.?

“Jika dua lembaga ini berhasil memberikan pendidakan bermutu dan berkualitas maka generasi Indonesia bisa bertahan,” terangnya.?

Di hadapan para Kasi dan guru yang hadir, Dirjen mengimbau agar mereka dapat melakukan evaluasi pelajaran agama yang salama ini dihadirkan kepada anak-anak madrasah. Ia berharap, jangan sampai apa yang selama ini diberikan hanya sekadar pemahaman yang bersifat koginitif saja.

“Tapi juga bagaimana (pelajaran) agama mampu membentuk karakter, sebagai instrumen transformatif, bisa merubah dan membentuk perilaku anak-anak kita. Memperkuat kesalehan di sisi lain, dan ? bisa menjadi instrumen perekat sosial, dalam artian bahwa ajaran tentang kerukunan toleransi dan menghargai perbedaaan itu juga harus diajarkan,” pungkasnya. Red: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah IMNU, Fragmen Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

IPNU-IPNU Salatiga Kenalkan NU ke Santri TPQ

Salatiga, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Untuk mengenalkan NU sejak dini, Pengurus Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kota Salatiga, Jawa tengah, mengadakan kegiatan Alim (Ajang Kreasi Anak Muslim), di MTS NU Salatiga, Ahad (24/11).

Ketua IPPNU Salatiga Lia Agustin menjelaskan acara ini merupakan yang kedua kalinya diselenggarakan. “Alim II ini merupakan rangkaian acara Pra-Konfercab. Sekaligus, ajang untuk mengenalkan sekolah yang dimiliki LP Ma’arif NU,” terangnya, Senin (25/11).

IPNU-IPNU Salatiga Kenalkan NU ke Santri TPQ (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPNU Salatiga Kenalkan NU ke Santri TPQ (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPNU Salatiga Kenalkan NU ke Santri TPQ

Dalam acara tersebut, sekitar 200 peserta dari berbagai TPQ se-Salatiga dan Kabupaten Semarang, mengikuti perlombaan yang ada. “Lomba meliputi mewarnai, dai cilik, dan qiro’ah,” imbuh gadis yang akrab disapa Lia ini.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sayangnya, peserta pada tahun ini agak menurun dibandingkan tahun kemarin. “Tahun lalu peserta 300 anak. Yang kedua ini menurun karena jenis lombanya dikurangi,” ungkapnya.

Namun, ia berharap dari penyelenggaraan Alim II kali ini, para pelajar NU dapat lebih dekat dengan masyarakat. Hal ini sesuai dengan tema acara, "Membangun Generasi Aswaja Aktif, Kreatif & Religius”. (Ajie Najmuddin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Kyai, News, Amalan Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Empat Kontingen Kandidat Juara Umum Kejurnas Pagar Nusa

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Empat kontingen bersaing untuk mendapatkan gelar juara umum pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Pencask Silat yang digelar Pagar Nusa di Padepokan Pencask Silat Indonesia Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Kontingen tersebut adalah Jawa Timur, Jawa Tengah, Gorontalo, dan Sumatera Barat.

“Jawa Timur menjadi kandidat terkut juara umum. Satu emas lagi, dipastikan mereka menggondol juara umum,” kata Sayid Rdho, salah seorang panitia Kejurnas II yang digelar Pencak Silat NU pagara Nusa yang berlangsung dari Ahad (21/8) dan akan ditutup Kamis (25/8).

Empat Kontingen Kandidat Juara Umum Kejurnas Pagar Nusa (Sumber Gambar : Nu Online)
Empat Kontingen Kandidat Juara Umum Kejurnas Pagar Nusa (Sumber Gambar : Nu Online)

Empat Kontingen Kandidat Juara Umum Kejurnas Pagar Nusa

Jawa Timur, menurut dia, merupakan satu-satunya kontingen yang mengirimkan atlet dengan lengkap di antara 177 kontingen lain. Hanya Jawa Timur pula yang mengikuti pertandingan dan festival silat di seluruh partai, kelas, dan golongan.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Siang ini di gelanggang Padepokan Pencak Silat Indonesia mempertandingkan final TGR (tunggal, ganda, regu) dewasa dan remaja. Pada tunggal putra telah keluar sebagai juara yaitu kesatu Gorontalo, kedua Jawa Timur, dan ketiga Bali. Sementara pada tunggal putri juara I diraih jatim, juara II Sumatera barat, dan juara III Gorontalo.

Malam ini akan berlangsung sesi festival pencak silat. Sesi tersebut tak hanya diikuti kontingen-kontingen Pagar Nusa, tapi turut berpartisipasi beberapa perguruan silat seperti Jokotole, Persinas Asad dan Persaudaraan Setia Hati (PSH).

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Pada kejurnas II dan Festival tersebut diikuti sekitar 257 pesilat putra dan putri yang berlaga pada golongan remaja dan dewasa. Sementara jumlah official sekitar 82 sehingga yang hadir sekitar 339. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Lomba, Ulama, IMNU Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

NU Harus Kontrol Para Politisi

Kudus, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Nahdlatul Ulama harus selalu melakukan kontrol langsung kepada para politisi yang berlatar belakang NU. Dengan adanya kontrol, mereka akan tetap terjaga menjadi politisi NU yang lurus dan tidak nakal.

NU Harus Kontrol Para Politisi (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Harus Kontrol Para Politisi (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Harus Kontrol Para Politisi

Demikian yang disampaikan Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Keluarga Alumni (PB-IKA) PMII H Arief Mudasir Mandan saat menanggapi pertanyaan peserta dalam halaqah keagamaan di STAIN Kudus, Selasa (7/5).

Dikatakan, sebagai bentuk kontrolnya NU harus selalu mengadakan internalisasi ideologi-ideologi organisasi (NU). NU harus mengundang dan menegur bila terdapat politisi NU yang sudah keluar dari norma etika sebagai wakil rakyat.

“PBNU sudah sering mengundang politisi. Kendati begitu, kadang masih saja ada politisi yang nakal,” ujar Arief bernada otokritik.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ia menandaskan esensi mendasar dari politik adalah amar ma’ruf nahi mungkar. Arief yang juga ketua PW PPP jawa tengah ini mengutip pernyataan KH Maimun Zubeir, berpolitik itu berat karena terdapat nahi munkar.

“Dari sini, dibutuhkan keteladanan kepemimpinan laku politik dan sosial. Jangan biarkan politik diisi oleh para petualang dan preman,” tandasnya.

Pada kesempatan itu, ia memaparkan untuk mencetak kader muslim harus dilakukan sinergi antara komponen akademis, pesantren, dan organisasi.

“Ketiganya ini harus menjadi lem perekat sehingga tidak terjadi centang mencentang,” tambahnya.

Ketua PWNU Jateng H Muhammad Adnan menegaskan kader-kader NU yang menjadi politisi di Jawa Tengah aman dari kesandung masalah.

“Disini (Jateng) tidak terpengaruh Senayan, semoga saja tetap aman,” tandasnya singkat.

Redaktur ? ? : Mukafi Niam

Kontributor : Qomarul Adib

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Sejarah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Banser Mojoagung-SMK NU Kerja Sama

Jombang, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah - Peran Banser Ansor Serbaguna (Banser) kian meningkat, hingga juga merambah dalam peran penting di dunia pendidikan. Seperti halnya sejumlah Banser Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang, Jawa Timur yang juga ikut andil dalam pengawasan siswa di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Unggulan Nahdlatul Ulama (NU) setempat.

Keikutsertaan dalam peran penting tersebut, ditandai dengan penyerahan MoU antarkedua belah pihak (Ketua PAC GP Ansor Mojoagung Zahidi dan Kepala Sekolah) yang disaksikan Ketua Pimpinan Cabang (PC) GP Ansor Jombang H Zulfikar Damam Ikhwanto pada pekan ini.

Banser Mojoagung-SMK NU Kerja Sama (Sumber Gambar : Nu Online)
Banser Mojoagung-SMK NU Kerja Sama (Sumber Gambar : Nu Online)

Banser Mojoagung-SMK NU Kerja Sama

Zahidi mengungkapkan bahwa Banser dan SMK NU sudah semestinya menjalin kerja sama yang baik dalam membesarkan NU di dunia pendidikan. Termasuk bimbingan atau pengawasan terhadap siswa dalam setiap tindak yang dinilai tidak baik, misalnya bolos saat jam sekolah berlangsung tanpa ada keterangan yang jelas.

Dengan MoU itu, dimana pun anggota Banser bekerja, jika melihat siswa SMK NU keluyuran saat jam sekolah, diminta untuk menanyai dan mencatat identitasnya kemudian melaporkan ke sekolah. "Banser dan siswa SMK NU ini sama-sama dalam naungan NU. Jadi pasti kita amankan," kata Zahidi. Rabu (27/7/2016).

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

MoU ini sebagai rangsangan, bentuk kepedulian terhadap madrasah/ institusi pendidikan dan komitmen untuk bersama-sama membangun dan membina anak muda generasi bangsa ini menjadi generasi yang berintegritas baik dan berprestasi atas potensi yang dimiliki.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sementara itu secara terpisah, H Zulfikar mengimbau agar peran tersebut juga bisa diterapkan di luar jam pelajaran, mengingat saat ini banyak anak muda yang salah dalam pergaulan sehingga terjerumus pada pergaulan bebas (free sex) atau pengaruh miras dan narkoba.

"Saya pikir pengawasan kepada peserta didik atau siswa siswi ini tidak hanya di lingkungan sekolah saja, perkembangan di luar sekolah juga harus menjadi perhatian," ujarnya.

Namun demikian H Zulfikar sangat mengapresiasi terhadap pengambilan peran tersebut. Ia berharap bisa demikian itu dapat dicontoh Banser dan Ansor yang lain. Sinergi ini penuh kemanfaatan dan kemaslahatan bagi Ansor maupun SMK NU. Mudah-mudahan bisa ditiru yang lain, ucapnya. (Syamsul Arifin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Pemurnian Aqidah, IMNU, Nusantara Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah