Jumat, 03 November 2017

IPNU dan IPPNU Bondowoso Gelar Dampingan Lanjutan di Sumber Wringin

Bondowoso, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah - Pengurus IPNU dan IPPNU Kabupaten Bondowoso melanjutkan kunjungan di bawah dalam rangka penguatan kelembagaan, Ahad (24/1). Kunjungan ini diikuti 23 ranting IPNU dan IPPNU se-Kecamatan Sumber Wringin.

Kegiatan penguatan kelembagaan ini dilaksanakan di Desa Sumber Gading Kantor MWCNU Sumber Wringin Kabupaten Bondowoso.

IPNU dan IPPNU Bondowoso Gelar Dampingan Lanjutan di Sumber Wringin (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU dan IPPNU Bondowoso Gelar Dampingan Lanjutan di Sumber Wringin (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU dan IPPNU Bondowoso Gelar Dampingan Lanjutan di Sumber Wringin

Ketua IPNU Bondowoso Ahmad Juhadi menjelaskan, kunjungan kali ini kita ingin menghidupkan kembali IPNU-IPPNU salah satunya di Sumber Wringin karena di IPNU-IPPNU Sumber Wringin kurang lebih lima tahun vakum.

Ia juga menyampaikan bahwa hari ini akan diadakan pemilihan Ketua IPNU dan IPPNU Sumber Wringin," katanya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kegiatan ini merupakan bagian dari rentetan tur kegiatan penguatan-penguatan kelembagaan tingkat anak cabang, pengurus komisariat, pesantren dan sekolah se-Kabupaten Bondowoso.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Kami sudah melaksanakan di berapa tempat. Ini sudah yang kesekian kalinya. Sebelumnya di IPNU-IPPNU Wringin Arak-arak, IPNU-IPPNU Jambesari, IPNU-IPPNU Tenggarang, IPNU- IPPNU Tegalampel, PK MA dan MTs Al Furqon," jelasnya.

Secara khusus ia berharap IPNU-IPPNU di Sumber Wringin bisa tumbuh dan berkembang. Ia mengajak kader-kader NU di wilayah Sumber Wringin mewarnai tumbuh kembangnya organisasi NU secara struktur dan secara kultur.

Turut hadir pada acara ini Ketua MWCNU Sumber Wringin Ustadz Hemi, Syuriyah MWCNU Sumber Wringin H Rahmatullah, guru-guru pendamping dari sekolah-sekolah terkait. (Ade Nurwahyudi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Ubudiyah, Nahdlatul, Hikmah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kamis, 02 November 2017

Pesilat NU Selalu Siap Jaga NKRI

Semarang, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Ketua Pimpinan Wilayah Pencak Silat NU Pagar Nusa Jawa Tengah H Sulatin mengatakan para pesilat yang tergabung dalam Pagar Nusa  selalu siap menjaga keutuhan dan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).  

Pesilat NU Selalu Siap Jaga NKRI (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesilat NU Selalu Siap Jaga NKRI (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesilat NU Selalu Siap Jaga NKRI

Prinsipnya, kata dia pada saat membuka Kejuaraan Daerah III Pagar Nusa se-Jateng dan DIY, di Pondok Pesantren Azzuhri, Ketileng Semarang, Rabu, (1/1/2015) sore, membela negara adalah kewajiban dan merupakan bagian dari iman. Bagi Pagar Nusa, NKRI adalah harga mati. Dan Pancasila harus selalu jaya.

 

Sulatin menyatakan, mencintai tanah air adalah ajaran Islam yang dibawa Nabi Muhammad SAW. Terlebih NU adalah pendiri negara Indonesia, tentu akan selalu menjaga agar negeri ini selamat dunia akhirat. Tidak akan dibiarkan ada pihak manapun merongrong republik yang diperjuangkan kemerdekaannya oleh para syuhada yang terdiri para ulama.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Jiwa NU adalah jiwa Indonesia. Pagar Nusa adalah Pagarnya NU dan Bangsa," tutur Sulatin menjelaskan singkatan nama perguruan pencak silat yang dipimpinnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Hadir dalam pembukaan tersebut Sekretaris PWNU Jateng Dr  M Arja Imroni, Anggota DPD RI Sulistyo, sejumla pejabat tingkat Jateng, dan para pendekar dan pengurus Pagar Nusa se-Jateng dan DIY.

 

450 Peserta

Ketua Panitia Kejurda III Pagar Nusa Jateng M Ghufron menyampaikan, kejuaraan yang digelar untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW dan Harlah PSNU Pagar Nusa ke-29 ini berlangsung selama empat hari, sejak Kamis hingga Ahad (1-4/1).

Sebanyak 450 peserta dari 25 kabupaten/kota se-Jateng dan DIY beserta officialnya, bertanding memperebutkan piala umum dan piala per kategori kelas. Dari jumlah itu, 265 diantaranya adalah atlit laga.

Dijelaskan Ghufron, pertandingan terdiri atas laga per orangan putra dan putri, penampilan wirasangga,  serta peragaan jurus wiraloka beregu.  Laga perorangan dibagi dalam kategori pra remaja (usia 12-14 tahun), remaja (usia 14-17), dan dewasa (usia 17-35).

            

Ratusan penonton dari santri ponpes Azzuhri dan warga masyarakat sekitar Ketileng tumpah ruang menonton acara pembukaannya yang meriah.  Aneka atraksi seni Pencak Silat yang diiringi musik menghibur para penonton di ajang tersebut.  [Mohammad Ichwan/Abdullah Alawi]

            

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Khutbah, Hadits, Nasional Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Belum Ada Ongkos, Belum Wajib Haji

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Rais Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Saifuddin Amsir menyatakan kewajiban haji bagi setiap muslim bergantung pada sejumlah kesiapan yang bersangkutan. Kesiapan itu antara lain mencakup ongkos perjalanan menuju tanah suci.

“Kalau belum ada ongkos, seseorang belum berkewajiban menjalankan ibadah haji,” kata KH Saifuddin kepada Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah di kediamannya di bilangan Cipinang Melayu, Kecamatan Makassar, Jakarta Timur, Rabu (11/9) malam.

Belum Ada Ongkos, Belum Wajib Haji (Sumber Gambar : Nu Online)
Belum Ada Ongkos, Belum Wajib Haji (Sumber Gambar : Nu Online)

Belum Ada Ongkos, Belum Wajib Haji

Lain soal kalau seseorang berangkat haji diongkosi orang lain. Atau misalnya ia mengongkosi hajinya dengan cara berhutang di mana ia memiliki cadangan pasti investasi buat membayar hutangnya kelak. Ini sah-sah saja, tambah KH Saifuddin.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

KH Saifuddin merinci ongkos yang meliputi segala biaya perjalanannya berangkat dan pulang. Segala kebutuhannya selama melaksanakan ibadah haji pun masuk dalam daftar ongkos ibadah haji.

Kecuali itu, caloh jemaah haji juga wajib memasukkan biaya kebutuhan orang rumahnya selama peribadatan haji dalam daftar anggaran ongkos haji, jelas KH Saifuddin. 

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kalau orang punya tanah seluas 80 hektar, tentu ia sudah kena kewajiban berangkat haji,tegas KH Saifuddin.

Masalah kemampuan ini penting untuk diperhatikan karena menyangkut wajib-tidaknya haji, tutup KH Saifuddin.  

Penulis: Alhafiz Kurniawan

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Sholawat, Warta, Pertandingan Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

PMII Jawa Timur Tagih Janji Gubernur Soekarwo

Surabaya, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Saat menghadiri resepsi pelantikan pengurus Pimpinan Koordinator Cabang (PKC) PMII Jawa Timur (Jatim) di Balai Pemuda Suabaya, Sabtu (3/9), Gubernur Soekarwo ditagih janjinya saat kampanye pada pemilukada lalu. Acara yang juga dikemas dengan halaqoh akbar IKA PMII se-Jatim tersebut dihadiri Menpora Imam Nahrawi.

PMII Jawa Timur Tagih Janji Gubernur Soekarwo (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Jawa Timur Tagih Janji Gubernur Soekarwo (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Jawa Timur Tagih Janji Gubernur Soekarwo

Dalam sambutannya, Ketua PKC PMII Jatim Zainudin, berpesan kepada Gubernur Soekarwo bahwa SDM kader PMII di Jatim memiliki potensi yang bisa diandalkan. Apalagi daerah pelosok seperti di Madura. Karenanya, kader PMII siap mengawal dan memback-up bersama dari jajaran rayon hingga cabang berkenaan dengan program Pemprov Jatim.

"Saya berkata seperti ini, sebab saya masih teringat terhadap visi dan misi Pak Karwo waktu kempanye. Bahwa, Pak Karwo akan meningkatkan SDM Jawa Timur, sehingga kader PMII siap mengawal dan mendukung peningkatan SDM dalam memaksimalkan pemanfaatan SDA di Jatim," tukasnya.

Gubernur Soekarwo sendiri mengaku tidak pernah melupakan janji politiknya yang kini tertuang dalam visi dan misi pemerintahannya. Dia berjanji akan merangkul semua pihak dalam peningkatan SDM di Jawa Timur. (Hairul Anam/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Ubudiyah, Pendidikan, Tokoh Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Hj Khofifah: Pemberantasan Narkoba PR Muslimat NU

Demak, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muslimat NU menyatakan prihatin terhadap darurat narkoba yang menimpa Indonesia. Mereka menggelar tur keliling Indonesia untuk membentuk laskar antinarkoba di seluruh cabang Muslimat NU. Hj Khofifah Indarparawansa meminta anggota Muslimat NU untuk turut serta menanggulangi peredaran narkoba.

Narkoba dengan berbagai ragamnya merupakan perusak paling besar jiwa dan mental anak bangsa. Karena siapa pun yang telah mengonsumsinya secara perlahan jaringan syarafnya akan rusak sehingga pemakainya akan mengalami gangguan jiwa.

Hj Khofifah: Pemberantasan Narkoba PR Muslimat NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Hj Khofifah: Pemberantasan Narkoba PR Muslimat NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Hj Khofifah: Pemberantasan Narkoba PR Muslimat NU

“Pemakai narkoba 60% mengalami gangguan jiwa. Ini sangat memprihatinkan dan ini PR besar Muslimat NU,” tegas Ketua Umum Muslimat NU Hj Khofifah usai melantik pengurus baru Muslimat NU Demak di alun-alun depan Masjid Agung Demak, Sabtu (16/4).

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ia mengajak warga Muslimat NU mendukung gerakan antinarkoba dimulai dari anak, keluarga, dan lingkungannya masing masing. Pencegahan di lingkungan terkecil merupakan antisipasi atas maraknya peredaran narkoba yang sudah menyasar ke segala penjuru dan di semua kalangan masyarakat termasuk instansi pemerintah dan swasta.

“Bu, saya mengajak panjenengan semua sejak dini setidaknya mulai dari keluarga dan lingkungan untuk gerak bersama memberantas narkoba,” imbau Khofifahdi tengah ribuan hadirin. (A Shiddiq Sugiarto/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Pendidikan Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Rabu, 01 November 2017

Kunjungi PBNU, JK Doakan NU Tambah Maju dan Makmur

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) memenuhi undangan PBNU dalam kapasitasnya sebagai salah seorang mustasyar atau penasehat PBNU dalam rapat tertutup yang berlangsung pada Rabu (16/4).

Kunjungi PBNU, JK Doakan NU Tambah Maju dan Makmur (Sumber Gambar : Nu Online)
Kunjungi PBNU, JK Doakan NU Tambah Maju dan Makmur (Sumber Gambar : Nu Online)

Kunjungi PBNU, JK Doakan NU Tambah Maju dan Makmur

Kepada para wartawan, ia menegaskan, sama sekali tidak ada pembicaraan politik dalam pertemuan tersebut. “Saya datang ke PBNU bukan hanya sekarang, saya selalu datang kalau diundang,” jelasnya.

Meskipun tidak menjelaskan detail pertemuan tersebut, rapat tersebut merupakan upaya untuk terus meningkatkan kinerja organisasi.?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Saya berdoa NU terus maju dan tambah makmur,” tandasnya.?

JK merupakan putra H Kalla, tokoh NU di Sulawesi Selatan. Dalam penyelenggaraan muktamar ke-32 di Makassar tahun 2010 lalu, ia membantu mensukseskan acara lima tahunan NU tersebut.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ia merupakan salah satu calon presiden yang diusung oleh Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), partai yang pendiriannya difasilitasi oleh PBNU.

KH Said Aqil Siroj yang mendampingi JK menjelaskan, rapat tersebut membahas berbagai persoalan internal organisasi, diantaranya rencana penyelenggaraan musyawarah nasional dan konferensi besar (munas dan konbes) yang akan berlangsung awal Mei mendatang di Jakarta. ?

Rapat tersebut dihadiri oleh Rais Aam PBNU KH Mustofa Bisri, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj serta para pengurus NU lainnya. (mukafi niam)

Foto: antara

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Quote, Anti Hoax Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Munas dan Konbes NU 2017 Jadi Sarana Promosi Pariwisata Mataram

Mataram, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Wali Kota Mataram Ahyar Abduh mengatakan penyelenggaraan Musyawarah Nasional (Munas) dan Konferensi Besar (Konbes) Nadhlatul Ulama (NU) 2017 di Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada 23-26 November 2017 mendatang sebagai kehormatan besar bagi Kota Mataram.

Pemkot Mataram Siap Sambut Munas dan Konbes NU 2017

Munas dan Konbes NU 2017 Jadi Sarana Promosi Pariwisata Mataram (Sumber Gambar : Nu Online)
Munas dan Konbes NU 2017 Jadi Sarana Promosi Pariwisata Mataram (Sumber Gambar : Nu Online)

Munas dan Konbes NU 2017 Jadi Sarana Promosi Pariwisata Mataram

Ahyar meminta panitia penyelenggara, organisasi perangkat daerah (OPD) Mataram,  dan masyarakat Mataram untuk mempersiapkan diri menyambut kedatangan tamu-tamu peserta dan para kiai sepuh NU dari seluruh Indonesia, dan juga tamu dari negara-negara sahabat.

"Kita mem-back up berupa dana hibah Rp2 miliar dari Pemerintah Kota Mataram. Alhamdulillah, Mataram dipercaya sebagai tempat Munas dan Konbes NU 2017," ujar Ahyar seusai rapat koordinasi persiapan Munas dan Konbes NU 2017 di Kantor Wali Kota Mataram, Selasa (31/10).

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahyar menilai, pagelaran Munas dan Konbes NU yang baru pertama kali digelar di Mataram akan memberikan dampak yang sangat besar, baik dari segi citra Mataram sebagai destinasi wisata, maupun aspek perekonomian para pelaku wisata di Bumi Seribu Masjid.

Meskipun Kota Mataram sudah berulang kali menggelar event berskala nasional maupun internasional,  Ahyar tetap memegang tiga prinsip utama dalam setiap kegiatan, yakni sukses penyelenggaraan, sukses pencitraan, dan juga sukses ekonomi. Dengan penyelenggaraan Munas dan Konbes NU 2017, Ahyar meyakini citra Mataram sebagai destinasi wisata akan semakin meningkat.

Dari sisi ekonomi, kegiatan Munas dan Konbes NU 2017 juga memiliki peluang besar bagi para pelaku industri wisata, termasuk industri kecil dan menengah untuk menjajakan produk dan hasil kerajinan tangan. Pasalnya, jumlah peserta Munas dan Konbes NU berdasarkan catatan resmi panitia berkisar sebanyak 1.200 peserta. Angka ini belum termasuk para kyai sepuh, tamu undangan, dan partisipan yang ikut memeriahkan Munas dan Konbes NU.

"Tamu banyak kan bawa manfaat bagi masyarakat, karena tamu pasti ingin menikmati kuliner dan bawa oleh-oleh ketika pulang, lalu hotel-hotel juga bisa penuh," lanjut Ahyar. 

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahyar juga meminta Dinas Perdagangan Mataram untuk mendukung bazar dan pasar rakyat di Islamic Center sebagai sarana promosi kuliner, hingga kerajinan tangan khas Mataram, dan juga Lombok.

"Mari kita sambut munas dan konbes NU. Ini adalah tamu-tamu terhormat yang akan datang, seperti para kyai-kyai dari seluruh Indonesia," tambah Ahyar. (Red: Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Aswaja, Ulama, News Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah