Selasa, 20 Juni 2017

Nabi Muhammad Kaya, Tapi Hidup Sederhana

Cilegon, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Wakil Ketua Pengurus Pusat Lembaga Ta’mir Masjid Nahdlatul Ulama (PP LTMNU), H. Mansur Syaerozi mengatakan, ketika mempersunting Siti Khadijah, Nabi Muhammad memberikan mas kawin 100 ekor unta.

Jika diibaratkan sekarang, 100 ekor unta itu seharga 100 mobil sekarang, “Dengan demikian, Nabi Muhammad itu kaya, tapi bergaya hidup sederhana,” katanya pada Rapat Pimpinan Daerah (Rapimda) dalam rangka revitalisasi masjid di Pondok Pesantren Darul Ihsan, Pegantungan Jombang, Kota Cilegon, Sabtu, (20/4).

Nabi Muhammad Kaya, Tapi Hidup Sederhana (Sumber Gambar : Nu Online)
Nabi Muhammad Kaya, Tapi Hidup Sederhana (Sumber Gambar : Nu Online)

Nabi Muhammad Kaya, Tapi Hidup Sederhana

Menurut Mansur, sangat masuk akal Nabi Muhammad kaya karena dia berdagang sejak usia 13 tahun hingga umur 40. Berarti, ia melakukan itu selama 27 tahun. Lebih lama menjadi pedagang daripada menjadi rasul yang hanya 23 tahun.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Mansur menambahkan, tidak mungkin berdagang selama itu, Nabi Muhammad hidup miskin, “Itu satu, kedua, karena Nabi Muhammad dekat dengan Allah. Ia adalah kekasih Allah. Ibaratnya, seseorang yang disukai orang kaya, ia akan terbawa kaya.”

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kemudian, Mansur menambahkan, kalau ditelisik dalam Al-Quran, kita akan menemukan peran harta dalam berjuang. Pertama, “Berjuanglah kamu di jalan Allah dengan hartamu dan dirimu. (At-Taubah: 41)”. Pada ayat lain disebutkan “Dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat. (QS. Al-Baqarah : 43)”

Ini artinya, umat Islam itu cetakannya kaya. Tapi harus hidup sederhana. Kekayaan harus lebih banyak digunakan berjuang untuk kemajuan Islam.

Rapimda bertema "Wujudkan masjid sebagai pusat pemberdayaan umat," tersebut diikuti 150 orang terdiri imam, khotib, dan DKM masjid NU. Kegiatan tersebut terselenggara atas kerja sama PC LTMNU Kota Cilegon dengan PP LTMNU dan PT Sinde Budi Sentosa.

Penulis: Abdullah Alawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Kiai, News, Nahdlatul Ulama Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Minggu, 18 Juni 2017

NU Demak Dorong Introspeksi Diri untuk Memperkuat Organisasi

Demak, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Di dalam berorganisasi yang berkhidmat pada ulama dan umat, NU harus bisa memahami psikologisnya. Ini diperlukan agar bisa mengetahui kelemahan dan kekurangan yang ada dalam diri oraganisasi termasuk persoalan yang terjadi di masyarakat. Hal ini diperlukan agar manajemen bisa berjalan dengan baik yang berimbas semakin kuatnya organisasi sehingga umat bisa merasa nyaman dalam ber NU.

NU Demak Dorong Introspeksi Diri untuk Memperkuat Organisasi (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Demak Dorong Introspeksi Diri untuk Memperkuat Organisasi (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Demak Dorong Introspeksi Diri untuk Memperkuat Organisasi

“Jika kita mengetahui kekurangan kita, apa itu dari sistem dakwah dan komunikasi yang tidak sampai atau sistem pendidikan yang salah, atau yang lain, maka itulah kekuatan NU,” ujar Wakil Ketua PCNU Demak H Afkhan Noor kepada peserta Bahtsul Masail Diniyyah PCNU Demak putaran ke-13 di Pesantren Al Mubarok Temuroso, Kecamatan Guntur, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, Ahad (19/3).

Afkhan berpesan kepada para pengurus yang hadir perlunya peningkatan sistem kekeluargaan dalam berorganisasi untuk memperkuat kondisi dan peka terhadap perkembangan termasuk perkembangan jaringan radikal yang muncul.

“Tolong sistem komunikasi dan kekeluargaan dalam berorganisasi kita jaga, biar kita kuat, solid terutama dalam mengantisipasi gerakan Islam radikal,” pesannya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sementara itu, Rais Syuriyah KH Alawy Masudi sebelum menutup acara dengan doa mengatakan kepekaan di dalam menyikapi permasalahan yang berkembang bermula dari ilmu yang dimiliki. Karena kemauan didalam belajar serta kemauan yang tinggi dalam menjalankan saran yang diberikan oleh ulamal Nahdlatul Ulama sehingga ajaran Aswaja bisa berjalan dengan baik

“Kalau ilmu yang selama ini kita yakini dari guru yang sanadnya jelas dan mau tabayyun dengan para kiai, Insyaallah kita akan selamat,” tuturnya.

Bahtsul Masail tersebut selain dihadiri MWCNU se-Kabupaten Demak, juga hadir Ketua PCNU KH Musadad Syarif beserta jajarannya, Musytasar KH Zainal Arifin Maksum, Ketua DPRD Demak H Nurul Muttaqin, Muspida, Muspika, Banom NU dari tingkat cabang, anak cabang serta ranting NU se-Kecamatan Guntur. (A. ShiddiqSugiarto/Fathoni)

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Tegal, Fragmen Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sabtu, 17 Juni 2017

Warna Hitam, Membalut Pagar Nusa

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Ahad siang di pesantren Al-Hamid, Jakarta Timur. Ratusan orang serba hitam berdatangan. Kopiah hitam. Baju panjang hitam. Celana panjang hitam. Dan sepatu hitam. Mereka para pandekar Pagar Nusa. Pagar NU dan Bangsa!?



Warna Hitam, Membalut Pagar Nusa (Sumber Gambar : Nu Online)
Warna Hitam, Membalut Pagar Nusa (Sumber Gambar : Nu Online)

Warna Hitam, Membalut Pagar Nusa

“Ada sejarahnya kenapa pakaian Pagar Nusa hitam,” kata KH Suharbillah, salah seorang pendiri Pagar Nusa, di pesantren Al-Hamid, Jakarta Timur, Ahad lalu.

Bahwa untuk mengusir Sekutu di Surabaya, Harotusy Syekh KH Hasyim Asy’ari ingin mengundang santrinya yang sukses dalam bidang kanuragan dari Parakan, Kedu.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Rupanya niat Mbah Hasyim mau mengundang, diketahui santri itu. Khawatir keliru, ia datang mendahului. Tapi Mbah Hasyim, meski sudah didatangi, tetap kirim utusan ke sana.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Utusannya para pendekar. Semuanya berpakaian serbahitam. Warna hitam itu dari peristiwa itu,” katanya.

Pakaian hitam juga merupakan warna dasar orang Nusantara. “Kebanyakan berwarna hitam. Mulai dari Aceh, Betawi, Sunda, Ponorogo, Madura dan lain-lain.”

Kemudian Suharbillah memaknai warna hitam. Menurut dia, makna filososfis hitam pada pakaian Pagar Nusa adalah orang yang lurus, tidak nolah-noleh.

“Jadi, orangnya berjalan jujur dan lurus.”

Selain itu, dalam keputusan internasional menetapkan atlet silat harus berpakaian hitam. “Kita selaku pendukung, termasuk sumber silat di dunia, kita sewajarnya ikut berpakaian itu,” pungkasnya.

Penulis: Abdullah Alawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Nasional, Humor Islam, Fragmen Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Pakde Karwo: Perempuan Bagian Penting Pembangun Bangsa

Surabaya, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Gubernur Jawa Timur Soekarwo mengapresiasi Fatayat NU yang melahirkan anak-anak hebat calon pemimpin. Ia bangga kota Surabaya mendapat amanah sebagai tempat kongres perempuan muda NU.

Pakde Karwo: Perempuan Bagian Penting Pembangun Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)
Pakde Karwo: Perempuan Bagian Penting Pembangun Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)

Pakde Karwo: Perempuan Bagian Penting Pembangun Bangsa

Gubernur yang akrab disapa Pakde Karwo mengatakan hal tersebut pada saat didaulat memberikan sambutan selaku tuan rumah pada upacara pembukaan Kongres ke-15 Fatayat di GOR Surabaya, Sabtu (19/9).

"Judul atau tema kongres ini sangat tepat. Ini sesuai dengan prestasi Jawa Timur yang enam kali berturut-turut mendapat juara di bidang gender. Ini merupakan penghormatan kepada perempuan agar lebih berkeadaban," ujar gubernur yang disambut aplaus hadirin.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Pakdhe Karwo, sapaan akrabnya, mewartakan setidaknya ada 836 perempuan di Jatim yang mendapat hibah untuk mengembangkan ekonomi. Program ini untuk meningkatkan kesejahteraan single parent di wilayah Jawa Timur agar hidupnya lebih berkeadaban.

"Nah, lagi-lagi ini sama dengan tema kongres Fatayat hari ini. Kami sepakat bahwa perempuan menjadi bagian penting untuk membangun bangsa ini," tandasnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Bagi dia, perempuan juga memiliki persoalan tentang kematian ibu dan anak. Ini juga patut diperhatikan oleh Fatayat. "Pekerjaan kita makin berat, di saat terjadi reses ekonomi. Jangan sampai defisit. Ini tugas perempuan juga. Bagaimana kita bisa mengerem belanja agar tidak membengkak," ajaknya.

Selain Gubernur Jawa Timur beserta jajarannya, hadir juga dalam upacara pembukaan tersebut senior Fatayat Nyai Hj Mahfudhoh Ali Ubayd, Dr Hj Sri Mulyati Asrori, Hj Fatma Saifullah Yusuf. (Musthofa Asrori/Abdullah Alawi)

Foto: Gubernur Jatim Soekarwo saat berbincang dengan Ketum PBNU KH Said Aqil Siroj dan tokoh perempuan Nursyahbani Katcasungkana di sela Kongres Fatayat, Sabtu (19/9)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Bahtsul Masail, Ubudiyah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Jumat, 16 Juni 2017

MTs Ilmailliyyah Kembangkan Dakwah Dunia Maya

Jepara, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Menyadari kian cepatnya arus informasi yang diterima masyarakat, membuat Madrasah Tsanawiyah Ismaillyyah di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah berbenah. Di antaranya dengan mengembangkan model dakwah lewat dunia maya dengan meluncurkan portal website resmi MTs Ismailiyyah Nalumsari Jepara, yang beralamatkan di www.mtsismailiyyahnalumsari.sch.id. Website ini resmi dilaunching pada Kamis (2/6) lalu.

Kepala MTs Ismailliyyah, Sholeh Al-Jufri mengatakan, peluncuran media dakwah dinilai sangat penting bagi perkembangan madrasah. Sebab, saat ini sudah masuk era informasi dan gempuran infomasi global sudah tidak dapat terbendung lagi.

MTs Ilmailliyyah Kembangkan Dakwah Dunia Maya (Sumber Gambar : Nu Online)
MTs Ilmailliyyah Kembangkan Dakwah Dunia Maya (Sumber Gambar : Nu Online)

MTs Ilmailliyyah Kembangkan Dakwah Dunia Maya

”Melalui media online ini, diharapkan dapat menjadi wadah dan sumber informasi siswa dan masyrakat,” terang Sholeh.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ia menjelaskan, media tersebut juga untuk keaktifan siswa dalam berdakwah dan berkreasi. “Selain itu, siswa bisa menyalurkan kreativitas tulis menulisnya melalui media dan dapat menjadi salah satu referensi informasi bagi mereka,” lanjutnya.

Sholeh mengatakan, selain dapat dimanfaatkan siswa, diharapkan media tersebut juga bermanfaat bagi masyarakat, khususnya bagi wali siswa. Pasalnya dalam media website juga disediakan berbagai infomasi mengenai sekolah, perkembangan siswa dan kegiatan yang digelar.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

”Jadi orang tua atau wali murid juga bisa mengetahui apa kegiatan yang ada di sekolah dan anaknya aktif di mana. Itu nanti bisa dilihat di website,” jelasnya.

Dia menambahkan, adanya media tersebut juga melengkapi program terapan yang selama ini menjadi orientasi pihak madrasah. Sebab selama ini banyak kegiatan yang sifatnya menerapkan ilmu yang diberikan kepada siswa.

”Baik ilmu pengetahuan umum maupun agama seperti ziarah, hafalan ayat? Alquran dan shalat sunah,” katanya.

Selain melalui media internet, dakwah yang dikembangkan oleh MTs Ismailiyyah Nalulmsari Jepara ini juga melalui majalah yang diterbitkan tiap tahun oleh OSIS MTs Ismailiyyah. Majalah yang dibenari nama MAJLIS ini merupakan wahana ekspresi siswa, dimana bakat? jurnalistik yang ada pada siswa siswi MTs Ismailiyyah dapat tersalurkan.? Budaya menulis yang tertanam sejak lama, kini mempunyai wadah yang khusus untuk menuangkan ide-ide kreatif tersebut. (Kharis Teha/Mahbib) ?

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Tokoh, Halaqoh, Nusantara Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

NU Tolak Rencana Pemerintah Ratifikasi FCTC

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menolak rencana Pemerintah meratifikasi Framework Convention of Tobacco Control (FCTC). Berbagai alasan dari kacamata kesehatan, ekonomi, agama, hingga hukum dijadikan dasar atas penolakan tersebut.

 

NU Tolak Rencana Pemerintah Ratifikasi FCTC (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Tolak Rencana Pemerintah Ratifikasi FCTC (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Tolak Rencana Pemerintah Ratifikasi FCTC

Penolakan tersebut merupakan kesimpulan dari diskusi terbuka yang dilaksanakan Lajnah Ta’lif wan Nasyr (LTN) PBNU dengan tema “Kampanye Kondom, Antirokok: Indah, tapi Manipulatif?”, Senin (15/12).

Hadir sebagai pembicara dalam diskusi tersebut adalah Guru Besar Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) Universitas Brawijaya Prof. Dr. Sutiman Bambang Sumitro, Guru Besar Fakultas Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia dr. Syahrizal Syarif, MPH., PhD., Anggota Dewan Tahqiq Badan Halal PBNU KH Arwani Faisal, dan Ketua Lembaga Penyuluhan dan Bantuan Hukum PBNU Andi Najmi Fuaidi sebagai moderator.

 

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Rokok memiliki dampak negatif tentu tidak bisa dipungkiri, tapi itu tidak bisa dijadikan untuk pendekatan yang bersifat individual. Sama halnya dengan daging kambing, tidak boleh untuk orang yang memiliki riwayat berpenyakit hipertensi, yang tidak ya tidak apa-apa,” tegas Sutiman.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

 

Sutiman menambahkan, rokok dan produk turunan tembakau lainnya tidak selamanya mengakibatkan dampak negatif bagi kesehatan. “Ada sejumlah orang yang bermasalah dengan kesehatannya, tapi bisa disembuhkan justru dengan terapi asap rokok, terapi tembakau, dan lain sebagainya. Itu saya sendiri sudah membuktikan, di mana banyak pasien saya yang datang dari luar negeri,” tandasnya.

 

KH Arwani Faisal membenarkan apa yang disampaikan Sutiman. Keputusan Muktamar dan Munas NU menegaskan jika rokok bukanlah produk yang haram untuk dikonsumsi.

“Islam menegaskan, sebuah produk jika masih memiliki manfaat tidak boleh diharamkan. Demikian juga dengan rokok, seperti apa yang sudah disampaikan Pak Sutiman,” kata Arwani.

 

Penolakan atas rencana ratifikasi FCTC juga disampaikan Andi Najmi yang bertindak sebagai moderator dalam diskusi tersebut. Andi yang merupakan praktisi hukum berbicara berdasarkan keilmuan yang dikuasainya.

 

“Satu hal yang harus diperhatikan betul oleh Pemerintah, jika negara kita meratifikasi FCTC, potensi pendapatan dari cukai akan mengalami kemerosotan hingga lima puluh trilyun rupiah. Dan jika itu terjadi, maka potensi hutang negara akan meningkat. Pertanyaannya, apakah anak cucu kita akan terus dibebani hutang negaranya?” papar Andi.

 

Dari kacamata ekonomi, Bendahara Umum PBNU H. Bina Suhendra yang hadir sebagai peserta diskusi mengungkapkan, ratifikasi FCTC harus dicermati dari kemungkinan bermuatan kepentingan politik dagang yang curang.

“Politik dagang ini bukan lagi dugaan, tapi sekarang sudah terjadi. Di pedagang kelontong pinggir jalan sekarang sudah gampang didapatkan rokok impor. Artinya apa? Ratifikasi FCTC berpotensi mematikan industri rokok dalam negeri, dan jika itu terjadi, produk rokok asing akan semakin membanjiri pasar kita,” ujar pria bergelar Doktor lulusan T. H. Darmsatdh, Jerman, tersebut.

 

Sementara di permasalahan kondom, diskusi yang dihadiri oleh sekitar 100 orang tersebut menyimpulkan penegasan atas penolakan kampanye kondom yang sebelumnya sudah disuarakan NU. Kampanye kondom yang dilakukan dengan cara membagi-bagikannya secara gratis ke masyarakat, dinilai tak ubahnya mendorong terjadinya seks bebas.

 

“Hasil penelitian menunjukkan kondom memiliki manfaat jika penggunaannya dilakukan secara benar dan teratur. Artinya begini, jika Anda melakukan hubungan seks dengan penderita HIV & AIDS sebanyak sembilan puluh kali, sekali saja tanpa dilindungi kondom, Anda tidak dijamin terbebas dari kemungkinan tertular,” ungkap Syahrizal.

 

Penolakan atas kampanye kondom, lanjut Syahrizal, juga disampaikan karena selama ini Pemerintah tidak menyertainya dengan petunjuk penggunaan kondom itu sendiri secara benar. “Juga menjadi tugas Pemerintah menerbitkan aturan yang baku bagaimana tata cara menggunakan kondom secara benar,” pungkasnya. (Samsul Hadi/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Tokoh, Khutbah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Muslim dan Biksu Myanmar Kunjungi PBNU

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Satu rombongan yang terdiri dari muslim dan biksu dari Myanmar melakukan kunjungan ke PBNU. Mereka meminta dukungan dalam mengatasi bencana Nargis yang baru melanda negeri tersebut dan upaya demokratisasi di negeri yang kini dipimpin oleh militer.

Anggota rombongan diantaranya Muhammad Taher, muslim dari Rangoon University yang sudah meninggalkan negera tersebut sejak tahun 1982 dengan alasan agama dan saat ini menjabat direktur eksekutif Kaladan News Agency di Bangladesh.

Muslim dan Biksu Myanmar Kunjungi PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Muslim dan Biksu Myanmar Kunjungi PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Muslim dan Biksu Myanmar Kunjungi PBNU

Selain itu adalah Soe Aung, juru bicara The National Council of the Union of Burma (NCUB) yang merupakan organisasi paying terbesar untuk kaum pro-demokrasi dan Roshan Johan, direktur eksekutif Asean Inter-Parliamentary Mymar Caucus (AIPMC)

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Muhammad Taher menjelaskan muslim di Myamar yang jumlahnya sekitar 4 persen atau 800 ribu jiwa dari total penduduk ini mengalami banyak hambatan dalam menjalani kehidupan dan beribadah.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Beberapa hambatan yang dialami pemeluk agama minoritas adalah pelarangan membangun masjid untuk tempat ibadah, pelarangan pendirian ormas agama sehingga tidak memungkinkan membeli asset bagi organisasi, pelarangan peringatan hari besar Islam, termasuk Idul Adha, pembatasan Qur’an, pembatasan haji dan hal lainnya yang mengurangi kebebasan untuk menjalankan ibadah.

Mengenai badai Nargis yang melanda negeri itu tiga pekan lalu, anggota rombongan memperkirakan sekitar 200 ribu jiwa tewas dan 2 juta lainnya merana. Saat ini para pengungsi mengalami kekurangan makan, air bersih, obat-obatan dan tempat yang layak. Dalam kondisi seperti ini, pemerintah Burma masih membatasi bantuan yang datang dari luar negeri sehingga para korban semakin menderita.

Atas berbagai persoalan tersebut, KH Hasyim Muzadi menyatakan siap memberikan bantuan yang diperlukan. Dalam hal ini, PBNU akan memberikan dukungan, salah satunya dengan menyampaikan pada Sekjen Asean Surin Pitsuwan yang akan berkunjung ke PBNU dalam waktu dekat.

Ia menuturkan, perjuangan untuk mencapai kebebasan memerlukan waktu dan tahapan yang panjang. “Indonesia sendiri membutuhkan waktu lebih dari 60 tahun untuk menjadi negera yang demokratis,” katanya.

Selain, itu beberapa ulama Mymar akan diundang untuk mengikuti International Conference of Islamic Scholars (ICIS) ke-3 yang akan diselenggarakan pada akhir Juli mendatang. (mkf)Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Nasional, Quote, Sunnah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah