Kamis, 08 Desember 2016

PBNU Gembira Teroris Tertangkap

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) gembira dengan tertangkapnya beberapa tokoh dan anggota jaringan teroris yang sering menggunakan simbol-simbol Islam dalam berbagai aksi mereka.

Ketua PBNU KH Said Aqil Siradj mengingatkan kembali perlunya menggiatkan upaya pemberian pemahaman keislaman yang benar, terutama pada generasi muda, agar tidak mudah tergelincir dan bergabung dengan kelompok yang memahami Islam secara sempit.

”Kita adalah ummatan wasatan, laitakûna syuhadâ’a alannâs. Artinya bukan hanya berakidah melainkan juga sehat sejahtera, berilmu, berahlaq, berkebudayaan, pinter cerdas dan canggih,” katanya di Jakarta, Sabtu (16/6).

PBNU Gembira Teroris Tertangkap (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Gembira Teroris Tertangkap (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Gembira Teroris Tertangkap

Pemahaman penting yang perlu diluruskan, kata Kang Said (panggilan akrab KH Said Aqil Siradj) adalah mengenai anjuran jihad yang diartikan sebagai pengrusakan dan pembunuhan terhadap manusia lain.

”Jihad yang penting adalah daf’u dhororin ma’shûmin, memberi keamanan kepada orang baik-baik. Kata "ma’sûmin" itu bukan bandar narkoba, bukan preman, bukan pengedar senjata terlarang tidak suka mabuk-mabukan, bukan penjahat, bukan perampok, walhasil orang baik-baik lah! Ini harus dijaga, baik mereka muslim atau bukan.

Nahdlatul Ulama, kata Kang Said, tidak pernah radikal kecuali pada Resolusi Jihad untuk menghadapi NICA yang ingin kembali menjajah Indonesia pascakemerdekaan 17 Agustus 1945. Waktu itu Hadratus Syeikh Hasyim Asy’ary menyerukan Resolusi Jihad kepada warga NU untuk mengusir secara paksa para penjajah ke negeri asal mereka.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

”Kita justru harus melindungi orang-orang China, orang-orang Kristen, jangan sampai mererka hidup di tengah-tengah mayoritas muslim tetapi selalu diliputi ketakutan, maka berdosa lah kita,” kata Kang Said.

”Yang dilarang oleh Allah adalah kita membantu orang-orang muslim yang nyata-nyata mefasilitasi untuk menyerang orang-orang muslim sendiri. Contoh konkritnya adalah Saudi Arabia, Bahrain, Kuwait Qatar mempersiapkan lapangan terbang beserta segala fasilitas mereka untuk tentara Amerika yang jelas-jelas akan membunuh dan memerangi Iraq,” tambahnya.(nam)



Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Quote, Sholawat Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Rabu, 07 Desember 2016

PCNU Pekalongan: Tanpa Mondok, Seseorang Bisa Disebut Santri

Pekalongan, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah - Rais Syuriyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Pekalongan KH Zaenuri Zainal Mustofa mengatakan, yang disebut santri selain dirinya pernah menimba ilmu di pesantren atau mondok di pesantren, juga meskipun tidak pernah mondok akan tetapi mengamalkan ajaran-ajaran agama dalam kehidupan sehari-hari bisa juga disebut santri.

Selama ini masih sering terjadi salah kaprah dengan istilah santri yang selalu diidentikkan dengan pondok pesantren, ini tidak salah. Tetapi yang tidak pernah mondokpun dan mendalami ilmu agama dan mengamalkan dalam kehidupan sehari hari mereka juga bagian dari santri.

PCNU Pekalongan: Tanpa Mondok, Seseorang Bisa Disebut Santri (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Pekalongan: Tanpa Mondok, Seseorang Bisa Disebut Santri (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Pekalongan: Tanpa Mondok, Seseorang Bisa Disebut Santri

Hal tersebut disampaikan KH Zaenuri di hadapan ribuan pengunjung yang hadir pada Peringatan Hari Santri Nasional tingkat Kota Pekalongan yang dihelat di Lapangan Mataram, Jumat (27/8) malam.

Pelaksana Tugas (Plt) Walikota Pekalongan HM Saelany Mahfudz berpesan kepada santri agar para santri terus belajar menuntut ilmu dan momentum hari santri adalah upaya menunjukkan jati diri santri yang bisa mandiri.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Hari Santri Nasional dengan mengusung tema Meneguhkan Peran Santri dalam Bela Negara, Menjaga Pancasila, dan NKRI, sejak ditetapkan sebagai hari nasional pada 2015 lalu melalui Keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 2015, peringatan hari santri dimanfaatkan oleh seluruh warga NU dan rakyat secara umum untuk mengenang dan meneladani perjuangan para ulama dan santri.

Pengakuan negara ini menurut Saelany yang juga mengelola pondok pesantren menunjukkan bahwa perjuangan kalangan pesantren dan rakyat Indonesia melalui fatwa Resolusi Jihad KH Hasyim Asy’ari pada 22 Oktober 1945 berhasil mengusir penjajah.

Kegiatan peringatan hari santri di Kota Pekalongan selain menggelar istighotsah dan pentas seni bareng Ki Ageng Ganjur, juga pihak panitia akan menggelar seminar nasional dan kirab merah putih Sabtu (22/10) di Gedung PPIP Kota Pekalongan.

Tampak hadir dalam peringatan hari santri, selain plt Walikota Pekalongan, Ketua DPRD, Kapolres Pekalongan Kota, jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompimda), jajaran Pengurus PCNU, MWCNU dan ranting NU se-Kota Pekalongan, badan otonom NU, para habaib dan ratusan undangan SKPD di lingkungan Pemkot Pekalongan. (Abdul Muiz/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Sejarah, Meme Islam Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Selasa, 06 Desember 2016

Puasa untuk Para Pekerja Berat

Ibadah puasa tidak dimaksudkan untuk menghalangi aktivitas harian terlebih lagi aktivitas mencari nafkah dalam memenuhi kebutuhan hidup. Pasalnya, kegiatan dalam rangka memenuhi kebutuhan dapur tidak kalah wajibnya dengan puasa Ramadhan.

Namun ketika bulan Ramadhan tiba, kondisi orang dalam keadaan beragam. Ada di antara mereka yang sehat dan segar bugar, juga muda. Ada lagi yang sudah renta, ada yang terbaring sakit, ada lagi yang dalam perjalanan, juga mereka yang pekerjaannya membutuhkan tenaga ekstra.

Puasa untuk Para Pekerja Berat (Sumber Gambar : Nu Online)
Puasa untuk Para Pekerja Berat (Sumber Gambar : Nu Online)

Puasa untuk Para Pekerja Berat

Perihal orang yang kesehariannya bekerja agak berat, Syekh Said Muhammad Ba’asyin dalam Busyrol Karim mengatakan,

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ketika memasuki Ramadhan, pekerja berat seperti buruh tani yang membantu penggarap saat panen dan pekerja berat lainnya, wajib memasang niat puasa di malam hari. Kalau kemudian di siang hari menemukan kesulitan dalam puasanya, ia boleh berbuka. Tetapi kalau ia merasa kuat, maka ia boleh tidak membatalkannya.

Tiada perbedaan antara buruh, orang kaya, atau sekadar pekerja berat yang bersifat relawan. Jika mereka? menemukan orang lain untuk menggantikan posisinya bekerja, lalu pekerjaan itu bisa dilakukannya pada malam hari, itu baik seperti dikatakan Syekh Syarqawi. Mereka boleh membatalkan puasa ketika pertama mereka tidak mungkin melakukan aktivitas pekerjaannya pada malam hari, kedua ketika pendapatannya untuk memenuhi kebutuhannya atau pendapatan bos yang mendanainya berbuka, terhenti.

Mereka ini bahkan diharuskan untuk membatalkan puasanya ketika di tengah puasa menemukan kesulitan tetapi tentu didasarkan pada dharurat. Namun bagi mereka yang memenuhi ketentuan untuk membatalkan puasa, tetapi melanjutkan puasanya, maka puasanya tetap sah karena keharamannya terletak di luar masalah itu. Tetapi kalau hanya sekadar sedikit pusing atau sakit ringan yang tidak mengkhawatirkan, maka tidak ada pengaruhnya dalam hukum ini.

Dengan kata lain, bagaimanapun wajibnya mencari nafkah, kewajiban puasa Ramadhan perlu dihargai. Dalam artian, kita tetap memasang niat puasa di malam hari. Kalau memang di siang hari puasa terasa berat, kita yang berprofesi sebagai pekerja berat dibolehkan membatalkannya. Uraian ulama tersebut menunjukkan betapa mulianya ibadah puasa Ramadhan kendati mereka yang udzur tetap mendapat keringanan untuk berbuka puasa. Wallahu a’lam. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah RMI NU, Syariah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Problematika Pelaksanaan Ibadah Haji, Jangan Surutkan Niat ke Tanah Suci

Pringsewu, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah - Ibadah haji merupakan Ibadah yang membutuhkan perbekalan dan kesabaran lebih dari ibadah-ibadah lainnya. Banyak ujian akan dihadapi oleh jamaah yang akan melaksanakan rukun Islam kelima ini mulai dari proses pendaftaran, pelaksanaan sampai dengan kembali ke tanah air.

Pengasuh Pesantren Al-Muawanah Fajaresuk Pringsewu KH Tamrin Mahera mengharapkan bahwa hal ini hendaknya tidak mengurangi niatan dan cita-cita dalam melaksanakan ibadah haji ke tanah suci.

Problematika Pelaksanaan Ibadah Haji, Jangan Surutkan Niat ke Tanah Suci (Sumber Gambar : Nu Online)
Problematika Pelaksanaan Ibadah Haji, Jangan Surutkan Niat ke Tanah Suci (Sumber Gambar : Nu Online)

Problematika Pelaksanaan Ibadah Haji, Jangan Surutkan Niat ke Tanah Suci

"Jangan khawatir jika harus menunggu antrean, dana harus dititipkan di bank untuk waktu lama dan susahnya pengurusan dokumentasi karena melakukan ibadah itu akan mendatangkan rezeki," lanjut Kiai Tamrin saat menjadi pemateri Ngaji Ahad Pagi (Jihad Pagi) di Gedung NU Pringsewu, Ahad (11/9).

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ia menegaskan bahwa sesulit apapun dalam melaksanakan ibadah, jika yang melakukan mengetahui manfaatnya maka kesabaran akan muncul secara otomatis.

Dalam Jihad Pagi yang dimoderatori langsung oleh Mustasyar PCNU KH Sujadi ini, Kiai Tamrin juga menjelaskan dengan detil tentang proses perjalanan ibadah haji khususnya untuk jamaah dari Indonesia.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Ada tiga jenis haji yang bisa dilaksanakan yaitu Haji Tamatu, Haji Ifrad dan Haji Qiran. Tapi untuk sekarang Pemerintah Indonesia mengarahkan jamaah untuk melaksanakan Haji Tamatu," katanya.

Dalam Haji Tamatu, para Jamaah Haji Indonesia mengerjakan ibadah umroh terlebih dahulu setelah itu baru melaksanakan ibadah haji. "Kalau Haji Ifrod, jamaah melaksanakan haji dulu baru melaksanakan umrah. Kalau Haji Qiran, jamaah melakukan ibadah umrah dan haji secara bersamaan," jelasnya.

Kiai Sujadi menambahkan bahwa selain perjuangan yang berat dalam melakukan perjalanan haji, para jamaah juga akan menemui berbagai manfaat serta ilmu dalam ibadah tahunan ini. Hal ini telah disebutkan dan dijelaskan dalam Al-Quran Surat Al-Hajj ayat 28 sebagai penjelasan hikmah dan dasar dalam ibadah haji.

Di akhir acara, Kiai Sujadi memimpin doa melalui Surat Al-Fatihah yang khusus diperuntukkan bagi jamaah haji di Tanah Suci Mekkah. "Semoga 400 lebih jamaah Kabupaten Pringsewu yang berhaji pada tahun ini diberikan kesehatan dan seluruhnya akan dapat kembali ke tanah air dengan selamat," pungkasnya. (Muhammad Faizin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Halaqoh, Pesantren, Olahraga Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Senin, 05 Desember 2016

Pilih Nahkoda Baru, GP Ansor Kupang Gelar Konfercab Ke-3

Kupang, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Konferensi Cabang Ke-3 GP Ansor Kota Kupang Nusa Tenggara Timur (NTT) yang berlangsung di Aula Gedung Islamic Centre NTT di Jalan Ir Soeharto Kelurahan Fontein Kecamatan Kota Lama Kota Kupang, Ahad (30/8) dihadiri seluruh PAC se-kecamatan Kota Kupang.

Pimpinan Cabang NU Kota Kupang, Ir H Syahrul Nurawi dalam sambutan pembukaan Konfercab ini menegaskan, nanti ketua terpilih periode 2015-2020 harus memiliki jiwa yang benar-benar rela berkorban terhadap organisasi. Jangan hanya besar nama sebagai ketua Cabang tetapi tidak mau berkorban terhadap organisasi.?

Pilih Nahkoda Baru, GP Ansor Kupang Gelar Konfercab Ke-3 (Sumber Gambar : Nu Online)
Pilih Nahkoda Baru, GP Ansor Kupang Gelar Konfercab Ke-3 (Sumber Gambar : Nu Online)

Pilih Nahkoda Baru, GP Ansor Kupang Gelar Konfercab Ke-3

Dikatakan Nurawi, selain mampu menjalankan organisasi, Ketua juga harus rela jiwa dan raga ? demi organisasi dan mengoptimalkan seluruh kekuatan untuk membangun GP Ansor Kota Kupang ke depan yang lebih baik.?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Wakil Ketua PW GP Ansor NTT Taufik Arman Pua Upa, dalam sambutan memawakili Ketua PW Ansor NTT mengharapkan pelaksanaan konfercab PC Ansor kota Kupang sesuai dengan PO Organisasi.?

Sesuai kesepakatan rapat pengurus harian wilayah PW GP Ansor NTT telah menatapkan Konfercab melalui Karateker dibagi tiga Zona I meliputi PC ? Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Kab TTS, Kab TTU dan Kabupaten Belu Wilayah Perbatasan dengan Negara Tetangga Timor Leste. Zona II Flores se-Daratan Flores dan Zona III Pulau Sumba, Rote Sabu dan Alor.?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Taufik berharap, ketua Terpilih benar-benar latar belakang keluarga NU mulai dari nenek Moyang, Orang dan dia hari ini benar memahami aswaja agar ke depan di tubuh Ansor tidak ada paham-paham lain.

Karateker Kota Kupang, Abdul Syukur menjelaskan Konfercab Ansor Kota Kupang dihadiri PAC Kec Kelapa Lima, PAC Kec Kota Lama, PAC Kec Oebobo, PAC Kecamatan Alak, PAC Kecamatan Maulafa dan PAC Kecamatan Kota Raja. Semua PAC hadir sesuai undangan Konfercab. (Ajhar Jowe/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Meme Islam, Sholawat, Lomba Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Minggu, 04 Desember 2016

Madrasah di Padangpariaman ini Bangun Rumah Siswa yang Tak Layak Huni

Bangunannya terletak di pinggir jalan lintas Sumatera, jalur lalu lintas Padang Bukittinggi. Persisnya di Korong Batang Tapakih, Nagari Sintuak Tobohgadang Kabupaten Padangpariaman, Propinsi Sumatera Barat. Sekolah ini terkenal dengan nama Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Lubuk Alung, kecamatan tetangga dari Sintuak Tobohgadang. Sebelumnya, Kecamatan Sintuak Tobohgadang merupakan bagian dari Kecamatan Lubuk Alung. Di bagian atap sekolah ini pun tertulis huruf besar MAN LUBUK ALUNG.

Seperti sekolah MAN lainnya, sekolah ini juga menyelenggarakan berbagai kegiatan ekstrakurikuler. Diantaranya kegiatan pramuka yang wajib diikuti siswa kelas X yang dibina oleh Ade Erwin, S.Pd. Setiap Selasa Hafiz Al-Quran melalui pondok Hafiz yang diasuh guru Abdul Malik S.Pd.I, Qirat dibimbing Drs. Bukari Masnur, dan tajwid setiap hari.

"Beberapa kegiatan lomba yang diikuti, sempat meraih juara. Seperti juara I Pramuka Lomba PBB antara SMA/SMK/MA yang diikuti 34 sekolah di Padangpariaman tahun 2014. Juara I Lomba Fisika se-Kabupaten Padangpariaman yang diselenggarkaan STIKIP YDB Lubuk Alung tahun 2015. Juara II Lomba Biologi yang diselenggarakan STIKIP PGRI tahun 2015 di Padang. Tahun 2015 ini, sebanyak 6 orang siswa MAN Lubuk Alung lolos jadi pasukan Paskibraka di Kabupaten Padangpariaman. Sedangkan di tingkat Propinsi Sumatera Barat, lolos satu siswa, yakni Abdi Wijasaksana kelas XI," tutur Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan Ali Nurdin, S.Ag, MM kepada Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah di ruang kerjanya, Senin (21/9/2015).

Madrasah di Padangpariaman ini Bangun Rumah Siswa yang Tak Layak Huni (Sumber Gambar : Nu Online)
Madrasah di Padangpariaman ini Bangun Rumah Siswa yang Tak Layak Huni (Sumber Gambar : Nu Online)

Madrasah di Padangpariaman ini Bangun Rumah Siswa yang Tak Layak Huni

Kepala Sekolah MAN Lubuk Alung Drs. H.Akhri Meinhardi, MM ternyata tidak hanya menumbuhkan prestasi siswa secara akademik dan bidang perlombaan. Justru yang tidak kalah pentingnya adalah menumbuhkan kepedulian antar siswa yang mengalami kesulitan ekonomi di tengah keluarganya, namun memiliki semangat? belajar. Contoh konkrit, ada dua siswa yang mengalami kesulitan datang dan pulang dari sekolahnya. Seperti yang dialami Raki Paraski siswa kelas XI, dimana pergi ke sekolah jalan kaki sepanjang kurang lebih 5 kilometer. Kondisi yang tidak jauh berbeda juga dialami Ilma Rita siswi kelas X. Keduanya, masing-masing diberikan bantuan sepeda federal untuk Raki Paraski dan sepeda mini sanki untuk siswi Ilma Rita. Dengan sepeda tersebut, keduanya tidak perlu jalan kaki.

Suatu hari, seorang siswa MAN yang bertempat tinggal di Nagari Pungguangkasiak meninggal dunia. Tentu saja pimpinan, guru dan teman-teman siswa yang meninggal datang melayat. Seluruh proses penyelenggaraan jenazah siswa itu dilaksanakan oleh siswa MAN. Mulai dari memandikan, mengapani, menshalatkan hingga ke pemakaman. Di sela-sela proses penyelenggaraan jenazah tersebut, Kepsek MAN Akhri menugaskan Ketua OSIS MAN Lubuk Alung Agung Irawan mendatangi rumah Muhammad Iqbal Abdilah. Rumahnya memang tidak jauh dari lokasi pemakaman. Selama ini Akhri mendapatkan informasi kondisi memprihatinkan keluarga Iqbal, siswa MAN kelas XI-PK.

Agung pun mengajak sekretarisnya Septia Intan Nurjanah mendatangi rumah Iqbal. Sampai di depan rumah Iqbal, keduanya sangat kaget dan penuh haru menyaksikan kondisi rumah teman sesama sekolahnya. Rumah itu tidak bisa dikatakan rumah, tapi layaknya kandang ternak peliharaan. Luasnya sekitar 4 x 6 meter persegi. Beratap rumbia, dindingnya terbuat dari bambu, tidak memiliki kamar, berlantaikan tanah. Saat hujan, mereka pun terpaksa bergantian tidur karena air masuk ke dalam. Rumah itu dihuni tujuh orang. Ayah, ibu dan lima anak. Masing-masing M.Iqbal, Hisam Ababil (siswa MTsN Sintuak), Fauziah Fisabillah Azmi (Siswa MTs Muhammadiyah Lubuk Alung), Ibrahim Arsyad (kelas 3 SD) dan Arsil Arsy (kelas 1 SD). Sedangkan dua kakak Iqbal, Risma Nizar Zamiati sudah berkeluarga dan M. Fahrizal Syamsuri merantau di Bogor.

"Saya sempat meneteskan air mata saat mengetahui kondisinya. Saya dari keluarga yang miskin, ayah pengangguran, ibu petani, ternyata masih ada lagi teman yang hidupnya jauh lebih melarat dibanding saya," tutur Intan kepada Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah? Senin (21/9/2015) di sekolahnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Pulang dari pemakaman, besoknya Kepsek Akhri mengumpulkan majelis guru dan karyawan MAN membicarakan apa yang harus dilakukan dengan kondisi rumah siswanya, Iqbal. Hasil rapat sepakat membedah rumah yang sangat tak layak huni itu.

Kepada Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah, Iqbal bercerita ayahnya Zamzami bekerja sebagai pedagang barang mudo (buah-buah) yang dikumpulkan dari petani sekitar kampung. Sedangkan ibunya Siti Rusminah menerima upah cucian pakaian.

Meski hidup dengan prihatin, Iqbal bisa hafal 1 juz ayat-ayat Al-Quran. Dari kemampuan hafalan itu, sejak setahun lalu mengajar mengaji di sekitar tempat tinggalnya. Saat kelas III di Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) Sintuak, Iqbal meraih juara III. Namun kondisi rumah yang tidak nyaman, prestasi belajarnya anjlok di MAN. Bahkan tinggal di kelas 1. "Bayangkan, saat mau sekolah, saya harus melangkahi ayah yang tengah tidur. Seringkali ayah marah-marah dilangkahi. Bagaimana tidak melangkahi, semua peralatan sekolah, pakaian dan tidur hanya menempati satu ruangan," kenang Iqbal kelahiran Bogor, 31 Mei 1996.

Sejak itulah Iqbal mengaku selalu berdoa, "Ya Allah, keluarkan keluargaku dari kondisi yang memprihatinkan ini. Berilah tempat yang layak untuk keluargaku ini ya Allah," begitulah rintihan doanya pada Sang Khalik. Walaupun ada satu dua orang yang datang ke rumahnya ingin membantu, diambil fotonya, katanya bisa membantu mencari bantuan ke pusat (Jakarta) kepada orang penting. Tapi hasilnya tak pernah jadi kenyataan. Hanya mimpi.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Doa Iqbal yang bercita-cita jadi dosen ini akhir mulai melihat titik terang. Kepala Kantor Kementerian Agama Propinsi Sumatera Barat Drs. Salman MM langsung melakukan? peletakan batu pertama pembangunan rumah Iqbal pada 3 September 2015 lalu. Bangunan berpondasi batu beton berukuran 6 x 10 meter, tiga kamar, wc dan dapur. Spontan pula Salman memberikan bantuan tunai Rp 2 juta kepada ibu Iqbal. "Hingga kini sudah terkumpul uang sebesar Rp 38 juta yang berasal dari keluarga besar MAN Rp 25 juta, alumni MAN Rp 3 juta, Baznas Kabupaten Padangpariaman Rp 10 juta. Dana yang dibutuhkan hingga selesai bisa dihuni mencapai Rp 100 juta. Untuk itu kami mengajak donatur bisa menyalurkan bantuannya melalui rekening bank Mandiri Lubuk Alung nomor 111-000-754091-3 a.n. Ali Nurdin/Nelhasrati dengan nomor kontak 081267261575," kata Ali Nurdin.

Menurut Ali Nurdin, sumbangan dari MAN berasal dari guru melalui badoncek (menyumbang) dari Rp 300.000 hingga 1 juta. Sedangkan siswa per kelas dengan membelikan bahan bangunan yang dibutuhkan. Misal ada kelas yang menyumbang pasir, semen, triplek, seng dan batu air. Sesuai dengan kesepakatan kelas. Pada peletakan batu pertama, siswa MAN bergotongroyong bersama. Saat pengerasan lantai, nanti juga akan digoro dengan siswa. Penanggungjawab pembangunan rumah tersebut langsung kepala sekolah bersama Ketua Komite Tuanku Syamsuar S.Pd.I.

Ali Nurdin mengakui, Iqbal sering kelihatan termenung dan mengalami kesulitan konsentrasi saat belajar, seperti mengalami depresi. Sehingga seringkali pula bila kondisinya tidak mengizinkan belajar, dibiarkan pulang. Boleh jadi apa yang belum pantas dilihatnya di tengah rumah malam hari menjadi pemikiran berat sehingga mengganggu konsentrasi belajar.

Ketua OSIS Agung Irawan pulang dari menyaksikan rumah Iqbal langsung mengadakan rapat pengurus OSIS. Pemikiran untuk turut membantu beban Iqbal dapat dukungan semua pengurus. Makanya seluruh pengurus OSIS bekerja saat peletakan batu pertama. Setidaknya 90 persen siswa MAN Lubuk Alung sudah mengunjungi rumah Iqbal sebagai bentuk solidaritas.

Berbeda dengan Sekretaris OSIS Intan, saat peletakan batu pertama dalam dirinya terucap ternyata keluarga itu tidak hanya keluarga kandung, di rumah. Masih ada keluarga lagi, yakni rasa keluarga yang ditumbuhkan sekolah. Hari itu, keluarga kami yang tidak punya rumah yang layak, dibuatkan rumah oleh keluarganya bersama-sama. "Inilah bentuk syukur saya sekolah di madrasah ini. Belum tentu di sekolah lain akan saya temui bagaimana menumbuhkan rasa "keluarga" sesama siswa ini. Terutama jika sekolah SMA. Di madrasah ini nilai-nilai Islam yang memiliki rasa sosial, bersyukur dan selalu berbuat kebaikan sesama selalu ditumbuhkan. Antar guru pun terlihat ada kepedulian sehingga kami juga termotivasi," tambah Intan alumni SMPN 2 X 11 Enam Lingkung ini. (Armaidi Tanjung)

Foto: Foto bersama Kepala Kantor Kementerian Agama Propinsi Sumatera Barat Drs. Salman, MM usai peletakan batu pertama pembangunan rumah Iqbal, 3 September 2015

?

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Hikmah, IMNU, Anti Hoax Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Belajar Adil kepada Gus Dur

Oleh ? Muhammad Faishol



Gus Dur adalah salah satu tokoh pencetus perubahan di Indonesia. Selain dikenal sebagai mantan Presiden ke-4 RI, suami Sinta Nuriya Dewi ini juga sering disebut sebagai bapak pluralisme. Konsistensinya berjuang demi kemanusiaan seringkali membuat banyak orang ‘geleng-geleng’ kepala. Pasalnya, banyak sekali sepak terjangnya di anggap sebagai sesuatu yang kontroversial.?

Namun, tahukan Anda jika dibalik sikap tersebut Gus Dur ? memiliki prinsip yang dipegang betul olehnya, Ya, prinsip tersebut adalah Jangan sampai ketidaksukaanmu terhadap seseorang membuat dirimu berlaku tidak adil terhadapnya. Tentu, ‘adil’ ini sangat mudah untuk di ucapkan, digembor-gemborkan, bahkan sebagai salah satu tema dakwah sebagaimana sekarang banyak ‘dai-dai online’ mensyiarkan adil di berbagai media sosial. Seperti, instagram, facebook, twitter dan masih banyak lainnya. Dengan dibumbui kata-kata sastra yang manis lengkap dengan ‘micin’ penggurih sehingga kata adil ‘laku’ keras sebagai salah satu ‘jualannya’. Namun pertanyaannya, mampu kah kita konsisten terhadap apa yang sering kita ucapkan? Atau kata adil hanya sekedar abang-abang lambe?

Belajar Adil kepada Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)
Belajar Adil kepada Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)

Belajar Adil kepada Gus Dur

Gus Dur benar-benar memberikan keteladanan ‘adil’ pada kita dengan perbuatan. Seperti kasus PKI misalnya. Semua orang tahu bahwa menjadi korban tentu menjadi sesuatu yang pahit, warga Nahdlatul Ulama yang saat itu menjadi korban atau bahkan menurut perspektif lain bisa jadi pelaku. Tetapi terlepas perdebatan NU jadi pelaku atau korban, harus diakui memang NU juga pernah ‘membalas’ semua perlakuan tidak berkemanusiaan tersebut.?

Tetapi terhadap sesuatu yang dianggap ‘musuh’ apakah kita masih bisa berbuat adil. Dalam acara Secangkir Kopi Bersama Gus Dur yang disiarkan langsung oleh TVRI, Selasa 15 Maret 2000 silam, Gus Dur secara terbuka meminta maaf dan mengusulkan pencabutan TAP MPRS XXV/1966. Ditemani Franz Magnis Suseno, Noorca, dan Effendy Choirie, Gus Dur menjelaskan latar belakang kenapa Peristiwa 65 perlu dibuka.

Menurut Koordinator Jaringan Islam Anti Diskriminasi (JIAD) Aan Anshori saat menjadi pemateri di forum gubuktulis bertajuk Peristiwa 65, Belajar dari Gus Dur, pihaknya mengungkapkan setelah secara terbuka Gus Dur meminta maaf dan usulannya untuk mencabut TAP MPRS XXV/1966 di TVRI, atmosfir politik memanas. Penolakan datang dari berbagai elemen masyarakat. MUI bereaksi keras mengecam. Ketua Umum PBNU, Hasyim Muzadi, tidak sepakat dengan ide Gus Dur. Kecaman juga datang dari hampir seluruh kekuatan politik di Senayan. Pramoedya, kawannya yang juga Korban 65 pun tak kalah sinis atas pemaafan itu. Dia mengritik pedas Gus Dur.?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Namun, apa yang dilakukan Gus Dur? Seperti biasa, Gus Dur malah ‘cuek bebek’. Bahkan, cucu dari Hadratussyeikh KH Hasyim Asy’ari ini malah menepati janjinya, mengunjungi rumah Pram di kawasan Utan Kayu. Gus Dur yang ditemani Inayah putri bungsunya, ditemui Pram dan Maemunah, istrinya. Sikap ksatria dari pesantren, tidak antikritik, membalas orang yang mencibirnya dengan silaturrahim. Ingat loh ya, tahun 2000 itu Gus Dur masih jadi presiden. Jadi pada saat itu, seorang presiden datang ke rumah masyarakat yang sudah mencibirnya habis-habisan. Tentu tidak ada ‘deal-deal’ tertentu, sebagaimana seseorang bertandang ke rumahnya pemimpin partai politik.

Itu lah kenapa penulis bahkan banyak orang meyakini bahwa Gus Dur tidak pernah mengurangi sikap konsistennya dalam keadaan apapun, dia tidak hanya pandai dalam beretorika, tetapi mampu menyelaraskan antara laku dan pikiran. Motivasi Gus Dur sangat jelas; keadilan dan kemanusiaan. Hal ini tentu sebagai salah satu bentuk solidaritas terhadap nasib korban, yang sampai sekarang masih mengalami tekanan-tekanan dan kehilangan segala-galanya. Selain juga ada tujuan lain misalnya, mendinginkan suasana, yang implikasinya agar anak-anak muda NU dan PKI di masa-masa selanjutnya, merasa tidak punya dendam sehingga tidak ada lagi konflik yang berkepanjangan.?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Cerita lain adalah, karena sikap kritisnya dan sering berlawanan kepada rezim Orde Baru, tidak bisa dipungkiri Gus Dur adalah salah satu ‘target’ Soeharto pada saat itu.

Muktamar ke-29 NU yang digelar pada 1-5 Desember 1994 di Cipasung, Tasikmalaya, Jawa Barat bisa dibilang muktamar paling menegangkan dan terpanas dalam sejarah NU. Mengapa? Pada saat itu, NU dan sosok Gus Dur dengan segala keberaniannya ‘melawan’ pemerintah, dipandang oleh Soeharto sebagai ancaman yang paling membahayakan. Tak pelak, hal ini membuat Soeharto dengan kekuasaannya, ingin memutus kewenangan Gus Dur di PBNU yang sejak tahun 1984 dipimpinnya. Salah satu cara yang ditempuh Soeharto adalah menumbangkan Gus Dur di Muktamar Cipasung. Presiden Soeharto melakukan berbagai intervensi dengan mendukung secara penuh salah satu calon Ketua Umum PBNU untuk melawan Gus Dur sebagai incumbent. Apa skenario yang dijalankan pada saat itu?

Ya, Soeharto memunculkan penantang dari internal NU sendiri yang pastinya anti-Gus Dur yakni Abu Hasan. Bahkan sang paman Gus Dur, KH Yusuf Hasyim, juga ikut terbawa menentang keponakannya itu. Oposisi Gus Dur inilah yang melakukan sejumlah agitasi dengan slogan ABG (Asal Jangan Gus Dur). Mereka mengemukakan kritik ‘pedas’ terhadap Gus Dur, yakni manajemen NU di bawah kepemimpinan Gus Dur dinilai lemah dan otokratik. Bahkan, menurut mereka, langkah Gus Dur ‘berseberangan’ dengan pemerintah dianggap bukan hanya menyimpang dari khittah NU, tetapi juga bertentangan dengan kepentingan NU sendiri. Itulah berbagai isu yang mereka buat untuk mengambil hati muktamirin.

Gelaran muktamar itu juga terkungkung penjagaan militer, terlebih Presiden Soeharto sendiri, Panglima TNI Jenderal Faisal Tandjung, serta para menteri rezim Orde Baru turut hadir di forum tersebut. Tidak hanya personel militer dan sejumlah intel yang menyebar di seantero lokasi muktamar, kendaraan lapis baja juga ikut mengelilingi arena Muktamar Cipasung. Meskipun intervensi begitu kuat, namun Gus Dur akhirnya tetap memenangkan ‘pertarungan’. Beberapa tahun setelahnya ternyata apa yang dilakukan Gus Dur? Dia tiap lebaran Idul Fitri selalu berkunjung ke rumah Soeharto. Dengan segala kebijaksanaan dan kerendahan hatinya, Gus Dur selalu menemui dulu orang yang sudah berusaha ‘membunuhnya’ itu. Lebih-lebih tatkala tampil di salah satu acara televisi nasional, Gus Dur ditanya presenter, kenapa kok Gus Dur masih saja mau berkunjung kepada orang yang sudah berniat tidak baik kepada Anda? “Lah wong itu bukan keinginan Pak Soeharto sendiri kok, hanya urusan politik, sudah itu saja,” jawab Gus Dur sambil tertawa.

Terakhir, contoh yang bisa saya berikan, seperti yang kita ketahui, Gus Dur sering berseberangan sikap dengan Ketua FPI ‘Kang’ Rizieq Syihab. Tetapi tatkala Mas Rizieq ini ditangkap oleh polisi karena beberapa kasus beberapa tahun silam, Gus Dur malah dengan meyakinkan bahwa tindakan Habib Rizieq memprotes polisi atas penangkapannya secara tidak langsung menunjukan ketundukannya ? pada UUD 1945. Dengan demikian, ia menjaga dirinya dari tindakan apapun yang tidak sesuai dengan hukum. Boleh jadi Habib melanggar hukum, tetapi justru hukum itulah yang melindunginya dari tindakan apapun oleh negara atas dirinya, begitulah kira-kira pembelaan Gus Dur terhadap Rizieq Syihab. Meskipun sering berseberangan pendapat, tetapi Gus Dur tidak segan untuk membelanya jika sesuai dengan hukum, demi prinsip keadilan dan kemanusiaan yang dia anut.

Gus Dur selalu menghormati siapapun dengan tulus, walaupun berbeda pandangan. Sekalipun itu kiai kampung, Gus Dur tetap tawadhu. Guru Bangsa itu juga rela dicaci-maki, yang penting umat dan bangsa selamat.

Menurut seorang ulama tasawuf KH Lukman Hakim, Gus Dur memandang bangsa ini sebagai keluarga besar. Apa artinya membangun keluarga bangsa jika saling melukai dan berdarah?

Gus Dur mampu memilah dengan mudah mana yang besar dan mana yang kecil, mana yang umum mana yang khusus, mana yang Allah dan mana yang makhluk.

Penulis adalah pecinta Gus Dur dari Gasek Malang

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Hadits, Internasional, Tegal Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah