Sabtu, 12 Maret 2016

Doa Bersama, Kawasan Seputar Monas Padat

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Doa bersama yang hari ini, Jum’at (2/12) diselenggarakan dengan titik pusat di Monumen Nasional membuat kawasan tersebut sangat padat. Jl Medan Merdeka Selatan dan Medan Merdeka Timur dipenuhi massa yang sebagian besar berbaju putih. Jl Merdeka Utara di mana Istana Negara berada sengaja ditutup. Demikian pula Jl Merdeka Barat di mana terdapat kantor Mahkamah Konstitusi, RRI, Museum Nasional, Indosat, dan beberapa kantor kementerian, juga ditutup.

Doa Bersama, Kawasan Seputar Monas Padat (Sumber Gambar : Nu Online)
Doa Bersama, Kawasan Seputar Monas Padat (Sumber Gambar : Nu Online)

Doa Bersama, Kawasan Seputar Monas Padat

Sejak pukul 06.00 massa sudah mulai mengarah ke Monas. Di Jl Kwitang Raya, yang dekat dengan kawasan perdagangan Senin, sejumlah orang membagi-bagikan roti sebagai sarapan dan air dalam kemasan kepada jamaah yang lewat. Sementara di trotoar Jl Thamrin, terdapat ibu-ibu yang menerima donasi makanan dari jamaah yang lewat yang tampaknya akan dibagikan kepada jamaah yang membutuhkan.?

Kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI) sangat padat. Banyak sekali massa yang berjalan kaki ke arah Monas. Kendaraan-kendaraan yang bergerak menuju daerah Gajah Mada dialihkan ke arah Tanah Abang. Tetapi tidak ada massa berhenti di pancuran air HI yang biasanya sangat padat saat akhir pekan di mana ada hari bebas kendaraan bermotor.?

Sejumlah mobil dengan sound system sudah siap digunakan untuk berorasi. Salah satu orator di atas mobil yang sudah beraksi di bundaran Bank Indonesia menyampaikan pesan agar jamaah mampu menahan diri, menahan nafsu. Hal yang sama disampaikan oleh orator lain di jalan Thamrin yang mengingatkan agar jamaah mengikuti komando.?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dua orang perempuan berjilbab sempat bertanya kepada Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah karena kebingungan mencari pintu tenggara, yang merupakan pintu khusus untuk jamaah wanita.?

Para jamaah terlihat menikmati suasana pagi yang segar ini. Tak lupa mereka melakukan swafoto. Kebanyakan dengan latar belakang poster yang mereka bawa yang isinya meminta agar Ahok ditahan.?

Sejumlah sarana pendukung juga sudah disiapkan seperti mobil ambulan, toilet, mobil tangki air untuk wudhu, dan lainnya.?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Pasukan keamanan, baik tentara, polisi sudah siap siaga. Satpol PP juga membantu mengatur massa di beberapa lokasi.?

Tak lupa, para pedagang keliling, dengan insting bisnisnya, memanfaatkan situasi ini untuk menggelar dagangannya. Prinsipnya adalah di mana ada gula, di situ ada semut. Pedagang dapat untung, jamaah hilang lapar atau hausnya.? Di sisi lain, pertokoan yang dekat dengan area Monas terlihat menutup gerainya. Saat Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah lewat di Jl Suryopratomo, sempat mendengar pria berpakaian rapi yang memberi penjelasan kepada satpam tentang banyaknya massa. Ia memilih untuk sementara menutup usaha guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.? (Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Nahdlatul Ulama Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Selasa, 08 Maret 2016

Sesepuh NU dan Pesantren Benda Kerep Wafat

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah?



Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un. Warga NU Jawa Barat, khususnya Cirebon, kehilangan salah seorang kiainya. Sesepuh Pesantren Benda Kerep, Cirebon KH Hasan Abu Bakar wafat pada Jumat 29 September 2017 pada pukul 08:20.

Sesepuh NU dan Pesantren Benda Kerep Wafat (Sumber Gambar : Nu Online)
Sesepuh NU dan Pesantren Benda Kerep Wafat (Sumber Gambar : Nu Online)

Sesepuh NU dan Pesantren Benda Kerep Wafat

“Beliau kiai sufi, panutan kiai NU Ciayu Majakuning (Cirebon, Indramayu, Majalengka. Kuningan),” ungkap Nasrullah Affandi, salah seorang Pengasuh Pondok Pesantren Asy-Syafiiyyah Kedungwungu, Krangkeng, Indramayu ketika dikonfirmasi Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah tentang sosok Kiai Hasan.?

Menurut dia, para tokoh nasional pernah bersilaturahim kepada Kiai Hasan, di antaranya Wakil Presiden JUsuf Kalla, dan pejabat lain seperti menteri dan gubernur.?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Ulama, Meme Islam Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sabtu, 05 Maret 2016

Internal Polres Jember Galang Dana Peduli Rohingya

Jember, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah - Dalam rangka meringankan beban derita dan kepiluan etnis Rohingya, Myanmar, Polres  Jember  mengumpulkan dana dari jajaran internal Polres, Selasa (12/9). Acara yang bertitel Aksi Kemanusiaan Peduli Rohingya ini digelar di Mapolres Jember dengan mengundang Pengurus Baznas Jember.

Dana yang  terkumpul dadakan dari  kantong para polisi, termasuk Kapolres Jember Kusworo Wibowo mencapai Rp. 13.294.000. Dana itu langsung diserahkan kepada Ketua Baznas Jember HM Misbahus Salam.

Internal Polres Jember Galang Dana Peduli Rohingya (Sumber Gambar : Nu Online)
Internal Polres Jember Galang Dana Peduli Rohingya (Sumber Gambar : Nu Online)

Internal Polres Jember Galang Dana Peduli Rohingya

Kusworo menegaskan, pihaknya menaruh perhatian besar terhadap nasib dan penderitaan etnis Rophingya. Karena itu, ia mengaku terketuk hatinya untuk sebisa mungkin membantu meringankan beban berat etnis Rohignya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Saya ingin menginisiasi gerakan peduli kemanusiaan untuk etnis Rohingya, dan itu harus dimulai dari pribadi-pribadi di institusi yang saya pimpin," tukasnya.

Sementara itu, HM Misbahus Salam  menyampaikan terima kasih dan penghargaan untuk jajaran Polres Jember yang telah mengumpulkan sumbangan untuk entis Rohingya. Sumbangan tersebut, katanya, wajib disampaikan kepada yang berhak, yaitu etnis Rohingya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Namun kami masih belum tahu teknisnya, apakah sumbangan  itu lewat Kemensos ataukah Kemenlu, kami masih akan koordinasi dulu," jelasnya kepada Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah.

Ia berharap agar gerakan peduli kemanusiaan yang digelar Polres Jember benar-benar bisa menginspirasi instansi lain, khususnya Polres yang berbagai daerah untuk melakukan hal yang sama sebagai bentuk dukungan terhadap kelompok minoritas yang tengah dianiaya itu.

"Coba misalnya, setiap Polsek, bahkan Polres lain juga melakukan  gerakan serupa, berapa dana yang bisa disumbangkan untuk Rohingya," urainya. (Aryudi A Razaq/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Khutbah, Makam Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Senin, 29 Februari 2016

Wapres: Tak Banyak yang Miliki Pengalaman Seperti KH Idham Chalid

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Wapres Jusuf Kalla berpendapat tak banyak orang yang memiliki pengalaman seperti yang dimiliki oleh Mantan Ketua Umum PBNU KH Idham Chalid dengan berbagai peran dan jabatan yang disandangnya.

“Beliau memiliki pengabdian dan pengalaman yang begitu beragam, begitu besar, begitu banyak, saya kira tidak banyak orang yang memiliki pengalaman seperti KH Idham Cholid,” katanya dalam peluncuran buku ”Napak Tilas Pengabdian Idham Chalid: Tanggung Jawab Politik NU dalam Sejarah” di Jakarta, Kamis (6/3) malam.

Ketua Umum Golkar ini menjelaskan setidak-tidaknya Idham Cholid yang telah memimpin NU selama 28 tahun ini dalam karirnya selalu berada dalam tiga sosok, yaitu ketua NU sebagai ormas, NU sebagai parpol dan sebagai pejabat negera. Putra Kalsel tersebut juga pernah memimpin tiga partai yaitu Masyumi, NU dan PPP.

Wapres: Tak Banyak yang Miliki Pengalaman Seperti KH Idham Chalid (Sumber Gambar : Nu Online)
Wapres: Tak Banyak yang Miliki Pengalaman Seperti KH Idham Chalid (Sumber Gambar : Nu Online)

Wapres: Tak Banyak yang Miliki Pengalaman Seperti KH Idham Chalid

Idham Cholid juga pernah menduduki tiga jabatan menteri, yaitu wakil perdana menteri, menkopolkam, dan menteri sosial. Di posisi legislatif, ia juga menduduki berbagai jabatan mulai dari anggota DPRD Kalsel, DPR dan MPR. “Wajar jika kita mempelajari, mengambil hikmahnya,” katanya.

Mengenai kemampuannya membawa NU dalam berbagai situasi, Jusuf Kalla berpendapat hal ini dikarenakan ia merupakan orang moderat yang selalu berada ditengah disertai sikap kesantunan sehingga bisa diterima oleh semua fihak.

“Hanya kesantunan yang bisa menjaga kemoderatan. Kalau pandangannya ekstrim, tentu orangnya juga ekstrim. Hanya orang yang memahami banyak orang yang bisa mengerti,” imbuhnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Pengenalannya secara pribadi dengan Idham Chalid telah terjadi sejak ia tinggal di Makassar yang mana orang tuanya, H. Kalla merupakan tokoh NU setempat dan ketika ke Sulsel, Idham Chalid kadangkala berkunjung ke rumahnya. “Sekali-sekali acara NU di rumah orang tua saya, saya mendengar pembicaraan kepartaian atau apa saja. Jadi banyak hal yang menjadi pelajaran,” katanya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sebelum mengakhiri sambutannya, Jusuf Kalla juga mendoakan agar Idham Chalid yang saat ini terbaring sakit dapat diberi keselamatan, rahmat dan hidayah. (mkf)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Warta, Hikmah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Minggu, 21 Februari 2016

Akhiri Kongres, Aminuddin Maruf Sampaikan Permohonan Maaf

Palu, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ketua Umum Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Aminuddin Maruf memberikan apresiasi kepada ketua umum terpilih M Agus Mulyono Herlambang di akhir penutupan kongres XIX, Senin (22/05), Masjid Agung Darussalam Palu Sulawesi Tengah,

Dalam kegiatan yang diberi tema Meneguhkan Konsensus Bernegara untuk Indonesia Berkeadaban Aminuddin Maruf mengajak kepada kader-kader PMII se-Indonesia untuk berpegang teguh menjaga NKRI, menjaga Nahdlatul Ulama dan menjaga PMII.

Masih dalam forum yang sama, Ketum PB PMII asal Jakarta itu memberikan apresiasi dan kebanggaannya terhadap kader-kader PMII yang dapat menyelesaikan Kongres XIX ini dengan baik dan lancar.

Akhiri Kongres, Aminuddin Maruf Sampaikan Permohonan Maaf (Sumber Gambar : Nu Online)
Akhiri Kongres, Aminuddin Maruf Sampaikan Permohonan Maaf (Sumber Gambar : Nu Online)

Akhiri Kongres, Aminuddin Maruf Sampaikan Permohonan Maaf

"Target kami kongres maksimal dilaksanakan selama 1 minggu, dan Alhamdulillah kongres XIX ini berjalan dengan baik dan lancar tanpa ada insiden yang mengganggu." ungkap Ketum PB PMII Demisioner.

Lanjutnya, "Hari ini kita buktikan bahwa kita kompak di bawah kepemimpinan Muhammad Agus Mulyono Herlambang Ketua Umum PB PMII terpilih."

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Di akhir sambutan, Aminuddin Maruf sampaikan permohonan maafnya kepada seluruh kader-kader PMII.

"Atas nama pribadi, atas nama pimpinan, saya memohon pintu keikhlasan apabila selama kepengurusan kami ada sesuatu yang seharusnya tidak kami lakukan, ada sesuatu yang tidak sesuai dengan ekspektasi kalian, karena sesungguhnya kami telah bekerja keras. Terakhir, kami bangga menjadi PMII," tegas Ketum PB PMII 2014-2017.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Penutupan kongres ini, juga di isi sambutan oleh Ketua Umum PB PMII terpilih M. Agus Mulyono Herlambang.

"Amanah yang telah diberikan ini adalah amanah yang berat bila saya tanggung sendiri. Tapi apabila tangan kader-kader PMII se-Indonesia mau membantu, maka kita mampu maju dan besar bersama," ucap M. Agus Mulyono Herlambang.

Keberhasilan organisasi adalah bagaimana organisasi dapat menyelesaikan dengan dialektis, dan melanjutkan program-program yang lama.

"Perubahan yang akan kita lakukan ke depan bersifat dialektis, mari bersama-sama menyongsong PMII," tegas Ketum PB PMII terpilih.

Ketum PB PMII terpilih asal Jombang ini menerangkan bahwa dirinya adalah seorang akademisi sastra Inggris dan juga Septi Rahmayati Ketua Umum PB Kopri terpilih seorang akademisi pendidikan bahasa Inggris.

Di akhir sambutannya, Ketum PB PMII terpilih menegaskan, "Kongres ini adalah awal menjadikan PMII menjadi lebih baik lagi". (Robiatul Adawiyah/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Ahlussunnah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Minggu, 14 Februari 2016

Apel Kebangsaan, Gus Aab Minta GP Ansor Jember Waspadai Provokasi

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah - GP Ansor dan Banser Jember mendeklarasikan perlawanan terhadap radikalisme dan khilafah yang jelas-jelas mengancam keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dalam kegiatan apel kebangsaan yang berlangsung di alun-alun Jember, Jumat (10/2). Ketua PCNU Jember KH Abdullah Samsul Arifin (Gus Aab) yang bertugas sebagai inspektur upacara mengingatkan GP Ansor Jember untuk waspada.

Menurutnya, GP Ansor harus selalu siap dan siaga karena banyaknya tantangan dewasa ini yang harus dihadapi demi mewujudkan keutuhan bangsa. "Integrasi nasional harus dijaga dan dijunjung tinggi di atas kepentingan golongan demi menjaga kesatuan," demikian disampaikan Gus Aab saat memberikan sambutan pada apel kebangsaan tersebut.

Apel Kebangsaan, Gus Aab Minta GP Ansor Jember Waspadai Provokasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Apel Kebangsaan, Gus Aab Minta GP Ansor Jember Waspadai Provokasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Apel Kebangsaan, Gus Aab Minta GP Ansor Jember Waspadai Provokasi

Ia menambahkan bahwa dirinya bangga terhadap GP Ansor dan Banser yang selama ini memosisikan diri sebagai benteng ulama dan NU serta senantiasa menjaga komitmennya dalam merawat NKRI.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Tentu kita marah dan sakit hati ketika ada ulama NU disakiti dan tidak dihormati, tapi selama ini warga Nahdliyin dan GP Ansor punya cara tersendiri dalam mengatasinya, bukan dengan cara-cara atau tindakan membabi buta yang mengancam kemaslahatan bersama.

Jangan sampai kita terprovokasi oleh pihak-pihak yang ingin menunggangi NU dengan memanfaatkan keadaan saat ini, "Kita tunggu instruksi pimpinan pusat," imbuh Gus Aab.

Selanjutnya Ketua GP Ansor Jember HM Ayub Junaidi bersama Wakil Bupati KH Abdul Muqit Arief beserta Kapolres dan pimpinan cabang lainnya melakukan inspeksi kesiapan pasukan sembari berjabat tangan dengan para peserta apel.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Apel kebangsaan yang dimulai pada pukul 14.00 WIB itu pantas diapresiasi karena melibatkan semua satuan yang ada di GP Ansor Jember. Tampak Satuan Korps Provost Banser, Satuan Khusus Banser Tanggap Bencana dan yang menarik perhatian apel kebangsaan ini juga diikuti oleh anggota Pelopor Banser Jember.

Di samping itu, apel yang diikuti oleh kurang lebih 1000 anggota GP Ansor Jember ini juga merupakan kegiatan konsolidasi atas kesiapan GP Ansor Jember sebagai tuan rumah sekaligus panitia lokal digelarnya Diklat Susbalan Satkorwil Banser GP Ansor Jawa Timur yang akan diadakan pada 23 sampai 26 Februari 2017 di Markas Secaba Rindam V/Brawijaya Jember. (Red Alhafiz K)Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Hadits, Sejarah, Pertandingan Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sampaikan Cinta Tanah Air Lewat Puisi dan Bunga

Sampang, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Hari ulang tahun kemerdekaan ke-69 Republik Indonesia yang jatuh pada Ahad (17/8) menjadi spesial bagi Nahdlatun Nisak Center (NNC) Pengurus Cabang Lembaga Kajian dan Pengembagan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) NU Sampang, Jawa Timur.

Sampaikan Cinta Tanah Air Lewat Puisi dan Bunga (Sumber Gambar : Nu Online)
Sampaikan Cinta Tanah Air Lewat Puisi dan Bunga (Sumber Gambar : Nu Online)

Sampaikan Cinta Tanah Air Lewat Puisi dan Bunga

Pasalnya, organisasi perempuan di bawah naungan PC Lakpesdam NU Sampang ini mengadakan aksi simpatik melalui pembacaan puisi kemerdekaan serta aksi bagi-bagi bunga kepada para pengguna jalan di depan Monumen Trunojoyo Sampang.

Aksi para kader muda perempuan NU tersebut mendapat perhatian dari masyarakat dan para pengguna jalan. Aminatur Rizqiyah, Ketua NNC PC Lakpesdam NU Sampang, saat membacakan puisi menggugah semangat nasionalisme masyarakat, khususnya para pemudi Sampang, agar selalu mengingat jasa-jasa para pahlawan bangsa dan tetap mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ditemui wartawan di tengah aksi bagi-bagi bunga, Aminatur Rizqiyah mengatakan, bagi-bagi bunga kepada pengguna jalan bertujuan untuk membangkitkan rasa cinta masyarakat kepada Indonesia.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Semangat nasionalisme para pemudi sekarang sudah mulai luntur, kecintaan mereka terhadap bangsa ini sudah berkurang. Karena itu, kami gugah semangat nasionalismenya dengan membagikan bunga sebagai lambang kecintaan kita kepada tanah air. Bunga melambangkan cinta. Hari ini 17 Agustus 2014, kami membagikan bunga agar masyarakat cinta kepada tanah air Indonesia,” ucapnya. (Agus Wedi/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah AlaSantri Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah