Minggu, 25 Agustus 2013

Fenomena Mengaji Agama di Internet

Oleh H Sujatmiko Huda

Berjuta maaf saya sampaikan kalau tulisan ini jauh panggang dari api, jauh pena dari ilmu. Sebab, tulisan ini hanya kontemplasi diri atas fenomena di abad googleliyah ini. Refleksi diri yang awam dan jahil alias bodoh. 

Dulu (menurut cerita para orangtua), kenyamanan beribadah dan mencari ilmu (khususnya agama) agak sedikit terganggu. Terlebih kalau sudah masuk senja, hanya mengandalkan lampu tempel (yang minyaknya sangat dihemat-hemat), tapi semangat anak-anak kecil untuk mencari ilmu kepada seorang yang dianggap mumpuni keilmuannya sangatlah besar. Bahkan semangat yang besar itu seakan menjadi kobaran api yang mengalahkan kobaran obor yang dibawa mereka saat mencari ilmu. Karena buat mereka, menghilangkan kebodohan adalah awal dari kesuksesan.

Fenomena Mengaji Agama di Internet (Sumber Gambar : Nu Online)
Fenomena Mengaji Agama di Internet (Sumber Gambar : Nu Online)

Fenomena Mengaji Agama di Internet

Mereka amat semangat untuk mengaji agama kepada pak kiai, pak ustadz, guru, ajengan dan seterusnya, demi ilmu dan demi kesuksesan dunia akhirat. Tapi ternyata, bukan hanya ilmu yang mereka cari, bukan cuma impian sukses yang mereka harapkan, mereka pun belajar berakhlak yang baik, akhlak al karimah. Betapa mereka amat bergembira bila mencium telapak tangan ibu dan bapaknya ketika berangkat mengaji, lalu mencium telapak tangan gurunya ketika tiba di pengajian. Tidak berani membantah perkataan orangtua, perintah guru dan seterusnya. 

Sekarang di zaman twitteriyah dan facebookiyah ini, entah fenomena apa yang sedang ku saksikan sebenarnya. Bada maghrib mereka kaum muda lebih senang buka facebook, google, yahoo messenger, twitter dan seterusnya hanya untuk post status, demi mengeluh dan mengadukan masalah-masalahnya ke semua teman mayanya. Dan yang lebih ironis serta kronis, yaitu mereka me-repost catatan-catatan keilmuan/keagamaan tanpa pernah memiliki guru yang membimbing. Mereka sudah merasa sangat pandai dan ‘alim bila me-repost/share link-link keagamaan tersebut atau tulisan keagamaan dari buku yang dia baca.

Bahwa mencari ilmu itu sebuah kewajiban bagi muslim adalah benar, tapi belajar kepada guru untuk mencari ilmu adalah keharusan dalam agama. Belajar tanpa guru, maka syaithan yang menjadi gurunya, begitu para ulama mengatakan.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dan celakanya, mereka anggap internet itu adalah guru yang kompeten dan pakar dalam agama, akhirnya mereka melupakan dan mengacuhkan kitab-kitab yang dibawakan oleh para guru dalam sebuah majlis talim. Sehingga pantas jika mereka hanya memiliki kemampuan knowledge saja tapi tidak memiliki keunggulan dalam akhlak. Mereka senang menyalahkan perilaku orang lain, gemar menganggap orang lain itu salah, bahkan mereka berani mengatakan orang lain itu melakukan perbuatan syirik dan kafir, karena mereka menganggap orang lain itu melakukan sesuatu yang tidak diajarkan oleh agama. Padahal yang menurut mereka ajaran agama itu sebenarnya adalah ajaran internet. Mereka faham agama sebatas lisan dan mata, bukan kandungan dari agama itu sendiri.

Tidak terlarang mencari pengetahuan dari apapun termasuk dari eyang google dan sebangsanya, tapi yakinkan apa yang kita lihat dan pelajari itu adalah sesuatu yang haq dengan bimbingan seorang guru.

Lihatlah salah satu syarat dalam mencari ilmu, yaitu irsyadul ustadz atau bimbingan seorang guru. Dan perhatikanlah tujuan dari bitsaturrasul,yaitu li utammima makarimal akhlaq atau menyempurnakan akhlak yang baik.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sujatmiko Huda, Santri Majelis al Musnid Bekasi

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Kajian Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Senin, 05 Agustus 2013

Hasil Seri AIAI Babel dan Mambaul Hikmah United Lolos 16 Besar

Bandung, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah - Mambaul Hikmah United tampil mendominasi atas lawannya AIAI Babel. Sayangnya, mereka tak mampu menghasilkan kemenangan sebab skor berakhir seri 1-1.

Pada laga ketiga yang digelar di Stadion Lodaya kota Bandung, Rabu siang (25/10), dengan mengantongi 1 poin ini, kedua tim sama-sama menginjakkan kaki ke babak 16 besar Liga Santri Nusantara (LSN) 2017.

Hasil Seri AIAI Babel dan Mambaul Hikmah United Lolos 16 Besar (Sumber Gambar : Nu Online)
Hasil Seri AIAI Babel dan Mambaul Hikmah United Lolos 16 Besar (Sumber Gambar : Nu Online)

Hasil Seri AIAI Babel dan Mambaul Hikmah United Lolos 16 Besar

Menekan sejak dimenit awal, Mambaul Hikmah mendapatkan peluang bebas di luar kotak penalti. Penyerang Andrian Farandi sukses menjebol gawang lawan. Tendangan pemain bernomor punggung 10 itu tak kuasa dibendung oleh Kiper AIAI Babel Rifqy Khairul.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Di babak pertama sebenarnya AIAI Babel mendapat banyak peluang, hanya saja Kiper Mambaul Hikmah Surani sering melakukan penyelamatan gemilang.

Sedangkan di babak kedua, di bawah terik matahari kedua tim semakin melakukan jual beli serangan. Namun AIAI Babel lebih banyak menguasai bola dengan umpan-umpan terobosan.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Petaka datang ketika pemain belakang Mambaul Hikam melanggar salah satu penyerang AIAI Babel di kotak pinalti. Sang kapten Heriansyah tanpa segan melesatkan bola dari titik putih tanpa bisa dijangkau oleh kiper AIAI Babel. Skor  pertandingan 1-1.

Hingga pluit panjang dibunyikan, kedua tim tidak bisa menambah koleksi lagi. Dengan hasil seri ini menjadikan AIAI Babel sebagai juara grup G dengan 7 poin, sedangkan runnep up grup Mambaul Hikmah 5 poin.

Selepas pertandingan, pelatih AIAI Babel Eka Sandera mengungkapkan sengaja menyimpan pemain intinya sebab sudah  sudah pasti lolos ke  babak16 besar.

Di sisi lain, ia menilai tim asuhannya di babak pertama mengalami kesulitan dengan kondisi rumput sintetis. "Di babak kedua, kami mengubah strategi dengan memakai bola-bola panjang," ungkapnya.

Di pihak lain, pelatih Mambaul Hikmah United Abdullah Faqiuddin mengakui anak asuhnya kesulitan menghadapi bola-bola panjang yang diperagakan oleh lawannya. "Anak-anak masih adaptasi dengan rumput sintetis meskipun kami sudah latihan untung mengantisipasi bola panjang," paparnya. (M. Zidni Nafi’/Abdullah Alawi)



Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Ubudiyah, Ulama Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Jumat, 02 Agustus 2013

Orang yang Tegas tapi Humoris

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Meninggalnya KH Yusuf Hasyim merupakan duka bagi seluruh warga nahdliyyin. Perjuangannya kepada bangsa dan NU tak akan pernah terlupakan. Berbagai rintisan yang ditinggalkan kini tinggal diteruskan oleh generasi muda NU. Kenangan manis selama aktif di NU akan tetap dikenang oleh para sejawatnya dan para kadernya yang ia didik untuk meneruskan perjuangannya.

HM Rozy Munir, ketua PBNU memiliki banyak kenangan manis. Pergaulannya dengan Pak Ud terjalin akrab karena ayahnya, KH Munasir Ali merupakan komandan Batalyon 39 atau dikenal dengan Divisi Brawijaya. “Pak Yusuf Hasyim dititipkan ke Pak Munasir waktu di militer, otomatis sobonya ya Mojokerto – Tebuireng. Ini membuat hubungan keluarga kami menjadi dekat, apalagi saya merupakan anak pertama. Orangnya tegas, tapi humoris,” tuturnya.

Setelah masa perjuangan fisik selesai, dan pensiun dari militer, keduanya masih sering berkumpul di legiun veteran di Jakarta. Tempat kumpul yang lain adalah di Jl. Cut Mutia 2 miliki Pak Surono almarhum. Disitu berkumpul para tokoh politik, baik dari Masyumi seperti kyai Mukti, dari Murba, Adam Malik, Khoirul Sholeh dan lainnya. Pak Ud memang dikenal memiliki kenalan dari banyak komunitas.

Orang yang Tegas tapi Humoris (Sumber Gambar : Nu Online)
Orang yang Tegas tapi Humoris (Sumber Gambar : Nu Online)

Orang yang Tegas tapi Humoris

?

Menurut Rozy, semasa muda, Pak Ud suka bergaya layaknya koboi, pakai sepatu boat, punya pistol dan memang hobi berat nonton film koboi. “Kalau nonton film koboi saya paling sering diajak, tempatnya di Megaria atau di Garden Hall, sekarang planetarium TIM. Disamping ketokohannya, saya juga terpengaruh gayanya,” imbuhnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dosen UI tersebut bertutur bahwa Pak Ud memang bisa bergaul dengan segala usia dan segala lintas politik. Paman Gus Dur tersebut bisa kumpul dengan tokoh-tokoh NU yang tua seperti Pak Masykur, Pak Munasir. Akrab dengan teman sebayanya seperti Pak Said Budairi, Sutanto, ketua Sarbumusi, Mahbub Junaidi, dan Cholid Mawardi. Dibawahnya ada Sholahuddin Wahid, Rozy Munir, Zamroni dan teman-teman lain baik dari UI maupun dari IAIN.

“Saya lebih dekat dengan Pak Yusuf Hasyim daripada ayah saya. Saya sering menemani dalam kunjungan ke Ansor daerah atau dari perjalanan dari Jakarta - Tebu Ireng, bahkan saya sering nyupiri,” paparnya.

Peristiwa G30S PKI menimbulkan bentrokan fisik antara PKI dan pemerintah maupun antara PKI dengan NU. Banyak kyai yang dikejar dan dibunuh. Otomatis Banser yang dipimpinnya tampil ke depan bersama militer dikantong-kantong? NU di Jatim, Jabar, atau Jateng. Lalu ada pelarangan dari pemerintah terhadap PKI dan organisasi dibawahnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Konfrontasi antara NU dan PKI tersebut sebenarnya telah dimulai sebelum meletusnya G30S PKI. Barisan Tani Indonesia (BTI), underbow PKI dalam bidang pertanian, melakukan penyerobotan tanah dimana-mana dan memancing-macing Ansor. Untuk menghadapi situasi ini Pak Ud yang merupakan ketua Banser pertama tersebut melakukan penggemblengan anggota Banser. “Saya pernah diajak ke Brebes, pas ulang tahun NU. Disana ditampilkan demonstrasi banser yang membacokkan pedang ke tubuh manusia, tapi tak mempan, mengerikan sampai polisi menyetopnya.

?

Saat itu hubungan antara banser dan TNI sangat erat termasuk dengan Kopassus atau dikenal dengan RPKAD. Banser mendapatkan training seperti militer. “Karena Pak Ud bekas tentara maka mudah menjalin hubungan dengan militer, apalagi keluarga Tebu Ireng,” katanya.

Masa-masa itulah Pak Yusuf Hasyim merupakan tokoh yang sangat disegani kepemimpinannya. Ia juga terkesan sebagai orang yang perkasa. Rozy menceritakan suatu saat, mobil Pak Ud tertabrak kereta api dan terseret sampai beberapa meter, namun ia keluar dari mobilnya dengan tak menderita apa-apa.

Salah satu tokoh NU yang terkenal masa-masa itu adalah Subhan ZE. Rozy bertutur bahwa hubungan kedua tokoh tersebut sangat akrab.mereka sering berdiskusi di rumah Subhan di Jl Banyumas 4. Bahkan Pak Ud menempati rumah Subhan yang ada di Jl Perdata Tebet.

?

Perkembangan informasi tak pernah ditinggalkan oleh Pak Ud. Karena itulah, kemana-mana ia selalu membawa radio yang bisa menangkap siaran luar negeri. Ia juga selalu membawa tape recorder dan fotokopian tentang informasi terkini. “Pokoknya beliau sangat well informed. Kita yang muda-muda sering diberi tahu informasi-informasi rahasia yang didapatnya,” katanya.

Untuk urusan politik, Kyai Yusuf Hasyim memang dikenal sebagai orang yang keras dan tegas, apalagi dengan PKI, tak ada kompromi. Ia juga turut mewarnai DPR. Sesuatu yang dinilainya tak sesuai dengan ajaran agama ditolaknya, karena itulah ia pernah walk out waktu pembahasan UU perkawinan di DPR. Namun demikian, kadangkala ia kemajon, punya pemikiran sendiri, terus jalan sendiri. Karena sikapnya itulah, tak heran ia menjadi public figure yang sering menjadi sorotan media.

MeskipuDari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Pahlawan, Tegal, Humor Islam Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Keshalehan Perilaku Harus Berlanjut di Luar Bulan Ramadhan

Jember, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Puasa sesungguhnya mengajarkan kebersambungan kesalehan antara bulan Ramadlan dan luar bulan Ramadlan. Karena itu, janganlah kesalehan yang luar biasa di bulan Ramadlan berhenti menyusul lebaran tiba. Qiyamul lail, tadarus, sedekah dan pengendalian hawa nafsu juga harus dilanjutkan di luar bulan Ramadlan.?

Keshalehan Perilaku Harus Berlanjut di Luar Bulan Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)
Keshalehan Perilaku Harus Berlanjut di Luar Bulan Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)

Keshalehan Perilaku Harus Berlanjut di Luar Bulan Ramadhan

Hal tersebut diungkapkan Katib Syuriyah PCNU Jember, Ustdaz Muhammad Nur Harisuddin saat menjadi khatib di masjid Al-Istiqamah, kampus Politeknik Negeri Jember, Rabu (6/7).?

Menurutnya, kebersambungan kesalehan tersebut bahkan menjadi ? tolak ukur keberhasilan ibadah puasa Ramadhan. "Kalau puasa diibaratkan latihan, maka pasca Ramadhan, tentu hasil latihan itu bisa diterapkan bahkan ditingkatkan," ucapnya.

Selain itu, kata ustadz Haris, Ramadhan dan Idul Fiti juga mengajarkan manusia untuk menghindari gaya hidup konsumtif. Sangat relevan menegakkan puasa Ramadlan di tengah gencarnya kapitalisme global yang mengusung "paham" konsumerisme. Konsumerisme sebagai gaya hidup yang boros ini secara faktual ditopang oleh kehadiran materialisme dan hedonisme. Jika materialisme adalah aliran yang memuja benda dan berfokus pada benda, maka hedonisme adalah sebentuk gaya hidup yang menyandarkan kebahagiaan pada kenikmatan belaka. ?

"Puasa Ramadlan mempunyai tujuan besar: mengendalikan nafsu konsumerisme secara berlebihan. Dan mereka yang menang di hari yang fitri bukan yang banyak bergelimang barang konsumsi, melainkan mereka yang bertambah ketaatan dan ketaqwaannya," tukasnya. ?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sementara itu, Wakil Sekretaris PCNU Jember, Ustadz Muchammad Eksan saat menjadi imam dan khatib di masjid Sunan Nur, Lingkungan Talangsari menegaskan bahwa ketaqwaan terdiri dari dua dimensi. Yaitu dimensi kemanusiaan dan dimensi ketuhanan. Kedua dimensi itu harus berjalan seiring. Tidak boleh hanya salah satunya yang dilakukan.?

"Sebab, yang sebenar-benarnya taqwa itu adalah totalitas dari ? aspek kemanusiaan dan aspek ketuhanan sekaligus," jelasnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Pengasuh pesantren Nuris 2 Mangli, Kaliwates itu ? menyatakan bahwa pengejawantahan taqwa dari sisi kemanusian itu adalah gemar berbagai, bersedekah, menolong oran lain dan sebagainya. Namun demikian, dari sisi ketuhanan, taqwa itu adalah rajin beribadah, shalat, puasa dan sebagainya. Terkait dengan maaf, inilah sisi lain dari perwujudan taqwa. Katanya, salah dan benar adalah hal biasa, bahkan menjadi ciri khas makhluq yang bernama manusia. Manusia bukan malaikat yang benar terus. Tapi juga bukan syetan yang salah terus.?

"Karena itu, momentum lebaran ini kita jadikan ajang saling memaafkan atas segala kesalahan dan dosa ? yang telah kita perbuat," ucapnya. (Aryudi A. Razaq/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Amalan, Anti Hoax Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kamis, 25 Juli 2013

Mbah Umar Al Muayyad Termasuk Wali Abdal

Solo, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Ribuan orang menghadiri haul KH Umar Abdul Mannan di Kompleks Pesantren Al Muayyad Mangkuyudan Laweyan Solo, Senin (29/7) malam. Banyaknya jamaah yang hadir menurut KH Abdullah Sa’ad merupakan salah satu simbol kemuliaan yang didapat oleh Mbah Umar.

Mbah Umar Al Muayyad Termasuk Wali Abdal (Sumber Gambar : Nu Online)
Mbah Umar Al Muayyad Termasuk Wali Abdal (Sumber Gambar : Nu Online)

Mbah Umar Al Muayyad Termasuk Wali Abdal

Kemuliaan tersebut didapat salah satunya karena Mbah Umar tatkala hidupnya memiliki sangu komplit (bekal yang cukup). Sehingga Mbah Umar mendapat derajat sebagai ‘Alim ‘Allamah.

“Orang kalau sangunya komplit, seperti pohon yang banyak buahnya,” kata Pengasuh Pesantren Plesungan Karanganyar itu.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Modal cukup yang dimaksud di sini, ketika mondok Kiai Umar setidaknya telah menguasai tiga ilmu utama. Yakni belajar ilmu tauhid dan syariat (fiqh) di Termas Pacitan dan di beberapa pondok lain. Kemudian belajar Al-Qur’an kepada Mbah Munawwir Krapyak, dan terakhir mendalami tasawuf kepada Mbah Manshur (Pesantren Popongan Klaten).

Selain itu Mbah Umar juga termasuk wali abdal. Diantara tanda wali abdal, yakni tidak memiliki putra, dan Mbah Umar hingga akhir hidupnya tidak dikaruniai keturunan. “Husnudzon saya, Mbah Umar termasuk wali abdal,” ungkapnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sedangkan K.H. Ma’shum Lasem, dan K.H. Mubasyir Mundzir, Bandar Kidul, Kediri, dua ulama sepuh yang termasyhur sebagi kekasih Allah, pernah menyatakan bahwa Kiai Umar yang seumur hidupnya selalu menjaga wudhu dan shalat berjamaah itu adalah salah seorang anggota wali autad, yakni tingkatan yang setiap masa anggotanya hanya empat orang.

Dalam acara yang bertepatan dengan malam 21 Ramadhan tersebut juga dibacakan manaqib Mbah Umar oleh KH Wafirurrahman (Salatiga). Diantara akhlak Mbah Umar, yakni memiliki sifat sabar, tidak pernah memukul santri. Selain itu dia juga dikenal sebagai orang yang dermawan. Hampir setiap malam kalau punya makanan disedekahkan kepada para tukang becak dan sebagainya.

Redaktur    : Abdullah Alawi 

Kontributor: Ajie Najmuddin

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Pertandingan Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ansor Padang Pariaman Dorong Pemanfaatkan Lahan Kosong

Lubuk Alung, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah -

Kader Ansor yang banyak bermukim di pedesaan harus jeli melihat peluang sektor pertanian untuk peningkatan ekonomi dan mengatasi pengangguran. Banyak peluang komoditi pertanian yang bisa dikembangkan sesuai dengan potensi lokal masing-masing.

Demikian disampaikan Ketua GP Ansor Padang Pariaman Zeki Aliwardana Senin (29/5) kepada Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah, saat meninjau lokasi kebun timun yang ditumpangsarikan dengan jagung yang dikelola kader Ansor Lubuk Alung, Nofri Alman di Korong Kampung Baru, Nagari Punggung Kasiak, Kecamatan Lubuk Alung, Kabupaten Padangpariaman.

Ansor Padang Pariaman Dorong Pemanfaatkan Lahan Kosong (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor Padang Pariaman Dorong Pemanfaatkan Lahan Kosong (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor Padang Pariaman Dorong Pemanfaatkan Lahan Kosong

Menurut Zeki Aliwardana, seperti penanaman timun yang ditumpangsarikan dengan jagung, terbukti mampu menekan ongkos petani yang sudah dilakukan kader Ansor di Lubuk Alung Kabupaten Padang Pariaman ini. Sistem penanamannya, beberapa hari menjelang jagung dipanen, bibit timun langsung ditanam. Setelah jagung dipanen, batang jagung seharusnya dibuang, tapi kini dibiarkan berdiri yang akan dijadikan junjungan timun. Jadi biaya bisa dihemat.

“Kebutuhan pasar timun dari Lubuk Alung ini cukup banyak. Karena tidak hanya dipasarkan di Lubuk Alung saja, tapi sampai ke Pekanbaru dan Padang. Karena itu, Ansor Padangpariaman terus mendorong kadernya agar peduli dengan pertanian,” kata Zeki mantan Sekretaris PMII Kota Pariaman ini.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Menurutnya, generasi muda tidak perlu muluk-muluk cara berpikirnya, tapi minim karyanya. Biarlah berbuat sederhana, bekerja, bertani, tapi menghasilkan sesuatu yang bernilai ekonomi sehingga mampu menunjang ekonominya sendiri. “Banyak lahan yang masih kosong di lingkungannya harus dimanfaatkan dengan tanaman. Lihat tanaman apa yang bisa ditanam, lakukan penanaman,” kata Zeki.

Mereka yang memiliki ilmu pertanian praktis, silakan dampingi petani, ajarkan cara bertani lebih baik sehingga hasilnya maksimal dengan ongkos yang lebih bisa dihemat. Disayangkan masih banyak generasi muda kita yang mengabaikan lahan produktif untuk menghasilkan sesuatu produk pertanian, kata Zeki.

Ia mengakui banyak pemuda sekarang yang ingin cari senang saja untuk mendapatkan sesuatu. Cepat dapat uang banyak tanpa banyak berusaha dan bekerja keras. Padahal kesuksesan seseorang tersebut ditentukan sejauhmana dari usaha yang dikerjakannya. “Kerja yang ringan, gaji besar, ingin jadi kaya, tapi tidak mau susah. Inilah prinsip yang banyak menghantui pemuda saat ini,” kata Zeki menambahkan.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Sudah saatnya pemuda memanfaatkan potensi dan kondisi lokal masing-masing. Dengan memanfaatkan potensi lokal, memperkuat ekonomi lokal tersebut, secara tidak langsung sama artinya memperkuat Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Makanya Ansor terus mendorong kadernya untuk mengembangkan potensi lokal, termasuk pengembangan sektor pertanian ini,” tutur Zeki. (Armaidi Tanjung/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Nahdlatul, Doa, Kyai Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kamis, 11 Juli 2013

PKB akan Minta Kepastian Tertulis, Makam Nabi Tak Dipindah

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Partai Kebangkitan Bangsa mulai mengambil langkah untuk melakukan klarifikasi secara utuh tentang rencana pemindahan makam Nabi Muhammad di dalam kompleks masjid Nabawi. Jika diperlukan, ada pernyataan tertulis yang menegaskan, makam Rasulullah tidak dibongkar.

Pada Senin, (8/9) duta besar Kerajaan Arab Saudi Mustafa Ibrahim Al Mubarak mengunjungi kantor DPP PKB, Senin (8/9) siang untuk melakukan tabayun (klarifikasi) soal pembongkaran makam Nabi Muhammad SAW.

PKB akan Minta Kepastian Tertulis, Makam Nabi Tak Dipindah (Sumber Gambar : Nu Online)
PKB akan Minta Kepastian Tertulis, Makam Nabi Tak Dipindah (Sumber Gambar : Nu Online)

PKB akan Minta Kepastian Tertulis, Makam Nabi Tak Dipindah

Ketua DPW PKB Jawa Tengah yang hadir dalam pertemuan tersebut menegaskan, pertemuan dengan dubes tersebut merupakan langkah pertama dari rencana kunjungan PKB dan kiai NU ke Saudi Arabia untuk menegaskan tidak ada pemindahan makam nabi.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Nanti bila perlu kami minta pemerintah Arab Saudi memberikan pernyataan tertulis sehingga bisa meyakinkan umat sekaligus itu menjadi jaminan bagi kita agar makam Rasulullah tidak akan pernah dipindahkan. Langkah ke depan, kita akan kawal apakah ini benar-benar berita bohong atau berita yang dapat diendus oleh pihak tertentu,” tandasnya.

Mustafa Ibrahim Al Mubarak beserta rombongan disambut langsung Ketua Dewan Syuro DPP PKB KH A Aziz Mansyur, Ketua Umum Dewan Tanfidz Muhaimin Iskandar, dan beberapa pejabat teras partai berlambang bintang sembilan itu. Pertemuan ini digelar di lantai 1 Graha Gus Dur Jl Raden Saleh No 9 Jakarta Pusat.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Pantauan Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah, di luar gedung terparkir sebuah mobil Mercy bernomor polisi CD 27 01 berbendera warna hijau bertuliskan lafadz “Laa Ilaaha Illallah Muhammadur Rasulullah.” Sementara di dalam gedung hadirin memenuhi ruangan hingga meluber ke ruang lobi. Tampak pula sejumlah politisi PKB, antara lain Imam Nahrawi, Marwan Ja’far, Safira Rosa Machrusah, dan KH Maman Imanulhaq.

Maman Imanulhaq menjelaskan Partai Kebangkitan Bangsa yang konstituennya adalah mayoritas Nahdliyin (sebutan warga NU) memiliki tanggung jawab untuk mengawal seluruh ajaran Ahlussunnah Wal Jamaah (Aswaja). PKB berkepentingan melakukan klarifikasi ketika merebak isu bahwa pemerintah Arab Saudi akan memindahkan makam Rasulullah SAW.

“Dalam literasi kami, pemindahan itu adalah sebuah kedzaliman. Dan itu hanya dilakukan oleh orang yang dalam beberapa referensi disebut sebagai orang murtad. Nah, tetapi sebagai partai kami memiliki mekanisme untuk mendengar keluh kesah masyarakat di bawah. Kami juga mendengar khutbah-khutbah yang mulai keras. Kami khawatir ini akan memperburuk situasi. Itulah mengapa kami meminta tabayun kepada pemerintah Arab Saudi,” ujar Kang Maman.

Kang maman, sapaan akrab kiai muda asal Majalengka ini menambahkan, sikap tegas Muhaimin tentang pentingnya tabayun itu yang pertama benarkah pemerintah Saudi akan melakukan pembongkaran itu. 

“Kedua, agar kami tidak terjebak oleh adu domba pihak yang tidak bertanggung jawab,” terangnya.

“Duta besar mengatakan itu berita bohong. Direkayasa agar menimbulkan kekacauan khususnya pada saat ibadah haji. Menurut beliau, rencana perluasan Madinah tidak akan mengganggu makam Rasulullah,” tambah Kang Maman. (musthofa asrori/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Sholawat, Ubudiyah, Habib Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah