Senin, 14 November 2011

Aminuddin Ma’ruf Ketum PB PMII 2014-2016

Jakarta,Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Aminuddin Ma’ruf terpilih sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia periode 2014-2016 pada Kongres Jambi yang berlangsung 30 Mei sampai 10 Juni 2014.

Amin, kader PMII yang diusung Cabang Jakarta Timur tersebut menyelesaikan S1 di Universitas Negeri Jakarta dan melanjutkan S2 di Universitas Trisakti. Di PB PMII sebelumnya ia dipercaya sebagai Ketua Biro Pemberdayaan Ekonomi.

Aminuddin Ma’ruf Ketum PB PMII 2014-2016 (Sumber Gambar : Nu Online)
Aminuddin Ma’ruf Ketum PB PMII 2014-2016 (Sumber Gambar : Nu Online)

Aminuddin Ma’ruf Ketum PB PMII 2014-2016

Salah seorang pengurus PB PMII, Abdul Malik, menceritakan proses pemilihan di kongres tersebut. Menurut dia, awalnya yang mencalonkan diri menjadi ketua umum sekitar 15 orang. Setelah beberapa calon mengundurkan diri, 5 kandidat maju pada putaran pertama.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kata Malik, pada putaran pertama itu Muammarullah Umam mendapat 51 suara, Aminuddin Ma’ruf 38,? Abdul Aziz 7, Zaini Mustakim 41, Jabidi Ritonga 35, Miftahul Aziz 45. Sementara pada putaran kedua Aminuddin 102, Muammarullah Umam 74, Miftahul Aziz 64.? ?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Aminuddin terpilih secara demokratis pada kongres tersebut,” kata Abdul Malik melalui telpon Selasa (10/6). (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Amalan, Quote, Hadits Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kamis, 10 November 2011

Ini Syarat Doa agar Terkabul

Allah telah berfirman dalam Surat Al-Mukmin ayat 60.

? ? ? ? ? ?...

Ini Syarat Doa agar Terkabul (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Syarat Doa agar Terkabul (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Syarat Doa agar Terkabul

Artinya, "Tuhanmu berfirman, ‘Doalah kepadaku, niscaya? akan kuperkenankan bagimu.’"

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ayat ini memerintahkan manusia untuk berdoa kepada-Nya. Ketika seorang hamba telah memohon dan meminta dengan berdoa, niscaya Allah akan mengabulkannya. Apapun itu, pasti akan dikabulkan. Allah adalah dzat yang maha mendengar dan kuasa. Allah mendengar segala doa makhluk-Nya baik itu secara lisan maupun dalam batin saja. Apapun permintaan makhluk-Nya, Dia dapat dengan mudah mengabulkannya.

Namun ada juga manusia yang telah berdoa siang dan malam. Bahkan tak jarang ditemui sebagian dari kaum Muslimin berlaku tirakat, rela menahan hawa nafsu untuk melakukan perkara yang sebenarnya mubah atau boleh dilakukan demi terkabulnya doa. Sayang, ternyata doanya tak kunjung terkabul. Lalu, gerangan apakah yang membuat doa tak terkabul? Padahal, ayat di atas dengan tegas menerangkan bahwa Allah akan mengabulkan segala doa. Apakah ayat tersebut bohong? Ataukah Allah mengingkari kalam-Nya sendiri? Jelas? tidak sama sekali!? Mustahil. Lalu mengapa?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Imam Ahmad bin Muhammad As-Shawi Al-Maliki dalam kitabnya, Hasyiatus Shawi ala Tafsiril Jalalain menjelaskan:

?: ? ? ? ?, ? ? ? ? ?.

Artinya, “Sungguh, doa itu memiliki beberapa syarat agar terkabul. Maka ketika salah satu syarat tidak terpenuhi, doa pun tak kunjung diijabah.”

Mungkin ada sebagian dari kita belum mengetahui syarat-syarat doa sehingga banyak dari kaum Muslimin merasa bahwa doa mereka tak kunjung dikabulkan. Padahal mereka telah berdoa seumur hidup mereka.

Imam As-Shawi menyebutkan syarat pertama adalah keutuhan seorang hamba menghadap baik lahir, dengan menengadahkan tangan dan merintih memohon kepada Allah maupun batin, yaitu sekiranya tidak terbersit dalam hatinya segala sesuatu apapun kecuali Allah semata.

Ketika seorang hamba telah fokus, memusatkan seluruh jiwa dan raga untuk meminta kepada Allah. Maka tinggallah hamba tersebut mengutarakan seluruh keinginannya, seluruh keperluannya. Kedua, hendaknya doa tidak berisi segala sesuatu dalam rangka keburukan. Misalnya, berdoa agar seseorang mengalami kecelakaan.

Ketiga, doa juga tidak boleh dipanjatkan dalam rangka meminta untuk memutuskan tali persaudaraan, kekerabatan, maupun tali kasih sayang antarsesama manusia. Sungguh, sekali-kali doa seperti itu tidak akan dikabulkan oleh Allah SWT.

Yang perlu digarisbawahi adalah, seorang hamba yang ingin doanya terkabul, tidak boleh tergesa-gesa dalam meminta dikabulkan. Sungguh, sangat hina kiranya ketika seorang hamba yang lemah tanpa daya, yang tak mampu apa-apa kecuali dengan kuasa-Nya ketika berdoa "menuntut" Allah untuk segera mengabulkannya.

Sungguh doa itu ada kalanya segera diijabah, dikabulkan oleh Allah. Ada juga memang doa tersebut diakhirkan oleh Allah untuk hamba-Nya. Karena Allah lebih mengetahui, kapan doa tersebut tepat dikabulkannya.

Simpulan dalam hal ini terangkum apik dalam hadits yang dijadikan sang imam dalam menjelaskan syarat-syarat doa terkabul sebagai berikut.

? ? ?: "? ? ? ? ? ? ? ? ? ?, ? ? ? ? ? ?, ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?, ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ?: ? ? ? ? ? ? ?: ?: ? ? ? ?."

Artinya, “Oleh karenanya, telah datang (sebuah hadits), ‘Tidak ada seseorang yang berdoa kepada Allah taala dengan serangkaian doa kecuali Allah mengabulkannya. Maka ada kalanya doa tersebut terkabul di dunia. Ada pula doa yang memang diakhirkan terkabulnya di akhirat. Ada juga doa tersebut untuk menghapus dosa-dosa hamba sesuai dengan kadar doanya. Dengan syarat, selagi doa tersebut tidak dipanjatkan dalam rangka meminta sesuatu yang berdosa, memutus tali silaturahmi, atau hamba tersebut tergesa-gesa.’ Para sahabat bertanya, ‘Ya rasulullah, lalu bagaimanakah (gambaran) hamba yang tergesa-gesa?’ Rasul menjawab, ‘Adalah hamba yang berkata, ‘Aku telah berdoa, namun mengapa tak kunjung dikabulkan.’" (Ulin Nuha Karim)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Pertandingan, Ubudiyah, Tegal Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sabtu, 29 Oktober 2011

Gerakan Islam Cinta 2016

Dunia maya kini menjadi mimbar bebas, bukan hanya berpendapat, tetapi juga bebas saling mencaci dan menghujat. Internet sebagai media komunikasi yang seharusnya membangun koneksi antarmanusia justru menjadi pemecah belah.

“Sesungguhnya setan benar benar berputus asa untuk dapat disembah oleh orang-orang yang shalat. Akan tetapi dia akan tetap menyebarkan permusuhan di antara mereka”. (HR. Tirmizi)

Gerakan Islam Cinta 2016 (Sumber Gambar : Nu Online)
Gerakan Islam Cinta 2016 (Sumber Gambar : Nu Online)

Gerakan Islam Cinta 2016

Informasi yang bersifat pemecah belah seperti racun yang menjalar.

1) Pada tahap awal ia akan menumbuhkan fanatisme golongan atau kelompok. Bisa kelompok agama, supporter sepakbola, pengusung calon presiden, dll. Setiap kelompok akan memproduksi informasi yang menguatkan supremasi mereka dan menganggap rendah kelompok lain.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

2) Maka pada tahap ini informasi berhasil membentuk benteng segregasi. Masyarakat terkotak-kotak di benteng tertutup.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

3) Akibatnya mereka tidak bisa lagi saling melihat dengan jernih. Lalu setiap kelompok akan saling berprasangka dan menduga-duga.

4) Maka stereotype akan tumbuh subur. Masyarakat lebih percaya pada asumsi dan malas melakukan konfirmasi. Saling curiga dan prasangka bukan hanya terjadi antar-dua kelompok yang bersengketa, tapi juga antar tetangga bahkan di dalam rumah tangga.

5) Jika sudah tak saling percaya, maka setiap orang akan menandai/labeling. Saya-kamu, kami-mereka, sahabat-musuh, Sunni-Syiah, Viking-The Jack, pribumi-pendatang, fundamentalis-liberal, dan label-label lainnya. Dengan label seperti itu maka setiap orang dengan mudah mengenali siapa yang harus dilindungi dan siapa yang harus dihabisi.

6) Tinggal menunggu api-api kecil, maka konflik besar akan meledak (contoh: Ambon dan Poso).

Semua kekerasan massa umumnya mengalami tahap-tahap di atas. Awalnya dari informasi. Setahap demi setahap racun informasi memakan “kekebalan tubuh” bernama trust. Saat trust sudah hilang dalam masyarakat, antarsahabat bisa saling membabat, bahkan sebuah negara bisa porakporanda jika warganya dan pemimpinnya sudah tak saling percaya (contoh Yugoslavia).

Oleh karena itu kami Gerakan Islam Cinta mengajak semua masyarakat untuk segera menyadari situasi ini dan melakukan aksi-aksi nyata, sekecil apapun.

1. Tidak ikut mereproduksi dan menyebarkan informasi yang bersifat memecah belah. Bersikaplah kritis dan bijak terhadap informasi. Jika tak mampu memproduksi konten-konten positif, maka jangan ikut mereproduksi konten negatif.

“Cukuplah dikatakan pendusta jika dia menceritakan (menyebarkan) semua yang dia dengar.” (HR. Muslim).

2. Tidak terjebak dalam polemik yang sengaja dilempar di dunia maya untuk memperjelas segregasi kelompok pro dan kontra. Kita bisa memperhatikan dalam satu tahun, ada waktu-waktu panas di mana netizen saling teriak berdebat tentang satu polemik. Misalnya pada bulan Desember, topik “Halal dan haram mengucap selamat natal” menjadi perbincangan di mana-mana. Setiap orang sepertinya punya hak berfatwa. Pada awal Ramadhan atau hari raya maka perdebatan perbedaan hari puasa dan hari raya biasa mengemuka. Sepanjang tahun, tak pernah habis tema-tema “hot” yang menguras energi kita berdebat. Kadang perdebatan tidak lagi pada esensi topiknya, tetapi sudah mengarah pada segregasi, siapa ada di posisi mana. karena itulah Rasulullah bersabda,

“Aku jamin rumah di dasar surga bagi yang menghindari berdebat sekalipun ia benar, dan aku jamin rumah di tengah surga bagi yang menghindari dusta walaupun dalam keadaan bercanda, dan aku jamin rumah di puncak surga bagi yang baik akhlaknya”. (HR. Abu Daud).

3. Daripada menghabiskan energi dalam perdebatan yang tiada ujung, mari kita memproduksi konten-konten yang bermuatan cinta dan persatuan. Hal tersebut bisa menjadi counter terhadap konten yang bersifat kebencian. Menurut report Simmon Wiesental Center, jumlah web/page yang berisi kebencian mencapai 11.500 pada tahun 2010 meningkat 20% dari tahun sebelumnya. Diperlukan lebih banyak konten dan web yang berisi cinta agar racun kebencian di dunia maya bisa dinetralkan.

4. Mengajarkan critical thinking dan menumbuhkan tradisi tabayyun kepada siswa, guru dan masyarakat. Seberbahaya apa pun racun informasi, tidak akan berfungsi jika setiap kita memiliki benteng pertahanan dalam diri yang disebut kemampuan literasi, digital literasi dan critical thinking.

Bersama seruan di atas, Gerakan Islam Cinta menginformasikan bahwa tahun ini telah mengagendakan beberapa program.

Festival Islam Cinta (FIC) 2016: Adalah sebuah festival yang berupaya mengarusutamakan Islam moderat yang mempromosikan nilai Islam yang damai. Festival ini menjadi ruang bagi organisasi, akademisi, seniman, dan individu yang ingin menyuarakan Islam damai agar didengar lebih luas. FIC 2015 dilakukan di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan sukses menghadirkan lebih dari 1500 audiens dan dihadiri tokoh besar seperti Anies Baswedan, Moh. Mahfud MD, Alwi Shihab, Komaruddin Hidayat, dll. FIC 2016 akan digelar di UIN Malang pada tanggal 24 Februari. Jawa Timur sebagai basis pesantren, maka FIC kali ini akan memberi ruang luas bagi para kyai, santri, selain para mahasiswa, akademisi dan tokoh Muslim nasional dan lokal.

Pelatihan literasi bagi da’i, guru pai, asatidz, santri dan aktivis rohis: bekerja sama dengan Kementerian Agama RI, GIC akan mendampingi sejumlah dai, guru pai, santri, dan aktivis rohis untuk memiliki kemampuan literasi dan digital literasi. Mereka adalah ujung tombak yang menentukan hitam putih wajah Islam di Indonesia. Dengan melatih mereka, diharapkan mimbar jumat, pelajaran di sekolah dan pesantren akan bernuansa Islam yang menyejukkan.

Penerbitan dan penyebaran bukom (buletin-komik) Jumat. Bekerja sama dengan Islamic (Islam in Comic), GIC akan memproduksi dan mendistribusikan buletin komik yang akan disebar di masjid-masjid kampus. Pesan yang diusung adalah nilai-nilai damai Islam. Dikemas dalam bentuk komik agar menarik bagi mahasiswa. Bukom ini sangat strategis dalam penyampaikan pesan damai Islam, mengingat kini masjid-masjid kampus diserbu buletin-buletin jumat yang menawarkan paham-paham yang intoleran. Islamic adalah gerakan yang digagas oleh mahasiswa, telah satu tahun eksis secara online dan memiliki 30 ribu audiens, dan masuk ke dalam satu diantara 9 gerakan dakwah kreatif di media online. (Red: Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah PonPes, Doa Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Minggu, 16 Oktober 2011

Istri Rais Aam Kebanjiran Permintaan “Bocoran”

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Di musim kampanye Capres dan Cawapres ini, rupanya tidak hanya tim sukses yang sibuk. Hj Siti Fatma misalnya kebanjiran pesan singkat yang meminta bocoran dukungan suaminya. Bocoran tersebut mencari tahu kepada siapa Rais ‘Aam PBNU KH A. Mustofa Bisri menjatuhkan pilihan pada 9 Juli nanti?

Istri Rais Aam Kebanjiran Permintaan “Bocoran” (Sumber Gambar : Nu Online)
Istri Rais Aam Kebanjiran Permintaan “Bocoran” (Sumber Gambar : Nu Online)

Istri Rais Aam Kebanjiran Permintaan “Bocoran”

“Ibunya anak-anak ~Siti Fatma~ kebanjiran sms yang minta bocoran: dalam pilpres ini aku mendukung siapa?” tulis kiai yang akrab disapa Gus Mus tersebut melalui akun Facebooknya, Sabtu (14/6).

Lanjutan status tersebut berbunyi, "Dijawab bagaimana, bah, sms-sms ini?" tanyanya sambil tersenyum.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Lho ya terserah Sampéyan mau menjawab bagaimana," jawabku juga sambil tersenyum; "kan Sampéyan yang dimintai bocoran."

Beberapa akun berkomentar status tersebut, “Di jawab tg mriki mawon yai....” (Dijawab di sini saja, Kiai).? Akun lain menulis, “Insya Allah dan pastinya tidak Golput, kami jg menunggu bocoran. Minimal butuh clue Pak Kyai....”

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Salah satu akun bereaksi lain, “Hehehe... saya kangen Ibu... salam kangen dan tadzim buat Ibu Siti Fatma...” (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Kajian, Meme Islam Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Senin, 19 September 2011

D. Zawawi Imron akan Terima Mastera

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Penyair pesantren, D. Zawawi Imron, akan menerima hadiah sastra dari Majelis Sastra Asia Tenggara (Mastera). Penyerahan hadiah akan dilakukan di Kualalumpur, Malasysia, 30 Nopemper 2010.



D. Zawawi Imron akan Terima Mastera (Sumber Gambar : Nu Online)
D. Zawawi Imron akan Terima Mastera (Sumber Gambar : Nu Online)

D. Zawawi Imron akan Terima Mastera

Saat ditemui Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah, Senin, 29 Nopember, sebelum berangkat ke negeri jiran , Zawawi mengatakan bahwa karya yang dinilai dewan juri adalah buku berjudul Kelenjar Laut. Buku ini berisi 73 judul puisi yang diterbitkan Gama Media, Yogykarta, 2007.

"Hadiah ini adalah sebuah tantangan baru saya untuk terus istiqomah berkarya. Saya percaya istiqomah itu membuka yang tertutup, meringankan yang berat, dan yang belum indah menjadi indah," kata Zawawi, tawadlu.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Bagi penyair kelahiran Madura 1945 ini, hadiah ini bukanlah yang pertama. Dia tercatat pernah mendapat hadiah utama penulisan puisi ANteve untuk penulisan puisi (1995), Nenek Moyangku Airmata (1987) dapat hadiah Yayasan Buku Utama.

Sementara buku berjudul Celurit Emas dan Nenek Moyangku Airmata (1990) terpilih sebagai buku terbaik Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Mastera yang kini berusia 15 tahun memiliki konsen di dunia kesusastraan. Malaysia, Indonesia dan Branaidarussalam adalah anggota tetap dan sekaligus pendiri. Sedangkan Singapura menjadi negara pemerhati.

Selain memberi sejumlah penghargaan, Mastera juga melaksanakan proses pendidikan sastra, bernama bengkel sastra. Sastrawan pesantren kerap yang menjadi menter di sana adalah D. Zawawi Imron dan Acep Zamzam Noor.

Selain D. Zawawi Imron, di antara sastrawan Indonesia yang pernah mendapat anugerah serupa adalah WS Rendra, Kuntowijoyo, KH Musthofa Bisri, Joni Ariadinata. (hh)Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Fragmen Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Warga Dihimbau Dukung dan Besarkan Sekolah atau Madrasah NU

Pringsewu, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah



Dalam kunjungan yang dilakukan oleh SMK Maarif Fajaresuk Pringsewu ke SMK Maarif Kota Gajah Lampung Tengah, Jumat (12/02/16) Bendahara Lembaga Pendidikan Maarif NU Pringsewu H Auladi Rosyad menghimbau warga NU khususnya di Kabupaten Pringsewu untuk mendukung dan membesarkan sekolah atau madrasah berbasis NU di Kabupaten Pringsewu.

Warga Dihimbau Dukung dan Besarkan Sekolah atau Madrasah NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Warga Dihimbau Dukung dan Besarkan Sekolah atau Madrasah NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Warga Dihimbau Dukung dan Besarkan Sekolah atau Madrasah NU

"Siapa lagi yang akan membesarkan Lembaga Pendidikan NU seperti Ma’arif kalau bukan diawali oleh warganya sendiri. Bekali putra-putri kita sejak dini dengan pendidikan Ahlussunnah wal Jamaah dengan menyekolahkannya di Lembaga Pendidikan NU," kata Rosyad yang juga tenaga pendidik di SMK Maarif NU Fajaresuk.

Pada kesempatan tersebut Rosyad menyatakan bahwa LP Ma’arif NU Pringsewu yang menaungi sekolah dan madrasah di Kabupaten Pringsewu berkomitmen untuk terus meningkatkan mutu pendidikan melalui berbagai macam terobosan dan inovasi pendidikan. 

"Salah satunya kami mendorong sekolah dan madrasah Ma’arif untuk meningkatkan komunikasi dan koordinasi serta secara intensif melakukan kajian manajemen pengelolaan madrasah seperti melakukan studi banding yang sekarang dilakukan oleh SMK Maarif Fajaresuk ini," jelasnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Selain dapat menjadi kesempatan silaturahmi antar lembaga Ma’arif, kunjungan studi banding dapat dimaksudkan untuk mengkaji secara komprehensif segala hal terkait pendidikan seperti kurikulum, silabus, proses KBM, dan fasilitas-fasilitas yang dibutuhkan untuk kelancaran pendidikan.

"Kami berharap dari kunjungan ke SMK Maarif Kota Gajah Lampung Tengah ini, kami akan mendapatkan ilmu dan inspirasi untuk diaplikasikan di Pringsewu sehingga kualitas sekolah dan madrasah di bawah naungan LP Ma’arif wabil khusus SMK Maarif Fajaresuk Pringsewu akan lebih baik," ujarnya.

Rosyad menambahkan bahwa dipilihnya SMK Ma’arif Kota Gajah Lampung Tengah sebagai tempat kunjungan studi karena di SMK tersebut memiliki jurusan yang sama dengan yang ada di SMK Ma’arif Fajaresuk yaitu Perbankan Syariah.

"Kami ingin murid angkatan pertama SMK Maarif Fajaresuk dapat menunjukkan kualitasnya seiring dengan upaya peningkatan kualitas pendidikan yang diselenggarakan di sini," pungkasnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kunjungan studi banding tersebut diikuti oleh tim manajemen, perwakilan dewan guru, dan beberapa siswa dan siswi SMK Ma’arif Fajaresuk. (Muhammad Faizin/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Nasional Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kamis, 08 September 2011

Gus Dur Bapak Humanis (1)

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Banyak gelar yang disematkan kepada Ketua Umum PBNU 1984-199, KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. Mulai dari Guru Bangsa, Bapak Demokrasi hingga Bapak Pluralisme.

?

Gus Dur Bapak Humanis (1) (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Dur Bapak Humanis (1) (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Dur Bapak Humanis (1)

Menurut pemerhati pemikiran Gus Dur, Syaiful Arif, gelar yang paling tepat untuk cucu pendiri NU tersebut adalah Bapak Humanisme. Ia menjelaskan alasannya dengan membagi fase Gus Dur; yaitu Gus Dur muda dan Gus Dur tua.

?

“Gus Dur muda adalah teoritis, dan masa tua disebut “Gus Dur praktis” atau “Gus Dur Muda” dan “Gus Dur Tua”.

?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Gus Dur muda dari tahun 1970 sampai pertengahan 90. Gus Dur Muda pemikirannya layak menjadi diskursus intelektual karena tulisan-tulisannya tidak hanya dalam bentuk opini di koran, tapi di makalah-makalah panjang. Baik dalam jurnal seperti Prisma, Pesantren, di koran-koran, maupun makalah-makalah seminar, baik di dalam negeri maupun di luar negeri.

?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Nah, dengan tulisan-tulisan panjang itu kan kita bisa merumuskan pemikiran Gus Dur sebagai wacana intelektual dan materi-materi akademis.”

?

Sementara Gus Dur tua itu sejak menjadi presiden sampai lengser. Waktu itu tulisan Gus Dur hanya dipercikan di koran. Gus Dur yang sudah sepuh itu ya Gus Dur yang sudah ? praktis.

?

Tulisan-tulisan di koran adalah refleksi dari peristiwa-peristiwa aktual atau penggalian kembali memori pemikiran yang masih ada dalam endapan di pemikirannya.

?

“Selama ini banyak orang menempatkan Gus Dur hanya di dalam Gus Dur di era tua. Mereka tidak masuk di dalam pemikiran Gus Dur di era muda.”

?

“Pribumisasi Islam adalah basis struktur dari pemikiran Islam Gus Dur itu kemudian menopang struktur pemikiran Islam Gus Dur, yakni Islam sebagai etika sosial. Kenapa? Karena Islam sebagai etika sosial adalah pemikiran Islam Gus Dur yang menempatkan Islam sebagai etika masyarakat; akhlak sosial.”

?

Jadi, Gus Dur itu selalu memaknai akhlak sebagai etika sosial. Ia tidak pernah menafsiri di luar konteks itu, umpamanya akhlak adalah pribadi. Akhlak itu pasti dalam kurung etika sosial.

?

“Di Islam itu kan ada rukan Islam ada rukun iman. Rukun iman itu teologis, rukun Islam itu katakanlah amal ya dari iman.”

?

Kata Gus Dur, di dalam rukun Islam itu ada dimensi sosial ada zakat, ada haji ada shalat; ketika berjamaah. Artinya, amal-amal ritual itu sebenarnya bersifat sosial. Artinya memiliki keberpihakan terhadap pensejahteraan masyarakat.

?

Namun sayangnya, banyak sekali umat Islam yang hanya memahaminya dalam kerangka ritual individual. Akhirnya, rukun sosial itu tidak ada dampak sosialnya.

Redaktur: Mukafi Niam

Penulis ? : Abadullah Alawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Pondok Pesantren, Cerita Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah