Kamis, 31 Maret 2011

UNU Surakarta Selenggarakan Lokakarya Kompetensi Guru

Solo, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Untuk meningkatkan kemampuan guru-guru PAI (Pendidikan Agama Islam) dalam menciptakan anak didik yang berkarakter, Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Surakarta menyelenggarakan Lokakarya PKG (Pelatihan Kompetensi Guru) Guru PAI SD se-Solo Raya.

UNU Surakarta Selenggarakan Lokakarya Kompetensi Guru (Sumber Gambar : Nu Online)
UNU Surakarta Selenggarakan Lokakarya Kompetensi Guru (Sumber Gambar : Nu Online)

UNU Surakarta Selenggarakan Lokakarya Kompetensi Guru

Kegiatan yang telah berakhir Jumat (28/12) yang lalu tersebut juga dimaksudkan agar guru juga dapat menjalankan fungsinya sebagai pengajar dan pendidik dengan baik.

Pembelajaran yang menyenangkan dapat menjadikan siswa berani bertanya, berani mencoba, berani berbuat, berani mengemukakan pendapat, dan berani mempertanyakan gagasan orang lain. Guru yang baik tidak membuat siswa takut salah dan dihukum, takut ditertawakan teman-teman, takut dianggap sepele oleh guru.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Melalui situsnya, pihak dari UNU menerangkan bahwa acara tersebut merupakan kerjasama Fakultas Agama Islam UNU Surakarta dengan Direktorat Pendidikan Agama Islam Pada Sekolah Dirjen Pendidikan Islam Kemenag RI. Kegiatan lokakarya dilaksanakan dua gelombang. Yang pertama telah dilaksanakan pada tanggal 3-5 Desember 2012 di Hotel Riyadi Palace Surakarta Jawa Tengah.

Acara serupa kembali diadakan pada tanggal 26-28 Desember 2012. Diikuti sebanyak 80 peserta, pihak penyelenggara mendatangkan narasumber yang berkompeten diantaranya Direktur Pendidikan Agama Islam, ? Dr. H.M. Amin Haedari, M.Pd dan Rektor UNU Surakarta, Dr. H.A. Mufrod Teguh Mulyo, M.H.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Pihak penyelenggara, diwakili Ketua Pelaksana Lokakarya dan Pelatihan PKG, Drs. Muhammad Yasin, M.Pd.I menyampaikan, pelatihan PKG ini bertujuan untuk penguatan pendidikan karakter melalui Pendidikan Agama Islam.

Meskipun acara telah berakhir, rencananya kegiatan tersebut akan terus berlanjut dengan dilaksanakan pendampingan bersama fasilitator dalam membuat bahan ajar dan akan dipilih 6 orang peserta untuk menjadi pemenang, yang masing-masing akan berhak mendapatkan hadiah dari panitia.

Redaktur ? ? ? : A. Khoirul Anam

Kontriobutor: Ajie Najmuddin

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Tegal, Kajian Sunnah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Rabu, 30 Maret 2011

Keluarga Maslahah Jadi Fondasi Ketahanan Bangsa

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Dalam rangka menegaskan komitmen untuk menjaga keutuhan NKRI dan martabat bangsa, Pengurus Pusat Fatayat Nahdlatul Ulama menyelenggarakan seminar kebangsaan dan workshop modul dakwah dengan tema Keluarga Maslahah sebagai Fondasi Ketahanan Bangsa.?

Seminar ini diselenggarakan pada hari Sabtu 3 Desember 2016 dan dilanjutkan dengan Workshop penyusunan Modul Dakwah hingga Ahad 4 Desember 2016 di Hotel Gran City Jl. Palputih 197 Senen Jakarta Pusat.?

Keluarga Maslahah Jadi Fondasi Ketahanan Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)
Keluarga Maslahah Jadi Fondasi Ketahanan Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)

Keluarga Maslahah Jadi Fondasi Ketahanan Bangsa

Hadir dalam acara ini beberapa narasumber yaitu KH Maman Imanul Haq Anggota DPR RI/Ketua Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama, Hj Badriyah Fayumi Pengasuh Pondok Pesantren Mahasina, Andi Intan dari BNPT, dan Anggia Ermarini Ketua Umum Fatayat NU. Bimas Islam Kementerian Agama juga menjadi narasumber seminar kebangsaan ini.

Seminar diikuti oleh kurang lebih 150 peserta yang merupakan utusan dari Pengurus Cabang Fatayat NU se Jabodetabek dan Banten. Sementara workshop akan menghadirkan peserta dari Pengurus Wilayah Jawa Timur, Jawa Barat, Jawa Timur, Banten, dan beberapa Pengurus Pusat. Kegiatan Seminar ini terselenggara atas kerjasama PP Fatayat NU dengan MPR RI.?

Dalam release yang dikirimkan ke Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah, Modul yang dihasilkan dari workshop yang difasilitatori oleh Nur Rofi’ah ini diharapkan akan menjadi buku panduan dalam melakukan pelatihan bagi ? daiyah-daiyah Fatayat NU yang tergabung dalam Forum Daiyah Fatayat NU, Fordaf.?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Modul tersebut memuat tentang bagaimana agar para daiyah mampu mengedukasi masyarakat tentang upaya membangun keluarga maslahah, keluarga yang memegang teguh nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah, tangguh dan memiliki ketahanan menghadapi berbagai masalah kekinian seperti penyalahgunaan narkoba, pornografi, kekerasan, penyimpangan dan pelecehan seksual, bahkan gempuran paham radikalisme.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Mengapa keluarga maslahah? karena ketahanan bangsa akan teraih jika ketahanan keluarga terbentuk. Keluarga adalah sekolah pertama dan utama dalam mendidik generasi penerus bangsa. Keluarga yang rapuh akan melahirkan generasi lemah. Membangun bangsa harus dimulai dari membangun keharmonisan keluarga karena langkah besar adalah kumpulan dari langkah-langkah kecil. Red: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Kiai, Habib, Doa Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kamis, 24 Maret 2011

Islam Radikal Berpotensi Meluas ke Desa-desa

Jombang, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Desa menjadi arena pelaksanaan program pembangunan dari pemerintah. Kemandirian desa dalam mengatur dan mengurus kehidupan masyarakatnya menjadi potensi besar bagi pemberdayaan partisipasi masyarakat. Desa juga menjadi peluang bagi pihak lain yang berkepentingan, termasuk jaringan radikalisme untuk meluaskan dan menguatkan pengaruhnya melalui skema-skema pelayanan yang mudah diterima oleh masyarakat desa.

Demikian yang disampaikan Ahmad Samsul Rijal, Sekretaris Pengurus Cabnag Nahdltul Ulama (PCNU) Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Ia mengungkapkan, beberapa kali seminar dan workshop yang diikutinya menyatakan? bahwa paham radikal yang mengatasnamakan agama sudah mulai masuk di lingkungan masyarakat desa.

Islam Radikal Berpotensi Meluas ke Desa-desa (Sumber Gambar : Nu Online)
Islam Radikal Berpotensi Meluas ke Desa-desa (Sumber Gambar : Nu Online)

Islam Radikal Berpotensi Meluas ke Desa-desa

“Komunitas desa dengan perilaku agamis tradisionalis mulai dialih-kenalkan paham agama yang bersifat fundamentalis dengan kedok purifikasi (pemurnian) sumber ajaran,” katanya kepada Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah, Jum’at (8/1).

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Pendekatan seperti ini, lanjut Rijal akan menjadi jalan bagi tumbuhnya paham dan sikap radikal di tengah masyarakat desa, sehingga gesekan-gesekan konflik terbuka maupun laten niscaya terjadi. Desa tidak bisa lagi tumbuh sebagai entitas sosial budaya yang terhubung secara sehat.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Desa akan terpolarisasi oleh ideologi yang tidak bisa menopang ideologi keagamaan dan kebangsaan yang kokoh. Sebaliknya, desa menjadi rapuh untuk bisa menopang keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” lanjut Rijal yang juga Sekretaris Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA PMII) Jombang.

Ia menyebutkan beberapa paham yang cendrung berusaha mengalih-kenalkan paham agama ke arah fundamentalisme, puritanisme dan radikalisme adalah mereka yang berideologi Salafi atau Wahabi, yakni founding father ideologi Saudi Arabia, Muhammad Ibnu Abdul Wahhab An Najd.

“Kelompok Wahabi ini mengaku membawa misi memurnikan ajaran tauhid dari kemusyrikan, khurafat, bid’ah, menyembah makam-makam atau kuburan, dan lain sebagainya,” ulasnya.

Syariat Islam, bagi mereka, sepanjang tidak diatur dan ditentukan pelaksanaannya dalam Al-Qur’an dan Al-Hadist dianggap bid’ah. Dan setiap bid’ah dinilai sebagai kesesatan yang kelak di akhirat dipastikan masuk neraka. ?

“Sehingga dampaknya kelompok yang telah terkontaminasi oleh wahabisme akan dengan mudah mengklaim sebagai pembawa kebenaran dan pemurni agama serta menilai selain mereka sebagai yang sesat, musyrik, kafir dan wajib dimusuhi,” tuturnya.

Ia mengakui bahwa pengaruh doktrin kelompok Wahabi sangat kuat. Hal ini menjadi kewaspadaan tersendiri bagi warga NU untuk membentengi masyarakat di pedesaan dengan menguatkan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) an-Nahdliyah.

Dengan demikian desa tidak akan kehilangan lokalitas, kearifan dan keaslian atas asal usulnya. Keluhuran budaya dan nilai yang telah berkembang di desa serta mengikat erat hubungan kekerabatan dan kegotong-royongan tetap berjalan sebagaimana mestinya. “Cukuplah wahabisme menjadi ideologi warga Saudi Arabia, karena ‘kita’ bukan waga Islam Arab, tapi Islam Nusantara,” pungkasnya. (Syamsul Arifin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Internasional, Tokoh, Nahdlatul Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Selasa, 22 Maret 2011

NU Kota Pontianak Dorong Kerja dan Transparansi Pengurus

Pontianak, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah - Kenikmatan berorganisasi di NU adalah selalu menjalin dan membangun komunikasi serta kerja sama antarpengurus dan lembaga. Semua unsurnya berupaya mewujudkan program-program yang relevan untuk masyarakat khususnya nahdliyin.

Demikian disampaikan Ketua NU Kota Pontianak H Ahmad Faruki pada pertemuan rutin Lailatul Ijtima’ yang diselenggarakan di kediaman Umar Bani Jalan Tanjung Hulu Pontianak Timur, Jumat (22/4).

NU Kota Pontianak Dorong Kerja dan Transparansi Pengurus (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Kota Pontianak Dorong Kerja dan Transparansi Pengurus (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Kota Pontianak Dorong Kerja dan Transparansi Pengurus

Dalam pertemuan yang dihadiri oleh pengurus NU Kota Pontianak masa khidmah 2016-2021, pengurus MWCNU se-Kota Pontianak, calon-calon pengurus Lembaga NU serta nahdliyin lainnya, H Faruki berharap pengurus NU Kota Pontianak memegang prinsip “pengabdian yang berbasis kinerja dan transaparansi.

“PCNU ke depan harus mampu mewujudkan legalitas kepribadian dengan semangat bermasyarakat aswaja serta saling terbuka dalam menjalan amanah NU,” kata H Faruki yang akan dilantik pada 14 Juni 2016 mendatang.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Pertemuan lailatul ijtima’ ini diisi dengan pengajian Aswaja dan semangat berorganisasi NU oleh Rais Syuriyah NU Kota Pontianak KH Ahmad Rustamadji AK. Pertemuan ini kemudian dilanjutkan dengan perkenalan pengurus baru NU Kota Pontianak masa khidmah 2016-2021 yang dipandu oleh Sekretaris NU Kota Pontianak Syarif.

Di awal pertemuan mereka membaca tahlil dan tawassul kepada pendiri NU, tokoh, dan pejuang NU yang ada di Kalimantan Barat, khususnya Kota Pontianak.

Kegiatan lailatul ijtima’ ini merupakan agenda penting yang dilaksanakan setiap bulan purnama di bulan Hijriyah. “Ini harus mengalir terus-menerus bahkan ini agenda wajib yang harus diprioritaskan oleh Lembaga Dakwah NU Kota Pontianak,” kata H Faruki.

Ia meminta LDNU Kota Pontianak berperan aktif dalam menyukseskan lailatul ijtima’ ini. H Ahmad Faruki terpilih sebagai Ketua NU Kota Pontianak pada Konferensi Cabang VII NU Kota Pontianak tanggal 20 Maret 2016 di Pesantren Darussalam Pontianak Timur. (Syamhadi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Warta, Pahlawan, Makam Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Jumat, 18 Maret 2011

PWNU Bali Hadiri Istighotsah Tarekat Naqsyabandiyah Gersempal

Bali, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Sehari setelah dilantik, kepengurusan Silaturrahim Ikhwan Akhawat dan Simpatisan Thariqat An-Naqsyabandiyah Gersempal (Sitqon) di Bali, menggelar majelis zikir perdana yang dirangkai dengan istighotsah dan pembacaan sholawat tawasuliyah, Senin (7/9). Hadir di tengah jamaah Ketua PWNU Bali KH Abdul Aziz.

PWNU Bali Hadiri Istighotsah Tarekat Naqsyabandiyah Gersempal (Sumber Gambar : Nu Online)
PWNU Bali Hadiri Istighotsah Tarekat Naqsyabandiyah Gersempal (Sumber Gambar : Nu Online)

PWNU Bali Hadiri Istighotsah Tarekat Naqsyabandiyah Gersempal

Kiai Aziz menyampaikan bahwa kehadirannya tidak dalam kapasitasnya sebagai Ketua PWNU Bali.

“Kendati demikian saya berharap dan optimis bahwa Sitqon akan menjadi salah satu ruh dari organisasi Nahdlatul Ulama (NU),” kata Kiai Aziz.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sementara itu turut hadir pula perwakilan dari pengurus pusat Sitqon KHR Syaifullah Jafar dan KHR Amin Syafiuddin dari Sampang Madura. Majelis ini juga diikuti oleh beberapa imam Khwajagan Naqsyabandiyah Mudzhari Gersempal dari Pamekasan dan Sumenep Ustadz Habibi dan Kiai Tajuddin Zahid. (Dedi Haryono/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Ubudiyah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sabtu, 12 Maret 2011

Banser Pun Aktif dalam Tim Medis Liga Santri Nusantara

Blora, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Pagelaran Liga Santri Nusantara (LSN) Region 1 Jawa Tengah Grup B baru saja berakhir pada Ahad (17/9) pukul 16.00 WIB. Namun, euforia sepakbola dan segala sesuatu yang ada di dalamnya masih begitu terasa oleh segenap santri penikmat olahraga.

Banser Pun Aktif dalam Tim Medis Liga Santri Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)
Banser Pun Aktif dalam Tim Medis Liga Santri Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)

Banser Pun Aktif dalam Tim Medis Liga Santri Nusantara

Hal tersebut tak lepas dari peran para panitia pelaksana (panpel) di kalangan region 1 Jawa Tengah Grup B, yang berpusat di Kota Blora. Para panitia terlihat mampu menggandeng seluruh elemen. Baik pemerintahan, keamanan, maupun dari kalangan badan otonom (Banom) di lingkungan NU sendiri.

Yang tak ketinggalan dalam kepanitiaan kali ini adalah peran aktif anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) NU. Ketika baru di tepi jalan saja, para pemain, official club, maupun seluruh orang yang menikmati liga, telah disambut hangat dengan arahan dari Banser yang mengamankan jalan guna penyeberangan.?

Ketika di dalam Stadion Kridoson Blora pun, sudah tampak terlihat barisan banser yang mulai melakukan koordinasi sesuai arahan ketua. Ternyata mulai dari pengendali papan skor, panitia pengambil bola, panitia keamanan, dan bahkan tim medis pun diisi oleh peran aktif anggota banser.

“Selain menjadi panitia pengambil bola, saya juga bertugas sebagai tim medis,” terang seorang anggota Banser kepada Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah sembari memijat salah satu pemain Sirbin FC yang terkilir kakinya. (Ulin Nuha Karim/Ahmad Mundzir/Mahbib)

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Makam, Anti Hoax, Aswaja Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Selasa, 01 Maret 2011

LPNU Sidoarjo Luncurkan NU Mart

Sidoarjo, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama (LPNU) Sidoarjo, meluncurkan NU Mart di Desa Ketegan, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo, Jumat (13/1) malam. Peluncuran NU Mart ini ditandai dengan pemotongan tumpeng yang dilakukan oleh Manajer NU Mart, Guru Sugeng Mulyono dan pemotongan pita oleh Wakil Katib PCNU Sidoarjo, KH Abdi Manaf.

LPNU Sidoarjo Luncurkan NU Mart (Sumber Gambar : Nu Online)
LPNU Sidoarjo Luncurkan NU Mart (Sumber Gambar : Nu Online)

LPNU Sidoarjo Luncurkan NU Mart

Ketua LPNU Sidoarjo, H Mushowimin menjelaskan, awal mula didirikannya NU Mart ini karena melihat potensi NU yang sangat besar dan konsumtif. Ia mencontohkan, ketika ada kegiatan jamiyah apapun selalu ada konsumsi, terutama air mineral yang dibeli dari supermarket. Dari situlah akhirnya muncul ide untuk mendirikan waralaba yakni NU Mart.

"Saya melihat masyarakat membeli satu mi instan saja harus ke supermarket, dan seolah-olah gengsi kalau tidak ke supermarket. Selain itu, setiap kegiatan jamiyah apapun selalu ada konsumsi, terutama air mineral yang juga dibeli dari supermarket. Mulai dari situlah muncul pemikiran untuk mendirikan NU Mart dengan motto belanja hemat barokah untuk umat," jelasnya.

Mushowimin menegaskan bahwa, selain mendirikan toko NU Mart, LPNU Sidoarjo juga menggerakkan NU Mart mobil keliling. Dengan menggunakan mobil keliling, NU Mart bisa hadir ke pelosok desa yang belum ada toko waralaba. Ia berharap, setiap MWCNU dari 18 Kecamatan yang ada di Sidoarjo bisa mendirikan NU Mart.

Dengan kehadiran NU Mart ini tentu tidak akan mengganggu toko yang sudah ada. Pasalnya, LPNU Sidoarjo sendiri akan melakukan kerjasama dengan waralaba yang ada di sekitarnya. Karena produksi yang ada di NU Mart, 50 persen dari Banom NU yang punya usaha dan 50 persen dari UMKM.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Setiap ada kubroan, pengajian dan kegiatan jamiyah lainnya, Ibu-ibu Muslimat secara tidak langsung bisa menjadi media untuk mempromosikan produk NU tersebut. Sehingga NU Mart ada di setiap Kecamatan dan akan meraba di semua desa. Paling tidak ada di desa kecil-kecil dan tidak boleh membunuh toko yang ada di desa, akan tetapi harus kerjasama," katanya.

Meski begitu, Mushowimin mengaku, persaingan tetap ada, karena namanya perekonomian tak pernah luput dari persaingan. Namun, tetap mengedepankan kebersamaan untuk membesarkan perekonomian NU yang ada di Sidoarjo. Kalau ekonominya mapan, insya Allah ibadahnya tenang, sebab ada jariyah di dalamnya. Dan jika Ibadahnya tekun, insya Allah dijamin surga.

Kehadiran NU Mart ini tak perlu diragukan lagi, selain memberikan diskon 10 persen untuk pembelian baju (fashion) dengan menunjukkan kartanu, NU Mart sendiri juga mempunyai kelebihan, yaitu akan memberikan bantuan kepada yatim piatu, pesantren, masjid atau pembangunan musholla di sekitar toko NU Mart.

Mushowimin berharap ada dukungan dari semua pihak untuk mempromosikan toko NU ini mulai dari tingkat cabang hingga ranting. Bentuk dukungannya yakni harus belanja kebutuhan sehari-hari ke NU Mart. Dukungan maksimalnya ikut mempromosikan ke warga sekitar kalau itu toko NU. (Moh Kholidun/Fathoni)

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Cerita Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah