Senin, 05 Maret 2018

Luncurkan Buku tentang Profesionalitas Guru

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Komitmen Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) terhadap bidang pendidikan di Indonesia berbuah hasil. Salah satu kadernya, Asrorun Ni’am Sholeh, yang juga pernah menjabat sebagai salah satu Ketua Pengurus Pusat IPNU, berhasil meluncurkan buku yang berjudul “Membangun Profesionalitas Guru: Analisis Kronologis atas Lahirnya UU Guru dan Dosen.

Buku setebal 222 halaman yang diterbitkan oleh Lembaga Studi Agama dan Sosial (eLSAS) itu diluncurkan di Gedung Teater Perpustakaan Nasional, Jalan Salemba Raya, Jakarta, Jum’at (13/10).

Luncurkan Buku tentang Profesionalitas Guru (Sumber Gambar : Nu Online)
Luncurkan Buku tentang Profesionalitas Guru (Sumber Gambar : Nu Online)

Luncurkan Buku tentang Profesionalitas Guru

Hadir dalam peluncuran yang juga dirangkai dengan bedah buku tersebut, Dr H Fasli Djalal Ph.D (Dirjen PMPTK Diknas RI), Prof Dr Suriani MA (Guru Besar Universitas Negeri Jakarta) dan Dr H A Fathoni Rodli M.Pd (Ketua Lembaga Pendidikan Maarif NU)

Ni’am, demikian panggilan akrab Asrorun Ni’am Sholeh, mengakui bahwa buku yang ia tulis pada dasarnya lebih tepat diberi label sebagai kumpulan dokumen historis atas dinamika internal yang terjadi saat pembahasan Rancangan Undang-undang (RUU) Guru dan Dosen. “Karena kajiannya memang hanya dibatasi pada upaya meng-cover secara analitis atas kronologi penyusunan RUU sehingga dapat disahkan sebagai UU, disertai dengan dinamika internal yang terjadi,” terangnya.

Namun demikian, kata Ni’am, di dalam buku yang ditulisnya tersebut dapat ditemukan analisis perbandingan antara draf yang disiapkan oleh DPR-RI (Komisi X) dengan hasil pembahasan. Hasilnya menunjukkan adanya keberanjakan secara signifikan, baik itu sifatnya vertikal, horisontal, maupun diagonal.

Menurut pria yang saat ini tengah menyelesaikan Program Doktor di Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta ini, hal itu wajar sebagai buah ‘konsensus’ dengan pihak pemerintah, dalam hal ini adalah Departemen Pendidikan Nasional yang sejak awal mengajukan draf tandingan yang secara diametral cukup kontras.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dijelaskan Ni’am, dalam proses pembahasan RUU tersebut, tampak sekali perbedaan paradigma yang digunakan oleh pemerintah dan DPR, khususnya terkait dengan detil aturan mengenai kesejahteraan dan jaminan profesionalitas guru. “Sejak awal, DPR punya semangat untuk meningkatkan kesejahteraan guru. Kesejahteraan guru yang masih sangat tidak ideal menyebabkan mutu guru dan mutu pendidikan secara keseluruhan menjadi rendah,” ungkapnya.

Sementara, imbuhnya, pemerintah tampak lebih mengutamakan menentukan “rambu-rambu” profesionalitas melalui kualifikasi akademik dan sertifikasi. “Kalau pemerintah asumsinya; mutu baik dulu, baru setelah itu kesejahteraan diperoleh. Berbeda dengan DPR yang mengasumsikan; sejahtera dulu, baru kemudian mutunya akan baik,” jelasnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Buku tersebut merupakan buku kedua karya mantan Ketua PP IPNU periode 2000-2003 ini. Sebelumnya, pria kelahiran Nganjuk, 31 Mei 1976 ini pernah menerbitkan buku dengan tema pendidikan pula; “Reorientasi Pendidikan Islam”. (rif)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Nahdlatul, Pemurnian Aqidah, Santri Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ribuan Warga Jatim Ziarahi Makam KH Ali Masud

Sidoarjo, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Ribuan peziarah dari berbagai kota di Jawa Timur baik dari Sidoarjo, Madura, Nganjuk maupun dari daerah luar Sidoarjo saling berdatangan silih berganti memenuhi makam KH Ali Masud atau yang biasa dikenal Mbah Ud di Desa Pagerwojo, Kecamatan Buduran Sidoarjo, Jawa Timur, Kamis (12/11) malam.

Warga Sidoarjo dan sekitarnya meyakini Mbah Ud sebagai salah satu ulama kharismatik, bahkan waliyullah, yang berjasa dalam pengembangan dakwah Islam di daerah setempat. Mbah Ud juga masih memiliki garis keturunan sampai ke Rasulullah.

Ribuan Warga Jatim Ziarahi Makam KH Ali Masud (Sumber Gambar : Nu Online)
Ribuan Warga Jatim Ziarahi Makam KH Ali Masud (Sumber Gambar : Nu Online)

Ribuan Warga Jatim Ziarahi Makam KH Ali Masud

Siti Zakiyah Zamani, salah satu peziarah asal Desa Kalidawir RT 7 RW 2, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo menuturkan, dia bersama suaminya kerap berziarah ke makam Mbah Ud untuk bermunajat kepada Allah SWT. Bahkan, dia juga ikhlas berziarah meski harus membawa anaknya yang masih balita berusia sekitar 5,5 bulan.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Di makam, Zakiyah bersama suaminya membacakan surat Yasin, shalawat nariyah, tahlil dan amalaliyah lainnya untuk mengharap ridho dari Allah SWT. "Kami ke sini untuk mencari barokah agar hidup atau rumah tangga menjadi tentram, sehingga ketika menghadapi problem rumah tangga tetap diberikan Allah kesabaran," tutur Zakiyah.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Zakiyah mengaku bahwa setiap hari Kamis malam Jumat terutama malam Jumat legi, dirinya bersama suami dan anaknya tidak pernah lepas berziarah ke makam Waliyullah ini. Bahkan, semenjak dirinya mengandung hingga lahir putra pertamanya itu tidak pernah lepas berziarah ke makam para waliyullah.

"Kami tidak hanya sekadar berziarah, melainkan bisa bersilaturahmi sesama sahabat, keluarga dan kerabat yang kebetulan juga berziarah ke makam Mbah Ud untuk menjalin tali ukhuwah Islamiyah. Semoga anak saya ini dijadikan Allah menjadi anak sholeh, dijauhkan dari perbuatan maksiat," doanya penuh harap.

Lebih jauh Zakiyah menjelaskan, nenek suami Zakiyah merupakan teman Mbah Ud. Pada masa hidupnya, mbah Us sering silaturahmi di desa Ketapang, Tanggulangin Sidoarjo.

Sementara itu Ika Hariyati asal Desa Bandung, Kecamatan Prambon, Kabupaten Nganjuk mengatakan, dirinya sengaja datang ke makam Mbah Ud untuk berziarah memohon barokah para wali dan mengharap Ridho dari Allah. Menurutnya, makam Waliyullah di Sidoarjo yang dekat dengan akses jalan raya yaitu di makam Mbah Ud Pagerwojo Buduran Sidoarjo.

"Melalui barokah doa yang saya panjatkan di sini, semoga saya dijadikan Allah manusia baik, mampu meniru tauladan Rasulullah dan para wali, dipertemukan jodoh yang baik, sholeh dan punya kepribadian seperti akhlaknya Rasulullah," harap Ika. (Moh Kholidun/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Kiai, Sholawat Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Minggu, 04 Maret 2018

Nurul Arifin Dukung Fatwa PBNU Tentang Pengharaman Infotainment

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Artis cantik Nurul Arifin mengaku bersyukur atas fatwa hukum haram menonton tayangan infotainmen yang dikeluarkan oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Ia menyambut baik dan mendukung keputusan yang dihasilkan dari forum Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar NU di Surabaya, akhir Juli lalu itu.

“Secara pribadi, sebagai artis, saya mensyukuri fatwa PBNU itu,” kata Nurul Arifin saat menjadi narasumber dalam acara dialog bertajuk “Kesehatan Reproduksi Remaja” yang digelar oleh Lembaga Kemaslahatan Keluarga Nahdlatul Ulama (LKKNU) di Hotel Mega, Jakarta, Minggu (13/8)

Nurul menilai, berita di infotainment selama ini memang lebih banyak membuka serta mengungkap kehidupan yang sangat pribadi dari seorang artis. Hal itulah yang ia jadikan dasar sehingga sampai pada kesimpulan untuk mendukung fatwa haram atas tayangan yang kebanyakan berisi gosip tersebut.

Nurul Arifin Dukung Fatwa PBNU Tentang Pengharaman Infotainment (Sumber Gambar : Nu Online)
Nurul Arifin Dukung Fatwa PBNU Tentang Pengharaman Infotainment (Sumber Gambar : Nu Online)

Nurul Arifin Dukung Fatwa PBNU Tentang Pengharaman Infotainment

Dukungannya terhadap keputusan para ulama NU se-Indonesia itu, katanya, juga didasari karena tidak berfungsinya lembaga sensor dari pemerintah serta kurang pro-aktifnya Komisi Penyiaran Indonesia.

Oleh karena itu, diakui Nurul, keluarnya fatwa yang cukup kontroversial tersebut seperti mendapat sebuah pencerahan. “Fatwa ini seperti menyirami, memberikan wacana damai bagi saya,” ungkapnya.

Seperti halnya pengalaman sejumlah artis yang lain, Nurul juga mengaku kesulitan menghadapi kejaran wartawan infotainment. Tak jarang, katanya, sejumlah wartawan infotainment harus menggelar tenda di depan rumah sang artis demi mendapat keterangan tentang gosip yang sedang berkembang.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dikatakan Nurul, akibat buruk yang ditimbulkan dari tayangan gosip infotainment tersebut tak hanya dirasakan oleh para artis atau selebritis, melainkan lebih luas lagi kepada seluruh anggota keluarga.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Misalkan kasus perceraian, pada dasarnya itu tidak hanya melibatkan dua orang (suami-istri, red), tapi juga anak, keluarga besar yang bersangkutan. Kalau itu yang ditonjolkan, sangat berbahaya bagi anak, keluarga besarnya juga,” kata perempuan kelahiran Bandung, 18 Juli 1966 ini.

Kritisi Kebijakan Pemisahan Kelas Siswa-Siswi

Dalam kesempatan yang sama, mahasiswi Ilmu Politik Pascasarjana Universitas Indonesia ini mengkritisi kebijakan Bupati Pandeglang Dimyati Natakusumah tentang pemisahan kelas siswa putera dan puteri di sekolah umum. Ia menilai, kebijakan tersebut tidak tepat jika bertujuan untuk meminimalisir kerusakan moral generasi muda. Kebijakan tersebut, imbuhnya, justru akan memasung interaksi sosial remaja.

”Kebijakan itu instan dan simbolik belaka. Saya khawatir jika siswa dipisah berdasarkan perbedaan jenis kelaminnya akan mengganggu interaksi sosial mereka,” tegas istri Mayong Suryalaksono ini.

Artis yang juga mantan calon legislatif dari Partai Golkar ini mengungkapkan, survei yang dilakukan Synovate Research di empat kota besar di Indonesia (Jakarta, Surabaya, Bandung dan Medan) menunjukkan bahwa perilaku seksual remaja Indonesia saat ini memang cukup mengkhawatirkan. Ada sekitar 44 persen responden yang mengaku sudah pernah melakukan hubungan seks di usia 16-18 tahun. Bahkan, 16 persen responden lainnya mengaku melakukan hal yang sama di usia 13-15 tahun.

Lebih lanjut dikatakannya, sebagian besar remaja (65 persen) mengetahui informasi seksual dari teman sebayanya dan 35 persen mengaku mendapatkan informasi tentang hal tersebut dari film porno. Ironisnya, hanya 5 persen responden yang menyatakan mendapatkan informasi seks dan kesehatan reproduksi dari orang tua.

”Data-data tersebut memang mengkhawatirkan. Tetapi tidak kalau mencari solusi dengan memisahkan ruang kelas mereka. Ini sama artinya, kita, orang tua, berpikirnya sudah jorok duluan. Kesannya yang orang tua itu terlalu mencurigai anak muda,” jelas Nurul.

Kalau kebijakan instan tersebut terus berlanjut, imbuh Nurul, tidak tertutup kemungkinan akan muncul kebijakan-kebijakan sejenis. ”Jangan-jangan nanti guru perempuan hanya boleh mengajar murid perempuan. Pasien wanita tidak boleh dirawat dokter pria. Dan saya cukup keberatan jika seperti ini diberlakukan,” ujarnya.

Justru yang lebih penting adalah bagaimana memberikan pendidikan dan pemahaman yang baik mengenai kesehatan reproduksi remaja. Menurut Nurul, pengaruh terbesar terjadinya penyimpangan seksual remaja adalah informasi yang tidak baik dari luar, bukan karena mereka belajar dalam satu kelas. (rif)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah IMNU Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Turnamen Voli GP Ansor Mayong untuk Pererat Pemuda Antarkampung

Jepara, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah?

Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor kecamatan Mayong, Jepara menyelenggarakan Turnamen Bola Voli antar-Ranting se-kecamatan Mayong yang berlangsung di lapangan desa Mayong Lor, Ahad-Rabu (09-12/04).?

Turnamen Voli GP Ansor Mayong untuk Pererat Pemuda Antarkampung (Sumber Gambar : Nu Online)
Turnamen Voli GP Ansor Mayong untuk Pererat Pemuda Antarkampung (Sumber Gambar : Nu Online)

Turnamen Voli GP Ansor Mayong untuk Pererat Pemuda Antarkampung

Turnamen itu diikuti10 tim yang berasal dari club kampung yang mewakili ranting masing-masing. Thoha Mansur, ketua panitia, mengatakan, kegiatan turnamen termasuk program kerja bidang seni dan olahraga. ? “Tujuan kegiatan ini untuk memperat persaudaraan antarpemuda se-kecamatan Mayong juga dalam Harlah NU ke-94 dan GP Ansor ke-83,” kata Thoha.?

Dalam kegiatan yang memperebutkan juara 1, 2, 3 dan harapan 1 itu secara resmi dibuka ketua MWCNU Mayong, K. Mughis Nailufar. Usai pembukaan Ahad – Senin (09-10/04) adalah babak penyisihan, Selasa (11/04) babak perempat final dan Rabu (12/04) babak final.?

“Untuk uang pembinaan juara I 1.250.000, juara II 750.000, juara III 500.000 dan harapan I 250.000. Beserta diberikan piala dan piagam di masing-masing juara,” tambahnya.?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ketua PAC GP Ansor Mayong, Ahmad Kholas Syihab menambahkan, turnamen itu memperoleh antusiasme yang luar biasa dari masyarakat luas. “Dalam setiap pertandingan kami menyiapkan sekitar 250 tiket masuk dengan harga Rp.3000. Alhamdulillah habis di setiap partai pertandingan,” sebut Syihab, bangga.

Sarjana Psikologi Unissula Semarang itu berharap kegiatan bisa menyatukan pemuda desa se-kecamatan Mayong. “Kedepan bisa berprestasi lewat bidang olahraga,” harapnya lagi.?

Ketua MWCNU Mayong, K. Mughis Nailufar mengapresiasi kegiatan turnamen tersebut. Karena menurutnya Ansor mengisi kegiatan pemuda dengan hal yang positif. “Ansor kedepan bisa ngaji ya juga bisa voli, kan cakep,” seloroh kiai muda ini. (Syaiful Mustaqim/Abdullah Alawi)?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Amalan, Ubudiyah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sabtu, 03 Maret 2018

PP LAZIS NU Jalin Kerjasama dengan PT Nutrifood Indonesia

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Pengurus Pusat Lembaga Amil Zakat, Infaq dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (LAZIS NU) menjalin kerjasama dengan PT Nutrifood Indonesia yang menjadi produsen susu Hilo Soleha. Perseroan terbatas yang beralamat di Kawasan Industri Pulo Gadung Jakarta itu bermaksud mengadakan program donasi bertajuk "Penuhi Panggilanmu, Bagilah Sesamamu."

Surat perjanjian kerjasama ditandatangani di Kantor PBNU, Jakarta, Selasa (5/2), oleh Prof Dr KH Fathurrahman Rauf selaku Ketua PP LAZIS NU dan Nina Agustriana yang bertindak sebagai Brand Manager Divisi Tropicana Slim yang selanjutnya disebut Nutrifood.

PP LAZIS NU Jalin Kerjasama dengan PT Nutrifood Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
PP LAZIS NU Jalin Kerjasama dengan PT Nutrifood Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

PP LAZIS NU Jalin Kerjasama dengan PT Nutrifood Indonesia

Dalam surat perjanjian disebutkan, Nutrifood berhak menggunakan logo LAZIS untuk keperluan promosi program dan berpartisipasi dalam setiap kegiatan LAZIS di seluruh Indonesia meliputi kegiatan edukasi, direct selling dan pemberian free sampling.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sementara dalam program "Penuhi Panggilanmu, Bagilah Sesamamu" itu LAZIS akan mengelola sumbangan sebesar Rp 500,- dari setiap penjualan 1 dus Hilo Soleha selama periode program.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kerjasama itu PP LAZIS NU dengan PT Nutrifood Indonesia itu berlaku efektif mulai 10 Januari hingga 10 April 2008 mendatang.

Ketua PP LAZIS NU Fathurrahman Rauf usai penandatangan mengatakan, kerjasama bisa diteruskan bahkan diperluas untuk produk-produk Tropicana Slim yang lainnya. "Ini akan menjadi kerjasama yang baik untuk kebaikan bersama," katanya. (nam)Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Kajian Islam Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Jumat, 02 Maret 2018

Perayaan Sekaten sebagai Syiar Islam

Yogyakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kegiatan seni budaya dan religi berupa Pasar Malam Perayaan Sekaten (PMPS) sampai sekarang masih dilestarikan, karena ada yang peduli terhadap nilai tradisi dan syiar Islam yang diwariskan Sunan Kalijaga ini.

Demikian disampaikan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X dalam sambutan tertulis yang dibacakan Asisten Sekda Bidang Pemerintahan Prof Dr Dahlan Taib ketika membuka PMPS tahun Ehe 1940 atau 2007 Masehi yang berlangsung di Alun-alun Utara Yogyakarta, Jumat (23/2) petang.

Perayaan Sekaten sebagai Syiar Islam (Sumber Gambar : Nu Online)
Perayaan Sekaten sebagai Syiar Islam (Sumber Gambar : Nu Online)

Perayaan Sekaten sebagai Syiar Islam

"Jika tidak ada kepedulian, mungkin tradisi budaya ini akan punah, seiring dengan berkembangnya masyarakat di era globalisasi," katanya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

PMPS merupakan kegiatan tahunan yang bermula dari syiar agama Islam yang dilakukan Sunan Kalijaga melalui kegiatan seni budaya. Sekaten sendiri berasal dari kata "syahadatain" atau dua kalimat sahadat, yakni bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah, dan Nabi Muhammad utusan Allah.

Walikota Yogyakarta Herry Zudianto dalam sambutannya mengatakan PMPS merupakan even budaya yang lahir sejak awal penyebaran agama Islam pada masa Kasultanan Demak.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Sekaten yang pada awalnya merupakan media syiar agama Islam, kini berkembang mejadi media pemberdayaan berbagai potensi daerah," kata dia.

Ia mengatakan, seiring perkembangan zaman, keinginan untuk terus memberi ruang dakwah sekaligus melestarikan sejarah dan nilai luhur budaya bangsa, diwujudkan dalam penyelenggaraan PMPS ini.

"Penyelenggaraan PMPS tahun ini dititikberatkan untuk pemberdayaan berbagai potensi daerah agar tetap mencerminkan nilai religi dan budaya lokal yang adiluhung. Maka, apa yang ditampilkan dalam PMPS diupayakan semaksimal mungkin dapat mencerminkan identitas dan keragaman masyarakat Yogyakarta," katanya.

Sejalan dengan itu, kata dia, Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) diberi ruang yang lebih leluasa di arena PMPS, dengan harapan potensi lokal dapat terakomodasi dengan baik.

"Dengan kemampuan optimalisasi kekuatan dan keunggulan oleh pelaku ekonomi PMPS ini, dapat dijadikan sarana promosi untuk menggeliatkan roda ekonomi kerakyatan. Dengan demikian, tradisi sekaten dapat menjadi lokomotif kerakyatan," kata Walikota Yogyakarta.

(sam/ant)Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Berita, IMNU, Sejarah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kamis, 01 Maret 2018

Bekas Sujud Bukan di Jidat, Tapi Kebaikan Perilaku

Surabaya, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Banyak yang memaknai bahwa bekas sujud pada salah satu ayat Al-Qur’an adalah dahi atau jidat yang hitam. Padahal yang benar adalah terpancarnya aura kebaikan dari dalam diri dan kebaikan perangai. 

Penjelasan ini disampaikan KH Ma’ruf Khozin saat mengisi Kajian Islam Ahlussunnah wal Jama’ah atau Kiswah yang diselenggarakan PW Aswaja NU Center Jawa Timur, Sabtu (3/2). 

Bekas Sujud Bukan di Jidat, Tapi Kebaikan Perilaku (Sumber Gambar : Nu Online)
Bekas Sujud Bukan di Jidat, Tapi Kebaikan Perilaku (Sumber Gambar : Nu Online)

Bekas Sujud Bukan di Jidat, Tapi Kebaikan Perilaku

Ayat yang disalahartikan tersebut adalah pada Surat al-Fath ayat ke 29. Kiai Ma’ruf, sapaan akrabnya kemudian mengemukakan bahwa arti dari ayat dimaksud adalah: Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan Dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka. Kamu lihat mereka ruku’ dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya, tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud. 

“Banyak orang yang salah paham dengan maksud ayat ini. Ada yang mengira bahwa dahi yang hitam karena sujud itulah yang dimaksudkan dengan tanda-tanda dari bekas sujud,” kata aktivis Lembaga Bahtsul Masail PWNU Jatim ini. Sehingga sejumlah cara dilakukan agar terlihat ada bekas sujud, termasuk dengan membuat dahi menjadi hitam. “Padahal itu min atsaril karpet, atau lantaran bekas kasarnya karpet,” katanya berseloroh.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Mengutip salah satu riwayat Thabari dengan sanad yang hasan dari Ibnu Abbas bahwa yang dimaksudkan dengan hal tersebut sebagai perilaku yang baik. “Dalam riwayat Thabari dengan sanad yang kuat dari Mujahid bahwa yang dimaksudkan adalah kekhusyuan,” katanya sembari menyebut literature yakni Tafsir Mukhtashar Shahih halaman 546.

Kiai Ma’ruf juga menyebut riwayat dari Ibnu Umar yang suatu ketika melihat ada seorang yang pada dahinya terdapat bekas sujud. Melihat hal tersebut, Ibnu Umar berkata: “Wahai hamba Allah, sesungguhnya penampilan seseorang itu terletak pada wajahnya. Janganlah kau jelekkan penampilanmu,” tandasnya dengan menyebutkan bahwa itu berdasarkan riwayat Baihaqi dalam Sunan Kubro nomor 3699.

Anggota dewan pakar PW Aswaja NU Center Jatim ini menyarankan ketika sujud hendaknya proporsonal jangan berlebihan sehingga hampir seperti orang yang telungkup. “Tindakan inilah yang sering menjadi sebab timbulnya bekas hitam di dahi,” katanya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dirinya kemudian membandingkan bekas sujud yang ditunjukkan para ulama dan kiai. “Bekas sujud mereka sangat terasa dari auranya yang tenang dan meneduhkan,” ungkapnya. Padahal para kiai utamanya pengasuh pesantren menghadapi banyak masalah. Dari mulai problem pribadi dan keluarga, mengembangkan pesantren, keluhan perilaku santri, hingga konsultasi problem masyarakat. 

“Karena para kiai dan ulama adalah ahli ibadah, wajahnya tidak menyeramkan. Dan yang membekas dari ibadah shalatnya ditunjukkan dengan mengayomi umat,” pungkasnya.

Kiswah diselenggarakan secara rutin hari Sabtu usai Shalat Ashar. Kegiatan dilangsungkan di mushalla PWNU Jatim, jalan Masjid Al-Akbar Timur 9 Surabaya. Bahkan di tempat yang sama, para jamaah dapat melanjutkan dengan mengikuti kajian pendalaman Aswaja kepada KH Marzuqi Mustamar. Kegiatan diawali dengan Shalat Magrib berjamaah, pembacaan shalawat. dan wirid khusus. Bahkan di akhir acara ada makan bersama secara gratis. (Ibnu Nawawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Pertandingan, Sejarah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah