Selasa, 31 Januari 2017

Para Pendukung Chaves Gabung di PSUV

Caracas, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Hampir 60 persen rakyat Venezuela yang memilih Presiden Hugo Chaves pada pemilu Desember silam telah mendaftarkan diri di Partai Sosialis Bersatu (PSUV). Demikian diungkapkan pengamat politik Albertio Muller, Selasa (11/6).



Para Pendukung Chaves Gabung di PSUV (Sumber Gambar : Nu Online)
Para Pendukung Chaves Gabung di PSUV (Sumber Gambar : Nu Online)

Para Pendukung Chaves Gabung di PSUV

Dalam pernyataanya pada program En Vivo di sebuah stasiun televisi Venezolana de Television, Jenderal Muller yang juga anggota Komisi Tetap PSUV menegaskan adanya fakta yang menunjukkan, 5.4 juta rakyat Venezuela telah mendaftarkan diri untuk bergabung dengan PSUV.

Muller menyatakan bahwa proses registrasi, seperti disimpulkan pada Minggu lalu, mencapai lebih dari 50 persen suara yang akan mendukung Chaves untuk kembali memimpin negara kaya itu pada pemilu berikutnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Muller juga menambahkan adanya fakta yang menunjukkan begitu banyak rakyat yang mendaftar untuk bergabung dengan sebuah partai yang akan menopang perkembangan sosialisme di Venezuela.

"Oposisi tidak dapat memobilisasi lebih dari 10 persen suara untuk mendukung agendanya," kata Muller seperti dilansir sumber Prenza Latina. (dar)Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Olahraga, Internasional Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Senin, 30 Januari 2017

28 Negara Eropa Tanya NU Situasi Indonesia Terkini

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah?



Sejumlah 28 Duta Besar negara Eropa bertemu dengan PBNU di Jakarta Selasa pagi (15/11). Perwakilan negara-negara tersebut menanyakan pandangan NU tentang radikalisme agama, kondisi Indonesia terkini dan ke depan.?

Pertanyaan tersebut dijawab Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj didampingi Ketua PBNU H Marsudi Syuhud, Wakil Sekretaris Jenderal PBNU H Imam Pituduh dan Ketua Umum Pimpinan Pusat Fatayat NU Anggia Ermarini. ?

28 Negara Eropa Tanya NU Situasi Indonesia Terkini (Sumber Gambar : Nu Online)
28 Negara Eropa Tanya NU Situasi Indonesia Terkini (Sumber Gambar : Nu Online)

28 Negara Eropa Tanya NU Situasi Indonesia Terkini

Ditemui di gedung PBNU, H Marsudi Syuhud menceritakan, Kiai Said memulai dengan menjelaskan posisi Islam Nusantara. Tokoh-tokoh pendiri republik ini, di antraranya dari NU. Kiai-kiai NU yang yanng dimotori Hadrotussyekh KH Hasyim Asy’ari mampu menyatukan antara keagamaan (Islam) dan nasionalisme serta mengintegrasikan nilai agama dengan kultur nasional.?

Pada pendirian republik ini, kiai-kiai NU menyepakati negara Indonesia berlandaskan pada Pancasila yang diambil dari budaya dan spirit agama. Kebangasaan yang dibangun ini sudah final untuk mengakomodasi keanekaregaman identitas Indonesia.?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Adanya keragaman tersebut adalah sunatullah Allah taala. Jika Allah mengehendaki di dunia ini satu umat, maka Allah pasti bisa. Jadi, kebhinekaan ini sudah fakta dari Allah yang harus dirawat,” kata Marsudi menirukan Kiai Said.

Lebih lanjut, Marsudi menceritakan, hubungan agama dan nasionalisme yang menyatu tersebut diilhami dari kitab yang biasa dipelajari di pesantren-pesantren NU, yaitu Ihya Ulumuddin karya Imam Ghazali.?

Di dalam kitab tersebut disebutkan, pemerintahan dan agama seperti dua sisi mata uang. Agama adalah pondasi. Sesuatu yang tidak ada pondasinya, maka akan roboh. Sementara pemerintahan adalah penjaga pondasi tersebut. Sesuatu yang tidak ada penjaganya, maka akan hilang.

Pertanyaan Duta Besar Uni Eropa selanjutnya adalah apakah kira-kira semua orang Indonesia seperti pemahaman orang NU?

Menurut Kiai Said, pada awal-awal pendirian republik, semua orang Indonesia bisa dikatakan sepaham dengan ide tersebut. Namun sekarang tidak lagi karena ada paham-paham pendatang baru. Mereka tidak tidak kenal susahnya perjuangan mendirikan republik ini. “Maka otaknya ingin mengubah dasar negara ini.”?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sementara NU, mengadopsi kenegaraan Rasulullah yang membentuk negara Madinah. Bentuk negara tersebut sangat menjamin kebinekaan. Di negara tersebut hidup bangsa Yahudi, Nasrani, Majusi. Di Islam sendiri ada Ansor dan Muhajirin.?

“Itu diatur dalam undang-undang Sohifah Madaniyah. Program yang diutamakan adalah taakhuh atau persaudaraan. Maka bagi NU kebhinekaan adalah niscaya dan harus dijaga bersama.”

Situasi hari ini

Duta Besar Uni Eropa juga bertanya tentang protes besar-besar umat Islam pada 4 November lalu.?

Pertanyaan itu dijawab Kiai Said dengan mengatakan, warga Jakarta, umumnya bangsa Indonesia, mempersoalkan gubernur Basuki Tjahaja Purnama tidak berawal dari identitas keagamaan, muslim atau nonmuslim, tapi ketersinggungan atas ucapannya yang menyinggung surat Al-Maidah ayat 51.

Gubernur tersebut dikenal dengan penggunaaan bahasa yang kurang diterima di publik. Rapat-rapat yang diunggah di media sosial dengan penggunaan kalimat yang tidak mendidik apabila didengar anak-anak. Kurang menyejukkan sebagai pemimpin.

Dari ungkakapan yang tidak diterima publik tersebut, ada pintu masuk yang besar, yaitu ketika gubernur yang sering disapa Ahok tersebut menyinggung surat Al-Maidah. Akhirnya, Ahok harus menghadapi persidangan di Bareskrim.?

NU, kata Kiai Said, menyikapi persoalan tersebut, jelas berpikir maslahat, mendahulukan kemaslahatan daripada kemadaratan. Apa pun keputusan pengadilan tersebut jika dipandang maslahat dan sesuai secara konstitusional yang berlaku, NU akan mendukungnya. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Jadwal Kajian, PonPes, Kajian Sunnah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Jumat, 27 Januari 2017

10 Muharram, IPNU-IPPNU Jakpus Gelar Makesta dan Santunan

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah?

Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan ? Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Jakarta Pusat menggelar Masa Kesetiaan Anggota (Makesta) dan santunan anak yatim yang bertepatan dengan 10 Muharram 1434 H di Kec. Sawah Besar Jakarta Pusat.?

Kegiatan ini dihadiri oleh beberapa tokoh penting Kecamatan Sawah Besar, yaitu Sekretaris PCNU Jakarta Pusat, Ketua MWCNU Sawah Besar, Ketua FKPS Sawah Besar, Ketua MUI Sawah Besar, Ketua DMI Sawah Besar dan juga dihadiri oleh Pengurus Pimpinan Pusat IPNU rekan M Abdul Idris serta Pengurus PW IPNU dan IPPNU DKI Jakarta.

10 Muharram, IPNU-IPPNU Jakpus Gelar Makesta dan Santunan (Sumber Gambar : Nu Online)
10 Muharram, IPNU-IPPNU Jakpus Gelar Makesta dan Santunan (Sumber Gambar : Nu Online)

10 Muharram, IPNU-IPPNU Jakpus Gelar Makesta dan Santunan

Ketua MWCNU Sawah Besar KH Ahmad Ihsan membuka acara Makesta dan santunan tersebut sekaligus yang bertindak sebagai tuan rumah dalam kegiatan ini, ia mengatakan “Pelajar Nahdlatul Ulama jangan mudah terpengaruh dengan pergaulan bebas dan paham-paham ajaran Islam yang menyesatkan. Salah satunya tawuran yang sudah menjadi hal biasa bagi pelajar khususnya di jakarta,” ungkapnya.?

Ketua PC IPNU Jakpus, Friady Maulana mengatakan kegiatan Makesta Roadshow ini akan terus berlanjut dua kali dalam sebulan yang bergilir di setiap kecamatan se-Jakarta Pusat, pengkaderan terus kita tingkatkan untuk mencari bibit-bibit pelajar NU yang tangguh, kreatif dan bertaqwa.?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“PC IPNU dan IPPNU Jakarta Pusat telah memprogramkan bahwa di tahun 2013 akan mendirikan koperasi pelajar, yang bertujuan untuk memfasilitasi pelajar-pelajar NU yang mempunyai kemampuan untuk berwiraswasta dan mengembangkan usaha-usahanya serta untuk mensejahterakan para anggotanya,” tambahnya?

Kegiatan ? ini diharapkan dapat menciptakan kader-kader IPNU dan IPPNU yang tanggungjawab dan mampu menemukan relevansi nilai-nilai islam dengan realiatas yang berkembang di masyarakat.

Redaktur ? ? : Mukafi Niam

Kontributor: M Ansory

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Hikmah, Syariah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

PBNU: Gerakan Politik Transnasional Turunkan Krediblitas NKRI

Tulungagung, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Hasyim Muzadi mengemukakan, gerakan politik transnasional telah menurunkan kredibilitas Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dalam menjaga kedaulatan dan perlindungan rakyat. Gerakan tersebut juga mengakibatkan Indonesia dikendalikan kekuasaan orang-orang luar.

Jangan sampai negara kita dikendalikan kekuasaan dari luar. Warga NU jangan mengikuti langkah gerakan politik transnasional, tegas Hasyim kepada wartawan usai silaturrahim antara PBNU dengan jajaran pengurus NU se-Karesidenan Kediri di Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadiien, Ngunut, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, Ahad (8/7) kemarin.

PBNU: Gerakan Politik Transnasional Turunkan Krediblitas NKRI (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU: Gerakan Politik Transnasional Turunkan Krediblitas NKRI (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU: Gerakan Politik Transnasional Turunkan Krediblitas NKRI

Acara tersebut diikuti fungsionaris NU dari Kediri, Tulungagung, Trenggalek, Blitar dan Nganjuk. Hadir pula dalam acara itu, Ketua Pengurus Wilayah NU Jatim Ali Maschan Moesa dan Bupati Tulungagung Heru Tjahjono. Demikian dilaporkan Kontributor Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah di Tulungagung, Muhibuddin.

Diakui Hasyim, munculnya gerakan-gerakan separatis di berbagai wilayah NKRI merupakan hasil dari gerakan politik transnasional. Gerakan separatis itu muncul, karena di-obok-obok dari luar negeri. Itu hasil dari gerakan transnasional, katanya.

Gerakan itu, tambah Hasyim, melahirkan pula terjadinya konflik lintas agama maupun konflik interen Islam. Selain itu, gerakan transnasional juga membuat kredibilitas negara Indonesia dalam menjaga kedaulatan dan perlindungan rakyat jadi menurun.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kapasitas negara kita ini turun terus. Coba lihat, mulai Ambalat, OPM (Organisasi Papua Merdeka), RMS (Republik Maluku Selatan), hingga ditandatananinya resolusi Dewan Keamanan PBB soal Irak. Senator datang hanya memakai celana pendek. Ini apa maknanya? Sementara, rakyatnya sendiri juga tak terlindungi, seperti kasus Lapindo, penderitaan TKI dan lainnya, urai mantan Ketua PWNU Jatim itu.

Dalam orasinya di hadapan fungsionaris NU, Hasyim juga memaparkan keprihatinannya terhadap keadaan Indonesia. Saat ini, Negara Indonesia dibuat bal-balan (sepak bola) negara luar, kata Hasyim mengingatkan.

Banyaknya pulau teritorial NKRI yang hilang, TKI yang menderita, pesawat terbang Indonesia yang dilarang mendarat di Eropa, sebut Hasyim, menjadi contoh nyata betapa menurunnya kredibilitas negara. Larangan pesawat terbang mendarat itu juga berarti produk-produk kita tak boleh dibawa ke sana. Ini bahaya, papar Pengasuh Pondok Pesantren Al-Hikam, Malang, itu.

Dia mengatakan, kondisi semacam ini menunjukkan bahwa keadaan Indonesia sudah tidak terjamin lagi. Sementara, rakyat masih membutuhkan perlindungan dari negara.

Situasi politik kita tiap hari diwarnai gegeran (konflik) terus. Di tengah suasana itu, muncul gerakan OPM, RMS, Borneo dan sebagainya yang mengancam kesatuan teritorial NKRI, katanya. (rif)

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Pendidikan, Warta Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kamis, 26 Januari 2017

Rais Aam Paparkan Tiga Tanggung Jawab Ke-NU-an

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Di hadapan forum acara penutupan Kongres Ke-17 Muslimat Nahdlatul Ulama (NU), Sabtu (26/11), Rais ‘Aam PBNU KH Ma’ruf Amin menjelaskan apa yang ia sebut tiga mas’uliyyah nahdliyyah (tanggung jawab ke-NU-an), yang juga menjadi bagian dari tanggung jawab Muslimat NU.

Pertama, mas’uliyyah diniyyah islamiyyah atau tanggung jawab keislaman. Menurutnya, kader Muslimat harus mampu menjaga ajaran yang selaras dengan prinsip-prinsip ke-NU-an. Ia menekankan kata an-Nahdliyah di belakang frase Ahlussunnah wal? Jama’ah.

Rais Aam Paparkan Tiga Tanggung Jawab Ke-NU-an (Sumber Gambar : Nu Online)
Rais Aam Paparkan Tiga Tanggung Jawab Ke-NU-an (Sumber Gambar : Nu Online)

Rais Aam Paparkan Tiga Tanggung Jawab Ke-NU-an

“Kenapa harus disebut an-Nahdliyah, karena sekarang banyak Ahlussunnah yang tidak berbeda dengan nilai-nilai ke-NU-an,” tuturnya di hadapan ribuan kader Muslimat NU yang memenuhi salah auditorium di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ia menyebut contoh Wahabi dan ISIS. Meski mengaku Ahlussunnah wal Jama’ah, menurutnya, kedua aliran ini berbeda sekali dengan karakter keagamaan NU. Karenanya layak disebut Ahlussunnah wal Jama’ah Wahhabiyah. “Kalau ISIS, Ahlussunnah wal Jamaah Isisiyyah,” terangnya yang disambut tawa hadirin.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Tanggung jawab kedua, menurut Kiai Ma’ruf, adalah himayatul ummah (perlindungan terhadap umat). Dengan pengertian, membentengi warga dari pengaruh berbagai ajaran dan gerakan yang ekstrem, baik ekstrem radikal maupun liberal. Ia menegaskan, NU berkeyakinan adanya hal-hal harus tetap dalam ajaran Islam namun juga ada yang mesti berubah sesuai dengan keadaan tempat dan zaman.

Sementara yang ketiga, mas’uliyyah wathaniyyah (tanggung jawab kebangsaan). Pesan Kiai Ma’ruf, NU yang andil dan berperan aktif dalam merumuskan prinsip-prinsip kebangsaan melalui KH Abdul Wahid Hasyim harus menjaga negeri ini dari berbagai upaya perusakan dan pengubahan dasar negara.

“Kita ciptakan Indonesia yang utuh, rukun, dan damai. Bahkan mari kita ciptakan Islam tak hanya rahmatan lil indunisiyyin (rahmat bagi warga Indonesia) tapi juga rahmatan lil ‘alamin, rahmat bagi seluruh alam,” paparnya pada forum yang dihadiri Wakil Presiden Jusuf Kalla, anggota Dewan Pertimbangan Presiden KH hasyim Muzadi, dan sejumlah tokoh perempuan nasional tersebut. (Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Sholawat, AlaNu Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Rabu, 25 Januari 2017

Guru Way Kanan Apresiasi Kiprah GP Ansor

Way Kanan,Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Sejumlah pengajar dan kepala sekolah di Kabupaten Way Kanan Provinsi Lampung mengapresiasi positif beberapa kiprah Gerakan Pemuda Ansor. Winingsih, Kepala Sekolah SMAN 1 Baradatu? misalnya, menilai organisasi pemuda NU itu membuka cakrawala berpikir.

Guru Way Kanan Apresiasi Kiprah GP Ansor (Sumber Gambar : Nu Online)
Guru Way Kanan Apresiasi Kiprah GP Ansor (Sumber Gambar : Nu Online)

Guru Way Kanan Apresiasi Kiprah GP Ansor

Winingsih di Blambangan Umpu, Selasa (2/12) mengatakan, merasa berdosa terhadap anak didik setelah mengikuti pelatihan diselenggarakan Ansor,? De MOST (Motivator, Observer, Service, Totally), Dinas Pendidikan dan Kebudayan serta Himpaudi setempat.

"Ada perasaan berdosa kepada siswa. Ternyata untuk memahami keinginan anak tidak segampang yang kami inginkan. Kami ingin berubah setelah mengikuti kegiatan Ansor beberapa waktu lalu itu," ujarnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sebelumnya, Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda ANSOR Kabupaten Way Kanan pada Kamis (13/11) menggelar kegiatan bertajuk "Tribute Untuk Pahlawan Tanpa Tanda Jasa" sebagai bentuk penghormatan dan upaya menghargai jasa-jasa para guru dari berbagai tingkatan di daerah tersebut.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kegiatan diperuntukkan secara cuma-cuma bagi pengajar dari berbagai tingkatan di Way Kanan yang ingin memahami gaya belajar anak didik dengan narasumber utama Eko Chrismiyanto (Founder, CEO De MOST, Praktisi Dermatoglipics) yang bergerak dalam jasa motivasi sidik jari.

"Kegiatan tersebut bagus, sangat bagus malah karena membuka pikiran. Selama ini guru tidak menyadari bagaimana karakter anak didik," ujar Winingsih lagi.

Senada Winingsih, Poniman, pengajar SDN Sinar Gading Kecamatan Kasui dan I Ketut Kantia pengajar SMAN4 Banjit juga menilai acara tersebut sangat positif dan membantu pengajar. "Khususnya para guru kelas dan guru BK," kata Poniman. Adapun menurut Kantia, guru di sekolahnya mempunyai minat untuk mengikuti kegiatan Ansor jika diadakan lagi.

"Guru di sekolah kami mempunyai minat tinggi untuk mengikuti pelatihan tersebut setelah saya ceritakan. Jika ada kegiatan serupa lagi, tentu banyak guru berminat. Namun mohon durasi pelatihannya untuk bisa diperpanjang," ujar Kantia. (Hamengku Rayyan/Abdullah Alawi)

Keterangan foto:

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Way Kanan Gino Vanollie saat membuka acara "Tribute Untuk Pahlawan Tanpa Tanda Jasa".

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Quote, Ubudiyah, Tegal Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Selasa, 24 Januari 2017

NU Lebanon: Persatuan Nasional, Solusi Atasi Radikalisme di Timteng

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Islam menentang keras ideologi ekstrem yang selalu menghalalkan jalan kekerasan dalam menyelesaikan masalah. Persatuan nasional di antara sesama muslim merupakan jalan keluar untuk menghadapi ideologi itu di Timur Tengah.

NU Lebanon: Persatuan Nasional, Solusi Atasi Radikalisme di Timteng (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Lebanon: Persatuan Nasional, Solusi Atasi Radikalisme di Timteng (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Lebanon: Persatuan Nasional, Solusi Atasi Radikalisme di Timteng

Demikian disampaikan Ketua Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Lebanon Agung Wijaya dalam siaran pers, Selasa (16/12), merujuk pada garis besar hasil seminar oleh PCINU Lebanon dan KBRI Beirut.

Seminar sehari pada Kamis (11/12) 2014 di Hotel Crown Plaza Hamra, Beirut, Lebanon, itu mengusung tema “Kemunculan Radikalisme dalam  Islam di Timur Tengah: Mengatasi Problema melalui Persepektif Persatuan Nasional”.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Forum yang dihadiri petinggi otoritas Muslim Sunni dan Syiah di Lebanon ini menghasilkan sejumlah kesimpulan. Di antaranya mereka sepakat bahwa problem  yang  menimpa negara Muslim, khususnya Timur Tengah, adalah problem politik bukan agama.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Karena itu, para tokoh, ulama, dan pembesar negara perlu menggalang persatuan untuk bersama-sama memikul tanggung jawab mengatasi radikalisme. Peserta seminar  juga sepaham bahwa radikalisme sangat membahayakan keutuhan sebuah bangsa dan agama khususnya Islam.

Menurut mereka, radikalisme yang sudah ada dalam sejarah muncul sebagai bentuk kesalahan dalam memahami teks-teks keagamaan sehingga berakibat fatal. Pemikiran-pemikiran ini juga disokong oleh musuh-musuh Islam.

Selain memperkuat dan menanamkan kembali semangat persatuan, forum seminar juga mengusulkan adanya upaya menumbuhkan nilai-nilai toleransi antarmazhab, sekte, dan agama, serta mengembalikan ajaran dasar Islam rahmatan lil alamin melalui dunia pendidikan.

Hadir dalam seminar tersebut, Syekh Hisham Khalife dari perwakilan Mufti Republik Lebanon, Mufti Syiah Jafari Syekh Ahmad Qabalan dari DewanTinggi Syiah, Syekh Abil Muna (Dewan Spiritual Druze), Syekh Hassaan Abdullah (Perkumpulan Ulama Islam Lebanon), Syekh Abdul Naser Jabri (ketua umum partai Harkatul Ummah), Dr. Muhammed Shamsuddin (pengamat politik Lebanon), dan KH Dr Abdul Malik Madani (Katib Aam PBNU). (Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Kyai, Halaqoh, Tegal Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah