Kamis, 26 Mei 2011

Ribery Merasa Islam Menjadikannya Lebih Kuat

Munich, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Bersaing untuk menjadi pemain terbaik dunia 2013, pemain Bayern Munich asal Perancis yang beragama Islam, Bilal Franck Ribery menyatakan bahwa Islam telah memperkuat dirinya, membuatnya menjadi pemain dan kepala keluarga yang lebih bertanggung jawab.

"Agama merupakan persoalan pribadi, saya percaya, sejak saya memeluk Islam, saya menjadi lebih kuat, baik secara mental maupun fisik,” katanya kepada World Bulletin, Sabtu.

Ribery Merasa Islam Menjadikannya Lebih Kuat (Sumber Gambar : Nu Online)
Ribery Merasa Islam Menjadikannya Lebih Kuat (Sumber Gambar : Nu Online)

Ribery Merasa Islam Menjadikannya Lebih Kuat

“Agama tidak merubah kepribadian atau persepsi saya pada dunia,” katanya menekankan.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Gelandang Bayern Munich ini memeluk Islam sejak 2006 setelah menikahi Muslimah keturunan Marokko.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Walaupun dia jarang membicarakan keyakinannya, Ribery baru-baru ini mengatakan pada majalah Le Paris Match bahwa dia merasa “aman” dengan Islam.

Pemain berusia 30 tahun ini memperoleh posisi sebagai pemain terbaik Eropa musim 2012/13 akhir Agustus lalu, mengalahkan Leonel Messi dan Cristiano Ronaldo.

Dia merupakan penantang terberat pemain Barcelona Lionel Messi dan pemain Real Madrid Cristiano Ronaldo, untuk memenangkan Ballon d’Or pada 13 January 2014.

Dalam karirnya did sepak bola ia telah menerima banyak penghargaan dan kejuaraan, tetapi mimpi terbesarnya yang belum tercapai adalah ikut memenangkan kejuaraan Piala Dunia.

"Saya sekarang lebih berpengalaman, saya memenangkan Liga Champion, dan yang belum adalah Piala Dunia, ini mimpi saya,” katanya.

Menawarkan panutan pada generasi muda, Ribery membuka sebuah bar yang bebas alkohol yang menyediakan berbagai jenis jus buah pada akhir tahun lalu.

Bar tersebut dinamai "OShahiz", yang diambil dari nama kedua anaknya Shahinez dan Hizya.

Kebahagiaan

Setelah menemukan Islam selama beberapa tahun ini, dia mengaku mendapat kebahagiaan lain.

"Saya sadar bahwa hidup terdiri dari banyak hal kecil. Karena itulah, saya selalu berhenti ketika ada orang menegur saya di jalanan.”

“Saya berbicara dengan banyak orang. Misi saya adalah membuat orang bahagia.”

Ribery menunjukkan rasa terima kasihnya pada Ayahnya dan pada Wahiba Belhami, istrinya yang keturunan Algeria, yang menjadi alasan kenapa ia memeluk Islam. Dia mengatakan, keluarganya mengajarkannya untuk menghargai orang lain.

“Ayah saya bekerja banyak untuk saya. Dia mengajarkan karakter pemenang, bagaimana mengatasi kesulitan dalam hidup saya belajar banyak darinya. Dia mengajarkan saya untuk tetap “menginjakkan kaki di bumi” dalam setiap kesempatan hidup.

“Karena itulah, saya mencoba menikmati setiap momen, dalam latihan, dalam permainan, saya ingin membuat orang senang, di lapangan dan di luar lapangan.”

“Saya bekerja di konstruksi dengan ayah saya untuk membiaya hidup. Saya bisa main bola ketika masih kecil, dan bahkan sejak waktu itu, saya merasa sepak bola lebih penting daripada sekolah dan saya sadar, saya dapat memperoleh manfaat dari situ.

“Meskipun demikian, saya tidak pernah berpikir akan mencapai karir besar seperti sekarang. Saya pikir, saya dapat bermain di liga pratama atau liga kedua, tetapi saya tidak pernah berpikir mencapai tingkatan tertinggi. Saya memperoleh banyak dukungan dari ayah dan istri yang membantu saya mencapai ini. Sepak bola telah memberikan saya segalanya. (onislam/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Olahraga, Kyai Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Selasa, 24 Mei 2011

Ketika Penghina Ulama Tantang Ansor Lapor ke Polisi

Seorang sahabat saya bercerita, ada teman fesbuknya menulis ujaran kebencian kepada seorang ulama. Isinya caci maki. Tulisan caci maki itu pun mengundang reaksi para pemuda Ansor.

Si penulis status buruk itu diperingatkan oleh anggota Ansor agar menghapus tulisannya. Dia menolak, tetap merasa berhak mencaci si ulama karena menurutnya si ulama itu orang sesat dan munafik karena dia anggap membela seorang Kristen. Sedangkan menurut dia Kristen itu kafir yang harus diperangi.

Ketika Penghina Ulama Tantang Ansor Lapor ke Polisi (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketika Penghina Ulama Tantang Ansor Lapor ke Polisi (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketika Penghina Ulama Tantang Ansor Lapor ke Polisi

Anggota Ansor yang lain mengingatkan dia agar berhenti mencaci ulama dan meminta maaf. Si penulis status bergeming, tetap merasa benar dan yang salah adalah si ulama.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Tak mempan dinasihati, seorang anggota Ansor yang lain lagi memberi ancaman: Tolong hapus tulisanmu, jika tidak, akan kami laporkan ke polisi".

Diancam begitu, si pemuda pengagum Rizieq Shihab itu malah menantang: "Silakan laporkan polisi. Saya tidak takut. Polisi itu thoghut, memakai hukum buatan manusia. Hukum Indonesia itu fasiq. Aku hanya takut hukumnya Allah".

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Banyak yang gemes dengan sesumbarnya itu, tapi para anggota Ansor tetap tidak mengancam semisal akan memberi "hukuman adat" padanya.

Para anggota Ansor disertai beberapa angota IPNU lantas mendatangi rumah si penulis status. Itu upaya terakhir memberi nasihat. Dengan ditemui langsung diharapkan dia akan berhenti pongah. Ternyata tidak, tetap saja sombong dan menantang semakin kencang.

"Silakan laporkan polisi sekarang juga jika kalian tidak terima," ucapnya congkak.

Usai dari rumah si pemuda, para pemuda Ansor langsung ke kantor polisi untuk melapor. Polisi pun memproses laporan tersebut, dan pada hari berikutnya polisi menyampaikan surat panggilan pemeriksaan kepada si pemuda terlapor.

Tak seperti omongannya, si pemuda gemetar begitu mendapat surat panggilan dari polisi. Dia ternyata takut datang ke kantor polisi. Istrinya pun menangis karena melihat suaminya begitu ketakutan akibat terbayang akan dipenjara.

Sore itu, si pemuda congkak yang kini lututnya lemes itu lantas membawa anak dan istrinya ke rumah ketua Ansor. Sambil menangis mengiba-iba dia meminta maaf dan meminta agar laporan itu dicabut.

"Mas, Pak, Kang. Tolong kasihani saya. Ini keluarga saya akan menderita jika saya dipenjara. Mohon maafkan saya, status saya sudah saya hapus dan saya berjanji tidak akan mengulangi. Mohon cabut laporan ke polisi itu. Saya sungguh menyesal," katanya sambil menekuk lutut tanpa menyerah.

Sebenarnya para pemuda Ansor gemes padanya. Ingin mereka meniru ucapan orang-orang GNPF MUI dan FPI: "Maafkan sih maafkan, tapi proses hukum jalan terus". Atau bahkan menggerakkan massa untuk mendemo sampai tiga jilid.

Tapi jelas hal itu tidak akan dilakukan. Sahabat-sahabat Ansor itu terlalu lama digembleng ilmu hikmah oleh para kiai, sehingga hati mereka langsung luluh melihat tangisan seorang wanita dan anaknya. Kasihan pada istri dan si anak dari pemuda itu, maka dimaafkanlah sang penghina ulama.

Ketua Ansor lantas memerintahkan agar mencabut laporan ke polisi. Polisi dinego agar tidak melanjutkan kasus tersebut.

Saya tertawa membayangkan seorang yang congkak tiba-tiba gemetar dipanggil polisi. Hahaha... (Mohammad Ichwan)



Sumber Cerita: Ketua PW IPNU NTB


Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Sholawat, Budaya, Humor Islam Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Selasa, 17 Mei 2011

Tiga Makam Keturunan Pengarang Simtuddurar

Mengikuti acara haul muallif (pengarang) kitab maulid Simtuddurar Habib Ali bin Muhammad bin Husein Al-Habsyi di Gurawan Pasar Kliwon Solo, tentu terasa kurang lengkap apabila belum berkunjung ke sebuah ruangan kecil yang terletak di sebelah selatan Masjid Riyadh.

Di dalam ruangan tersebut, terdapat tiga makam para keturunan Habib Ali, yakni makam Habib Alwi bin Ali Al-Habsyi, dan diapit dua makam lainnya; Habib Anis bin Alwi al-Habsyi dan Habib Ahmad bin Alwi Al-Habsyi.

Tiga Makam Keturunan Pengarang Simtuddurar (Sumber Gambar : Nu Online)
Tiga Makam Keturunan Pengarang Simtuddurar (Sumber Gambar : Nu Online)

Tiga Makam Keturunan Pengarang Simtuddurar

Nama pertama yang disebut merupakan putera kandung Habib Ali. Habib Alwi hijrah ke Indonesia untuk berdakwah, dan pada akhirnya pada tahun 1355 H ia mendirikan sebuah masjid di Solo. Masjid tersebut diberi nama sama dengan masjid yang didirikan oleh ayahnya di Hadhramaut, yakni Masjid Riyadh.

Sedangkan dua nama berikutnya, merupakan putera Habib Alwi atau cucu dari Habib Ali Al-Habsyi. Habib Ahmad lahir ketika ayahnya masih di Hadramaut, lain halnya dengan adiknya, Habib Anis yang lahir di Indonesia. Keduanya meneruskan perjuangan para leluhurnya, sebagai pendakwah.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Selain pada acara haul, ketiga makam tersebut setiap harinya hampir tidak pernah sepi dari peziarah. Bahkan, terkadang datang rombongan bus dari luar daerah. Hal yang tidak jauh berbeda dengan makam para Walisongo.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Menurut keterangan dari salah satu orang yang pernah nyantri kepada Habib Anis, KH Ahmad Baidlowi, peziarah paling banyak yang datang pada malam Jum’at. “Khususnya pada malam Jum’at Legi, saat diadakan rutinan pembacaan kitab maulid Simtuddurar,” terang Rais Syuriyah PCNU Sukoharjo itu, belum lama ini.

Pada kesempatan itu, setidaknya ada ratusan pengunjung yang ikut hadir untuk ngalap berkah dari berziarah dan pembacaan sholawat nabi. (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah AlaSantri, Khutbah, Olahraga Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Senin, 09 Mei 2011

Para Kiai Khos NU Bahas Hal Serius, Tapi Penuh Guyon

Rembang, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah



Di kalangan Nahdlatul Ulama berlaku pameo, jika tidak ada guyonan atau ledekan, maka itu bukan pertemuannya NU. Demikiian lekat pameo itu melekat NU, sehingga bisa dipastikan setiap ada pertemuan ulama atau para kiai NU, pasti ada humor segar yang terlontar. Spontan dan tentu saja menggelikan.?

Seperti terjadi di acara Silaturahim Nasional Alim Ulama Nusantara yang diadakan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di Ponpes Al Anwar, Sarang, Rembang, Kamis (16/3. Meski masalah yang dibahas para kiai khos (kiai sepuh) NU adalah masalah genting negara dan bangsa, tetap saja terjadi ger-geran karena adanya guyonan yang dilontarkan.?

Para Kiai Khos NU Bahas Hal Serius, Tapi Penuh Guyon (Sumber Gambar : Nu Online)
Para Kiai Khos NU Bahas Hal Serius, Tapi Penuh Guyon (Sumber Gambar : Nu Online)

Para Kiai Khos NU Bahas Hal Serius, Tapi Penuh Guyon

Bahkan guyonan itu juga terjadi ketika pembacaan naskah deklarasi hasil pertemuan yang dinamai Risalah Sarang. Di penghujung acara, ketika para kiai mendapuk Mustasyar PBNU KH Ahmad Mustofa Bisri untuk membacakan naskah risalah, mantan Rais Am PBNU yang biasa dipanggil Gus Mus ini pun membacakan naskah dengan gaya pidatonya yang puitis.?

Dengan nada sastra yang tartil, ia membacakan mukaddimah yang berisi ayat ayat suci Al-Qur’an. Rangkaian ayat yang dikutip dari naskah Muqoddimah Qonun Asasi NU yang disusun Hadratusyekh KH Hasyim Asyari, dibacakan Gus Mus dengan penuh khidmat. Hadirin dan para wartawan pun seksama mendengarkan, seraya merekam suara atau merekam video dengan kamera profesional atau smarthphone masing masing.?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Tiba tiba, pengasuh Ponpes Roudlotut Tholibin ini nyeletuk: "WAH, di sini gak ada Al Maidah ini...."

Spontan hadirin pun tertawa; "Gerrr... Hahahaa...."

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Beberapa orang di barisan belakang menyeletuk: Wah, ini menohok ini... Hehehe....

Dan Gus Mus pun melanjutkan membaca poin-poin naskah risalah itu sambil sesekali melontarkan canda. Seperti ketika membacakan tentang komitmen terhadap NKRI, kiai yang pandai bersyair ini mencandai tuan rumah, Kiai Maimun Zubair.?

Mbah Maimun itu suka menyebut saya orang NU nomor satu. Karena saya dinilai selalu menomorsatukan NU. Sedangkan bagi beliau, nomor satu itu Garuda Pancasila, nomor dua baru NU. Tapi saya kan selalu bilang bahwa NU itu selalu ada dan selalu berada di depan untuk NKRI. Jadi tetap saja Republik Indonesia adalah nomor satu.?

"Gerrrr..." lagi lagi hadirin tertawa. Mbah Maimun yang persis berada di sampingnya ikut terkekeh meski tak sampai bersuara.?

Wah...mbulet tenan iki, sahut seorang peserta Silatnas. (Ichwan/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Santri, Cerita Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Korp Pelajar NU Paciran Persiapkan Fasilitator Andal

Lamongan, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Corp Brigade Pelajar dan Korp Pelajar Putri NU Paciran kabupaten Lamongan mendidik 60 pelatih untuk membimbing para kader di Kantor MWCNU Paciran, Kamis-Jumat (11-12/12). Utusan dari setiap komisariat dan ranting ini, dipersiapkan secara mental dan materi untuk mengawal kader CBP-KPP di kepengurusannya masing-masing.

Komandan CBP Paciran Jion mengatakan, CBP dan KPP Paciran tengah berbenah diri khususnya dalam rangka meningkatkan kemampuan agar menjadi fasilitator andal di pelbagai kesempatan.

Korp Pelajar NU Paciran Persiapkan Fasilitator Andal (Sumber Gambar : Nu Online)
Korp Pelajar NU Paciran Persiapkan Fasilitator Andal (Sumber Gambar : Nu Online)

Korp Pelajar NU Paciran Persiapkan Fasilitator Andal

“Inilah alasan mengapa sering kali CBP KPP dipercaya untuk mengisi acara outbond di lembaga pendidikan utamannya saat MOP (masa orientasi pelajar) dan LATPIM (latihan kepemimpinan),” kata Jion.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ketua IPPNU Paciran Inayati Masadah mendukung upaya ini. Menurutnya, CBP dan KPP Paciran memang harus menjadi yang terbaik utamannya dalam menjadi fasilitator andal. Ia berharap kader setiap IPNU dan IPPNU Paciran menjadi pemateri pada MOP dan LATPIM. Sementara CBP dan KPP bisa ikut andil terutama dalam permainan out door.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Salah satu peserta Aprilia Rohmawati menganggap penting pelatihan seperti ini. “Dengan acara ini kami tahu bagaimana menjadi fasilitator dan bisa menciptakan permainan-permainan yang baru. Kita juga belajar bagaimana mengondisikan peserta di luar ruangan,” kata April. (Ruri/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Warta, Santri Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Minggu, 08 Mei 2011

Dakwah Itu Bukan Keluarkan Orang yang Sudah Islam

Kudus, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Dakwah Islam merupakan upaya mengajak orang lain untuk berbuat kebaikan. Para pendakwah Islam harus menampilkan Islam sebagai agama yang menggembirakan. Tetapi sebagian kecil pendakwah justru menggambarkan Islam dengan menakutkan, bahkan mengafirkan orang yang sudah memeluk Islam.

Hal ini sangat disayangkan, kata pengasuh pesantren Tegalrejo Magelang KH Yusuf Chudhori di hadapan sedikitnya 100 hadirin pada peringatan haul ke-4 Gus Dur di rumah makan Bambu Wulung Kudus, Jawa Tengah, Selasa (31/12).

Dakwah Itu Bukan Keluarkan Orang yang Sudah Islam (Sumber Gambar : Nu Online)
Dakwah Itu Bukan Keluarkan Orang yang Sudah Islam (Sumber Gambar : Nu Online)

Dakwah Itu Bukan Keluarkan Orang yang Sudah Islam

“Sekarang ada pendakwah orang cingkrang, orang sudah masuk malah dikeluarkan. Dakwah itu mengajak orang di luar untuk masuk, bukan yang di dalam disuruh keluar,” tegas Gus Yusuf.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sebaliknya, terang Gus Yusuf. Pendakwah yang baik justru mampu mengomunikasikan Islam dan kebudayan atau kesenian. Itulah esensi Islam diturunkan di bumi. Gus Dur menangkap makna dakwah. Baginya, inti beragama Islam adalah memberikan kedamaian dan kesejukan bagi semua umat.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sebetulnya dakwah Gus Dur itu hanya meneruskan perjuangan Wali Songo untuk membawa semua orang merasakan Islam yang menjadi rahmat bagi semesta alam. Gus Dur sebagaimana Wali Songo mengajak orang berbuat baik, tandas Gus Yusuf. (Qomarul Adib/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Humor Islam, Meme Islam Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Selasa, 03 Mei 2011

Muktamar NU Menuju Pemilihan Ahwa, Rais Aam dan Ketum PBNU

Jombang, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Perhelatan Muktamar Ke-33 NU di Jombang Jawa Timur telah memasuki proses pemilihan pengurus baru periode 2015-2020 di Komplek Alun-alun Kota Jombang, Rabu (5/8). Proses tersebut secara marathon diawali dengan pemilihan anggota Ahwa, kemudian Rais Aam, lalu Ketua Umum PBNU.

“Kita masuk ke proses pemilihan anggota Ahwa terlebih dahulu, lalu Rais Aam, dan Ketua Umum PBNU,” jelas Rais Syuriyah PBNU, KH Yahya Cholil Staquf dalam jumpa pers di Media Center di komplek SMAN 1 Jombang, Rabu (5/8).

Muktamar NU Menuju Pemilihan Ahwa, Rais Aam dan Ketum PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Muktamar NU Menuju Pemilihan Ahwa, Rais Aam dan Ketum PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Muktamar NU Menuju Pemilihan Ahwa, Rais Aam dan Ketum PBNU

Kiai yang akrab disapa Gus Yahya itu menerangkan, bahwa dalam proses pemilihan anggota Ahwa tersebut, setiap PCNU dan PWNU mengusulkan nama-nama. 

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Dari nama-nama tersebut, nanti yang memperoleh suara terbanyak dari seluruh Muktamirin akan terpilih menjadi anggota Ahwa yang terdiri dari 9 kiai sepuh, merekalah yang berhak memilih Rais Aam PBNU,” terang Gus Yahya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Seperti yang telah diberitakan sebelumnya, berdasarkan keputusan Forum Syuriyah Wilayah dan Cabang NU seluruh Indonesia, pemilihan Rais Aam PBNU menggunakan mekanisme Ahlul Halli wal Aqdi (Ahwa), sedangkan pemilihan Ketua Umum PBNU tetap dipilih melalui mekanisme voting. 

Dalam jumpa pers tersebut, Gus Yahya didampingi oleh KH Ahmad Ishomuddin dan H Syaifullah Yusuf (Gus Ipul). (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah RMI NU, News Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah