Jumat, 30 Oktober 2009

Saifullah Yusuf: Saya Serahkan ke Presiden

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Menteri Negara Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal Syaifullah Yusuf, yang akrab dipanggil Gus Ipul mengaku pasrah atas kembali mencuatnya isu perombakan kabinet (reshuffle) dan mengarah pada pergantian dirinya.

"Sekarang, saya serahkan ke pada Presiden. Biarkan Presiden yang menentukannya," kata Gus Ipul, seusai menghadiri acara peluncuran buku Ketua Mahkamah Konstitusi, Jimly Asshiddiqie berjudul "Pokok-Pokok Hukum Tata Negara Indonesia Pasca Reformasi", di Hotel Santika Jakarta, Selasa malam.

Saifullah Yusuf: Saya Serahkan ke Presiden (Sumber Gambar : Nu Online)
Saifullah Yusuf: Saya Serahkan ke Presiden (Sumber Gambar : Nu Online)

Saifullah Yusuf: Saya Serahkan ke Presiden

Gus Ipul mengaku, selama ini dirinya telah bekerja dengan baik dan maksimal. Namun, karena alasan kementeriannya tidak terkenal seperti kementerian yang lain, maka dirinya menyadari hal tersebut.

Akibat belum familiarnya nama kementeriannya, menjadi salah satu faktor kinerja tidak banyak diketahui oleh masyarakat luas. "Tapi sampai sekarang, Presiden belum mengatakan soal reshuffle kepada saya," katanya.

Sementara itu, dalam kesempatan sama, Komisi VI DPR dari Fraksi Kebangkitan Bangsa Cecep Syarifuddin mengatakan, reshuffle harus dilakukan. Namun, hal itu, kembali kepada hak prerogatif Presiden. Cecep menegaskan, PKB tidak akan mengusung menteri untuk ikut masuk dalam kancah isu reshuffle.

Disinggung mengenai nasib Gus Ipul, Cecep hanya mengatakan, hal itu yang menentukan adalah Presiden. "Presiden yang mempunyai penilaian mengenai hal itu," demikian Cecep.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sebelumnya, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) meminta Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, mencopot Saifullah Yusuf dari Kabinet Indonesia Bersatu (KIB), karena Saifullah Yusuf yang diakrab disapa Gus Ipul tersebut, sudah resmi duduk dalam struktur kepengurusan PPP sebagai wakil ketua Majelis Pertimbangan Partai.

Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar mengatakan, permintaan itu sudah menjadi sikap resmi PKB dan sudah disampaikan kepada Presiden. (ant/mad)



Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Internasional, Bahtsul Masail, Doa Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Rabu, 28 Oktober 2009

Pelajar NU Kudus Ambil Sikap Netral

Kudus, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Konferensi cabang IPNU dan IPPNU Kudus akan tetap aman dan terjaga dari kontaminasi kepentingan politik. Panitia konferensi akan mengarahkan forum untuk fokus pada agenda konferensi sesuai rencana.

Pelajar NU Kudus Ambil Sikap Netral (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU Kudus Ambil Sikap Netral (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar NU Kudus Ambil Sikap Netral

Demikian ditegaskan Ketua IPNU Kudus Dwi Saifullah menanggapi adanya masukan supaya Konfercab menghindari  muatan politik jelang pilpres.

“Dalam konferensi ini tidak ada kepentingan politik. Kami tidak akan mengarahkan dukungan kepada salah satu capres karena secara lembaga, IPNU dan IPPNU itu netral,” kata Dwi Saifullah kepada Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah di sela sela  persiapan konfercab di MANU Nahdlatul Muslimin Undaan, Kudus, Senin (16/6).

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sikap netral ini, tambah Dwi, diambil untuk mendewasakan sikap berpolitik kader dan anggota IPNU-IPPNU. Organisasi memberikan kebebasan anggota untuk menentukan pilihan sesuai kehendak hati masing-masing.

Pada konferensi yang berlangsung hari ini, Selasa-Kamis (17-19/6), IPNU dan IPPNU berusaha menjaga idealisme pelajar dalam rangka pematangan belajar, berjuang dan bersikap terhadap kondisi masyarakat di sekitar lingkungannya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Jadi konfercab hanya fokus pada pembahasan program, memilih pemimpin baru IPNU dan IPPNU menuju kemajuan organisasi,” ujar Dwi.

Terkait persiapan konferensi, pihaknya menyatakan hingga H-1 sudah terdapat ribuan peserta yang mendaftar. Mereka ialah utusan resmi dari 129 unsur anak cabang, ranting, dan komisariat.

“Kalau kemarin kita rilis hanya 95 peserta, sekarang ada tambahan peserta konferensi yang memenuhi persyaratan. Setiap anak cabang, ranting, dan komisariat mengirimkan tiga utusan peserta dan peninjau,” ujarnya. (Qomarul Adib/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah News Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Minggu, 25 Oktober 2009

SMK Maarif NU 01 Wanasari Peringkat Ke-3 Kabupaten Brebes

Brebes, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Meski baru berusia empat tahun, Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Maarif NU 01 Wanasari Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, berhasil masuk peringkat ke-3 se-Kabupaten Brebes dan peringkat 25 se-Provinsi Jawa Tengah di bidang Kompetensi Kejuruan. Sedangkan untuk mata pelajaran Ujian Nasional (UN) peringkat ke-8 besar se-Kabupaten Brebes.

Demikian disampaikan Kepala SMK Maarif NU Ali Faozan MH pada wisuda dan harlah ke-4 sekolah tersebut di gedung Islamic Center Jalan Yos Sudarso Brebes, Ahad (25/5/14).

SMK Maarif NU 01 Wanasari Peringkat Ke-3 Kabupaten Brebes (Sumber Gambar : Nu Online)
SMK Maarif NU 01 Wanasari Peringkat Ke-3 Kabupaten Brebes (Sumber Gambar : Nu Online)

SMK Maarif NU 01 Wanasari Peringkat Ke-3 Kabupaten Brebes

Kata Faozan, keberhasilan itu tercapai berkat rahmat Allah SWT dan kerja sama yang sinergi dari orang tua, guru, siswa, komite sekolah dan pihak Majelis Wakil Cabang (MWC) NU Wanasari. “Alhamdulillah, siswa kelas XII sejumlah 59 orang dinyatakan lulus 100 persen,” ungkapnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Tidak hanya itu, diusianya yang ke-4 tahun Sekolah yang terletak di Jalan Pemuda Sawojajar, Pesantunan KM 1 Wanasari itu telah meluluskan alumni 86 orang. Berdasarkan data yang dihimpun, ternyata 80 persen alumni tahun 2012/2013 lalu telah mengabdikan ilmunya di dunia industri dan instansi swasta lainnya.

Sedangkan 10 persen melanjutkan ke perguruan tinggi dan yang 10 persennya lagi belum memberikan laporan ke pihak sekolah.  “Dengan kualitas sekolah yang makin tinggi, out put siswa juga makin bagus,” kata Faozan.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Terbukti peringkatnya makin bagus, sarana dan prasarana sekolah juga bertambah dan kompetensi guru  kualifikasinya bisa dipertanggungjawabkan karena berpendidikan S1 dan S2 dan melalui sertifikasi guru.

Sebagai wisudawan terbaik Sugiarti dengan nilai 8,7 dari program studi Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ).

Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE dalam sambutan yang dibawakan Wakil Bupati Narjo turut gembira dengan keberhasilan siswa-siswi SMK Maarif NU 01 Wanasari. Keberhasilain tersebut, tidak hanya dari segi intelektual tetapi juga dari sisi moral. Apalah artinya kelulusan kalau tidak ada keseimbangan antara keduanya.

Dia berpesan agar para siswa jangan sombong meski pandai, jangan curang meski terampil, jangan tidak jujur meski pintar, dan jangan culas walau cerdas.

Wisuda dimeriahkan dengan berbagai penampilan kreativitas siswa, antara lain tari batik dengan dandangan busana muslim, pencak silat pagar nusa, band pelajar, hipnotis dan lain-lain.

Untuk merekatkan dan menuangkan ilmunya ke masyarakat, para wisudawan menyampaikan ikrar alumni.

Hadir dalam kesempatan tersebut Wakil Ketua PC NU Brebes Drs H Sodikin Rachman, Sekretaris PCNU Lakhmudin MAg, Sekretaris PC LP Maarif NU Syamsu MPd, MWC Wanasari KH Sobarudin, Komite Sekolah Drs KH Ahmad Khumaedi, Rois Syuriyah MWC NU Wanasari KH Abdul Rouf Mustofa dan orang tua wisudawan. (Wasdiun/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Meme Islam, Pendidikan Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sabtu, 10 Oktober 2009

Soal Kisruh DKI, Kapolda Curhat ke PBNU

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah



Kapolda Metro Jaya Irjen Pol M Iriawan, Rabu (16/11) petang, berkunjung ke kantor PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta. Ia menyampaikan keprihatinan terhadap aksi demo 4 November lalu yang semula damai namun berakhir ricuh pada malam harinya.

Soal Kisruh DKI, Kapolda Curhat ke PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Soal Kisruh DKI, Kapolda Curhat ke PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Soal Kisruh DKI, Kapolda Curhat ke PBNU

Ia menjelaskan bagaimana sejumlah oknun pendemo menggunakan bambu runcing dan beberapa alat lainnya untuk melukai polisi. Polisi, katanya, menyadari bahwa ada pihak tertentu yang memang menginginkan aksi demo berujung rusuh. Karenanya, polisi saat itu berusaha hanya bertahan untuk menghindari ketegangan yang kian panas.

"Akhirnya banyak sekali anak buah kami yang menjadi korban," tuturnya di hadapan Ketum PBNU KH Said Aqil Siroj, Waktum PBNU H Maksum Mahfudz, Sekjen PBNU H Helmy Faishal Zaini, Bendum PBNU H Bina Suhendra, Ketua PBNU Eman Suryaman, dan beberapa pengurus lainnya.

Ia secara khusus juga meminta PBNU untuk mendinginkan suasana menyusul belum tuntasnya polemik soal pernyataan gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaya Purnama atau Ahok yang berujung demo hingga dua kali di Ibu Kota. Ia berharap tak ada demo susulan.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kang Said, sapaan akrab KH Said Aqil Siroj, menyambut baik kunjungan Kapolda Mtro Jaya. NU, katanya, sejak awal berkomitmen untuk meredam situasi agar tak berakhir rusuh. "PBNU percayakan kepada proses hukum," tegasnya.

Ia menilai aksi demo susulan sudah di luar persoalan kasus penistaan agama apabila targetnya adalah memaksa polisi untuk menahan Ahok sebagaimana kabar yang ia dengar. Menurutnya, langkah tersebut adalah bentuk tidak menghargai proses hukum.

Sikap PBNU ini juga selaras dengan seruan Kapolda Metro Jaya agar masyarakat tenang dan tidak melakukan tekanan pada proses hukum. "Apalagi kalau terkait (desakan politik kepada, red) petinggi negara, aksi ini berarti sudah inkonstitusional," tambah Iriawan.

Iriawan saat itu didampingi oleh Wakapolda Metro Jaya Brigjend Suntana, Direktur Intelkam PMJ Kombes Merdisyam, Kapolres Metro Jakpus Kombes Dwiyono, dan Korspripim PMJ AKBP Arsal. (Mahbib)

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Habib Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sabtu, 03 Oktober 2009

Islam Tak Larang Buka Warung di Bulan Puasa

Jember, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah - Peraturan Daerah (Perda) yang melarang warung buka di siang hari selama Ramadhan di Serang yang menjadi perbincangan nasional. Berbagai komentar baik yang setuju dan menolak bertebaran di media sosial.

"Saya kira regulasi soal itu adalah kearifan lokal. Boleh-boleh saja. Asalkan peraturan tersebut tidak bertentangan dengan empat pilar kebangsaan, yakni NKRI, Pancasila, UUD 45 dan Bhineka Tunggal Ika. Jika bertentangan dengan empat pilar itu, regulai tersebut perlu dievaluaisi atau dicabut," tukas Wakil Sekretaris PCNU Jember, Moch. Eksan menjawab Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah di sela-sela sebuah acara di aula PSBB MAN 1 Jember, Ahad (19/6).

Islam Tak Larang Buka Warung di Bulan Puasa (Sumber Gambar : Nu Online)
Islam Tak Larang Buka Warung di Bulan Puasa (Sumber Gambar : Nu Online)

Islam Tak Larang Buka Warung di Bulan Puasa

Menurut Eksan, menutup warung di siang hari selama bulan Ramadhan, bukan perintah syariat Islam. Yang diatur dalam Islam adalah larangan makan bagi orang yang menjalankan ibadah puasa tanpa ada sebab yang membolehkannya berbuka seperti perempuan haid atau musafir.

Menghormati orang yang berpuasa, lanjut dia, tidak harus dengan menutup warung. Sebab, warung juga berguna bagi orang yang udzur, musafir dan sebagainya. "Bahwa kita harus menghormati orang yang berpuasa, itu kita sepakat. Tapi melarang warung buka di siang hari, apalagi dengan cara yang kuang baik, itu jua tidak bagus," tegasnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Mantan aktivis IPNU Jember itu mengimbau agar pemilik warung juga harus sadar dan menjaga perasaan orang yang berpuasa. Tidak harus menutup warung karena mencari nafkah harus tetap jalan. Namun orang yang berpuasa juga harus dihormati, minimal dengan tidak terlalu vulgar membuka warungnya. "Kesadarn seperti inilah yang sebenarnya harus dibangun," ucapnya. (Aryudi AR/Abdullah Alawi)

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Fragmen, Pendidikan Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Rabu, 29 Juli 2009

GP Ansor Riau Dorong Kaderisasi Gotong-Royong

Kampar, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Riau mendorong kaderisasi yang terus menerus yang dilakukan dengan gotong-royong oleh jamaah NU. Model semacam ini diharapkan dapat menjamin keberlangsungan kaderisasi di tubuh Ansor dan Banser.

"Jika kaderisasi semacam Diklatsar atau PKD (Pelatihan Kepemimpinan Dasar) sudah dapat dilaksanakan dengan cara gotong-royong oleh jamaah NU dan kader Ansor atau Banser maka tidak akan ada kekhawatiran kaderisasi berhenti atau tidak dilaksanakan karena alasan ketiadaan dana," kata Ketua PW Ansor Riau, Purwaji, didampingi Dan Satkorwil Banser Riau, Ibadullah saat membuka Diklatsar Banser ke 3 Kabupaten Kampar di Desa Makmur Sejahtera, Kecamatan Gunung Sahilan, Kampar 25 Maret lalu.

GP Ansor Riau Dorong Kaderisasi Gotong-Royong (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Riau Dorong Kaderisasi Gotong-Royong (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Riau Dorong Kaderisasi Gotong-Royong

Purwaji memuji keberhasilan PAC Ansor Gunung Sahilan, yang dipimpin Abdul Rochmat yang telah mampu memberikan contoh model pelaksanaan Diklat dengan pembiayaan swadaya yakni melalui iuran jamaah dan kader Ansor/Banser. Menurutnya, model semacam ini harus dicontoh oleh PAC dan PC Ansor lainnya se Riau.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Kaderisasi ini harga mati untuk dilakukan secara terus-menerus karenanya tidak boleh bergantung pada APBD atau bantuan pihak luar. Justeru kita semua harus mendorong semangat gotong-royong lewat iuran untuk membiayai Diklat. Jika semua sudah memiliki kecintaan pada NU, Ansor dan Banser semestinya ini tidak sulit dilaksanakan," tegasnya.

Pria yang akrab disapa Mas Pur ini menambahkan, dalam sejarahnya, keberhasilan para pendiri NU dalam menghidupi jam’iyah terbesar di dunia ini adalah berkat keikhlasan dalam berkorban bagi organisasi. Dengan militansi para kiai NU itulah sekarang NU bisa seperti sekarang bahkan sudah diakui dunia dengan keberadaan 25 PCINU? di seluruh dunia.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ketua PC Ansor Kampar, Wahid Arbain mengharapkan bulan depan sudah ada PAC yang kembali melaksanakan Diklatsar atau PKD dengan model yang sama, yakni bermodal iuran jamaah dan kader.

Diklatsar Banser di Gunung Sahilan dilaksanakan selama tiga hari dua malam. Kegiatan diawali dengan istighosah, materi ke-NU-an, ke-Ansoran dan ke-Banseran, baris berbaris, bela diri, out bond, pengisian asma, dan pembaiatan. Pada penutupan, Ahad (27/3) lalu, tercatat ada 90 peserta yang dinyatakan lulus. (Red: Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Internasional, Kyai, Kiai Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Jumat, 12 Juni 2009

GP Ansor Lampung Tengah Gelar Apel Banser

Lampung Tengah, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah - Diprediksi sekitar seribuan lebih, kader Gerakan Pemuda Ansor dan Barisan Ansor Serbaguna (BANSER) se Kabupaten Lampung Tengah akan memadati halaman kompleks gedung Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Lampung Tengah.

Insya Allah besok, Jumat (21/7) kami segenap keluarga besar Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Lampung Tengah akan bersilaturahmi di kompleks gedung NU Lampung Tengah dalam rangka akan mengadakan pelantikan pengurus baru sekaligus Apel Banser dan dilanjutkan Rapat Kerja Cabang (Rakercab),” kata Ketua GP Ansor Lampung Tengah Saryono di sela-sela persiapan pelantikan dan apel Banser di kompleks gedung NU Lampung Tengah, Jalan Proklamator Raya Nomor 134 Seputih Jaya Kecamatan Gunung Sugih Kabupaten Lampung Tengah, Kamis (20/7).

GP Ansor Lampung Tengah Gelar Apel Banser (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Lampung Tengah Gelar Apel Banser (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Lampung Tengah Gelar Apel Banser

Ketua panitia pelaksana Gus Sholihin menambahkan, agenda pelantikan dan apel Banser pada tahun 2017 ini mengusung tema Berkhidmat Membangun Lampung Tengah: Berkarya Untuk Kemandirian Ekonomi Pemuda, Berjuang Untuk Agama dan Negara.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Dalam konteks kekinian, apel Banser se-Kabupaten Lampung Tengah bertujuan menjaga dan memperteguh kembali semangat (ghirah) soliditas dalam mengawal dan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” imbuh alumni IAIN Jurai Siwo Kota Metro ini.

Insya Allah, agenda pelantikan dan apel Banser mengundang para kiai pengasuh pesantren, pengurus NU Kabupaten Lampung Tengah, Pimpinan Pusat GP Ansor, Pimpinan Wilayah GP Ansor Propinsi Lampung, para mantan ketua pimpinan cabang GP Ansor Kabupaten Lampung Tengah, badan otonom di lingkungan NU Kabupaten Lampung Tengah, Bupati Lampung Tengah, Kapolres Kabupaten Lampung Tengah, Dandim 0411 Lampung Tengah, dan para tokoh masyarakat dan lain-lain. (Akhmad Syarief Kurniawan/Alhafiz K)

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Pertandingan, Cerita, Aswaja Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah