Rabu, 21 Februari 2018

Ikrar Santri dan Resolusi Jihad Gelorakan Semangat Peserta Apel di Demak

Demak, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Pelaksanaan Apel Santri di alun-alun kabupaten Demak, Kamis (22/10) disambut antusias para santri dan pengasuhnya. Peserta yang semula diprediksi 7000 santri dari 70 pesantren, ternyata mencapai angka 10000 santri dari 117 pesantren. Barisan santri berjubel karena dirapatkan agar semua santri bisa masuk dalam barisan sebagai peserta.

Ikrar Santri dan Resolusi Jihad Gelorakan Semangat Peserta Apel di Demak (Sumber Gambar : Nu Online)
Ikrar Santri dan Resolusi Jihad Gelorakan Semangat Peserta Apel di Demak (Sumber Gambar : Nu Online)

Ikrar Santri dan Resolusi Jihad Gelorakan Semangat Peserta Apel di Demak

Mereka sengaja mendatangi alun-alun tanpa kendaraan, namun berjalan kaki dengan maksud mensyiarkan hari bersejarah ini kepada masyarakat. Kedatangan mereka mendadak membuat panitia berkoordinasi dengan Polres Demak untuk pengawalan mobil sebagai pengamanan perjalanan peserta menuju arena apel.

Semangat santri tambah bergelora saat teks Resolusi Jihad yang dibacakan Ketua MWCNU Demak Kiai Yatin Ch (pengasuh pesantren At-Taslim Demak) ? dan ikrar santri oleh Taslim Arief dari pesantren Fathul Huda Sidorejo dengan pekik takbir “Allahu Akbar” usai dibacakan sehingga suara menggema terdengar di arena apel.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Berdasarkan pantauan Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah baik tamu undangan di tribun kehormatan maupun peserta apel terlihat mata mereka berkaca-kaca bahkan ada yang meneteskan air mata. Hal ini juga diakui Sekretaris MWCNU Kota Demak M Aly Murtadlo.

“Saya tidak menduga ternyata para pengasuh pesantren dan santrinya memiliki semangat begitu tinggi di mana para santri dan kiai mendapatkan apresiasi dengan penetapan Hari Santri,” kata Gus Ali di arena apel.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dalam kesempatan yang sama pengasuh pesantren Barokatul Qur’an Megonten Kecamatan Kebon Agung Demak KH Ali Subhan AH merasa bangga dengan semangat santri yang begitu membara di mana pemerintah telah menetapkan Hari Santri sebagai wujud penghargaan pemerintah pada ulama, kiai, dan santri dalam membela dan menegakkan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Alhamdulillah sudah ada pengakuan dari pemerintah kiprah dan jasa para kiai dan santrinya dalam membela negara ini,” tutur Kiai Ali.

Dalam apel tampak hadir Kapolres Demak, Dandim, Kajari, Ketua MUI KH Moh Asyiq, Rais Syuriyah KH Alawy Mas’udi, selaku Pembina upacara Musytasar KH Moch Dachirin Said. Sementara do’a dipimpin Mustasyar NU KH Zainal Arifin Maksum. (A Shiddiq Sugiarto/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Pondok Pesantren, Daerah, Aswaja Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ketegangan Sunni-Syiah Jadi Ancaman Perdamaian Dunia

Dubai, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Ketegangan Muslim Sunni dengan Syiah adalah ancaman terbesar bagi keamanan dunia, kata menteri luar negeri Iran dalam tanggapan disiarkan pada Senin, dengan menuduh negara Arab Sunni "mengipasi api" sengketa aliran.

Ketegangan Sunni-Syiah Jadi Ancaman Perdamaian Dunia (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketegangan Sunni-Syiah Jadi Ancaman Perdamaian Dunia (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketegangan Sunni-Syiah Jadi Ancaman Perdamaian Dunia

Perang saudara semakin bersifat aliran di Suriah menyeret kekuatan kawasan dengan Iran -yang Syiah- mendukung Presiden Bashar Assad dan negara Sunni teluk Arab dan terutama Sunni Turki membantu pemberontak, lapor Reuters.

Kemelut itu mengancam meluas ke negara terbagi antara Sunni dengan Syiah, seperti, Lebanon dan Irak.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ketegangan aliran adalah ancaman keamanan paling tinggi, tidak hanya untuk kawasan itu, tapi untuk dunia pada umumnya, kata Menteri Luar Negeri Mohammad Javad Zarif kepada jaringan berita Inggris BBC.

"Saya pikir kita perlu memahami bahwa perpecahan aliran di dunia Islam adalah ancaman bagi kita semua," katanya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Zarif, didikan Amerika Serikat dan mantan duta besar Iran untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa, menyeru kekuatan kawasan secara bersama menyelesaikan kemelut di Suriah.

Ia adalah tokoh dalam upaya Presiden Hassan Rouhani meredakan ketegangan Iran dengan dunia luar.

"Saya pikir, kita semua," katanya, "Terlepas dari perbedaan kita tentang Suriah, perlu bekerja sama pada masalah aliran."

Namun, kata BBC, tanpa menyebut langsung nama negara, Zarif menuduh pemimpin Arab Sunni "mengipasi api" kekerasan aliran.

"Urusan memicu ketakutan adalah urusan umum," katanya, "Seharusnya, tak seorang pun mencoba mengobarkan api kekerasan aliran. Kita harus menguasainya, mendekatinya, mencoba menghindari sengketa, yang akan merugikan keamanan semua orang." (antara/mukafi niam)

Foto: Huffingtonpost

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Nusantara, RMI NU, Pendidikan Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Selasa, 20 Februari 2018

Syekh Mutamakkin, Referensi Keilmuan Pesantren

Pati, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Sejarah keagamaan di kawasan Nusantara, ditentukan oleh pola dakwah yang merakyat dan mengadaptasi nilai-nilai lokal. Praktik keagamaan inilah yang dijalankan Syekh Mutamakkin dalam menyebarkan Islam di pesisir Jawa, khususnya di Pati.

Kisah kehidupan Syekh Mutamakkin ini diulas kembali oleh penulis buku “Syekh Mutamakkin: Perlawanan Kultural Agama Rakyat" Zainul Milal Bizawie di auditorium Madrasah Salafiyyah Kajen, kabupaten Pati, Kamis (18/9).

Syekh Mutamakkin, Referensi Keilmuan Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Syekh Mutamakkin, Referensi Keilmuan Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

Syekh Mutamakkin, Referensi Keilmuan Pesantren

Pada bedah buku yang difasilitasi RMI PCNU Pati dan Penerbit Pustaka Compass ini, Milal menganjurkan santri masa kini untuk menengok kembali riwayat dan sanad keilmuan pesantren.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Pemahaman tentang sejarah ulama, menguatkan kepercayaan diri para santri dalam menghadapi tantangan zaman. Santri juga akan kuat ideologinya dengan menjadikan ulama sebagai pedoman dan referensi keilmuan," ungkap Milal.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ia mendorong para santri untuk menulis riwayat para guru mereka. “Kisah Syekh Mutamakkin menjadi referensi bagaimana santri berjuang untuk belajar, menempuh perjalanan panjang untuk mencari ilmu, dan mengabdi bagi penyebaran pengetahuan di masyarakat," ujar Milal.

Buku "Syekh Mutamakkin" karya Milal ini mengisahkan genealogi keilmuan komunitas pesantren di kawasan pesisir Jawa. Syekh Mutamakkin menyebarkan Islam di Kajen dan Cebolek, Pati yang kemudian keturunannya menyebar ke pesantren di Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Senada dengan Milal, Sekretaris RMI NU Pati Saifur Rijal mendorong para santri untuk giat membaca dan menulis. “Para santri sekarang perlu mengetahui tentang sejarah ulama dan guru-gurunya. Kalau tidak paham sejarah, maka tidak akan punya pendirian yang kuat," tandas Rijal. (Muna Aziz/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Jadwal Kajian, Pertandingan Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Melestarikan Syiiran dengan Wujudan

Wonosobo, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Syiir Aqaid Seket atau masyarakat biasa menyebutnya wujudan merupakan wujud dari pelestarian budaya syiiran. 

Kata wujudan berasal dari cuplikan syiir yang di dalamnya menjelaskan tentang ajaran tauhid yang wajib diimani. Ajaran tersebut meliputi 20 sifat wajib Allah, 20 sifat muhal (mustahil) bagi Allah, 1 sifat jaiz bagi Allah SWT, 4 sifat wajib bagi rasul, 4 sifat mustahil bagi Rasul, dan 1 sifat jaiz bagi Rasul yang jika dijumlah keseluruhannya menjadi 50 atau seket (dalam bahasa Jawa), sehingga disebut syiir Aqoid Seket.

Melestarikan Syiiran dengan Wujudan (Sumber Gambar : Nu Online)
Melestarikan Syiiran dengan Wujudan (Sumber Gambar : Nu Online)

Melestarikan Syiiran dengan Wujudan

Wujudan biasanya dilantunkan setiap malam sepanjang Ramadhan setelah shalat Tarawih dan sebelum tadarus Al-Qur’an oleh jamaah secara bersamaan.

“Untuk melantunkan syiir ini biasa diiringi kentongan atau bedug. Akan tetapi, di mushalla ini berbeda, yaitu diiringi terbang Jawa, di mana paduan antara pukulan terbang dan suara. Para penabuh harus melakukan koordinasi dan kerjasama agar menjadi suatu pola yang baik,” tutur Tri Yulianto (19) salah satu penabuh terbang. (27/5) Sabtu malam.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

 

“Apa yang kita lantunkan kemudian kita iringi ini termasuk seni rodat atau biasa disebut kemplingan,” imbuhnya.

Syiiran merupakan bentuk karya sastra Islam yang menunjukkan bahwa para mubaligh mengenal betul akan karya-karya Islam, sehingga menuangkannya dalam bentuk bahasa Jawa agar mudah dipahami oleh masyarakat, seperti syiir Aqoid Seket yang menggunakan logat bahasa daerah Wonosobo. Dan yang lebih mengagumkan adalah jenis nada atau vokal yang diciptakan oleh mubaligh menunjukkan karakter suara yang khas, atau lebih terasa sebagai bersahaja seperti orang desa yang hidupnya bersahaja, jujur, tegas, dekat dengan alam dan Tuhan.

Salah satu nadhir mushalla Asy-Syukron Ahmad Shohari (80) mengatakan,”Wujudan itu sendiri dilantunkan setiap malam selama bulan Ramadhan, dan sudah berlangsung bertahun tahun dari generasi ke generasi secara bersamaan, setelah shalat Tarawih. Tidak jelas siapa pengarang syi’ir tersebut. Ada yang menyebutkan itu karya dari KH Abu Darda’ Sigedong, Kepil, Wonosobo, ada pula yang menyebutnya dari KH Asnawi Umar, Pangen, Purworejo. Belum ada penelitian lebih lanjut mengenai hal tersebut, yang jelas ini karya para mubaligh masa lalu, oleh karena itu sebagai wujud budaya kita harus melestarikannya.”  

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Syiiran adalah suatu khasanah sastra Islam Jawa yang berbentuk nadhom yang dilagukan sebagai sebuah budaya yang melekat dengan kehidupan di masyarakat. Intinya adalah sebagai pengajaran dan pengamalan dari ajaran agama tentang ketauhidan Ahlussnunnah wal Jama’ah. Dan juga bisa jadi hiburan untuk masyarakat.(Mukhamad Khusni Mutoyyib/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Sejarah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Minggu, 18 Februari 2018

Dihadiri Instruktur PBNU, Pendidikan Kader Penggerak NU Dilaksanakan di Jombang

Jombang, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Pendidikan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama (PKPNU) giliran diselenggarakan di Jombang Jawa Timur selama tiga hari, Jum’at-Ahad (6-8/3). Pembukaan Jum’at sore kemarin dihadiri Wakil Ketua Umum PBNU H As’ad Said Ali dan dan para instruktur kaderisasi dari PBNU Jakarta.

Lokasi PKPNU sengaja dipilih agak jauh dari pusat kota Jombang, yakni Pondok Pesantren Babus Salam, Kalibening, Mojoagung.

Dihadiri Instruktur PBNU, Pendidikan Kader Penggerak NU Dilaksanakan di Jombang (Sumber Gambar : Nu Online)
Dihadiri Instruktur PBNU, Pendidikan Kader Penggerak NU Dilaksanakan di Jombang (Sumber Gambar : Nu Online)

Dihadiri Instruktur PBNU, Pendidikan Kader Penggerak NU Dilaksanakan di Jombang

PKPNU di Jombang kali ini tidak hanya diikuti para kader dari kabupaten Jombang. Peserta juga datang dari perwakilan kader beberapa cabang NU seperti Batu, Lamongan, Kediri, dan Nganjuk.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Sengaja kita mengundang dari beberapa cabang NU untuk menjadi peserta, karena semua materi dan tim pelatih langsung dari PBNU," kata Sholahul Am Notobuwono, ketua pelaksana PKPNU Jombang.

Dari Jakarta, H As’ad Said Ali datang bersama para instruktur kaderisasi dari PBNU diantaranya Abdul Mun’im DZ yang juga wakil sekjen PBNU asal Jombang, Enceng Shobirin Najd dan Adnan Anwar.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Hadir dalam pembukaan PKPNU Jombang KH Masduqi Abdurrahman Al Hafidz, KH Hasib Abdul Wahab Chasbullah, KH Wazir Aly, Munif Kusnan Wakil ketua PCNU Jombang, serta KH Salmanuddin dan para pengasuh Pesantren Babus Salam lainnya.

"Saya berharap peserta bisa mengikuti dengan serius pelatihan kader ini, karena moment ini jarang ada. Ke depan para kader bisa menjadi penggerak NU dimasing masing daerahnya," pinta Munif Kusnan mewakili Ketua PCNU Jombang, KH Isrofil Amar.

Sementara itu Ketua Pelaksana Kaderisasi PBNU KH Masyhuri Malik yang hadir di hari ketiga mengatakan, PKPNU di tingkat pusat telah dilaksanakan sebanyak 12 kali di Pusdiklat NU Rengasdengklok Karawang dan diikuti sekitar 270 kader NU dari berbagai daerah di Indonesia. PKPNU juga telah bergulir di sejumlah daerah sebanyak 60 kali yang diikuti 2000-an kader NU.

Ditambahkan Masyhuri Malik, selain PKPNU bagian lain dari kaderisasi PBNU adalah Forum Strategis NU (Forgisnu) yang telah beberapa kali diselenggarkan di Rengasdengklok. Jika PKPNU melibatkan para pengurus dan calon pengurus NU, Forgisnu merupakan forum komunikasi antar kader NU yang telah aktif di luar, baik di dunia profesi dan bidang keahlian, bisnis, birokrasi, maupun akademisi. (Muslim Abdurrahman/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Jadwal Kajian Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ramadhan Berkah, Guru Berprestasi Dapat Bingkisan

Brebes,Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Sebagai wujud penghargaan atas pengabdian dan kinerja yang telah dilakukan pegawai di lingkungan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Brebes, guru dan TU yang berprestasi mendapatkan bingkisan dari sekolah. Bingkisan diserahkan di akhir tahun pelajaran 2015/2016 setelah yang bersangkutan mendapatkan penilaian dari dewan juri.

Ramadhan Berkah, Guru Berprestasi Dapat Bingkisan (Sumber Gambar : Nu Online)
Ramadhan Berkah, Guru Berprestasi Dapat Bingkisan (Sumber Gambar : Nu Online)

Ramadhan Berkah, Guru Berprestasi Dapat Bingkisan

“Untuk melihat sejauh mana kinerja para guru dan TU, kami menggelar Lomba Guru dan TU berprestasi,” kata Kepala MAN 1 Brebes Drs H Tobari MAg usai menyerahkan bingkisan, di aula sekolah setempat, Sabtu (18/6).

Menurut Tobari, lomba ini mampu menjadi daya pacu bagi guru dan karyawan untuk lebih meningkatkan prestasi dan kinerjanya. Meskipun bingkisannya tidak seberapa, tetapi mampu menggairahkan semangat dan menjadi sarana untuk saling koreksi dan introspeksi.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Setelah melalui proses penilaian yang panjang, untuk kategori guru berprestasi, juara 1 diraih Hj Nurbadriyah SPd, juara 2 Dra Hj Nur Hidayah MPd dan juara 3 Dra Nafiroh Sriwiyanti. Untuk kategori TU/Karyawan, juara 1 Nurkholis SPdI, juara 2 Sobirin dan juara 3 Arif Satpam.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ketua Panitia penyelenggara Sunata menjelaskan, para dewan juri yang terdiri dari Kepala Sekolah, Wakil Kepala Sekolah dan OSIS ini menilai secara terbuka. Unsur yang dinilai meliputi disiplin, kinerja, administrasi, pelaporan, ahlak, partisipasi dalam kegiatan sekolah, kepedulian, dan prestasi yang bersangkutan.

Salah seorang pemenang lomba Arif Satpam mengaku gembira dengan adanya lomba ini. Karena baginya penilaian seorang Kepala Sekolah atau guru-guru lain dan para siswa bisa mendorong dirinya bekerja lebih giat lagi. Meskipun menurutnya, penilaian yang hakiki hanya dari Allah SWT. “Saya senang dapat juara, karena bisa memacu saya untuk bekerja lebih giat lagi,” ungkapnya.

Arif juga mengaku hadiah yang diterimanya merupakan berkah di bulan Ramadhan. “Kebetulan anak saya pengin beli baju lebaran, tak disangka dapat juara, ya Alhamdulillah,” ungkapnya polos. (wasdiun/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Syariah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sabtu, 17 Februari 2018

Pemberontak Rohingya Sebut 10 Mayat di Kuburan Myanmar Bukan Anggotanya

Yangon, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Pemberontak Muslim Rohingya mengatakan, 10 orang Rohingya yang ditemukan di kuburan massal di Rakhine State pada akhir bulan lalu bukan lah bagian dari anggota kelompok mereka, namun warga sipil yang tak berdosa seperti dikutip Reuters, Sabtu (13/1).

"Kami (ARSA) dengan ini menyatakan bahwa 10 warga sipil Rohingya yang tidak berdosa yang ditemukan di kuburan massal di Tragedi Desa Inn Din bukanlah ARSA maupun asosiasi dengan ARSA," kata kelompok tersebut.

Awal pekan ini, militer Myanmar mengatakan bahwa tentaranya telah membunuh 10 Muslim teroris yang tertangkap selama serangan gerilya pada awal September lalu, setelah penduduk desa Buddha memaksa orang-orang yang ditangkap tersebut masuk ke dalam kuburan yang mereka gali. 

Pemberontak Rohingya Sebut 10 Mayat di Kuburan Myanmar Bukan Anggotanya (Sumber Gambar : Nu Online)
Pemberontak Rohingya Sebut 10 Mayat di Kuburan Myanmar Bukan Anggotanya (Sumber Gambar : Nu Online)

Pemberontak Rohingya Sebut 10 Mayat di Kuburan Myanmar Bukan Anggotanya

Arakan Rohingya Salvation Army (ARSA) atau kelompok pemberontak Muslim Rohingya menyerang pos keamanan tentara Myanmar mulai Agustus tahun lalu, lalu militer Myanmar melakukan operasi dan serangan besar-besaran terhadap mayoritas Muslim di bagian utara Rakhine. Menyambut itu, ARSA melawan kejahatan perang yang dilakukan tentara teroris Myanmar.

Menanggapi hal itu, Juru Bicara Pemerintah Myanmar Zaw Htay membela diri dan yakin bahwa yang dibunuh tentara Myanmar adalah teroris Muslim Rohingya. Ia mengatakan, kadang kala teroris dan penduduk desa bersekutu dalam melakukan serangan terhadap militer Myanmar. Bahkan, ia berdalih kesulitan dalam membedakan mana yang teroris dan mana penduduk desa yang tidak bersalah.  

"Kami telah mengatakan bahwa sangat sulit untuk memisahkan siapa teroris dan penduduk desa yang tidak bersalah. Akan ada proses investigasi yang sedang berlangsung apakah mereka anggota ARSA atau tidak," katanya. (Red: Muchlishon Rochmat)

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Meme Islam, Humor Islam, Sejarah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah