Rabu, 14 Februari 2018

Korupsi di Atas Rp100 Miliar, Hukum Kita Jadi ‘Bego’

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Hasyim Muzadi menilai, pemerintah tidak serius dalam penegakan hukum. Menurutnya, hal itu tercermin dalam upaya pemberantasan korupsi yang masih terkesan tebang pilih, terutama pada kasus-kasus korupsi "kecil", sementara koruptor besar nyaris tak tersentuh sama sekali.

"Hukum kita kekuatannya hanya sampai Rp100 miliar saja. Lebih dari itu, hukum kita jadi pelo (gagap) dan bego," kata Hasyim kepada wartawan di Kantor PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta, Kamis (18/1). Hal itu dikatakannya usai bertemu mantan anggota DPRD Bontang Hamsyah MD yang mengaku menyesal telah mengkorupsi dana APBD Bontang, Kalimantan Timur.

Korupsi di Atas Rp100 Miliar, Hukum Kita Jadi ‘Bego’ (Sumber Gambar : Nu Online)
Korupsi di Atas Rp100 Miliar, Hukum Kita Jadi ‘Bego’ (Sumber Gambar : Nu Online)

Korupsi di Atas Rp100 Miliar, Hukum Kita Jadi ‘Bego’

Lebih dari itu, Pengasuh Pondok Pesantren Al-Hikam, Malang, Jawa Timur itu mengingatkan pemerintah agar tidak bermain-main dengan pemberantasan penyakit bangsa tersebut. "Saya ketuk hati pemerintah agar jangan bermain-main dalam pemberantasan korupsi. Kalau ditindak, ditindak semua. Kalau tidak, ya, dibina semua," tegasnya.

Selain itu, Hasyim menambahkan, gerakan pemberantasan korupsi juga jangan sampai salah sasaran. Lebih fatal lagi jika pihak yang melaporkan kasus korupsi yang ditangkap, sementara yang melakukan korupsi justru melenggang. Jangan sampai sebuah penegakan hukum menjadi kezaliman yang berbungkus keadilan.

Minta Nasihat

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sementara itu, Hamsyah MD yang didampingi beberapa aktivis Bontang Corruption Watch menemui Hasyim dalam rangka meminta nasihat atas perbuatan yang ia lakukan. Ia mengaku insyaf dan berjanji akan mengembalikan semua uang hasil korupsi, kemudian bertobat kepada Allah dan akan menyerahkan diri kepada pihak yang berwajib.

Di depan Hasyim, Hamsyah mengaku telah melakukan korupsi sewaktu menjadi anggota DPRD. Korupsi dilakukan tahun 2002, yakni korupsi uang asuransi Bumi Putera yang diambil dari pos keuangan pemda senilai Rp 74.900. Total uang yang dikorupsi 25 anggota DPRD dari jatah asuransi sebesar Rp 2 miliar. Uang tersebut diambil dari pos anggaran peningkatan kesejahteraan karyawan Pemerintah Kota Bontang.

Selain itu, Hamsyah mengaku mendapat dana ‘terima kasih’ Rp50 juta pada 2004. Hamsyah mengaku gelisah sejak melaksanakan ibadah haji pada 2003 lalu. Dia menuturkan, saat melakukan wukuf di Mina, kegelisahan mulai muncul dan terasa sampai saat ini. Ia merasa uang yang telah dimakan bersama keluarga adalah uang haram dan sudah mendarah daging.

Sikapnya kemudian berubah dan memutuskan menemui Hasyim Muzadi dan meminta nasehat mengenai apa yang harus dilakukan. "Saya meski orang PDIP, tetapi jiwa saya NU," katanya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Hamsyah tiba di PBNU dengan membawa poster besar bertuliskan "Koruptor Insyaf!!! Saya pelaku korupsi APBD Bontang Rp44,6 miliar. Kenapa KPK tidak tangkap saya? Kenapa KPK mandul? Silakan tangkap saya. Hamsyah MD, mantan anggota PPRD Bontang. (rif)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Humor Islam, News, Anti Hoax Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

PMII Serahkan Bantuan kepada Korban Banjir di Sukoharjo

Sukoharjo, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Sukoharjo, Kamis (1/12), memberikan bantuan untuk korban banjir di Desa Pranan, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah.

PMII Serahkan Bantuan kepada Korban Banjir di Sukoharjo (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Serahkan Bantuan kepada Korban Banjir di Sukoharjo (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Serahkan Bantuan kepada Korban Banjir di Sukoharjo

Penyerahan bantuan tersebut langsung dilakukan secara simbolis oleh Ketua PC PMII Sukoharjo bersama Ketua Komisariat Raden Mas Said.

Ketua PMII Cabang Sukoharjo, Hilmy Zulfikar, mengatakan pemberian bantuan ini selain untuk meringankan beban mereka juga suatu bentuk kepedulian.? "Tak ada upaya yang bisa kami lakukan selain ini. tapi mudah-mudahan bermanfaat," ujar Helmy kepada Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Bantuan yang diberikan kepada masyarakat ini merupakan partisipasi dan bantuan dari masyarakat pengguna jalan raya di jalan utama Solo-Semarang, tepatnya di perempatan Kartasura. “Kita adakan aksi sosial untuk penggalangan dana bagi para korban banjir,” kata Hilmy.

Hilmy menambahkan, sebelum melakukan penggalangan dana, mereka terlebih dahulu dengan para pengurus Ansor dan Banser stempat.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Kami harap masyarakat tak melihat jumlah bantuan yang kami berikan, tapi ketulusan dan kepedulian kami," katanya.

Adapun dana yang terkumpul kemudian dibelikan sembako untuk diserahkan kepada korban banjir. (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah AlaSantri, Ulama Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Selasa, 13 Februari 2018

Membaca Surat Yasin dengan Maksud Tertentu

Al-Quran adalah kitab suci yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw. melalui Malaikat Jibril sebagai perantar. Al-Qur’an merupakan kitab suci yang akan terjaga dan terawat sampai hari kiamat.

Begitu pula bagi yang membacanya senantiasa akan mendapatkan pahala yang berlipat ganda, tercatat pahala setiap hurufnya berupa satu kebaikan dan satu kebaikan itu akan dilipatgandakan dengan sepuluh pahala. Sebagaimana hadits Rasulullah saw, dari Ibnu Mas’ud ra.,

من قرأ حرفا من كتاب الله فله به حسنة والحسنة بعشر أمثالها

Membaca Surat Yasin dengan Maksud Tertentu (Sumber Gambar : Nu Online)
Membaca Surat Yasin dengan Maksud Tertentu (Sumber Gambar : Nu Online)

Membaca Surat Yasin dengan Maksud Tertentu

Barang siapa yang membaca satu huruf dari Al Quran, maka baginya satu kebaikan dan satu kebaikan itu dilipatgandakan dengan sepuluh (pahala).

Oleh karena itulah al-Qur’an bagi orang muslim selalu dibacakan dalam berbagai kondisi, baik ketika senang maupun sedih. Mulai dari walimatul arusy (pernikahan), walimatul hitan, walimatus safar, akhirus sanah, seminar, pelantikan, hingga prosesi pemakaman, selalu disertakan bacaan al-Qur’an di dalamnya. Hanya saja ayat al-Qur’an yang dibaca berbeda-beda sesuai dengan kondisi dan konteksnya. Tentunya pembacaan ini memiliki tujuan dan maksud tertentu. Selain menjadi sumber pahala dan dianggap ibadah, membaca ayat al-Qur’an juga memiliki berberapa faedah. Seperti membaca surat Yasin yang memiliki fadhilah terkabulnya segala hajat dan tertolaknya marabahaya.

Apakah membaca surat Yasin dengan tujuan seperti itu tidak termasuk dalam kategori riya, yang menghilangkan nilai keikhlasan? Karena membacanya dengan harapan terpenuhinya kebutuhan, atau terhindarnya balak-marabahaya, bukan karena Allah semata.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dalam Kitab Qurratul ‘Ain Fatawa Isma’il Zain diterangkan bahwa hal tersebut boleh dilakukan dan tidak dianggap riya, selama tidak melanggar aturan-aturan syara’ dan bukan pekerjaan ma’syiat.

يجوز أن تقرأ سورة يس بنية قضاء حاجة من جلب نفع أو دفع ضر سواء كان المقصود دينيا أو دنيويا مالم يكن معصية ولا يكون ذلك رياء

Boleh membaca surat Yasin dengan maksud dan tujuan tertentu, entah itu duniawi maupun ukhrowi selama tidak dalam hal maksiat, dan pembacaan itu tidak termasuk sebagai perbuatan riya’

Karena definisi riya’ sebenarnya adalah melakukan sesuatu bukan karena Allah Ta’ala tetapi karena makhluk ciptaan Allah swt, sedangkan bacaan Yasin mengharapkan pahala dari Allah swt. yang berupa berbagai fadhilah tersebut.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

(Pen./Red. Ulil H)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Amalan, Habib Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Nabi Ditanya, Kenapa Perempuan Jarang Disebut dalam Al-Quran?

Advokasi untuk menciptakan konstruksi sosial yang setara dan berkeadilan disarankan antara lain melalui cara mendengarkan dan merespon suara-suara yang terpinggirkan, yang diabaikan dan yang tidak dihargai.

Dalam konteks kebudayaan patriarkhis di mana pun, suara-suara perempuan tidak didengarkan, diabaikan dan dibungkam. Aktualisasi personalnya dibatasi dan dimarginalkan. Kemerdekaan mereka dirampas sedikit atau banyak. Ini semua merupakan praktik-praktik kebudayaan yang tidak adil.

Nabi Ditanya, Kenapa Perempuan Jarang Disebut dalam Al-Quran? (Sumber Gambar : Nu Online)
Nabi Ditanya, Kenapa Perempuan Jarang Disebut dalam Al-Quran? (Sumber Gambar : Nu Online)

Nabi Ditanya, Kenapa Perempuan Jarang Disebut dalam Al-Quran?

Tetapi sikap dan pandangan Nabi dalam hal ini sangat berbeda. Abd al-Rahman bin Syaibah mengatakan:

: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ?:

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Aku mendengar Ummu Salamah, isteri Nabi saw, bertanya (mempertanyakan) kepada Nabi: “Wahai Nabi, mengapa kami (kaum perempuan) tidak (amat jarang) disebut-sebut dalam al-Qur’an, tidak seperti laki-laki”.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Setelah menyampaikan pertanyaan itu Ummu Salamah tidak melihat Nabi, kecuali mendengar suaranya di atas mimbar. “Waktu itu aku sedang menyisir rambut”, kata Ummi Salamah. “Aku segera membenahi rambutku lalu keluar menuju suatu ruangan. Dari balik jendela ruangan itu aku mendengarkan Nabi berbicara di atas mimbar masjid di hadapan para sahabatnya. Katanya: "Hai, manusia, Tuhan mengatakan:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

“Bahwa sesungguhnya laki-laki dan perempuan muslim, laki-laki dan perempuan yang beriman laki-laki dan perempuan yang tetap dalam ketaatannya, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyuk, laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar. (Baca: Al-Thabari, Jami’ al Bayan, QS. al-Ahzab [33]:35).

Lihatlah bagaimana Tuhan dan Nabi mendengarkan dan merespon dengan begitu cepat suara-suara perempuan yang mengadukan pikiran dan suara hatinya. Ummu Salamah, isteri Nabi yang cerdas adalah representasi dari kaum perempuan. Dia tampaknya bukan sakedar bertanya tetapi mempertanyakan tentang hak-haknya yang dibedakan dari laki-laki. Pertanyaan itu merefleksikan sebuah pandangan kritis Ummu Salamah. Dia seakan-akan ingin mengatakan mengapa Nabi berlaku diskriminatif terhadap perempuan. Mengapa Nabi seakan-akan tidak menaruh perhatian terhadap hak-hak perempuan sebagaimana yang diberikan kepada laki-laki.

Nabi shallallâhu ‘alaihi wasallam dengan segera menyampaikan klarifikasinya berdasarkan wahyu Tuhan dan menegaskan bahwa laki-laki dan perempuan mempunyai hak yang sama dalam berbagai aspek kehidupan, baik spiritual maupun sosial, privat maupun publik. Perhatikan pula bahwa pernyataan klarifikatif ini disampaikan Nabi kepada seluruh manusia: “Ayyuhan Nas” (Wahai manusia). Ini menunjukkan bahwa ajaran tentang kesetaraan laki-laki dan perempuan harus diperjuangkan di mana pun dan kapan pun.

KH Husein Muhammad, pengasuh Pondok Pesantren Darut Tauhid Arjawinangun Cirebon



Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Pahlawan, Halaqoh Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Staimafa Pati Resmikan Pusat Bahasa

Pati, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Mathaliul Falah (Staimafa) Pati meresmikan Lembaga Pusat Bahasa Mathaliul Falah (Pushami) yang dilakukan oleh Ketua Staimafa Abdullah Gaffar Rozin, M.Ed.?

Dalam sambutan, Gus Rozin mengatakan kelahiran Pushami diharapkan mampu menciptakan civitas akademika Staimafa yang memiliki kemampuan bahasa asing melalui program-program kebahasaan yang strategis.

Staimafa Pati Resmikan Pusat Bahasa (Sumber Gambar : Nu Online)
Staimafa Pati Resmikan Pusat Bahasa (Sumber Gambar : Nu Online)

Staimafa Pati Resmikan Pusat Bahasa

Acara dimulai pukul 09.30 s/d 10.30 WIB di Auditorium Staimafa. Oleh panitia, peresmian dirangkai dengan seminar TOEFL-TOAFL. Hadir sebagai narasumber, Dr. Otong Setiawan Djuharie dari UIN Bandung dan Muhajir M.Pd.I. dari UIN Yogyakarta. Dalam seminar, Otong menunjukkan trik dan tips mengerjakan TOEFL, sedangkan Muhajir menyoroti konsep dan konstruksi TOAFL. Peresmian ini juga dimeriahkan bazar buku dari penerbit Yogyakarta.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Selain itu seperti diungkapkan Direktur Pushami, Khabibi Muhammad Luthfi mulai pukul 10.40 s/d 21.00 WIB acara dilanjutkan dengan Training of Trainers (ToT) TOEFL-TOAFL. Peserta ToT berjumlah sebelas, yang dibagi menjadi lima untuk TOAFL dan enam untuk TOEFL. Ke depan, para calon Tutor Pushami ini disiapkan sebagai tenaga pengajar pada program-program kebahasaan, khususnya kursus TOEFL-TOAFL bagi dosen dan mahasiswa.? ?

Disela-sela rangkaian acara itu, secara khusus, Pembantu Ketua I Ahmad Dimyati M.Ag. berharap pada semester ini Pushami mampu menyelenggarakan tes TOAFL-TOEFL secara mandiri. Tujuannya, imbuh Dimyati, untuk menguji dan memotivasi kompetensi bahasa asing civitas akademika Staimafa. Bahkan, dalam jangka dekat, “Insya Allah tahun ini sertifikat TOEFL-TOAFL akan dijadikan sebagai salah satu syarat ujian skripsi di Staimafa”, ungkap kandidat Doktror ini. (isyrokh fuaidi/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Kyai Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kiai Said Apresiasi Peluncuran Aplikasi iShalat

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj mengaku senang dengan peluncuran aplikasi iShalat 30 augmented reality. Menurutnya, ini menunjukkan kalau NU tidak gagap teknologi. NU mampu menjawab tantangan zaman.

"Apakah NU mampu atau tidak menggunakan teknologi. Kita jawab, kita mampu. Untuk dakwah, untuk agama, untuk ibadah, untuk pendidikan," kata Kiai Said saat memberikan sambutan pada acara peluncuran aplikasi iShalat 30 Augmented Reality di lantai delapan, Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Selasa (6/11).

Kiai Said Apresiasi Peluncuran Aplikasi iShalat (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Said Apresiasi Peluncuran Aplikasi iShalat (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Said Apresiasi Peluncuran Aplikasi iShalat

Ia mengingatkan, teknologi merupakan sarana yang bisa mengandung dampak positif dan negatif.

"Mudah mudahan mari kita perbanyak kandungan positifnya. Sangat bermanfaat (aplikasi iShalat ini) Masyaallah," kata Kiai Said senang.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Menurutnya, keberadaan aplikasi ini mempermudah dan efektif untuk orang-orang yang mau melakukan pelatihan shalat. "(Teknologi) ini sudah tingkat tinggi ini," katanya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kiai kelahiran Kempek ini pun meminta nahdliyin agar tak ketinggalan teknologi. "Ini merupakan tantangan teknologi digital ini," kata Kiai Said.

Hadir pada acara peluncuran aplikasi iShalat 30 augmented reality ini, Ketua PBNU KH Abdul Manan Ghoni, Ketua PBNU Aizzudin Abdurrahman, Bendahara Umum H Ing Bina Suhendra, Ketua LTM PBNU KH Mansyur Syaerozi, dan lain-lain. (Husni Sahal/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah News, Nahdlatul Ulama, Olahraga Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Haji Baiknya Dilakukan Sekali Saja

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Menteri Agama (Menag) Maftuh Basyuni mengimbau agar ibadah haji dilakukan hanya sekali seumur hidup sesuai dengan kewajiban setiap umat Islam. Menurut dia, naik haji berkali-kali bisa memunculkan perasaan sombong atau riya.



Haji Baiknya Dilakukan Sekali Saja (Sumber Gambar : Nu Online)
Haji Baiknya Dilakukan Sekali Saja (Sumber Gambar : Nu Online)

Haji Baiknya Dilakukan Sekali Saja

"Saya khawatir surganya kelewatan. Karena tiap tahun dilakukan terkesan angkuh dan sombong. Kita lihat seperti pembuktian terhadap tetangga," kata kata Menag pada evaluasi penyelenggaraan ibadah haji 1427 H di Jakarta, Ahad (11/3).

Walau demikian, Maftuh menambahkan ada pihak-pihak yang diperbolehkan naik haji berkali-kali. Contohnya adalah petugas haji, muhrim dan undangan.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Petugas memang kita prioritaskan bagi yang pernah. Sebab kalau belum kan kurang pengalaman. Sedang muhrim itu misalnya suami isteri sudah naik haji, tapi lalu suaminya pergi lagi bersama anaknya. Lalu saya tidak bisa melarang kalau ada yang mengundang. Itu hak tuan rumah," jelasnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Menurut Maftuh, kewajiban haji hanya sekali, bila dilakukan berkali-kali maka hukumnya adalah sunnah. Oleh karena itu, Maftuh ia bermaksud mengubah interpretasi tentang ibadah haji dengan mengeluarkan himbauan agar tidak perlu naik haji setiap tahunnya.

Ditambahkan, pihaknya berupaya untuk meningkatan pelayanan terhadap jamaah haji pada musim haji tahun 1428 Hijriyah atau 2007. Karena itu persiapan haji berikutnya akan lebih matang dan mengusahakan kenyamanan jamaah.

Menag tidak ingin kasus kelaparan jamaah di Arafah dan Mina terulang lagi. “Semua akan dibenahi, sehingga tidak terjerumus untuk kedua kalinya,” katanya.

Langkah awal yang diambil lanjut Menag, adalah mengecek dan mempersiapkan perumahan bagi jamaah haji mendatang. Kini dia tengah mempersiapkan tim dan segera mengirimkannya ke Arab Saudi.

"Kita akan kirim dalam waktu dekat seusai evaluasi," kata Maftuh seraya berjanji tidak akan menyewa perumahan yang berjejal-jejal. "Supaya kita tidak mengalami kesulitan," ujarnya.

Selain penginapan, menteri agama juga akan membereskan katering yang bermasalah pada musim haji 1427 H. Hal itu sedang dipersiapkan pemerintah Indonesia bekerjasama dengan pemerintah Arab Saudi. “Kita tetap berusaha untuk lebih baik, dan tidak ingin mengecewakan pengorbanan jamaah," katanya. (dpg/nam)Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Kajian Sunnah, Nasional, Ulama Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah