Sabtu, 27 Januari 2018

Kiai Said: Kokohkan Islam Moderat untuk Perdamaian

Jambi, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, KH Said Aqil Siroj, menegaskan pentingnya menguatkan nilai-nilai Islam moderat di Indonesia. Pesan ini ditegaskan Kiai Said pada agenda pengajian Haul 3 Kiai Jambi (Syaikh Majid al-Jambi, Kiai Ibrahim Majid, dan Kiai Qadir Ibrahim) di Pesantren Asad di Jambi, Rabu (29/11/2017).

Kiai Said: Kokohkan Islam Moderat untuk Perdamaian (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Said: Kokohkan Islam Moderat untuk Perdamaian (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Said: Kokohkan Islam Moderat untuk Perdamaian

Hadir dalam agenda ini, Pengasuh Pesantren Asad KH Najmi Qadir,  Ketua Umum Pagar Nusa M. Nabil Haroen, Wasekjen PBNU H Suwadi D. Pranoto, Bendahara Pagar Nusa, Indrawan Husairi, Ketua NU Care-LAZISNU Syamsul Huda, Gubernur Jambi Zumi Zola, serta sesepuh NU dan pesantren di Jambi.

Dalam ceramahnya, Kiai Said menegaskan pentingnya menyebarkan nilai-nilai Islam Nusantara di ranah internasional dan media sosial. "Islam Nusantara bukan aliran, bukan agama baru, tapi khashaish, mumayyizaat, tipologi. Ini yang harus dipahami secara mendalam," jelas Kiai Said.  

Dalam pandangan Kiai Said, penting untuk merawat budaya sebagai pondasi dakwah keislaman. "Islam Nusantara itu Islam yang dibangun dari sendi-sendi budaya. Budaya negeri ini, bukan budaya Arab, tapi budaya Nusantara," terang Pengasuh Pesantren Luhur Al-Tsaqafah, Jakarta.

"Saya di Arab tiga belas tahun, pulang membawa empat anak. Tapi yang saya bawa pulang itu ilmu, bukan simbol-simbol budaya. Demikian pula Prof Quraish Shihab, Prof Aqil Munawar, dan Kiai Mustofa Bisri. Semuanya bawa ilmu, tidak ada yang mengimpor budaya Arab ke negeri ini," ungkapnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kiai Said berpesan agar warga muslim negeri ini mencintai tanah air. "Mari kita cintai negeri ini. Mari kita kuatkan Islam dan nasionalisme kita. Nabi Muhammad diperintahkan oleh Allah untuk mengusir orang-orang yang bikin gaduh, bikin rusuh di Madinah," jelasnya.

Lebih lanjut, Kiai Said mendorong pemimpin daerah tegas terhadap pelaku kerusahan, kelompok teroris. "Untuk sekarang, para pemimpin daerah, silakan usir para pengusik dan perusuh bangsa. Usir ideologinya, kalau orangnya silakan masuk NU, silakan masuk Muhammadiyah, masuk Persis, dan ormas Islam moderat lainnya," tegas Kiai Said. 

KH Najmi, pengasuh pesantren Asad Jambi, mengungkapkan pentingnya meneladani kiai-kiai untuk masa depan santri. "Syekh Majid al-Jambi, Kiai Ibrahim Majid, dan Kiai Qadir Ibrahim, merupakan teladan bagi pengembangan keilmuan dan akhlak santri," ungkapnya. 

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Pesantren Asad Jambi, didirikan oleh Kiai Majid al-Jambi, yang diteruskan oleh Kiai Ibrahim Majid dan Kiai Qadir Ibrahim. Kiai Majid al-Jambi, merupakan penasihat keagamaan Sultan Thaha, Kasultanan Jambi. Pada masa kolonial, Kiai Majid pernah diutus Sultan Jambi ke Kasultanan Ottoman di Turki, untuk melawan pasukan kolonial di Hindia Belanda. 

Pada kesempatan ini, Ketua Umum Pagar Nusa, M. Nabil Haroen, mengkonsolidasi pasukan inti Pagar Nusa di Jambi. "Kalau kita mau keras, itu harus punya keris, seperti pernyataan Kiai Wahab Chasbullah. Pasukan inti Pagar Nusa untuk mengabdi dan mengawal kiai, mengkampanyekan Islam Nusantara," jelas Nabil. 

Dalam kesempatan ini, Direktur NU Care-LAZISNU,  Syamsul Huda juga menyerahkan bantuan untuk perbaikan infrastrukur pesantren Asad Jambi. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah AlaNu, Hikmah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Tragedi Losarang

Tragedi politik menjelang Pemilu 1971. Losarang adalah sebuah daerah basis Partai NU di wilayah Kabupaten Indramayu, yang mengalami kekerasan sadis, diteror dan diintimidasi. 

Penduduknya mengungsi untuk menyelamatkan diri, sebagian mereka tinggal di kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama,Jalan Kramat Raya 164, Jakarta.

Tragedi Losarang (Sumber Gambar : Nu Online)
Tragedi Losarang (Sumber Gambar : Nu Online)

Tragedi Losarang

Peristiwa ini terungkap dan diangkat di harian Sinar Harapan. Koran ini mengirim seorang wartawannya, Panda Nababan, untuk meliput Losarang. Nababan datang ke Losarang ditemani KH Yusuf Hasyim dan Zamroni. 

Mereka menyaksikan masjid dibakar atau rumah-rumah dihancurkan. Nababan mengatakan warga NU Losarang meninggalkan tiba-tiba rumahnya, karena dirinya menyaksikan di atas meja makan masih ada piring-piring  dan cangkir beserta makanan yang membusuk.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Setelah tiba di Jakarta, Nababan melaporkan liputannya dengan judul “Empatpuluh Lima Djam Bersama Orang Kuat NU”. Tulisan tersebut dimuat di halaman pertama lengkap dengan foto yang menunjukkan kondisi Losarang, dan berencana dimuat berseri. 

Tapi tulisan kedua tidak sempat muncul, karena dihentikan tentara. Nababan sendiri dibawa ke Markas Intelijen Pertahanan dan Keamanan. Interogasi ini merupakan yang kedua setelah diciduk oleh Kodim Indramayu dan disuruh pergi dari Indramayu. (Hamzah Sahal)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah RMI NU, Sholawat, Hadits Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Besok Pagi, Baba Ismail Thailand Berkunjung ke Dayah Jamiah Al-Aziziyah Aceh

Aceh, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Ulama besar asal Pattani, Thailand, Tuan Guru Haji Ismail bin Umar akan berkunjung ke Dayah Jamiah Al-Aziziyah, Batee Iliek, Aceh. Kunjungan ke Batee Iliek dijadwalkan pada Sabtu (28/5) pagi setelah sebelumnya berkunjung ke beberapa dayah (pesantren) seperti Dayah Darul Muarrif, Dayah Ulee Titi, Dayah Darul Munawwarah Kuta Krueng, Babussalam Blang Blahdeh, dan juga Dayah Mudi Mesjid Raya Samalanga.

Baba Ismail, demikian ia disapa, akan menyampaikan tausiah di depan santri dan dewan guru Dayah Jamiah Al-Aziziyah sekitar pukul 08.00 Wib di Mushalla Teungku Ahmad Syarif. Selain dalam rangka dakwah, kunjungan pengarang beberapa kitab seperti Mizan ad-Durari, Hikam Jawi, dan Mawaiz al-Iman ini merupakan salah satu bentuk keseriusan para ulama di Pattani dalam memperkokoh hubungan silaturahmi dengan ulama Aceh yang sebelumnya telah berkunjung ke Pattani, termasuk pimpinan Dayah Jamiah Al-Aziziyah, Dr Tgk Muntasir A. Kadir.

Selain Baba Ismail, beberapa ulama dari luar yang berkunjung ke dayah yang berlokasi di Komplek Makam Syuhada Tgk Chik Kuta Gle ini, seperti Syeikh Abdurrahman bin Umar Al-Ahdhal dari Yaman, Mufti Damaskus Syekh Adnan Al-Afyouni, Syekh Mahmud Syahadah dan Syekh Omar Dib yang ketiganya berasal dari Suriah, dan juga beberapa ulama lainnya dari dalam dan luar negeri.

Besok Pagi, Baba Ismail Thailand Berkunjung ke Dayah Jamiah Al-Aziziyah Aceh (Sumber Gambar : Nu Online)
Besok Pagi, Baba Ismail Thailand Berkunjung ke Dayah Jamiah Al-Aziziyah Aceh (Sumber Gambar : Nu Online)

Besok Pagi, Baba Ismail Thailand Berkunjung ke Dayah Jamiah Al-Aziziyah Aceh

Banyaknya ulama yang berkunjung ke dayah salah satunya disebabkan nama besar pendirinya, Abu Mudi yang memang telah mempersiapkan 18 hektar lahan di tempat ini sebagai cikal bakal lahirnya Universitas Al-Aziziyah. (Muhammad Iqbal Jalil/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Makam Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Perkawinan, Seks, dan Cinta dalam Islam

Oleh Muhammad Ishom

Allah SWT berfirman di dalam Al-Qur’an, Surah Ar-Rum, Ayat 21:

Perkawinan, Seks, dan Cinta dalam Islam (Sumber Gambar : Nu Online)
Perkawinan, Seks, dan Cinta dalam Islam (Sumber Gambar : Nu Online)

Perkawinan, Seks, dan Cinta dalam Islam

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ?

Artinya: “Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untuk kalian semua istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikannya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir.”

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ayat di atas cukup populer dan sering dibacakan oleh para qari’ dalam acara resepsi perkawinan. Demikian pula para kiai atau ustadz juga sering mengutip ayat itu untuk memberikan wejangan atau taushiyah kepada pengantin baru yang sedang melaksanakan walimatul ‘ursy.

Tulisan ini saya maksudkan sebagai sebuah refleksi dari perkawinan kami yang pada tanggal 28 September lalu merupakan ultah perkawinan kami yang ke-25, atau sering disebut ultah perkawinan perak. Refleksi ini juga saya maksudkan sebagai sharing pembelajaran tentang hidup berumah tangga kepada para pemuda yang belum atau akan menikah; sekaligus mengingatkan kembali komitmen para pasutri (pasangan suami istri) dalam membangun rumah tangga.

Sebagaimana saya nyatakan di atas bahwa 25 tahun lalu kami memulai hidup baru. Tetapi pernikahan kami tidak melalui proses berurutan sebagaimana lazimnya di zaman sekarang, yakni: cinta – perkawinan – seks. Terus terang hubungan kami berawal dari perkawinan, seks, lalu cinta. Jadi kami menikah dulu tanpa pacaran dan langsung menjadi suami istri.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Pertanyaannya adalah proses atau pola urutan manakah yang lebih sesuai dengan tuntunan Islam dalam membangun rumah tangga? Apakah seperti yang lazim di masyarakat di zaman sekarang, yakni cinta - perkawinan – seks, ataukah seperti pengalaman kami yang itu sering terjadi di zaman dulu, yakni perkawinan - seks - cinta?

Untuk menjawab pertanyaan di atas, marilah kita kembali pada ayat yang di awal telah saya sebutkan. Ayat tersebut akan saya uraikan sesuai dengan kandungan maknanya. Secara sederhana dapat saya uraikan bahwa ayat di atas memiliki sedikitnya 3 (tiga) makna penting sebagai berikut:

1. ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya: “Dan di antara tanda-tanda kekuasaan Allah ialah menciptakan istri-istri untuk kamu semua dari jenismu sendiri.”

Salah satu makna terpenting dalam penggalan ayat ini adalah bahwa sebuah rumah tangga diawali dengan perkawinan. Tidak boleh sebuah rumah tangga diawali dengan seks tanpa perkawinan, karena inilah yang disebut kumpul kebo. Kumpul kebo itu sendiri seringkali barawal dari cinta. Oleh karena itu kita patut berhati-hati dengan cinta yang datangnya sebelum perkawinan karena ia bisa menjerumuskan jika tidak dikelola dengan baik.

Sudah banyak terjadi apa yang sering disebut dengan “kecelakaan” di mana seorang perempuan mengalami kehamilan, atau seorang laki-laki menghamilinya sebelum perkawinan. Ini artinya mereka telah menempatkan seks sebelum perkawinan. Jelas hal ini tidak sesuai dengan penggalan ayat di atas yang menegaskan bahwa hubungan laki-laki dan perempuan dalam suatu ikatan keluarga atau rumah tangga dimulai dari perkawinan.

Melalui perkawinan, seorang laki-laki dan seorang perempuan melakukan akad nikah dengan syarat dan rukun tertentu. Sekali lagi prosesi perkawinan merupakan awal terbentuknya rumah tangga di mana hubungan mempelai laki-laki dengan mempelai perempuan kemudian menjadi hubungan suami istri secara sah. Hubungan ini penting karena memberikan legitimasi terbentuknya sebuah rumah tangga sebagai tempat berlabuh untuk mencapai ketentraman hidup atau yang disebut dengan kehidupan yang sakinah.

2. ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya: “Allah menciptakan istri-istri untuk kamu semua dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya.”

Penggalan ayat di atas mengandung makna bahwa tempat berlabuh berupa rumah tangga dimaksudkan oleh Allah agar manusia dapat mencapai ketenteraman hidup atau kehidupan yang sakinah. Kita semua tahu bahwa manusia dianugerahi Allah SWT dengan syahwat atau hawa nafsu sebagaimana dinyatakan dalam penggalan ayat 14 dalam Surah Ali Imran berikut ini:

? ? ? ? ? ? ? ....

Artinya: “Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak...”

Penggalan ayat di atas menegaskan bahwa dalam hidup ini manusia dibekali dengan nafsu tertentu, seperti laki-laki memiliki kecenderungan untuk menyukai perempuan dan sebaliknya perempuan memiliki kecenderungan menyukai laki-laki. Mereka juga cenderung menyukai anak-anak sebagai darah dagingnya sendiri. Untuk itulah maka manusia dibekali dengan nafsu seks untuk mendapatkan keturunan. Nafsu seks seperti itu harus mendapatkan tempat penyaluran yang benar, yakni dengan memiliki pasangan hidup yang disebut istri atau suami melalui perkawinan.

3. ? ? ? ?

Artinya: “Dan dijadikan di antaramu rasa kasih dan sayang.”

Dengan adanya tempat berlabuh yang jelas melalui perkawinan yang sah, maka di situlah nafsu seks yang kemudian berkembang menjadi rasa kasih atau cinta birahi menemukan salurannya secara benar. Cinta birahi (mawaddah) adalah rasa kasih yang pengungkapannya melalui seks. Sebagaimana diuraikan di atas, seks itu sendiri hanya boleh disalurkan setelah perkawinan. perkawinan tanpa seks sulit untuk mencapai cinta, dan seks tanpa perkawinan adalah perzinahan dan tidak akan menghasilkan cinta sejati yang dalam bagian ayat itu disebut sayang (rahmah). Sayang atau cinta sejati atau rahmah menjadi puncak dari perkawinan dan seks.

Dengan demikian berdasarkan pada Surah Ar-Rum, ayat 21, saya berkesimpulan proses atau pola urutan membangun rumah tangga yang sesuai dengan tuntunan Islam adalah perkawinan – seks – cinta.

Apa yang saya uraiakan di atas secara tidak langsung menegaskan bahwa dalam Islam tidak dikenal pacaran dimana laki-laki dan perempuan menjalin hubungan dengan dorongan cinta. Sebagaimana saya uraikan di atas cinta yang tumbuh dan berkembang sebelum perkawinan bisa menjerumuskan ke dalam kemaksiatan apabila tidak dikendalikan atau dikelola dengan baik. Namun demikian, Islam membolehkan ta’aruf, yakni perkenalan antara laki-laki dan perempuan sebatas pada hal-hal mendasar, seperti identitas diri dan asal usul keturunan masing-masing.

Pertanyaannya kemudian, bisakah perkawinan atau pembentukan rumah tangga tanpa ada cinta sebelumnya?

Jawabnya adalah seseorang bisa membangun rumah tangga meski tanpa didasari cinta. Dalam Islam, niat beribadah kepada Allah sesungguhnya merupakan pondasi yang lebih mendasar dan kokoh bagi sebuah perkawinan dari pada sekedar cinta yang sewaktu-waktu bisa meredup di tengah jalan, atau hanya menggebu-gebu di awal, atau bahkan berubah menjadi kebencian yang mendalam. Sebetulnya tidak menjadi masalah ada cinta sebelum perkawinan selama cinta itu dapat dikelola dengan baik, tetapi janganlah cinta itu menjadi hal satu-satunya yang mendasari perkawinan karena sekali lagi ada hal yang lebih luhur dan mulia dari pada sekitar cinta, yakni niat beribadah kepada Allah SWT.

Perkawinan yang didasari ibadah akan menghasilkan cinta sejati yang bersumber dari cinta ilahi. Maka seyogianya ibadah itu menjadi dasar perkawinan dan cinta sejati menjadi puncaknya. Cinta yang tumbuh dan berkembang setelah perkawinan dan seks memang memiliki karakter yang sangat berbeda dengan cinta yang tumbuh sebelum kedua hal itu. Dalam perkawinan terdapat rahmat Tuhan. Di sana berkah-Nya dilimpahkan kepada suami dan istri karena perkawinan adalah sunnah Rasulullah SAW. Melalui perkawinan terjadilah sebuah revolusi. seks yang sebelumnya diharamkan serta merta dihalalkan dan bernilai idadah karena diperintahkan setelah berlangsung perkawinan. Dengan seks yang diberkati Tuhan, suami dan istri saling membahagiakan untuk mencapai ridha-Nya. Di titik itu cinta insani dan cinta ilahi bertemu, lalu menyatu menjadi cinta seutuhnya – cinta manunggal.?

Semoga apa yang saya sampaikan di atas dapat bermanfaat dan menambah wawasan kita semua khususnya dalam kaitannya dengan perkawinan. Kita diingatkan bahwa puncak dari perkawinan adalah cinta. Maka cinta harus selalu ada dan hidup dalam rumah tangga kita karena itu merupakan rahmah atau cinta sejati yang bersumber dari Allah SWT. Jika akhir-akhir ini kita sering mendengar akronim samara, yang merupakan kependekan dari sakinah, mawaddah wa rahmah, maka implementasinya adalah melalui perkawinan – seks – cinta sebagaimana dijelaskan dalam Surah Ar-Rum, ayat 21 di atas.

Penulis adalah dosen Fakultas Agama Islam Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Surakarta

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Quote Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Radio Berideologi Aswaja di Jateng Sepakat Bentuk Wadah Gerakan

Semarang, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Pengurus radio swasta maupun komunitas yang selama ini sudah eksis menyapa pendengar di wilayah Jawa Tengah, berkumpul di Radio Fast FM Magelang Ahad (30/11). Mereka membahas berbagai hal termasuk menjajaki kemungkinan untuk membentuk wadah sebagai ajang komunikasi dan silaturahmi.

Pertemuan yang diprakarsai PWNU Jawa Tengah disambut sangat antusias oleh media radio maupun televisi yang selama ini telah eksis bersiaran secara santun beraqidah aswaja. Sedikitnya 34 pimpinan radio dari 37 undangan, hadir dalam pertemuan ini.

Radio Berideologi Aswaja di Jateng Sepakat Bentuk Wadah Gerakan (Sumber Gambar : Nu Online)
Radio Berideologi Aswaja di Jateng Sepakat Bentuk Wadah Gerakan (Sumber Gambar : Nu Online)

Radio Berideologi Aswaja di Jateng Sepakat Bentuk Wadah Gerakan

Sekretaris PWNU Jawa Tengah H Arja Imroni menyambut gembira atas kerelaan insan media radio dan televisi yang selama ini membantu NU menyiarkan ajaran aswaja. Karena, hingga kini PWNU Jawa Tengah belum mampu mendirikan media siaran radio maupun televisi seperti di NU Jawa Timur.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Mewakili jajaran PWNU Jawa Tengah, saya menyambut gembira dan ucapan terima kasih kepada insan radio yang dengan secara tulus membantu menyiarkan ajaran aswaja," ucap Arja yang juga pengajar UIN Walisongo Semarang.

Mantan Anggota Komisioner KPID Jawa Tengah H Najahan Musyafa yang juga Wakil Ketua PWNU Jawa Tengah mencatat, hingga hari ini tidak kurang dari 37 radio yang terdiri dari 27 radio swasta dan 10 radio komunitas aktif bersiaran menyapa masyarakat Jawa Tengah.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Potensi besar ini, menurut Najahan, sudah seharusnya berhimpun dalam satu wadah untuk saling bersinergi baik dalam program, iklan, dan Sumber Daya Manusia (SDM).?

Pertemuan ini kemudian menyepakati sejumlah poin antara lain menyetujui pembentukan wadah jaringan radio aswaja, menugaskan tim formatur untuk menyusun pengurus dan membuat program. Mereka juga akan mengadakan pertemuan rutin di tempat masing-masing secara bergantian untuk saling mengenal radio anggota.

Hadir dalam pertemuan perdana Wakil Rais Syuriyah PWNU Jawa Tengah H Dian Nafi yang juga pemilik Radio Gesma FM Solo, pendiri radio Soutunna FM Purworejo KH Khalwani Nawawi, pemilik radio Fastabiq (Fast FM) Magelang KH Yusuf Chudlori dan anggota komisioner KPID Jawa Tengah Tazkiyatul Mutmainnah. (Abdul Muiz/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Tokoh, PonPes, Tegal Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Jumat, 26 Januari 2018

Rombongan Kirab Hari Santri Disambut Semarak di Tugu Proklamasi

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Sekitar 50 orang rombongan Kirab Hari Santri dan Resolusi Jihad NU akhirnya tiba di Tugu Proklamasi, Jakarta, Kamis (22/10), tepat pada puncak peringatan Hari Santri Nasional 22 Oktober 2015.

Rombongan Kirab Hari Santri Disambut Semarak di Tugu Proklamasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Rombongan Kirab Hari Santri Disambut Semarak di Tugu Proklamasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Rombongan Kirab Hari Santri Disambut Semarak di Tugu Proklamasi

Mereka yang menempuh perjalanan sejak 18 Oktober lalu dari Tugu Pahlawan, Surabaya, Jawa Timur, ini disambut meriah ribuan pelajar-santri dari berbagai sekolah dan pondok pesantren di Jabodetabek, serta para kader IPNU dan IPPNU. Kibaran bendera Merah Putih dan Nahdlatul Ulama terlihat di berbagai sudut.

Rombongan Kirab Hari Santri sebelumnya ? menempuh perjalanan menggunakan empat bus mini dan singgah di sejumlah titik di kawasan Pantura. Mereka melakukan ziarah ke makam tokoh-tokoh NU, silaturahim ke kiai-kiai dan pesantren, serta membacakan teks Resolusi Jihad dan Ikrar Santri.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ketum PBNU KH Said Aqil Siroj dalam orasinya menegaskan bahwa Hari Santri tidak monopoli milik murid-murid pesantren, melainkan seluruh umat Islam Indonesia yang mempunyai kesamaan spirit kebangsaan. "Insyaallah ini akan ekspor ke luar negeri. Kita tunjukkan Islam Indonesia punya ciri khas," ujarnya.

Hadir dalam kesempatan ini Panglima TNI Gatot Nurmantyo, Rais Aam PBNU KH Maruf Amin bersama pengurus syuriyah dan tanfidziyah PBNU lain, para pimpinan ormas Islam, para pimpinan badan otonom NU, para kiai, serta beberapa kelompok pasukan TNI.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

KH Maruf Amin mengucapkan terima kasih kepada Presiden Joko Widodo yang sudah menandatangani penetapan Hari Santri Nasional pada 22 Oktober dan mendeklarasikannya Kamis (22/10) siang ini. Menurutnya, Resolusi Jihad mesti direvitalisasi maknanya sesuai dengan kekinian, dari jihad perang menjadi jihad perbaikan bagi kehidupan bangsa Indonesia. (Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Aswaja Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Empat Pilar Tanamkan Paham Kebangsaan.

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Sosialisasi empat pilar kebangsaan penting untuk menanamkan paham kebangsaan bagi pelajar sebagai penerus bangsa. Kali ini acara diselenggarakan oleh PP IPNU di Gedung Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jakarta Pusat, Sabtu (29/4).?

Empat Pilar Tanamkan Paham Kebangsaan. (Sumber Gambar : Nu Online)
Empat Pilar Tanamkan Paham Kebangsaan. (Sumber Gambar : Nu Online)

Empat Pilar Tanamkan Paham Kebangsaan.

Ketua Umum PP IPNU Asep Irfan Mujahid mengatakan PP IPNU berfokus melakukan kaderisasi, dengan melakukan penguatan kader dan penataan kembali organisasi. Sebelumnya, pada rapat pleno PP IPNU menghasilkan beberapa kebijakan, yang segera direalisasikan secepatnya sampai ke seluruh daerah.?

?"Kita ingin pemahaman faham kebangsaan bagi pelajar sebagai penerus pemimpin bangsa, dengan paham empat pilar yang kuat," katanya.

Dia menambahkan, para pelajar harus kuat dalam pemahaman kebhinekaan, di tengah ?dinamika berbangsa dan bernegara. Para pelajar ditekankan memperkuat toleransi sehingga tidak terpengaruh dengan yang ingin memecah belah bangsa.?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Paham toleransi dan kebangsaan harus ditumbuhkan sejak pelajar, sehingga tidak terpengaruh dengan ideologi yang radikal," pungkasnya.?

Sementara Anggota DPR RI H. Zainut Tauhid Saadi mengatakan, kader IPNU sebagai generasi penerus bangsa harus memahami empat pular kebangsaan. Pelajar sebagai penerus pemimpin bangsa, harus memiliki jiwa kepemimpinan dan paham kebangsaan yang kuat.?

"Para pelajar sebagai penerus pemimpin bangsa, harus memahami dengan penanaman paham kebangsaan," terangnya.?

Dia menambahkan, Pancasila sebagai dasar negara, UUD Negara Republik Indonesia tahun 1945 sebagai konstitusi negara, NKRI sebagai negara dan Bhineka Tunggal Ika sebagai semboyan. ? ?Pandangan diri kebangsaan bangsa Indonesia penting disosialisasikan terus menerus, terutama menangkal pelajar dari pemahaman radikal.?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Kita akan mensosialisasikan empat pilar terus menerus, ? agar pelajar memiliki pemahaman kebangsaan yang kuat," pungkasnya. (Benny Ferdiansyah/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Habib, Humor Islam Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah