Kamis, 18 Januari 2018

Miris, Hasil Riset Sebut 10 Juta Orang Indonesia Setuju Konsep Negara Islam

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah dan INFID (International NGO Forum on Indonesia Development) bermaksud mengumumkan kepada publik mengenai kesempatan untuk mengikuti kompetisi esai dan multimedia yang bertujuan mengampanyekan Islam ramah, moderat dan damai terutama di dunia maya.?

Miris, Hasil Riset Sebut 10 Juta Orang Indonesia Setuju Konsep Negara Islam (Sumber Gambar : Nu Online)
Miris, Hasil Riset Sebut 10 Juta Orang Indonesia Setuju Konsep Negara Islam (Sumber Gambar : Nu Online)

Miris, Hasil Riset Sebut 10 Juta Orang Indonesia Setuju Konsep Negara Islam

Dalam konferensi pers peluncuran kompetisi esai dan video tersebut, Selasa (27/9) di Gedung PBNU Jakarta hadir Sekjen PBNU HA. Helmy Faishal Zaini, Pimred Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Achmad Mukafi Niam, Direktur Eksekutif INFID Sugeng Bahagijo, awak media, dan para aktivis orgnaisasi pemuda.

Dalam paparannya, Helmy Faishal mengungkapkan sebuah penelitian yang dilakukan oleh Lee Kuan Yeuw School Singapura yang merilis data dari View Research Center. Hasil penelitian ini memngungkapkan bahwa 4 persen dari penduduk Indonesia atau tepatnya adalah 10 juta orang Indonesia setuju konsep negara Islam. Angka tersebut adalah para pemuda dan kaum urban.

“Mereka sepakat dan mendukung konsep Negara Islam (Islamic State) yang kita kenal ISIS. Ini jumlah yang besar sekali yang membuktikan bahwa Indonesia berada pada pusaran radikalisme global,” ujar Helmy.?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sehingga menurut Helmy, upaya penanggulangan radikalisme bukan hanya tanggung jawab Nahdlatul Ulama, tetapi juga menjadi tugas seluruh elemen bangsa demi keutuhan bangsa dan negara Indonesia agar Pancasila dan UUD 1945 sebagai pondasi persatuan tetap kokoh.

Untuk menanggulangi problem radikalisme global yang terus menggerogoti keutuhan bangsa, menurut Helmy, perlu ada langkah-langkah konkret, baik dari civil society maupun pemerintah. Karena arah gerakan ini menyasar para pemuda sebagai pengguna besar media sosial dan dunia maya.

“Kami dari NU sudah bolak-balik menyampaikan kepada pemerintah untuk melakukan law enforcement karena semua sudah diatur dalam UU Terorisme. Kelompok-kelompok radikal secara jelas tidak mengakui dasar negara Pancasila yang sebenarnya sudah bisa diambil tindakan hukum,” papar Helmy. (Fathoni)

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Habib, Sejarah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Santri ke Depan Harus Siap Bersaing di Berbagai Bidang

Semarang, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Jaringan Gusdurian Universitas Negeri Semarang (Unnes) bekerjasama dengan Kedai Kopi ABG menggelar diskusi di warung kopi yang tak jauh dari kampus Unnes pada Senin, 19 Oktober 2015. Hadir sebagai pemantik diskusi Mukhamad Zulfa (kontributor Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Semarang) dan Akhmad Luthfi (mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang, PW IPNU Jawa Tengah).?

Santri ke Depan Harus Siap Bersaing di Berbagai Bidang (Sumber Gambar : Nu Online)
Santri ke Depan Harus Siap Bersaing di Berbagai Bidang (Sumber Gambar : Nu Online)

Santri ke Depan Harus Siap Bersaing di Berbagai Bidang

Diskusi bertema "Kalau Sudah (Jadi) Santri, Njur Ngapa?" diawali dengan pembacaan shalawat diiringi grup rebana Jamiyyah Mauliddurrasul Arrohman.

Luthfi menjelaskan latar belakang kenapa lahir peringatan hari santri. Bercerita bagaimana Resolusi Jihad 22 Oktober 1945 memberikan makna yang tegas bahwa santri mempertahankan Indonesia seutuhnya. Di sisi lain Zulfa memahami bagaiamana seharusnya santri bahwa sekarang santri harus menjadi santri yang sejati. Seutuhnya memegang teguh akhlak al-karimah dan tradisi yang dimilikinya. Selain itu, ke depan santri harus mampu bersaing dengan berbagai macam elemen bangsa dengan meningkatkan kapasitas keilmuaannya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Diskusi tambah menarik ketika materi ini diperkaya peserta diskusi dengan pemaparan bahwa kiai-ulama kita dahulu dihormati oleh orang-orang Arab. Sebut Syekh Annawawi al-Bantani (1813-1897) menjadi ulama di tanah haram pada waktu itu.?

"Harusnya kita bisa mengaji khazanah pemikiran tokoh-tokoh lokal yang kita miliki dibandingkan dengan tokoh luar Nusantara," ungkap Gigih Firmansyah santri Al-Fadhlu Kaliwungu yang masuk juga kuliah di UIN Walisongo. Banyak karya-karya kiai-ulama Nusantara yang layak untuk diteliti.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Tema pertanyaan ini menarik menjadi perbincangan malam itu. Berbagai nilai-nilai luhur bisa didapatkan dari pesantren mulai kedisiplinan, kebersamaan, kekeluargaan, keikhlashan, menghormati yang lebih tua, menyayangi yang muda, toleransi, sopan-santun dan lain sebagainya.?

"Menjadi manusia dengan mengamalkan ilmu yang telah dapat di pesantren," ungkap Lutfi. Itulah jawaban yang menjadi tema diskusi kali ini.

Tentu dengan disahkan hari santri ke depan santri tidak lagi dipermasalahkan tentang ijazah pesantren yang mereka miliki. Di perguruan tinggi misalnya beberapa perguruan tinggi masih menolak ijazah muadalah yang dikeluarkan pesantren. Dan perlu diakui bersama bahwa alumni pesantren yang masuk dunia perkuliahan lebih mudah beradaptasi dengan proses kampus dengan keunggulan karakter spiritual quotient dan emotional quotient. Red: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah PonPes, Pemurnian Aqidah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Pelajar NU Ranting Singotrunan Bertanya tentang Kelola Organisasi

Banyuwangi, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah - Perwakilan pengurus Pimpinan Ranting IPNU-IPPNU Desa Singotrunan melakukan kunjungan ke kepengurusan Pimpinan Anak Cabang IPNU IPPNU Kecamatan Banyuwangi. Ketua PAC IPNU M. Sholeh Kurniawan dan Ketua PAC IPPNU Fitriyah Kecamatan Banyuwangi langsung menyambut kedatangan mereka di kantor PCNU Banyuwangi, Jumat (23/12) siang.

Ketua PR IPNU Singotrunan Ricky Fikryansyah mengatakan, kunjungan ini dilakukan untuk menyampaikan beberapa kesulitan saat menjalankan roda organisasi.

Pelajar NU Ranting Singotrunan Bertanya tentang Kelola Organisasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU Ranting Singotrunan Bertanya tentang Kelola Organisasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar NU Ranting Singotrunan Bertanya tentang Kelola Organisasi

"Kita di sini masih baru masuk dan aktif di IPNU IPPNU. Kami perwakilan pengurus yang hadir meminta contoh-contoh kegiatannya seperti apa, dan segmentasi kegiatannya untuk siapa," ungkap pelajar yang saat ini menempuh pendidikan di MAN 1 Banyuwangi.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dia juga menyampaikan bagaimana tata kelola organisasi secara ideal. Karena dia berpikir sama saja jika melakukan berbagai kegiatan, ternyata tidak sesuai dengan aturan yang ada.

M. Sholeh Kurniawan menyampaikan beberapa jalan keluar dari segala permasalahan yang diangkat.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Sebenarnya kegiatan kita tidak terlalu sulit. Karena segmentasi kita hanya di bidang keterpelajaran dan kaderisasi. Karena IPNU-IPPNU sendiri memprioritaskan mesin kaderisasi dan kegiatan keterpelajaran yang positif. Pendeknya kita lebih memaksimalkan di bidang pelajar, bukan yang lain," tegas Sholeh, melalui siaran pers Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Sabtu (24/12).

Sholeh mengimbau kepada puluhan kader yang berkunjung untuk turut membantu di kegiatan Pimpinan Anak Cabang, bukan hanya sibuk di kepengurusan ranting saja.

Ia juga mengajak untuk membantu kepanitiaan Masa Kesetiaan Anggota (MAKESTA) di daerah Pakis di tanggal 29 Desember 2016 mendatang kepada mereka yang hadir. (Red: Abdullah Alawi)

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Kiai Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Berkat Ulama NU NKRI Berdiri

Purbalingga, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) ini lahir berkat jasa para ulama dan kyai NU, "maka mari kita tetap berkhidmat, khususnya kepada para kyai dan ulama NU."

Demikian disampaikan KH. Muhammad Faris El-Haq Fuad Hasyim dari Buntet Cirebon dalam acara Ansor Bersholawat dan Tabligh Akbar yang diselenggarakan oleh GP Ansor Kabupaten Purbalingga pada hari Ahad (17/6) dalam rangka peringatan isro Miroj Nabi Muhammad SAW dan pelantikan PAC GP Ansor Bukateja di halaman pendopo Kecamatan Bukateja.

Berkat Ulama NU NKRI Berdiri (Sumber Gambar : Nu Online)
Berkat Ulama NU NKRI Berdiri (Sumber Gambar : Nu Online)

Berkat Ulama NU NKRI Berdiri

Kontribusi ulama NU ini dibuktikan dengan penunjukan Sukarno-Hatta sebagai Waliyyul Amri ad-Dlaruri bisy-Syaukah di saat Indonesia hilang kewibawaan di mata dunia, serta dengan keluarnya Resolusi Jihad dari Hadratush Sheikh KH. Hasyim Asyari yang membangkitkan semangat bertempur kepada Bung Tomo dan arek-arek Suroboyo dalam melawan penjajah pada tanggal 10 Nopember 1945 yang kemudian kita kenal dengan Hari Pahlawan.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Sehingga kita heran mengapa segelintir orang yang tidak berkeringat, tidak berdarah-darah dalam perjuangan menegakkan NKRI tiba-tiba ingin mendirikan Negara Islam dengan dalih penegakan Khilafah Islamiyah. Untuk itu mari bersama-sama mendidik anak cucu kita sebagai generasi penerus untuk tetap kenal khidmat, cinta serta berbakti kepada para kyai dan ulama," katanya.

"Apalagi di jaman akhir ini di saat terjadinya dekadensi moral, kemerosotan moral generasi bangsa, peran orang tua dan kyai sangatlah dibutuhkan," tambah Gus Faris di hadapan ribuan jamaah yang hadir dalam acara tersebut.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sebelumnya Ketua GP Ansor Purbalingga Ulil Archam mengatakan, melalui media Ansor bersholawat dan Tabligh Akbar sebagai penanaman nilai-nilai Akidah Ahlussunah Waljamaah kepada generasi penerus, NU memiliki kepedulian dan empati yang besar terhadap keberlangsungan NKRI.

Acara ini juga dihadiri oleh Mudib (PP GP Ansor), PCNU, PC Muslimat NU dan Camat Bukateja mewakili Bupati Purbalingga yang berhalangan hadir. Dalam sambutannya, Mujib mengajak generasi muda Ansor untuk semangat berjuang dalam menegakkan Islam Ahlussunah Annahdliyah melalu beragam acara seperti majlis dzikir dan sholawat Rijalul Ansor, Pengajian serta Bakti Sosial.

Redaktur : Sudarto Murtaufiq

Kontributor : Torik Jahidin

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Ulama, Tegal, Warta Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kiai Mujib: Jamaah Umrah adalah Orang-orang Pilihan

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Saat ini, semangat umat Muslim di Indonesia untuk ? menjalankan ibadah umrah semakin tinggi. Untuk mendukung semangat tersebut, PT AL ANSHAR ASBIHU TAMA SEJAHTERA atau ASBIHU Tour and Travel, menyediakan minimal empat kelompok keberangkatan setiap bulannya.?

Seperti pada Kamis (2/3) lalu, operator Asosisi Bimbingan Haji dan Umrah Nahdlatul Ulama (ASBIHU NU) tersebut memberangkatkan 40 jamaah umrah asal Kabupaten Sorong, Papua Barat.

Sebelum mengikuti penerbangan ke tanah suci, keempatpuluh jamaah melakukan silaturahim ke Gedung PBNU di Jalan Kramat Raya 164 Jakarta Pusat. Mereka berkesempatan mendengarkan tausiyah pembekalan dari Katib Syuriah PBNU KH Mujib Qulyubi.?

Kiai Mujib: Jamaah Umrah adalah Orang-orang Pilihan (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Mujib: Jamaah Umrah adalah Orang-orang Pilihan (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Mujib: Jamaah Umrah adalah Orang-orang Pilihan

Kiai Mujib mengatakan ibadah haji atau umrah merupakan panggilan dari Allah yang tidak semua orang dapat dengan mudah melaksanakannya. Orang yang dapat mengerjakan ibadah umrah adalah orang-orang pilihan.

“Ada orang yang mampu ekonominya, atau lebih pandai dan lebih banyak ilmu agamanya, tetapi tidak kunjung berangkat umrah. Bapak dan Ibu mungkin ilmu dan hartanya pas-pasan. Tetapi karena dipilih Allah, dapat melaksanakan ibadah umrah,” ujar Kiai Mujib.

Oleh karenanya, lanjut Kiai Mujib, ibadah umrah harus sungguh-sungguh diniatkan karena Allah. Salah satu implementasinya yakni dengan mengikuti peraturan, diantaranya jangan berbicara yang tidak perlu seperti berdebat, mengeluh atau bicara kotor; berbuat maksiat, atau melakukan hal-hal yang tidak bermanfaat.?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sebaliknya jamaah harus memperbanyak zikir, membaca Al-Qur’an dan ibadah-ibadah lainnya. Karena nilai pahala dari ibadah selama di Madinah dan Makkah akan dilipatgandakan oleh Allah Swt.

Kiai Mujib juga menyebutkan tanda-tanda umrah yang diterima Allah, adalah orang yang telah berumrah masuk surga ketika meninggal dunia. Bagi jamaah yang masih hidup di dunia, sepulang umrah atau haji, akan menjadi orang yang senang memberikan kedamain kepada orang lain; dan suka membantu orang lain yang memerlukan. (Kendi Setiawan/Zunus)?

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Ubudiyah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Rabu, 17 Januari 2018

Mustahil, Sekarang Tiada yang Layak Jadi Khalifah

Pamekasan, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah - Pimpinan Aswaja NU Center Jawa Timur Ustadz H Idrus Ramli menegaskan, propaganda HTI untuk menegakkan khilafah tergolong tidak masuk akal. Ini mengingat saat ini mustahil ada yang layak jadi khalifah.

"Syarat menjadi khalifah antara lain mesti saleh dan mujtahid. Sementara yang memenuhi syarat itu, kata para ulama, hanya lima orang," terang Ustadz Idrus saat mengisi lokakarya Aswaja yang digelar pengurus MWCNU Kadur, Kabupaten Pamekasan di Balai Desa Sokalela, Kadur, Kabupaten Pamekasan, Sabtu (20/8).

Mustahil, Sekarang Tiada yang Layak Jadi Khalifah (Sumber Gambar : Nu Online)
Mustahil, Sekarang Tiada yang Layak Jadi Khalifah (Sumber Gambar : Nu Online)

Mustahil, Sekarang Tiada yang Layak Jadi Khalifah

Ia menyebut Sayyidina Abu Bakar, Sayyidina Umar bin Khattab, Sayyidina Usman bin Affan, Sayyidina Ali bin Abi Thalib, dan Umar bin Abdul Aziz sebagai orang yang memenuhi syarat sebagai seorang khalifah.

Setelah mereka, pemerintahan negara Islam hanya dipimpin oleh raja, bukan mereka yang betul memenuhi syarat sebagai khalifah.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Bicara khilafah sudah bukan zamannya. Yang perlu kita lakukan saat ini ialah mengisi kemerdekaan negara ini sebaik-baiknya. Bukan mau mengganti negara yang sudah diperjuangkan para pahlawan dengan baju khilafah," tukasnya. (Hairul Anam/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Hikmah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ansor Way Kanan Siapkan Parade Digdaya

Way Kanan, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Gerakan Pemuda Ansor sebagai pemuda Nahdlatul Ulama (NU) sangat layak untuk terus unjuk gigi melakukan kiprah positif, ujar Bendahara PC GP Ansor Way Kanan, Lampung, Abdullah Candra Kurniawan, di Bumi Baru, Senin (8/1).

Ansor Way Kanan Siapkan Parade Digdaya (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor Way Kanan Siapkan Parade Digdaya (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor Way Kanan Siapkan Parade Digdaya

"Kita akan terus menunjukkan itu, bukan yang sebaliknya," ujar Candra kepada sekitar 50 kader Ansor, Banser dan juga Fatser yang mempersiapkan Parade Digdaya (Mendidik Generasi Memberdayakan Masyarakat).

Pada musyawarah berlangsung kurang lebih dua jam itu, Candra yang juga Kepala Kampung (Kakam) Bumi Baru mendukung penuh kegiatan berisi donor darah, pembuatan jamban dan kloset untuk masyarakat, bersih masjid dan pesantren, sedekah oksigen dan sedekah sampah, kampanye pemilihan kepala daerah (pilkada) damai tanpa golput tanpa rusuh, hingga penyembuhan alternatif penyakit medis non medis Aji Tapak Sesontengan.

Kegiatan dihadiri Ketua Ansor Way Kanan Gatot Arifianto, Ketua Ansor Blambangan Umpu Zainal Abidin, Sekretaris PAC Susanto dan Kasatkoryon Supriyadi, Wakil Ketua Ansor Negeri Agung Beta Suryadi, hadir pula perwakilan Palang Merah Indonesia (PMI) Way Kanan Fitri Wulandari.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Parade Digdaya akan digelar pada Selasa (16/1). Setiap sepuluh kader Banser disepakati akan bekerjasama dengan sepuluh warga untuk membangun sanitasi sehat, sisanya mencetak 25 kloset untuk dibagikan pada warga.

"Jumlah total keluarga yang perlu sanitasi sehat sekitar 200, kita ambil 12 persennya sebagai bukti bahwa Ansor selalu mendukung hal baik yang menjadi program pemerintah daerah," ujar Candra lagi.

Informasi mengenai Parade Digdaya tersebut akan disampaikan kepada masyarakat melalui undangan hingga majelis taklim. Tercatat 33 kader Ansor sudah menyatakan diri untuk siap berbagi darah bagi kemanusiaan. (Taj Naladhipa/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah IMNU, Ubudiyah, Cerita Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah