Jumat, 05 Januari 2018

Ini Pesan Terakhir Kiai Harsono untuk Liga Santri dan Keluarga

Bandung, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Liga Santri Nusantara LSN) berduka atas meniggalnya pengasuh KH Harsono T. Misaalah, pengasuh Pesantren Khaerat Bintauna, Sulawesi Utara. Ia meninggal saat mendampingi timnya bertanding di stadion Brigif, Cimahi, Selasa (24/10).   

Ini Pesan Terakhir Kiai Harsono untuk Liga Santri dan Keluarga (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Pesan Terakhir Kiai Harsono untuk Liga Santri dan Keluarga (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Pesan Terakhir Kiai Harsono untuk Liga Santri dan Keluarga

Pada malam hari sebelum meninggal, menurut penjelasan panitia LSN, Irham Ali, almarhum sempat mengobrol dengan panitia dan sempat pula mengontak keluarga. Ia seolah-olah memiliki firasat bahwa waktunya meninggal sudah dekat.

Menurut Irham, almarhum berpesan kepada Rabithah Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama yang menjadi panitia penyelenggara Liga Santri bekerja sama dengan Kemenpora, agar liga sepak bola antarpesantren itu tetap terus dilanjutkan untuk tahun-tahun berikutnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Beliau merasa sangat bangga mendampingi santrinya di event nasional di Bandung. Setelah timnya menang di tingkat regional, mereka punya mimpi besar di tingkat nasional,” kata Irham.

Lig Santri menurut almarhum, merajut dua hal, yang tadinya anak tidak tertarik ke pesantren di daerahnya menjadi tertarik. Kedua, Liga Santri merajut komunikasi antarpesantren baik di daerahnya, antarprovinsi, dan nasional.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Seumur-umur beliau pernah mendapatkannya, pertemuan untuk ukuran santri hingga tingkat nasional. Kalau kiai sudah sering. Liga santri event yang bisa dimanfaatkan,” lanut Irham.

Kiai Harsono juga sempat menelepon keluarganya. Berdasarkan info panitia yang didapat dari keluarga, almarhum mengatakan kepada ke istrinya agar mengikhaskan dirinya jika meninggal tidak di pesantren.

Almarhum, semasa hidup adalah Mustasyar PCNU Bolaang Mangondouw Utara, Sulawesi Utara. Ia adalah mantan Ketua MUI kabupaten itu, dan menjabat Ketua BAZNAS hingga ia meninggal.

Kiai Harsono lahir di Bohabak 14 Mei 1958. Jenazahnya dipulangkan sekitar pukul 02.00 dini hari dari bandara Soekarno Hatta. Kemudian diterbangkan ke Gorontalo. Rute penerbangan memilih jalur itu karena lebih dekat ke kediaman almarhum dibanding melalui Manado.

Sebelum diberangkatkan dari Bandung, sore kemarin, para panitia Liga Santri terlebih dahul melakukan shalat jenazah untuk almarhum. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Sunnah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kamis, 04 Januari 2018

PBNU Apresiasi Lima Pesantren Lokasi Munas dan Konbes NU

Lombok Timur, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah 

Masing-masing sembilan buku Atlas Walisongo dan Fatwa dan Resolusi Jihad karya Ketua Umum Lesbumi PBNU KH Agus Sunyoto, enam kalender NU tahun 2018 dan lima Al-Quran diserahkan ke Pesantren Al-Halimy, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, Ahad (26/11). 

PBNU Apresiasi Lima Pesantren Lokasi Munas dan Konbes NU (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Apresiasi Lima Pesantren Lokasi Munas dan Konbes NU (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Apresiasi Lima Pesantren Lokasi Munas dan Konbes NU

Pemberian sejumlah buku dan kalender tersebut sebagai bentuk apresiasi Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) kepada lima pesantren tempat penyelenggaraan Munas dan Konbes NU 2017.

Penyerahan dilakukan oleh Panitia Musyawarah Nasional dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama (Munas-Konbes NU) 2017 H Robikin Emhas dan Ulil Abshar Hadrawi sebagai bentuk terima kasih kepada Pesantren Al-Halimy yang telah berkenan menjadi salah satu lokasi Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama (Munas-Konbes NU) 2017. 

Sementara dari pihak Pesantren yang menerima Ketua Yayasan Pengurus Harian Pesantren Al-Halimy Ahmad Mutammam Kholid. 

Robikin Emhas saat menyerahkan tanda terima kasih tersebut menyampaikan terima kasih atas nama panitia Munas-Konbes NU dan PBNU. Menurutnya, dalam perhelatan terbesar kedua setelah Muktamar NU ini pasti banyak hal yang harus dipenuhi tapi belum bisa dipenuhi panitia. 

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Ini adalah ikhtiar kita semuanya. Membangun dunia berperadaban dan lebih baik," katanya. 

Tak lupa, Robikin juga menyampaikan permohonan maaf jika berbagai kekurangan dari panitia kepada pihak pesantren. 

"Sampean (anda) semuanya luar biasa, kami mohon maaf," kata Robikin.

Sementara Ketua YPH Ahmad Mutammam Kholid berterima kasih kepada panitia atas kepercayaannya menjadikan Pesantren Al-Halimy sebagai salah satu lokasi Munas dan Konbes NU. Ia juga mengatakan, bahwa pelaksanaan Munas dan Konbes NU ini melibatkan masyarakat.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sebelumnya ucapan terima kasih dan pemberian sejumlah kenang-kenangan tersebut juga dilakukan di empat pesantren, Pesantren Darul Qur’an Bengkel Lombok Barat, Pesantren Darul Falah Pagutan Mataram, Pesantren Nurul Islam Mataram, dan Pesantren Darul Hikmah Mataram. 

Munas dan Konbes yang dibuka Presiden Joko Widodo dan ditutup Wapres Jusuf Kalla menghasilkan sejumlah keputusan penting untuk kepentingan umat, bangsa, dan negara. Keputusan tersebut disahkan melalui Rapat Pleno pada Sabtu (25/11) di Pesantren Darul Qur’an dilanjut penutupan. (Husni Sahal/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Daerah, Jadwal Kajian, Aswaja Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Jelang UN, STAIBN Tegal Gelar Istighotsah

Tegal, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah?

Jelang Ujian Nasional (UN) SMA dan sederajat yang bakal di gelar tanggal 15-18 April mendatang, Sekolah Tinggi Agama Islam Bakti Negara (STAIBN) Tegal bersama civitas akademika ? menggelar Istighotsah akbar di masjid kampus tersebut, Kamis (10/4) malam. Istighotsah tersebut dipanjatkan untuk mendoakan agar para siswa bisa lulus 100 persen. ? ? ?

Jelang UN, STAIBN Tegal Gelar Istighotsah (Sumber Gambar : Nu Online)
Jelang UN, STAIBN Tegal Gelar Istighotsah (Sumber Gambar : Nu Online)

Jelang UN, STAIBN Tegal Gelar Istighotsah

Malam itu juga dihadiri Ketua Yayasan Ki Gede Sebayu. H Mashuri Dahlan, Ketua MUI Kabupaten Tegal, KH Khumaedi ZA, Asisten II Bupati Tegal H Agus Subagyo yang juga Sekretaris Yayasan, dan tokoh pendidikan H Aminudin yang juga bendahara yayasan, ketua STAIBN Tegal H Badrodin, dan beberapa dosen.?

Peserta dari tiga Satuan Pendidikan sebagai perwakilan pun turut hadir ? diantaranya SMK NU 1 Slawi, SMK N 2 Slawi dan Mandrasah Aliyah Negeri (MAN) Babakan. Do’a dipanjatkan dengan khusu’ dengan iringan riak air hujan dan dentuman suara yang rinai ? ? ? ?

Dalam sambutannya Ketua lembaga Pengabdian Masyarakat (LPM) H Muslikh menjelaskan istighotsah ini sangat penting dilakukan untuk memberikan motivasi dan sebagai ikhtiar batin siswa dalam menghadapi UN.?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dengan digelarnya dzikir dan do’a bersama tersebut tidak lain karena STAIBN memiliki tanggung jawab terhadap pelajar sebagai generasi penerus bangsa yang dituangkan dengan memberikan wadah pendidikan penguatan iman. ?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Istighotsah ini juga kami tujukan untuk tiga hal, pertama mendoakan anak-anak yang akan mengikuti ujian nasional, yang kedua untuk dosen-dosen yang dipercaya untuk mengawasi ujian disatuan pendidikan SMA atau sederajat, yang ketiga untuk civitas akademika agar ? lembaga STAIBN ini bisa berkembang lebih bagus dan tentunya juga agar penerimaan mahasiswa baru bisa lebih baik kuantitasnya,” katanya.

STAIBN sendiri sekarang membuka jurusan baru yaitu S1 ekonomi Sayi’ah Islam, selain 3 jurusan yang sebelumnya digelar yaitu, S1 Syari’ah yang dikosentrasikan pada Ahwalus Syahsiayah atau Peradilan Agama, Fakultas Tarbiyah yang membuka S1 Jurusan Pendidikan Agama Islam. STAIBN juga sedang mengajukan 3 jurusan baru masing-masing S1 Perbankan Syari’ah, Pendidikan Guru RA, dan Bimbingan Konseling Islam.?

“Tindak lanjut dari istighotsah ini nantinya akan berziarah kepada pendiri STAIBN diantaranya KH Miftah Kajen Talng, KH Qosim Tafsir Dukuhturi, KH Sobrowi Tegal Kota, KH Ali Rusdi Talang, karena beliaulah lembaga ini bisa berada sampai sekarang,“ katanya.

Sementara perwakilan peserta dari SMK N2 Slawi M Febri mengaku dengan terselenggaranya istighotsah merasa ada yang memberikan bimbingan secara batin, karena juga menrutnya di doa’kan oleh para kiai dan orang-orang yang berilmu yang hadir pada saat itu.?

“Saya terus terang saja merasa terima kasih kepada STAIBN yang mau membantu kami-kami ini yang mau melaksankan ujian, karena saya juga baru dengar ada perguruan tinggi yang mau bersama-sama kami dengan beristighotsah mendoakan agar kami bisa sukses hadapi Ujian Nasional, sekali lagi terima kasih,“ kata Febri yang sekarang duduk di kelas XII jurusan Mesin.

Lain dengan Autor Peserta didik dari MAN Babakan Lebaksiu, dia meminta agar istighotsah kedepan pesertanya jangan hanya perwakilan sekolah di sekitar kampus saja, tetapi semua diundang, jadi menurutnya akan lebih meriah dan bermakna karena berkumpul do’a yang sangar banyak.?

“Tetapi ini juga sudah bagus mas, tapi menurutku nanti kalau bisa semua sekolah. Saya juga terima kasih kepada STAIBN yang mau membantu kami dalam hal spritual, dan ini juga sangat berharga membimbing jiwa kami agar tetap optimis,“ ungkap Siswa Kelas XII IPA itu. ?

Sebagai rangkaian acara istighotsah adalah sholat Isa berjam’ah, disamping itu juga sholat hajat, dan sebagai penutup ramah tamah.?

Redaktur ? ? : Mukafi Niam

Kontributor: Abdul Muiz T?

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah News Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Quebec Terbitkan Undang-undang Pelarangan Cadar

Kota Quebec, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Pemerintah Quebec, Kanada, bakal memberlakukan larangan pemakaian penutup wajah bagi siapa saja yang memberikan atau menerima layanan publik pemerintah setempat. Undang-undang yang disahkan Rabu kemarin ini akan berlaku pada 1 Juli 2018.

Kebijakan tersebut sontak mengundang kritik dari para aktivis hak asasi manusia yang melihat akan adanya marginalisasi perempuan Muslim di provinsi terbesar di Kanada itu.

Quebec Terbitkan Undang-undang Pelarangan Cadar (Sumber Gambar : Nu Online)
Quebec Terbitkan Undang-undang Pelarangan Cadar (Sumber Gambar : Nu Online)

Quebec Terbitkan Undang-undang Pelarangan Cadar

Seperti dilansir Reuters, memang tidak ada ketentuan rinci jenis penutup wajah seperti apa yang dilarang. Namun, perdebatan selama ini berfokus pada niqab atau cadar yang biasa dikenakan Muslimah.

Orang-orang yang akan terkena dampak hukum undang-undang ini adalah mereka yang terlibat di sektor publik seperti para guru, pejabat kepolisian, pegawai rumah sakit dan petugas penitipan anak.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Quebec merupakan provinsi yang menempatkan bahasa Prancis sebagai bahasa utama. Prancis lebih dulu mengeluarkan larangan cadar, salib, dan simbol keagamaan lainnya di sekolah sejak 2004.

Quebec tengah merekonsiliasi identitas sekulernya seiring dengan populasi Muslim yang terus tumbuh di kawasan tersebut. Kebanyakan Muslim di sana adalah imigran dari Afrika Utara.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Karena alasan yang terkait dengan komunikasi, identifikasi dan keamanan, layanan publik harus diberikan dan diterima dengan wajah terbuka," kata Perdana Menteri Quebec Philippe Couillard kepada wartawan di Majelis Nasional provinsi setempat.

"Kita berada dalam masyarakat yang bebas dan demokratis. Anda berbicara kepada saya, saya harus melihat wajah Anda, dan Anda harus melihat wajah saya. Sesederhana itu," tambahnya.

Dewan Nasional Muslim Kanada mengatakan, mereka sangat prihatin dengan undang-undang tersebut.

"Perundang-undangan ini adalah pelanggaran kebebasan beragama yang tidak dapat dibenarkan," kata direktur eksekutif Dewan Nasional Muslim Kanada Ihsaan Gardee.

Gejala Islamofobia meningkat di Quebec dalam beberapa tahun terakhir. Pada Januari lalu, enam orang tewas dalam insiden penembakan di sebuah masjid di Kota Quebec. Seorang mahasiswa berkebangsaan Prancis-Kanada dituduh sebagai tersangka tunggal. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Kajian Sunnah, Pahlawan Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

PKD dan Diklatsar Tambah 100 Kader Baru Banser untuk GP Ansor Pasaman Barat

Pasaman Barat, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah - Sebanyak 100 orang anggota GP Ansor Pasaman Barat yang dinyatakan lulus mengikuti Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) dan Pendidikan Latihan Dasar (Diklatsar) Barisan Ansor Serbaguna (Banser) menyatakan siap berjuang membela keutuhan NKRI dan menebarkan Islam rahmatan lilalamin di Kabupaten Pasaman Barat.

Ansor yang berpahamkan Islam Ahlussunnah Waljamaah diminta tidak terpancing oleh isu-isu yang tidak bertanggung jawab yang menebarkan kebencian di tengah masyarakat. Apalagi pihak yang selalu mengatasnamakan agama dalam melakukan tindakan kekerasan.

PKD dan Diklatsar Tambah 100 Kader Baru Banser untuk GP Ansor Pasaman Barat (Sumber Gambar : Nu Online)
PKD dan Diklatsar Tambah 100 Kader Baru Banser untuk GP Ansor Pasaman Barat (Sumber Gambar : Nu Online)

PKD dan Diklatsar Tambah 100 Kader Baru Banser untuk GP Ansor Pasaman Barat

Pernyataan tersebut disampaikan peserta PKD Ansor dan Diklatsar pada penutupan, Ahad (26/11) dini hari bertempat di Kampung Duo Mahakarya Nagari Koto Baru Kecamatan Luhak Nan Duo, Kabupaten Pasaman Barat.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Penutupan dihadiri Ketua GP Ansor Kabupaten Pasaman Barat Djafrinal Effendi dan tokoh masyarakat setempat. Tampil sebagai narasumber Sekretaris GP Ansor Sumbar Arianto, Satkorwil Banser Sumbar Hafnizon. Kegiatan yang berlangsung sejak Jumat (24/11) diikuti 100 orang peserta.

Wakil Ketua GP Ansor Sumbar Nafriandi Tuanku Mursyidul Ummah yang menutup PKD Ansor dan Diklatsar Banser menegaskan, kader Ansor harus menjadi penjaga dan pengawal paham Islam Ahlussunnah wal Jamaah di tengah masyarakat. "Harus diakui, belakangan ini makin banyak pihak yang menyerang dan merongrong Islam Ahlussunnah wal Jamaah," kata Nafriandi alumni Pesantren Nurul Yaqin Ringan-Ringan, Pakandangan Kabupaten Padang Pariaman ini.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ia mengatakan, kader Ansor harus terus memperkuat kerukunan kehidupan beragama di tengah menguatnya politik identitas di Sumatera Barat. GP Ansor diminta tetap konsisten menjaga nilai-nilai Islam Ahlussunnah wal Jamaah.

Menurut Nafriandi, marak dan makin gencarnya upaya yang dilakukan oleh kelompok radikal belakangan ini, maka kader Ansor jangan mudah terpancing untuk melakukan aksi balasan. Terutama membaca informasi yang beredar di media sosial yang seolah-olah menyudutkan Ansor maupun pihak tertentu.

Sudah cukup banyak bukti yang beredar di media sosial (facebook, WA, dan lain-lain), kata Nafriandi, yang menyudutkan Ansor. Ansor yang dituding melakukan pembubaran sebuah pengajian. Padahal, pengajian yang dimaksud membicarakan bukan untuk meningkatkan keimanan, melainkan bagaimana NKRI dirongrong dengan ideologi yang lain.

"Bagi Ansor, Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI  dan UUD 1945 sudah final di Indonesia. NU yang pada tahun 1936 di Banjarmasin sudah mengeluarkan sikap bahwa jika Indonesia merdeka, maka bentuk negara adalah negara kebangsaan, bukan negara syariah (Islam). Artinya, jauh sebelum Indonesia merdeka, NU sudah memperbincangkan bentuk negara Indonesia," kata Nafriandi, alumni sekolah pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini.

Ketua GP Ansor Kabupaten Pasaman Barat Djafrinal Effendi menyebutkan, ini merupakan PKD ke-4 dan Diklatsar ke-3 yang dilaksanakan di Pasaman Barat. "Dari PKD dan Diklatsar tersebut, sudah ada sekitar 800 kader Ansor di Pasaman Barat. Insyaallah kita akan terus mengajak generasi muda bergabung dengan Ansor," kata Djafrinal, mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Sumbar ini. (Armaidi Tanjung/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Kiai, Nusantara Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Syekh Ramadhan al-Buthi Sejalan dengan Dakwah NU

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menyampaikan bela sungkawa mendalam atas wafatnya Syekh Said Ramadhan al-Buthi, ulama besar Suriah dalam sebuah serangan bom bunuh diri di masjid. Peristiwa tersebut dinilai sebagai babak baru dalam konflik di Suriah yang harus diwaspadai oleh kalangan Muslim dunia.

Syekh Ramadhan al-Buthi Sejalan dengan Dakwah NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Syekh Ramadhan al-Buthi Sejalan dengan Dakwah NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Syekh Ramadhan al-Buthi Sejalan dengan Dakwah NU

Ketua PBNU urusan luar negeri H Iqbal Sullam mengatakan, NU dan Syekh Said Ramadhan al-Buthi memiliki kesamaan dalam metode dakwah, di antaranya mengedepankan kesantunan dan moderat dalam bingkai Ahlussunnah wal Jamaah. 

"Umat Islam dunia pasti merasa sangat kehilangan, termasuk kami dari kalangan Nahdliyin yang ada di Indonesia," ungkap Iqbal di Jakarta, Jumat (22/3). 

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Iqbal menambahkan, selama ini PBNU memiliki hubungan yang sangat baik dengan ulama-ulama besar di dunia, termasuk dari Suriah. Selain Syekh Said Ramadhan al-Buthi, terdapat nama lain seperti cendikiawan Syekh Wahbah Zuhaili, Mufti Suriah Syekh Badreddin Hassoun, dan Syekh Rajab Dieb selaku pimpinan kelompok thariqah. 

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Tahun 2007 silam Iqbal berkesempatan berkunjung ke Suriah dan bertemu langsung dengan Syekh Said Ramadhan al buthi. Selain santun, ulama dari kelompok Sunni itu juga disebutnya memiliki kedalaman ilmu agama yang menjadikannya sangat disegani. "Beliau sangat low profile. Peranannya sangat besar dalam mengembangkan toleransi dalam kehidupan masyarakat Suriah," ujarnya. 

Terkait peristiwa bom bunuh diri di masjid yang menewaskan Syekh Said Ramadhan al buthi, Iqbal menyebut sebagai babak baru dalam konflik politik di Suriah. Kondisi tersebut harus mendapatkan perhatian serius kalangan Muslim di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. 

"Ini menjadi bukti, kepentingan politik sudah menutup mata pelaku bom bunuh diri itu. Demi memenangkan kepentingannya, kelompok tertentu di Suriah sudah tidak melihat bagaimana Syekh Said Ramadhan al buthi seharusnya dihormati karena kesepuhan dan keilmuannya," urai Iqbal.

Syekh Said Ramadhan al-Buthi, ulama besar Suriah dengan sejumlah karya ilmiah yang terkenal, tewas dalam serangan bom bunuh diri di sebuah masjid di Kota Damaskus. Bom meledak saat Said Ramadhan tengah memberikan ceramah agama kepada sejumlah pelajar. Peristiwa tersebut juga menewaskan 15 orang lain, yang di saat bersamaan berada di lokasi sama. 

Atas peristiwa tersebut, jamaah salat Jumat di Masjid An Nahdloh, gedung PBNU, siang tadi sudah melaksanakan salah ghaib. PBNU juga mengeluarkan imbauan untuk seluruh Nahdliyin agar mendirikan salat ghaib sebagai bentuk penghormatan. 

Redaktur  : A. Khoirul Anam

Penulis     : Samsul Hadi

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Amalan, Pesantren, Ubudiyah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Rabu, 03 Januari 2018

Selama Ramadhan Pagar Nusa Kartasura Gelar Munajat Nusantara

Sukoharjo, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Pencak Silat Nahdlatul Ulama Pagar Nusa kecamatan Kartasura menggelar tirakatan dan doa bersama untuk bangsa Indonesia yang lebih baik. Kegiatan Munajat Nusantara di kompleks pesantren Al-Fattah Kartasura Sukoharjo ini, rencananya diadakan selama sebulan penuh pada Ramadhan ini.

Selama Ramadhan Pagar Nusa Kartasura Gelar Munajat Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)
Selama Ramadhan Pagar Nusa Kartasura Gelar Munajat Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)

Selama Ramadhan Pagar Nusa Kartasura Gelar Munajat Nusantara

"Kegiatan ini dimulai dengan selamatan menjelang puasa kemarin. Selamatan ini terus dilanjutkan dengan tirakatan yang diagendakan hingga habis lebaran,” kata salah seorang penanggung jawab PSNU Pagar Nusa se-Solo Raya, Iman Widodo kepada Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah, Rabu (2/7).

Kita minta peserta tirakatan ini untuk mendoakan kondisi bangsa yang semakin hari semakin memanas ini, tambah Iman.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk ikhtiar Pagar Nusa Kartasura dalam suksesi kepemimpinan bangsa ke depan. Kami berharap, siapapun pemimpin yang terpilih nanti bisa membawa NKRI menjadi sebuah negara yang tentram, sejahtera, dan berdaulat, terang Iman.

Salah satu bait do’a yang dipanjatkan berbunyi, "Duh Gusti... Duh Guustiii........ Andai saja kami hidup dalam kemiskinan dan kesengsaraan karena penipuan para penguasa. Sesungguhnya seburuk-buruk kehidupan dan hidup yang menyakitkan di bawah kezaliman dan tipu daya para penguasa itu tidaklah membuat kami susah. Yang membuat kami susah, sesungguhnya adalah kegagalan dan ketidakmampuan kami mempersiapkan hidup yang layak lagi mapan untuk masa depan anak-anak dan keturunan kami." (Ahmad Rosyidi/Alhafiz K)

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Habib Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah