Rabu, 03 Januari 2018

Trenggalek Tuan Rumah LSN Jatim 1, Bupati Dukung Penuh Sepakbola Santri

Trenggalek, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Liga Santri Nusantara 2017 region Jawa Timur 1 segera digulirkan. Kick off akan dilaksanakan pada bulan September. Bupati Trenggalek, Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mendukung penuh dan mengapresiasi kompetisi sepakbola paling bergengsi antar pesantren yang digelar di daerah yang ia pimpin itu.

Trenggalek Tuan Rumah LSN Jatim 1, Bupati Dukung Penuh Sepakbola Santri (Sumber Gambar : Nu Online)
Trenggalek Tuan Rumah LSN Jatim 1, Bupati Dukung Penuh Sepakbola Santri (Sumber Gambar : Nu Online)

Trenggalek Tuan Rumah LSN Jatim 1, Bupati Dukung Penuh Sepakbola Santri

"Pemerintah kabupaten Trenggalek sangat berterima kasih kepada panitia regional sekaligus panitia pusat yang telah memberikan kepercayaan kepada kabupaten Trenggalek sebagai tuan rumah LSN Region Jatim 1 ini. Tentunya saya beserta seluruh jajaran akan berupaya sekuat tenaga untuk mensukseskan acara ini," ungkap Bupati saat bertemu panitia Liga Santri Nusantara (LSN) Jawa Timur 1 yang ? diwakili oleh Koordinator Region Habib Mustofa dan panitia pelaksana Gus Anam didampingi ketua PCNU Trenggalek KH Fathullah, Jumat sore (7/7).

Bupati berharap melalui LSN ini animo masyarakat di daerah Mataraman terhadap olahraga sepakbola makin besar lagi. Karena menurutnya, olahraga sepakbola adalah olahraga yang sangat merakyat. "Khususnya animo para santri juga terbangun kuat sehingga mampu memunculkan bibit-bibit unggul pemain sepakbola dari kalangan santri," ucap suami artis Arumi Bachsin itu.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati, panitia LSN dan PCNU Trenggalek berdiskusi terkait perencanaan kegiatan. Pertemuan itu dilakukan sebagai awal menyamakan persepsi antara Panitia Pelaksana LSN dengan Pemerintah Kabupaten Trenggalek. Pemkab Trenggalek sendiri siap mensukseskan pelaksanaan LSN 2017 region Jatim 1 yang akan diikuti 32 peserta itu.?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ketua PCNU Trenggalek KH Fathullah menuturkan bahwa dalam satu atau dua hari ini akan segera dibentuk panitia lokal yang akan bersinergi dengan pemerintah kabupaten Trenggalek serta PSSI guna membahas teknis serta persiapan LSN. "Dan tentu saja NU beserta seluruh banom-banom yang ada juga akan dilibatkan untuk mengawal dan mensukseskan LSN," kata Gus Loh, sapaan akrabnya.

"Hari ini kita masih membahas acara secara global. Dan tak lupa saya ucapkan terimakasih banyak kepada pemerintah kabupaten Trenggalek khususnya kepada Bapak Bupati dan Wabub yang telah bersedia mensukseskan acara LSN region Jatim 1 ini," ucap Koordinator Region Habib Mustofa.

Seperti diketahui, Kabupaten Trenggalek Jawa Timur ditunjuk sebagai tuan rumah gelaran Liga Santri Nusantara (LSN) Region Jawa Timur 1, yang meliputi karesidenan Kediri dan Madiun. Keputusan ini dihasilkan dalam bimbingan teknis (bimtek) kesiapan penyelenggaraan LSN yang diadakan oleh oleh Kemenpora bersama Pimpinan Pusat Rabithah Maahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (PP RMI NU) pada tanggal, 14-16 Juni 2017 lalu di Jakarta. (Zaenal Faizin/Fathoni)

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Pemurnian Aqidah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Selasa, 02 Januari 2018

Pesantren Nurul Fauzi Tasikmalaya Juarai LSN Region Jabar III

Tasikmalaya, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Final Liga Santri Nusantara Region Jawa Barat III dimenangkan oleh Pondok Pesantren Nurul Fauzi berasal dari Kabupaten Tasikmalaya. Pesantren Nurul Fauzi menang setelah mengandaskan PP Dar El Rahmah berasal dari Ciamis lewat adu penalti dengan skor 5-4.?

Pesantren Nurul Fauzi Tasikmalaya Juarai LSN Region Jabar III (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Nurul Fauzi Tasikmalaya Juarai LSN Region Jabar III (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Nurul Fauzi Tasikmalaya Juarai LSN Region Jabar III

Setelah pertandingan di babak pertama dan kedua berjalan seri. Pertadingan yang bertempat di Stadion Wiradadaha Tasikmalaya, Kamis (25/8) berlangsung seru.

Atas kemenangan ini Pelatih PP Nurul Fauzi Asep H bersyukur bisa juara region dan berhak untuk melaju di babak 32 Besar Liga Santri Nusantara seri nasional.

"Kami akan terus berlatih untuk menghadapi tim-tim yang dari 32 regional. Karena dengan terus berlatih akan menambah kekompakan dan kerjasama tim," katanya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sedangkan pelatih Dar El Rahmah Lili Herli meski kalah timnya mampu melaju ke babak final regional Jabar III. "Tahun depan kami akan mempersiapkan lagi."

Menurut Koordinator Regional Jabar III Usep Saeful Kamal secara keseluruhan pertandingan berjalan lancar.?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Kami menerapkan sprotiftas dan fair play kepada seluruh tim. Sesuai dengan pesan Menpora haram hukumnya ada pengaturan skor," tegasnya. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Tegal Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Hukum Baca Al-Qur`an via HP ketika Shalat (1)

Assalamu ‘alaikum wr. wb.

Baru-baru ini dunia maya dihebohkan dengan video seorang imam shalat yang sedang memainkan hp ketika menjadi imam. Video yang durasinya tidak lebih dari satu menit itu memperlihatkan imam setelah membaca surat Al-Fatihah mengambil HP dari kantong bajunya seolah ingin membaca sms. Namun setelah saya telusuri lagi video fullnya di youtube ternyata berdurasi lebih dari satu jam.

Dalam video tersebut seseorang sedang mengimami shalat Isya dan tarawih. Ternyata imam tersebut mengeluarkan hp dengan maksud membaca surat-surat setiap kali setelah membaca surat Al-Fatihah. Kemungkinan besar karena di masjid tersebut menerapkan satu malam harus mengkhatamkam satu juz. Tetapi si imam bukan seorang hafidz, jadi ia membuka aplikasi Al-Quran di hp-nya.

Hukum Baca Al-Qur`an via HP ketika Shalat (1) (Sumber Gambar : Nu Online)
Hukum Baca Al-Qur`an via HP ketika Shalat (1) (Sumber Gambar : Nu Online)

Hukum Baca Al-Qur`an via HP ketika Shalat (1)

Pertanyaan saya adalah, apakah tindakan yang dilakukan imam itu diperbolehkan dan dibenarkan? Bukankah itu malah terlihat shalatnya tidak khusyuk? Lalu mana yang lebih baik membaca surat pendek yang dihafal atau menghatamkan 30 juz namun dilakukan dengan cara seperti imam itu? Mohon penjelasannya. Terima kasih. Wassalamu ‘alaikum wr. wb. (M Alfan/Jepara)

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Jawaban

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Assalamu ‘alaikum wr. wb.

Penananya yang budiman, semoga Allah selalu menurunkan rahmat-Nya kepada kita semua. Setidaknya ada beberapa pertanyaan yang diajukan kepada kami. Dalam kesempatan ini kami akan menjawab pertanyaan yang terkait dengan boleh-tidaknya seseorang yang menjadi imam ketika membaca ayat Al-Quran melalui HP. Karena keterbatasan ruang-waktu, pertanyaan selanjutnya insya Allah akan kami jawab pada kesempatan lain.

Jelas dalam khazanah fikih klasik, kita tidak akan menemukan jawaban secara langsung atas persoalan ini. Karena ini merupakan persoalan yang tergolong baru. Untuk itu kita mesti mencari cantolannya dalam khazanah fikih klasik.

Sepanjang yang kami ketahui dalam khazanah fikih klasik terdapat penjelasan mengenai orang shalat yang membaca Al-Qur`an melalui mushaf. Hal ini bisa jadi karena ia tidak hafal surah dalam Al-Qur`an sehingga memerlukan bantuan mushaf, atau bisa jadi ia hafal surah yang pendek tetapi tidak hafal surah yang panjang sehingga ketika ingin membaca surah yang sedikit panjang ia menggunakan bantuan mushaf.

Lantas bagaimana pandangan para ulama dalam hal ini? Menurut ulama dari kalangan madzhab Syafi’I, jika seseorang yang shalat membaca Al-Qur`an melalui mushaf baik ia hafal atau tidak maka shalatnya tidak batal, bahkan wajib jika ia tidak hafal surah Al-Fatihah.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Seandainya ia (orang yang shalat) membaca Al-Qur`an melalui mushaf, shalatnya tidak batal, baik ia hafal atau tidak. Bahkan wajib atasnya membaca lewat mushaf jika tidak hafal surah Al-Fatihah sebagaimana yang telah dijelaskan. Seandainya ia sesekali membuka beberapa halaman mushaf dalam shalatnya, tidak batal. Begitu juga tidak batal shalatnya ketika ia melihat selain Al-Qur`an dalam apa yang termaktub kemudian ia mengulang-ulang dalam hatinya meskipun itu dilakukan dalam rentang waktu lama, akan tetapi hal itu makruh. Demikian pendapat Imam Syafi’i sebagaimana terdapat dalam kitab Al-Imla`dan telah disepakati para pengikutnya,” (Lihat Muhyiddin Syaraf An-Nawawi, Al-Majmu’ Syarhul Muhadzdzab, 1431 H/2010 M, juz V, halaman 134).

Bahkan seandainya ia sesekali membuka mushaf tetap saja shalatnya tidak batal sebagaimana dikemukakan di atas. Alasannya yang dapat dikemukakan di sini bahwa hal itu merupakan gerakan yang sedikit (yasir). Sedangkan sedikit gerakan dianggap tidak membatalkan shalat sepanjang ada kebutuhan tetapi hanya makruh.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Bahwa gerakan yang sedikit—di mana gerakan yang banyak dapat membatalkan shalat—ketika dilakukan dengan sengaja tanpa ada kebutuhan adalah makruh,” (Lihat Muhammad Khathib Asy-Syarbini, Mughnil Muhtaj, Beirut-Darul Fikr, tanpa tahun, juz I, halaman 199).

Berangkat dari sini, kami cenderung untuk mengikuti pendapat yang membolehkan membaca Al-Qur`an dalam shalat melalui HP karena di-ilhaq-kan dengan kebolehan membaca Al-Qur`an melalui mushaf dalam shalat. Sekalipun HP yang di dalamnya terdapat aplikasi Al-Qur`an itu bukanlah mushaf, tetapi keduanya baik mushaf maupun HP adalah sama-sama wasilah untuk beribadah. Sedangkan wasilah itu bukanlah ibadah itu sendiri.

Bagi orang yang sudah hafal surah-surah pendek dan ada waktu, kami sarankan untuk menghafal surah-surah yang panjang dalam Al-Qur`an.

Demikian jawaban yang dapat kami kemukakan. Semoga bisa dipahami dengan baik. Kami selalu terbuka untuk menerima saran dan kritik dari para pembaca.

Wallahul muwaffiq ila aqwamith thariq,

Wassalamu’alaikum wr. wb.


(Mahbub Ma’afi Ramdlan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Sunnah, Kajian Islam Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

KBIHNU Berangkatkan 109 Calon Jamaah Haji

Jepara, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Kelompok Bimbingan Ibadah Haji Nahdlatul Ulama (KBIHNU) Kabupaten Jepara tahun ini memberangkatkan sebanyak 109 calon jamaah haji (CJH).

KBIHNU Berangkatkan 109 Calon Jamaah Haji (Sumber Gambar : Nu Online)
KBIHNU Berangkatkan 109 Calon Jamaah Haji (Sumber Gambar : Nu Online)

KBIHNU Berangkatkan 109 Calon Jamaah Haji

Sebelum resmi diberangkatkan, Senin (24/8), ratusan CJH ini mengikuti kegiatan Halal Bihalal dan Pelepasan Calon Jamaah Haji yang dipusatkan di Gedung NU, Jalan Pemuda 51 Jepara, Ahad (9/8) pagi.

Ketua PCNU Jepara KH Asyhari Syamsuri menyatakan, dalam momentum halal bihalal ini, pihaknya meminta maaf kepada CJH KBIHNU Jepara. Momen ini, lanjut dia, merupakan pelepasan secara resmi KBIHNU sebelum diberangkatkan Pemkab Jepara akhir Agustus mendatang.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

H Ali Akhirin, Kasi Pelaksanaan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Jepara, menyampaikan permohonan maaf karena ada beberapa urusan administrasi yang belum rampung. Misalnya, pembuatan buku kenangan dan susunan kloter yang belum ditandatangani Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Tengah.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Perwakilan KBIH NU Jepara, KH Imam Abi Jamrah mengutarakan, dalam menunaikan ibadah haji, jamaah diharapkan mengikuti pemimpin yang tahu tentang ilmu peribadatan haji dan umrah. Yakni dengan mengikuti KBIH sebab di dalamnya dibimbing oleh tenaga yang sudah mumpuni. Sedangkan KH Abdul Hamid selaku pembimbing KBIHNU memberikan arahan teknis dari rumah sampai pulang kembali ke rumah.

Terpisah, Wakil Ketua KBIH NU, H Ulul Abshor menyebut tahun lalu pihaknya memberangkatkan 106. “Alhamdulillah tahun ini bisa memberangkatkan sebanyak 109 Calon Jamaah Haji,” sebutnya sebagaimana rilis yang diterima Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah.

Pihaknya berharap para CJH KBIHNU Jepara menjadi haji mabrur dan mabruroh. (Syaiful Mustaqim/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Ubudiyah, Tegal Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Senin, 01 Januari 2018

Tiga Tahun Kemensos Berhasil Tutup 115 Lokalisasi

Tegal, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Direktur Rehabilitasi Rehabilitasi Sosial Tuna Sosial dan Korban Perdagangan Orang (RSTS & KPO) Kemensos RI Dr. Sonny W. Manalu menyebutkan, dalam kurun waktu tiga tahun, Kementerian Sosial RI nutupan 115 lokalisasi dari 168 yang ada di Indonesia. Dia berharap pada 2019 nanti, Indonesia bisa bebas dari prostitusi

"Kementerian Sosial mencatat, penutupan lokalisasi di Tegal ini merupakan yang ke 115 dari 168 lokalisasi yang ada di seluruh Indonesia,” ujarnya saat mewakili Menteri Sosial, Khofifah Indar Parawansa pada penutupan lokalisasi dan penyerahan bantuan bagi eks penghuni lokalisasi di Kabupaten Tegal, Jumat (19/5).?

Kementerian Sosial juga akan mendukung sepenuhnya pemerintah kabupaten dan kota di Indonesia yang akan menutup tempat pelacuran. Targetnya, Indonesia bebas Prostitusi pada tahun 2019 mendatang.

Tiga Tahun Kemensos Berhasil Tutup 115 Lokalisasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Tiga Tahun Kemensos Berhasil Tutup 115 Lokalisasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Tiga Tahun Kemensos Berhasil Tutup 115 Lokalisasi

Sonny mengapresiasi langkah Pemkab Tegal dalam merehabilitasi lokalisasi prostitusi. Menurutnya penutupan lokalisasi di Kabupaten Tegal berjalan sukses, aman, dan tertib. Kemensos meminta setelah penutupan harus dilakukan evaluasi dan pemantauan.?

"Saya saat melakukan penutupan lokalisasi di Jambi, diculik oleh paguyuban germo dan mucikari selama dua hari. Penutupan di Kabupaten Tegal ini paling teduh dan damai," ungkapnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sementara Wakil Bupati Tegal Hj. Umi Azizah menuturkan, penghentian permanen lokalisasi prostitusi pada hari ini bukan saja karena adanya momentum bulan suci Ramadhan, tetapi juga untuk mendukung terbebasnya Kabupaten Tegal dari lokalisasi prostitusi sebagai bagian dari program nasional yang mentargetkan seluruh wilayah di tanah air terbebas dari lokalisasi prostitusi Tahun 2019.

"Saya berharap, pasca penghentian lokalisasi prostitusi ini, masyarakat setempat tetap dapat membuka usaha ekonomi produktifnya, menjalankan bisnis dan usahanya tanpa melanggar Peraturan Daerah Nomor 7 Tahun 2011 tentang Ketertiban Umum. Untuk itu, dukungan seluruh elemen masyarakat sangat diperlukan agar proses menuju kemandirian tersebut cepat terbangun," imbuh Ketua PC Muslimat NU Tegal ini. (Hasan/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Ahlussunnah, Budaya Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Warga Apresiasi Alumni Tambakberas Adakan Pengajian

Surabaya, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Ikatan Mahasiswa Alumni Bahrul ‘Ulum Tambakberas Jombang yang berada di Surabaya (IMABAYA) bekerja sama dengan Jam’iyyah Al-Islah megadakan pengajian di daerah Jemurwonosari, Surabaya, Jawa Timur.

Perngajian pada (22/11) tersebut merupakan kemasan untuk memperingati hari lahir (harlah) kedua lembaga tersebut. IMABAYA memperingati harlah yang ke-29 sementara Jam’iyyah Al-Islah harlah ke-2. Di samping itu dikaitkan juga dengan peringatan Tahun Baru Hijriyyah 1436 H.

Warga Apresiasi Alumni Tambakberas Adakan Pengajian (Sumber Gambar : Nu Online)
Warga Apresiasi Alumni Tambakberas Adakan Pengajian (Sumber Gambar : Nu Online)

Warga Apresiasi Alumni Tambakberas Adakan Pengajian

Wakil Ketua Jam’iyyah Al-Islah, Supardi, mengapresiasi kerja sama tersebut. Menurut sepengetahuannya, kegiatan bareng antara mahasiswa dan warga Jemurwonosari, nyaris tidak pernah dilakukan.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Padahal, kata dia, setiap hari warga selalu berbaur dengan mahasiswa yang kuliah di UIN Sunan Ampel, baik yang kost di rumah-rumah penduduk maupun yang nyantri di Pesantren An-Nuriyyah, An-Nur, Darul Arqom, Al-Jihad, dan Luhur Al-Husna.

Secara rinci, Supardi melaporkan kegiatan Jam’iyyah Al-Islah yang sudah dua tahun berjalan, mulai dari majelis zikir, majelis ta’lim, peringatan hari-hari besar Islam (PHBI) sampai wisata religi ke makam para wali, para kiai dan ke beberapa pesantren.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Demi peningkatan kualitas warga, Supardi mengharap dan terima kasih jika para mahasiswa bisa hadir di tengah-tengah kami dengan peran mereka yang barang tentu bermanfaat bagi warga,” pintanya.  

Apalagi, kata dia, mahasiswa yang hadir di sini adalah para mutakharrij/alumni pondok-pondok pesantren, utamanya pondok pesantren Tambakberas Jombang, yang pendirinya dikukuhkan sebagai Pahlawan Nasional, yaitu KH. Abdul Wahab Chasbullah.  

Kehadiran IMABAYA seperti malam ini, kata dia, semoga tidak berhenti sampai di sini, tapi

berlanjut di waktu-waktu lain dan bisa bekerja sama di bidang-bidang tertentu, seperti memberikan penyuluhan di majelis ta’lim dan majelis zikir.

“Kami siap sebagai ansor untuk menerima dan membantu mahasiswa sebagai muhajirin, sebagaimana misi hijrah Rasullullah, saling bahu membahu antara muhajirin dan ansor,” katanya.

Dalam acara yang bertajuk ”Dengan Semangat Hijrah Kita Tingkatkan Ukhuwwah Islamiyah” ini dihadiri sekitar 400 warga Jemuwonosari dan para mahasiswa yang tergabung dalam IMABAYA.

Hadir pula salah seorang Pengasuh Pesantren Bahrul ’Ulum Tambakberas KH. Fadhlullah Malik, Msi. Dalam ceramahnya Gus Fad, panggilan akrabnya, menguak perjuangan dan pengorbanan para Muhajirin yang berhijrah bersama Rasulullah Saw.

Ia juga memberikan taushiah tentang manfaat berorganisasi, apalagi organisasi yang sifatnya pengabdian kepada masyarakat seperti IMABAYA.

”Salah satu tujuan IMABAYA didirikan adalah untuk mengabdikan diri kepada masyarakat demi mewujudkan nilai-nilai Islam yang berpijak pada Aswaja dengan budaya NU (Nahdlatul Uama) yang ada,” katanya.  

Maka, kata dia, di sinilah para almuni pesantren tidak hanya pintar saja, tapi juga harus mencari dan mengejar bagaimana agar kepintarannya itu bermanfaat dan berbarakah baik untuk dirinya sendiri maupun masyarakat lingkungannya. (Ma’ruf Asrori/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Quote, RMI NU Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Indonesia Belum Berhasil Tangani Stunting

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Rektor Universitas Alma Ata Yogyakarta Hamam Hadi menilai Indonesia belum berhasil dalam menangani stunting. 

Menurut pria yang juga ahli gizi ini, karena Indonesia kurang punya kesungguhan dan masyarakatnya sedikit yang fokus dan sungguh-sungguh memerangi stunting.

Indonesia Belum Berhasil Tangani Stunting (Sumber Gambar : Nu Online)
Indonesia Belum Berhasil Tangani Stunting (Sumber Gambar : Nu Online)

Indonesia Belum Berhasil Tangani Stunting

Demikian dikatakan Hamam Hadi saat mengisi Halaqah Alim Ulama dan Daiyah NU yang diselenggarakan Fatayat NU dengan tema Jihad Cegah Stunting di Gedung PBNU Jakarta Pusat, Senin (13/11).

Berbalik dengan Indonesia, ia menyebutkan negara yang sukses dalam menangani masalah stunting, yakni Brazil. 

Menurut pria berumur 55 tahun ini, Brazil termasuk negara yang berhasil di dunia dalam mengurangi angka stunting. 

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

30 tahun ke belakang, katanya, kondisi stunting di Brazil kurang lebih sama dengan Indonesia hari ini, tapi 30 tahun kemudian, Brazil berhasil menurunkan angka stunting sekitar 7-10 persen.

"Setiap tahun Brazil bisa menurunkan angka stunting pertahunnya itu adalah 1 persen," katanya. 

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sementara Indonesia pada 2007 stunting sekitar 36 persen, pada 2010 turun sekitar 0,4 persen tapi pada 2013 kembali naik menjadi 37,2 persen.

Ia pun menilai kalau saat ini Indonesia belum berhasil  menangani stunting. "Mudah-mudahan karena belum melibatkan Fatayat dan Nasyiatul Aisyiah," katanya diikuti tawa. 

Ia berharap kader-kader Fatayat dan Nasyiatul Aisyiyah berada digarda terdepan untuk menangani persoalan stunting di Indonesia. 

Hadir pada acara ini Ketua PBNU H Robikin Emhas, Ketua Umum Pimpinan Pusat Fatayat NU (PP Fatayat NU) Anggia Ermarini, dan Sekretaris PP Fatayat NU Margaret Aliyatul Maimunah. (Husni Sahal/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Doa, IMNU, Kajian Islam Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah