Kamis, 23 November 2017

GP Ansor Bali Gelar Apel Kebangsaan Akhir Pekan

Buleleng, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah - Pimpinan Wilayah GP Ansor Provinsi Bali memastikan akan menggelar Apel Kebangsaan pada Ahad (14/5) mendatang. Pelaksanaan apel ini dipastikan setelah pengurus harian GP Ansor Bali melakukan audiensi ke Mapolda Bali, Senin (8/5).

Pengurus GP Ansor Bali langsung diterima oleh Kapolda Bali Irjen Pol Petrus Reinhard Golose. Dalam pertemuan ini Kapolda Bali menyetujui agenda pengumpulan kader Ansor Banser seluruh Bali yang akan dilaksanakan di Lapangan Lumintang Denpasar.

GP Ansor Bali Gelar Apel Kebangsaan Akhir Pekan (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Bali Gelar Apel Kebangsaan Akhir Pekan (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Bali Gelar Apel Kebangsaan Akhir Pekan

Ketua GP Ansor Bali Amron Sudarmanto mengatakan, apel kebangsaan ini sudah melalui prosedur pemberitahuan kepada kepolisian. Bahkan, sebagaimana hasil audiensi, Polda Bali akan memerintahkan Polres di kabupaten-kabupaten yang jauh dari Denpasar untuk membantu kendaraan pengangkut anggota Banser menuju Denpasar.

"Oleh karenanya, kami berharap ketua-ketua cabang GP Ansor berkoordinasi dengan pihak Polres terkait teknis pemberangkatannya," ujarnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Yang tak kalah pentingnya, lanjut Amron, pengurus harian cabang GP Ansor harus sudah mendata kader Ansor atau Banser yang ada di wilayahnya masing-masing dalam keikutsertaanya pada apel di Denpasar nanti.

Untuk kepesertaan apel, Amron menargetkan 1000 kader Ansor Banser seluruh Bali, ditambah dengan delegasi banom-banom NU lainnya baik di tingkat wilayah maupun cabang. (Abraham Iboy/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Hikmah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Melirik Gaya Pengentasan Kemiskinan Ala Kiai Pesantren

Mustasyar PBNU KH Dimyati Rais, sekaligus pengasuh pesantren Al Fadhlu wal Fadhilah Kampung Jagalan, Desa Kutoharjo, Kaliwungu, Kendal merupakan sosok ulama sekaligus pengusaha yang mengajarkan para santri dan penduduk sekitar tidak hanya materi-materi keagamaan. Ia membekali para santri dengan ketrampilan yang berguna ketika sudah keluar dari pesantren. Para penduduk juga diajarkan bagaimana menjalankan usahanya dengan lebih baik. Atas usahanya tersebut, ia menjadi salah seorang tokoh berpengaruh di lingkungan sekitarnya.

Berikut wawancara Mukafi Niam dengan Kiai kharismatik tersebut disela-sela rapat pleno PBNU di kompleks Unsiq Wonosobo, beberapa waktu lalu tentang bagaimana metode pengentasan kemiskinan ala pesantren.

Melirik Gaya Pengentasan Kemiskinan Ala Kiai Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Melirik Gaya Pengentasan Kemiskinan Ala Kiai Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

Melirik Gaya Pengentasan Kemiskinan Ala Kiai Pesantren

Bagaimana pola pengembangan ekonomi berbasis pesantren?.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Saya ini pengusaha pertambakan, tapi masih menggunakan pendekatan konvensional atau alamiah, belum sampai pada memakai model yang canggih dan intensif, tapi sensitif, kalau mati, ya mati semuanya. Saya memelihara bandeng dan udang, alhamdulillah berhasil. 

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sampai berapa hektar yang dikelola? . Kurang lebih ada 15 hektar

Melibatkan santri atau ada tenaga kerja khusus?. Ada anak santri yang tidak nyangu (membawa bekal) dari rumah yang bekerja. Jadi yang ngarap pertanian santri, pertambakan juga santri,  semuanya dikerjakan setelah pelajaran sekolah. Jadi makan semuanya dari sini, sekolahnya juga tidak membayar, semuanya gratis.

Ada berapa banyak santri yang dilibatkan?. Tidak pasti, ada anak yang ditempatkan di dapur, di pertanian atau di tambak.

Sekaligus melatih mereka berusaha?. Ya, saya dalam membangun gedung juga tidak memakai tukang. Maka anak santri yang keluaran dari situ, kadang pulang ke rumah ada yang jadi tukang, sambil mengajar masyarakat. Jadi karena yang mengerjakan anak santri, biayanya tidak terlalu berat.

Kalau ada tamu yang datang, saya tunjukkan, gedung-gedung pesantren sampai berlantai tiga yang membangun santri banyak yang heran. Ada sejumlah alumni santri yang bekerja di kontraktor-kontraktor besar di Jakarta, lama-lama mereka ahli dan membantu ketika kami membutuhkan keahliannya.

Kalau untuk upaya pengentasan kemiskinan bagaimana?. Upaya pengentasan kemiskinan tentu dilakukan sesuai dengan cara dan kapasitas yang kami miliki. 

Satu contoh, pernah ada orang yang kurang mampu, ia datang ke tempat saya, bila 

“Kiai bagaimana saya, disamping ekonomi lemah, anaknya banyak dan tidak memiliki harta benda.” 

Terus saya tanya, “sampean punya duit berapa.” 

Orang tersebut menjawab “10 ribu.”

“Gini saja coba, belikan ayam. Waktu itu ayam 500 rupiah.”

Akhirnya datang ke saya membawa 20 ayam. 

Ayam itu dibawa ke rumah saya, terus saya bilangan, bukan dibawa ke saya, tapi dibawa ke rumah sampean

“Ayam ini sampean sembelih sendiri, dengan tangan sampean sendiri bersama istri.”

“Lalu, bagaimana selanjutnya,” tanya orang tersebut.

Saya bilang, “nanti jam 12 malam, saudara datang ke saya, nanti saya bisiki.” 

Jam 3 malam mereka selesai memotong ayam, setelah itu, datang lagi, “gimana kiai.” 

“Ini dipotongi yang baik,”

Pekerjaan tersebut dilakukan sampai subuh. Jam tujuh kemudian datang lagi, “Lalu untuk apa.”

Saya bilang, “ini ada timbangan, saya pinjami dulu, coba dijual ke pasar, kira-kira dapat berapa.”

Akhirnya jam 11 siang sudah pulang, dapat uang 16 ribu. “Kira-kira 3 ribu cukup untuk makan ngak.”

“Cukup.”

“Itu yang 13 ribu dibelikan ayam lagi.” 

Atas usahanya tersebut, akhirnya, alhamdulillah, saat ini setiap hari, orang tersebut bisa menghabiskan ayam dua kuintal, ini kan juga upaya pengentasan kemiskinan.

Ada contoh lain, orang datang dan bilang, “kiai saya punya warung makan, tapi habisnya paling-paling tiga kilo sate dengan gule, bagaimana supaya warungnya bisa berkembang dengan baik.”

Nah, saya waktu itu saya akan ke Brebes, “Mau ikut ngak.” 

Dia lalu ikut, saya ajak ke warung yang jual sate dan gule paling enak, setelah makan gule dan sate saya tanya. 

“Gule dan sate anda lebih enak mana daripada yang ini. Kira-kira saudara ngerti ngak. Kalau enak disini, gimana menirunya.” 

“Asal sesuai dengan seleraanda, kan biasanya rame.”

Sekarang jualan satenya Alhamdulillah, berhasil. Ini juga pengentasan kemiskinan. 

Saya juga menanam semangka, saya beritahu masyarakat bagaimana caranya, dapatnya berapa. Para petani akhirnya banyak yang meniru.

Saya juga belum sampai yang seperti industri, biayanya kan besar. Ini upaya pengentasan kemiskinan sesuai dengan kondisi masing-masing, pada prinsipnya bisa. 

Di Kaliwungi, saya juga mengawali penanaman brambang (bawang merah), sekarang sudah banyak yang mengikuti.



Masyarakat pedesaan harus dikasih tahu dulu?

Ya memang betul itu, malah kadang bukan hanya masalah penanamannya, kadang rabuknya (pupuknya) juga berganti-ganti, sesuai dengan kondisi dan tanah masing-masing.

Kok bisa dapat inspirasi menanam semangka atau brambang?. Saya kan petani, keluarga saya petani. Sebelum di Kaliwungu saya tinggal di Brebes. Cuma, yang namanya pengobatan atau pupuk, harus sesuai dengan tanahnya masing-masing. Di Kaliwungu berbeda dengan Brebes. Di Kaliwungu, lebih ngirit pengobatannya. Tapi pada prinsipnya, pengentasan kemiskinan. Pesantren harus terlibat dalam pengentasan kemiskinan, tidak hanya mengajarkan materi keagamaan.

Saya juga ajarkan istighotsah, mengajarkan masyarakat berdzikir. Sekarang banyak musibah, di Amerika ada tornado, Jepang ada tsunami, di Indonesia ada Lapindo, yang sekarang sulit diatasi, ada gempa. Dan untuk mengatasi ini, saya kira teknologi dan ilmiah saja tidak cukup. Dalam satu hadist ada yang mengatakan, tidak ada persoalan yang bisa mengatasi marahnya Allah, kecuali doa. Maka dari itu, saya berdoa dan bedzikir kepada Allah, moga-moga tidak ada tsunami dan gempa, atau masalah lain.

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Sejarah, Ulama, Olahraga Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

IPNU OKU Timur Persembahkan Gerakan Cinta Masjid

OKU Timur, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PC IPNU) Kabupaten OKU Timur menggelar bakti sosial dalam rangkaian Gerakan Cinta Masjid (GCM) di Yayasan Pondok Pesantren Mafaihul Huda Comal Desa Yosowinangun Kecamatan Belitang Madang Raya, Ahad (1/10).

“Selain membersihkan masjid dan memasang listrik 1 KWH berdaya 900 volt ampere, juga dilakukan pembagian seratus buku gambar dan pensil warna bagi anak-anak TK di wilayah itu,” kata Ketua IPNU OKU Timur Muhammad Muhklis.

Ia berharap pembagian fasilitas menggambar bisa mengurangi penggunaan gadget yang belakangan ini banyak digunakan anak-anak.

IPNU OKU Timur Persembahkan Gerakan Cinta Masjid (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU OKU Timur Persembahkan Gerakan Cinta Masjid (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU OKU Timur Persembahkan Gerakan Cinta Masjid

"Tingkat penggunaan gadget oleh anak-anak sudah bahaya. Jangan sampai mereka dicekoki dengan fasilitas yang membuat mereka tidak kreatif,"ucap Muhklis.

Di tempat yang sama Pelaksana Tugas Kepala Satuan Unit Khusus Banser Husada Lampung Gatot Arifianto melakukan penyembuhan Aji Tapak Sesontengan (ATS) yang diikuti lebih dari 50 orang.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Untuk penyembuhan ini, 99 persen peserta merasa puas dengan hasil yang didapatkan,” kata Khojin, warga Siliwangi Kecamatan Semendawau Suku III yang turut mengikuti pengobatan. Khojin menderita asam urat sejak empat bulan, tangan yang susah digerakkan.

"Ini semalam susah untuk berdzikir dengan patokan antar ruas jari, setelah diterapi alhamdulillah ada perbaikan," ungkap Khojin.

Ketua GCM Imam Efendi berharap gerakan yang mereka lakukan dapat bermanfaat untuk masyarakat.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Kami sadar harakah kami masih perlu banyak bimbingan dari segala pihak," ujar Efendi. (RA/Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Budaya, Pondok Pesantren Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Remaja Jadi Sasaran Situs Islam Radikal

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Penutupan situs radikalisme Islam memiliki alasan yang jelas. Situs-situs bermuatan provokasi dan hasutan di tengah masyarakat ini, kerap kali memakan korban dari kalangan remaja. Kalau negara tidak melakukan upaya-upaya pencegahan, tidak heran ke depan kasus kejahatan terorisme akan meningkat.?

Remaja Jadi Sasaran Situs Islam Radikal (Sumber Gambar : Nu Online)
Remaja Jadi Sasaran Situs Islam Radikal (Sumber Gambar : Nu Online)

Remaja Jadi Sasaran Situs Islam Radikal

Demikian disampaikan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Saud Usman Nasution saat diskusi bertajuk “Media Islam, Demokrasi, dan Gerakan Terorisme: Respon NU Terhadap Situs Radikal” di Gedung PBNU, Jakarta, Jumat (10/4) siang.

“Setelah kami pelajari dari kasus ke kasus, ternyata sasaran paham radikalisme ialah remaja terutama mereka yang awam sekali dalam beragama. Anak setingkat SMP dan SMA ini memang serba ingin tahu. Inilah alasan kami mengusulkan pemblokiran situs-situs bermasalah kepada Kemenkominfo,” kata Saud.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Saud menyebut 8 dari 12 orang yang dikembalikan dari luar negeri ke Indonesia beberapa waktu lalu itu masih berusia remaja. Mereka berangkat memang tidak langsung ke Istanbul, tetapi transit dulu ke Malaysia, Bangkok, atau Rusia.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Kalau setiap orang memiliki hak mengakses internet, bukan tidak mungkin mereka yang masih awam juga mengakses situs bermasalah itu. Setiap orang dengan mudah mengakses internet dengan hape. Di sini letak problemnya,” kata Saud.

Menurutnya, pekerjaan BNPT lebih bersifat pencegahan. Sedapat mungkin mencegah. Langkah preventif ini yang ditekankan sekali oleh Presiden Jokowi untuk BNPT.

“Mereka yang sudah mapan beragama, tak masalah mengakses situs bermasalah itu. Kalau dia sekolah di madrasah, masih lebih baik sedikit. Artinya, ia mempunyai modal untuk menyaring informasi yang bersifat keagamaan,” pungkas Saud.

Sementara Pimred Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Syafi Ali’elha yang duduk sebagai narasumber pada diskusi siang itu menyatakan sepakat atas penutupan situs bermasalah. Ia juga menekankan pentingnya pemahaman perihal jurnalistik dan nalar keagamaan secara kritis.

“Alhamdulillah, anak-anak muda NU tetap membaca kitab kuning. Dengan bacaan itu, mereka dapat menyeleksi mana perintah dan larangan Islam yang sebenarnya. Sehingga puluhan juta anak muda NU itu tidak terprovokasi oleh macam-macam hasutan,” tutup Syafi’. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Lomba Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Rabu, 22 November 2017

Katib ‘Aam: NU Tidak Bisa Pisah dari Indonesia

Demak, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Katib ‘Aam PBNU KH Yahya Cholil Staquf mengajak warga NU untuk menengok dan mengingat kembali sejarah awal dibentuknya NU sesuai yang tertera dalam Anggaran Dasar Aggaran Rumah Tangga AD/ART NU.

Menurutnya, NU satu kesatun dengan bangsa Indonesia, dan tak terpisahkan. “NU didirikan itu salah satu tujuannya menciptakan tatanan masyarakat Indonesia yang rahmatan lil alamin demi terwujudnya bangsa Indonesia. Mari kita lihat AD/RT NU, maka dari itu, NU tidak bisa pisah dari bangsa Indonesia,” katanya di hadapan ribuan Muslimat NU di alun-alun Masjid Agung Demak pada Ahad (2 /4) pada puncak Harlah NU ke 91, Harlah Muslimat NU ke 71 dan Hari Jadi Demak ke 514.

Katib ‘Aam: NU Tidak Bisa Pisah dari Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Katib ‘Aam: NU Tidak Bisa Pisah dari Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Katib ‘Aam: NU Tidak Bisa Pisah dari Indonesia

Gus Yahya begitu dia akrab dipanggil, menegaskan, selaku salah satu elemen pendiri bangsa Indonesia, NU secara otomatis ? mempunyai ? kewajiban menjaga bangsanya dari orang maupun kelompok pengacau, pengganggu, merongrong kewibawaan bangsa serta mengganggu keutuhan Negara Kesatua Republilk Indonesia.

“Setiap pengacau yang mengganggu Indonesia, maka akan berhadapan dengan NU. Bagi NU, NKRI harga mati yang tak hisadi tawar lagi,” tegasnya.

Ketua Muslimat NU Demak Hj Utami Musadad mengatakan,kegiatan tersebut dimuli dengan bacaan Al-Qur’an bil ghoib (hafalan) sebanyak 500 kali, membaca Al-Qur’an bi nadhor sbanyak 500 kali, manaqib Syekh Abdul Qodir Al-Jilani 400 kali, istighotsah, maulidurrasul serta pengajian,

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Alhamdulillah acara berjalan lancar dan khidmat, khataman Al-Qur’an baik bil ghoib maupun bi nadhor, manaqib semua khatam,” tutur Hj Utami Sadad.

Puncak acara harlah, selain dihadiri warga Muslimat, juga dihadiri Bupati Demak H M Natsir, Waub Joko Sutanto, ketua DPRD H Nurul Muttaqin, Kapolres, Dandim, Kajari, Kepala Pengadilan Negeri Demak Wakil ketua PW Muslimat Jateng yang ? juga anggota FKB DPRD Jateng Hj Ida Nurs Sa’adah, Katib ‘Aam Jatman KH Zaini Mawardi, pengurus NU dari Cabang sampai Ranting. (A.Shiddiq Sugirto/Abdullah Alawi)

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Khutbah, Amalan, Habib Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

17 Grup Rebana Ramaikan Peringatan Harlah IPNU di Klaten

Klaten, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Hari Lahir (Harlah) Ke-62 Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ke-61 Ikatan Pelajar Puteri Nahdlatul Ulama (IPPNU), diperingati Pelajar NU di Klaten Jawa Tengah dengan mengadakan kegiatan pengajian dzikir dan shalawat, Sabtu (27/2) lalu.

17 Grup Rebana Ramaikan Peringatan Harlah IPNU di Klaten (Sumber Gambar : Nu Online)
17 Grup Rebana Ramaikan Peringatan Harlah IPNU di Klaten (Sumber Gambar : Nu Online)

17 Grup Rebana Ramaikan Peringatan Harlah IPNU di Klaten

Acara yang dilaksanakan di Masjid Joglo Baitul Makmur, Kunden, Karanganom, Klaten tersebut dihadiri sekitar 900 pengunjung dan 17 grup rebana dari berbagai daerah se-Kabupaten Klaten.

Menurut Ketua PC IPNU Klaten, Aan Prihartanto mengatakan, peringatan Harlah IPNU-IPPNU bertema ‘Pelajar Bersholawat’ ini dihelat bersamaan dengan acara peresmian Masjid Joglo.

Dalam sambutannya, Aan menegaskan, pelajar NU mesti siap menjawab tantangan zaman. “Kita sebagai pelajar harus mampu menjawab tantangan dan perkembangan zaman, sekaligus tidak boleh melupakan tradisi yang diusung oleh para ulama an-Nahdliyah yang salah satunya adalah dzikir dan shalawat,” tukasnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sementara itu, H Qomarudin perwakilan dari PCNU Klaten menyatakan dukungannya dan senantiasa mendorong setiap langkah pelajar dan pemuda untuk kebangkitan dan kemajuan NU di masa yang akan datang.

“Sebagai orang tua, kita wajib dan harus mendukung para pelajar dan pemuda kita untuk belajar dan bergerak lebih maju, karena merekalah yang akan mengnggantikan kita semua nanti di masa yang akan datang,” kata dia.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Acara diakhiri dengan penyampaian ceramah yang disampaikan oleh KH Nur Kholis dari Ampel, Boyolali. (Ajie Najmuddin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Habib Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Pelajar Miliki Peran Strategis Teguhkan Islam Nusantara

Tasikmalaya, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Pelajar sebagai generasi penerus memiliki peran yang sangat setrategis dalam meneguhkan Islam Nusantara yang merupakan perjuangan para Ajengan/kiai yang berjuang dengan tulus dan ikhlas untuk rakyat, agama dan bangsa tercinta ini.

Pelajar Miliki Peran Strategis Teguhkan Islam Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar Miliki Peran Strategis Teguhkan Islam Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar Miliki Peran Strategis Teguhkan Islam Nusantara

Hal itu disampaikan Fikri Nursamsi, Ketua PC IPNU Kabupaten Tasikmalaya saat ditemui Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah di Sekretariat PC IPNU Kabupaten Tasikmalaya Jl Raya timur No 505 Badakpaeh Cipakat Singaparna, Sabtu (20/6).

“Pelajar yang saya maksud adalah Santri, pelajar dan mahasiswa. Ini seringkali menjadi incaran kelompok yang tidak suka dengan Islam Nusantara, karena pentingnya peran pelajar dalam menentukan kehidupan berbangsa dan bernegara dimasa depan,” terang Fikri.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Pemuda hari ini, lanjutnya, adalah pemimpin dimasa yang akan dating. Di tangan pemudalah suatu umat dan di kaki merekalah kehidupan umat. Dengan ini jelas bahwa pelajar sangat diharapkan kontribusinya di masa yang akan datang yang dalam hal ini salah satunya adalah meneguhkan Islam Nusantara.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Ini juga merupakan PR bagi kami atas nama PC IPNU untuk bisa mengawal dan meyakinkan rekan-rekan pelajar untuk teguh memperjuangkan dan memahami tentang Islam secara mendalam, supaya tidak salah dalam memaknainya,” jelasnya. 

Dan pesantren, imbuhnya, merupakan salah satu tempat yang sangat penting dalam meneguhkan Islam Nusantara. Sebab itu, dirinya sangat setuju dan mendukung dengan gerakan nasional ayo mondok yang sekarang sedang digalakan.

“Belajar, berjuang dan bertaqwa itulah peran kita sekarang sebagai pelajar untuk menyongsong masa depan, dengan ini kita bisa meneguhkan Islam Nusantara dan bisa memberikan manfaat yang besar bagi agama, bangsa dan Negara,” tandasnya. (Husni Mubarok/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Bahtsul Masail, Nahdlatul, Amalan Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah