Rabu, 15 November 2017

Khutbah Idul Adha: Meneguhkan Totalitas Kepatuhan kepada Allah melalui Kurban

Khutbah I



Khutbah Idul Adha: Meneguhkan Totalitas Kepatuhan kepada Allah melalui Kurban (Sumber Gambar : Nu Online)
Khutbah Idul Adha: Meneguhkan Totalitas Kepatuhan kepada Allah melalui Kurban (Sumber Gambar : Nu Online)

Khutbah Idul Adha: Meneguhkan Totalitas Kepatuhan kepada Allah melalui Kurban



? ? – ? ? – ? ? –3X ? ? ? ?, ? ? ?, ? ? ? ?, ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?, ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?)





Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ?. ? ? ?. ? ? ?.

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar wa liilahil hamd

Marilah kita senantiasa bersyukur dan mengucapkan puji syukur kehadirat Allah SWT, atas segala limpahan rahmat dan karunia-Nya. Kita masih diberi nikmat iman dan Islam, kesehatan dan kesempatan untuk melaksanakan berbagai ibadah kepada Allah SWT, termasuk melaksanakan shalat Idul Adha pada pagi hari ini.?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kemudian shalawat serta salam, kita haturkan ke pangkuan baginda Nabi Besar Muhammad SAW, seorang manusia mulia dan nabi terakhir yang dipilih oleh Allah SWT untuk menjadi teladah (uswah) bagi seluruh umat manusia sepanjang masa.?





Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar Wa lillahil Hamd.

Kaum muslimin jamaah Idil Adha rahimakumullah.

Pada pagi hari ini, kaum muslimin yang menunaikan ibadah haji sebagai tamu Allah SWT, dhuyufurrahman, telah berkumpul melaksanakan wuquf di Arafah dan sedang berada di Mina untuk melaksanakan Jumratul ‘Aqabah. Mereka dengan pakaian ihramnya, berasal dari berbagai belahan dunia. Mereka datang dengan latar belakang bangsa, ras, warna kulit, budaya dan strata sosial yang berbeda satu sama lain. Namun, mereka memiliki tujuan yang sama, yaitu memenuhi panggilan Allah SWT untuk menjadi tamu-Nya dan bertauhid mengesakan Allah SWT semata.?

Bagi kaum muslimin yang belum memiliki kemampuan menjadi tamu Allah SWT, mereka melaksanakan shalat Idul-Adha dan ibadah kurban, sesuai dengan kemampuannya di manapun mereka berada. Ibadah kurban yang dilaksanakan kaum muslimin, sebagai salah satu upaya mendekatkan diri (taqarrub) kepada Allah SWT. Deskripsi kehidupan kaum muslimin ini, menggambarkan interelasi kuat antara orang yang menunaikan ibadah haji, dengan saudara-saudaranya yang tidak pergi ke Baitullah. Oleh karena itu, kita melaksanakan salat Idul Adha dan ibadah kurban pada hakikatnya sebagai bentuk kesadaran memenuhi perintah Allah SWT dan Rasulullah SAW.

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar wa lillahil hamd.

Kaum muslimin sidang jamaah Idil Adha rahimakumullah,

Ibadah kurban merupakan salah satu ibadah penting dalam ajaran Islam. Ibadah ini memiliki fondasi kuat dan memiliki akar sejarah panjang dalam tradisi rasul-rasul terdahulu. Ajaran kurban dan prakteknya telah ditunjukkan secara sinergik oleh para nabi dan rasul hingga Nabi Muhammad SAW. Nabi Ibrahim AS. dikenal sebagai peletak batu pertama ibadah ini. Peristiwa penyembelihan yang dilakukan Nabi Ibrahim AS. terhadap anaknya, Nabi Ismail AS merupakan dasar bagi adanya ibadah kurban. Nabi Ibrahim AS dengan penuh iman dan keikhlasan bersedia untuk menyembelih anak kesayangannya, Ismail hanya semata-mata untuk memenuhi perintah Allah SWT. Peristiwa yang mengharukan ini, dilukiskan dengan indah oleh Allah SWT dalam Al-Quran surah as-Shaffat ayat 102:





? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

"Tatkala anak itu sampai umurnya dan sanggup berusaha bersamasama Ibrahim. Ibrahim berkata ; Wahai anakku, sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah apa pendapatmu. la menjawab, wahai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan oleh Allah kepadamu, insyaallah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar".

Ini adalah ujian ketaatan Nabi Ibrahim kepada Allah. Di kemudian hari, pengorbanan ini menjadi anjuran bagi umat Islam untuk menyembelih hewan kurban, setiap tanggal 10 Dzulhijah dan pada hari tasyrik, yaitu ? 11, 12, dan 13 Dzulhijjah.?

Deskripsi historis ini menggambarkan bahwa, keteguhan hati, keyakinan akan kebenaran perintah Allah, keikhlasan, ketaatan, dan kesabaran adalah esensi yang melekat dari ibadah Qurban. Nilai-nilai ini telah diimplementasikan dengan baik oleh Nabi Ibrahim dan Ismail AS dalam peristiwa yang mengharukan itu. Kesanggupan Nabi Ibrahim AS menyembelih anak kandungnya sendiri Nabi Ismail AS bukan semata-mata didorong oleh perasaan taat setia yang membabi buta (taqlid), tetapi meyakini bahwa perintah Allah SWT itu harus dipatuhi. Bahkan, Allah SWT memberi perintah seperti itu sebagai peringatan kepada umat yang akan datang bahwa adakah mereka sanggup mengorbankan diri, keluarga dan harta benda yang disayangi demi menegakkan perintah Allah SWT. Dan adakah mereka juga sanggup memikul amanah sebagai khalifah Allah di muka bumi.

?

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar walillahil hamd

Kaum muslimin yang berbahagia

Dalam studi fiqh, Kurban sering disebut dengan istilah? udhhiyah,? karena penyembelihan binatang ternak dilakukan pada saat matahari pagi sedang menaik (dhuha). Oleh karenanya, Ibn Qayyim al-Jauziyah memahami makna kurban dengan tindakan seseorang menyembelih hewan ternak pada saat dhuha, guna menghasilkan kedekatan dan ridha Allah SWT. Binatang kurban yang disebut? udlhiyah? atau nahar adalah simbolisasi tadlhiyah yakni pengorbanan. Baik udlhiyah maupun tadlhiyah posisinya sama sebagai ibadah untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. (taqarruban wa qurbanan). Jika menyembelih udlhiyah merupakan ibadah material yang ritual, maka taldhiyah/pengorbanan di jalan Allah SWT merupakan ibadah keadaban yang memajukan sektor-sektor kehidupan yang lebih luas

Dalam ibadah kurban, nilai yang paling esensial adalah sikap batin berupa keikhlasan, ketaatan dan kejujuran. Tindakan lahiriyah tetap penting, kalau memang muncul dari niat yang tulus. Sering kita digoda syetan agar tidak melaksanakan ibadah kurban karena khawatir tidak ikhlas. Imam al Ghazali dalam kitab? Ihya’ Ulumiddin-nya berkata, bahwa syaitan selalu membisiki kita: “Buat apa engkau beribadah kalau tidak ikhlas, lebih baik sekalian tidak beribadah”.

Ibadah kurban bukan hanya mementingkan tindakan lahiriyah, berupa menyedekahkan hewan ternak kepada orang lain terutama fakir miskin, tetapi yang lebih penting adalah nilai ketulusan guna mendekatkan diri kepada Allah SWT. Dalam beberapa ayat Al-Quran, Allah SWT memperingatkan bahwa yang betul-betul membuahkan kedekatan dengan-Nya (kurban), bukanlah fisik hewan qurban, melainkan nilai takwa dan keikhlasan yang ada dalam jiwa kita. Dalam surah al-Hajj ayat 37, Allah SWT menyebutkan:?





? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

"Tidak akan sampai kepada Allah daging (hewan) itu, dan tidak pula darahnya, tetapi yang akan sampai kepada-Nya adalah takwa dari kamu".?

Penegasan Allah SWT ini mengindikasikan dua hal. Pertama, penyembelihan hewan ternak sebagai kurban, merupakan bentuk simbolik dari tradisi Nabi Ibrahim AS, dan merupakan syi’ar dari ajaran Islam. Kedua, Allah SWT hanya menginginkan nilai ketakwaan, dari orang yang menyembelih hewan ternak sebagai ibadah kurban. Indikasi ini sejalan dengan peringatan Rasulullah SAW: “Sesungguhnya Allah SWT tidak melihat bentuk luarmu dan harta bendamu, tetapi Dia melihat hatimu dan perbuatanmu”. (HR. Bukhari dan Muslim).

Usaha mendekatkan diri kepada Tuhan terutama melalui kurban, kita lakukan secara terus menerus. Karena itulah agama Islam disebut sebagai jalan (syariah, thariqah, dan shirat) menuju dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Melakukan kurban bersifat dinamis dan tiada pernah berhenti, menempuh jalan yang hanya berujung kepada ridha Allah SWT. Dengan demikian, wujud yang paling penting dari kurban adalah seluruh perbuatan baik.?

Sehubungan dengan perintah untuk berkurban di atas, maka Rasulullah saw setiap tahun selalu menyembelih hewan kurban dan tidak pernah meninggalkannya. Meskipun dari sisi ekonomi beliau termasuk orang yang menjalani hidup sederhana, tidak mempunyai rumah yang indah nan megah, apalagi mobil yang mewah. Bahkan tempat tidurnya hanya terbuat dari tikar anyaman daun kurma. Oleh karena itu, orang muslim yang telah mempunyai kemampuan untuk berkurban tetapi tidak mau melaksanakannya boleh dikenakan sanksi sosial, ialah diisolasi dari pergaulan masyarakat muslim. Sebagaimana disabdakan oleh Rasulullah saw. dalam hadits yang diriwayatkan dari sahabat Abu Hurairah RA:?





? ? ? ? ? ? ? ? ?

“Barangsiapa yang mempunyai kemampuan menyembelih hewan qurban tetapi tidak melaksanakannya, maka janganlah sekali-kali ia mendekati tempat shalat kita” (HR. Imam Ahmad dan Ibnu Majah)

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar wa lillahil hamd

Kaum muslimin yang berbahagia,

Kalau ibadah kurban dilaksanakan dengan ikhlas demi mengharap ridla Allah SWT. akan memberi hikmah dan manfaat bagi pelakukanya, baik di dunia maupun di akhirat. Di antaranya:?

1. Meningkat keimanan kepada Allah SWT. Ibadah kurban yang dilaksanakan oleh orang muslim dapat melatih kepatuhan dan kepasrahan total kepada Allah SWT. Orang-orang yang dekat dengan Allah akan memperoleh predikat muqarrabin, muttaqin serta mendapat kemuliaan dan kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat.

2. Membersihkan diri dari sifat-sifat bahimiyyah. Pada saat hewan kurban jatuh kebumi maka saat itulah sifat kebinatangan harus sirna, seperti rakus, serakah, kejam dan penindas.

3. Menanamkan rasa kasih sayang dan empati kepada sesama. Ibadah kurban dalam Islam tidak sama dengan persembahan (offering) dalam agama-agama selain Islam. Islam tidak memerintahkan pemujaan dalam penyembelihan hewan, tetapi Islam memerintahkan agar dagingnya diberikan kepada orang miskin agar ikut menikmati lezatnya daging hewan. Sehingga timbul rasa empati, berbagi, memberi, dan ukhuwah islamiyah antar sesama.?

4. Melatih kedermawanan. Ibadah kurban dilakukan setiap tahun secara berulang-ulang sehingga orang yang memberi kurban terbiasa untuk berderma kepada yang lain. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah penduduk miskin di Indonesia pada September 2016 sebanyak 27,76 juta jiwa atau 10,70% secara persentase. (susenas Maret 2016). jumlah penduduk miskin di daerah perkotaan naik sebanyak 0,15 juta orang (dari 10,34 juta orang pada Maret 2016 menjadi 10,49 juta orang pada September 2016), sementara di daerah perdesaan turun sebanyak 0,39 juta orang

Di akhir khutbah ini, dengan penuh khusyu’ dan tadharru’, kita berdoa kepada Allah SWT semoga perjalanan hidup kita senantiasa terhindar dari segala keburukan yang menjerumuskan umat Islam. Semoga dengan doa ini pula, kiranya Allah SWT berkenan menyatukan kita dalam kebenaran agama-Nya dan memberi kekuatan untuk memtaati perintahnya dan menjauhi larangan-Nya. Amin Ya Rabbal Alamain





? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? . ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?





? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ?.





Khutbah II





? ? – ? ? – ? ? – ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ?: ?. ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ?. ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ?. ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ?. ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?





KH Cholil Nafis, Ketua Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia Pusat?

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Kajian Sunnah, Nahdlatul Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Tumbuhkan Jiwa Mandiri, Muslimat NU Gelar Pendidikan Keterampilan Wirausaha

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) bekerja sama dengan PT Gensei Indonesia berupaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang kewirausahaan.? Dalam rangka membangun keterampilan berwirausaha, kedua pihak ini menyelenggarakan pendidikan kewirausahaan sejak pagi hingga petang di Hotel Bintang, Jakarta Pusat, Kamis (19/5).

“Acara ini dapat terselenggara atas kerja sama dengan Koperasi Muslimat NU Induk Koperasi An-Nisa (Inkopan), HLN, serta bidang ekonomi,” kata penanggung jawab pendidikan Hj Nurhayati Said Aqil Siroj menyampaikan sambutannya.

Tumbuhkan Jiwa Mandiri, Muslimat NU Gelar Pendidikan Keterampilan Wirausaha (Sumber Gambar : Nu Online)
Tumbuhkan Jiwa Mandiri, Muslimat NU Gelar Pendidikan Keterampilan Wirausaha (Sumber Gambar : Nu Online)

Tumbuhkan Jiwa Mandiri, Muslimat NU Gelar Pendidikan Keterampilan Wirausaha

Kami, lanjut Hj Nurhayati, atas nama tim penyelenggara acara ini menyampaikan terima kasih kepada PT Gensei Indonesia, seluruh pengurus PP Muslimat, NU dan semua hadirin. “Semoga pendidikan ini dapat membangun jiwa wirausaha mandiri pada diri kita semua.”

Sementara Direktur PT Gensei Indonesia Dato‘ Ahmad Amin Esa mengucapkan terima kasih kepada Muslimat NU atas kerja sama kedua pihak khususnya Hj Mimin dan Hj Nurhayati yang memediasi keduanya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Kita akan mengadakan pendidikan ini sebanyak dua kali. Dengan dua pendidikan yang memuat materi pemasaran dan pengenalan produk di dalamnya, kami berharap produk Susu Kambing Kurma Madu Indonesia (SKKMI) yang akan diluncurkan bulan depan terserap dengan baik di pasar,” kata Dato’ Amin.

Pendidikan ini diikuti oleh sedikitnya 70 peserta yang terdiri atas pengurus PP Muslimat NU, PW Muslimat NU DKI Jakarta, dan PC Muslimat se-Jabodetabek. Pada pertemuan ini, PT Gensei menurunkan H Torman bin Rosnan dan Toni Indra Haribawa sebagai pemateri motivasi kewirausahaan dan pengenalan produk SKKMI.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Pendidikan ini ditutup dengan pengarahan dari Ketum PP Muslimat NU Hj Khofifah Indar Parawansa. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Pesantren Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Inilah Bunyi Ikrar Kesetiaan Pagar Nusa kepada NKRI

Semarang, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Sedikitnya 3000 pesilat mengikuti apel akbar Pagar Nusa di di lapangan Simpang Lima Semarang, Jawa Tengah, Ahad (29/3). Dalam acara itu, mereka mengucapkan ikrar kesetiaan kepada Negara Kesatuan Repuiblik Indonesia (NKRI).

Inilah Bunyi Ikrar Kesetiaan Pagar Nusa kepada NKRI (Sumber Gambar : Nu Online)
Inilah Bunyi Ikrar Kesetiaan Pagar Nusa kepada NKRI (Sumber Gambar : Nu Online)

Inilah Bunyi Ikrar Kesetiaan Pagar Nusa kepada NKRI

Diawali dengan takbir tiga kali, ikrar itu dibaca Wakil Ketua Umum PBNU H Asad Said Ali secara sepotong-potong, kemudian diikuti semua peserta apel. Berikut bunyi teks ikrar kesetiaan Pagar Nusa dengan disaksikan ratusan tamu undangan.

 

Bismillahirrahmanirrahim

Asyhadu alla ilaaha illa-Llah, wa asyhadu anna muhammadar rasululuLlah, radlitu billahi rabba.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kami keluarga besar Pencak Silat Pagar Nusa seluruh Indonesia, berikrar:

Pertama, menjaga ukhuwah diniyyah, ukhuwah wathaniyah dan ukhuwah insaniyah, untuk keberlangsungan dakwah islamiyah ala Ahlussunnah wal Jamaah, demi keutuhan NKRI dan kedamaian umat manusia.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dua, mengawal perjuangan NU, kiai dan pesantren dalam menjaga ideologi, amalan, dan tradisi Aswaja, dari gempuran atau ajaran radikalisme.

Tiga, senantiasa meningkatkan keimanan, memperkokoh kebangsaan, serta menjunjung tinggi akhlakul karimah.

Usai ikrar, H. Asad menyampaikan tausiyah kepada pesilat Pagar Nusa. Ia mengajak Pagar Nusa meneruskan perjuangan para wali dan ulama yang telah melahirkan Nahdlatul Ulama. Saat ini, katanya, NU telah menjadi tulang punggung bangsa Indonesia.

 

Asad juga menegaskan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) merupakan perwujudan ayat Al-Quran yang berbunyi wama arsalnaaka illa rahmatallil alamin. "Islam itu rahmat untuk semesta alam, bukam Islam berdarah-berdarah. Bukan pula Islam yang membunuh orang tanpa alasan tetapi Islam yang penuh kasih sayang," tandasnya.

Di akhir tausiyahnya, Asad mempertegas komitmen Pagar Nusa bahwa NKRI harga Mati. "Kalau saya tanya siapa kita, jawab NU. Siapa kita, Pagar Nusa. NKRI harga mati, Pancasila Jaya," katanya penuh semangat. (Qomarul Adib/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Sejarah, RMI NU Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Belajar ke Timur Tengah, Kiai Said: Pulang Bawa Ilmu, Bukan Budayanya

Cirebon, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj menegaskan bahwa Islam Nusantara ialah Islam yang menghormati budaya, lebih dari itu, budaya dijadikan infrastruktur agama.

Demikian disampaikan Kiai Said pada acara Haul dan Khotmil Qur’an di Pesantren Kiai Haji Aqil Siroj (KHAS) di lapangan Pesantren Kempek, Cirebon, Jawa Barat, Jumat (20/10).

Belajar ke Timur Tengah, Kiai Said: Pulang Bawa Ilmu, Bukan Budayanya (Sumber Gambar : Nu Online)
Belajar ke Timur Tengah, Kiai Said: Pulang Bawa Ilmu, Bukan Budayanya (Sumber Gambar : Nu Online)

Belajar ke Timur Tengah, Kiai Said: Pulang Bawa Ilmu, Bukan Budayanya

Kiai kelahiran Kempek, Cirebon ini melanjutkan, para ulama Indonesia seperti Quraish Shihah, KH Abdurrahman Wahid, KH Ahmad Mustofa Bisri, dan dirinya yang pernah mengenyam bangku kuliah di Timur Tengah, tapi saat pulang membawa ilmu agama dan tidak membawa budayanya.

“Kami bangga dengan budaya nusantara. Agama kita dari arab memang, Al-Qur’an dari arab, Nabi Muhammad dari arab,” tegasnya. 

Ia pun mengungkapkan keheranannya, di saat masyarakat Timur Tengah sedang menghormati dan ingin mengenal Islam Nusantara dan Pancasila tapi sebagian masyarakat malah berkiblat ke Islam Timur Tengah.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Pada acara yang bertemakan Merawat Tradisi untuk Memperkokoh NKRI ini dihadiri Presiden Republik Indonesia (RI) H Joko Widodo, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heriawan, Pengasuh Pesantren KHAS Kempek, Cirebon KH Mustofa Aqil Siroj, dan sejumlah tokoh lainnya. (Husni Sahal/Fathoni)

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Budaya Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Selasa, 14 November 2017

SMK Berbasis Pesantren Jadi Model Pendidikan Unggulan

Jombang, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) berbasis pesantren harus menjadi model pendidikan masa depan untuk melahirkan tenaga-tenaga profesional yang memiliki karakter (moral), pengetahuan dan keterampilan. SMK berbasis pesantren ini tidak saja menghasilkan tenaga yang memiliki keterampilan, namun yang lebih penting adalah memiliki moral. 

Direktur Pembinaan SMK Direktorat Jenderal Pendidikan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Mustaghfirin Amin mengungkapkan hal itu menjawab Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah,  Ahad (2/8/2015), usai Diskusi dan Bedah Buku "Pesantren  Akar Pendidikan Islam Nusantara" yang ditulis A.Helmy Faishal Zaini, di Pondok Pesantren Denanyar, Jombang. Bedah buku menampilkan  penulisnya Helmy Faishal Zaini yang juga Ketua Fraksi PKB DPR RI, Pengasuh PP Denanyar KH Abdussalam Sokhib, intelektual muda NU Syafiq Hasyim dan Mustaghfirin. Bedah buku yang dipandu Khairul Anam.

SMK Berbasis Pesantren Jadi Model Pendidikan Unggulan (Sumber Gambar : Nu Online)
SMK Berbasis Pesantren Jadi Model Pendidikan Unggulan (Sumber Gambar : Nu Online)

SMK Berbasis Pesantren Jadi Model Pendidikan Unggulan

"Pesantren harus menjadi mediator, rujukan dalam pengelolaan pendidikan. Pesantren sudah teruji keunggulannya. Sebelum tahun 2004 orang tidak pernah bayangkan ada SMK berbasis pesantren. Ternyata kini menjadi model yang diunggulkan. Bahkan 2-3 tahun mendatang SMK berbasis pesantren akan semakin banyak lahir di tengah masyarakat," kata Mustaghfirin. 

Memang, kata Mustaghfirin, kalau Indonesia ingin maju, maka pesantrennya juga harus maju. Termasuk SMK berbasis pesantrennya juga harus maju. 

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Menurut Mustaghfirin, tahun ini ada 500 SMK berbasis pesantren yang didorong untuk terus meningkatkan pengembangannya. Sebanyak  250 SMK berbasis pesantren tersebut, sudah tergolong  besar dan memiliki mutu yang baik. 

"Alasan mengembangkan SMK berbasis pesantren ini adalah karena memiliki tiga nilai yang sekaligus dikembangkan. Yakni karakter (moral), pengetahuan dan keterampilan. Selama ini, lulusan SMK hanya memiliki satu-satu. Kalau punya keterampilan, belum tentu bermoral. Atau sebaliknya bermoral, tapi belum tentu terampilan," kata Mustaghfirin. 

Dalam pemaparannya, Mustaghfirin menyebutkan, saat ini ada 911 SMK berbasis pesantren. Sebanyak 250 sudah termasuk besar. Kemendikbud melihat SMK berbasis pesantren dikembangkan karena terbukti berhasil melahirkan tenaga-tenaga keterampilan yang bermoral. Apalagi jika dilihat dari isi buku yang dibedah ini, pesantren merupakan akar dari pendidikan Nusantara. 

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Pengembangan SMK berbasis pesantren bukan berarti menghilangkan ciri khas pesantrennya. Namun membantu SMK yang dipesantrenkan sehingga mampu menjawab tantangan ke depan yang dihadapi bangsa Indonesia," kata Mustaghfirin. 

Dikatakan, tahun 2030 mendatang, Indonesia berada pada urutan ketujuh yang memiliki tenaga profesional. Hal ini jika syaratnya bisa terpenuhi, yakni harus ada sekitar 113 juta tenaga profesional di Indonesia. Jika hanya mengandalkan dari lulusan perguruan tinggi yang hanya mampu dilahirkan rata-rata satu juta orang per tahun, jelas tidak terpenuhi. 

"Sementara itu, sebanyak 60 persen dari tenaga-tenaga profesional tersebut dari teknisi-teknisi menengah yang dihasilkan oleh SMK. Disini pentingnya kehadiran SMK berbasis pesantren. Harus didorong tumbuhnya SMK berbasis pesantren untuk melahirkan tenaga profesional yang memiliki moral dan keterampilan itu," kata Mustaghfirin menambahkan. 

Jika SMK berbasis pesantren memiliki siswa 600 orang, santri berhasil menjadi tenaga-tenaga profesional, maka SMK tersebut tidak perlu cari bantuan kemana-mana. Sudah memiliki potensi untuk mengembangkan diri, tambahnya. (Armaidi Tanjung/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Makam, Nahdlatul, News Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

IPNU-IPPNU Empat Kabupaten Gelar Kaderisasi Bersama

Kudus, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Kudus bersama Pimpinan Cabang IPNU-IPPNU seeks-Karesidenan Pati (Kudus, Pati, Rembang dan Blora) melaksanakan kaderisasi tingkat madya pada Corp Brigade Pembangunan (CPB) dan Korps Pelajar Putri (KPP), 5-7 Meti 2016, di Kudus, Jawa Tengah.

Dalam kegiatan yang kerapkali disebut Diklatmad (Pendidikan dan Latihan Madya) ini, Pimpinan Pusat IPNU mendelegasikan Sekretaris Umum IPNU Hadison Usmar untuk mendampingi serta mengawal jalannya proses kaderisasi. Sementara dari Pimpinan Pusat IPPNU mendelegasikan Ketua 2 Bidang Kaderisasi Rekanita Arin Mamlaka dan Komandan Nasional KPP Rekanita Miftahul Jannah.

IPNU-IPPNU Empat Kabupaten Gelar Kaderisasi Bersama (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Empat Kabupaten Gelar Kaderisasi Bersama (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Empat Kabupaten Gelar Kaderisasi Bersama

Mereka mengapresiasi PC IPNU dan IPPNU Kabupaten Kudus selaku tuan rumah serta PC di lingkungan eks-Karesidenan Pati yang sudah menyelenggarakan kegiatan tersebut, diharapkan, IPNU dan IPPNU terus melakukan konsolidasi dan kaderisasi untuk peningkatan eksiatensi organisasi.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kegiatan yang dibuka langsung oleh Ketua Tanfidziah PCNU KUDUS KH Abdul Hadi ini dihadiri sejumlah pengurus dari badan otonom di lingkungan PCNU Kudus, serta sejumlah pejabat pemerintah setempat. (Jarwo/Mahbib)

sudah menyelenggarakan kegiatan tersebut, diharapkan, IPNU dan IPPNU terus melakukan konsolidasi dan kaderisasi untuk peningkatan eksiatensi organisasi.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kegiatan yang dibuka langsung oleh Ketua Tanfidziah PCNU KUDUS KH Abdul Hadi ini dihadiri sejumlah pengurus dari badan otonom di lingkungan PCNU Kudus, serta sejumlah pejabat pemerintah setempat. (Jarwo/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Berita, Kiai Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Tim Investigasi PKB Dapatkan Kesimpulan Sementara Insiden Grati

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Tim investigasi yang dibentuk Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mendapatkan tiga kesimpulan sementara dari hasil penyelidikan yang dilakukan atas kasus Pasuruan, yaitu penembakan warga oleh anggota Marinir TNI Angkatan Laut.

"Kami telah menghimpun data awal, dari data dan fakta yang kami temukan baik berupa dokumen fotokopi surat kepemilikan tanah, dokumen pemberitaan, dan wawancara kami telah sampai pada kesimpulan sementara," kata Ketua Tim Investigasi PKB yang juga mantan Menteri Pertahanan (Menhan) Mahfud MD, di Jakarta, Ahad (4/6).

Menurut Mahfud yang juga anggota Komisi III DPR itu, kesimpulan sementara yang didapatkan, yaitu telah terjadi pelanggaran hukum pertahanan/militer, pertanahan, dan pidana dalam kasus sengketa maupun bentrokan antara warga dengan Marinir pada Rabu (30/5) yang mengakibatkan korban jiwa dan luka-luka.

Tim Investigasi PKB Dapatkan Kesimpulan Sementara Insiden Grati (Sumber Gambar : Nu Online)
Tim Investigasi PKB Dapatkan Kesimpulan Sementara Insiden Grati (Sumber Gambar : Nu Online)

Tim Investigasi PKB Dapatkan Kesimpulan Sementara Insiden Grati

Ia menjelaskan, dalam peristiwa bentrokan antara warga dan marinir telah terjadi pelanggaran terhadap Ketetapan MPR no VI dan VII/MPR/ 2000 serta Undang-undang Nomor 3 tahun 2002 tentang Pertahanan Negara.

Berdasarkan Ketetapan MPR No VI dan VII/MPR/2000 disebutkan bahwa TNI tidak boleh melakukan tugas keamanan dan hanya polisi yang memiliki wewenang tersebut.

"Kasus di Pasuruan menunjukkan kalau TNI melakukan tindakan pengamanan terhadap aksi warga, padahal seharusnya yang boleh melakukannya hanya polisi. Selain itu juga terjadi pelanggaran terhadap aset. Aset TNI harus dikelola TNI dan tidak boleh diserahkan kepada pihak lain," katanya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ia juga mengatakan telah terjadi pelanggaran terhadap undang-undang pertanahan. Berdasarkan data dan fakta yang didapatkan dari penduduk yang terkait dalam kasus sengketa tersebut, ditemukan banyak hak-hak milik tanah yang belum dialihkan.

"TNI mengaku membeli tanah pada warga lalu tanah dikuasai, ternyata muncul dari yang diklaim tersebut belum dialihkan. Telah ditemukan 430 dokumen berupa bukti kepemilikan girik atau petok asli milik warga dan ternyata itu belum dialihkan. Masalah ini telah melanggar undang-undang Tata Usaha Negara (TUN) dan perdata karena terkait hak milik," ujarnya. (ant/rif)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Nahdlatul Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah