Minggu, 12 November 2017

Muktamar Harus Putuskan Penyatuan Kartu Keanggotaan Resmi NU

Jombang, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Sebagai organisasi sosial keagamaan (jam’iyah diniyyah ijtima’iyah) yang memiliki anggota cukup banyak, sudah seharusnya NU memiliki data keanggotaan yang valid. Hal itu penting agar keberadaan jumlah anggota tidak hanya klaim, namun riil sebagai anggota resmi.

Muktamar Harus Putuskan Penyatuan Kartu Keanggotaan Resmi NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Muktamar Harus Putuskan Penyatuan Kartu Keanggotaan Resmi NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Muktamar Harus Putuskan Penyatuan Kartu Keanggotaan Resmi NU

"Karena itu yang sangat mendesak untuk dilakukan adalah menjadikan keanggotaan NU dalam satu kartu identitas resmi melalui putusan Muktamar," kata Sekretaris PCNU Jombang, H Muslimin Abdilla kepada Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah, Senin (6/4).?

Dia menandaskan, sudah saatnya semua lembaga, badan otonom maupun lajnah di NU tidak memiliki kartu identitas keanggotaan sendiri, melainkan menjadi satu identitas lewat Kartu Tanda Anggota NU atau Kartanu.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Di Kartanu kan sudah ada kualifikasi apakah yang bersangkutan adalah anggota NU, GP Ansor, Fatayat, Muslimat, IPNU, IPPNU, dan sebagainya," kata Cak Muslimin, sapaan akrabnya. Justru dari pemilahan keangotaan tersebut, lanjutnya, maka setiap banom atau lembaga dapat dengan mudah melihat secara pasti berapa anggota yang telah terdaftar.

Cak Muslimin sangat menyayangkan kalau selama ini terkesan ada ‘persaingan’ antara data pengurus dan anggota NU dengan banom serta lembaga yang ada. "Muslimat memiliki Kartu Tanda Anggota Muslimat atau Kartamus, demikian juga kepengurusan di GP Ansor maupun Fatayat serta yang lain mengeluarkan kartu keanggotaan sendiri,” ungkapnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Padahal menurutnya, andai data yang telah dikumpulkan lewat Kartanu dioptimalkan, maka perihal keanggotaan NU, baik di banom maupun lembaga serta lajnah dapat dengan mudah terpantau.

Oleh sebab itu, tambahnya, pada Muktamar ke-33 NU yang akan berlangsung di Jombang awal Agustus mendatang hendaknya hal ini menjadi pembicaraan serius. Muktamar nanti idealnya ada pembicaraan soal terintegrasinya keanggotaan NU melalui Kartanu ini.?

“Hal ini sebagai jawaban atas klaim besarnya jumlah jamaah NU serta tentunya data yang ada bisa dioptimalkan untuk memperjelas ? segmentasi keanggotaan yang ada,” pungkasnya. (Syaifullah/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Kiai, Budaya, Santri Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Fatayat NU Bondowoso Teken MoU Pembinaan Koperasi Syariah

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Pimpinan Cabang (PC) Fatayat NU Kabupaten Bondowoso melaksanakan kegiatan Penguatan Koperasi Syariah dan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understading) antara Fatayat NU dan PDAM Kabupaten Bondowoso.?

Fatayat NU Bondowoso Teken MoU Pembinaan Koperasi Syariah (Sumber Gambar : Nu Online)
Fatayat NU Bondowoso Teken MoU Pembinaan Koperasi Syariah (Sumber Gambar : Nu Online)

Fatayat NU Bondowoso Teken MoU Pembinaan Koperasi Syariah

Agenda kegiatan internal tersebut diikuti 45 Koperasi Binaan Pimpinan Cabang-Pimpinan Anak Cabang Koperasi Berbasis Keluarga Keagamaan. Kegiatan ini dilaksanakan di Pendopo Kantor Bupati Bondowoso Kecamatan Bondowoso Kabupaten Bondowoso Jawa Timur, Jumat (3/6).

Ketua Fatayat Bondowoso Nurdiana Khalifah mengatakan bahwa tujuan kegiatan ini sebagai pembinaan cara pembukuan koperasi dan mempertegas perbedaan mendasar antara koperasi syariah dan konvensional," jelasnya.

"Untuk penguatan dari internal pengurus Pimpinan Cabang (PC)," tegas Nurdiana, Sabtu (4/6).

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Nota Kesepahaman Fatayat NU dengan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) ? Kabupaten Bondowoso oleh Direktur Mulyadi dengan Fatayat NU Bondowoso yang di saksikan Bupati Bondowoso H Amin Said Husni, untuk realisasi Fatayat Water dan sekaligus Harlah Fatayat NU.

Maka dari itu, ia berharap penguatan juga berfungsi sebagai pembinaan kepada koperasi keluarga keagamaan dan kalau penandatanganan MoU itu untuk penguatan ekonomi organisasi di tingkat Pimpinan Cabang dan ke bawah.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ia menjelaskan narasumber dalam acara Penguatan Koperasi Syariah di antaranya Nur diana tentang ekonomi syariah, Ida fatmawati tentang cara pengisian buku-buku koperasi, Anisatul hamidah tentang akuntansi dasar. (Ade Nurwahyudi/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Hikmah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

MANU Nurussalam-Unnes Bekali Guru dengan Pembelajaran Quantum

Kudus, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Madrasah Aliyah Nahdlatul Ulama (MANU) Nurussalam – Universitas Semarang (Unnes ) membekali guru tentang model pembelajaran Quantum (QuantumTeaching in Action) berbasis TIK di Aula Madrasah desa Besito Gebog Kudus, Jawa Tengah, Sabtu (24/8). 

Kegiatan pelatihan guru itu diikuti 60 peserta dari kalangan pendidik tingkat SMA dan MA se-Kabupaten Kudus beserta mahasiswa PPL S-1 STAIN Kudus. 

MANU Nurussalam-Unnes Bekali Guru dengan Pembelajaran Quantum (Sumber Gambar : Nu Online)
MANU Nurussalam-Unnes Bekali Guru dengan Pembelajaran Quantum (Sumber Gambar : Nu Online)

MANU Nurussalam-Unnes Bekali Guru dengan Pembelajaran Quantum

Ketua Panitia Achmad Farchan menuturkan bahwa pelatihan ini diselenggarakan untuk mengoptimalkan metode dan model pembelajaran yang harus dijalankan guru dalam pelaksanaan kurikulum 2013. Pembelajaran tidak hanya menekankan aspek kognitif, tetapi juga harus menyentuh pada ranah afektif dan psikomotorik serta guru bertindak sebagai fasilitator dan mendorong siswa untuk aktif dan berpikir kritis serta berkarakter. 

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Model pembelajaran Quantum Teaching ini, mendalami bagaimana mengajar dengan cara yang menyenangkan sehingga siswa ketagihan belajar dan mampu meraih prestasi dahsyat,” jelas Farhan yang juga mahasiswa Kurikulum dan Teknologi Pendidikan Unnes. 

Kegiatan yang mengusung tema mengusung tema “Mari antarkan anak didik dengan mendidik sepenuh hati, untuk meraih prestasi dahsyat” ini imbuh Farchan, merupakan kepeduliaan Unnes melalui melalui program pengabdian masyarakat oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M).

 

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Harapannya, mampu meningkatkan kualitas pembelajaran yang interaktif dalam aplikasi model dan metode pembelajaran pada kurikulum 2013 yang bisa diterapkan oleh guru-guru madrasah,” katanya. 

Wakil Kepala MANU Nurussalam Achmad Machasin saat membuka acara mengatakan, sebagai seorang guru harus manyadari bahwa dirinya merupakan makhluk pembelajar, maka dari itu haruslah membuka diri terhadap keran informasi untuk terus menempa diri akan ilmu pengetahuan. Hal ini karena ilmu pengetahuan senantiasa berkembang mengikuti kebutuhan dan tuntutan masyarakat. 

“Usai pelatihan, guru mampu memahami model pembelajaran Quantum Teaching. Guru mampu menyusun media pembelajaran yang interaktif serta mampu menerapkan model pembelajaran ini dalam kegiatan belajar mengajar. Sehingga pada akhirnya mampu meningkatkan prestasi siswa,” harapnya. 

Pelatihan berlangsung penuh semangat dan interaktif, didampingi trainer muda Hudi Hermawan. Sesi pertama, diawali bagaimana membangun hubungan yang akrab dengan siswa, memotivasi siswa lewat pikiran bawah sadar. Dilanjutkan bagaimana menciptakan orkestrasi dalam proses pembelajaran serta ditutup cara menstimulasi beragam kecerdasan. 

Di akhir materinya, Hudi menegaskan bahwa ketika sudah di dipanggil bapak atau ibu guru, tidak ada alasan lagi untuk mengajar tidak dengan hati. “You never forget a good teacher,” tandas pria kelahiran Kendal ini. 

Pelatihan yang berlangsung sehari itu berlangsung menarik. Menurut salah satu peserta pelatihan Risya Umami, pelatihan ini mampu memotivasi guru serta tertantang untuk menerapkannya, meskipun tidak semua metode bisa diterapkan, dengan mempertimbangkan karakteristik atau norma dan nilai yang berlaku disekolah serta sarana dan prasarana. 

Hal senada juga diungkapkan oleh Djoko Warsito, guru SMAN 2 Bae. Menurutnya, pelatihan semacam ini sangat inspiratif, memotivasi guru untuk terus belajar menjadi lebih baik.

Redaktur     : Abdullah Alawi 

Kontributor : Qomarul Adib 

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Pemurnian Aqidah, Nahdlatul Ulama Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Syahadat dalam Shalat, Bentengi Diri dari Kekufuran

Assalamualaikum. Ustadz saya mau bertanya beberapa hal. 1. Disetiap shalat kita selalu mengucapkan syahadat, apakah dengan begitu kita terjaga dari kufur karena selalu memperbaruinya sehari 5x?

2. Jika mandi junub air kita siram kemungkinan ada bagian yg tidak terkena air siraman tersebut, sedangkan kita harus meratakan air keseluruh tubuh, apakah setelah kita siram lalu kita basuh atau gosok2an dengan tangan kita agar bagian lain terkena air siraman tdi (seperti ketiak dll) itu sudah termasuk dengan meratakan keseluruh tubuh ?

3. Jika untuk bersuci air yg digunakan harus suci lagi mensucikan, bagaimana jika bak yg digunakan tidak sampai dua kulah tapi air dari keran tetap dibuka terus agar air mengalir, apakah jika air itu dipakai untuk mandi junub lalu ada air yg telah kita siram kebadan masuk kedalam bak, apakah airnya tetap menjadi air suci lagi mensucikan (air keran tetap terbuka agar air mengalir)? mohon jawabannya

Terimakasih. Wassalamualaikum. (Ahmad, Depok)

Syahadat dalam Shalat, Bentengi Diri dari Kekufuran (Sumber Gambar : Nu Online)
Syahadat dalam Shalat, Bentengi Diri dari Kekufuran (Sumber Gambar : Nu Online)

Syahadat dalam Shalat, Bentengi Diri dari Kekufuran

 

Jawaban

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Wa’alaikum Saam wr. wb. Penanya yang budiman, semoga selalu dirahmati Allah swt. Ada tiga pertanyaan yang diajukan kepada kami. Yang pertama tekait dengan soal syahadat. Pertanyaan pertama sebenarnya tidak terkait secara langsung dengan persoalan fikih, tetapi lebih pada persoalan teologis.

Sedang yang kedua dan ketiga menyangkut soal air, dan terkait dengan persoalan fikih. Karena keterbatasan ruang waktu, maka kami tidak mungkin menjawab semua. Namun pertanyaan yang belum sempat kami jawab insya Allah akan dijawab pada kesempatan lain.

Kami akan memulai dengan menjawab pertanyaan yang pertama. Dalam konteks ini pertama-tama hal yang harus diketahui adalah tentang makna kufr atau kekufuran dan pada batas mana seseorang kemudian dianggap kufur. Dalam bahasa Arab arti kata kufr adalah tutup (as-satr wa at-taghthiyyah). Sedangkan kafir adalah isim fail dari kufr. Karenanya, malam dinamai kafir sebab ia menutupi sesuatu dengan kegelapannya.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Asal kata kufr secara bahasa maknanya adalah tutup. Dari makna ini maka malam disebut kafir (yang menutipi) karena menutupi segala sesuatu dengan kegelapannya. Seorang penyair berkata, ‘di suatu malam yang kegelapannya menutupi bintang-gemintang”. (Al-Khazin, Tafsir al-Khazin, Bairut-Dar al-Kutub al-Ilmiyyah, cet ke-1, 1425 H.2004 M, juz, I, h. 26)

Sedangkan dalam istilah syara` kufr adalah mengingkari apa yang sudah pasti datang atau dibawa oleh Rasulullah saw.

  ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

“Dan menurut syara` kufr adalah mengingkari apa yang sudah dipasti diketahui datang dari Rasulullah saw” (Nashiruddin al-Baidlawi, Anwar at-Tanzil wa Asrar at-Ta`wil, Dar Ihya` at-Turats al-Arabi, cet ke-1, 1418 H, juz I, h. 24)

Konsekwensi pengingkaran terhadap apa yang sudah diketahui secara pasti dibawa oleh Rasulullah saw berakibat kepada pengingkaran apa yang telah ditetapkan Allah swt. Sedang pelakunya disebut kafir.

Intinya orang dikatakan melakukan kufr (kekufuran) adalah ketika ia mengingkari Allah swt, atau mengingkari ke-esa-an-Nya atau mengingkari sesuatu yang sudah pasti diturunkan kepada Rasulullah saw, mengingkari kenabian beliau atau mengingkari salah satu utusan-Nya. Hal ini sebagaimana dikemukan oleh al-Baidlawi.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?  

“Dan kesimpulannya bahwa orang mengingkari Allah atau keesaan-Nya, mengingkari sesuatu yang Allah swt turunkan kepada Rasulullah saw atau mengingkari kenabian-nya atau salah satu utusan-Nya maka ia adalah orang kafir” (Al-Khazin, Tafsir al-Khazin, juz, I, h. 26)

Dengan demikian pada dasarnya ketika seseorang mengucapkan dua kalimat syahadat yaitu asyhadu an la ilaha illallah, wa anna muhammad rasulullah (aku bersaksi tiada tuhan selain Allah, dan Muhammad adalah utusan-Nya) maka hal itu bisa menyelamatkannya dari kekufuran. Sebab apa yang dimaksudkan dengan kedua syahadat tersebut adalah menafikan ketuhan selain Allah, dan hanya Dia yang berhak untuk disembah, dan pengakuan terhadap risalah kenabian Muhammad saw.     

Disamping itu jika ada seseorang yang diketahui kekufurannya, kemudian orang-orang melihat dia menjalankan shalat pada waktunya sampai ia menjalankan banyak shalat, tetapi mereka tidak mengetahui ia mengikrarkan syahadat dengan lisannya, maka ia dihukumi sebagai orang mukmin. Pandangan ini merupakan kesepakatan para ulama sebagaimana dikemukakan oleh Ishaq bin Rahawaih.      

? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

“Ishaq bin Rahawaih berkata, para ulama telah sepakat tentang sesuatu mengenai shalat yang tidak mereka sepakatinya dalam bentuk ibadah-ibadah lainnya. Kesepakatan mereka (dapat dipahami) karena mereka semua menyatakan bahwa orang yang diketahui kufur kemudian orang-orang melihat ia melakukan shalat pada waktunya sehingga ia melakukan banyak shalat, sedangkan mereka tidak mengetahui ia mengikrarkan dua kalimat syahadat dari lisannya, maka ia dihukumi sebagai mukmin” (Al-Qurthubi, al-Jami’ li Ahkam al-Qur`an, Riyadl-Dar ‘Alam al-Kutub, 1423 H/2003 M, juz, 7, h. 207)

Pertanyaannya kenapa dengan menjalankan shalat seseorang yang yang sudah diketahui kufur bisa dihukumi mukmin? Jawaban paling sederhana untuk menjelaskan hal ini karena dalam shalat ia mengucapkan dua kalimat syahadat.

Jadi, dua kalimat syahadat yang selalu diucapkan dalam shalat bisa melindungi kita dari kekufuran. Dan dalam sehari minimal lima kali kita diwajibkan untuk membentengi diri kita dari kekufuran. Demikian jawaban yang dapat kami kemukakan. Semoga apa yang kami kemukan dapat bermanfaat.

Wallahul muwaffiq ila aqwamith thariq, wassalamu’alaikum wr. wb. (Mahbub Ma’afi Ramdlan)

 

 

 

 

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Nasional, Pahlawan Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Menelusuri Sanad Keilmuan Islam Nusantara dari KH Taufiq Pekalongan

Pekalongan, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah?

Tim Anjangsana Islama Pascasarjana STAINU Jakarta tiba di kediaman ulama kharismatik asal Pekalongan KH Taufiq, Selasa (24/1) siang di Pondok Pesantren At-Taufiqy Rowokembu, Wonopringgo, Pekalongan, Jawa Tengah.

Rombongan Anjangsana tiba tepat ketika Kiai Taufiq mengadakan pengajian rutin hari Selasa untuk para ibu atau perempuan. Rombongan menelusuri jalan menuju Pesantren At-Taufiqy yang dipenuhi oleh ribuan ibu-ibu dalam posisi ndeprok membaca sholawat.

Menelusuri Sanad Keilmuan Islam Nusantara dari KH Taufiq Pekalongan (Sumber Gambar : Nu Online)
Menelusuri Sanad Keilmuan Islam Nusantara dari KH Taufiq Pekalongan (Sumber Gambar : Nu Online)

Menelusuri Sanad Keilmuan Islam Nusantara dari KH Taufiq Pekalongan

Setiap mengadakan pengajian, jamaah Kiai Taufiq memang selalu meluber hingga ke ujung jalan raya. Mereka menggelar berbagai jenis alas mulai dari koran, plastik, dan tikar mengisi halaman-halaman rumah penduduk.

Setelah pengajian selesai, rombongan Anjangsana menuju ruang penerimaan tamu di depan asrama putra Pesantren At-Taufiqy. Usai berbincang-bincang sejenak dengan pengurus pesantren, rombongan ditemui langsung oleh Kiai Taufiq.?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Usai mencium tangan Kiai Taufiq, rombongan memulai diskusi dan menyimak dengan khusyu ujaran-ujaran kiai yang dinilai mempunyai banyak karomah oleh masyarakat ini.

Guru Kiai Taufiq

Kiai Taufiq berguru ke Syekh Masduqi Lasem. Syekh Masduqi sendiri murid dari Syekh Umar Hamdan Al-Mahrasi al-Makki, Syekh Abbas al-Maliki al-Makki, Syekh Muhammad Ali bin Husein Al-Maliki Al-Makki, dan Syekh Al-Baqir.

Kiai Taufiq memberikan penjelasan Bahwa dahulu Gus Dur pernah menulis di Majalah Tempo sekiar tahun 1980-an tentang karomah dan keilmuan Islam Nusantara Syekh Yasin Al-Fadany dan Syekh Maduqie, baik pemikiran, karya manuskrip, hingga pengabdian tak terhingga untuk umat.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Syekh Masduqi mendapat gelar Asy-Syekh dikarenakan termasuk salah satu Ulama Indonesia yang mengajar di Masjidil Haram. Waktu itu sebutan Syekh dimiliki oleh 3 orang Ulama, yaitu Syekh Masduqi Al-Lasimy, Syekh Mahfudz Termas (kakak kandung Syekh Dimyati) dan Syekh Yasin Al-Fadany.

Di antara murid-murid Syekh Masduqi yaitu KH Ishomuddin (Pati), KH Salim (Madura), KH Mahrus Ali (Liriboyo, Kediri), KH Zayadi (Probolinggo), KH Abdullah Faqih (Langitan), KH Miftahul Akhyar (Surabaya), KH Jazim Nur (Pasuruan), KH Nur Rohmat (Pati), KH Zuhdi Hariri (Pekalongan), KH Taufiq (Pekalongan), KH Abdul Ghoni (Cirebon), KH Nur Rohmat (Pati), KH Abdul Mu’thi (Magelang) KH Abdulloh Schal (Bangkalan, Madura), KH Mashduqi (Cirebon) KH Makhtum (Cirebon), dan KH Syaerozi (Cirebon).

Mursyid Thariqah

Kiai Taufiq pernah mondok ke Krapyak. Sempat kuliah di IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Walau berhasil lulus, Kiai Taufiq tidak pernah mengambil ijazahnya. Dia membantu Mbah Ali Maksum di pondok.?

Saat ini, Kiai Taufiq dikenal sebagai Mursyid Thariqah Qadiriyah Naqsyabandiyah. Syekh Nadzim Al-Haqqoni dan Syekh Hisyam Kabbani selalu mengarahkan ke Kiai Taufiq atas siapa saja yang meminta ijazah thariqah.

Terkait pendidikan di Pesantren At-Taufiqy, Kiai Taufiq konsisten dengan pendidikan salaf. Dia juga mendorong agar santri menguasai berbagai bidang keterampilan, selain selalu menjaga kebersihan dan kedisiplinan.

Saat tiba kesempatan rombongan Anjangsana menilik pesantren, Kiai Taufiq menerangkan bahwa arsitektur bangunan pondok dikreasi dan dibangun sendiri oleh santri. Mereka memanfaatkan material tradisional yangikonstruksi secara menarik, unik, dan bersih. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Tegal, Warta, Kiai Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sabtu, 11 November 2017

Gus Ubaid: Kiai dan NU Mesti Saling Dukung

Jepara, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Rais Syuriyah PWNU Jateng KH Ubaidillah Shodaqoh menekankan perlunya kerja sama yang baik antara para kiai dan NU. Kekurangan para kiai sekarang ini, menurut Kiai Ubaidillah yang biasa dipanggil Gus Ubaid, bisa ditunjang dengan struktur NU.

Demikian disampaikan Gus Ubaid pada acara Doa Bersama dan Peringatan 100 hari wafatnya KH Ahmad Kholil di aula gedung NU lantai dua jalan Pemuda nomor 51 Jepara, Jum’at (12/12) sore.

Gus Ubaid: Kiai dan NU Mesti Saling Dukung (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Ubaid: Kiai dan NU Mesti Saling Dukung (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Ubaid: Kiai dan NU Mesti Saling Dukung

Kharisma kiai kini  perlu ditopang oleh eksistensi NU. “Karena spiritual ulama saat ini sudah semakin pudar maka keulamaan perlu ditunjuang dengan jamiyyah yang kuat,” tegasnya pada warga NU yang hadir.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Pengasuh pesantren Al-Itqon Semarang itu menyebutkan NU yang belum memiliki banyak lembaga semisal pertanian semasa Mbah Hasyim. Padahal waktu itu banyak kiai memiliki sawah. Saat itu meskipun belum membentuk lembaga keamanan, tetapi mereka jaduk dan ampuh.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Tidak punya lembaga kesehatan padahal kiai-kiai kita ali suwuk,” tambahnya.

Kiai Ubaid menambahkan saat ini banyak negara-negara di dunia misalnya Filipina dan Rusia yang gandrung dengan NU Islam Aswaja. “Hal itu harapnya perlu direspon dengan manajemen organisasi NU yang semakin mumpuni.”

Hadir dalam kegiatan Rais Syuriyah PCNU Jepara KH Kamil Ahmad, Ketua PCNU Jepara KH Asyhari Samsuri, Bupati Jepara H Ahmad Marzuqi, Kepala Kemenag Jepara H Muhdi, pengurus Banom, Lajnah dan MWCNU se-Jepara. (Syaiful Mustaqim/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Pendidikan Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Warga Tolak Penambangan Semen di Gembong Selatan

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Warga di sekitar Kawasan Karst Gombong Selatan, Kebumen, Jawa Tengah, menolak eksploitasi atas batuan karst di Gombong Selatan oleh PT Semen Gembong karena dinilai menusak lingkungan.

Warga Tolak Penambangan Semen di Gembong Selatan (Sumber Gambar : Nu Online)
Warga Tolak Penambangan Semen di Gembong Selatan (Sumber Gambar : Nu Online)

Warga Tolak Penambangan Semen di Gembong Selatan

Ketua Persatuan Rakyat Penyelamat Karst Gombong (Perpag) Simtilar mengatakan, menghidupkan investasi daerah tak harus dengan semata-mata mengeksploitasi sumber daya alam, yang pada gilirannya mengorbankan kepentingan masyarakat yang lebih luas.

Setelah perubahan regulasi yang mengatur Kawasan Bentang Alam Karst (KBAK) Gombong Selatan (Kepmen ESDM), peluang untuk mengubah kawasan lindung eco-karst menjadi kawasan budidaya tambang kian terbuka.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Kami melihat adanya indikasi manipulasi dalam penetapan KBAK yang baru. Terlebih dalam perubahan ini tak dilampiri detail peta batas-batas dan koordinat yang menjelaskan mana kawasan lindung dan mana kawasan budidaya,” ujarnya dalam siaran pers yang diterima Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah, Rabu (10/2).

Menurutnya, modus mengubah regulasi perlindungan KBAK yang tak partisipatif dan cenderung tertutup dari kajian kritis masyarakat luas, juga tak bisa diletakkan di atas isu otonomi daerah ataupun pertumbuhan iklim investasi daerah.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Simtilar menambahkan, serbuan kapital di sektor pertambangan semen yang mengincar berbagai daerah seperti Ajibarang, Wonogiri, Blora, Rembang, Pati, Gombong, semua bukan kepentingan masyarakat luas.

“Tapi lebih merupakan kepentingan pemodal yang hanya mengenal hukum akumulasi dan laba profit semata. Sedangkan kepentingan masyarakat luas akan bumi, air, udara dan seluruh kekayaan alam yang terkandung di dalamnya malah dikesampingkan,” ujanya.

Akan tetapi, imbuhnya, Pemkab Kebumen melalui Badan Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu telah mengumumkan permohonan izin lingkungan PT Semen Gombong melalui surat No. 503/03/P-IL/II/2016; dan membantu proses terbitnya izin operasionalisasi kegiatan tambang semen.

“Pemkab Kebumen tak perlu “pasang badan” membela tambang semen ataupun terbitkan izin lingkungan tambang semen di Gombong Selatan,” katanya.

Aksi Persatuan Rakyat Penyelamat Karst Gombong (Perpag) digelar di desa-desa seputar Kawasan Bentang Alam Karst Gombong Selatan, Rabu (10/2), antara lain di Desa Sikayu, Karangsari, Ragadana, Banyumudal, Nagaraji. (Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah News, Daerah, Halaqoh Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah