Sabtu, 11 November 2017

Gus Ubaid: Kiai dan NU Mesti Saling Dukung

Jepara, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Rais Syuriyah PWNU Jateng KH Ubaidillah Shodaqoh menekankan perlunya kerja sama yang baik antara para kiai dan NU. Kekurangan para kiai sekarang ini, menurut Kiai Ubaidillah yang biasa dipanggil Gus Ubaid, bisa ditunjang dengan struktur NU.

Demikian disampaikan Gus Ubaid pada acara Doa Bersama dan Peringatan 100 hari wafatnya KH Ahmad Kholil di aula gedung NU lantai dua jalan Pemuda nomor 51 Jepara, Jum’at (12/12) sore.

Gus Ubaid: Kiai dan NU Mesti Saling Dukung (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Ubaid: Kiai dan NU Mesti Saling Dukung (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Ubaid: Kiai dan NU Mesti Saling Dukung

Kharisma kiai kini  perlu ditopang oleh eksistensi NU. “Karena spiritual ulama saat ini sudah semakin pudar maka keulamaan perlu ditunjuang dengan jamiyyah yang kuat,” tegasnya pada warga NU yang hadir.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Pengasuh pesantren Al-Itqon Semarang itu menyebutkan NU yang belum memiliki banyak lembaga semisal pertanian semasa Mbah Hasyim. Padahal waktu itu banyak kiai memiliki sawah. Saat itu meskipun belum membentuk lembaga keamanan, tetapi mereka jaduk dan ampuh.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Tidak punya lembaga kesehatan padahal kiai-kiai kita ali suwuk,” tambahnya.

Kiai Ubaid menambahkan saat ini banyak negara-negara di dunia misalnya Filipina dan Rusia yang gandrung dengan NU Islam Aswaja. “Hal itu harapnya perlu direspon dengan manajemen organisasi NU yang semakin mumpuni.”

Hadir dalam kegiatan Rais Syuriyah PCNU Jepara KH Kamil Ahmad, Ketua PCNU Jepara KH Asyhari Samsuri, Bupati Jepara H Ahmad Marzuqi, Kepala Kemenag Jepara H Muhdi, pengurus Banom, Lajnah dan MWCNU se-Jepara. (Syaiful Mustaqim/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Pendidikan Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Warga Tolak Penambangan Semen di Gembong Selatan

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Warga di sekitar Kawasan Karst Gombong Selatan, Kebumen, Jawa Tengah, menolak eksploitasi atas batuan karst di Gombong Selatan oleh PT Semen Gembong karena dinilai menusak lingkungan.

Warga Tolak Penambangan Semen di Gembong Selatan (Sumber Gambar : Nu Online)
Warga Tolak Penambangan Semen di Gembong Selatan (Sumber Gambar : Nu Online)

Warga Tolak Penambangan Semen di Gembong Selatan

Ketua Persatuan Rakyat Penyelamat Karst Gombong (Perpag) Simtilar mengatakan, menghidupkan investasi daerah tak harus dengan semata-mata mengeksploitasi sumber daya alam, yang pada gilirannya mengorbankan kepentingan masyarakat yang lebih luas.

Setelah perubahan regulasi yang mengatur Kawasan Bentang Alam Karst (KBAK) Gombong Selatan (Kepmen ESDM), peluang untuk mengubah kawasan lindung eco-karst menjadi kawasan budidaya tambang kian terbuka.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Kami melihat adanya indikasi manipulasi dalam penetapan KBAK yang baru. Terlebih dalam perubahan ini tak dilampiri detail peta batas-batas dan koordinat yang menjelaskan mana kawasan lindung dan mana kawasan budidaya,” ujarnya dalam siaran pers yang diterima Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah, Rabu (10/2).

Menurutnya, modus mengubah regulasi perlindungan KBAK yang tak partisipatif dan cenderung tertutup dari kajian kritis masyarakat luas, juga tak bisa diletakkan di atas isu otonomi daerah ataupun pertumbuhan iklim investasi daerah.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Simtilar menambahkan, serbuan kapital di sektor pertambangan semen yang mengincar berbagai daerah seperti Ajibarang, Wonogiri, Blora, Rembang, Pati, Gombong, semua bukan kepentingan masyarakat luas.

“Tapi lebih merupakan kepentingan pemodal yang hanya mengenal hukum akumulasi dan laba profit semata. Sedangkan kepentingan masyarakat luas akan bumi, air, udara dan seluruh kekayaan alam yang terkandung di dalamnya malah dikesampingkan,” ujanya.

Akan tetapi, imbuhnya, Pemkab Kebumen melalui Badan Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu telah mengumumkan permohonan izin lingkungan PT Semen Gombong melalui surat No. 503/03/P-IL/II/2016; dan membantu proses terbitnya izin operasionalisasi kegiatan tambang semen.

“Pemkab Kebumen tak perlu “pasang badan” membela tambang semen ataupun terbitkan izin lingkungan tambang semen di Gombong Selatan,” katanya.

Aksi Persatuan Rakyat Penyelamat Karst Gombong (Perpag) digelar di desa-desa seputar Kawasan Bentang Alam Karst Gombong Selatan, Rabu (10/2), antara lain di Desa Sikayu, Karangsari, Ragadana, Banyumudal, Nagaraji. (Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah News, Daerah, Halaqoh Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Hari Ini, Laga Final LSN Region Sulawesi I dan Jatim II

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Liga Santri Nusantara (LSN) Region Sulawesi I menggelar laga final, Rabu (31/8) ini, pukul 15.00 WITA, di Lapanham PP DDI Kaballangan, Pinrang, Sulawesi Selatan. Region Sulawesi I meliputi Provinsi Sulawesi Selatan dan Provinsi Sulawesi Barat.

Hari Ini, Laga Final LSN Region Sulawesi I dan Jatim II (Sumber Gambar : Nu Online)
Hari Ini, Laga Final LSN Region Sulawesi I dan Jatim II (Sumber Gambar : Nu Online)

Hari Ini, Laga Final LSN Region Sulawesi I dan Jatim II

Di hari yang sama, final LSN Region Jatim II juga digelar di Stadion Brawijaya Kediri. LSN Region Jatim II yang bakal berlangsung pada pukul 15.30 WIB meliputi Kabupaten Kediri, Jombang, Malang, Batu, Nganjuk, Blitar, dan Tulungagung.

Menurut Koordinator LSN Region Sulawesi I Alimuddin Budung, laga final tersebut akan mempertemukan Pondok Pesantren DDI Kaballangang Pinrang versus Pondok Pesantren Al-Ihsan Kanang, Sulbar.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Alhamdulillah kita sudah memasuki babak final. Saya mengundang kepada seluruh masyarakat untuk menyaksikan laga final ini. Ini merupakan tontonan yang menarik," tandasnya.

Sementara itu, laga final LSN Jatim II mempertemukan antara Pondok Pesantren An Nur 2 Malang versus Pondok Pesantren Darut Taibin Tulungagung. Sedangkan, pertandingan untuk merebut juara ketiga mempertemukan antara Pesantren Queen Al Falah Ploso Kediri versus Pesantren Darul Ulum Rejoso Jombang pada pukul 13.30 WIB.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Untuk sementara, LSN di Jatim yang baru memastikan tiket ke babak 32 besar seri nasional adalah Pesantren Darul Huda Mayak. Darul Huda merupakan wakil dari LSN Region Jatim I. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Pendidikan, Anti Hoax Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Jumat, 10 November 2017

Kiai Tolhah Hasan: IPNU Harus Mampu Jawab Tantangan Saat Ini

Malang, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Menteri Agama era Presiden Abdurahman Wahid, KH Muhammad Tolhah Hasan berpesan, Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) harus mampu menjawab segala macam tantangan yang berkembang saat ini. Salah satu caranya adalah dengan mendesain dan melaksanakan program kerja yang menekankan pada kreativitas, inovasi, karya dan memiliki karakter yang kuat.

Kiai Tolhah Hasan: IPNU Harus Mampu Jawab Tantangan Saat Ini (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Tolhah Hasan: IPNU Harus Mampu Jawab Tantangan Saat Ini (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Tolhah Hasan: IPNU Harus Mampu Jawab Tantangan Saat Ini

“Program kerja jangka panjang tidak boleh luput. Sumber daya manusia yang berkualitas sudah sangat banyak, termasuk alumni yang tersebar di berbagai bidang. Ini harus benar-benar dimanfaatkan secara cerdas,” jelasnya saat membuka Rakerwil IPNU Jatim di Aula Pondok Pesantren Teknologi Ma’arif Singosari, Malang, Jawa Timur, Sabtu (30/1).

Salah satu pendiri Universitas Islam Malang (Unisma) ini juga berpesan pada pengurus IPNU, masa depan NU ditentukan oleh komitmen dan militansi dalam berproses di IPNU. Ia kemudian mencontohkan, salah satu kader sukses IPNU yang cukup membanggakan yakni Abdullah Azwar Anas. Menurutnya, mantan Ketua umum Pimpinan Pusat IPNU tersebut telah berhasil membuktikan bahwa menempa diri dengan sebaik-baiknya merupakan sebuah keharusan.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Dia (Azwar Anas, red) menjadi bupati terpilih dua periode bahkan baru-baru ini mendapatkan penghargaan dunia karena berhasil mengembangkan potensi wisata di Banyuwangi. Ke depan kita optimis ada yang seperti itu. Meski mengabdi pada umat bisa dengan apa saja tidak harus terjun di politik,” tegas penulis buku “Islam dalam Perspektif Sosio Kultural” ini.

Rakerwil kali ini mengangkat tema “Meningkatkan Sinergitas Menuju Tata Kelola Organisasi Berintegritas”. Ketua PW IPNU Jatim Haikal Atiq Zamzami mengatakan, IPNU tengah menghadapi tantangan yang cukup berat, yakni problem radikalisasi dan narkoba yang menimpa generasi muda. Apalagi dewasa ini? kedua masalah tersebut telah banyak menyasar pelajar, santri dan mahasiswa. Maka, menurutnya, gerakan yang sinergis, inovatif, dan mampu cepat berdaptasi dengan perubahan adalah hal yang tak bisa ditawar. (Lukman Hakim El Baqeer/Mahbib)

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah RMI NU, Internasional, Nahdlatul Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Pupujian Anak Adam Jadi Sound Track Film Santri Kelana

Subang, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Lagu pupujian "Anak Adam" bakal menjadi sound track film "Santri "Kelana" garapan Pengurus Cabang Nadlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Subang, Jawa Barat. Pupujian ini sering dikumandangkan menjelang shalat berjamaah dan cukup familiar di kalangan umat Islam di Jawa Barat.

Mengenai pupujian Anak Adam itu, tim pembuatan film "Santri Kelana" dari PCNU Subang sudah melakukan rekaman yang dikombinasikan dengan instrumen musik.

Pupujian Anak Adam Jadi Sound Track Film Santri Kelana (Sumber Gambar : Nu Online)
Pupujian Anak Adam Jadi Sound Track Film Santri Kelana (Sumber Gambar : Nu Online)

Pupujian Anak Adam Jadi Sound Track Film Santri Kelana

"Pertama, isi syair dan nilai yang diusung dalam pupujian Anak Adam ini penuh dengan makna. Kedua, dalam bait awal syair ada kata ngumbara (berkelana), begini: Anak Adam anjeun di dunya ngumbara (anak adam kamu hidup di dunia berkelana). Jadi saya kira ada relevansinya dengan judul film," kata Tito Taqiyudin (40), Sutradara Film Santri Kelana, di Pesantren Al-Mukhtariyyah, Subang, Kamis (9/5) malam.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ketiga, tambah Tito, pencipta pupujian ini anonim, tidak ada nama penciptanya. Ada yang bilang, inilah karakter Nusantara yang sebenarnya, kalau menciptakan sesuatu tidak mengharapkan imbalan materil yang diikat dengan hak cipta, yang diharapkan adalah justru imbalan moril berupa amal jariyah.

"Saya punya kitab pupujian Anak Adam, terbitan Toko Kairo Tasikmalaya, memang di sana tidak disebutkan penulisnya," katanya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ditambahkan Tito, pupujian anak adam ini terhitung cukup tua, karena pada masa kakeknya Tito masih hidup, pupujian itu sudah sering dikumandangkan di mushala yang ada di depan rumahnya.

Seperti diketahui, saat ini PCNU Kabupaten Subang sedang menggarap pembuatan film pendek yang berjudul "Santri Kelana". Pembuatan film ini direncanakan akan rampung sebelum bulan Ramadlan 1436 H tiba. Bagi masyarakat yang akan memberikan dukungan bisa bergabung di grup jejaring sosial facebook dengan nama grup Santri Kelana Subang. (Aiz Luthfi/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Ahlussunnah, Pesantren Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kepada Myanmar, Sekjen PBB: Pulangkan Pengungsi secara Bermartabat!

Paris, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres mengecam krisis kemanusiaan yang menimpa etnis Rohingya. Ia juga menuntut pemerintah Myanmar untuk menghentikan operasi militer dan bersedia membuka akses kemanusiaan di wilayah barat.

Kepada Myanmar, Sekjen PBB: Pulangkan Pengungsi secara Bermartabat! (Sumber Gambar : Nu Online)
Kepada Myanmar, Sekjen PBB: Pulangkan Pengungsi secara Bermartabat! (Sumber Gambar : Nu Online)

Kepada Myanmar, Sekjen PBB: Pulangkan Pengungsi secara Bermartabat!

Ia menyebut perubahan situasi ke arah darurat pengungsi dan krisis kemanusiaan di Myanmar itu sebagai yang paling cepat di dunia.

PBB menilai kekerasan mengerikan telah berlangsung di Myamnmar, antara lain dengan adanya kasus penembakan secara serampangan, serta penggunaan ranjau darat dan kekerasan seksual terhadap warga sipil. Di mata PBB, tindakan tersebut adalah pelanggaran HAM berat.

"Ini tak bisa diterima dan harus segera berakhir," tambah Guterres, Kamis, sebagaimana dilaporkan AFP, Jumat (29/9).

PBB memberikan label bagi tragedi ini sebagai praktik "pembersihan etnis". Guterres menyeru kepada pemerintah Myanmar untuk mengizinkan para relawan kemanusiaan masuk serta mengembalikan para pengungsi secara aman, bermartabat, sukarela, dan berkelanjutan di tempat asal.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Kenyataan di lapangan menuntut tindakan cepat untuk melindungi rakyat, mengurangi penderitaan, mencegah ketidakstabilan lebih lanjut, menunjukkan akar masalah, pada terakhir solusi yang tahan lama," katanya.

Kini lebih dari 500 ribu Muslim Rohingya memadati kamp-kamp pengungsian di wilayah perbatasan Bangladesh. Jumlah ini berasal dari eksodus yang terjadi sejak 25 Agustus lalu ketika militan Rohingya melancarkan serangan ke pos-pos keamanan perbatasan Myanmar. (Red: Mahbib)

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Quote Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Prof Zahro: Kitab Fiqih Bukan Sakral

Surabaya, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah
Guru besar IAIN Sunan Ampel Surabaya Prof DR H Ahmad Zahro MA berpendapat, kitab fiqih (hukum Islam) yang ditulis para ulama pada ratusan tahun silam bukanlah kitab yang sakral (suci).

"Kitab fiqih itu produk manusia yang mempunyai keterbatasan waktu dan perkembangan peradaban manusia, karena itu kitab fiqih boleh dipakai asal kontekstual," katanya di Surabaya, Jumat.

Terkait pidato pengukuhan dirinya sebagai guru besar Fakultas Tarbiyah IAIN Sunan Ampel Surabaya pada 30 Juli, ia mencontohkan, zakat dan haji yang diajarkan kitab fiqih sudah banyak yang tidak kontekstual.

"Kalau tidak kontekstual ya harus dikembalikan kepada Al-Qur’an dan Hadits. Dalam kitab fiqih, zakat diberlakukan untuk padi, kambing, dan sapi, padahal obyek pertanian dan peternakan sekarang banyak," katanya.

Oleh karena itu, kata dosen yang juga mengajar di Pesantren Tambakberas Jombang, Pesantren Darul Ulum Jombang, dan sebuah pesantren di Nganjuk itu, zakat yang diajarkan dalam kitab fiqih perlu dikontekstualkan.

"Kalau hanya padi, sapi, dan kambing yang boleh zakat, padahal sekarang ada ikan tambak, cengkeh, tebu, ternak lebah, dan obyek pertanian atau peternakan yang lebih besar hasilnya, maka petani miskin yang boleh zakat, sedangkan petani atau peternak kaya tidak," katanya.

Untuk masalah haji, katanya, juga perlu direformasi karena miqot (memulai) haji dengan pakaian ihrom yang diajarkan kitab fiqih adalah di tempat berkumpul manusia pada zaman Nabi Muhammad SAW.

"Padahal, lapangan atau pelabuhan pada zaman nabi sekarang sudah tidak ada dan jika dipaksakan tentu orang yang berhaji harus menempuh jarak yang jauh. Mestinya, miqot dapat dilakukan di bandara King Abdul Azis di Jeddah," katanya.

Menurut dia, miqot haji di bandara Jeddah itu sudah diberlakukan PBNU yang mewakili kalangan pesantren, tapi apa yang ditempuh PBNU itu harus diberlakukan untuk materi hukum Islam lainnya.

"Apa yang saya gagas mungkin akan banyak ditentang para ulama tua, karena saya sudah pernah diprotes KH Masduqi Mahfudh (Rois Syuriah PWNU Jatim), padahal apa yang saya lakukan lebih memiliki rujukan fiqih," katanya.

Ia menambahkan desakralisasi kitab fiqih yang tetap merujuk kitab fiqih terlebih dulu, kemudian dialihkan ke Al-Qur’an dan Hadits merupakan cara yang aman dibanding dengan cara-cara anak muda NU seperti Ulil Abshar Abdalla di JIL (Jaringan Islam Liberal).

"Kalau Ulil Absar dengan JIL itu kurang memiliki metodologi fiqih, sedangkan gagasan saya lebih hati-hati. Selain itu, kalau gagasan saya tidak dipahami maka fenomena JIL justru akan lebih meledak dan berbahaya," katanya.

Dalam kesempatan itu, Profesor Zahro menegaskan bahwa gagasan desakralisasi kitab fiqih (bukan desakralisasi fiqih) itu merupakan hasil penelitian atas 507 keputusan Lajnah Bahsul Masail (Lembaga Kajian Agama) PWNU Jatim yang tercatat 428 keputusan bersifat fiqih  dengan 362 keputusan diantaranya merujuk kitab fiqih yang minimal  berusia 200 tahn, bahkan ada kitab fiqih berusia 900 tahun masih dipakai rujukan.(ant/mkf)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Sejarah, Tegal, Nahdlatul Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Prof Zahro: Kitab Fiqih Bukan Sakral (Sumber Gambar : Nu Online)
Prof Zahro: Kitab Fiqih Bukan Sakral (Sumber Gambar : Nu Online)

Prof Zahro: Kitab Fiqih Bukan Sakral