Jumat, 10 November 2017

Kepada Myanmar, Sekjen PBB: Pulangkan Pengungsi secara Bermartabat!

Paris, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres mengecam krisis kemanusiaan yang menimpa etnis Rohingya. Ia juga menuntut pemerintah Myanmar untuk menghentikan operasi militer dan bersedia membuka akses kemanusiaan di wilayah barat.

Kepada Myanmar, Sekjen PBB: Pulangkan Pengungsi secara Bermartabat! (Sumber Gambar : Nu Online)
Kepada Myanmar, Sekjen PBB: Pulangkan Pengungsi secara Bermartabat! (Sumber Gambar : Nu Online)

Kepada Myanmar, Sekjen PBB: Pulangkan Pengungsi secara Bermartabat!

Ia menyebut perubahan situasi ke arah darurat pengungsi dan krisis kemanusiaan di Myanmar itu sebagai yang paling cepat di dunia.

PBB menilai kekerasan mengerikan telah berlangsung di Myamnmar, antara lain dengan adanya kasus penembakan secara serampangan, serta penggunaan ranjau darat dan kekerasan seksual terhadap warga sipil. Di mata PBB, tindakan tersebut adalah pelanggaran HAM berat.

"Ini tak bisa diterima dan harus segera berakhir," tambah Guterres, Kamis, sebagaimana dilaporkan AFP, Jumat (29/9).

PBB memberikan label bagi tragedi ini sebagai praktik "pembersihan etnis". Guterres menyeru kepada pemerintah Myanmar untuk mengizinkan para relawan kemanusiaan masuk serta mengembalikan para pengungsi secara aman, bermartabat, sukarela, dan berkelanjutan di tempat asal.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Kenyataan di lapangan menuntut tindakan cepat untuk melindungi rakyat, mengurangi penderitaan, mencegah ketidakstabilan lebih lanjut, menunjukkan akar masalah, pada terakhir solusi yang tahan lama," katanya.

Kini lebih dari 500 ribu Muslim Rohingya memadati kamp-kamp pengungsian di wilayah perbatasan Bangladesh. Jumlah ini berasal dari eksodus yang terjadi sejak 25 Agustus lalu ketika militan Rohingya melancarkan serangan ke pos-pos keamanan perbatasan Myanmar. (Red: Mahbib)

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Quote Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Prof Zahro: Kitab Fiqih Bukan Sakral

Surabaya, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah
Guru besar IAIN Sunan Ampel Surabaya Prof DR H Ahmad Zahro MA berpendapat, kitab fiqih (hukum Islam) yang ditulis para ulama pada ratusan tahun silam bukanlah kitab yang sakral (suci).

"Kitab fiqih itu produk manusia yang mempunyai keterbatasan waktu dan perkembangan peradaban manusia, karena itu kitab fiqih boleh dipakai asal kontekstual," katanya di Surabaya, Jumat.

Terkait pidato pengukuhan dirinya sebagai guru besar Fakultas Tarbiyah IAIN Sunan Ampel Surabaya pada 30 Juli, ia mencontohkan, zakat dan haji yang diajarkan kitab fiqih sudah banyak yang tidak kontekstual.

"Kalau tidak kontekstual ya harus dikembalikan kepada Al-Qur’an dan Hadits. Dalam kitab fiqih, zakat diberlakukan untuk padi, kambing, dan sapi, padahal obyek pertanian dan peternakan sekarang banyak," katanya.

Oleh karena itu, kata dosen yang juga mengajar di Pesantren Tambakberas Jombang, Pesantren Darul Ulum Jombang, dan sebuah pesantren di Nganjuk itu, zakat yang diajarkan dalam kitab fiqih perlu dikontekstualkan.

"Kalau hanya padi, sapi, dan kambing yang boleh zakat, padahal sekarang ada ikan tambak, cengkeh, tebu, ternak lebah, dan obyek pertanian atau peternakan yang lebih besar hasilnya, maka petani miskin yang boleh zakat, sedangkan petani atau peternak kaya tidak," katanya.

Untuk masalah haji, katanya, juga perlu direformasi karena miqot (memulai) haji dengan pakaian ihrom yang diajarkan kitab fiqih adalah di tempat berkumpul manusia pada zaman Nabi Muhammad SAW.

"Padahal, lapangan atau pelabuhan pada zaman nabi sekarang sudah tidak ada dan jika dipaksakan tentu orang yang berhaji harus menempuh jarak yang jauh. Mestinya, miqot dapat dilakukan di bandara King Abdul Azis di Jeddah," katanya.

Menurut dia, miqot haji di bandara Jeddah itu sudah diberlakukan PBNU yang mewakili kalangan pesantren, tapi apa yang ditempuh PBNU itu harus diberlakukan untuk materi hukum Islam lainnya.

"Apa yang saya gagas mungkin akan banyak ditentang para ulama tua, karena saya sudah pernah diprotes KH Masduqi Mahfudh (Rois Syuriah PWNU Jatim), padahal apa yang saya lakukan lebih memiliki rujukan fiqih," katanya.

Ia menambahkan desakralisasi kitab fiqih yang tetap merujuk kitab fiqih terlebih dulu, kemudian dialihkan ke Al-Qur’an dan Hadits merupakan cara yang aman dibanding dengan cara-cara anak muda NU seperti Ulil Abshar Abdalla di JIL (Jaringan Islam Liberal).

"Kalau Ulil Absar dengan JIL itu kurang memiliki metodologi fiqih, sedangkan gagasan saya lebih hati-hati. Selain itu, kalau gagasan saya tidak dipahami maka fenomena JIL justru akan lebih meledak dan berbahaya," katanya.

Dalam kesempatan itu, Profesor Zahro menegaskan bahwa gagasan desakralisasi kitab fiqih (bukan desakralisasi fiqih) itu merupakan hasil penelitian atas 507 keputusan Lajnah Bahsul Masail (Lembaga Kajian Agama) PWNU Jatim yang tercatat 428 keputusan bersifat fiqih  dengan 362 keputusan diantaranya merujuk kitab fiqih yang minimal  berusia 200 tahn, bahkan ada kitab fiqih berusia 900 tahun masih dipakai rujukan.(ant/mkf)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Sejarah, Tegal, Nahdlatul Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Prof Zahro: Kitab Fiqih Bukan Sakral (Sumber Gambar : Nu Online)
Prof Zahro: Kitab Fiqih Bukan Sakral (Sumber Gambar : Nu Online)

Prof Zahro: Kitab Fiqih Bukan Sakral

Awal Sya’ban 1438 H Jatuh pada Jumat 28 April

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengumumkan bahwa awal bulan Sya’ban 1438 Hijriah jatuh pada Jumat (28/4). Ikhbar ini berdasarkan hasil observasi langit oleh tim rukyah Lembaga Falakiyah PBNU.

Awal Sya’ban 1438 H Jatuh pada Jumat 28 April (Sumber Gambar : Nu Online)
Awal Sya’ban 1438 H Jatuh pada Jumat 28 April (Sumber Gambar : Nu Online)

Awal Sya’ban 1438 H Jatuh pada Jumat 28 April

Ketua Lembaga Falakiyah PBNU KH Ghazalie Masroeri mengatakan, rukyat yang dilakukan pada Rabu (26/4) petang atau bertepatan dengan 28 Rajab berkesimpulan bahwa hilal tidak terlihat di seluruh wilayah Indonesia. Sehingga, bulan Rajab disempurnakan menjadi tiga puluh hari (istikmal).

“Terima kasih atas partisipasi dan kontribusi Nahdliyin (dalam rukyat kali ini),” katanya dalam siaran pers.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ikhbar ini sesuai dengan data hisab Lembaga Falakiyah PBNU yang memprediksi bahwa tanggal 1 Sya’ban akan berlangsung pada Jumat Pon, 28 april 2017. Tinggi hilal pada pantauan Rabu petang mencapai -0 derajat 23 menit 37 detik.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Syaban adalah bulan kedelapan dalam hitungan kalender hijriah. Dalam bahasa Arab ia berasal dari kata syiab yang artinya jalan di atas bukit. Di bulan ini umat Islam dianjurkan mengamalkan amalan-amalan tertentu, khususnya pada malam pertengahan Sya’ban atau populer disebut Nisfu Sya’ban. (Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Internasional, Olahraga Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Khidmat untuk Negeri, Ansor Jombang Gelar Kompetisi Futsal se-Jatim

Jombang, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (GP) Ansor Jombang mengambil langkah berbeda untuk membuktikan pengabdiannya terhadap negeri. Kali ini, mereka merealisasikannya dengan mengadakan kompetisi futsal se-Jawa Timur mulai 5-7 Desember 2014.

Hal ini disampaikan Ketua Pimpinan Cabang GP Ansor Jombang, Zulfikar Damam Ikhwanto, saat pembukaan lomba futsal ini di Arena GOR Merdeka Jombang, Jum’at (5/12). “Amar makruf nahi mungkar itu bisa dilakukan dengan segala cara. Salah satunya dengan mengembangkan potensi pemuda melalui kompetisi seperti ini,” kata pria yang biasa dipanggil Gus Antok ini.

Khidmat untuk Negeri, Ansor Jombang Gelar Kompetisi Futsal se-Jatim (Sumber Gambar : Nu Online)
Khidmat untuk Negeri, Ansor Jombang Gelar Kompetisi Futsal se-Jatim (Sumber Gambar : Nu Online)

Khidmat untuk Negeri, Ansor Jombang Gelar Kompetisi Futsal se-Jatim

Lebih lanjut ia menyampaikan bahwa Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi, sudah memberikan kepastian kepada panitia untuk hadir ke acara yang diadakannya besok (Sabtu/6/12). “Saya bersama ketua panitia sudah menemui beliau di kediamannya, Sidoarjo, beberapa hari yang lalu. Dan kemarin sudah mengirimkan informasi via fax, bahwa beliau akan hadir disini besok pukul 18.30,” ujarnya saat memberikan sambutan di depan hadirin.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Senada dengan Gus Antok, Ketua Panitia Farid Al Farisi, mengatakan bahwa pelaksanaan kegiatan yang bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang, Komite Olahraga Nasional Indonesia (Koni) jombang, Forum Pimpinan Daerah (Forpimda) dan beberapa sponsor ini sebagai wujud dedikasi Ansor terhadap bangsa di dunia kepemudaan.

“Bahkan agenda ini akan kami usahakan dilaksanakan secara rutin setiap tahun. Dan semoga tetap didukung semua pihak, terutama bupati Jombang,” ungkap Gus Farid sembari menundukkan kepala menghadap bupati jombang sebagai bahasa isyarat permohonan restu.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Selesai membuka acara ini, kepda para wartawan, Bupati Jombang Nyono Suharli Wihandoko, menyatakan akan mendukung apabila kegiatan ini diadakan setiap tahun. “Kami siap mendukung. Walaupun saat ini masih belum dianggarkan di APBD, tapi kami bantu di luar alokasi dana itu,” kata pria berkumis yang biasa disapa Nyono ini.

“Kami berharap dari kegiatan yang sangat baik ini, bisa tumbuh generasi muda yang kompeten. Khususnya di bidang futsal. Selain itu, semoga ini tidak hanya semata-mata diniatkan untuk bertanding, tapi juga untuk membangun silaturrahim demi kebersamaan antar pemuda Ansor se-Jatim,” pungkasnya. (Romza/Abdullah)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Nasional, Budaya Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kamis, 09 November 2017

Ahmad Tohari: Novel Mbah Hasyim ini Inspiratif

Yogyakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. “Buku ini baca, ini amanat dari saya. Selain menikmati bahasa, muatannya sangat bagus, ini dapat menjawab pertanyaan Kiai Abdul Fatah, NU ini bagaimana? NU-nya rusak atau kadernya, atau NU tidak bisa masuk Ipad?”

Ahmad Tohari: Novel Mbah Hasyim ini Inspiratif (Sumber Gambar : Nu Online)
Ahmad Tohari: Novel Mbah Hasyim ini Inspiratif (Sumber Gambar : Nu Online)

Ahmad Tohari: Novel Mbah Hasyim ini Inspiratif

Itulah yang disampaikan oleh Ahmad Tohari dalam acara Bedah buku bedah yang berjudul “Sang Penakluk Badai” yang diselenggarakan oleh PWNU DIY, di kantor PWNU DIY jalan MT Haryono Selasa (14/05).

“Sebagai sastrawan buku ini sudah bagus, ini dapat menjawab realitas sosial NU saat ini,” ujar Ahmad Tohari, sastrawan NU berasal dari Banyumas.?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Dari riwayat yang ditulis, jelas Hadratus Syekh Hasyim Asy ‘ari sangat mempedulikan umat sekarang. Bukan seperti NU saat ini, yang banyak berorientasi empiris. Buku ini, menjawab permasalahan NU,” tambahnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dalam diskusi yang dilaksanakan pada jam 19:30, ini banyak dihadiri oleh kader-kader NU, terutama para pelajar. Turut hadir juga sebagai pembicara, di antaranya adalah Aguk Irawan Mn dan Ahmad Tohari. Sebelum acara bedah buku tersebut dimulai, ada beberapa tampilan puisi dari para kyai dan sastrawan Yogyakarta.

“Sepulang dari sini, saya berharap baca buku ini” tandas Ahmad Tohari memberi amanah para pengunjung.?

“Menulis buku setebal ini tidak mudah, tapi mas Aguk selaku penulisnya selesai menyelesaikan buku ini, ini merupakan luar biasa,” tambahnya.?

Redaktur ? ? : Mukafi Niam

Kontributor: Solikhin, Rokhim

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Warta Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kader Fatayat NU Ajibarang Raih Juara 1 Putri Fatayat NU Banyumas

Banyumas, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah - Laila Zahrotul Awaliya, salah satu kader Fatayat NU Kecamatan Ajibarang meraih Juara pertama dalam lomba pemilihan putri Fatayat NU Kabupaten Banyumas? tahun 2017. Lomba ini diadakan untuk memperingati harlah (Hari Lahir) Ke-67 Fatayat NU, Senin (24/4).

Laila Zahrotul Awaliya yang akrab disapa Awal mengaku sangat senang dan bahagia bisa menjadi juara pertama dalam lomba tersebut. "Ini adalah kado terindah yang saya berikan buat Fatayat NU Ajibarang," katanya ketika diwawancarai.

Kader Fatayat NU Ajibarang Raih Juara 1 Putri Fatayat NU Banyumas (Sumber Gambar : Nu Online)
Kader Fatayat NU Ajibarang Raih Juara 1 Putri Fatayat NU Banyumas (Sumber Gambar : Nu Online)

Kader Fatayat NU Ajibarang Raih Juara 1 Putri Fatayat NU Banyumas

Ia mengatakan, juara ini bukan untuk dirinya melainkan dia persembahkan untuk Pimpinan Anak Cabang (PAC) Fatayat NU Kecamatan Ajibarang dan Pimpinan Ranting (PR) Fatayat NU Desa Lesmana.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Tentunya saya tidak berjuang sendirian, di situ banyak sahabat-Fatayat yang selalu mendukung saya sehingga bisa menjadi juara," jelasnya.

Sebagai juara pertama Awal mendapatkan piala dan uang tunai sebesar Rp 750.000,00 serta berhak memakai mahkota putri Fatayat NU Kabupaten Banyumas 2017. "Uang tersebut nantinya akan saya berikan untuk kas Fatayat," lanjut Awal.

Ahmad Soim, Suami Laila Zahrotul Awaliya mengaku sangat bangga dengan kiprah gerakan istrinya di Fatayat sertra prestasi yang diraih istrinya tersebut. (Kifayatul Ahyar/Alhafiz K)

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Fragmen, Khutbah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Cetak Kader Religus-Nasionalis, PMII STAI Denpasar Gelar Mapaba

Denpasar, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah 

Pengurus Komisariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Denpasar, Bali menerima anggota baru melalui Masa Penerimaan Anggota Baru (MAPABA). Kegiatan tersebut berlangsung di desa Dalang, Kecamatan Selemadeg Timur, Kabupaten Tabanan 29 September-1 Oktober lalu.

Cetak Kader Religus-Nasionalis, PMII STAI Denpasar Gelar Mapaba (Sumber Gambar : Nu Online)
Cetak Kader Religus-Nasionalis, PMII STAI Denpasar Gelar Mapaba (Sumber Gambar : Nu Online)

Cetak Kader Religus-Nasionalis, PMII STAI Denpasar Gelar Mapaba

Pada Mapaba yang diikuti belasan mahasiswa dan mahasiswi itu, panitia pelaksana mengambil tema "Membangkitkan Jiwa Nasionalis serta Menjunjung Tinggi Nilai Kemanusiaan dan Keadilan". 

Menurut Ketua Panitia Mapaba Agus Irawan, kegiatan itu diadakan untuk mencetak kader PMII yang religius dan nasionalis sebagai pelanjut pergerakan organisasi itu di Denpasar. 

PMII, kata dia, melihat jiwa nasionalis pada mahasiswa dan mahasiswi di Denpasar semakin menurun. Hal itu disebabkan oleh apatisnya terhadap permasalahan yang ada di Indonesia dan adanya sekelompok orang yang ingin menggantikan Pancasila.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sedangkan Ketua Komisariat PMII STAI Denpasar Teguh Irwansyah berharap anggota PMII baru itu menjadi kader yang berwawasan kebangsaan dengan pijakan Islam yang rahmatan lil alamin.

“Selain itu dapat memberikan sikap loyalitas terhadap organisasinya," tegasnya.

Ketua PC PMII Denpasar Moh. Nur Wakhid Al-Hadi pada acara penutupan Mapaba mengajak untuk bersama-sama menanamkan rasa haus akan ilmu. 

“Ini adalah modal utama bagi kita untuk menjadi agen of change yang akan mengemban tongkat estafet untuk generasi penerus Bangsa ke depan,” katanya. (Red: Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Fragmen, Kyai Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah