Kamis, 02 November 2017

Belum Ada Ongkos, Belum Wajib Haji

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Rais Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Saifuddin Amsir menyatakan kewajiban haji bagi setiap muslim bergantung pada sejumlah kesiapan yang bersangkutan. Kesiapan itu antara lain mencakup ongkos perjalanan menuju tanah suci.

“Kalau belum ada ongkos, seseorang belum berkewajiban menjalankan ibadah haji,” kata KH Saifuddin kepada Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah di kediamannya di bilangan Cipinang Melayu, Kecamatan Makassar, Jakarta Timur, Rabu (11/9) malam.

Belum Ada Ongkos, Belum Wajib Haji (Sumber Gambar : Nu Online)
Belum Ada Ongkos, Belum Wajib Haji (Sumber Gambar : Nu Online)

Belum Ada Ongkos, Belum Wajib Haji

Lain soal kalau seseorang berangkat haji diongkosi orang lain. Atau misalnya ia mengongkosi hajinya dengan cara berhutang di mana ia memiliki cadangan pasti investasi buat membayar hutangnya kelak. Ini sah-sah saja, tambah KH Saifuddin.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

KH Saifuddin merinci ongkos yang meliputi segala biaya perjalanannya berangkat dan pulang. Segala kebutuhannya selama melaksanakan ibadah haji pun masuk dalam daftar ongkos ibadah haji.

Kecuali itu, caloh jemaah haji juga wajib memasukkan biaya kebutuhan orang rumahnya selama peribadatan haji dalam daftar anggaran ongkos haji, jelas KH Saifuddin. 

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kalau orang punya tanah seluas 80 hektar, tentu ia sudah kena kewajiban berangkat haji,tegas KH Saifuddin.

Masalah kemampuan ini penting untuk diperhatikan karena menyangkut wajib-tidaknya haji, tutup KH Saifuddin.  

Penulis: Alhafiz Kurniawan

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Sholawat, Warta, Pertandingan Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

PMII Jawa Timur Tagih Janji Gubernur Soekarwo

Surabaya, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Saat menghadiri resepsi pelantikan pengurus Pimpinan Koordinator Cabang (PKC) PMII Jawa Timur (Jatim) di Balai Pemuda Suabaya, Sabtu (3/9), Gubernur Soekarwo ditagih janjinya saat kampanye pada pemilukada lalu. Acara yang juga dikemas dengan halaqoh akbar IKA PMII se-Jatim tersebut dihadiri Menpora Imam Nahrawi.

PMII Jawa Timur Tagih Janji Gubernur Soekarwo (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Jawa Timur Tagih Janji Gubernur Soekarwo (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Jawa Timur Tagih Janji Gubernur Soekarwo

Dalam sambutannya, Ketua PKC PMII Jatim Zainudin, berpesan kepada Gubernur Soekarwo bahwa SDM kader PMII di Jatim memiliki potensi yang bisa diandalkan. Apalagi daerah pelosok seperti di Madura. Karenanya, kader PMII siap mengawal dan memback-up bersama dari jajaran rayon hingga cabang berkenaan dengan program Pemprov Jatim.

"Saya berkata seperti ini, sebab saya masih teringat terhadap visi dan misi Pak Karwo waktu kempanye. Bahwa, Pak Karwo akan meningkatkan SDM Jawa Timur, sehingga kader PMII siap mengawal dan mendukung peningkatan SDM dalam memaksimalkan pemanfaatan SDA di Jatim," tukasnya.

Gubernur Soekarwo sendiri mengaku tidak pernah melupakan janji politiknya yang kini tertuang dalam visi dan misi pemerintahannya. Dia berjanji akan merangkul semua pihak dalam peningkatan SDM di Jawa Timur. (Hairul Anam/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Ubudiyah, Pendidikan, Tokoh Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Hj Khofifah: Pemberantasan Narkoba PR Muslimat NU

Demak, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muslimat NU menyatakan prihatin terhadap darurat narkoba yang menimpa Indonesia. Mereka menggelar tur keliling Indonesia untuk membentuk laskar antinarkoba di seluruh cabang Muslimat NU. Hj Khofifah Indarparawansa meminta anggota Muslimat NU untuk turut serta menanggulangi peredaran narkoba.

Narkoba dengan berbagai ragamnya merupakan perusak paling besar jiwa dan mental anak bangsa. Karena siapa pun yang telah mengonsumsinya secara perlahan jaringan syarafnya akan rusak sehingga pemakainya akan mengalami gangguan jiwa.

Hj Khofifah: Pemberantasan Narkoba PR Muslimat NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Hj Khofifah: Pemberantasan Narkoba PR Muslimat NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Hj Khofifah: Pemberantasan Narkoba PR Muslimat NU

“Pemakai narkoba 60% mengalami gangguan jiwa. Ini sangat memprihatinkan dan ini PR besar Muslimat NU,” tegas Ketua Umum Muslimat NU Hj Khofifah usai melantik pengurus baru Muslimat NU Demak di alun-alun depan Masjid Agung Demak, Sabtu (16/4).

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ia mengajak warga Muslimat NU mendukung gerakan antinarkoba dimulai dari anak, keluarga, dan lingkungannya masing masing. Pencegahan di lingkungan terkecil merupakan antisipasi atas maraknya peredaran narkoba yang sudah menyasar ke segala penjuru dan di semua kalangan masyarakat termasuk instansi pemerintah dan swasta.

“Bu, saya mengajak panjenengan semua sejak dini setidaknya mulai dari keluarga dan lingkungan untuk gerak bersama memberantas narkoba,” imbau Khofifahdi tengah ribuan hadirin. (A Shiddiq Sugiarto/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Pendidikan Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Rabu, 01 November 2017

Kunjungi PBNU, JK Doakan NU Tambah Maju dan Makmur

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) memenuhi undangan PBNU dalam kapasitasnya sebagai salah seorang mustasyar atau penasehat PBNU dalam rapat tertutup yang berlangsung pada Rabu (16/4).

Kunjungi PBNU, JK Doakan NU Tambah Maju dan Makmur (Sumber Gambar : Nu Online)
Kunjungi PBNU, JK Doakan NU Tambah Maju dan Makmur (Sumber Gambar : Nu Online)

Kunjungi PBNU, JK Doakan NU Tambah Maju dan Makmur

Kepada para wartawan, ia menegaskan, sama sekali tidak ada pembicaraan politik dalam pertemuan tersebut. “Saya datang ke PBNU bukan hanya sekarang, saya selalu datang kalau diundang,” jelasnya.

Meskipun tidak menjelaskan detail pertemuan tersebut, rapat tersebut merupakan upaya untuk terus meningkatkan kinerja organisasi.?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Saya berdoa NU terus maju dan tambah makmur,” tandasnya.?

JK merupakan putra H Kalla, tokoh NU di Sulawesi Selatan. Dalam penyelenggaraan muktamar ke-32 di Makassar tahun 2010 lalu, ia membantu mensukseskan acara lima tahunan NU tersebut.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ia merupakan salah satu calon presiden yang diusung oleh Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), partai yang pendiriannya difasilitasi oleh PBNU.

KH Said Aqil Siroj yang mendampingi JK menjelaskan, rapat tersebut membahas berbagai persoalan internal organisasi, diantaranya rencana penyelenggaraan musyawarah nasional dan konferensi besar (munas dan konbes) yang akan berlangsung awal Mei mendatang di Jakarta. ?

Rapat tersebut dihadiri oleh Rais Aam PBNU KH Mustofa Bisri, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj serta para pengurus NU lainnya. (mukafi niam)

Foto: antara

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Quote, Anti Hoax Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Munas dan Konbes NU 2017 Jadi Sarana Promosi Pariwisata Mataram

Mataram, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Wali Kota Mataram Ahyar Abduh mengatakan penyelenggaraan Musyawarah Nasional (Munas) dan Konferensi Besar (Konbes) Nadhlatul Ulama (NU) 2017 di Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada 23-26 November 2017 mendatang sebagai kehormatan besar bagi Kota Mataram.

Pemkot Mataram Siap Sambut Munas dan Konbes NU 2017

Munas dan Konbes NU 2017 Jadi Sarana Promosi Pariwisata Mataram (Sumber Gambar : Nu Online)
Munas dan Konbes NU 2017 Jadi Sarana Promosi Pariwisata Mataram (Sumber Gambar : Nu Online)

Munas dan Konbes NU 2017 Jadi Sarana Promosi Pariwisata Mataram

Ahyar meminta panitia penyelenggara, organisasi perangkat daerah (OPD) Mataram,  dan masyarakat Mataram untuk mempersiapkan diri menyambut kedatangan tamu-tamu peserta dan para kiai sepuh NU dari seluruh Indonesia, dan juga tamu dari negara-negara sahabat.

"Kita mem-back up berupa dana hibah Rp2 miliar dari Pemerintah Kota Mataram. Alhamdulillah, Mataram dipercaya sebagai tempat Munas dan Konbes NU 2017," ujar Ahyar seusai rapat koordinasi persiapan Munas dan Konbes NU 2017 di Kantor Wali Kota Mataram, Selasa (31/10).

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahyar menilai, pagelaran Munas dan Konbes NU yang baru pertama kali digelar di Mataram akan memberikan dampak yang sangat besar, baik dari segi citra Mataram sebagai destinasi wisata, maupun aspek perekonomian para pelaku wisata di Bumi Seribu Masjid.

Meskipun Kota Mataram sudah berulang kali menggelar event berskala nasional maupun internasional,  Ahyar tetap memegang tiga prinsip utama dalam setiap kegiatan, yakni sukses penyelenggaraan, sukses pencitraan, dan juga sukses ekonomi. Dengan penyelenggaraan Munas dan Konbes NU 2017, Ahyar meyakini citra Mataram sebagai destinasi wisata akan semakin meningkat.

Dari sisi ekonomi, kegiatan Munas dan Konbes NU 2017 juga memiliki peluang besar bagi para pelaku industri wisata, termasuk industri kecil dan menengah untuk menjajakan produk dan hasil kerajinan tangan. Pasalnya, jumlah peserta Munas dan Konbes NU berdasarkan catatan resmi panitia berkisar sebanyak 1.200 peserta. Angka ini belum termasuk para kyai sepuh, tamu undangan, dan partisipan yang ikut memeriahkan Munas dan Konbes NU.

"Tamu banyak kan bawa manfaat bagi masyarakat, karena tamu pasti ingin menikmati kuliner dan bawa oleh-oleh ketika pulang, lalu hotel-hotel juga bisa penuh," lanjut Ahyar. 

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahyar juga meminta Dinas Perdagangan Mataram untuk mendukung bazar dan pasar rakyat di Islamic Center sebagai sarana promosi kuliner, hingga kerajinan tangan khas Mataram, dan juga Lombok.

"Mari kita sambut munas dan konbes NU. Ini adalah tamu-tamu terhormat yang akan datang, seperti para kyai-kyai dari seluruh Indonesia," tambah Ahyar. (Red: Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Aswaja, Ulama, News Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Selasa, 31 Oktober 2017

LPBINU DKI Sosialisasi Kesiapsiagaan Bencana lewat Dongeng

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU) DKI Jakarta menyelenggarakan Road Show Dongeng Anak Nusantara sebagai bentuk edukasi dan sosialisasi nilai-nilai tentang berbakti pada orang tua, guru, dan kesiapsiagaan dalam penanggulangan bencana serta cara menyayangi lingkungan hidup.

Ketua LPBINU DKI Jakarta M. Wahib mengatakan,? program ini terlaksana atas kerja sama LPBINU DKI Jakarta dengan Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Dini Indonesia (Himpaudi). Senin (24/10) hari ini, acara diselenggarakan di gedung Perpustakaan Jakarta Barat. Sebelumnya acara serupa dilaksanakan di RPTRA (Ruang Publik Terbuka Ramah Anak) Kedoya Utara.

LPBINU DKI Sosialisasi Kesiapsiagaan Bencana lewat Dongeng (Sumber Gambar : Nu Online)
LPBINU DKI Sosialisasi Kesiapsiagaan Bencana lewat Dongeng (Sumber Gambar : Nu Online)

LPBINU DKI Sosialisasi Kesiapsiagaan Bencana lewat Dongeng

“Kerja sama ini akan terus dilaksanakan di beberapa tempat,” katanya didampingi Desi Setyowahyuni, ketua manajemen dongeng LPBINU dan Tim. Hal ini juga diamini? Dewi sebagai ketua Himpaudi Duri Kepa Jakarta Barat.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Penyampaian nilai-nilai melalui media dongeng dinilai sangat efektif untuk anak-anak yang juga sering menjadi korban bencana alam. Lewat pendongeng Kak Toni bersama bonekanya, Dodo, dongeng diharapkan menyentuh emosi anak-anak sehingga tebangun kesadaran tentang pentingnya peduli terhadap alam. Dongeng kali ini tidak hanya dihadiri anak-anak namun? juga para orang tua dan guru yang mendampingi.

Sarah, Kepala Bidang Pelayanan Perpustakaan Jakarta Barat mengucapkan terima kasih kepada LPBINU DKI Jakarta yang telah memilih perpustakaan sebagai bagian dari wahana sosialisasi tentang kesiapsiagaan bencana dan peduli lingkungan. Ia berharap LPBINU DKI Jakarta dapat melaksanakan sosialisasi melalui dongeng di Perpustakaan Jakarta Barat secara terjadwal dan periodik. (Red: Mahbib)

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah AlaNu Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kemenag Surabaya Sosialisasikan Aturan Baru Terkait Haji

Surabaya, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Tidak semua kaum muslimin di tanah air bisa mendaftar dan berangkat haji. Kementerian Agama (Kemenang) baru saja membuat aturan terkait ibah haji yang perlu diketahui kaum muslimin.

Kemenag Surabaya Sosialisasikan Aturan Baru Terkait Haji (Sumber Gambar : Nu Online)
Kemenag Surabaya Sosialisasikan Aturan Baru Terkait Haji (Sumber Gambar : Nu Online)

Kemenag Surabaya Sosialisasikan Aturan Baru Terkait Haji

Kepala Seksi Haji dan Umrah Kementerian Agama Kota Surabaya, KH Farmadi Hasyim menjelaskan sejumlah aturan tersebut pada kegiatan Ngaji Manasik Haji dan Umrah yang diselenggarakan salah satu kelompok bimbingan ibadah haji di Surabaya, Ahad (15/5).

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Kementerian Agama mematok usia minimal calon jamaah haji atau CJH adalah 12 tahun," kata Kiai Farmadi, sapaan akrabnya di hadapan jamaah yang hadir. Hal tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Agama (PMA) Nomor 29 Tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji Reguler. "Aturan tersebut berlaku secara serentak di seluruh Indonesia sejak 18 April 2016," kata Wakil Ketua PW Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama Jatim ini.

Alumnus UIN Sunan Ampel Surabaya tersebut menuturkan ada beberapa alasan yang menjadi pertimbangan lahirnya keputusan itu. "Salah satunya, masalah kematangan umur atau yang dalam bahasa fiqih disebut baligh," terangnya. Umur dikhawatirkan dapat berpengaruh pada proses ibadah saat di Tanah Suci secara penuh. Hal itu dapat terjadi jika usia minimum pendaftaran tidak dibatasi, lanjutnya.

Pada kesempatan tersebut, Kiai Farmadi juga menjelaskan PMA Nomor 29 Tahun 2015 merupakan perubahan dari PMA Nomor 14 Tahun 2012 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji Reguler. Ada beberapa poin yang dihapus atau digantikan dalam aturan tersebut. Misalnya, pasal 4 ayat (1) PMA 14/2012 yang mengatur syarat mendaftar haji sehat jasmani dan rohani (keterangan dokter). Dalam aturan baru, ketentuan itu dihapus dan digantikan dengan syarat usia minimal pendaftaran CJH.

Aturan tersebut pun disusul dengan penghapusan ayat (3) PMA 14/2012 tentang ketentuan penggunaan kartu identitas lain bagi CJH di bawah 17 tahun. Sebab, dengan pembatasan usia 12 tahun, CJH dimungkinkan memiliki kartu identitas resmi saat akan berangkat.

Yang juga layak diketahui publik adalah bagi mereka yang pernah menunaikan ibadah haji. "PMA 29/2015 ini juga mengatur pendaftaran mereka yang telah berhaji," ungkapnya. Sesuai pasal 3 ayat (4), jamaah haji yang pernah menunaikan ibadah haji baru dapat melakukan pendaftaran haji setelah sepuluh tahun sejak menunaikan ibadah haji yang terakhir.

"Dengan aturan ini pemerintah akan memberikan prioritas mereka yang belum berhaji, mengingat masa tunggu keberangkatan haji saat ini sudah terlalu lama," jelasnya.

Sebagai abdi masyarakat dan negara, Kiai Farmadi akan terus melakukan sosialisasi sejumlah aturan baru yang akan berlaku untuk musim haji tahun ini. "Penjelasan juga diperlukan sebagai pengetahuan bagi mereka yang akan mendaftar, maupun yang sudah ada kepastian keberangkatan ke tanah suci," pungkasnya. (Ibnu Nawawi/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Ahlussunnah, Humor Islam, Ubudiyah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah