Minggu, 29 Oktober 2017

Kearifan Lokal Ikut Tereduksi Bila Madrasah Sepi

Salatiga, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah - Sekitar enam ribu warga di Wilayah Kabupaten Semarang ikut dalam aksi penolakan kebijakan Full Day School (FDS) yang tercantum dalam Permendikbud Nomor 23 Tahun 2017. Warga tumpah ruah memenuhi halaman Kantor Bupati Semarang di Ungaran, Jumat (18/8).

Mereka kemudian ditemui langsung oleh Bupati Semarang H Mundjirin beserta Wakil Bupati Ngesti Nugraha.

Kearifan Lokal Ikut Tereduksi Bila Madrasah Sepi (Sumber Gambar : Nu Online)
Kearifan Lokal Ikut Tereduksi Bila Madrasah Sepi (Sumber Gambar : Nu Online)

Kearifan Lokal Ikut Tereduksi Bila Madrasah Sepi

Menurut Koordinator Aksi KH Zaenal Muttaqin mengatakan, madrasah diniyah dan pondok pesantren sebagai budaya pendidikan Nusantara akan hilang seiring pemberlakuan FDS.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Hilangnya madin dan pesantren, kemudian dapat mengakibatkan munculnya budaya-budaya yang akan mereduksi kearifan dan keragaman pendidikan lokal,” tegas Zaenal.

Ia mencontohkan, kasus yang sudah terjadi di daerahnya di mana sejak diberlakukan FDS, banyak TPQ dan madin yang mulai ditinggalkan muridnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Korbannya madrasah diniyah banyak yang sudah gulung tikar, TPQ di Ungaran saja sudah banyak yang tutup. Di lingkungan saya juga ada pondok yang santrinya sebagian dari SMA, SMP dan SD negeri yang dulunya pagi sekolah sore atau malamnya di madin atau ponpes sekarang tidak mondok lagi," kata Zaenal yang juga Ketua RMI Kabupaten Semarang itu.

Turut hadir dalam acara tersebut Rais Syuriyah (Plt) PCNU Kabupaten Semarang KH Fatkhurrahman Thohir, Ketua PCNU Semarang (Plt) KH Abdul Gofar. Dalam aksi tersebut warga juga mengadakan istighotsah untuk mendoakan keselamatan bangsa ini. (Ajie Najmuddin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah AlaSantri Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Anak Sulung, Ansor Penting Bagi Masa Depan NU

Muara Dua, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Gerakan Pemuda Ansor sebagai anak sulung Nahdlatul Ulama (NU) ialah penting bagi masa depan organisasi didirikan KH Hasyim Asyari pada 1926. Demikian disampaikan Kiai Mohammad Syakur Tarmidzi, Pengasuh Pondok Pesantren Darul Ulum, Kampung Karet Jaya, Kecamatan Buay Pemaca, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan, Sumatera Selatan.

Anak Sulung, Ansor Penting Bagi Masa Depan NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Anak Sulung, Ansor Penting Bagi Masa Depan NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Anak Sulung, Ansor Penting Bagi Masa Depan NU

"Saya berharap, Pendidikan Kepemimpinan Dasar atau PKD PC GP Ansor OKU Selatan ini menghasilkan pemimpin mendatang yang sukses, yang handal, yang bertanggungjawab terhadap Aswaja," kata Kiai Syakur, di Muara Dua, Jumat (13/11).?

Di tangan para pemuda, kata Kiai kelahiran Tulungagung, Jawa Timur 1971 tersebut melanjutkan, masa depan umat itu berada. "PKD ini, semoga bisa melahirkan anak-anak muda NU yang handal," kata dia lagi.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Pada kegiatan PKD I PC GP Ansor OKU Selatan berlangsung Kamis-Jumat ? (12-13/11) bertema ‘Bersinergi Menyatukan Hati Menolak Radikalisme dan Ekstrimime di Bumi Serasan Seandanan’, Kiai Syakur meminta Sekretraris PW GP Ansor Lampung Muhyidin Thohir yang merupakan instruktur nasional bisa mentransfer materi dengan baik tanpa ada gangguan sinyal.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Jangan sampai hanya sekedar pelatihan tanpa ada hasil. Jangan tanggung-tanggung memberi materi bagi kader-kader muda NU yang jika diumpakan masih babad alas di daerah ini," kata dia. (Gatot Arifianto/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Halaqoh, Budaya, Ubudiyah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Jamaah Dzikir Gunung-gunung Indonesia

Oleh Mukhlis Herwin Mualif

Dalam pelajaran kuliah geofisika ataupun geologi pada Jurusan Fisika, Negara Indonesia merupakan negara dengan kepemilikan gunung api terbanyak yang dilingkari jalur deretan gempa paling aktif yang disebut cincin api (ring of fire) sehinga sewaktu-waktu bisa meletus.

Letak posisi Indonesia sangat strategis, yang mana berada pada titik pertemuan tiga lempeng benua yaitu Lempeng Eurasia dari arah utara, Lempeng Pasifik dari arah timur, serta Lempeng Indo-Australia dari arah selatan.

Jamaah Dzikir Gunung-gunung Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Jamaah Dzikir Gunung-gunung Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Jamaah Dzikir Gunung-gunung Indonesia

Akhir-akhir ini, di Indonesia banyak gunung yang menaikkan statusnya dari normal menjadi waspada, siaga, dan bahkan awas. Dalam dunia tasawuf, dikenal bahwa gunung pun juga ikut berdzikir (bertasbih) di waktu pagi dan petang, seperti yang terdapat dalam Firman Tuhan Quran Surat Sad 18-19:

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Sesungguhnya Kami menundukkan gunung-gunung untuk bertasbih bersama dia (Daud) di waktu pagi dan petang, dan (Kami tundukkan pula) burung-burung dalam keadaan terkumpul. Masing-masing amat taat kepada Allah."

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dzikir jika ditinjau secara bahasa berasal dari kata dzakaro yang artinya yaitu ingat. Kata dzikir diambil dari masdarnya dzikron yang kemudian menjadi populer dengan istilah dzikir. Sedangkan dzikir jika dikupas menurut syara’ merupakan ingat kepada Allah Swt. Dengan etika tertentu yang sudah ditentukan dalam Al-Quran dan hadist dengan tujuan untuk mensucikan hati serta mengagungkan Allah. ?

“Siapa yang ingin bersenang-senang di taman syurga, perbanyaklah dzikir. (HR. Thabrani)

Di Indonesia, gunung-gunung pun sedang berjamaah dzikir billisan khususnya daerah Sumatra dan Jawa. Dari Sumatera, jamaah para gunung dipimpin Almukarrom Syekh Gunung Sinabung, Sumatera Utara. Sedangkan penghulu pulau Jawa dan Sumatera, Almukarrom Syekh Anak Krakatau bin Krakatau yang sudah akil baligh, kali ini hanya menjadi makmum saja, yang mungkin lebih condong makmum kepada dzikir billisannya Almukarrom Syekh Gunung Sinabung. ?

“Kakanda, kali ini saya makmum kamu saja, karena saya sudah sering aktif untuk meneruskan ilmu Abah saya”, ujar putra gunung Krakatau kepada Almukarom Syekh gunung Sinabung.

Jamaah dzikir billisan di pulau Jawa dipimpin Almukarrom Kiai Gunung Kelud AlJawi, yang dengan dzikirnya telah membawakan pesan damai dengan merahmati hujan abu yang hampir rata di daerah Jawa bahkan sampai kepada daerah Pasundan. Tak lupa sebelumnya minta restu kepada Almukarom Kiai Gunung Semeru, yang merupakan sultan dari para gunung-gunung di Indonesia. Konon, dipilih sebagai sultannya para gunung di Indonesia dikarenakan ia telah disebutkan dalam kisah pewayangan.

Ngaturaken sowan kulo marang Paduko Kiai Gunung Semeru, kulo nyuwun pangestu paduko, badhe mimpin jamaah dzikir billisan poro gunung khususipun ingkang dumunung wonten ing Jawi,” izin Kiai Gunung Kelud Aljawi kepada Kiai Gunung Semeru.

E..lha dalah… sumonggo kiai, kanthi ridhonipun Gusthi Allah, Pengerane bumi lan Langit sarto Shalawat Nabi, mugi-mugi dzikir billisanmu saged dados barokah kagem nagari Indonesia khususipun. Lahul Fatihah..” Jawab Kiai Gunung Semeru sebagai ucapan restu kepada Kiai Gunung Kelud AlJawi.

“Hu..hu..”, begitu bunyi dentuman dzikir? jamaah dzikir billisan para gunung, ada yang secara sir (tak terdengar) da nada pula yang jahr (nyaring).

Definisi dzikir secara sir yaitu dengan suara secara perlahan sekiranya hanya terdengar oleh indera pendengaran atau telinga yang berdzikir. Menurut orang tasawuf atau ahli sufi menyebut hal ini merupakan dzikir yang paling afdhol. Sedangkan secara jahr yaitu secara keras sekiranya dapat terdengar di sekitarnya.

Menurut info terakhir ikut menyusul dzikir secara sir yaitu Almukarom Kiai Gunung Slamet, Almukarom Kiai Gunung Semeru, Almukarom Kiai Gunung Bromo, Almukarom Syekh Gunung Raung. Semula Almukarom Syekh Gunung Merbabu masuk dalam jamaah ini, akan tetapi ketika sudah pada kondisi fana dan nikmat dalam berdzikir maka secara tidak sadar berubah menjadi jahr. “Hu….hu….”, bunyi dentuman dzikir yang tiba-tiba diucapkan secara keras dan disertai kilatan yang menyambar-nyambar di pucak gunung sehingga membuat warga berhamburan keluar rumah. Seismograf milik BPPTKG Yogyakarta pun tidak dapat mendeteksi adanya aktivitas apapun, seperti yang diucapkan Subandriyo Kepala BPPTKG Yogyakarta.

Di Indonesia gunung api terbagi dalam 3 tipe berdasarkan waktu erupsinya, tipe A gunung api yang mengalami erupsi sekurangnya satu kali setelah tahun 1600, tipe B setelah tahun 1600 belum tercatat erupsinya akan tetapi menunjukkan gejala vulkanik yang jumlahnya 28, tipe C erupsinya tidak tercatat oleh manusia. Almukarom Syech Gunung Merbabu masuk kategori B. Menurut Sorja Koesuma, Dosen Fisika Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, mengatakan untungnya magnitudenya kecil. Mungkin juga bukan tektonik, akan tetapi ada sesar yang teraktivitasi karena aktivitas vulkanik.

Di golongan lain, terdapat sekelompok golongan gunung-gunung dengan dzikir bilqolbi (dengan hati) yang dipimpin Almukarom Kiai gunung Lawu Magetan, yang diikuti oleh Almukarom Kyai Gunung Wilis bahkan mungkin kali ini Almukarom Kiai Gunung Merapi Yogyakarta pun ikut jamaah dzikir bilqolbi karena kali ini tidak terdapat dalam kelompok golongan dzikir billisan. Definisi dzikir bilqolbi sendiri yaitu dzikir dengan menggunakan hati dan sama sekali tidak terdengar oleh telinga.

Apapun dzikirnya semoga kita semua dimasukkan dalam golongan yang cinta berdzikir, bersama makhluk Allah yang lain yang cinta berdzikir di bumi dan langit. Amiin.

MUKHLIS HERWIN MUALIF, alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Solo, dan alumni Jurusan Fisika UNS

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Kajian Islam, Nasional Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sabtu, 28 Oktober 2017

Rais Syuriyah PCINU Jerman Kupas ISIS di Turki

Istanbul,Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Bertempat di Turkiye Yazarlar Birligi, PCINU Turki bersilaturahim dengan Rais Syuriyah PCINU Jerman Dr Syafiq Hasyim yang baru saja menyelesaikan program doktoralnya dari Universitas Freie Berlin untuk kajian Islam kontemporer.

Rais Syuriyah PCINU Jerman Kupas ISIS di Turki (Sumber Gambar : Nu Online)
Rais Syuriyah PCINU Jerman Kupas ISIS di Turki (Sumber Gambar : Nu Online)

Rais Syuriyah PCINU Jerman Kupas ISIS di Turki

Selain dihadiri anggota PCINU, silaturahmi pada Jumat (8/8) diskusi ini diikuti mahasiwa Indonesia di Istanbul, Ruhum. Masyarakat Turki yang mempunyai minat yang sama tentang perkembangan di negara-negara Timur Tengah saat ini juga ada yang ikut.

Syafiq menjelaskan, fenomena ISIS tidak bisa hanya dilihat melalui kacamata kultural atau agama saja karena ada kepentingan ekonomi-politik di belakang organisasi multietnik ini. “Dikarenakan fenomena ISIS termasuk baru, belum ada informasi yang valid atau pun pengetahuan mendalam seperti artikel ilmiah di jurnal,” kata Syafiq

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Menurut Syafiq, ISIS bisa dibilang membawa paham radikalisme yang jika tidak diantisipasi masyarakat Indonesia akan berdampak langsung kepada keamanan dan perdamaian yang dijunjung tinggi para pendiri negara kita.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Syafiq juga menyingung soal media massa yang yang menulis gerakan radikal tersebut. Menurutnya, sekarang kebebasan dalam berbicara sudah dalam fase tahap lanjut. Siapa saja di Indonesia bebas mengemukakan pendapat pribadi masing-masing. Didukung dengan akses internet yang semakin hari kian cepat dan bisa dijangkau secara mudah, termasuk telepon seluler,arus informasi mengalir tanpa saringan.

Kini, kata dia, setiap orang dengan mudah memproduksi “wartanya” sendiri, berdasarkan analisis sendiri, lalu dipublikasikan sendiri. “Kaidah jurnalistik sayangnya diabaikan,” tambahnya.

Di satu sisi, lanjutnya, hal itu merupakan tanda kebebasan berpendapat yang menggembirakan. Akan tetapi, di sisi lain, itu menyebabkan bergesernya tren bacaan masyarakat.

Dulu, kata dia, mereka merujuk pada artikel ilmiah, jurnal, makalah maupun sejenisnya, kini berganti menjadi bacaan artikel populer yang sangat instan. “Orang tidak lagi menilik sesuatu berdasarkan sumber yang otoritatif, tetapi melihat dari popularitas seorang tokoh yang tidak mumpuni,” jelasnya.

Ia mencontohkan, belakangan banyak orang yang mencibir kepakaran Prof Quraish Shihab dan menyanjung “fatwa instan” dari seseorang yang tidak dikenal sebagai ilmuwan dan penulis yang berintegritas.

Kembali kepada ISIS, Syafiq berpendapat diperlukan penelitian yang mendalam supaya tidak menyebabkan adanya kesalahan informasi yang dapat  meracuni pikiran publik. “Kita harus beralih dari memproduksi pengetahuan berbasis konspirasi menuju pengetahuan berbasis riset,” tegasnya.

Ia menyesalkan, apa yang terjadi sekarang, masyarakat umum lebih menyukai bacaan populer daripada analisis ilmiah sehingga terkadang tulisan intelektual beberapa akademisi dianggap sebagai perpanjangan tangan dari budaya Amerika yang liberal.

Dalam menyikapi ISIS, pesan Syafiq, kita harus tahu bahwa ideologi ini tidak cocok untuk diaplikasikan di negara Indonesia bahkan tidak sesuai dengan karakter bangsa Indonesia, sehingga berbahaya bagi kelangsungan ideologi bangsa Indonesia.

Selain menggali nilai-nilai NU yang moderat, ia menegaskan pentingnya memahami nation and character building seperti yang dulu ditegaskan pendiri bangsa Republik Indonesia. “Lihat Jerman, Amerika, juga Turki misalnya, mereka memiliki nilai-nilai budaya bangsanya sendiri yang sulit dipengaruhi seketika.”

Indonesia, kata pakar hukum Islam ini, membutuhkan itu. Apa yang disebut sebagai “manusia Indonesia,” sekarang tidak jelas dan malas untuk diperdebatkan dalam ruang publik. Maka, upaya untuk deradikalisasi juga searah dengan kehendak untuk mengenali kembali nation and character building itu. (Red: Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Hadits, Kajian, Nahdlatul Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Serentak Khotmil Quran Bil Ghoib di 20 Masjid di Kota Kraksaan

Probolinggo, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Dalam rangka memperingati Nuzulul Qur’an, Pimpinan Cabang (PC) Jam’iyyatul Qurro’ wal Huffadz (JQH) Kota Kraksaan Kabupaten Probolinggo, Jum’at (24/6) melaksanakan Khotmil Qur’an bil Ghoib di 20 masjid secara serentak.

Ketua PC JQH Kota Kraksaan KH Abdul Qodir Somad mengungkapkan bahwa Khotmil Qur’an bil Ghoib ini dilaksanakan setelah shalat Jum’at hingga menjelang adzan Maghrib tiba. “Kegiatan itu diikuti oleh ratusan mustamirin (pendengar) di masing-masing masjid,” ujarnya.

Serentak Khotmil Quran Bil Ghoib di 20 Masjid di Kota Kraksaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Serentak Khotmil Quran Bil Ghoib di 20 Masjid di Kota Kraksaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Serentak Khotmil Quran Bil Ghoib di 20 Masjid di Kota Kraksaan

Dalam Khotmil Qur’an bil Ghoib ini, para hafidz dan hafidzah (penghafal Al-Qur’an) ini membaca Al-Qur’an secara berkelompok. “Mereka membaca Al Qur’an tanpa harus memegang mushaf,” jelasnya.

Menurut Kiai Somad, pembagian kelompok tersebut dimaksudkan untuk mempermudah dalam pembagian juz yang harus dibaca oleh masing-masing kelompok. Selain untuk memperingati malam Nuzulul Qur’an, kegiatan tersebut dilakukan secara rutin oleh JQH Kota Kraksaan.

“Kegiatan ini bertujuan untuk melestarikan budaya baca Al-Qur’an dikalangan umat muslim, khususnya masyarakat Kota Kraksaan dan sekitarnya. Kegiatan ini sudah berkembang menjadi sebuah tradisi,” tuturnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Disamping itu jelas Somad, kegiatan ini dilakukan dalam rangka meningkatkan minat masyarakat untuk menghafal Al-Qur’an. Terutama bagi yang benar-benar berminat. “Banyak manfaat yang bisa didapat dengan menghafal Al-Qur’an,” pungkasnya. (Syamsul Akbar/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Nahdlatul Ulama Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Berprestasi Internasional, Santriwati Ini Masuk Nominasi Santri of The Year 2017

Jember, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Izza Nur Layla, alumni MA Unggulan Nuris, Antirogo, Jember, Jawa Timur ini masuk dalam Nominasi Santri of The Year 2017. Ajang yang diselenggarakan oleh Islam Nusantara Center (INC) untuk menyambut Hari Santri Nasional itu, menempatkan Izza, sapaan akrabnya sebagai Nominator  Santri Berprestasi Internasional. 

Berprestasi Internasional, Santriwati Ini Masuk Nominasi Santri of The Year 2017 (Sumber Gambar : Nu Online)
Berprestasi Internasional, Santriwati Ini Masuk Nominasi Santri of The Year 2017 (Sumber Gambar : Nu Online)

Berprestasi Internasional, Santriwati Ini Masuk Nominasi Santri of The Year 2017

Selain Izza, ada nama lain yang menjadi nominator di bidang  yang sama, yaitu Tontowi Ahmad. Alumnus Pesantren Al Falah Ploso, Kediri  ini masuk nominasi berkat pretasinya yang mendunia sebagai pemain ganda campuran bulutangkis bersama Liliana Natsir. Nama lainnya adalah Malik Khidir, alumnus Pesantren Al Barokah ini adalah Juara Kompetisi Robotik Internasional.

Masih banyak nama-nama top lain masuk Nominator Santri of The Year 2017 sesuai dengan bidangnya. Misalnya, Prof KH Muhammad Tholhah Hasan (Pendiri Unisma Malang) untuk bidang pendidikan, Habib Syekh Abdul Qadir Assegaf (Penggiat Seni Sholawat)  untuk bidang seni dan budaya, dan Saifullah Yusuf (Wagub Jawa Timur) untuk bidang Kepemimpinan dalam Pemerintahan.

Izza sendiri masuk nominasi lantaran prestasi internasionalnya yang fenomenal. Dara  kelahiran Jember 5 Februari 1996 itu adalah peraih medali emas dalam kompetisi bidang agribisnis di ajang The 36th National Academic Conference of the Future Farmers of Thailand Organization di Thailand  tahun 2015.

Saat itu, Izza berduet dengan Aji Zulfikar asal Pesantren Darul Ma’arif, Sintang, Kalimantan Barat, berhasil memenangi lomba di kategori demonstrasi keahlian profesional dengan menyajikan sistem penanaman hydroponic.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Izza telah menyelesaikan studi D3 Agribisnis di Pattani Fisheries and Agriculture Technology College, Pattani, Thailand Maret 2017 lalu. Ia lulus meyandang predikat cumlaude dengan Indeks Prestasi Komulatif (IPK) 4,0. 

Saat ini, Izza mendapat beasiswa lagi untuk melanjutkan pendidikan S1 di Rajamangala University of Technology Srivijaya, Thung Yai District, Nakhon Si Thammarat, Thailand.

Pengasuh Pondok Pesantren Nuris, Gus Rabith Qashidi, berharap agar prestasi Izza dapat melecut semangat santri lain untuk meraih prestasi. Ia mengaku yakin bahwa santri juga bisa berprestasi di tingkat internasional bahkan dalam bidang umum sekalipun. 

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Izza lulusan Madrasah Aliyah, tapi bisa juara di bidang agribisnis, kan hebat," tuturnya. (Aryudi A. Razaq/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Hadits, Santri, Berita Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

PP LAZISNU-LDNU Salurkan 10.000 Sembako dan 5.000 Santunan Yatim

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Pimpinan Pusat Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shodaqoh NU (PP LAZISNU) dan Pimpinan Pusat Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (PP LDNU) menyerahkan bantuan 10.000 paket sembako dan 5.000 paket santunan kepada anak-anak yatim.

Penyerahan berlangsung di masjid An-Nahdlah, Kantor PBNU lantai dasar, jalan Kramat Raya nomor 164, Jakarta Pusat, Senin (29/7) petang. Kegiatan penyaluran dihadiri oleh sedikitnya 100 orang penerima bantuan.

PP LAZISNU-LDNU Salurkan 10.000 Sembako dan 5.000 Santunan Yatim (Sumber Gambar : Nu Online)
PP LAZISNU-LDNU Salurkan 10.000 Sembako dan 5.000 Santunan Yatim (Sumber Gambar : Nu Online)

PP LAZISNU-LDNU Salurkan 10.000 Sembako dan 5.000 Santunan Yatim

Penyerahan secara simbolis dilakukan oleh Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj yang kerap disapa Kang Said, Wakil Ketua Umum PBNU Asad Said Ali, Ketua PP LAZISNU KH Masyhuri Malik, dan Ketua PP LDNU KH Zaki Mubarok.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Semoga para muzakki diberikan ganjaran berlipat karena telah menunaikan zakat sebagai ibadah wajib,” kata KH Masyhuri Malik dalam sambutan.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Bantuan 10.000 paket sembako, sambung KH Masyhuri Malik, akan disalurkan dari Jawa Timur hingga Banten dan beberapa titik di Lampung. Sedangkan paket 5.000 santunan yatim disalurkan mulai dari Kupang, Nusa Tenggara Barat hingga Sumatera Barat.

Penyerahan paket bantuan ditutup dengan ceramah singkat Kang Said.

“Dua hal yang paling penting di muka bumi adalah iman kepada Allah dan bermanfaat bagi orang lain,” ungkap Kang Said mengulang sabda Rasulullah SAW.?

Keimanan kepada Allah, lanjut Kang Said, dinilai belum sempurna sebelum orang yang bersangkutan memberikan sumbangsih kepada orang lain.

Penulis: Alhafiz Kurniawan

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Doa Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah